Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

KADMIUM

Oleh :

DIAN PARAMITA
1210942005

Dosen :

ESMIRALDA, MT

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK-UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2014
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat-
Nya lah maka makalah Toksikologi Lingkungan Ekokinetika Cadmium ini dapat
diselesaikan. Tidak lupa salawat dan salam kepada suri tauladan seluruh umat di dunia, Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan menuju alam yang penuh
kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan seperti saat ini.

Dalam penulisan laporan ini, penulis mendapat banyak bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Orang tua dan saudara tercinta yang telah memberikan dorongan moril dan materil.
2. Ibu Esmiralda sebagai dosen mata kuliah Toksikologi Lingkungan yang telah
memberikan bimbingan serta ilmu pengetahuan kepada penulis.
3. Rekan-rekan seangkatan yang telah memberikan banyak bantuan, perhatian,
pengertian dan motivasi dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna perbaikan untuk masa yang
akan datang.

Akhir kata dengan segala kerendahan hati, penulis berharap agar segala kekurangan laporan
ini tidak mengurangi arti dari tugas besar ini. Semoga tugas besar ini dapat memberikan
manfaat. Amin.

Padang, September 2014

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kimia, sebuah logam (bahasaYunani: Metallon) adalah sebuah unsur kimia yang siap
membentuk ion (kation) dan memiliki ikatan logam, dan kadang kala dikatakan bahwa ia
mirip dengan kation di awan elektron. Metal adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang
dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan nonlogam. Dalam
tabel periodik, garis diagonal digambar dari boron (B) ke polonium (Po) membedakan logam
dari nonlogam.Unsur dalam garis ini adalah metaloid, kadang kala disebut semi-logam; unsur
di kiri bawah adalah logam; unsur kekanan atas adalah nonlogam. Logam berat adalah unsur-
unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5 gr/cm3, terletak di sudut kanan bawah
sistem periodik, mempunyai afinitas yang tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor
atom 22 sampai 92 dari perioda 4 sampai 7. Sebagian logam berat seperti timbal (Pb),
kadmium (Cd), dan merkuri (Hg) merupakan zat pencemar yang berbahaya.Kadmium,
timbal, dan tembaga terikat pada sel-sel membran yang menghambat proses transpormasi
melalui dinding sel. Logam berat juga mengendapkan senyawa fosfat biologis atau
mengkatalis penguraiannya.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui karakteristik dari logam Kadmium
2. Mengetahui jalur masuk logam Kadmium ke lingkungan
3. Mengetahui jalur masuk logam Kadmium ke dalam tubuh

4. Mengetahui efek Kadmium

1.3 Rumusan Masalah


1. Karakteristik Kadmium
2. Ekokinetika Kadmium
3. Farmakokinetika Kadmium
4. Efek Kadmium

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Karakteristik Kadmium

Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa,
mudah bereaksi, serta menghasilkan Kadmium Oksida bila dipanaskan. Kadmium (Cd)
umumnya terdapat dalam kombinasi dengan klor (Cd Klorida) atau belerang (Cd Sulfit).
Kadmium membentuk Cd2+ yang bersifat tidak stabil. Cd memiliki nomor atom 40, berat
atom 112,4, titik leleh 321oC, titik didih 767oC dan memiliki masa jenis 8,65 g/cm3
(Widowati dkk, 2008).
Logam kadmium (Cd) memiliki karakteristik berwarna putih keperakan seperti logam
aluminium, tahan panas, tahan terhadap korosi. kadmium (Cd) digunakan untuk elektrolisis,
bahan pigmen untuk industri cat, enamel dan plastik. Logam kadmium (Cd) biasanya selalu
dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan
seng (Darmono 1995).
Kadmium (Cd) adalah metal berbentuk kristal putih keperakan. Cd didapat bersama-sama
Zn, Cu, Pb, dalam jumlah yang kecil. Kadmium (Cd) didapat pada industri alloy, pemurnian
Zn, pestisida, dan lain-lain (Said, 2008).
Logam kadmium (Cd) mempunyai penyebaran yang sangat luas di alam. Berdasarkan sifat-
sifat fisiknya, kadmium (Cd) merupakan logam yang lunak ductile, berwarna putih seperti
putih perak. Logam ini akan kehilangan kilapnya bila berada dalam udara yang basah atau
lembab serta cepat akan mengalami kerusakan bila dikenai uap amoniak (NH3) dan sulfur
hidroksida (SO2). Berdasarkan pada sifat kimianya, logam kadmium (Cd) didalam
persenyawaan yang dibentuknya umumnya mempunyai bilangan valensi 2+, sangat sedikit
yang mempunyai bilangan valensi 1+. Bila dimasukkan ke dalam larutan yang mengandung
ion OH, ion-ion Cd2+ akan mengalami proses pengendapan. Endapan yang terbentuk dari
ion-ion Cd2+ dalam larutan OH biasanya dalam bentuk senyawa terhidrasi yang berwarna
putih (Palar, 2004).

2.2 Ekokinetika Kadmium


Ekokinetika adalah kinetik (gerak) suatu racun dalam ekosistem. Adapun sumber Kadmium
adalah : Cadmium lebih banyak masuk dalam perairan karena kegiatan manusia seperti
perindustrian dimana limbah pabrik tersebut dibuang langsung kedalam perairan yang akan
terakumulasi di dasar perairan kemudian membentuk sedimen

1. Media Transpor
Adapun media transpor klorin antara lain :
Lewat air, aktivitas pertambangan yang membuang limbahnya ke sungai
sehingga menyebabkan pencemaran terhadap sungai. Kemudian air sungai
tersebut digunakan untuk pengairan sawah, tetapi juga untuk air minum,
mencuci, memancing, dan kegunaan lain oleh masyarakat sekitar. Air ini
kemudian diigunakan untuk mengairi sawah, beras menyerap logam berat,
terutama cadmium. Kadmiumpun akhirnya terakumulasi dalam tubuh orang-
orang yang memakan nasi yang terkontaminasi.

Lewat udara, cadmium yang dihirup melalui saluran pernafasan biasanya


berbentuk aerosol. Kecepatan penyerapan didalam paru-paru dipengaruhi oleh
diameter partikel yang masuk. Cadmium yang masuk biasanya diusahakan tubuh
untuk keluar kembali.

2. Transformasi
Karena Kadmium dalam bentuk logam maka transformasi secara abiotic, yaitu dengan
penambahan zat lain maka logam cadmium bisa berubah bentuk sesuai dengan
pencampuran dari zat lain.

Pencemaran logam berat meningkat sejalan dengan perkembangan industri. Pencemaran


logam berat di lingkungan dikarenakan tingkat keracunannya yang sangat tinggi dalam
seluruh aspek kehidupan makhluk hidup. Pada konsentrasi yang sedemikian rendah saja
efek ion logam berat dapat berpengaruh langsung hingga terakumulasi pada rantai makanan.
Logam berat dapat mengganggu kehidupan biota dalam lingkungan dan akhirnya
berpengaruh terhadap kesehatan manusia. (Suhendrayatna 2001, dalam Jovita, dkk, 2003).
Keberadaan logam dalam perairan terutama muara dapat berasal dari sumber alamiah dan
aktifitas manusia.
2.3 Farmakokinetika Kadmium

1. Portal Of Entry (jalur masuk)


Oral : Makanan yang dikonsumsi apabila terkontaminasi logam cadmium maka akan
menyebabkan keracunan makanan, sehingga logam cadmium masuk kedalam tubuh dan
menyebabkan dampak negative.
Kulit : Apabila menggunakan air yang telah terkontaminasi logam cadmium dengan
kontak langsung maka logam cadmium tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui
kulit.
2. Absorbsi : dengan menggunakan karbon aktif
3. Distribusi : Dari darah lalu menuju protein darah sehingga diteruskan ke seluruh jaringan
tubuh yang bisa menyebar.
4. Metabolisme : Makanan/minuman telah terkontaminasi cadmium lalu masuk ke tubuh
sehingga langsung bereaksi. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang
berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Apabila
Kadmium masuk ke dalam tubuh maka sebagian besar akan terkumpul di dalam
ginjal, hati dan sebagian yang dikeluarkan lewat saluran pencernaan.

Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen
ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium berpengaruh terhadap manusia
dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan
ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada
paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis.

Bagi tubuh manusia, Kadmium sebenarnya merupakan logam asing. Tubuh sama
sekali tidak memerlukannya dalam proses metabolisme. Karenanya Kadmium sangat
beracun bagi manusia dan dapat diabsorbsi tubuh dalam jumlah yang tidak terbatas,
karena tidak adanya mekanisme tubuh yang membatasinya. Jumlah normal Kadmium
dalam tanah berada dibawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) pernah dijumpai
pada permukaan tanah yang berada dekat pertambangan Zinkum (Zn). Kadmium lebih
mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti
Plumbum.
Logam berat ini bergabung bersama Timbal dan Merkuri sebagai the big three
heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut
badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah
400-500 g per orang atau 7 g per kg berat badan. Kadmium juga berefek pada
potensial membran alga sel chara. Kadmium menyebabkan potensial membran sel chara
berubah menjadi lebih negatif dibandingkan potensial membran sebelum adanya
penambahan kadmium. Seiring dengan bertambahnya konsentrasi Kadmium, penurunan
potensial membran menjadi semakin kecil dan potensial akhirnya menjadi semakin
positif. Gejala ini kemungkinan dapat diterangkan berdasarkan peran Kadmium sebagai
kation divalent.
2.4 Efek Kadmium

Kadmium (Cd) dalam tubuh terakumulasi dalam hati dan terutama terikat sebagai
metalotionein mengandung unsur sistein, dimana Kadmium (Cd) terikat dalam
gugus sufhidril (-SH) dalam enzim seperti karboksil sisteinil, histidil, hidroksil, dan
fosfatil dari protein purin. Kemungkinan besar pengaruh toksisitas kadmium (Cd)
disebabkan oleh interaksi antara kadmium (Cd) dan protein tersebut, sehingga
menimbulkan hambatan terhadap aktivitas kerja enzim dalam tubuh (Darmono,
2001).
Kadmium (Cd) merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena
elemen ini berisiko tinggi terhadap pembuluh darah. Kadmium (Cd) berpengaruh
terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh
khususnya hati dan ginjal (Palar, 2004).
Gejala akut dan kronis akibat keracunan kadmium (Cd) yaitu :
a. Gejala akut :
1) Sesak dada.
2) Kerongkongan kering dan dada terasa sesak (constriction of chest).
3) Nafas pendek.
4) Nafas terengah-engah, distress dan bisa berkembang kearah penyakit radang
paru -paru.
5) Sakit kepala dan menggigil.
6) Mungkin dapat diikuti kematian.
b. Gejala kronis:
1) Nafas pendek.
2) Kemampuan mencium bau menurun.
3) Berat badan menurun.
4) Gigi terasa ngilu dan berwarna kuning keemasan.

1. Pada Tulang
Efek keracunan cadmium juga dapat mengakibatkan kerapuhan pada tulang. Gejala
rasa sakit pada tulang sehingga menyulikan untuk berjalan. Penyakit ini dinamakan
itai-itai
2. Pada Paru-paru
-Emphysema, yaitu penyakit yang gejala utamanya adalah penyempitan saluran
nafas, karena kantung udara di paru-paru menggelembung secara berlebihan dan
mengalami kerusakan yang luas

-Endema, yaitu pembekakan yang diakibatkan kelebihan cairan di dalam tubuh

3. Terhadap Ginjal

Logam cadmium dapat menimbulkan gangguan da bahkan mampu menimbulkan


kerusakan pada system yang bekerjadi ginjal

BAB III
DIAGRAM ALIR

Warna putih perak,lunak,tidak larut


KADMIUM dalam basa, mudah bereaksi

1. Transpor
Air : limbah yang dibuang ke sungai
Udara : aerosol
EKOKINETIKA
2. Transpormasi
1. Transpor
Dalam bentuk logam bisa mengoksidasi
2. Transpormasi
1. P.O.E
FARMAKOKINETIKA Oral : keracunan makanan
1. Portal Of Entry
Kulit : kontak langsung
2 Absorbsi
2. Absorbsi : aktif lambat
3. Distribusi
3. Distribusi :
4. Metabolisme
Darah protein darah seluruh
jaringan tubuh
4. Metabolisme
Makanan/minuman terkontaminasi
cadmium tubuh bereaksi
Efek

1. P.O.E
Oral : keracunan makanan
Kulit : kontak langsung
2. Absorbsi : aktif lambat
3. Distribusi :
Darah protein darah seluruh
jaringan tubuh
4. Metabolisme
Makanan/minuman terkontaminasi
cadmium tubuh bereaksi

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Logam berat termasuk bahan berbahaya dan beracun yang biasanya dihasilkan oleh
industri berupa limbah. Walaupun kadar logam dalam tanah, air, dan udara rendah,
namun dapat meningkat apabila manusia menggunakan produk-produk dan
peralatan yang mengandung logam, pabrik-pabrik yang menggunakan logam,
pertambangan logam, dan pemurnian logam.
Logam berat masih termasuk golongan logam-logam dengan kriteria-kriteria yang
sama dengan logam-logam yang lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang
dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk kedalam tubuh organisme
hidup. Logam berat dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan, air
minum, atau melalui udara. Logam-logam berat seperti tembaga, selenium, atau
seng dibutuhkan tubuh manusia untuk membantu kinerja metabolisme tubuh.
Logam-logam tersebut berpotensi menjadi racun jika konsentrasi dalam tubuh
tinggi. Logam berat menjadi berbahaya disebabkan sistem bioakumulasi.
Bioakumulasi berarti peningkatan konsentrasi unsur kimia tersebut dalam tubuh
makhluk hidup sesuai piramida makanan. Akumulasi atau peningkatan konsentrasi
logam berat di alam mengakibatkan konsentrasi logam berat di tubuh manusia
adalah tertinggi. Jumlah yang terakumulasi setara dengan jumlah logam berat yang
tersimpan dalam tubuh ditambah jumlah yang diambil dari makanan, minuman,
atau udara yang terhirup. Jumlah logam berat yang terakumulasi lebih cepat
dibandingkan dengan jumlah yang terekskresi dan terdegradasi.

4.2 Saran

Adapun saran yang dapat diberikan yaitu, untuk pabrik pabrik yang menghasilkan
limbah kadmium, agar limbah tersebut tidak dibuang sembarangan atau dibuang ke
sungai agar tidak membahayakan lingkungan maupun kesehatan manusia. Apabila
limbah tersebut terlanjur dibuang maka harus mengupayakan agar lingkungan dan
kesehatan manusia bisa diselamatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Darmono. 1995. Logam dalam Sistem Biologi Mahkluk Hidup. UI press. Jakarta.
________. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. UI press. Jakarta.

Palar, H. 2004. Pencemaran dan toksikologi logam berat. Rineka Cipta. Jakarta.

Said, N. I. 2008. Teknologi Pengelolaan Air Minum Teori dan Pengalaman


Praktis. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.

Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, VOL. 2, NO. 2.


http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/KESLING-2-2-03.pdf. Diakses pada 14
September 2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium. Diakses tanggal 14 September 2014

Anda mungkin juga menyukai