Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PLANKTONOLOGI LAUT

KOMPOSISI KIMIA PHYTOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON

OLEH :

FAUZI RAMADHAN
1504115413
ILMU KELAUTAN-A

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017
KOMPOSISI KIMIA PHYTOPLANKTON DAN ZOOPLANKTON

1. Komposisi Kimia Phytoplankton

Stuktur penyusun setiap sel phytoplankton tidak selalu sama. Komposisi ini

dipengaruhi oleh factor internal dan factor eksternal. Factor internal meliputi

struktur genetic dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Sedangkan

factor eksternal merupakan factor lingkungan seperti kadar CO2, pH, intensitas

cahaya, suhu, salinitasdan lain-lain.

Secara garis besar komposisi kimia dari phytoplankton terdiri dari komponen-

komponen berikut :

a) Protein dan Asam Amino

Phytoplankton memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Kandungan


protein ini bias mencapai 60%-70%.

b) Lipid

Lipid dan asam lemak berfungsi sebagai komponen membrane, metabolit dan

juga sebagai cadangan energy. Lintasan lipid pada fito plankton sama dengan

lintasan sintesis lipid biji minyak yang dihasilkan tumbuhan tingkat tinggi.

c) Hidrokarbon

Beberapa jenis phytoplankton mengandung hidrokarbon di dalam jasad nya

dalam jumlah besar.

d) Wax (lilin)
Beberapa phytoplankton mengandung wax yang tersusun atas ester asam dan

alcohol berantai panjang.

e) Gliserol

Gliserol merupakan salah satu komponen penyusun membrane sel. Membrane

sel merupakan batas antar sitoplasma dengan lingkungan. Membrane berfungsi

untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotic di dalam sel.

Ada beberapa jenis phytoplankton yang memiliki senyawa alginat. Alginat

adalah konstituen dinding sel pada alga yang banyak dijumpai pada alga coklat.

Senyawa ini merupakan heteropolisakarida dari hasil pembentukan rantai

monomer mannuronic acid dan gulunoric acid.

Pemanfaatan senyawa alginate di dunia industry telah banyak dilakukan

seperti natrium alginate dimanfaatkan oleh industry textile untuk memperbaiki

dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginate digunakan dalam

pembuatan obat-obatan. Senyawa alginate juga banyak digunakan dalam produk

susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan Kristal es.

Dalam industry farmasi, alginate digunakan sebagai bahan pembuatan pelapis

kapsul dan tablet. Alginat juga digunakan dalam pembuatan bahan biomaterial

untuk tehnik pengobatan seperti micro-encapsulation dan cell transplantation.

2. Komposisi Kimia Zooplankton

Adapun komposisi kimia dari zooplankton yaitu seperti oksigen(75%),

hydrogen (10%), karbon (9,5&), dan nitrogen (2,5%) sebagai unsur-unsur


penyusun senyawa protein, lemak, vitamin dan enzim serta beberapa unsure

anorganik seperti kalsium, fosfor dan sulfur.

Secara garis besar zooplankton mengandung air (65-80%), protein (17-22%),

lemak (0,5-2%) dan mineral (1-2%). Mineral dalam tubuh zooplankton

mencangkup kalsium, natrium, kalium, magnesium, klorida, sulfat dan fosfat.

Perbedaan komposisi ini dapat dipengaruhi oleh factor internal dan factor

eksternal.

Pada Artemia memiliki kandungan kimia protein sebanyak 55%, lemak

18,9%, serat kasar 2,04%, kadar abu 7,2%, dan air sebanyak 81,9%.

Selian itu, dari jenis copepod memiliki beberapa jenis asam amino. Copepoda

memiliki kandungan protein yang tinggi (44%-52%) dan struktur asam amino

yang baik kecuali metionin dan histidin. Komposisi asam lemak dari copepod

bervariasi tergantung pakan yang diberikan selama kegiatan budidaya.

Copepoda kaya akan protein, lemak, asam amino esensial yang dapat

mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh serta mencerahkan

warna pada udang dan ikan. Keunggulan copepod juga telah diakui oleh para

peneliti, karena kandungan DHA-nya yang tinggi. Copepoda juga mempunyai

kandungan lemak polar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Artemia.