Anda di halaman 1dari 14

Probiotik

Anaerobic bacteria
Bakteri yang tidak membutuhkan oksigen. Bahkan bila ada oksigen
kerjanya terhambat, tidak tumbuh bahkan mati karena lingkungan
tidak cocok.

Anaerobic facultative bacteria


Bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas. Mikroba ini
mengambil oksigen dalam bentuk senyawa. Misalnya bakteri
denitrifikasi.

Aerobic bacteria
Bakteri yang membutuhkan oksigen. Bila tidak ada oksigen maka
bakteri ini tidak kerja atau mati, atau berubah sifat.
Fungsi Probiotik

Probiotik sebagai bioremediasi


Mengurai limbah organik
Menstabilkan kualitas air (kestabilan plankton)
Menyerap senyawa beracun (NH3/NH4+, NO2- , H2S)
Menekan perkembangan bakteri yang merugikan
Menghasilkan nutrisi (biofloc)

Probiotik sebagai feed additive


Dicampur pakan
Menekan bakteri yang merugikan
Meningkatkan daya tahan thd penyakit
Membantu meningkatkan penyerapan
pakan
Pedro Encarnao, 2010
Produk Probiotik Akuatik

Probiotik sebagai Feed additive


Lingkungan anaerob dan asam
Jenis bakteri anaerob dan tahan asam.

Probiotik untuk Air


Lingkungan aerob (oksigen tinggi)
Air selalu bergerak
Jenis mikroba harus aerobik

Probiotik untuk Dasar


Bakteri Gram +
Lingkungan yang paling kotor
Banyak endapan limbah organik
Oksigen paling rendah
Jenis mikroba aerob, anaerob dan anaerob fakultatif
Lingkungan Tambak

O2
Bakteri Aerob

Bakteri Anaerob fakultatif


Bakteri Anaerob
Jenis bakteri probiotik

Genus / kelompok Species


Bacillus B. subtilis, B. polymyxa, B. megaterium,
B. licheniformis, B. amyloliquifaciens,
B. mycoides, B. cereus, B. coagulans
Bakteri asam laktat Lactobacillus casei, L. plantarum,
Pediococcus sp. Enterococcus sp.
Bakteri Nitrifikasi Nitrosomonas sp., Nitrobacter sp.
Bakteri Denitrifikasi Thiobacillus sp.
Achromobacter Achromobacter sp
Pseudomonas P. putida, P. aerogenes
Bakteri Fotosintetik (PSB) Rhodopseudomonas, Rhodobacter,
Rhodococcus
Yeast Saccharomyces cereviceae
Fungi Trichoderma
Feed Additive

Nutrisi
Vitamine dan mineral ORGANIC ACID DAN
Asam lemak esensial GARAMNYA
Asam amino Formic acid
Acetic acid
Meningkatkan kecernaan dan immune Propionic acid
Asam organik Butiric acid
Esensial oil Lactic acid
Prebiotik dan Probiotik

Miningkatkan immune
ESSENSIAL OIL
1,3 beta-Glucan
Oregano (Oreganum sp.)
Lipopolysaccharida
Eucalypthol (Eucalyptus sp.)
Peptidoglycan
Thymol
Fucoidan
Herbal extract
Asthaxanthin
Sistem pencernaan udang

Sumber: Lightner, 2010

Pencernaan udang pendek. Penyerapan


nutrisi harus dioptimalkan.
Managemen pakan harus tepat tidak
Sumber: Mathias Corteel, 2013 boleh berlebihan
Perubahan air
Memilih Feed Additive

Meningkatkan kekebalan (immune)


tubuh udang dari serangan penyakit
Menekan perkembangan bakteri
merugikan (vibrio) dalam pencernaan
Meningkatkan kecernaan dan penyerapan
nutrisi pakan
Mempercepat pertumbuhan
PILIHAN : ACIDIFIER, ESSENSIAL OIL,
IMMUNOSTIMULANT, PROBIOTIK
Kerja Acidifier

Acidifier adalah feed additif yang terbuat dari asam organik dan
garamnya. Baik untuk udang maupun ikan. Berfungsi sebagai growth
promotor dan antimikroba, serta dianggap sebagai pengganti antibiotik
Sebagai growth promotor
Menurunkan pH dalam lambung dan usus,
mengoptimalkan kerja enzym protease
(pepsin), penyerapan nutrisi (protein)lebih
baik, sehingga pertumbuhanlebih baik,
efisiensi pakan meningkat.
Sebagai chellate bagi mineral kompleks
sehingga meningkatkan nilai nutrisi pakan.
Sebagai antimikroba:
Menurunkan pH pakan,
Menurunkan kapasitas bufer pada pakan
Menurunkan pH pada saluran pencernaan
(lambung dan usus)

Dalam kondisi pH rendah asam organik


bebas berpenetrasi masuk ke dalam sel Dinding sel bakteri gram
mikroba, mengalami disosiasi, menurunkan negatif terbuat dari lipopoly-
saccharida (lipid dan poly-
pH dalam protoplasma mikroba, perlu banyak saccharida)
energi (ATP) untuk mengeluarkan ion H , ion
+

sisa asam organik mengganggu/menghambat proses replikasi DNA,


kondisi asam dalam protoplasma menyebabkan kerusakan membran dan
dinding sel sehingga mikroba akhirnya mati.
Kerja Essensial Oil

Essensial oil adalah minyak essensial yang


diekstrak dari bahan nabati. Diantaranya
adalah Oregano kombinasi dari thymol dan
carvacrol (dari Oreganum spp)
Essensial oil memiliki fungsi:
Antimikroba (antibiotik alami)
Meningkatkan sistem pertahanan
Mengoptimalkan penyerapan nutrisi
Memacu pertumbuhan
Meningkatkan sintasan
Kerja Essensial Oil

Essensial Oil termasuk golongan Phytogenic. Dapat mengurangi amonia


yang dilepas melalui peningkatan penggunaan protein sehingga
mengurangi nitrogen yang hilang ke lingkungan. Adanya komponen
nitrogen yang tidak tercerna dalam usus dapat menyebabkan pembentukan
amonia dan biogenic amina oleh mikrobiota dalam usus.
Phytogenic dapat memacu sekresi pencernaan, memperpanjang dan
merapatkan villi usus, meningkatkan produksi mukosa melalui
peningkatkan jumlah selsel gobelt. (Gonalves and Santos, 2015).
Penyerapan nutrisi (protein lebih baik) sehingga pertumbuhan udang lebih
bagus
Kinerja essensial oil dalam melumpuhkan mikroba:
Essensial oil meningkatkan permeabilitas dinding sel bakteri
pathogen
Essensial oil dapat merubah membran luar bakteri gram negatif
SEKIAN
TERIMA KASIH

SELAMAT MELAKSANAKAN MUNAS KE-IV


DI BALI, 29-30 AGUSTUS 2017

SHRIMP CLUB INDONESIA


Asosiasi Petambak Udang Indonesia