Anda di halaman 1dari 4

Tukang Becak Naik Haji

Pada suatu hari, lahir seorang anak yang


bernama Muhammad Sulaiman Nur, ia tidak
memiliki dua kaki karena cacat pada saat ia
dilahirkan. Meskipun begitu ibunya tidak merasa
kecewa, karena dia percaya bahwa Sulaiman
akan menjadi anak yang sukses dan berbakti
pada orang tua nantinya.

Hari pun terus berlalu dengan cepat. Ayah


Sulaiman meninggal karena terkena penyakit
gagal jantung pada saat Sulaiman masih berumur
5 tahun. Hari demi hari dia lewati bersama
ibunya, sehingga Sulaiman telah berumur 10
tahun. Sulaiman tidak bersekolah seperti anak-
anak seumur nya, karena dia dengan ibunya
terhimpit masalah ekonomi. Sehingga Sulaiman
bekerja menjual sapu lidi bersama ibunya.

Setelah hidup dalam kemiskinan selama


10 tahun bersama ibunya, ia memilih untuk
menjadi seorang tukang becak, karena Sulaiman
menganggap bahwa menjadi seorang tukang
becak dapat membantu banyak orang dan
bantuan itu akan dibalas oleh tuhan berkali lipat.

Setelah menekuni profesinya sebagai


tukang becak, Sulaiman senang karena ia dapat
mendapatkan penghasilan yang banyak. Pada
suatu hari di sebuah perumahan kecil, Sulaiman
baru saja mengantar penumpang ke rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Sulaiman mendengar
suara warga berteriak ada pencuri. Pencuri
tersebut melempar barang curiannya ke dalam
becak Sulaiman sehingga menyebabkan
Sulaiman di pukuli oleh warga.

Pada saat Sulaiman sampai di rumah,


ibunya kaget dan langsung terjatuh pingsan.
Pada saat itu pula Sulaiman langsung membawa
ibunya kerumah sakit. Sesampainya di rumah
sakit, dokter mengatakan bahwa ibu Sulaiman
terkena penyakit tumor pada otaknya. Sulaiman
pun meminta dokter untuk menyembuhkan
ibunya dari penyakit tersebut.

Keesokan harinya , dokter menyatakan


bahwa keberhasilan dari operasi untuk
menghilangkan penyakit tumor ibunya hanya
15%. Sulaiman pun tidak terdiam, tetapi ia
langsung mengatakan hal ini pada ibunya dan
langsung menyetujuinya karena Sulaiman tidak
dapat melihat ibunya merasakan sakit yang
berkepanjangan untuk nantinya. Setelah
disetujui oleh Sulaiman dan ibunya, datanglah
seorang yang bernama Ahmad dan memberikan
sejumlah uang untuk biaya operasi ibunya.
Ibunya pun langsung di operasi. Setelah
menunggu selama 2 jam operasi, Sulaiman pun
bertemu dengan sang dokter. Sang dokter pun
mengatakan bahwa tumor di otak ibunya telah di
keluarkan dan ibunya berhasil diselamatkan oleh
sang dokter.

Setelah 1 bulan masa pemulihan ibunya,


Sulaiman merasa senang karena ada ibunya yang
masih dapat menemani Sulaiman di dekatnya.
Tak lupa pula Sulaiman selalu berkomunikasi
dengan tuhannya dengan cara beribadah. Setelah
mereka sampai di rumah, Sulaiman pun
langsung pamit dan pergi untuk bekerja.
Pada saat ia bekerja, tidak jarang juga
penumpang yang menjengkelkan. Pada saat
Sulaiman telah mengantar satu penumpang ke
rumahnya, penumpang tersebut bertanya
mengenai impian Sulaiman, Sulaiman pun tanpa
ragu langsung menjawab bahwa impiannya
adalah ingin menginjak tanah suci. Penumpang
tersebut terkesan dan langsung memberikan
sejumlah uang yang dapat dipakai Sulaiman dan
ibunya untuk naik haji. Sulaiman pun kaget dan
langsung mengucapkan terima kasih kepada
orang tersebut.
Selama 3 hari mereka mempersiapkan
barang-barang mereka untuk naik haji. Setelah
itu pula mereka langsung pergi ke bandara untuk
melaksanakan ibadah haji. Sesampainya di tanah
suci, mereka sangat senang sampai mereka
berdua meneteskan air mata dan sangat
bersyukur karena Allah swt. Mengabulkan
semua doa-doa Sulaiman.

Di Karang Oleh: Radya Mulia Panatagama