Anda di halaman 1dari 2

NAMA : GEDE KRISNAWAN

NIM : 145020300111006

KOMPLEKSITAS INFORMASI DALAM PELAPORAN DAN AKUNTANSI


KEUANGAN
Lingkungan akuntansi berkembang dengan sangat kompleks dan menantang.
Dikatakan komplek karena fungsi akuntansi sebagai sebuah informasi (hasil dari proses yang
sangat penting dan berpengaruh). Salah satu alasan mengapa informasi dikatakan komplek
adalah karena setiap individu menginterpertasikan informasi akuntansi tersebut secara
berbeda sehingga masing-masing individu memiliki reaksi yang berbeda.
Alasan lain untuk kekomplekan informasi adalah bahwa informasi akuntansi tidak
hanya berdampak pada keputusan individu. Dampak dari keputusan tersebut juga akan
berpengaruh pada operasi pasar, seperti pasar sekuritas dan managerial labour markets.
Ketepatan operasi pasar adalah penting untuk efisiensi dan kejujuran ekonomi itu sendiri.
Tantangan dari akuntansi finansial, adalah akuntansi keuangan harus bisa bertahan dan
berhasil dalam karakteristik lingkungan yang komplek dengan menghadapi konflik dari
berbagai kelompok yang berbeda yang masing-masing memiliki kepentingan dalam
pelaporan akuntansi.

PERANAN PENELITIAN AKUNTANSI


Sebuah buku tentang teori akuntansi pasti disusun berdasarkan penelitian
akuntansi, kebanyakan diantara terkandung di dalam jurnal-jurnal akademik. Terdapat
dua cara yang dapat digunakan untuk melihat peranan penelitian. Pertama, adalah
menyadari bahwa penelitian akuntansi berpengaruh terhadap praktek akuntansi. Inti
dari pendekatan ini adalah bahwa investor deberi informasi untuk membantu mereka
dalam membuat keputusan investasi yang baik. Tetapi, peningkatan dalam pengungkapan ini
berasal dari penelitian yang fundamental menjadi teori pembuatan keputusan investor dan
teori capital market, dimana hal ini membimbing para akuntan dalam menyediakan informasi.
Lebih jauh lagi, teori tersebut sudah menjadi sasaran untuk memperluas penelitian secara
empiris, dan investor menggunakan informasi akuntansi keuangan sebagai theory predicts.
Penelitian akuntansi mengarahkan kepada sebuah pembuktian pemahaman tentang
kepentingan manajaer dalam pemilihan kebijakan akuntansi dan mangapa mereka ingin bias
atau memanipulasi laporan net income, atau, setidaknya, memiliki kemampuan untuk
mengatur bottom-line. Penelitian seperti ini memungkinkan kita untuk memahami batas-
batas peranan manajemen yang sah dalam laporan keuangan, dan mengapa akuntan
seringkali terjepit diantara kepentingan investor dan kepentingan manajer.

MASALAH MENDASAR TEORI AKUNTANSI KEUANGAN


Manfaat yang paling penting dari pengukuran pendapatan bersih untuk
memberitahukan investor adalah untuk mengontrol adverse selection, dibutuhkan secara
berbeda sebagai penilaian terbaik untuk memotivasi kinerja manajer, yaitu untuk
mengontrol moral hazard. Kepentingan investor dipenuhidengan baik oleh informasi yang
menyediakan suatu relevansi dan reliabilitas yang seimbang dan berguna. Dimana informasi
relevan adalah yang membuat investor mampu untuk meramalkan masa depan prospek
ekonomi perusahaan, sedangkan informasi yang reliable adalah yang tepat dan bebas bias
atau manipulasi dan lainnya.
Kepentingan manajer dipenuhi dengan baik olehinformasi yang keras, yaitu
informasi yang sangat berhubungab debgab usaha mereka dalam menjalankan perusahaan.
Tetapi informasi yang relevan bagi investor, seperti fair value dari asset dan liabilitas
mungkin akan sangat mudah berubah dalam pengaruhnya pada pendapatan bersih yang
dilaporkan. Selain itu, jika nilai pasar wajar tidak tersedia, informasi yang berorientasi fair
value mungkin lebih menjadi subjek bias dan manipulasi daripada informasi yang berdasar
nilai biaya historis. Kedua efek ini mengurangi hubungannya dengan usaha manajer, jika
hanya terdapat satu bottom line, masalah fundamental dari teori akuntansi keuangan adalah
bagaimana menyatukan perbedaan fungsi ini untuk informasi akuntansi.