Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN MAGANG

PPN KELUARAN
PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk.
BANDUNG

Disusun Oleh:
1402140221 Raisya Astari Rasyid

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG
2017

i
LEMBAR PENGESAHAN I

Yang bertandatangan di bawah ini


Nama : Ema Eviatin
NIK : 680010
Jabatan : Manager PPh Operation Control

Menerangkan bahwa mahasiswa


Nama : Raisya Astari Rasyid
NIM : 1402140221
Program Studi : S1 Akuntansi

Telah menyelesaikan magang di


Nama Perusahaan : PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Alamat Perusahaan : Jl. Japati No.1, Citarum, Kota Bandung
Bidang : Tax & Non Tax Obligation
Waktu Pelaksanaan : 22 Mei 12 Juli 2017

Bandung, 25 Juli 2017

Ema Eviatin
NIK: 680010

ii
LEMBAR PENGESAHAN II

Laporan magang dengan judul

PPN Keluaran
PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk. BANDUNG

telah disetujui dan disahkan pada presentasi Laporan Magang


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Program Studi S1 Akuntansi
Telkom University
Pada tanggal 26 Juli 2017

Pembimbing Akademik,

Leny Suzan, S.E,.M.Si.


NIP.14700034-1

iii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya
yang diberikan, penulis dapat menyelesaikan laporan magang ini dengan tepat pada
waktunya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan ke pangkuan alam Nabi
Muhammad SAW karena berkat jasa beliaulah, kita dapat merasakan nikmat ilmu
dan pendidikan.
Laporan magang ini merupakan rangkuman praktik kerja lapangan di PT.
Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang bertempat di Jln. Japati No.1, Citarum,
Bandung pada tanggal 22 Mei 2017 sampai dengan 12 Juli 2017 untuk memenuhi
salah satu syarat kelulusan mata kuliah magang di Universitas Telkom.
Dalam penyusunan laporan magang ini, penulis telah mendapat banyak
bimbingan, saran, dan dukungan yang sangat besar dari berbagai pihak. Oleh karena
itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Kedua orang tua yang selalu mendukung dan mendoakan penulis.
2. Bapak Deannes Isynuwardhana, S.E., M.M. selaku Kepala Program Studi S-1
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom.
3. Ibu Leny Suzan, S.E,.M.Si. Sebagai dosen pembimbing akademik Universitas
Telkom yang telah membimbing dan memberi masukan kepada penulis.
4. Bapak Sirat sebagai pengawas peserta magang di PT.Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. yang telah secara langsung mengarahkan kegiatan magang.
5. Ibu Ema, Ibu Nisa, Ibu Dita, Bapak Willy, dan Bapak Yohan dan seluruh
karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. khususnya Unit Tax & Non Tax
Obligation yang telah memberikan banyak memberikan pengetahuan,
pengalaman, dan kesempatan untuk belajar.
6. Teman teman magang satu divisi Niken Fini, Firda Hasnah, Melinda
Rachmawati, Pandu Nugraha dan Annisa Lutfia.
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah
memberikan bantuan serta dukungan kepada penulis.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan magang ini jauh dari

iv
kesempurnaan, karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman
penulis, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca sebagai perbaikan di masa yang akan datang. Penulis
juga berharap semoga kelak laporan magang ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang
berkepentingan.

Bandung, 20 Juli 2017

Raisya Astari Rasyid

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN I ......................................................................... ii


LEMBAR PENGESAHAN II ....................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iv
DAFTAR ISI ................................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ....................................................................................... viii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. x
BAB I ............................................................................................................. 1
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ....................................................... 1
1.1 Profil Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk ....................... 1

a. Visi Misi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk ................................... 2


b. Struktur Organisasi ............................................................................. 2
c. Strategi Bisnis ..................................................................................... 3
d. Aspek Manajemen .............................................................................. 4
1.2 Lingkup Unit Kerja .............................................................................. 7

a. Lokasi Unit Kerja ................................................................................ 7


b. Lingkup Penugasan ............................................................................. 7
c. Rencana dan Penjadwalan Kerja ......................................................... 8
BAB II ............................................................................................................ 9
KAJIAN TEORITIS ...................................................................................... 9
2.1Perpajakan ............................................................................................. 9

2.1.1 Pengertian Pajak ....................................................................... 9


2.1.2 Pengelompokkan Jenis Pajak ................................................... 9
2.1.3 Sistem Pemungutan Pajak ...................................................... 11
2.2Pajak Pertambahan Nilai (PPN) .......................................................... 12

2.2.1 Pengertian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ........................... 12


2.2.2 Subjek Pajak PPN .................................................................. 12
2.2.3 Objek Pajak PPN .................................................................... 13
2.2.4 Dasar Pengenaan PPN ............................................................ 13

vi
2.3PPN Keluaran ...................................................................................... 14

2.3.1 Pengertian PPN Keluaran....................................................... 14


2.3.2 Karakteristik PPN Keluaran ................................................... 15
BAB III ........................................................................................................ 16
AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG .................................................... 16
3.1Realisasi Kegiatan Magang ................................................................. 16

3.2Relevansi Teori dan Praktik ................................................................ 27

3.3Permasalahan ....................................................................................... 27

BAB IV ........................................................................................................ 34
REKOMENDASI ..................................................................................... 34

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 35


LAMPIRAN ................................................................................................. 36

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1. Rencana dan Penjadwalan Kerja ..................................................... 8


Tabel 3.1. Aktivitas Magang ............................................................................ 16
Tabel 3.2. Alur Kerja (Flow Chart) ................................................................. 27

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk ............ 2


Gambar 1.2 Struktur Organisasi Divisi Shared Service Operation ................. 3

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Lamaran ke Perusahaan...................................................... 34


Lampiran 2. Balasan Surat Lamaran dari Perusahaan ..................................... 35
Lampiran 3. Lembar Kegiatan Harian ............................................................. 36
Lampiran 4. Lembar Penilaian Pembimbing Perusahaan ................................ 38
Lampiran 5. Lembar Penilaian Pembimbing Akademik .................................. 39

x
BAB I
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1.1 Profil Perusahaan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk


PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah suatu Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan
jaringan yang menguasai lebih dari 60% pangsa pasar broadband di
wilayah Indonesia. Dengan statusnya sebagai Perusahaan milik negara
yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, pemegang saham
mayoritas Perusahaan adalah Pemerintah Republik Indonesia, sedangkan
sisanya dikuasai oleh publik.
Ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menyelenggarakan
jaringan dan layanan telekomunikasi, informatika serta optimalisasi
sumber daya Perusahaan. Untuk mencapai itu semua, Perusahaan
menjalankan kegiatan untuk merencanakan, membangun, menyediakan,
mengembangkan, mengoperasikan, memasarkan atau
menjual/menyewakan, memelihara, serta meningkatkan layanan jasa dan
jaringan telekomunikasi dan informatika dalam arti yang seluas-luasnya
dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Disamping itu Telkom juga melakukan usaha penunjang, yaitu
menyediakan layanan transaksi pembayaran dan pengiriman uang melalui
jaringan telekomunikasi dan informatika, kemudian usaha pemanfaatan
aset tetap dan aset bergerak, fasilitas sistem informasi, fasilitas pendidikan
dan pelatihan, serta fasilitas pemeliharaan dan perbaikan.
Telkom menyediakan beragam layanan komunikasi lain termasuk
layanan interkoneksi, jaringan telepon, multimedia, data dan layanan
terkait komunikasi internet, sewa transponder satelit, sirkit langganan,
televisi berbayar dan layanan VoIP. Sampai saat ini Telkom telah melayani
lebih dari 151,9 juta pelanggan yang terdiri dari seluler (Telkomsel) lebih

1
dari 125 juta dan pelanggan tetap 25,8 juta.
a. Visi Misi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Visi:
To become a leading Telecomunication, Information, Media,
Education and Service (TIMES) player in the region
Misi:
1. Menyediakan layanan more for less TIMES
2. Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.
b. Struktur Organisasi
Di bawah ini merupakan bagan struktur organisasi PT.
Telekomunikasi Indonesia,Tbk dan bagan struktur organisasi divisi
Shared Service Operation Finance (SSOF) PT. Telekomunikasi
Indonesia, Tbk :

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI


PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk

Gambar 1.1 Struktur Organisasi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk


Sumber: PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (2017)

2
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DIVISI SHARED SERVICE
OPERATION FINANCE (SSOF)
PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Divisi Shared Service Operation


Finance (SSOF) PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk
Sumber: PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (2017)

c. Strategi Bisnis
PT. Telkom terus melakukan penataan ulang dari berbagai
aspek, penataan ulang ini dilakukan dalam rangka menuju The
King of Digital dengan tiga program utama yaitu:
1. Revenue Telkomsel Double Digit Growth
Telkom memperkuat infrastruktur broadbrand Telkomsel
baik secara coverage, kapasitas, maupun kapabilitas dengan
harapan bisnis digital mampu tumbuh tinggi dan menjadi
penopang Telkomsel meraih pendapatan double digit.
2. Indonesia Digital Network (IDN) 2015
IDN 2015 adalah pengembangan infrastruktur true
broadbrand secara end-to-end mulai dari end user terminal,

3
jaringan akses, jaringan transport hingga layanannya secara
menyeluruh se-Indonesia.
3. International Ekspansion
PT. Telkom melakukan pengembangan dan perluasan bisnis
diluar Indonesia untuk memperkuat usaha, memperluas pasar,
dan membangun kompetensi sumber daya manusia yang
berkelas dunia. (Annual report PT. Telekomunikasi Indonesia,
Tbk tahun. 2014)

d. Aspek Manajemen

1. Aspek Produksi
PT. Telkom terus melakukan inovasi di sektor-sektor selain
telekomunikasi serta membangun sinergi di antara seluruh
produk, layanan dan solusi. Untuk meningkatkan business value,
pada tahun 2012 PT. Telkom mengubah portofolio bisnis
menjadi TIMES (Telecommunication, Information, Media
Edutainment & Service). Untuk menjalankan portofolio bisnis
tersebut, berdasarkan Board of Executive PT. Telkom
mengelompokkan entitas anak perusahaan menjadi empat
kelompok, yaitu bisnis selular dipimpin oleh Telkomsel, bisnis
internasional dipimpin oleh Telin, bisnis multimedia dipimpin
oleh Telkom Metra, dan bisnis Infrastruktur dipimpin oleh
Telkom Infra. (Annual report PT. Telekomunikasi Indonesia,
Tbk tahun. 2014).

2. Aspek Keuangan
Kepemilikan saham PT. Telkom merupakan salah satu
perusahaan berbentuk BUMN dengan kepemilikan mayoritas
saham oleh Pemerintah Indonesia sebesar 52,56% dan dimiliki
oleh publik sebesar 47,44%. Sebagian besar kepemilikan publik
dimiliki oleh investor asing dan sisanya dimiliki oleh investor

4
dalam negeri. PT. Telkom menerbitkan sahamnya di tiga pasar
modal diantaranya: Bursa Efek Indonesia (BEI), New York
Stock Change (NYSE). Pendapatan, dan aset PT. Telkom
meningkat dari Rp. 82,9 Triliun menjadi Rp. 89,7 Triliun terjadi
kenaikan sebesar 8,1%, sedangkan 5rofe mengalami kenaikan
sebesar 10,1% dari Rp. 127,9 Triliun menjadi Rp. 140,9 Triliun.
Pelaporan keuangan PT. Telkom telah mengadopsi penuh
IFRS (International Finance Reporting Standart) untuk laporan
yang di terbitkan di NYE dan mengacu pada PSAK (Pedoman
Standar Akuntansi Keuangan) untuk laporan keuangan yang di
terbitkan di BEI. (Annual report PT. Telekomunikasi Indonesia,
Tbk tahun. 2011, 2014)

3. Aspek Pemasaran
Pada tahun 2016, pangsa pasar Telkom Group berdasarkan
geografis yaitu 96,9% pendapatan berasal dari pangsa pasar
Indonesia dan hanya 3,1% pendapatan yang berasal dari pangsa
pasar internasional. Dari sisi pendapatan, bisnis mobile yang
dikelola Telkomsel dan fixed line masih memberi kontribusi
terbesar dengan persentase 33,1% dan 6,5%. Untuk pangsa pasar
fixed line, saat ini Telkom menguasai 99% pangsa pasar. Telkom
Group memiliki strategi promosi dan layanan pelanggan yang
berbeda-beda dan disesuaikan dengan karakteristik segmen,
produk dan jasa serta tipe pelanggan. Berikut ini adalah strategi
promosi dan layanan pelanggan berdasarkan CFU (customer
facing unit) yang ada di Telkom:
1. CFU Cunsomer
2. CFU Enterprise
3. CFU Wholesale and International Business
4. CFU Mobile
5. CFU Digital Service

5
(Annual report PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk tahun.
2016)

4. Aspek Sumber Daya Manusia


PT. Telkom mengarahkan seluruh pengelolaan SDM untuk
mencapai visi, misi dan sasaran perusahaan (sustainable
competitive growth). Sasaran pengelolaan SDM adalah
membentuk great leader dan great people dengan produktivitas
karyawan di atas standar produktivitas di industri telekomunikasi
serta tingkat keterikatan (engagement) yang tinggi dalam
menjalankan portofolio bisnis Telkom Group yang semakin
fokus pada TIMES. PT. Telkom juga berupaya meningkatkan
sinergi dan efisiensi di antara Perusahaan di jajaran Telkom
Group dengan terus menekankan penerapan nilai-nilai
Perusahaan yang telah ditetapkan.
Rekrutmen SDM yang dilakukan PT. Telkom melalui 2 cara
yaitu rekrutmen internal dan eksternal. Rekrutmen internal
dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah
dimiliki melalui sinergi di jajaran Telkom Group agar tercapai
efisiensi biaya pergantian karyawan dan didapatkan kandidat
terbaik sesuai keperluan serta secara bersamaan memfasilitasi
pengembangan karir bagi karyawan yang ada. Rekrutmen
eksternal difokuskan pada perekrutan karyawan profesional
untuk mengisi posisi-posisi yang kompetensi belum dimiliki
oleh karyawan eksisting, serta merekrut fresh graduate untuk
mengisi posisi yang ditinggal karyawan karena pensiun,
memperbaiki komposisi karyawan dari sisi pendidikan, usia dan
stream (Fungsi Perusahaan).
Pengembangan kompetensi SDM dilakukan melalui
pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan kompetensi
dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung

6
maupun tidak langsung terhadap strategi bisnis dan operasional.
Selain itu, PT. Telkom juga menyelenggarakan berbagai
program peningkatan dan pelatihan kompetensi bagi
karyawannya yang saat ini dikelola melalui pembentukan
CorpU. Salah satu program Telkom CorpU adalah international
certification dan GTP yang memberikan peluang bagi talent
terbaik perusahaan untuk memiliki global exposure dan global
experience melalui pengiriman mereka ke berbagai negara guna
meningkatkan pengalaman kerja dan jam terbang karyawan.
(Annual report PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk tahun. 2014.
1.2 Lingkup Unit Kerja
a. Lokasi Unit Kerja
Lokasi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. tempat kerja
praktik (magang) dilaksanakan berada di Jalan Japati No.1,
Citarum, Kota Bandung dan bagian atau unit kerja yang menjadi
tempat magang penulis adalah Unit Tax and Non Tax Obligation
divisi Shared Service Operation Finance (SSOF).

b. Lingkup Penugasan
Pekerjaan yang menjadi bagian objek magang adalah bagian
Tax & Non Tax Obligation seperti memastikan bukti potong prepaid
tax dievaluasi untuk menyusun rekap bukti potong prepaid tax,
memastikan data realisasi biaya pemasaran dievaluasi unuk
menyusun rekap daftar nominatif, melaksanakan implementasi
aktivitas-aktivitas budaya organisasi, membangun relasi dengan
unit kerja lain dan key person (eksternal/internal) untuk mendukung
penyelesaian pekerjaan, memastikan kompetensi yang
dipersyaratkan bagi pekerjaan ditingkatkan dengan mempelajari
keahlian/pengetahuan yang sesuai untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan efektif dan menciptakan inovasi kerja.

7
c. Rencana dan Penjadwalan Kerja
Berikut ini informasi mengenai tanggal mulai proses magang
dan tanggal berakhir proses magang yang telah disetujui oleh pihak
perusahaan, serta jadwal kerja seperti jam kerja dan hari kerja
dijelaskan dalam bentuk Tabel 1.1. tentang Rencana dan
Penjadwalan Kerja.

Tabel 1.1

Rencana dan Penjadwalan Kerja

Tanggal Mulai 22 Mei 2017

Tanggal Berakhir 12 Juli 2017

Hari Kerja Senin - Jumat

Jam Kerja 08.00 17.00 WIB (Reguler)

08.00 16.00 WIB (Bulan Ramadhan)

8
BAB II
KAJIAN TEORITIS

2.1 Perpajakan

2.1.1 Pengertian Pajak


Berdasarkan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang
mengacu pada Pasal 1 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 :
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh
orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan
Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara
langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-
besarnya kemakmuran rakyat.
Menurut Rochmat Soemitro (2016: 1) pajak adalah iuran rakyat
kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat
dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi)
yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk
membayar pengeluaran umum.
Dari definisi pajak di atas dapat disimpulkan bahwa pajak
adalah kontribusi wajib rakyat kepada Negara yang bersifat
memaksa yang digunakan untuk keperluan Negara dan diatur
berdasarkan Undang-undang yang berlaku dimana rakyat tidak
mendapatkan timbal balik secara langsung.
2.1.2 Pengelompokkan Jenis Pajak
Menurut Siti Resmi (2016:7) Pajak dikelompokan menjadi 3,
diantaranya:
1. Menurut Golongan Pajak dikelompokan menjadi dua, yaitu:
a. Pajak Langsung, pajak yang harus dipikul atau
ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak dapat
dilimpahkan atau dibebankan kepada orang lain atau
pihak lain. Pajak harus menjadi beban Wajib Pajak

9
yang bersangkutan.
b. Pajak tidak langsung, pajak yang pada akhirnya dapat
dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain atau
pihak ketiga. Pajak tidak langsung terjadi jika terdapat
suatu kegiatan, peristiwa, atau perbuatan yang
menyebabkan terutangnya pajak, misalnya terjadi
penyerahan barang atau jasa.
2. Menurut Sifat Pajak dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Subjektif, pajak yang pengenaannya memerhatikan
keadaan pribadi Wajib Pajak atau pengenaan pajak
yang memerhatikan keadaan subjeknya.
b. Objektif, pajak yang pengenaannya memerhatikan
objeknya baik berupa benda, keadaan, perbuatan, atau
perisiwa yang mengakibatkan timbulnya kewajiban
membayar pajak, tanpa memerhatikan keadaan pribadi
Subjek Pajak (Wajib Pajak) maupun tempat tinggal.
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak
Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak
Bumi dan Bangunan (PBB).
3. Menurut Lembaga Pemungut Pajak dikelompokkan menjadi
dua, yaitu :
a. Pajak Negara (Pajak Pusat), pajak yang dipungut oleh
pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai
rumah tangga negara pada umumnya.
Contoh: PPh, PPN, dan PPnBM.
b. Pajak Daerah, pajak yang dipungut oleh pemerintah
daerah baik daerah tingkat I (pajak provinsi) maupun
daerah tingkat II (pajak kabupaten/kota) dan digunakan
untuk membiayai rumah tangga daerah masing-masing.

10
Contoh: Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor, Pajak Restoran, Pajak Hiburan,
Pajak Reklame, dll.
2.1.3 Sistem Pemungutan Pajak
Mardiasmo (2016) mengatakan bahwa asas pemungutan pajak
tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka pemungutan
pajak harus memenuhi syarat sebagai berikut:
1. Pemungutan pajak harus adil (Syarat Keadilan) Sesuai
dengan tujuan hukum, yakni mencapai keadilan, undang-
undang dan pelaksanaan pemungutan harus adil. Adil dalam
perundang-undangan diantaranya mengenakan pajak secara
umum dan merata, serta disesuaikan dengan kemampuan
masing-masing. Sedang adil dalam pelaksanaannya yakni
dengan memberikan hak bagi Wajib Pajak untuk
mengajukan keberatan, penundaan dalam pembayaran dan
mengajukan banding kepada Majelis Pertimbangan Pajak.
2. Pemungutan pajak harus berdasarkan undang-undang
(Syarat Yuridis) Di Indonesia, pajak diatur dalam UUD
1945 pasal 23 ayat 2. Hal ini memberikan jaminan hukum
untuk menyatakan keadilan, baik negara maupun warganya.
3. Tidak mengganggu perekonomian (Syarat Ekonomi)
Pemungutan tidka boleh mengganggu kelancaran kegiatan
produksi maupun perdagangan, sehingga tidak
menimbulkan kelesuan perekonomian masyarakat.
4. Pemungutan pajak harus efisien (Syarat Finansiil) Sesuai
dengan fungsi budgetair, biaya pemungutan pajak harus
dapat ditekan sehingga lebih rendah dari hasil
pemungutannya.
5. Sistem pemungutan pajak harus sederhana Sistem
pemungutan yang sederhana akan memudahkan dan
mendorong masyarajat dalam memenuhi kewajiban

11
perpajakannya. Syarat ini telah dipenuhi oleh undang-
undang perpajakan baru.
2.2 Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
2.2.1 Pengertian Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pajak Pertambahan Nilai merupakan pengganti dari Pajak
Penjualan. Hal ini disebabkan karena Pajak Penjualan dirasa sudah
tidak lagi memadai untuk menampung kegiatan masyarakat dan
belum mencapai sasaran kebutuhan pembangunan, antara lain untuk
meningkatkan penerimaan negara, mendorong ekspor, dan
pemerataan pembebanan pajak.
Berdasarkan penjelasan UU No. 42 Tahun 2009 Tentang
perubahan Ketiga atas UU No. 8 Tahun 1983 tentang Pajak
Pertambahan Nilai dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah,
pada bagian umum, Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak konsumsi
barang dan jasa di Daerah Pabean yang dikenakan secara bertingkat
di setiap jalur produksi dan distribusi.
Menurut Waluyo (2011: 9) menyatakan bahwa pajak
pertambahan nilai (PPN) merupakan pajak yang dikenakan atas
konsumsi di dalam negeri (di dalam Daerah Pabean), baik konsumsi
barang maupun konsumsi jasa.
Menurut Soemarno S.R ( 2013:269) mengatakan bahwa Pajak
Pertambahan Nilai merupakan pajak yang di kenakan pada waktu
perusahaan melakukan pembelian atas BKP/JKP yang di kenakan
dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP).
2.2.2 Subjek Pajak PPN
Menurut Resmi (2011: 5) pajak pertambahan nilai (PPN)
merupakan pajak tidak langsung, artinya pajak yang pada akhirnya
dapat dibebankan atau dialihkan kepada orang lain atau pihak ketiga.
pihak-pihak yang mempunyai kewajiban memungut, menyetor, dan
melaporkan PPN terdiri atas:

12
a) Pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan
barang kena pajak/jasa kena pajak didalam daerah pabean dan
melakukan ekspor barang kena pajak berwujud/barang kena
pajak tidak berwujud/jasa kena pajak.
b) Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai
pengusa kena pajak (PKP).

2.2.3 Objek Pajak PPN


Objek Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selalu mengalami
perubahan seiring dengan diberlakukannya UU baru. UU No. 42
Tahun 2009 yang berlaku mulai 1 April 2010. PPN dikenakan atas :
1. Penyerahan BKP didalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh
Pengusaha.
2. Impor BKP.
3. Penyerahan JKP didalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh
Pengusaha.
4. Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean
didalam Daerah Pabean.
5. Pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean.
6. Ekspor BKP Berwujud oleh PKP.
7. Ekspor BKP Tidak Berwujud oleh PKP.
8. Ekspor JKP oleh PKP.
2.2.4 Dasar Pengenaan PPN
Untuk mengetahui besarnya PPN dan PPn BM terutang perlu
adanya Dasar Pengenaan Pajak (DPP). Yang menjadi Dasar
Pengenaan PPN adalah :
1. Harga Jual. Harga jual adalah nilai berupa uang, termasuk
semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh
penjual karenapenyerahan BKP, tidak termasuk Pajak

13
Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UU PPN 1984 dan
potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak
2. Penggantian. Penggantian adalah nilai berupa uang, termasuk
semua biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh
pengusaha karena pnyerahan JKP, ekspor JKP, atau 14 ekspor
BKP Tidak Berwujud, tetapi tidak termasuk Pajak
Pertambahan Nilai yang dipungut menurut UU PPN 1984 dan
potongan harga yang dicantumkan dalam faktur pajak atau
nilai berupa uang yang dibayar atau seharusnya dibayar oleh
Penerima Jasa karena pemanfaatan JKP dan/atau oleh
penerima manfaat BKP Tidak Berwujud karena pemanfaatan
BKP Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam
Daerah Pabean.
3. Nilai Impor. Nilai impor adalah nilai berupa uang yang
menjadi dasar perhitungan bea masuk ditambah pungutan
berdasarkan ketentuan dalam peraturan perundang
undangan yang mengatur mengenai kepabeanan dan cukai
untuk impor BKP, tidak termasuk PPN dan PPn BM yang
dipungut menurut UU PPN 1984
4. Nilai Ekspor. Nilai ekspor adalah nilai berupa uang, termasuk
biaya yang diminta atau seharusnya diminta oleh eksportir
5. Nilai lain sebagai DPP adalah nilai yang diterapkan oleh
keputusan Menteri Keuangan , yang digunakan sebagai dasar
perhitungan pajak yang terutang, seperti pemakaian sendiri
Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak.

2.3 PPN Keluaran


2.3.1 Pengertian PPN Keluaran
Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang
wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan
penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor

14
Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak
Berwujud atau ekspor Jasa Kena Pajak.
2.3.2 Karakteristik PPN Keluaran

Sebagai salah satu jenis pajak, PPN sering disebut pajak objektif.
Yang ditekankan pada PPN adalah objek pajak yang akan dikenakan
dan subjek pajak misalnya, barang-barang mewah, kendaraan mewah
dan sebagainya. Yang pertama dikenakan adalah tarif pada setiap
barang tersebut. Kemudian wajib pajak pengonsumsi barang tersebut
yang dikenai beban pajaknya sehingga wajib pajak tersebut disebut
sebagai subjek pajak.

KP melakukan transaksi jual beli barang artinya, PKP mengambil


atau memungut rupiah yang dihasilkan dari penjualan barang kena
pajak (BKP) miliknya yang dibeli konsumen kemudian nantinya
dapat berfungsi menjadi kredit pajak.

Adapun batas waktu untuk melakukan pengkreditan pajak


keluaran tersebut adalah tiga bulan setelah masa pajak berakhir
sehingga PKP memiliki waktu yang cukup leluasa untuk melakukan
pengkreditan pajaknya.

15
BAB III
AKTIVITAS PENUGASAN MAGANG

3.1 Realisasi Kegiatan Magang

Berikut ini merupakan mekanisme/proses kerja yang diamati


ketika magang yang dijabarkan menggunakan tabel kegiatan dan
paragraf yang berisi paparan kesimpulan kegiatan yang dilakukan
selama 30 hari kerja.

Tabel 3.1
Tabel Aktivitas Magang
No. Hari & Jenis Aktivitas Tugas yang Diberikan Pencapaian Tugas
Tanggal Magang
1 Senin, - Pengenalan - Memperkenalkan - Dapat mengenal
22 Mei Lingkungan peserta magang karyawan-karyawan
2017 perusahaan kepada karyawan dari Divisi SSOF
- Pembekalan serta menjelaskan - Dapat tambahan ilmu
materi Pajak bagian-bagian dari materi Perpajakan.
- Rekonsiliasi Divisi SSOF. - Dapat menyelesaikan
Tabel Uji Arus- -Membekali materi rekonsiliasi data excel
Kas dan Barang Pajak dengan data fisik
terkait sengketa - Merekonsiliasi data rekening koran dan
koreksi PPn excel dengan data faktur pajak.
Masukan 2012 fisik rekening koran
dan faktur pajak
2 Selasa, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
23 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn faktur pajak.

16
Masukan 2012
3 Rabu, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
24 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn faktur pajak.
Masukan 2012
4 Jumat, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
26 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn faktur pajak.
Masukan 2012
5 Senin, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
29 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn faktur pajak.
Masukan 2012
6 Selasa, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
30 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn faktur pajak.
Masukan 2012
7 Rabu, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
31 Mei Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan Barang fisik rekening koran dengan data fisik
terkait sengketa dan faktur pajak rekening koran dan
koreksi PPn - Melakukan pertemuan faktur pajak.
Masukan 2012 dengan MGR PPh - Dapat memahami
- Meeting SPT Corporate Tax dengan baik tentang
PPh Badan Operation untuk SPT PPh Badan tahun

17
membahas SPT PPh 2016
badan tahun 2016
8 Jumat, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi DPP - Dapat mengetahui
2 Juni DPP PPh 23 dari akun akun yang akun-akun mana saja
2017 ada di PPh 23 yang bisa dikreditkan
dan mana yang tidak
bisa dikreditkan pada
PPh 23
9 Senin, 5 - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi DPP - Dapat mengetahui
Juni DPP PPh 23 dari akun akun yang akun-akun mana saja
2017 ada di PPh 23 yang bisa dikreditkan
dan mana yang tidak
bisa dikreditkan pada
PPh 23
10 Selasa, 6 - Analisis Non - Melakukan analisis - Dapat mengetahui dan
Juni Deductable & terhadap akun-akun memisahkan mana saja
2017 Deductable yang terdaftar di list akun yang termasuk
Expense deductable & non deductable dan mana
deductable expense. yang termasuk non
deductable expense.
11 Rabu, 7 - Sortir PPh 23 - Melakukan sortir - Dapat menyortir akun-
Juni dan pasal 4 (2) akun akun yang akun yang terdapat di
2017 - Identifikasi terdapat di PPh 23 dan PPh 23 dan pasal 4 (2)
kesalahan pasal 4 (2) sesuai dengan format
objek pajak - Mengidentifikasi yang ditentukan
PPh pasal 4 (2) selisih dari jumlah - Mengetahui letak
objek pajak yang ada kesalahan dari selisih
pada PPh pasal 4 (2) yang ada pada jumlah
objek pajak PPh pasal
4 (2)
12 Kamis, - Analisis Non - Melakukan analisis - Dapat mengetahui dan
8 Juni Deductable & terhadap akun-akun memisahkan mana saja
2017 Deductable yang terdaftar di list akun yang termasuk

18
Expense deductable & non deductable dan mana
deductable expense. yang termasuk non
deductable expense.
13 Jumat, - Analisis Non - Melakukan analisis - Dapat mengetahui dan
9 Juni Deductable & terhadap akun-akun memisahkan mana saja
2017 Deductable yang terdaftar di list akun yang termasuk
Expense deductable & non deductable dan mana
- Rekap SPT deductable expense. yang termasuk non
2012 - Membuat dan deductable expense.
menginput SPT masa - Dapat menyelesaikan
Januari Desember daftar SPT masa
tahun 2012 Januari Desember
tahun 2012 sesuai
dengan format yang
ditentukan
14 Senin, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
12 Juni Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan fisik rekening koran dengan data fisik
Barang terkait dan faktur pajak rekening koran dan
sengketa faktur pajak.
koreksi PPn
Masukan 2012
15 Selasa, - Rekonsiliasi - Merekonsiliasi data - Dapat menyelesaikan
13 Juni Tabel Uji Arus excel dengan data rekonsiliasi data excel
2017 Kas dan fisik rekening koran dengan data fisik
Barang terkait dan faktur pajak rekening koran dan
sengketa faktur pajak.
koreksi PPn
Masukan 2012
16 Rabu, - Rekap Cash - Menginput Cash - Dapat menyelesaikan
14 Juni Opname Tax Opname Tax bulan penginputan Cash
2017 bulan Maret- Maret-Juni 2017 Opname Tax bulan
Juni 2017 - Merekonsiliasi data Maret-Juni 2017

19
- Rekonsiliasi excel dengan data sesuai dengan format
Tabel Uji Arus fisik rekening koran yang ditentukan
Kas dan Barang dan faktur pajak - Dapat menyelesaikan
terkait sengketa rekonsiliasi data excel
koreksi PPn dengan data fisik
Masukan 2012 rekening koran dan
faktur pajak.
17 Kamis, - Persiapan - Mempersiapkan - Dapat menyelesaikan
15 Juni rekening koran rekening koran dan persiapan rekening
2017 dan faktur faktur pajak terkait koran dan faktur pajak
pajak untuk pemeriksaan terkait untuk
pajak tahun 2012 pemeriksaan pajak
tahun 2012, dengan
baik dan sesuai format
yang telah ditentukan
18 Jumat, - Persiapan - Mempersiapkan - Dapat menyelesaikan
16 Juni rekening koran rekening koran dan persiapan rekening
2017 dan faktur faktur pajak terkait koran dan faktur pajak
pajak untuk pemeriksaan terkait untuk
- Scan Surat pajak tahun 2012 pemeriksaan pajak
Pengadilan - Melakukan scan tahun 2012, dengan
Pajak terhadap berkas Surat baik dan sesuai format
Pengadilan Pajak yang telah ditentukan
terkait pemeriksaan - Menyimpan file Surat
oleh kantor pajak Pengadilan Pajak hasil
scan di dalam drive
penyimpanan terkait
untuk pemeriksaan
oleh kantor pajak

20
19 Senin, - Persiapan - Mempersiapkan - Dapat menyelesaikan
19 Juni rekening koran rekening koran dan persiapan rekening
2017 dan faktur faktur pajak terkait koran dan faktur pajak
pajak untuk pemeriksaan terkait untuk
pajak tahun 2012 pemeriksaan pajak
tahun 2012, dengan
baik dan sesuai format
yang telah ditentukan
20 Selasa, - Persiapan - Mempersiapkan - Dapat menyelesaikan
20 Juni rekening koran rekening koran dan persiapan rekening
2017 dan faktur faktur pajak terkait koran dan faktur pajak
pajak untuk pemeriksaan terkait untuk
- Merekap pajak tahun 2012 pemeriksaan pajak
Objek dan Non - Melakukan rekap atas tahun 2012, dengan
Objek Pajak akun beban pajak, baik dan sesuai format
objek dan non objek yang telah ditentukan
pajak Pph Telkom - Dapat mengetahui dan
tahun 2012 terkait memisahkan dengan
pemeriksaan oleh baik mana yang
kantor pajak termasuk objek pajak
dan mana yang
termasuk non objek
pajak pada daftar
beban pajak, terkait
untuk pemeriksaan
oleh kantor pajak
21 Rabu, - Rekap hasil - Merekap hasil - Dapat merekap seluruh
21 Juni persiapan persiapan rekening hasil persiapan
2017 rekening koran koran dan faktur pajak rekening koran dan
dan faktur terkait pemeriksaan faktur pajak
pajak oleh kantor pajak - Dapat mengetahui dan
- Rekap Objek - Melakukan rekap atas memisahkan dengan
dan Non Objek akun beban pajak, baik mana yang

21
Pajak objek dan non objek termasuk objek pajak
pajak Pph Telkom dan mana yang
tahun 2012 terkait termasuk non objek
pemeriksaan oleh pajak pada daftar
kantor pajak beban pajak, terkait
untuk pemeriksaan
oleh kantor pajak

22 Kamis, - Rekap Objek - Melakukan rekap atas - Dapat mengetahui dan


22 Juni dan Non Objek akun beban pajak, memisahkan dengan
2017 Pajak objek dan non objek baik mana yang
- Rekap bukti pajak Pph Telkom termasuk objek pajak
potong 2017 tahun 2012 terkait dan mana yang
pemeriksaan oleh termasuk non objek
kantor pajak pajak pada daftar
- Merekap dan beban pajak, terkait
menyusun berkas untuk pemeriksaan
bukti potong yang oleh kantor pajak
masuk dan - Dapat menyusun
menyimpannya di berkas bukti potong
dalam sebuah yang masuk dan
penyimpanan berkas menyimpannya dalam
sebuah penyimpannya
berkas sesuai dengan
format yang
ditentukan.
23 Senin, 3 - Pembekalan - Melakukan pertemuan - Dapat mengetahui
Juli materi PPn dengan MGR PPn dengan baik mengenai
2017 - Rekap bukti Operation untuk Sistem penerapan PPn
potong 2017 pembahasan sistem dan PPh di PT Telkom
penerapan PPn dan - Dapat menyusun
PPh di PT Telkom berkas bukti potong
- Merekap dan yang masuk dan

22
menyusun berkas menyimpannya dalam
bukti potong yang sebuah penyimpannya
masuk dan berkas sesuai dengan
menyimpannya di format yang
dalam sebuah ditentukan.
penyimpanan berkas
24 Selasa, 4 - Rekap bukti - Merekap dan - Dapat menyusun
Juli potong 2017 menyusun berkas berkas bukti potong
2017 bukti potong yang yang masuk dan
masuk dan menyimpannya dalam
menyimpannya di sebuah penyimpannya
dalam sebuah berkas sesuai dengan
penyimpanan berkas format yang
ditentukan.
25 Rabu, 5 -Analisis - Melakukan analisis - Dapat mengetahui dan
Juli deductable & terhadap akun-akun memisahkan mana saja
2017 non deductable yang terdaftar di list akun yang termasuk
expense deductable & non deductable dan mana
- Rekap bukti deductable expense yang termasuk non
potong 2017 - Merekap dan deductable expense
menyusun berkas - Dapat menyusun
bukti potong yang berkas bukti potong
masuk dan yang masuk dan
menyimpannya di menyimpannya dalam
dalam sebuah sebuah penyimpannya
penyimpanan berkas berkas sesuai dengan
format yang ditentukan.
26 Kamis, - Membuat surat - Membuat surat - Dapat membuat surat
6 Juli keberatan keberatan keberatan
2017 pemeriksaan pemeriksaan pajak pemeriksaan pajak
pajak PPn PPh 2015 ke PPn PPh 2015 ke
Kantor Wilayah Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal

23
Pajak (DJP) Pajak (DJP)
27 Jumat, - Membuat surat - Membuat surat - Dapat membuat surat
7 Juli keberatan keberatan keberatan
2017 pemeriksaan pemeriksaan pajak pemeriksaan pajak
pajak PPn PPh 2015 ke PPn PPh 2015 ke
- Rekap bukti Kantor Wilayah Kantor Wilayah
potong 2017 Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) Pajak (DJP)
- Merekap dan - Dapat menyusun
menyusun berkas berkas bukti potong
bukti potong yang yang masuk dan
masuk dan menyimpannya dalam
menyimpannya di sebuah penyimpannya
dalam sebuah berkas sesuai dengan
penyimpanan berkas format yang
ditentukan.
28 Senin, - Membuat surat - Membuat surat - Dapat membuat surat
10 Juli keberatan keberatan keberatan
2017 pemeriksaan pemeriksaan pajak pemeriksaan pajak
pajak PPn PPh 2015 ke PPn PPh 2015 ke
Kantor Wilayah Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) Pajak (DJP)
29 Selasa, - Membuat surat - Membuat surat - Dapat membuat surat
11 Juli keberatan keberatan keberatan
2017 pemeriksaan pemeriksaan pajak pemeriksaan pajak
pajak PPn PPh 2015 ke PPn PPh 2015 ke
Kantor Wilayah Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) Pajak (DJP)
30 Rabu, - Membuat surat - Membuat surat - Dapat membuat surat
12 Juli keberatan keberatan keberatan
2017 pemeriksaan pemeriksaan pajak pemeriksaan pajak

24
pajak PPn PPh 2015 ke PPn PPh 2015 ke
Kantor Wilayah Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) Pajak (DJP)

Selama melaksanakan magang di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.


Bandung, penulis ditempatkan pada unit Tax and Non Tax Obligation. Unit Tax
and Non Tax Obligation ini memiliki tanggung jawab yaitu melakukan update
peraturan perpajakan secara continue untuk kepentingan implementasi tax
planning dengan Direktorat/Kantor Pajak; mastikan ketepatan (prosedur,
waktu, perhitungan, dan aturan), kelengkapan dokumen dan kewajaran dalam
penyelesaian kewajiban pada pemerintah (pajak dan non pajak); mengelola
penyelesaian Corporate Tax, yang mencakup pengelolaan prepaid tax &
reporting, corporate tax reconciliation dan differed tax control; mengelola dan
memproses (penyetoran dan pelaporan) PPh with holding, PPh 21, PPh 25 dan
26, serta PPN ; mengkoordinasikan Kontrol operasi perpajakan yang terkait
dengan recording (SAP) ; mendokumentasikan dokumen perpajakan;
memberikan layanan dan mengkoordinir pemeriksaan pajak yang dilakukan
oleh fiscus; serta melakukan perhitungan dan pembayaran BHP
Telekomunikasi & USO, serta pelaporan PNBP ( Penerimaan Negara Bukan
Pajak) lainnya.
Secara umum aktivitas magang yang dilakukan oleh penulis adalah dengan
cara mengamati, mempelajari serta berkontribusi secara langsung pada
kegiatan-kegiatan yang ada di bagian operasional. Beberapa kegiatan yang
dilakukan penulis selama melakukan aktivitas magang adalah sebagai berikut:
1. Memastikan Bukti potong prepaid tax dievaluasi untuk menyusun
Rekap Bukti potong prepaid tax PPh Pasal 22 dan 23.
Bukti potong yang datang langsung melaalui pos maupun yang
disampaikan ke area dicollect di corporate yang selanjutnya dibuat
rekapan, setelah itu oleh staff corporate tax diinput ke aplikasi E-
SPT PPh badan untuk bisa menjadi kredit pajak PPh Badan.

25
2. Menganalisis Deductable dan Non Deductable Expense
Terdapat banyak akun beban di laporan keuangan yang harus
dipetakan ke DE dan non DE menurut peraturaan perpajakan.
Analisis DE dan NDE ini diperlukan untuk perhitungan PPh
badan.
3. Membuat surat keberatan pemeriksaan pajak PPn PPh 2015 ke
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
SPHP (Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan) 2015 telah terbit
pada tanggal 25 april 2017 dan PT Telkom merasa terdapat
beberapa hasil dari SPHP yang tidak sesuai sehingga akan
mengajukan keberatan terhadap hasil pemeriksaan pajak tahun
2015. Hasil pemeriksaan 2015 yang akan diajukan keberatan ke
Kantor Wilayah DJP adalah Surat Keberatan atas Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar Pajak Masa 2015 dan Surat Keberatan Atas
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai
Barang dan Jasa Atas Pemanfaatan JKP Luar Daerah Pabean Masa
2015.
4. Melakukan rekonsiliasi
Melakukan rekonsiliasi antara data yang telah diinput di sistem
dengan rekening koran dan faktur pajak, untuk beberapa akun, dan
mengecek kebenaran dan kesesuaian saldo, tanggal, NPWP,
Bank, dan nilai / jumlah yang ada di rekening koran atau faktur
pajak dengan data yang ada dalam sistem.
5. Merekap akun beban pajak (objek dan non objek pajak) PPh
telkom tahun 2012
Kegiatan ini dilakukan dengan merekonsiliasi DPP dari akun akun
yang ada di laporan keuangan Telkom guna keperluan
pemeriksaan dari Auditor. Hal ini dilakukan karena ada perbedaan
pernyataan antara Pt Telkom dengan kantor Pajak. Oleh bagian
PPh operation dilakukan pengecekan dan rekonsiliasi bahwa tidak
semua akun akun yang ada di laporan keuangan yang menurut

26
kantor pajak bisa dijadikan objek pajak, sehingga dilakukan
rekonsiliasi.
6. Mengoperasikan Mesin Fotocopy
Dalam kegiatan operasional unit Tax and Non Tax Obligation,
akan ada beberapa berkas yang perlu difotocopy, ataupun discan.

3.2 Relevansi Teori dan Praktik


Dalam hubungan teori dan praktik, terdapat banyak hal yang
diimplementasikan PT. Telkom yang sesuai dengan teori yang telah
dipaparkan sebelumnya, diantaranya adalah:
1. Menurut Siti Resmi (2016:7) Pajak dikelompokan menjadi 3
diantaranya : Menurut Golongan Pajak, Sifat Pajak, dan
Lembaga Pemungut Pajak. Pajak yang dipungut PT Telkom
termasuk dengan pengelompokkan Pajak Menurut Lembaga
Pemungut Pajak yaitu pajak yang dipungut oleh pajak yang
dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk
membiayai rumah tangga negara pada umumnya.
2. Menurut PT Telkom pajak pertambahan nilai (PPN)
merupakan pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam
negeri (di dalam Daerah Pabean), baik konsumsi barang
maupun konsumsi jasa sesuai dengan pengertian PPN yang
dijabarkan oleh Waluyo (2011: 9).
3. PT Telkom merupakan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan
penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak,
ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena
Pajak Tidak Berwujud atau ekspor Jasa Kena Pajak oleh karena
itu PT Telkom memiliki kewajiban untuk memungut Pajak
Keluaran.
3.3 Permasalahan
Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan
terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah

27
tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan demi meraih
tujuan tertentu. Dalam Tax Operation, di PT. Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. setiap harinya banyak tahapan yang harus dilalui
pada unit FCBP 05 (Shared Service Operation Finance) untuk
memastikan bahwa pengelolaan tersebut sudah berjalan sesuai
dengan prosedur yang berlaku sehingga sesuai dengan yang
diinginkan oleh pihak manajemen.
Untuk mengetahui bagaimana prosedur atau proses yang
dilakukan pada Unit Tax, di PT. Telkom memiliki proses/alur kerja
yang menunjukkan awal mula kegiatan yang dilakukan untuk
memproses PPN Keluaran. Proses bisnis akan digambarkan melalui
flow chart berikut ini :

28
Tabel 3.2
Tabel Alur Kerja (Flow Chart)
Aktivitas Rekaman/ Keterangan/
Dokumen Referensi

Mulai 1)PT. Telekounikasi


Indonesia, Tbk.
) menerima
pembayaran atas jasa
1) Off Unit Terkait
yang berupa kas dari
Penerimaan pihak ke 3.
pembayaran / kas
dari pihak ke - 3 2)Officer Tax
Operation membuat
faktur Pajak

Off Tax Operation Keluaran PPN PK


2)
Non billing atas
Membuat Faktur Faktur Pajak
Pajak Keluaran pembayaran yang
C1
PPN PK Non diteria berdasarkan
Billing berdasarkan
hasil input di SAP hasil input di SAP.
Lalu Manager Tax
Operation akan
3) SM Tax and Non
mereview Faktur
Tax
Melakukan Faktur Pajak Pajak Keluaran PPN
approval pada e-
faktur PK Non Billing serta
membubuhkan tanda
tangan dan tanggal
pada Faktur Pajak
tersebut.
3)Senior Manager
Tax and Non Tax
melakukan approval

29
atas e-faktur yang
dibuat.

4) SAP

Membuat Rekap SAP


Faktur Pajak 4) Officer Tax
Keluaran. Display Operasional merekap
Saldo PPN PK di Rekap
SAP Faktur Pajak Faktur Pajak
keluaran
Keluaran dari Saldo
PPN PK yang ada di
Tidak
SAP.
Sesuai

5) Jika angka PPN di


Ya Rekap Pajak
Keluaran sudah
5) akurat dan tidak ada
C2
kesalahan pengisian
(misal: kesalahan
pencantuman NPWP,
kesalahan klasifikasi
Selesai jenis objek pajak,
pengisian tidak
lengkap, dll)
Manager akan
mereview Rekap
Pajak PPN PK yang
dibandingkan dengan
dokumen pendukung
serta membubuhkan
paraf dan tanggal
pada Rekap PPN PK
tersebut.

30
Meskipun kegiatan tersebut sudah berlangsung cukup lama, selama
berlangsungnya kegiatan magang penulis dapat melihat adanya beberapa
kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh proses kerja yang dilakukan oleh
PT. Telkom. Adapun beberapa kelemahan yang ditemukan oleh penulis
diantaranya :
1. Terhambatnya proses pengapprovan oleh SM Tax and Non Tax
Dalam pembuatan Faktur Pajak Keluaran PPN PK Non Billing
sering terjadi eror dalam pemprosesan e-faktur sehingga dapat
menghambat pengapprovan yang akan dilakukan oleh SM Tax
and Non Tax dan mengakibatkan terlambatnya pengiriman bukti
faktur pajak kepada vendor.
2. Keterlambatan invoice
Sering terjadi keterlambatan pengiriman invoice dari Unit Bisnis
(UBIS) yang mengakibatkan pembuatan faktur pajak tidak pada
masanya sehingga PT. Telkom harus membayar denda sebesar 2%
per bulan. Selain itu PT. Telkom juga harus melakukan
pembetulan SPT yang tidak hanya satu masa tetapi harus satu
tahun.
3. Pengarsipan dokumen yang kurang baik
Pengarsipan dokumen yang kurang baik mengakibatkan
terhambatnya pengecekan ulang yang dilakukan saat pemeriksaan
pajak. Seperti yang dialami oleh penulis saat mempersiapkan
dokumen untuk pemeriksaan pajak tahun 2012, penulis kesulitan
untuk mencari dokumen yang dibutuhkan seperti faktur pajak dan
rekening koran.
4. Kurangnya SDM yang terdapat di unit tax ini terutama bagian
PPN operation.
Meskipun teknologi yang digunakan oleh PT Telkom ini sudah
cukup canggih, namun tenaga SDM juga tetap diperlukan.
Sedikitnya SDM yang ada di unit tax ini terkadang menghambat

31
proses operasional yang sedang dilakukan, sehingga berakibat
dengan begitu banyaknya pekerjaan yang harus diselsaikan, hanya
dikerjakan oleh tenaga SDM yang minim.
Namun, dibalik kelemahan/permasalahan yang terjadi, terdapat pula
kelebihan/kekuatan dari kegiatan operasional di PT Telkom ini, kelebihan
tersebut diantaranya yaitu:
1. Perusahaan pertama yang menerapkan e-faktur
PT Telkom merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik
Negara) pertama yang menerapkan e-faktur dan menjadi contoh
untuk perusahaan BUMN lainnya.
2. Semua jurnal/posting sudah terekam dengan baik
PT. Telkom sudah menggunakan aplikasi SAP (System Aplication
and Product in data processing) dalam melakukan seluruh
penjurnalan/posting sehingga semuanya terekam dengan baik.
3. Pembayaran sudah tersistem
Seluruh pembayaran yang dilakukan oleh PT.Telkom telah
tersistem dengan baik karena PT. Telkom menggunakan BNI
Direct. Layanan BNI Direct merupakan layanan transaksi dengan
platform internet banking khusus untuk nasabah korporasi yang
membutuhkan solusi cash management secara online dalam
pengelolaan kas perusahaan seperti PT. Telkom.
4. Proses bisnis sudah valid
Proses bisnis PT. Telkom sudah dijamin kebenarannya oleh SOA
(Sarbanes Oxley Act) sehingga dapat dipastikan bahwa proses
bisnis PT. Telkom sudah valid.
5. Pegawai yang cukup berkompeten
PT Telkom sering mengadakan pelatihan-pelatihan atau training
setiap tahunnya, guna menambah wawasan dan pengetahuan bagi
setiap pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. Jadi, dalam
kegiatan sehari-hari pekerjaan akan dilakukan oleh pegawai yang
sudah mahir sehingga setiap permasalahan dapat ditangani dengan

32
baik.

6. PT Telkom yang terus melakukan inovasi.


Setiap kegiatan operasional yang ada di bagian Tax, umumnya di
PT Telkom, menggunakan teknologi yang canggih, akan tetapi
setiap waktunya PT Telkom terus melakukan inovasi guna
meningkatkan teknologi informasi agar menjadi semakin canggih.

Demikianlah kekuatan dan kelemahan yang dapat penulis


temukan selama kerja praktek di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Beberapa kelemahan yang lainnya dapat dilihat dari sistem birokrasi
yang cukup rumit. Karena semua alur pekerjaan harus berjalan sesuai
dengan struktur yang telah ditetapkan.

33
BAB IV

REKOMENDASI

Berdasarkan seluruh pembahasan yang telah dipaparkan, maka penulis


mengajukan rekomendasi yang dipandang berguna dan semoga dapat
dipertimbangkan oleh instansi terkait agar dapat memberi kekuatan (strength)
yang lebih baik serta meminimalisir kelemahan (weakness) dalam sistem yang
telah diterapkan untuk pengelolaan transaksi operasional diantaranya yaitu:

1. PT. Telkom seharusnya dapat bekerja sama dengan UBIS (Unit Bisnis)
agar semua dokumen dapat dikirimkan dengan lengkap dan tepat waktu
sehingga seluruh proses operasional PT. Telkom dapat berjalan dengan
semestinya.

2. PT. Telkom seharusnya mengarsipkan seluruh dokumen dengan baik


agar dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pencarian
dokumen serta mencegah adanya dokumen yang tidak ada atau hilang.
Dokumen seharusnya disimpan rapih dan tersusun di unit/bagian yang
bertanggung jawab atas dokumen tersebut dan dibuat salinannya.

3. Agar seluruh proses bisnis dapat berjalan dengan baik seharusnya semua
bagian yang ada pada PT. Telkom melakukan seluruh kegiatan bisnis
sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ada
sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin
terjadi.

4. PT. Telkom sebaiknya menabah tenaga SDM guna memperlancar


seluruh kegiatan operasional sehinngga semua pekerjaan dapat selesai
tepat waktu.

34
DAFTAR PUSTAKA

Mardiasmo. (2009). Perpajakan. (edisi revisi 2009). Yogyakarta: Penerbit


ANDI.
Mardiasmo. (2011). Perpajakan. (edisi revisi 2011). Yogyakarta: Penerbit
ANDI.
Undang Undang Perpajakan Pertambahan Nilai no. 42 Tahun 2009
Waluyo, (2012). Perpajakan Indonesia. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.
Ratnawati, Juli dan Retno Indah Hernawati. (2015). Dasar-dasar
Perpajakan, Yogyakarta: Deepulish.
B.Ilyas, Wiryawan, Rudy Suhartono. 2007. Pajak Pertambahan Nilai dan
Penjualan Barang Mewah. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, Jakarta.

35
LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Lamaran ke Perusahaan

36
Lampiran 2.Balasan Surat Lamaran dari Perusahaan

37
Lampiran 3. Lembar Kegiatan Harian

38
39
Lampiran 4. Lembar Penilaian Pembimbing Perusahaan

40
Lampiran 5. Lembar Penilaian Pembimbing Akademik

41