Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH KEMANFAATAN NPWP, PEMAHAMAN

PERATURAN PAJAK, KUALITAS PELAYANAN, SANKSI


PAJAK DAN SOSIALISASI PERPAJAKAN TERHADAP
KEPATUHAN WAJIB PAJAK YANG BERWIRAUSAHA
(Studi pada Wajib Pajak UMKM di KPP Pratama Surakarta)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat


Guna Pengajuan Skripsi pada Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh:
LIA NUR KHASANAH
B 200130325

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
A. Latar Belakang Masalah

Salah satu tujuan pemerintah Negara Indonesia yang tertuang dalam

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah untuk memajukan

kesejahteraan umum. Kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia dapat

diwujudkan dengan menjalankan pemerintahan yang baik dan melaksanakan

pembangunan di segala bidang, tentunya dengan didukung oleh sumber

pembiayaan yang memadai. Salah satu sumber pembiayaan negara adalah

pajak. Salah satu fungsi pajak adalah fungsi penerimaan (budgetair).

(Masruroh dan Zulaikha 2013)

Pentingnya kontribusi pajak dalam penerimaan negara yang

digunakan untuk membiayai pembangunan yang berguna bagi kepentingan

bersama, maka masyarakat wajib pajak mempunyai peranan dan tanggung

jawab yang besar dalam melaksanakan ketentuan undang-undang perpajakan

dengan semua peraturan pelaksanaannya. Direktorat Jenedral Pajak (DJP)

sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam menghimpun

pajak dari masyarakat terus berupaya dengan berbagai cara untuk

mengamankan penerimaan pajak. (Suyaning 2015).

Kepatuhan Wajib Pajak selalu menjadi masalah klasik, seperti

ketidaktaatan wajib pajak sering menyebabkan penggelapan pajak. Sebuah

survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2014, yang

menyatakan bahwa kepatuhan pajak baik individu, korporasi, dan pajak

pertambahan nilai tidak mencapai 80%. Menurut data dari Kementerian

Keuangan mengungkapkan pendapatan rasio pajak dari wajib pajak orang


pribadi hanya 0,04% dari total pendapatan pajak tahun 2013 (Ortax.org dalam

Andreas dan Savitri 2015).

Rendahnya tingkat kepatuhan pajak sangat ironis jika dibandingkan

dengan tingginya tingkat pertumbuhan unit usaha di Indonesia. Pertumbuhan

jumlah usaha terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di

Indonesia yang senantiasa meningkat. UMKM di Indonesia mengalami

perkembangan sebesar 1,9 juta unit selama tahun 2014-2015

(www.bps.go.id). Banyaknya jumlah unit UMKM di Indonesia seharusnya

juga tercermin pada penerimaan pajak. Namun penerimaan pajak didominasi

oleh Wajib Pajak besar yang jumlahnya kurang dari 1%, dimana sisanya

adalah Wajib Pajak yang bergerak di bidang UMKM (Rakhmad, 2012 dalam

Fuadi dan Mangoting, 2013).

Peranan usaha skala kecil dan menengah dalam perekonomian akhir-

akhir ini mulai banyak diperhitungkan dalam proses merencanakan suatu

kebijakan di bidang perpajakan. Hal tersebut adalah salah satu bagian dari

usaha meningkatkan peranan pengusaha dalam proses pengambilan keputusan

dan kebijakan dalam lingkungan otoritas pajak. (Prajogo dan Widuri 2013).

Perkembangan UMKM diharapkan kemandiriannya dan menjadi

salah satu elemen penting yang mendukung industri-industri besar sehingga

keberadaannya sangat dibutuhkan. Upaya secara komprehensif sudah saatnya

dilakukan agar sektor usaha kecil menengah mampu tumbuh di kancah

perekonomian nasional, bahkan bersaing dalam bisnis global. Institusi

pemerintah yang terkait dengan sektor industri yang menjadi bidang


kompetensinya semestinya menjadi motivator penggerak usaha kecil

menengah, termasuk bagaimana Direktorat Jenderal pajak (DJP) peduli

terhadap pemajakan usaha kecil menengah ini. Pajak menjadi bagian yang

tidak terpisahkan dari pengembangan usaha kecil menengah secara

terintegrasi. Keberpihakan dan kepedulian Direktorat Pajak terhadap usaha

kecil menengah seperti pemberian intensif pajak yang sangat penting jika

tidak memungkinkan tax holiday (Wibowo, 2004 dalam Hasanah, Khafid dan

Anisykurlillah 2014).

Tinggi rendahnya wajib pajak dalam mematuhi kewajiban

perpajakannya menurut (Masruroh dan Zulaikha 2013) dipengaruhi oleh

beberapa faktor, antara lain kemanfaatan NPWP, pemahaman peraturan

perpajakan, kualitas layanan dan sanksi perpajakan. Sedangkan menurut

(Suryaning 2015) dalam penelitiannya variable sosialisasi perpajakan juga

dapat mempengaruhi kepatuhan wajib pajak.

Penelitian ini dengan mengambil judul Pengaruh Kemanfaatan

NPWP, Pemahaman Peraturan Pajak, Kualitas Pelayanan, Sanksi Pajak dan

Sosialisasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak yang Berwirausaha

(Studi pada Wajib Pajak UMKM di KPP Pratama Surakarta)

B. Rumusan Masalah

1. Apakah kemanfaatan NPWP berpengaruh terhadap kepatuahan membayar


pajak?
2. Apakah pemahaman tentang peraturan perpajakan berpengaruh terhadap
kepatuhan membayar pajak?
3. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepatuhan membayar
pajak?
4. Apakah sanksi pajak berpengaruh terhadap kepatuhan membayar pajak?
5. Apakah sosialisasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan membayar
pajak?
C. Tujuan Penulisan
1. Menganalisis pengaruh pemanfaatan NPWP terhadap kepatuhan
membayar pajak.
2. Menganalisis pengaruh pemahaman tentang peraturan perpajakan terhadap
kepatuhan membayar pajak.
3. Menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan membayar
pajak.
4. Menganalisis pengaruh saksi pajak terhadap kepatuhan membayar pajak.
5. Menganalisis pengaruh sosialisasi terhadap kapatuahan membayar pajak.
D. Landasan Teori

1. Teori Atribusi

Teori atribusi relevan untuk menjelaskan faktor-faktor yang

mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam model penelitian ini.

Kepatuhan Wajib Pajak dapat dikaitkan dengan sikap Wajib Pajak dalam

membuat penilaian terhadap pajak itu sendiri. Persepsi seseorang untuk

membuat penilaian mengenai orang lain sangat dipengaruhi oleh faktor

internal maupun ekternal orang lain tersebut (Jatmiko, 2006 dalam

Masruroh dan Zulaikha 2013).

2. Teori Pembelajaran Sosial

Teori pembelajaran sosial relevan untuk menjelaskan perilaku wajib

pajak dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak. Seseorang akan taat

membayar pajak tepat pada waktunya, jika lewat pengamatan dan

pengalaman langsungnya, hasil pungutan pajak itu telah memberikan


kontribusi nyata pada pembangunan di wilayahnya. Seseorang juga akan

taat pajak apabila telah menaruh perhatian terhadap pelayanan pajak, baik

fiskus maupun sistem pelayanan pajaknya. Terkait dengan proses

penguatan, dimana individu-individu disediakan rangsangan positif atau

ganjaran supaya berperilaku sesuai dengan model, tampaknya cukup relevan

apabila dihubungkan dengan pengaruh sanksi pajak terhadap kepatuhan

pajak (Jatmiko, 2006 dalam Hasanah, Khafid dan Anisykurlillah, 2014).

E. Metode Penelitian

1. Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan

melakukan uji hipotesis. Data yang digunakan adalah data primer berupa

kuesioner yang diberikan dan diisi oleh responden dan data mengenai

gambaran umum responden. Penelitian ini akan mengukur pengaruh

kemanfaatan npwp, pemahaman peraturan perpajakan, kualitas pelayanan,

sanksi perpajakan, kekuasaan dalam otoritas pemerintah, dan kondisi

keuangan wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak

2. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi

(WPOP) yang berwirausaha yang terdaftar di KPP Pratama Surakarta.

WPOP yang berwirausaha adalah pengusaha dengan skala usaha mikro,

kecil sampai menengah (UMKM) dan yang melakukan pekerjaan bebas

yang terdaftar di KPP Pratama Surakarta Tahun 2015. Penelitian ini

menggunakan 100 orang WPOP yang berwirausaha sebagai sampel. Teknik


pemilihan sampel yang digunakan adalah convenience sampling, yaitu

teknik penentuan sampel berdasarkan kesediaan responden.

3. Pengukuran Variabel

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan wajib

pajak. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kemanfaatan npwp,

pemahaman peraturan perpajakan, kualitas pelayanan, sanksi perpajakan,

dan sosialisasi perpajakan. Variable-variabel diatas akan diukur dengan

menggunakan likert scale yang berdimensi 5 skala. Analisis yang digunakan

dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dengan Moderated

Regression Analysis (MRA).

Y = + + + + + +

F. Tabel Jadwal Pelaksanaan Proposal dan Skripsi

Juni Juli16 Agustus16 September Oktober16 Nov


16 16 17
No Kegiatan
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1

1 Miniplan
proposal

2 Pembuatan
proposal

3 Seminar
proposal

4 Skripsi
5 Ujian Skripsi

6 Ujian
Komprehensif

G. Daftar Pustaka

Andreas dan Savitri.2015. The Effect of Tax Socialization, Tax Knowledge,


Expediency of Tax ID Number and Service Quality on Taxpayers
Compliance With Taxpayers Awareness as Mediating Variables.
Procedia - Social and Behavioral Sciences 211 ( 2015 ) 163 169.
http://www.sciencedirect.com (diakses 19 Juni 2016 pukul 11:20).
Faudi dan Mangoting.2013. Pengaruh Kualitas Pelayanan Petugas Pajak, Sanksi
Perpajakan dan Biaya Kepatuhan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak
UMKM. TAX & ACCOUNTING REVIEW, VOL.1, NO.1, 2013.
http://www.studentjournal.petra.ac.id (diakses 18 Juni 2016 pukul 14:09).

Hasanah, Khafid dan Anisykurlillah.2014. Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di


Kabupaten Jepara. AAJ volume 3 Nomer 1 2014 ISSN 2252-6765.
http://www.journal.unnes.ac.id (diakses 18 Juni 2016 pukul 14:23).

http://www.bps.go.id

Masruroh dan Zulaikha.2013. Pengaruh kemanfaaatan NPWP, pemahaman wajib


pajak,kualitas pelayanan, sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib
pajak (studi empiris pada wp op di kabupaten tegal). ISSN (Online):
2337-3806. Volume 2. Nomor 4. http://www.ejournal-s1.undip.ac.id
(diakses 26 April 2016 pukul 11:05 WIB).
Prajogo dan widuri.2013. Pengaruh tingkat pemahaman peraturan pajak wajib
pajak, kualitas pelayanan petugas pajak, dan persepsi atas sanksi
perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak umkm di wilayah sidoarjo.
tax & accounting review vol. 3. no.2
2013.http://www.studentjournal.petra.ac.id (diakses 23 Desember 2015
pukul 20:13 WIB).
Suryaning.215.Pengaruh Sosialisasi Dan Kapabilitas Pembukuan Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus UKM di Sentra Industri Kerajinan
Gerabah Kasongan). ISBN 978-602-73690-3-0.
http://www.repository.upy.ac.id (diakses 18 Juni 2016 pukul 14:17).