Anda di halaman 1dari 4

Robot Pembersih Sampah

Pada suatu masa, di suatu tempat yang bernama pulau Robotic


pemandangan di sana sangat indah karena dalam satu pulau ada banyak tempat
yaitu hutan hujan (penuh dengan robot hewan dan juga robot humanoid
(berbentuk manusia) hutan hujan), gurun (penuh dengan hewan dan robot
humanoid gurun), tundra (penuh robot hewan dan robot humanoid tundra), dan
suasana kota (penuh dengan robot humanoid). Tempat ini juga terbagi dalam
beberapa wilayah, yaitu: Hutan Hujan Listrik, Gurun Kabel, Tundra Baterai, dan
Kota Besi. Ada robot pembersih sampah di kota Besi yaitu, Techno. Ia tidak
memiliki teman tetapi ia hanya punya musuh yang ia tidak suka. Ia adalah robot
yang hebat karena ia biasa menyelesaikan tugasnya dalam waktu 2 jam dengan
luas pulau sebesar 35.000 kilometer2. Ia juga robot yang penyabar, baik, dan
penolong walau seringkali diejek oleh teman-temannya. Electro, Hydro, dan
Mercury sangat suka mengejek Techno yang profesinya adalah pembersih
sampah kota, tapi Techno selalu sabar. Ia menyukai profesinya, karena
menginginkan bukan hanya kota Besi bersih, tetapi juga alam di pulau Robotic
tetap indah dan terjaga.
Pada suatu saat, Techno sedang membersihkan dan ia bertemu dengan
Miranda, Metro, dan Neutro. Mereka sangat baik dan mau membantu Techno
membersihkan kota Besi agar cepat selesai.
Miranda, Metro, dan Neutro mengajak Techno untuk pergi ke kota Besi
jalan Sendi Robot, nomor 10, yaitu, rumah Electro, Mercury, dan Hydro.
Mereka berempat mengunjungi teman mereka. Electro kaget ketika mengetahui
Miranda, Metro, dan Neutro bisa berteman dengan pemulung kota. Apa yang
kalian lakukan dengan pemulung kota itu? kata Electro penuh emosi. Tidak
boleh begitu pada teman kami, Electro!!! Namanya adalah Techno bukan
pemulung kota, kata Miranda mengingatkan dan memberitahu Electro. Iya
betul itu Miranda kata Metro diikuti Neutro. Itukan orang selalu mengejekku
kalau aku sedang bekerja kata Techno dalam hati.
Mereka saling berkenalan satu sama lain pada Techno, Techno merasa
sangat senang mulai memiliki banyak teman. Tapi, kalau disuruh membantu,
Electro, Mercury, dan Hydro tidak mau membantunya. Metro meminta untuk
dibantu dalam membersihkan kota, tetapi mereka tidak mau membantu. Mereka
hanya menyuruh untuk membersihkan sampai betul-betul tidak ada sampah di
depan rumah.
Hydro pergi ke tundra Baterai sendirian untuk mencari robot hewan. Ada
orang yang melihat dan mengejarnya sampai ke gurun Kabel. Ia pun melarikan
diri menggunakan hewan yang di burunya. Orang yang melihat Hydro memburu
hewan tersebut meminta bantuan agar cepat ditangkap. Akhirnya, bantuan itu
pun datang dan mengejar Hydro.
Hydro lari ke kota kembali dan bertemu Techno. Apa yang terjadi,
mengapa engkau berlari? Tanya Techno. Aku memburu hewan ini, tetapi ada
yang melihat, aku pun dikejar sampai di sini, kata Hydro kelelahan. Bantuan
telah datang untuk menyelamatkan robot hewan tersebut agar bisa dilepaskan ke
tundra lagi, agar populasi hewan tersebut terjaga/tidak punah. Techno
membantu Hydro untuk berbicara, ia hanya ingin hewan untuk menemaninya
kata Techno. Bantuan itu mengerti dan membiarkan hewan itu dipelihara oleh
Hydro. Terima kasih Techno, kata Hydro senang. Sama-sama Hydro,
balasnya senang juga.
Mercury dan Electro diceritakan oleh Hydro tentang pertolongan dari
Techno untuk mendapatkan robot hewan yang diambil dari tundra Baterai.
Electro dan Miranda bingung kenapa robot seperti itu masih membantu mereka
yang selalu mengejek dan mengolok-olok Techno. Wah, ternyata Techno itu
orangnya baik, walau kita sering mengejek dia, kata Electro terkagum-
kagum dengan Techno. Iya, betul sekali, walau dia selalu kita ejek dan olok-
olok, dia tetap sabar yah, kata Mercury menyambung kalimat Electro.
Suatu saat, Mercury sedang dikejar oleh humanoid gurun Kabel.
Humanoid gurun tersebut mengejar karena Mercury telah membeli sendi robot
dan uangnya kelebihan, tapi Mercury telah mengatakan bahwa kembaliannya
diambil saja. Lalu, Mercury berhenti dan mengambil kembaliannya supaya
tidak dikejar oleh penjualnya.
Techno bingung kenapa Mercury membelikannya sendi-sendi robot.
Mengapa engkau membelikanku sendi-sendi ini?, tanya Techno. Karena aku
ingin berterima kasih denganmu karena telah sabar walau aku selalu
mengejekmu bersama teman-temanku, jawab Mercury. Terima kasih ya
Mercury salam untuk Hydro dan Electro juga, kata Techno. Sama-sama
Techno, nanti akan ku sampaikan pada mereka salammu itu, balas Mercury.
Ada salam dari Techno untuk kalian karena telah mulai bersikap sopan
padanya, karena membelikan sendi-sendi robot untuknya, kata Mercury
menyampaikan salam dari Techno. Electro dan Hydro mengatakan terima kasih
dengan bersyukur pada Tuhan. Saya mulai berubah karena kebesaranMu,
Tuhan, dan dapat membantu Techno sekarang.
Hebat kamu Tech, kamu bisa menjaga lingkungan dan membersihkan
sampah-sampah yang ada dikota maupun di luar kota, kata Miranda senang
melihat Techno yang bisa menjaga lingkungan. Betul sekali Mir, Techno
adalah robot humanoid yang sangat baik sampai-sampai ia membersihkan kota
dan menjaga lingkungan di dalam maupun di luar kota kata Metro melanjutkan
kalimat Miranda. Iya sih, tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa karena mungkin
itu udah jadi profesiku. Sebenarnya, aku ingin menjadi sesuatu yang lain untuk
menjadi profesiku kata Techno kepada Miranda, Metro, dan Neutro. Tidak
apa-apa Tech, itu berarti kamu dibutuhkan dalam kota Besi untuk menjaga
lingkungan kota, kata Neutro menasihati Techno bahwa ia sangat dibutuhkan
di kota Besi. Baiklah Neu aku akan berusaha sebaik mungkin untuk ini, kata
Techno menyetujui nasihat Neutro. Semangat Tech untuk membantu kota
maupun pulau ini kata Miranda menyemangati Techno. Terima kasih teman-
teman atas bantuannya, aku akan berusaha untuk menjaga kota maupun pulau
agar lebih baik, kata Techno yang mulai senang dan bersemangat.
Techno tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik di kota Besi atau pun
di pulau Robotic. Dengan cara menjaga lingkungan sekitarnya dan
membersihkan kota Besi yang terkadang ada sedikit ataupun banyak sampahnya
dan juga debu. Ada pula robot yang bernama Atom, dia sangat licik dan tidak
baik, ia sangat suka membuang sampah sembarangan, baik itu di depan
rumahnya maupun di jalan raya. Ia adalah buronan yang telah kabur dari
penjara dan sedang mencari kebebasan agar bisa lari dari polisi yang
mengejarnya. Ia berasal dari gurun Kabel dan datang ke kota Besi untuk
bersembunyi.
Techno bertemu dengan Atom si buronan. Atom langsung mempreteli
kaki Techno. Akhirnya, kaki Techno lepas dan kakinya diambil oleh Atom. Ia
kaget dan akhirnya terjatuh lalu tidak bisa bangkit lagi dari lantai. Electro
melihat Techno terjatuh dan ia datang menolong Techno. Apa yang terjadi,
Techno? Mengapa kamu terjatuh? Dimana satu kakimu lagi?, tanya Electro
kebingungan dan ingin tahu apa yang terjadi. Entahlah aku tidak tahu, tiba-tiba
saja aku terjatuh disitu dan aku kehilangan satu kakiku yang kanan ini. Aku
tidak tahu pelakunya, jawab Techno dengan perasaan aneh karena ia tidak
pernah seperti ini.
Techno dipasangkan sendi-sendi yang dibelikan oleh Mercury dan
Miranda. Mereka mencari suku cadang robot untuk dipasangkan pada Techno
dan juga kaki robot. Setelah selesai dipasangkan sendi-sendi, suku cadang, dan
kaki robot yang baru, ia pun beristirahat karena telah menahan kerusakan yang
dialaminya.
Setelah beristirahat, ia mulai mencari robot yang mengambil kaki
kanannya. ia mencarinya bersama Miranda. Tetapi sayang, ia tidak dapat
menemukannya di kota Besi. Ternyata, Atom si buronan itu sedang berada di
hutan hujan Listrik dan ia sedang tertidur pulas di samping pohon yang sangat
besar. Techno mulai berpikir bahwa robot yang dicarinya berada di suatu tempat
selain di kota Besi. Sepertinya, ia sudah pergi ke tempat lain dan tidak ada di
kota Besi, kata Techno memberitahu Miranda. Sepertinya betul, karena ia
pasti takut dicari makanya pergi dari kota Besi dan bersembunyi. Kadang juga
ada orang yang tidak berpikiran seperti itu, jadi dia melakukan hal yang sama
agar orang tidak tahu keberadaannya sekarang, jelas Miranda kepada Techno.
Mereka pun mencarinya di Gurun, di Tundra, dan akhirnya di Hutan
Hujan. Mereka pun menemukannya di bawah pohon yang besar dan sedang
tertidur pulas. Saat terbangun, ia melihat bahwa dirinya sudah di kantor polisi.
Techno memberitahu bahwa robot tersebut telah mengambil kaki kanannya dan
ia pun memperlihatkan barang bukti yaitu kaki kanannya. Dimana ini, kenapa
ada banyak robot disini? tanya Atom dengan suara yang masih mengantuk. Ini
dikantor polisi. Anda adalah tersangka pencurian kaki kanan robot ini, kata
salah satu petugas polisi yang sedang menjaga Atom di ruang tertutup. Atom
pingsan karena ia berada di kantor polisi sebagai buronan. Lah kok pingsan
toh!?, tanya salah satu petugas polisi dengan kebingungan.
Atom mulai sadar dan dia diinterograsi untuk menanyakan apakah betul
telah mencuri kaki kanan Techno. Ia harus mengatakan yang sebenarnya agar ia
bebas dari masalah yang dialami saat itu. Ya, a..a..aku yang mempretelinya
lalu kuambil kakinya, jawab Atom dengan gugup. Anda pasti memiliki
masalah lain, di gurun Kabel tempat asalmu. Jadi, Anda ditangkap dan akan
masuk penjara selama 10 tahun, kata petugas polisi yang mengintrogasi Atom.
Atom pun akhirnya masuk penjara karena memiliki masalah yang sangat
banyak baik di kota Besi maupun di gurun Kabel.
Akhirnya, aku menemukan pelakunya yang mencuri kakiku, kata
Techno senang. Aku juga ikut senang karena kamu bisa senang juga, kata
Miranda. Teman-teman Techno yang melihat mereka sedang gembira pun ikut
bergembira bersama, karena kaki yang dicuri sudah ditemukan pelakunya. Lalu
kaki yang ditemukan pun dipasang kembali dan yang dipakai disimpan untuk
kalau ada kejadian yang mirip dengan yang terjadi sebelumnya dapat digantikan
menjadi kaki cadangan tersebut.
Jadi, Techno mulai senang karena ia sudah memiliki teman untuk
membantunya dalam hal apapun itu, baik membersihkan kota maupun
membantu untuk menjaga lingkungan sekitar mereka. Seperti gurun, hutan
hujan, dan juga tundra. Teman-teman Techno akhirnya tahu bahwa lingkungan
adalah tempat yang harus dijaga baik lingkungan sendiri maupun lingkungan
robot lain. Mereka pun mulai hidup bahagia bersama, hidup rukun, damai, dan
juga dapat menjaga lingkungan sekitar.

Tamat