Anda di halaman 1dari 10

Lelaki baik hati

Pada suatu hari, hiduplah sepasang suami istri yang tinggal


dikampung jawa, sepasang suami istri ini tinggal di gubuk yang atapnya
sudah berlubang lubang .

Pak cabe, begitulah orang orang kampung jawa memanggilnya. Ia


dinamakan pak cabe karena setiap hari ia berkeliling kampung jawa untuk
menjual cabe yang dibawanya.

Pada pagi hari, sekitar pukul 5.00 di kampung garden ada orang
meninggal. Tetapi, tidak ada satu orang pun yang bisa memandikan
jenazah. Sampai- sampai keluarga jenazah pun memerintah kepada warga
sekitar agar bisa menemukan orang yang dapat memandikan jenazah
tersebut, hingga akhirnya salah satu warga bertemu dengan pak cabe dan
meminta tolong kepadanya.
Salah satu warga: assalamualaikum wr. Wb.

Pak cabe : waalaikumsalam wr. Wb.

Salah satu warga: pak cabe, boleh kah saya meminta

Tolong kepada anda.

Pak cabe : boleh, emangnya ada apa.

Salah satu warga: tolong pak, anda harus memandikan

Jenazah tetangga kami, karena tidak ada

Satu orang pun yang dapat memandikan-

Nya

Pak cabe : tetapi, saya tidak punya pengetahuan


Tentang Memandikan jenazah.

Salah satu warga: kami tidak peduli pak cabe pandai atau

Tidak, tetapi pak cabe harus menolong

Keluarga tetangga kami yang telah

Meninggal dunia.

Setelah berpikir panjang, pak cabe pun menyetujui hal tersebut.


Setelah menyetujui hal tersebut, pak cabe pun langsung memandikan
jenazah. Beberapa menit kemudian jenazah pun selesai di mandikan,
setelah itu pak cabe dan keluarga jenazah memakaikan kain kafan kepada
mayat tersebut.
Setelah selesai dan Beberapa jam kemudian tepat pukul 12 siang,
jenazah pun di bawa ke masjid terdekat untuk di sholati atau
disembayangkan.

Beberapa jam kemudian, jenazah pun selesai di sembayangkan,


setelah itu jenazah di bawah kebelakang rumah keluarganya dan di kubur
disana.

Setelah selesai, keluarga jenazah langsung menemui pak cabe.

Keluarga jenazah: kami sekeluarga mengucapkan banyak terima

Kepada anda, karena anda telah memandikan

Keluarga kami yang telah tiada.

Pak cabe : sama sama.


Pak cabe : mohon maaf yah saya harus pulang cepat.

Keluarga jenazah: kok pulang cepat?, emangnya ada apa pak.

Pak cabe : istri saya belum makan dari pagi, saya harus

Pulang dan membawakannya makanan.

Keluarga jenazah: oh.. begitu yah.

Pak cabe : iya.

Setelah pak cabe bercerita dengan keluarga jenazah, pak cabe pun
pulang, tetapi di tengah perjalanan pulang, pak cabe di berhentikan oleh
salah satu keluarga jenazah dari arah belakang.

Keluarga jenazah: pak cabe tunggu..


Pak cabe pun berhenti dan menengok kebelakang. Ketika keluarga
jenazah telah sampai di depan pak cabe, pak cabe pun menanyakan
keluarga jenazah.

Pak cabe : ada apa lagi?

Keluarga jenazah: : ini ada sebagian sedekah untuk anda, mohon

Di terima yah..

Pak cabe : mohon maaf pak, bukannya saya tidak mau

Menerima, tetapi saya ikhlas menolong

Keluarga anda.

Keluarga jenazah: kami juga ikhlas memberi sedekah kepada


Anda, jadi tolong terima lah.

Pak cabe : baik lah kalau itu mau anda, saya akan

Menerimanya.

Keluarga jenazah: terima kasih pak, mungkin hanya itu yang

Ingin saya berikan.

Pak cabe : sekali lagi saya berterima kasih kepada anda.

Keluarga jenazah: sama-sama pak.

Pak cabe : saya pulang dulu yah.. pak

Keluarga jenazah: iya, pak.


Setelah diberikan sedekah, pak cabe pun langsung ke toko membeli
makanan untuk keluarganya. Sesampainya ditoko pak cabe membeli
bahan makanan untuk membuat sup ayam. Setelah selesai pak cabe pun
pulang. Sesampainya dirumah, pak cabe mengetuk pintu.

toktoktok

Pak cabe : assalamualaikum.

Istri pak cabe : waalaikumsalam, siapa yah...

Pak cabe : aku suami mu.

Nyu..t

Istri pak cabe : silakan masuk suami ku.


Setelah pak cabe masuk rumah, ia pun langsung ke dapur dan
memasakkan sup ayam untuk keluarganya. Setelah selesai pak cabe pun
menyimpan sup ayam dia atas meja makan.

Pak cabe pun beristirahat sejenak. Setelah selesai, pak cabe dan
istrinya makan bersama.

Setelah makan bersama, istrinya pun mencuci piring-piring yang


kotor itu. Setelah mencuci, pak cabe dan istrinya mandi di dua kamar
mandi yang berbeda, setelah selesai ia ganti pakaian dan langsung
beribadah bersama.

Ibadah belum selesai, tetapi pada saat sujud terakhir suaminya


tidak bersuara dan tidak bergerak, setelah istrinya merasa ada yang aneh
dan tidak enak perasaan, istrinya pun membatalkan sholatnya, dan
membalik tubuh suaminya, ternyata dalam keadaan sujud terakhir,
suaminya sudah tidak dalam keadaan bernyawa.

Istri pak cabe : suami ku., jangan tinggal kan aku

Semenjak suaminya meninggal istri pak cabe pun sudah tidak waras
lagi.

TAMAT.