Anda di halaman 1dari 2

Epidemiologi

Penyakit flu singapura atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai


penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi
yang seringkali menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (bahkan
hingga 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap penyakit yang
mempunyai masa inkubasi 2 5 hari ini. HFMD disebabkan oleh
CoxsackievirusA type 16 (CV A16) dengan bermacam-macam strain, yaitu
coxsackievirus A5, A7, A9, A10, B2 dan B5. Namun demikian, yang
menyebabkan pandemik adalah Enterovirus71 (EV-71). Sejak tahun 1997, kasus-
kasus HFMD yang disebabkan oleh enterovirus 71 telah dilaporkan terjadi di Asia
dan Australia. (Roy, 2010).
Menurut Shah et all (2003) dalam Singapore Medical Journal, bahwa pada
awal kemunculan HFMD di Singapura pada tahun 1972, penyakit ini menginfeksi
104 anak-anak dalam 3,5 bulan. Penyakit ini semakin meluas ke beberapa negara
lain, bahkan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah penderita.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah
penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan
menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga
terkena. HFMD paling banyak terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun,
tapi dapat pula terjadi pada orang dewasa. Anak-anak lebih beeresiko untuk
terkena penyakit ini karena system imun dalam tubuh mereka masih lemah bila
dibandingkan dengan orang dewasa. Kasus HFMD terjadi di seluruh dunia. Pada
daerah yang beriklim hangat/sejuk, kasus lebih sering terjadi pada musim panas
dan awal musim gugur.
Faktor Resiko
Virus penyebab flu Singapura menular dari orang ke orang melalui sekresi
hidung dan tenggorokan (air liur, dahak, atau ingus), cairan lepuhan, feses (tinja).
Penularan terjadi saat melakukan kontak tubuh, batuk atau bersin, menceboki
penderita tanpa membersihkan tangan dengan benar, atau menyetuh benda-benda
dan permukaan yang terkontaminasi (Sutton at all, 2006).
Umumnya, pasien paling dapat menularkan virus pada minggu pertama
sakit. Namun, pasien masih bisa menularkan virus setelah berhari-hari atau
berminggu-minggu gejalanya hilang. Pasien juga dapat terinfeksi virus penyebab
flu Singapura tanpa mengalami gejala apapun namun bisa menularkannya ke
orang lain (Sutton at all, 2006).

Daftar pustaka
Sutton-Hayes S, Weisse ME, Wilson NW, Ogershok PR. 2006. A recurrent
presentation of hand, foot, and mouth disease. Clin Pediatr (Phila). Vol
;45(4):373-6.

Roy, N., Halder, N. 2010. Compartmental Modeling of Hand, Foot and Mouth
Infectious Disease (HFMD). Research Journal of Applied Sciences. Vol. 5
No. 3: 177-182.

Shah, V.A., C.Y. Chong, K.P. Chan, W. Ng., A.E.Ling. (2003). Clinical
Characteristics of an Outbreak of Hand, Foot, and Mouth Disease in
Singapore. Singapore Medical Journal. Vol. 32 No. 3: 381-387.