Anda di halaman 1dari 19

DESIGNING NON-POSITIVIST RESEARCH

Paper
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Non Positif

Oleh:
Herry Linda Anjani 176020300111013
Piter Arson Welay 176020300111014

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2017
ABSTRAKSI
Paper berikut dengan judul Designing Non Positivist Research ini mengulas
mengenai karakteristik penelitian non positif, penggunaan penelitian non positif, proses
dalam merancang penelitian, desain penelitian, dan format yang ada pada penelitian non
positif. Penelitian non positif dimulai dengan sebuah asumsi, pandangan terhadap dunia,
dan memiliki metode pengumpulan data dengan terlibat secara langsung pada objek
penelitian seperti wawancara, dan observasi. Proposan penelitian non positif dirancang
diawal penelitian dimana berisi kerangka kerja, desain penelitian, dan metodologi
penelitian.
Tujuan dari proposal penelitian non positif yaitu menjealskan fokus subtantif
penelitian terkait topik dan tujuannya, menjabarkan pertanyaan penelian, mendeskripsikan
literatur terkait, dan pembatasan masalah. Di dalam proposal penelitian kualitatif terdiri
atas : (1) Pendahuluan, yaitu mencakup pembahasan, tujuan penelitian, rumusan masalah
dan pembatasan masalah, (2) Diskusi literatur terkait, yaitu menyajikan literatur penelitian
sebelumnya, dan mengembangkan tradisi intelektual yang menjadi fokus pembahasan, (3)
Design dan metode penelitian, yaitu mencakup keseluruhan desain, populasi, metodologi
penelitian, alat analisis data, biografi peneliti, serta isu etika dan politik yang akan timbul
dalam pelaksanaan penelitian. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merancang
penelitian kualitatif yaitu menetapkan tujuan, menentukan metodologi, pelingkupan,
merencanakan sifat data, memprediksikan penelitian. Terdapat beberapa format pada
penelitian non-positif, yaitu format kualitatif interpretif/contructivist, format kualitatif
advocacy/partiipatory, format theoretical lens, dan proposal kualitatif dari Maxwells Nine
Arguments.
Kata Kunci : Penelitian Non Positif, Desain Penelitian, Proposal Penelitian.
I. PENDAHULUAN
Pada perkembangan penelitian, bermunculan pergeseran pandangan-pandangan
para ilmuwan dimana sebagian perspektif keilmuwan kritis (critical) yang bertumpu pada
non-positif memiliki pandangan yang berbeda dengan para ilmuwan arus utama
(mainstream) yaitu pada pandangan positif. Penelitian dengan pandangan non-positif saat
ini kian berkembang dikarenakan semakin luasnya adanya ketimpangan sosial serta
kerusakan lingkungan sebagai akibat dari kekuasaan yang tidak seimbang diantara
kelompok masyarakat. Hal ini merupakan akibat dari penerapan kapitalisme, dimana
kelompok pemilik modal (shareholders) selalu diuntungkan dibandingkan masyarakat
sekitar dan lingkungannya (stakeholders). Oleh karenanya, banyak para ilmuwan dengan
perpektif kritis yang saat ini mulai mengembangkan penelitian dengan pandangan non-
positif. Adapun pengertian penelitian non-positif menurut para ahli yaitu :
1. Menurut Creswell dalam (Herdiansyah, 2010:8) penelitian kualitatif adalah proses
penelitian untuk memahami berdasarkan tradisi metodologi penelitian tertentu dengan
cara menyelidiki masalah sosial atau manusia. Peneliti membuat gambaran kompleks
bersifat holistik, menganalisa kata-kata, melaporkan pandangan-pandangan para
informan secara rinci, dan melakukan penelitian dalam situasi yang alamiah.
2. Menurut Moleong (2007:6) penelitian kualitatif bermaksud memahami fenomena
tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
tindakan, dll. Penelitian kualitatif dibentuk secara holistik, dan menggunakan cara
deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah
dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan para ahli di atas, penulis menyimpulkan
bahwa metode penelitian non-positif merupakan metode penelitian yang dimulai dari
sebuah asumsi yang dihubungkan dengan teori, kemudian selanjutnya dilakukan proses
pengumpulan data dan pengambilan kesimpulan. Penelitian non-positif merupakan
penelitian yang lebih mengarah ke subjektivitas dari para peneliti dan dalam beberapa
metode berbeda dengan penelitian positif dimana di dalam penelitian non-positif para
peneliti terlibat secara langsung dengan responden yang diteliti.
Dalam pelaksanaan penelitian non-positif, diperlukan strategi yang sistematis
dalam mengumpulkan informasi dan data. Proses dalam memperoleh strategi yang
sistematis tersebut, dibutuhkan proposal penelitian yang disusun secara jelas, sistematis,
dan terperinci. Menurut Marshall (1999), proposal penelitian merupakan sebuah
perencanaan untuk terlibat dalam penyelidikan sistematis dimana menghasilkan
pemahaman yang lebih baik mengenai fenomena, dan semakin mengubah lingkungan
sosial yang bermasalah. Sebuah proposal penelitian yang baik harus menunjukkan
(Marshall : 1999) :
1. Penelitian tersebut layak dilakukan.
2. Peneliti berkompeten untuk melakukan penelitian.
3. Penelitian tersebut direncanakan dengan matang dan dapat dilaksanakan.
Sebuah proposal penelitian merupakan keputusan yang dibuat peneliti bahwa
kerangka kerja, desain, dan metodologi teoritis tertentu akan menghasilkan data yang
sesuai untuk menanggapi pertanyaan penelitian. Oleh sebab itu, pada paper ini penulis
akan membahas mengenai bagaimana merancang sebuah penelitian non-positif.

II. PEMBAHASAN PAPER


1. Karakterisik Penelitian Kualitatif
Sebelum membahas mengenai bagaimana merancang sebuah penelitian non-
positif, penulis menyajikan terlebih dahulu pengertian dari penelitian non-positif atau biasa
disebut penelitian kualitatif. Definisi dari penelitian kualitatif menurut Denzin dan Lincoln
(2005) :
sebuah aktivitas yang menempatkan pengamat di dunia. Terdiri dari serangkaian praktik
material interpretif yang membuat dunia terlihat. Praktek-praktek ini mengukuhkan dunia.
Penelitian kualitatif mengubah dunia menjadi serangkaian representasi, termasuk catatan
lapangan, wawancara, percakapan, foto, rekaman, dan memo kepada diri sendiri. Pada tingkat
ini, penelitian kualitatif melibatkan pendekatan interpretif naturalistik terhadap dunia. Ini berarti
bahwa penelitian kualitatif mempelajari hal-hal lingkungan alami, mencoba memahami, atau
menafsirkan fenomena yang dimiliki oleh peneliti.
Sedangkan menurut Creswell (2003) , penelitian kualitatif merupakan penelitian yang
dimulai dengan asumsi, sebuah pandangan dunia, kemungkinan penggunaan lensa teori,
dan studi tentang masalah penelitian yang menanyakan makna individu atau kelompok
yang dianggap sebagai masalah sosial atau manusia.
Dalam melakukan penelitian kualitatif, terdapat beberapa karakteristik yang
mendukung untuk dilakukannya sebuah penelitian kualitatif. Karakteristik dari penelitian
kualitatif, sebagai berikut (Creswell : 2003):
a. Natural Setting, dimana penelitian kualitatif cenderung mengumpulkan data
berdasarkan pengalaman partisipan dimana informasi tersebut merupakan topik atau
permasalahan yang sedang diteliti. Penelitian ini mengumpulkan informasi dengan
cara melakukan perbincangan secara langsung kepada masyarakat, mengamati
perilaku masyarakat tersebut, dan bertindak sebagai masyarakat tersebut merupakan
karakteristik utama dari penelitian kualitatif. Pada keadaan alami, peneliti harus
berinteraksi secara langsung untuk beberapa waktu.

Table 1 Characteristics of Qualitative Research


LeCompte & Marshall &
Schensul Rossman Hatch
Karakteristik (1999) (2006) (2002)
Natural setting (field focused), sebuah sumber
data untuk interaksi yang dekat. Yes Yes
Yes
Peneliti sebagai instrument penting
pengumpulan data. Yes
Beberapa sumber data dengan kata-kata
atau gambar. Yes Yes
Analisis data secara induktif,
rekursif, interaktif. Yes Yes
Yes
Fokus pada perspektif peserta,
makna mereka, pandangan subjektif mereka. Yes
Yes
Membingkai perilaku dan kepercayaan manusia
dalam konteks social-politik/ sejarah, buudaya.
konteks atau melalui lensa budaya. Yes
Muncul daripada desain yang
dirancang dengan baik. Yes Yes
Permintaan interpretif pada dasarnya
peneliti merefleksikan perannya, peran pembaca,
dan peserta dalam membentuk penelitian. Yes
Pandangan holistik fenomena social. Yes Yes

b. Researcher as key instrument, dimana penelitian kualitatif mengumpulkan data


melalui pemeriksaan dokumen, pengamatan perilaku, dan wawancara dengan
partisipan. Pihak partisipan mungkin menggunakan sebuah protokol atau aturan yang
mengatur terjadinya komunikasi pada saat penelitian dilaksanakan, tetapi peneliti
merupakan satu-satunya pihak yang mengumpulkan informasi. Para peneliti tidak
cenderung menggunakan atau mengandalkan kuesioner atau instrumen yang
dikembangkan peneliti lain
c. Inductive Data Analysis, penelitian kualitatif membentuk struktur, kategori, dan tema
dari bottom-up dengan mengatur data ke dalam unit informasi yang lebih abstrak.
Proses induktif tersebut melibatkan peneliti untuk kembali terlibat dan memahami
tema, dan database hingga peneliti menetapkan tema yang menyeluruh. Penelitian ini
juga melibatkan kolaborasi dengan peserta secara interaktif, sehingga para peserta
memiliki kesempatan untuk membentuk tema atau abstraksi yang muncul dari proses
yang ada.
d. Participants Meaning, pada proses penelitian kualitatif, peneliti fokus untuk
mempelajari makna yang dipegang peserta tentang masalah, bukan makna yang diteliti
oleh peneliti atau penulis literatur.
e. Emergent Design, proses penelitian untuk penelitian kualitatif yang dilakukan dengan
tiba-tiba, dimana rencana awal untuk penelitian tidak dapat ditentukan dengan tepat,
dan bahwa semua tahapan proses dapat berubah setelah memasuki area penelitian dan
pengumpulan data, contohnya pertanyaan-pertanyaan mungkin berubah, format form
pengumpulan data mungkin berubah, serta lokasi penelitian mungkin akan
dimodifikasi. Ide kunci dari penelitian kualitatif yaitu mempelajari permasalahan atau
issue dari peserta sehingga informasi akan didapatkan.
f. Theoretical Lens, penelitian kualitatif seringkali menggunakan lensa untuk melihat
studinya, seperti konsep budaya, jenis kelamin, suku, atau perbedaan kelas sosial di
masyarakat. Terkadang, pembelajaran akan diatur dengan mengidentifikasi konteks
sosial, politik, sejarah dari permasalahan.
g. Interpretive Inquiry, penelitian kualitatif merupakan media pertanyaan dimana peneliti
mempuat interpretasi dari sesuatu yang dipandang oleh peneliti, didengar, dan
dimengerti. Interpretasi dari peneliti tidak dapat dipisahkan dari latar belakang,
sejarah, konteks, dan pemahaman sebelumnya dari peneliti itu sendiri. Setelah laporan
penelitian diterbitkan, pembaca membuat sebuah interpretasi seperti halnya peserta
penelitian untuk menawarkan interpretasi lain terhadap penelitian tersebut. Bersamaan
antara pembaca, peserta, dan peneliti seluruhnya membuat sebuah interpretasi,
sehingga beberapa pandangan masalah diketahui.
h. Holistic Account, dimana penelitian kualitatif mencoba mengembangkan sebuah
gambaran kompleks dari permasalahan pada penelitian. Hal ini melibatkan perspektif
pelaporan yang multiple, mengidentifikasi banyak faktor yang terlibat pada situasi,
dan menggambarkan munculnya pandangan yang lebih luas. Peneliti tidak terikat oleh
hubungan sebab-akibat yang erat antar faktor, melainkan dengan mengidentifikasi
faktor-faktor yang kompleks dalam situasi apapun.

2. Penggunaan Penelitian Kualitatif


Sebelum dilakukan sebuah penelitian, perlu diketahui terlebih dahulu kapan
tepatnya digunakan penelitian kualitatif. Terdapat beberapa uraian kapan digunakannya
sebuah penelitian kualitatif (Creswell : 2003), sebagai berikut :

a. Pertama, penelitian kualitatif dilakukan karena adanya masalah yang perlu diteliti.
Eksplorasi ini diperlukan untuk mempelajari sebuah sekelompok atau populasi dengan
mengidentifikasi variabel yang tidak dapat diukur dengan mudah. Melakukan
eksplorasi terhadap suatu permasalahan yang ada merupakan sebab yang baik dalam
melakukan penelitiap daripada menggunakan informasi yang telah ditentukan
sebelumnya dari literatur atau bergantung pada hasil penelitian lain.
b. Kedua, pada saat melakukan penelitian kualitatif karena peneliti memerlukan
pemahaman yang rumit dan terperinci mengenai masalah tersebut maka peneliti
terlibat langsung dengan responden misalnya melakukan wawancara, pergi ke rumah
atau ke tempat kerja atau perusahaan responden, dan membiarkan responden
menceritakan segala hal dimana akan sebagai informasi yang diharapkan oleh peneliti
dan informasi yang sudah diketahui sebelumnya dari literatur.
c. Ketiga, peneliti menginginkan melakukan penelitian kualitatif. Untuk melakukan
penelitian kualitatif, seorang peniti harus dapat berkomitmen untuk lebih banyak
menghabiskan waktu di lapangan untuk pengumpulan data, terlibat dalam
kompleksitas data, menulis laporan dalam bentuk narasi yang cukup panjang, dan
terlibat dalam bentuk penelitian sains sosial yang tidak memiliki panduan tegas
mengenai prosedur.
Sedangkan pendapat menurut Sugiyono (2013), metode penelitian kualitatif
dilakukan ketika :
1. Pada saat masalah belum jelas, atau masih abu-abu. Kondisi seperti ini sangat cocok
diteliti dengan menggunakan metode kualitatif, karena penliti akan langsung terjun
pada objek, sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian
kualitatif peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu objek.
2. Pada saat peneliti ingin memahami makna di balik data yang tampak. Gejala sosial
sering tidak dapat dipahami berdasarkan apa yang tampak atau diucapkan. Setiap
ucapan dan tindakan seseorang sering mempunyai makna tertentu. Sebagai contoh
menurut penelitian kuantitatif kadar cinta suami dan istri dapat diukur dari seberapa
kali suami mencium istri dalam sehari, sedangkan menurut penelitian kualitatif,
semakin sering suami mencium istri dalam satu hari, malah menimbulkan tanda tanya,
jangan-jangan hanya pura-pura atau ada kelainan. Sehingga data untuk mencari makna
dibalik sesuatu itu lebih sesuai diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik
observasi terlibat, dokumentasi, dan wawancara mandalam.
3. Pada saat ingin melakukan interaksi sosial. Interaksi social yang rumit dan kompleks
hanya dapat diurai dengan metode kualitatif.
4. Pada saat ingin memahami perasaan seseorang. Sebuah perasaan memang sulit ditebak
dan dimengerti, sehingga dengan metode kualitatif hal itu akan mudah diketahui.
5. Pada saat ingin menggambarkan teori. Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk
mengembangkan suatu teori yang dibangun data yang diperoleh melalui penelitian
lapangan. Penelitian kualitatif dimulai dengan melakukan penjelajahan, pengumpulan
data, kemudian mendapatkan hipotesis untuk menhubungkan antar gejala.
6. Pada saat ingin membuktikan kebenaran data. Data sosial merupakan data yang sulit
dipastikan kebenarannya. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data
trigulasi/gabungan maka kepastian data akan lebih terjamin. Selain itu dengan metode
kualitaif, data yang diperoleh akan diuji kredibilitasnya, selanjutnya kepastian data
akan diperoleh.
7. Pada saat ingin meneliti sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan akan mudah
diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan menggunakan
data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipadang
mengetahui.

3. Proses dalam Merancang Penelitian Kualitatif


Pada penelitian kualitatif tidak ada struktur bagaimana merancang penelitian
kualitatif yang dibakukan. Peneliti memulai dengan dengan permasalahan yang muncul,
memeriksa literatur yang berkaitan pada permasalahan, pertanyaan, mengumpulkan data,
kemudian menganalisis data tersebut, dan menulis laporan. Proses merancang penelitan
kualitatif tidak dimulai dengan pemilihan metode, namun dengan asumsi dari penelitian
kualitatif, dan dalam banyak kasus kerangka kerja teori akan membentuk dari penelitian
yang dilakukan. Peneliti mereview literatur dari topik, dan mengetahui permasalahan yang
ada yang dibutuhkan untuk dipelajari. Permasalahan yang diangkat bisa jadi satu-satunya
di dunia, atau mungkin kekurangan/tidak ada di dalam literatur atau menjadi penelitian
masa lalu pada topik yang diambil.
Sebuah pertanyaan penelitian atau rumusah masalah dapat berubah ketika dalam
proses penelitian dimana saat proses penelitian, seorang peneliti mendapatkan peningkatan
pemahaman dari masalah. Selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut digambarkan untuk
mengumpulkan pandangan-pandangan lain dalam penelitian. Metode yang digunakan
untuk mendapatkan informasi yaitu melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan
materi audiovisual.
Hal utama dalam penelitian kualitatif yaitu pengumpulan data yang luas, dan
berasal dari berbagai sumber informasi. Setelah mempersiapkan, mengatur, dan
mengumpulkan data, dilakukan analisa dengan merahasiakan nama dari responden, dan
mencoba untuk terlibat di dalam pembahasan yang membingungkan untuk mencoba
memahami dari data tersebut. Seluruh proses pengumpulan data yang terdiri dari
wawancara, dokumentasi merupakan proses yang tidak terprosedur.
Penelitian kualitatif berkaitan dengan banyak form analisa, seperti membuat
kiasan, mengembangkan matriks dan tabel, dan menggunakan visualisasi dimana berguna
untuk menyampaikan sekaligus mendeskripsikan data, serta menyusun ulang data-data
tersebut menjadi suatu bentuk/kesimpulan yang baru. Peneliti menyajikan sebagian data
berdasarkan perspektif peserta, dan sebagian lagi berdasarkan interpertasi dari peneliti itu
sendiri.
Sepanjang proses pengumpulan data dan analisis data yang cukup lama, peneliti
membuat narasi menggunakan beberapa form. Penelitian kualitatif menyajikan pendekatan
tradisional menjadi penelitian yang ilmiah (permasalahan, pertanyaan, metode, dan
temuan). Pada penelitian kualitatif harus mempertimbangkan informasi dari nara sumber
sehingga hasil penelitian jauh dari resiko yang mungkin akan ditimbulkan oleh peneliti,
dimana peneliti juga harus berhati-hati dalam menyajikan penelitian yang ada. Menurut
Hatch (2002), dalam melakukan penelitian kualitatif merupakan tindakan yang baik jika
meringkas etika isu yang peneliti lakukan untuk mengantisipasi permasalahan penelitian
mereka. Sedangkan menurut Weis dan Fine (2000), sebagai peneliti harus
mempertimbangkan peran kita sebagai insiders/outsiders kepada responden/peserta, isu-isu
yang mungkin kita takut untuk mengungkapkan, bagaimana kita menciptakan hubungan
yang mendukung dan saling menghormati tanpa stereotip dan menggunakan sesuatu yang
tidak didukung oleh peserta, dimana pendapat peserta akan diwakili di dalam penelitian
akhir, dan bagaimana kita akan menulis diri kita ke dalma penelitian tersebut, dan
merefleksikan siapa kita sebaik mencerminkan peserta/responden yang diteliti. Dalam
pelaksanaan penelitian kualitatif juga dibutuhkan kepekaan terhadap sebuah populasi yang
rentan, hubungan kekuasaan yang rentan, dan dalam menempatkan peserta yang berisiko
(Hatch, 2002).
Karakteristik dari penelitian kualitatif yang baik, dibahas dalam beberapa poin
utama sebagai berikut (Creswell : 2003) :
1 Peneliti menggunakan prosedur pengumpulan data yang tepat. Para peneliti
mengumpulkan beberapa bentuk data, cukup dengan meringkas atau dengan bentuk
tabel, peneliti menghabiskan waktu yang cukup di lapangan. Pada studi kualitatif akan
memasukkan informasi tentang jumlah waktu tertentu yang dibutuhkan saat penelitian
di lapangan. Penelitian kualitatif lebih baik jika menggunakan bentuk yang tidak biasa
dalam pengumpulan datanya, seperti menggunakan foto untuk memperoleh respon,
rekaman, visual material, atau pesan singkat digital.
2 Peneliti menyusun penelitian dengan menggunakan asumsi dan karakteristik dari
pendekatan penelitian kualitatif. Hal ini termasuk karakteristik fundamental. Ini
termasuk karakteristik mendasar seperti desain yang berkembang, penyajian beberapa
kenyataan, peneliti sebagai instrumen pengumpulan data, dan fokus pada pandangan
peserta (Tabel 1).
3 Pada penelitian kualitatif, jika peneliti menggunakan pendekatan yang diakui untuk
penelitian maka akan meningkatkan ketepatan dan kelengkapan desain penelitian.
Sehingga, peneliti melakukan identifikasi, dan menentukan pendekatan yang dipilih,
kemudian mengutip penelitian-penelitian yang menggunakan pendekatan tersebut,
serta mengikuti prosedur garis besar dalam pendekatan tersebut. Tentu saja,
pendekatan yang dipilih tidak perlu murni, dan peneliti mungkin akan
mengkombinasikan prosedur dari beberapa pendekatan. Namun untuk para pemula
bagi penelitian kualitatif, lebih baik menggunakan satu pendekatan yang dirasa cocok,
kemudian mempelajarinya. Terutama dalam penelitian yang panjang dan kompleks,
menggunakan beberapa fitur dari beberapa pendekatan akan sangat membantu.
4 Penelitian dimulai dengan fokus terhadap satu konsep atau gagasan tunggal.
Walaupun pada penelitian kualitatif menunjukkan perbandingan kelompok atau faktor
atau tema, lebih baik jika dimulai dengan berfokus pada pemahaman satu konsep atau
gagasan tunggal, seperti apa artinya menjadi seorang yang profesional? Apakah
seorang guru? Seorang pelukis? Seorang ibu? Atau seorang pengangguran?. Saat
penelitian berlangsung, dapat dimulai dengan menggabungkan perbandingan (seperti
kasus dari guru yang profesional berbeda dibandingkan pegawai admin yang
profesional?) atau mengkorelasikan beberapa faktor yang terkait seperti apa yang
menjelaskan mengapa sebuah lukisan dapat membangkitkan perasaan?. Kebanyakan
peneliti kualitatif melanjutkan perbandingan atau analisis hubungan tanpa pertama kali
memahami konsep atau ide utama.
5 Penelitian ini mencakup metode terperinci, dengan pendekatan pengumpulan data,
analisis data, dan penulisan laporan yang teliti. Ketelitian dilihat saat pengumpulan
data di lapangan terjadi, dimana ketika peneliti melakukan beberapa analisis data, dari
sebuah tema yang sempit dan saling terkait lebih luas hingga menuju dimensi yang
lebih abstrak. Ketelitian juga berarti bahwa peneliti memvalidasi keakuratan akun
menggunakan satu atau lebih prosedur validasi, seperti pengecekan anggota, sumber
data, atau menggunakan auditor eksternal.
6 Peneliti menganalisis data dengan mengunakan beberapa tingkat abstraksi.
Seringkali, peneliti mempresentasikan penelitiannya secara bertahap atau menyusun
analisa dari pembahasan yang khusus menuju pembahasan yang umum (menggunakan
beberapa tema yang digunakan bisa juga dikombinasikan menjadi tema atau perspektif
yang luas). Penelitian kualitatif seingkali menyajikan tema yang mengeksplorasi sisi
bayangan atau dari sudut yang tidak biasa yang tidak dipikirkan oleh pembaca.
7 Peneliti menulis secara persuasif sehingga pembaca dapat merasakan pengalaman
di lapangan. Penelitian kualitatif yang menggunakan sistem penulisan jelas, menarik,
dan penuh dengan gagasan yang tidak terduga dapat memberikan cerita/temuan yang
dapat dipercaya dan realistis, secara akurat mencerminkan kompleksitas yang ada di
dalam kehidupan nyata. Penelitian kualitatif yang baik adalah penelitian yang
melibatkan pembaca.
8 Penelitian kualitatif mencerminkan sejarah, budaya, dan pengalaman pribadi dari
peneliti. Penelitian kualitatif berfokus pada bagaimana budaya, gender, sejarah, dan
pengalaman individu membentuk semua aspek dalam proyek kualitatif, berawal dari
pilihan peneliti untuk mengajukan pertanyaan, bagaimana peneliti mengumpulkan
data, dan bagaiaman peneliti membuat interpretasi dari situasi yang ada. Dalam
beberapa hal, peran seorang peneliti di dalam penelitian kualitatif yaitu dimana
peneliti menjalin hubungan mereka sendiri ke dalam penelitian, merenungkan
pertanyaan yang peneliti miliki tentang penelitian tersebut, sehingga peneliti
memposisikan diri mereka dalam penelitian kualitatif tersebut.
9 Penelitian kualitatif yang baik memiliki sifat etis. Penelitian ini melibatkan peneliti
yang lebih dari sekedar mencari dan tentunya peneliti mendapatkan ijin dari komite
review atau dewan, sehingga peneliti mengetahui dan menangani penelitian dengan
seluruh etika yang ada dengan mencakup semua tahap penelitian.
Sebuah proposal penelitian kualitatif memiliki variasi format, namun secara
umum mencakup 3 (tiga) bagian berikut (Marshall : 1999) :
1. Pendahuluan, yaitu mencakup ikhtisar proposal, sebuah pembahasan mengenai
topik atau fokus terhadap pertanyaan dan pertanyaan umum penelitian, tujuan
penelitian, poin penting, dan pembatasan masalah.
2. Sebuah Diskusi tentang Literatur Terkait, dimana menempatkan penelitian pada
tulisan/topik yang sedang diperbincangkan, dan mengembangkan tradisi intelektual
tertentu yang menjadi sebuah fokus.
3. Design dan Metode Penelitian, yang mencakup keseluruhan desain, situs, atau
populasi yang diminati, metode spesifik untuk mengumpulkan data, diskusi
pendahuluan mengenai strategi untuk menganalisis data, bagaimana kepercayaan
penelitian dapat dipastikan, biografi pribadi peneliti, dan isu etika dan politik yang
akan timbul dalam pelaksanaan penelitian.
Tujuan dari pembuatan proposal penelitian yaitu untuk menjelaskan fokus subtantif
penelitian topik dan tujuannya, mengajukan pertanyaan penelitian awal, meramalkan
literatur yang akan dibahas dalam tinjauan literatur terkait, dan membahas ketebatasan
penelitian.

4. Desain Penelitian Kualitatif


Langkah-langkah dalam merancang sebuah penelitian kualitatif menurut Richard
(2005) dijabarkan sebagai berikut :

Langkah 1 : Menetapkan tujuan. Pada langkah ini peneliti mennetapkan dan


mendeskripsikan tujuan penelitian. Apa yang Anda pertanyakan? Kenapa kamu Anda
mempertanyakannya? Bagaimana dan mengapa penelitian tesebut tidak memuaskan
keinginan tahuan Anda? Apa yang ingin Anda lakukan? Apa yang anda yakini?

Langkah 2 : Menentukan Metodologi. Pada langkah ini peneliti menentukan metode


penelitian yang dipilih sesuai tujuan penelitian yang telah ditentukan. Metode kualitatif apa
yang sesuai dengan pertanyaan dan topik Anda? (jangan pernah memulai dengan memilih
metode dimana selanjutnya baru akan mencari topik). Apakah metode tersebut
mengarahkan Anda ke arah desain penelitian? Metode khusus biasanya memerlukan
sejumlah data tertentu, jenis data apa yang akan Anda butuhkan untuk melaksanakan
penelitian Anda dengan metode tersebut?

Langkah 3 : Pelingkupan. Pada langkah ini peneliti menentukan ruang lingkup dari
penelitian. Apakah anda cukup tahu tentang objek penelitian dimana untuk menentukan
objek sampel? Jika tidak, maka diharapkan melakukan persiapan lapangan terlebih dahulu..
Apakah anda cukup tahu tentang masalah yang dipilih? Jika tidak, bersiaplah untuk
mempersiapkan identifikasi masalah-masalah yang ada. Apakah Anda membandingkan
sesuatu? Jika demikian, buatlah rancangan perbandingan. Apakah Anda terlibat? Jika ya,
bagaimana, dan apakah Anda berencana untuk ini?

Langkah 4 : Merencanakan sifat data Anda. Pada langkah ini peneliti medeskripsikan dan
merencanakan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian. Data macam apa yang relevan?
Data apa saja yang tersedia? Bagaimana, dan dalam urutan apa data akan digabungkan?
Apakah Anda mampu menangani data semacam itu? Desain harus mencakup metode
penanganan data dan cara Anda menggunakan software (Perhatikan bahwa salah satu tolok
ukur penelitian adalah menyebutkan program software yang akan digunakan untuk
menganalisis data).

Langkah 5: Berpikir ke depan. Pada langkap ini peneliti mendeskripsikan kualitas dari
penelitian yang akan dilakukan. Seberapa memuaskan penelitian ini? Seberapa kuat?
Mengapa penelitian tersebut harus di percaya? Bagaimana Anda akan tahu jika Anda
salah? Sampaikan proposal anda kepada audience yang skeptis (bijak dan memiliki rasa
ingin tahu tinggi), dan jadilah peneliti yang skeptis juga. Tujuannya adalah untuk memulai
dengan mengetahui jika penelitian Anda akan diyakini di akhir penelitian.

5. Struktur Proposal Penelitian Kualitatif


Pada penelitian kualitatif terdapat perbedaan penulisan yang digunakan, sehingga
tidak ada format yang ditentukan. Menurut Creswell (2003), terdapat 4 (empat) contoh
format untuk proposal penelitian kualitatif, berikut beberapa contoh tersebut :
5.1 Format Kualitatif Interpretif / Constructivist
Format kualitatif interpretif dilihat sebagai pendekatan tradisional dalam
perencanaan penelitian kualitatif, dan memasukkan pendahuluan dan prosedur yang
standar, serta peran peneliti. Contoh format sebagai berikut :
Pendahuluan
Pembahasan poin permasalahan (termasuk literatur menganai permasalahan)
Tujuan Penelitian
Pertanyaan Penelitian (Rumusan Masalah)
Pembatasan Masalah
Prosedur
Karakteristik Penelitian Kualitatif (pilihan/optional)
Strategi Penelitian Kualitatif
Role of the researcher
Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur Analisis Data
Strategi Pengujian Validitas
Narrative structure
Anticipated ethical issues
Significace of the study
Preliminary pilot findings
Expected outcomes
Lampiran : pertanyaan wawancara, form observasi, timeline penelitian, dan
anggaran penelitian.

5.2 Format Kualitatif Advocacy / Participatory


Pada format kualitatif advocacy yaitu penelitian kualitatif yang mengemukakan
isu advokasi/pembelaan di awal, dan mengajukan sebuah perubahan yang dianjurkan untuk
kelompok/peserta yang sedang diteliti. Berikut format dari kualitatif advocacy :

Pendahuluan
Pembahasan poin permasalahan (termasuk literatur mengenai permasalahan)
Isu advocacy/participatory
Tujuan Penelitian
Pertanyaan Penelitian (Rumusan Masalah)
Pembatasan Masalah
Prosedur
Karakteristik Penelitian Kualitatif (pilihan/optional)
Strategi Penelitian Kualitatif
Role of the researcher
Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur Pencatatan Data
Prosedur Analisis Data
Strategi Pengujian Validitas
Narrative Structure Penelitian
Anticipated ethical issues
Significace of the study
Preliminary pilot findings
Harapan Perubahan Pembelaan/Participatory
Lampiran : pertanyaan wawancara, form observasi, timeline penelitian, dan anggaran
penelitian.

5.3 Format Theoretical Lens


Format ini memiliki bagian lensa teoritis (feminis, ras, dan etnis) yang
menginformasikan penelitian tinjauan literatur, pengujian validitas data, bagian yang
mendeskripsikan biografi pribadi peneliti, serta pertimbangan etis dan politis dari peneliti.
Berikut format theoretical lens :

Pendahuluan
Overview
Tipe dan Tujuan
Potential significance
Kerangka Kerja dan Pertanyaan Penelitian Umum
Pembatasan Masalah
Review Literatur Terkait
Theoretical traditions
Esai oleh Ahli Informasi
Penelitian Terkait
Metodogi dan Rancangan
Overall approach and rationale
Pemilihan Populasi
Metode Pengumpulan Data
Prosedur Analisis Data
Trustworthiness
Personal biography
Pertimbangan Etika dan Politik
Lampiran : pertanyaan wawancara, form observasi, timeline penelitian, dan anggaran
penelitian.

5.4 Proposal Kualitatif dari Maxwells Nine Arguments


Menurut Maxwell (2005), pembuatan proposal kualitatif dengan nine arguments
perlu dimasukan ketika peneliti merancang proposal kualitatifnya. Berikut ringkasan dan
adaptasi dari argumen menurut Maxwell (2005) berdasarkan proposal disertasi kualitatif
yang dilutis oleh Martha G. Regan Smith di Harvard Graduate School of Education :
Kami lebih memahami... (topik)
Kami mengetahui sedikit mengenai... (topik)
Saya mengusulkan untuk penelitian...
Pengaturan dan peserta yang sesuai untuk penelitian ini.
Metode yang direncanakan digunakan untuk menyediakan data yang dibutuhkan peneliti
untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Analisis akan menjawab dengan menyeluruh dari pertanyaan penelitian.
Temuan penelitian akan divalidasi menggunakan...
Penelitian ini tidak menimbulkan masalah etika yang serius.
Hasil awal mendukung kepraktisan dan nilai penelitian.
Pada setiap format proposal penelitian dilengkapi dengan temuan data,
interpretasi, dan hasil diskusi dari seluruh hasil yang didapatkan, pembatasan penelitian,
dan kebutuhan penelitian selanjutnya.

III. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan mengenai Designing Non-Positivist Research,
berikut kesimpulan yang dapat diambil :
1. Penelitian non-positif atau kualitatif dimulai dengan sebuah asumsi, pandangan
terhadap dunia, pandangan teori, dan penelitian kualitatif memunculkan peran individu
atau kelompok dalam sebuah kehidupan sosial.
2. Peneliti pada penelitian non-positif atau kualitatif mengumpulkan data pada natural
settings dimana penelitian kualitatif cenderung mengumpulkan data berdasarkan
pengalaman partisipan dimana hal tersebut merupakan topik atau permasalahan yang
sedang diteliti.
3. Penelitian kualitatif mengumpulkan informasi dengan cara melakukan perbincangan
secara langsung kepada masyarakat, mengamati perilaku masyarakat tersebut, dan
bertindak sebagai masyarakat tersebut merupakan karakteristik utama dari penelitian
kualitatif.
4. Penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai instrument penting dalam
pengumpulan data, melakukan analisis data secara induktif, rekursif, dan interaktif.
5. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang fokus terhadap perspektif peserta atau
responden, dan peneliti itu sendiri dimana penelitian ini lebih mengarah pada
subjektivitas.
6. Proposal penelitian kualitatif penting untuk dirancang di awal sebelum dilakukannya
penelitian, karena sebuah proposal penelitian kualitatif merupakan keputusan yang
dibuat peneliti terkait kerangka kerja, desain, dan metodologi teoritis yang ditentukan
akan menghasilkan data yang sesuai untuk menanggapi pertanyaan penelitian.
7. Penelitian kualitatif digunakan ketika terdapat permasalahan yang perlu diteliti dalam
mengeksplor atau mempelajari sebuah populasi yang memiliki variabel yang tidak
dapat diukur dengan mudah, ketika diperlukan pemahaman yang rumit dan terperinci
mengenai masalah dimana interaksi secara langsung dengan responden merupakan
salah satu cara yang dapat dilakukan, dan adanya komitmen dari peneliti untuk
melaksanakan penelitian kualitatif dikarenakan proses dari penelitian kualitatif yang
tidak terstruktur.
8. Tujuan pembuatan proposal penelitian yaitu untuk menjelaskan fokus subtantif
penelitian topik dan tujuannya, mengajukan pertanyaan penelitian awal,
meramalkan literatur yang akan dibahas dalam tinjauan literatur terkait, dan
membahas keterbatasan penelitian.
9. Proposal penelitian kualitatif secara umum terdiri atas :
a. Pendahuluan, yaitu mencakup ikhtisar proposal, sebuah pembahasan mengenai
topik atau fokus terhadap pertanyaan dan pertanyaan umum penelitian, tujuan
penelitian, poin penting, dan pembatasan masalah.
b. Sebuah Diskusi tentang Literatur Terkait, dimana menempatkan penelitian pada
tulisan/topik yang sedang diperbincangkan, dan mengembangkan tradisi
intelektual tertentu yang menjadi sebuah fokus.
c. Design dan Metode Penelitian, yang mencakup keseluruhan desain, situs, atau
populasi yang diminati, metode spesifik untuk mengumpulkan data, diskusi
pendahuluan mengenai strategi untuk menganalisis data, bagaimana kepercayaan
penelitian dapat dipastikan, biografi pribadi peneliti, dan isu etika dan politik yang
akan timbul dalam pelaksanaan penelitian.
10. Langkah langkah merancang penelitian kualitatif yaitu :
a. Menetapkan tujuan, dimana mendeskripsikan pin-poin yang dipertanyaakn
dalam topik penelitian, merumuskan dan meyakini apa yang ingin dilakukan
peneliti.
b. Menentukan Metodologi, yaitu menentukan metode yang sesuai dengan
topik dan tujuan penelitian.
c. Pelingkupan, yaitu menentukan ruang lingkup penelitian dengan
mendeskripsikan objek penelitian, mengidentifikasi permasalahan yang
akan muncul dalam proses penelitian, mencari literatur tentang penelitian
sebelumnya dengan topik yang sama, dan merencanakan proses penelitian.
d. Merencanakan sifat data, dimana mendeskripsikan data yang relevan
dengan topik dan rumusan masalah yang diambil, dan software yang akan
digunakan dalam proses penelitian.
e. Berpikir ke depan, dimana peneliti harus dapat memprediksikan kualitas
dari topik yang diteliti sehingga ketika penelitian sudah dilaksanakan maka
penelitian tersebut bermanfaat dan diyakini oleh pembaca.
11. Terdapat beberapa format padapenelitian non-positif, yaitu format kualitatif
interpretif/contructivist, format kualitatif advocacy/partiipatory, format theoretical
lens, dan proposal kualitatif dari Maxwells Nine Arguments.
DAFTAR PUSTAKA

Creswell, J. W. 2007. Qualitative Inquiry and Research Design : Choosing Among Five

Approaches. E-book : Sage Publications.

Herdiansyah, Haris. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta. Salemba Humanika.

Marshall. 1999. Designing Qualitative Researsh : 3rd Edition. E-book Sage Publications.

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Penerbit PT Remaja

Rosdakarya Offset.

Richards, L. 2005. Thinking Research : Qualitative Research Design. E-book, pages 73-

103.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan

R&D). Bandung : Alfabeta.

Wikipedia Ensiklopedia Bebas, Penelitian Kualitatif, dalam

http://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_kualitatif. di akses 11 Sepetember 2017.