Anda di halaman 1dari 3

TINEA PEDIS

No. Dokumen : 445/030 /SOP/C/PKM-AS/III/2017

No.Revisi :0
SOP
Tanggal terbit : 3 Juli 2017

Halaman : 1/3

UPTD PUSKESMAS YUNIZAH, SKM


AIR SAGA NIP. 197306211998032003

1. Pengertian Tinea pedis adalah infeksi yang dikenal secara awam sebagai kutu air atau kaki
atlet yang merupakan infeksi jamur pada kulit, biasanya diantara jari kaki yang
disebabkan oleh jamur parasit
2. Tujuan Sebagai acuan / panduan petugas agar dapat melakukan penanganan tinea pedis
dengan baik dan benar.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Air Saga Nomor 445/040/SK/PKM-AS/III/2017 tentang
Pelayanan Klinis di UPTD Puskesmas Air Saga
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014 Tentang
Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Primer.
5. Prosedur a. Alat dan Bahan
Kertas resep, Rekam medis, laboratorium sederhana
b. Langkah Langkah
1. Petugas memanggil pasies sesuai nomor urut
2. Petugas mengukur berat badan pasien dan tanda tanda vital pasien.
3. Petugas melakukan anamnesa pada pasien
4. Petugas menanyakan keluhan utama pasien.
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
sederhana (Objektif).
6. Petugas menegakan diagnose berdasarkan anamnesis dan hasil
pemeriksaan.
7. Petugas memberikan penatalaksanaan komprehensif
Penatalaksanaan :
a. Hygene diri harus terjaga dan pemakaian handuk/pakaian secara
bersamaan harus dihindari.
b. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topical, yaitu dengan

1/2
antifungi topical seperti, krim klotrimazol, mikonazol, atau terbinafin
yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1 2 minggu
kemudian untuk mencegah rekurensi.
c. Untuk penyakit tersebar luas atau resisten terhadap terapi topical,
dilakukan pengobatan secara sistemik dengan :
a. Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5 1 g untuk orang
dewasa dan 0,25-0,5 g untuk anak anak sehari atau 10-25
mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis.
b. Golongan azol, seperti :
Ketoconazole : 200mg/hari
Itrakonazole : 100 mg/hari, atau
Ternibafin : 250mg/hari
Pengobatan diberikan selama 10 -14 hari pada pagi hari setelah
makan.

Konseling dan Edukasi :


Edukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakti. Eduksi pasien
dan keluarga juga untuk menjaga hygene tubuh. Namun, penyakit ini
bukan termasuk ke dalam penyakit yang berbahaya.

Rencana Tindak Lanjut :


Pasien dirujuk apabila :
a. Penyakit tidak sembuh dalam kurun waktu 10-14 hari setelah
terapi
b. Terdapat imunodefisiensi
c. Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka.
6. Bagan Alir -

7. Hal-hal yang -
perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait Pendaftaran, ruang periksa umum, ruang periksa umum, laboratorium, dan
ruang farmasi
9. Dokumen -
terkait
10. Rekaman

2/2
historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan

3/2