Anda di halaman 1dari 17

HALAMAN JUDUL

MAKALAH

KELEBIHAN, KEKURANGAN TEORI KEPENDUDUKAN


MALTHUSIAN DAN MARXIST SERTA KAITANNYA DENGAN NEGARA
INDONESIA

ASHARY ALAM
171050301002

PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

1
2

2017

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT yang mana

telah memberi kita taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis

dapat menyusun makalah yang berjudul Kelebihan,

Kekurangan Teori Kependudukan Malthusian Dan Marxist

Serta Kaitannya Dengan Negara Indonesia. Sholawat serta

salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW,

beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing

kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan

menambah wawasan bagi kami khususnya, dan segenap

pembaca umumnya. Penulis menyadari bahwa paper ini masih

jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai

pihak sangat penulis harapkan untuk menuju kesempurnaan

makalah ini.

Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada semua pihak yang telah bersusah payah

membantu hingga terselesaikannya penulisan makalah ini.

Semoga semua bantuan dicatat sebagai amal sholeh di hadapan

Allah SWT. Amin.

3
4

Penulis

4
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii

DAFTAR ISI...........................................................................................................iii

BAB I.......................................................................................................................1

PENDAHULUAN...................................................................................................1

A. Latar Belakang..............................................................................................1

B. Rumusan Masalah.........................................................................................2

C. Tujuan Penulisan...........................................................................................2

D. Manfaat Penulisan.........................................................................................2

BAB II......................................................................................................................3

PEMBAHASAN......................................................................................................3

A. HAKIKAT TEORI KEPENDUDUKAN MALTHUSIAN...........................3

B. HAKIKAT TEORI KEPENDUDUKAN MARXIST...................................4

5
6

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KEPENDUDUKAN


MALTHUSIAN............................................................................................5

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KEPENDUDUKAN


MARXIST....................................................................................................6

E. KAITAN ANTARA TEORI KEPENDUDUKAN MALTHUSIAN DAN


TEORI KEPENDUDUKAN MARXIST DENGAN KONDISI
KEKINIAN INDONESIA...........................................................................6

BAB III....................................................................................................................8

PENUTUP................................................................................................................8

A. KESIMPULAN.............................................................................................8

B. SARAN.........................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA

6
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari


dinamika kependudukan manusia. Demografi meliputi ukuran, struktur,
dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap
waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan. Dewasa ini,
berbicara tentang laju pertumbuhan penduduk dunia sangat meningkat
dengan cepat. Pada tahun 1650 jumlah penduduk negara-negara eropa,
amerika serikat, amerika tengah dan amerika selatan sebesar 113 juta jiwa,
pada tahun 1750 menjadi 152,4 juta, dan kemudian pada tahun 1850
menjadi 325 juta jiwa. Jadi, dalam dua abad jumlahnya menjadi 3 kali
lipat. Sedangkan untuk benua asia afrika dalam jangka waktu yang sama
jumlah penduduknya hanya berubah 2 kali banyaknya.

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di beberapa bagian dunia ini


menyebabkan jumlah penduduk meningkat dengan cepat. Di beberapa
bagian dunia ini telah terjadi kemiskinan dan kekurangan pangan.
Fenomena ini menggelisahkan beberapa ahli, dan masing-masing dari
mereka berusaha mencari faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan
tersebut. Kalau faktor-faktor penyebab tersebut telah diketemukan maka
masalah kemiskinan akan dapat diatasi.

Umumnya para ahli dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok


pertama terdiri dari penganut aliran Malthusian. Aliran malthusian
dipelopori oleh Thomas Robert Malthus, dan aliran Neo malthusan
dipelopori oleh Garreth Hardin dan Paul Ehrlich. Kelompok kedua terdiri
dari penganut aliran Marxist yang dipelopori oleh Karl Marx dan Friedrich

1
2

Engels. Kelompok ketiga terdiri dari pakar-pakar teori kependudukan


mutakhir yang merupakan reformulasi teori-teori kependudukan yang ada.

Untuk dapat memahami keadaan kependudukan di suatu daerah atau


negara maka perlu didalami kajian demografi. Oleh sebab itu penulis akan
memaparkan kelebihan dan kekurangan dari teori kependudukan yang ada,
serta kaitan antara teori tersebut dengan kondisi Negara Indonesia saat ini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merumuskan masalah
yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Bagaimana hakikat dari teori kependudukan Malthusian ?
2. Bagaimana hakikat dari teori kependudukan Marxist ?
3. Apa kelebihan dan kekurangan teori kependudukan Malthusian ?
4. Apa kelebihan dan kekurangan teori kependudukan Marxist ?
5. Bagaimana kaitan antara teori kependudukan Malthusian dan teori
kependudukan Marxist dengan kondisi kekinian Indonesia ?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui hakikat dari teori kependudukan Malthusian
2. Untuk mengetahui hakikat dari teori kependudukan Marxist
3. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori kependudukan
Malthusian
4. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan teori kependudukan
Marxist
5. Untuk mengetahui kaitan antara teori kependudukan Malthusian dan
teori kependudukan Marxist dengan kondisi kekinian Indonesia

D. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca, khususnya
bagi mahasiswa tentang teori kependudukan.
2. Sebagai referensi yang relevan terkait teori kependudukan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. HAKIKAT TEORI KEPENDUDUKAN MALTHUSIAN

Orang yang pertama-tama mengemukakan teori mengenai penduduk


adalah Thomas Robert Malthus yang hidup pada tahun 1776 1824.
Kemudian timbul bermacam-macam pandangan sebagai perbaikan teori
Malthus. Dalam edisi pertamanya Essay on Population tahun 1798
Malthus mengemukakan dua pokok pendapatnya yaitu :

1. Bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia

2. Nafsu manusia tak dapat ditahan.

Malthus juga mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk jauh lebih


cepat dari bahan makanan. Akibatnya pada suatu saat akan terjadi
perbedaan yang besar antara penduduk dan kebutuhan hidup.

Ia bahkan meramalkan secara spesifik bahwa hal ini pasti akan terjadi
pada pertengahan abad ke-19, sebuah ramalan yang gagal karena beberapa
alasan, termasuk penggunaan analisis statisnya, yang memperhitungkan
kecenderungan-kecenderungan mutakhir dan memproyeksikannya secara
tidak terbatas ke masa depan, yang hampir selalu gagal untuk sistem yang
kompleks (http://agusbudipendidikanips.blogspot.co.id/2013/11/v-
behavioururldefaultvmlo. html. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2017).

Dalil yang dikemukakan Malthus yaitu bahwa jumlah penduduk


cenderung untuk meningkat secara geometris (deret ukur), sedangkan
kebutuhan hidup riil dapat meningkat secara arismatik (deret hitung).

3
4

Menurut pendapat Malthus ada faktor-faktor pencegah yang dapat


mengurangi kegoncangan dan kepincangan terhadap perbandingan antara
penduduk dan manusia yaitu dengan jalan :

1. Preventive checks

Yaitu faktor-faktor yang dapat menghambat jumlah kelahiran


yang lazimnya dinamakan moral restraint. Termasuk didalamnya
antara lain :

a. Penundaan masa perkawinan

b. Mengendalikan hawa nafsu

c. Pantangan kawin

2. Positive checks

Yaitu faktor-faktor yang menyebabkan bertambahnya kematian,


termasuk di dalamnya antara lain :
5

a. Bencana Alam

b. Wabah penyakit

c. Kejahatan

d. Peperangan

B. HAKIKAT TEORI KEPENDUDUKAN MARXIST

Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus (bila tidak dibatasi


penduduk akan kekurangan makanan). Karl Marx dan Friedrich Engels
(1834) adalah generasi sesudah Maltus. Paham Marxist umumnya tidak
setuju dengan pandangan Maltus, karena menurutnya paham Maltus
bertentangan dengan nurani manusia
(http://amrinyahya.blogspot.co.id/2013/04/konsep-teori-kependudukan-
teori-malthus.html. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2017).

Dasar Pegangan Marxist adalah beranjak dari pengalaman bahwa


manusia sepanjang sejarah akan dapat menyesuaikan diri dengan
perkembangan zaman. Beda pandangan Marxist dan Maltus adalah pada
Natural Resource tidak bisa dikembangkan atau mengimbangi kecepatan
pertumbuhan penduduk. Menurut Marxist tekanan penduduk di suatu
negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan, tetapi
tekanan terhadap kesempatan kerja (misalnya di negara kapitalis). Marxist
juga berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi
produk yang dihasilkan, jadi dengan demikian tidak perlu diadakan
pembatasan penduduk.

Pendapat Aliran Marxist


6

1. Populasi manusia tidak menekan makanan, tapi mempengaruhi


kesempatan kerja.

2. Kemeralatan bukan terjadi karena cepatnya pertumbuhan penduduk,


tapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian hak para buruh

3. Semakin tinggi tingkat populasi manusia, semakin tinggi


produktifitasnya, jika teknologi tidak menggantikan tenaga manusia
sehingga tidak perlu menekan jumlah kelahirannya, ini berarti ia
menolak teori Malthus tentang moral restraint untuk menekan angka
kelahiran.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KEPENDUDUKAN


MALTHUSIAN

1. Kelebihan Teori Kependudukan Malthusian


Pendapat Maltus masih relevan untuk memahami perilaku populasi di
Negara China, India dan Ethiophia yang sangat vital dalam
keseimbangan jumlah penduduk dan ketersediaan pangan.
2. Kekurangan Teori Kependudukan Malthusian
- Pandangan Maltus terlalu sederhana.
- Maltus tidak memperhatikan keajaiban teknologi yang dicetuskan
oleh revolusi industri.
- Malthus juga tidak mempertimbangkan kontrol fertilitas setelah
perkawinan.
- Teori tidak melihat perilaku fertilitas penduduk yaitu fertilitas
penduduk akan menurun seiring dengan tingkat kesejahteraan
yang meningkat.

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI KEPENDUDUKAN


MARXIST

1. Kelebihan Teori Kependudukan Marxist


7

- Umat manusia tidak perlu lagi khawatir dengan pertumbuhan


penduduk yang meningkat tiap harinya , sebab kemeleratan
bukanlah akibat dari cepatnya pertumbuhan penduduk.
2. Kekurangan Teori Kependudukan Marxist
- Teori ini hanya berlaku pada negara-negara berpaham sosialis
Namun, untuk negara-negara yang menganut aliran selain itu,
masalah seperti itu masih bisa diatasi, diantaranya dengan
menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis masyarakat.
- Percaya bahwa tidak ada kaitan antara pertumbuhan penduduk dan
pembangunan ekonomi.

E. KAITAN ANTARA TEORI KEPENDUDUKAN MALTHUSIAN DAN


TEORI KEPENDUDUKAN MARXIST DENGAN KONDISI
KEKINIAN INDONESIA

Teori Malthus mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk mengikuti


deret ukur sedangkan pertumbuhan ketersediaan pangan mengikuti deret
hitung. Sedangkan menurut Marx mengatakan bahwa akan ada sains dan
teknologi mampu meningkatkan produksi bahan makanan.

Sehingga untuk kasus Indonesia pernah menganut teori Malthus dan


Marxist dimana dahulu Indonesia berhasil menciptakan swasembada beras
selama 2 tahun namun belum bisa untuk jangka panjang. Salah satu solusi
dalam peningkatan produksi pangan adalah peningkatan areal dan
produktifitas. Selama 5 tahun terakhir (2004-2008), areal panen padi hanya
meningkat 0,47 juta ha dengan komposisi 11,92 juta ha tahun 2004
menjadi 12,39 juta ha tahun 2008. Dari segi produktifitas mengalami
peningkatan 0,32 ton/ha dengan komposisi 4,54 ton/ha tahun 2004 dan
4,86 ton/ha tahun 2008.

Ternyata hal itu dirasakan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan


pangan masyarakat Indonesia seiring semakin meningkatnya pertumbuhan
penduduk setiap tahun. Sehingga perangkap Malthus tetap terus ada.
8

Selain itu Indonesia juga menerapkan teori Neo Malthusian yang


menganjurkan untuk mengurangi jumlah penduduk dengan menggunakan
Preventif Check yaitu menggunakan alat kontrasepsi seperti Pemerintah
menggalakkan kembali program Keluarga Berencana yang sempat terhenti
dan mulai dilaksanakan lagi pada tahun 2007
(http://birokrasi.kompasiana.com/2012/10/24/pertumbuhan-penduduk-dan-
ketahanan-pangan-503892.html. Diakses pada tanggal 7 Agustus 2017).
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penulisan makalah ini maka dapat ditarik kesimpulan :


1. Hakikat teori kependudukan Malthusian adalah pertumbuhan
mengikuti deret ukur, pertumbuhan bahan pangan mengikuti deret
hitung, ketimpangan pertumbuhan penduduk dan bahan pangan, perlu
pembatasan penduduk dengan cara preventive checks dan positive
checks.
2. Hakikat teori kependudukan Marxist adalah semua masalah yang
berhubungan dengan kurangnya pembangunan ekonomi, seperti
kemiskinan, kelaparan, dan masalah sosial lainnya, bukan karena
pertumbuhan penduduk, tetapi semata-mata sebagai hasil dari
ketidakbenaran dari institusi sosial maupun ekonomi di daerah yang
bersangkutan.
3. Kelebihan teori kependudukan malthusian adalah Pendapat Maltus
masih relevan untuk memahami perilaku populasi di Negara China,
India dan Ethiophia yang sangat vital dalam keseimbangan jumlah
penduduk dan ketersediaan pangan. Kekurangan teori kependudukan
malthusian adalah Maltus tidak memperhatikan keajaiban teknologi
yang dicetuskan oleh revolusi industri.
4. Kelebihan teori kependudukan marxist adalah Umat manusia tidak
perlu lagi khawatir dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat
tiap harinya , sebab kemeleratan bukanlah akibat dari cepatnya
pertumbuhan penduduk. Kekurangan teori kependudukan marxist
adalah percaya bahwa tidak ada kaitan antara pertumbuhan penduduk
dan pembangunan ekonomi.
5. Kaitan antara teori kependudukan malthusian dan teori kependudukan
marxist dengan kondisi kekinian indonesia adalah Indonesia pernah
menganut teori Malthus dan Marxist.

8
9

B. SARAN

1. Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya


penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang
makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang
tentunya dapat di pertanggung jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA

INTERNET

http://birokrasi.kompasiana.com/2012/10/24/pertumbuhan-penduduk-dan-
ketahanan-pangan-503892.html.

http://agusbudipendidikanips.blogspot.co.id/2013/11/v-behavioururldefaultvmlo. html.

http://amrinyahya.blogspot.co.id/2013/04/konsep-teori-kependudukan-teori-
malthus.html.