Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH MESIN LISTRIK MOTOR (DC), SHUNT, SERI, KOMPON

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Mesin Litrik II


Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017

Disusun Oleh :

Sandi Rizki Tamara ( 1641153001)

D4-2A SKL

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN
MEI 2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.


Motor arus searah (motor DC) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan
motorDC telah membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang
disebut AC Shunt Motor. Motor DC telah memunculkan kembali Silicon Controller
Rectifier yang digunakan untuk memfasilitasi kontrol kecepatan pada motor. Mesin listrik
dapat berfungsi sebagai motor listrik apabila didalam motor listrik tersebut terjadi proses
konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik merupakan perangkat
elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini
digunakan untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan
kompresor dan mengangkat bahan. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor
listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik terkadang disebut kuda kerja nya industri
sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri.

Sedangkan untuk motor DC itu sendiri memerlukan suplai tegangan yang searah
pada kumparan jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Pada
motor DC kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan
jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Motor DC sering dimanfaatkan sebagai
penggerak pintu geser otomatis dan dalam rangkaian robot sederhana.
Motor DC memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari dan
dalam dunia industri. Motor DC memudahkan pekerjaan sehingga proses industri dapat
berjalan efisien. Semakin banyak inustri yang berkembang, maka akan semakin banyak
mesin yang digunakan. Semakin banyak mesin yang digunakan, maka semakin banyak
penggunaan motor DC. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui dan mengerti
pengertian motor DC, prinsip kerja, jenis-jenis motor DC, aplikasi dan perhitungan motor
DC.
1.2 Rumusan Masalah.
1. Bagaimana prinsip kerja motor DC shunt ?
2. Bagaimana prinsip kerja motor DC kompon?
3. Bagaimana prinsip kerjamotor DC seri ?
4. Bagaimana prinsip kerja motor DC penguat terpisah ?
1.3 Tujuan.
1. Memahami tentang motor DC shunt, seri, kompon dan terpisah.
2. Mengetahui prinsip kerja dari motor DC.
3. Mengetahui kurva dari motor DC.
4. Mengetahui kontruksi dari motor DC.
1.4 Manfaat.
Manfaat yang dapat diambil dari makalah ini antara lain dapat berguna bagi
peminat ilmu kelistrikan, dapat meningkatkan ilmu pengetahuan tentang SDM dalam
pembangunan ketrampilan terutama dalam motor DC, dapat membantu dalam proses
belajar mengajar dan masih banyak manfaat lainnya yang dapat diambil dari makalah yang
sederhana ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Motor DC.
Sebuah motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Kebanyakan motor listrik beroperasi melalui interaksi medan magnet dan konduktor
pembawa arus untuk menghasilkan kekuatan, meskipun motor elektrostatik menggunakan
gaya elektrostatik. Proses sebaliknya, menghasilkan energi listrik dari energi mekanik,
yang dilakukan oleh generator seperti alternator, atau dinamo. Banyak jenis motor listrik
dapat dijalankan sebagai generator, dan sebaliknya. Misalnya generator / starter untuk
turbin gas, atau motor traksi yang digunakan untuk kendaraan, sering melakukan kedua
tugas. motor listrik dan generator yang sering disebut sebagai mesin-mesin listrik.
Motor listrik DC (arus searah) merupakan salah satu dari motor DC. Mesin arus
searah dapat berupa generator DC atau motor DC. Untuk membedakan sebagai generator
atau motor dari mesin difungsikan sebagai apa.Generator DC alat yang mengubah energi
mekanik menjadi energi listrik DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC
menjadi energi mekanik putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator
atau sebaliknya generator DC dapat difungsikan sebagai motor DC.
Pada motor DC kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan
kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika tejadi putaran pada kumparan
jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tagangan (GGL) yang berubah-ubah
arah pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.
Bagian-bagian yang penting dari motor DC dapat ditunjukkan pada Gambar 1.
Dimana stator mempunyai kutub yang menonjol dan ditelar oleh kumparan medan.
Pembagian dari fluks yang terdapat pada daerah celah udara yang dihasilkan oleh lilitan
medan secara simetris yang berada disekitar daerah tengah kutub kumparan
medan. Kumparan penguat dihubungkan secara seri, letak kumparan jangkar berada pada
slot besi yang berada disebelah luar permukaan jangkar. Pada jangkar terdapat komutator
yang berbentuk silinder dan isolasi sisi kumparan yang dihubungkan dengan komutator
pada beberapa bagian yang berbeda sesuai dengan jenis belitan.
2.2 Prinsip Kerja.
Jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor.
Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor.
Gambar 2.1 Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor .
Aturan Genggaman Tangan Kanan bisa dipakai untuk menentukan arah garis
fluks di sekitar konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanan dengan jempol
mengarah pada arah aliran arus, maka jari-jari anda akan menunjukkan arah garis fluks.
Gambar 3 menunjukkan medan magnet yang terbentuk di sekitar konduktor berubah arah
karena bentuk U.

Gambar 2.2 Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor.


Catatan : Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus
mengalir pada konduktor tersebut.
Pada motor listrik konduktor berbentuk U disebut angker dinamo.

Gambar 2.3 Medan magnet mengelilingi konduktor dan diantara kutub.


Jika konduktor berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub uatara
dan selatan yang kuat medan magnet konduktor akan berinteraksi dengan medan magnet
kutub. Lihat gambar dibawah ini.
Gambar 2.5 Reaksi garis fluks.
Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang dilengkungkan
(looped conductor). Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui ujung B.
Medan konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan
menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha bergerak
ke atas untuk keluar dari medan kuat ini. Medan konduktor B yang berlawanan arah jarum
jam akan menambah medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di atas
konduktor. Konduktor akan berusaha untuk bergerak turun agar keluar dari medan yang
kuat tersebut. Gaya-gaya tersebut akan membuat angker dinamo berputar searah jarum jam.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum :

1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.


2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran / loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada
arah yang berlawanan.
3. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar kumparan.
4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

Pada motor dc, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan
menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu.
Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya
berlangsung melalui medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain
berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi, sekaligus sebagai tempat
berlangsungnya proses perubahan energi, daerah tersebut dapat dilihat pada gambar di
bawah ini :
Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna, maka
tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang disebabkan reaksi lawan.
Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka
menimbulkan perputaran pada motor. Dalam memahami sebuah motor, penting untuk
mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban dalam hal ini mengacu kepada
keluaran tenaga putar / torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya
dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok :

Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya


bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torquenya tidak bervariasi. Contoh beban
dengan torque konstan adalah corveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.

Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan
kecepatn operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan
(torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan). Peralatan Energi Listrik : Motor Listrik.

Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang
berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya
konstan adalah peralatan-peralatan mesin.

2.3 Motor DC Shunt.

2.3.1 Prinsip Kerja.

Pada kedua kutub stator dibelitkan dengan konduktor-konduktor, sehingga


membentuk kumparan yang dinamakan kumparan stator atau kumparan medan. Jika
kumparan medan dihubungkan dengan suatu sumber tegangan, maka pada kumparan
medan itu akan mengalir arus medan (If). Kumparan medan yang dialiri arus ini akan
menimbulkan fluksi utama yang dinamakan fluksi stator. Fluksi ini merupakan
medan magnet yang arahnya dari kutub utara menuju kutub selatan. Apabila pada
kumparan jangkar mengalir arus yankni arus jangkar, maka hukum lorenzt berlaku
bahwa apabila sebuah konduktor yang dialiri arus ditempatkan pada sebuah medan
magnet maka ada konduktor tersebut akan timbul gaya.

Maka demikian pula hanya pada kumparan jangkar. Besarnya gaya ini
bergantung dari besarnya arus yang mengalir pada kumparan jangkar (Ia), kerapatan
fluksi (B) dari kedua kutub dan panjang konduktor jangkar (l). Semakin besar fluksi
yang terimbas pada kumparan jangkar maka arus yang mengalir pada kumparan
jangkar juga besar, dengan demikian gaya yang terjadi pada konduktor juga semakin
besar.

Pada dasarnya prinsip kerja motor DC shunt berbeda dalam perangkaian


dimana resistansi dipasang secara paralel dengan motor DC.

2.3.2 Kontuksi.

Gambar 2.6 Kontruksi Stator.

Gambar 2.7 Kontruksi Rotor.


2.3.3 Kurva Karakteristik.

Gambar 2.8 Karakteristik Torsi

2.3.4 Rangkaian Ekuivalen.

Gambar 2.9 Rangkaian Ekuivalen.

2.4 Motor DC Seri.

2.4.1 Prinsip Kerja.

Motor seri identik dalam kosntruksi untuk motor shunt kecuali untuk field.
Field dihubungkan secara seri dengan armature, oleh karena itu, membawa arus
armature seluruhnya. Field seri ini terdiri dari beberapa putaran kawat yang
mempunyai penampang cukup besar untuk membawa arus. Meskipun kosntruksi
serupa, properti dari motor seri benar-benar berbeda dari motor shunt/ Dalam notor
shunt, flux per pole adalah konstan pada semua muatan karena field shunt
dihubungkan ke rangkaian. Tetapi motor seri, flux per pole tergantung dari arus
armature dan beban. Saat arusnya besar, fluxnya besar dan sebaliknya. Meskipun
berbeda, prinsip dasarnya dan perhitungannya tetap sama. Pada motor yang
mempunyai hubungan seri jumlah arus yang melewati angker dinamo sama besar
dengan yang melewati kumparan. Lihat gambar 2.10. Jika beban naik motor berputar
makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka medan magnet yang terpotong
juga makin kecil, sehingga terjadi penurunan EMF. kembali dan peningkatan arus
catu daya pada kumparan dan angker dinamo selama ada beban. Arus lebih ini
mengakibatkan peningkatan torsi yang sangat besar.

Catatan : Contoh keadaan adalah pada motor starter yang mengalami


poling ( angker dinamo menyentuh kutub karena kurang lurus atau ring yang aus).
Arus yang tinggi akan mengalir melalui kumparan dan anker dinamo karena
kecepatan angker dinamo menurun dan menyebabkan turunnya EMF kembali.

Gambar 2.10 Motor Kumparan Seri.

EMF kembali mencapai maksimum jika kecepatan angker dinamo


maksimum. Arus yang disedot dari catu daya menurun saat motor makin cepat,
karena EMF kembali yang terjadi melawan arus catu daya. EMF kembali tidak bisa
sama besar dengan arus EMF. yang diberikan pada motor d.c., sehingga akan
mengalir searah dengan EMF yang diberikan. Karena ada dua EMF. yang saling
berlawanan EMF kembali menghapuskan EMF. yang diberikan, maka arus yang
mengalir pada angker dinamo menjadi jauh lebih kecil jika ada EMF kembali. Karena
EMF kembali melawan tegangan yang diberikan maka resistansi angker dinamo akan
tetap kecil sementara arus angker dinamo dibatasi pada nilai yang aman.
2.4.2 Kontruksi.

Gambar 2.11 Kontruksi Motor Seri.

2.4.3 Kurva Karakteristik.

Gambar 2.12 Karakteristik Motor DC Seri.

2.4.4 Rangkaian Ekuivalen.

Gambar 2.13 Rangkaian Ekuivalen Motor DC Seri.


2.5 Motor DC Kompon.

2.5.1 Prinsip Kerja.

Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt. Pada


motor kompon, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri
dengan gulungan dynamo. Sehingga, motor kompon memiliki torque penyalaan awal
yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni
persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri), makin tinggi pula torque
penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini.

2.5.2 Kontruksi.

Gambar 2.14 Kontruksi Motor DC Kompon.

2.5.3 Kurva Karakteristik dan Rangkain Ekivalen.

Gambar 2.15 Karakteristik Motor DC Kompon.


2.6 Motor DC Penguat Terpisah.

2.6.1 Prinsip Kerja.

Motor DC penguat terpisah merupakan salah satu dari jenis motor DC


yang dapat menambahkan kemampuan daya dan kecepatan karena memiliki fluks
medan yang dihasilkan oleh kumparan medan yang terletak secara terpisah dan
mempunyai sumber.

Motor jenis ini mempunyai kumparan medan yang disuplai oleh sumber
lain yang bebas dan tidak bergantung pada beban atau tergantung drop didalam
jangkar, kecepatan praktis tetap pada seluruh range beban.

Beberapa metode yang digunakan untuk mengatur kecepatan dari motor


DC penguat terpisah mengacu pada persamaan berikut :


V = +

Pada kondisi steady state, kecepatan motor DC dapat dikontrol langsung


dengan mengatur nilai tegangan terminal jangkar Vt, dapat juga diatur melalui
besarnya fluks pada kumparan medan dengan cara menambah arus medan (If), dari
kedua metode ini dapat dikombinasikan untuk mendapatkan range pengaturan
kecepatan yang lebih baik.

Ada 2 hal yang dapt mempengaruhi nilai torsi dan kecepatan dari motor
DC penguat terpisah, yaitu tegangan dan fluks medan. Hal ini dapat kita amati dari
pesamaan dasar motor DC, sebagai berikut :

= + .

= . .

= + .

Keterangan :

n = kecepatan.

c = konstanta.

Ra = tahanan jangkar.

Vt = tegangan jepit motor.


Ia = arus jangkar.

= fluks magnet.

2.6.2 Kontruksi.

Gambar 2.16 kontruksi motor dc eksitasi terpisah.

2.6.3 Kurva Karakteristik.

Gambar 2.17 Kurva Karakteristik motor dc eksitasi terpisah.

2.6.4 Rangkaian Ekuivalen.

Gambar 2.18 Rangkaian Ekuivalen motor dc eksitasi terpisah.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan.
Dari makalah yang sudah dipaparkan diatas dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1. Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk
diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian
yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar).
2. Jenis-jenis motor DC yaitu motor DC penguat terpisah dan motor DC penguat sendiri
yang masih terbagi lagi menjadi motor DC shunt, seri dan kompon.
3. Aplikasi dari motor DC yaitu pada motor penggerak wiper pada kendaraan
bermotor. Mulai dari kipas angin, motor wiper, pemutar CD, robot sederhana, dan
mainan mobil-mobilan anak-anak.
3.2 Saran.
Motor DC merupakan suatu rangkaian motor listrik yang rumit karena terbagi
dalam berbagai jenis maka dari itu kami sebagai penulis makalah motor DC ini
menyarankan agar memperdalam materi tentang motor DC ini lebih lanjut supaya lebih
menguasai dan memahami materi tentang motor DC.