Anda di halaman 1dari 8

TUGAS FA 04

Nama : Agung Nugraha


NPM : 1406552673

1. Jelaskan jenis perpatahan

Jawaban :

Jenis perpatahan bisa dibagi berdasarkan jejak perpatahannya atau fracture path yang
terdiri dari 4 bagian, yaitu :

a. Perpatahan Getas (Brittle Fracture)

Perpatahan yang terjadi tanpa adanya deformasi plastis dengan permukaan patahan
yang kristalin dan terang. Permukaan patahan getas umumnya berbentuk tegak lurus dengan
arah pembebanan dan terdapat chevron marks atau hearing bone marks

Gambar 1. Bentuk Perpatahan Getas

b. Perpatahan Ulet (Ductile Fracture)

Perpatahan yang terjadi dengan adanya deformasi plastis, dimana permukaannya


terlihat kusam, buram, dan berserat. Pada bentuk patahan ulet, tegangan geser lebih terlihat
dominan ddengan bentuk patahan cup & cone sebesar 45o.

Gambar 2. Bentuk pada patahan ulet cup and cone


c. Perpatahan fatik (fatigue fracture)

Perpatahan yang diakibatkan karena pembebanan yang dinamis (besar dan kecil) dan
berulang sehingga material mengalami kelelahan. Ciri ciri dari perpatahan fatik yaitu
memiliki deformasi plastis yang sedikit sekali atau bisa hampir tidak ada, lalu perpatahannya
yang progresif berawal dari adanya retak yang halus lalu merambat kedalam karena adanya
beban yang dinamis. Keretakan awal ini bisa dilihat dengan adanya beach marks lalu
merambat dengan adanya striasi, dan akan terlihat rachet marks.

Gambar 3. Bentuk Perpatahan Fatik

d. Perpatahan dekohesif (decohesive fracture)

Perpatahan yang biasanya terjadi tanpa mengalami deformasi plastis dan perpatahan ini
merupakan hasil dari lingkungan yang reaktif atau mikrostruktur yang unik sehingga
terjadilah perpatahan yang terjadi di batas butir karena pada batas butir merupakan sumber
cacat yang ada di material.

Gambar 4. Bentuk Perpatahan Dekohesif


2. Jelaskan perbedaan klasifikasi inter dan transcrystaline
Jawab :

a. Perpatahan intercrystalline

Perpatahan ini merupakan yang keretakannya terjadi pada batas butir.

Gambar 5. Bentuk dan Klasifikasi Perpatahan Intercrystalline

b. Perpatahan transcrystalline

Perpatahan yang keretakannya terjadi melewati bagian dalam butir


Gambar 6. Bentuk dan Klasifikasi Perpatahan Transcrystalline

3. Jelaskan perbedaan ciri ciri patah ulet dan patah getas

Jawaban :

Perbedaan ciri ciri dari perpatahan ulet dang etas yaitu sebagai berikut :

a. Perpatahan ulet (ductile fracture)


- Terdapat deformasi plastis
- Permukaan patahannya berwarna buram, kusam, dan terlihat berserat
- Bentuk patahannya yaitu cup & cone searah 45o
- Adanya tegangan geser yang terlihat dominan
- Terdapat dimple atau lubang lubang kecil

b. Perpatahan getas (brittle fracture)


- Tidak terjadi deformasi plastis (langsung patah)
- Permukaan patahannya terang dan kristalin
- Pada umumnya permukaan patahannya tegak lurus dari arah pembebanan yang
diberikan
- Terdapat tegangan tarik
- Terdapat chevron marks atau hearing bone marks

4. Jelaskan perbedaan dari striasi dan beach marks

Jawaban :

Perbedaan dari beach marks dan striasi yaitu sebagai berikut :

a. beach marks
- merupakan bentuk awal dari patahan fatik
- adanya deformasi plastis yang ada di ujung retakan
- dari aspek ukuran, cukup besar dan bisa dilihat dengan kasat mata
- penyebab terjadinya yaitu karena ada pembebanan yang berulang
- mengakibatkan adanya lokasi posisi front yang retak setelah perpatahan terhenti

b. striasi
- merupakan bentuk lanjutan dari beach marks, yaitu adanya garis garis rambatan
- retak akan merambat dan akan meninggalkan tonjolan striasi pada permukaan
- ukurannya kecil, dapat dilihat dengan jelas menggunakan SEM
- mengakibatkan adanya kemajuan rambatan retak karena sekali pembebanan
Gambar 7. Gambar dari beach marks (B) dan striasi
(S)

5. Jelaskan mekanisme tahapan perpatahan akibat fatik berikut gambar

Jawaban :

Mekanisme terjadinya perpatahan fatik yaitu sebagai berikut :

a. Inisiasi keretakan (crack initiation)

Adanya inisiasi keretakan pada salah satu bagian di permukaan akan memicu adanya
perpatahan fatik saat pembebanan dinamis terjadi. Pada permukaan patahan, beach marks
yang menandakan lokasi adanya inisiasi keretakan

b. Perambatan keretakan (crack propagation)

Merupakan lanjutan dari inisiasi keretakan yang terus menjalar. Pada permukaan patahan,
adanya striasi yang menandakan daerah terjadinya perambatan keretakan

c. Patahan akhir (final fracture)

Merupakan akhir dari keretakan yang terjadi, terdapat deformasi plastis dimana material
akhirnya terjadi kegagalan karena pembebanan dinamis. Pada permukaan patahan akan
terdapat daerah final failure yang akan menunjukan daerah terakhir terjadinya failure.

Gambar 8. Ilustrasi dari Mekanisme Perpatahan Fatik

6. Jelaskan beberapa pencegahan agar terhindar dari patah fatik

Jawaban :

Pencegahan yang dilakukan untuk mencegah dari perpatahan fatik yaitu sebagai berikut :
- Menjauhkan atau menghindari permukaan material dengan ujung material lain yang
tajam, jika terkena ujung tersebut bisa terdapat stress concentration sehingga adanya
inisiasi keretakan
- Mengurangi atau menghilangkan residual stress pada permukaan material setelah
proses manufaktur
- Meningkatkan ketelitian dalam proses produksi dan fabrikasi saat penyambungan
- Mencegah adanya cacat atau diskontinuitas selama proses produksi material
- Menghindari proses perlakuan permukaan (surface treatment) seperti plating
- Melakukan proses shot peening pada komponen sehingga terdapat compression
residual stress yang berguna untuk ketahanan fatik

7. Jelaskan mekanisme patahan akibat perapuhan (embrittleness) & beri


beberapa contoh yang saudara ketahui

Jawaban :

a. Mekanisme intergranular (disebabkan oleh factor temperature)


- Quench age embrittlement -> ada presipitat karbida
- Strain age embrittlement -> proses aging
- Tempered embrittlement -> terdapat pengotor (Sb, Sn, As) pada suhu 370 575oC
- Blue brittleness -> adanya penguatan presipitat (pada suhu 230 - 370oC)
- HAZ graphitization -> pada las baja karbon di suhu 425oC dan waktu lama
- Sigma phase embrittlement -> pada Stainless Steel di suhu 560 - 980oC
- Intermetallic compound embrittlement -> baja galvanis pada suhu 420oC, dan pada
waktu lama -> senyawa intermetalik Fe-Zn

b. Mekanisme intergranular (faktor lingkungan)


- Hydrogen embrittlement -> karena adanya pickling, electroplating,pengelasan, H2S,
exposure
- neutron embrittlement -> radiasi neutron pada reactor nuklir
- stress corrosion embrittlement -> karena adanya lingkungan yang korosif
- liquid metal embrittlement -> bisa terjadi pada salt-bath process (pada proses
pembuatan glass)

8. Apakah setiap jenis perpatahan material disebabkan oleh hanya satu


jenis perpatahan. Jelaskan menurut saudara dengan memberikan beberapa contoh

Jawaban :
Perpatahan yang terjadi pada material tidak hanya terjadi karena satu jenis perpatahan,
bisa juga karena adanya perpatahan lain tergantung dari perilaku terhadap materialnya dan
lingkungannya. Contoh dari perpatahan yang lebih dari satu jenis perpatahan yaitu pada
komponen kendaraan yang memiliki perpatahan campuran antara ulet dan getas secara
bersamaan. Kejadian ini bisa terjadi karena faktor material dan proses pembebana serta
kondisi lingkungan atau kondisi operasinya.