Anda di halaman 1dari 4

BAB 8

PENILAIAN DAN MANAJEMEN

A.PENGANTAR
Untuk menjamin keberhasilan proyek maka masalah manajemen baik manajemen
selama pembangunanmaupun operasi perlu diperhatikan. Banyak proyek,baik proyek
perluasan maupun pendirian tidak berhasil karena berbagai sebab, tetapi penyebab utama dari
kegagalan tersebut adalah kegagalan manajemen.
Sebelum menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam analisis dan
perencanaan manajemen perlu diketahui lebih dahulu sebab-sebab kegagalan
manajemen.dengan mengetahui sebab-sebab kegagalan manajemen diharapkan bisa
membantu merencanakan manajemen yang sesuai dengan proyek masing-masing. Menurut
pengalaman Murray D. Bryce, kegagalan manajemen lebih disebabkan oleh hal-hal berikut,
1.Kegagalan memahami fungsi puncak pimpinan (top manajemen)
Kegagalan ini sering terjadi jika puncak pimpipinan berkedudukan di lokasi yang
berjauhan dengan bawahan. Manajer lokal mendapat perintah dan kebijaksanaan dari puncak
pimpinan pusat dan bertanggung jawab terbatas pada perintah yang diberikan pimpinan pusat
kepadanya.
2. Kegagalan memberikan wewenang dan tanggung jawab yang memadai
Tidak ada manajer yang bisa bekerja efektif tanpa tugas, tanggung jawab, dan
wewenang yang diberikan atasan (dalam hal iniadalah pemilik perusahaan atau pemegang
saham) kepadanyan tidak jelas.
3. Kegagalan mendapatkan tenaga manajemen dengan jumlah yang memadai
Suatu proyek yang secara ekonomis tampaknya mempunyai prospek yang baik, bisa
gagal karena ternyata tidak memiliki tenaga manajer dalam jumlah yang memadai, kurangnya
tenaga kerja manajemen akan berakibat meningkatnya biaya produksi,output rendah,
kesulitan mekanis dan sebagainya.
4. Kekurangan tenaga manajemen yang berpengalaman
Serupa dengan kasus kegagalan memperoleh tenaga manajemen dalam jumlah yang
cukup maka kualitas tenaga manajemen juga penting guna keberhasilan suatu proyek. Sering
terjadi bahwa manajer-manajer yang menduduki posisi kunci sebagai manajer pemasaran.
5.Kekurangan pemimpin yang berbakat
Seorang menajer yang memiliki kemampuan teknis sempurna tetap tidak akan
berhasil meminpin tanpa ada bakat mempimpin yang ada pada dirinya. Nilai yang baik
tergantung pada bakat memimpin,melatih dan mengorganisasi.
6. Tidak ada pendelegasian
Seorang manajer sering kali tidak diberi kepercayaan untuk mengelola. Sebaliknya,
sering pula terjadi pemilik memberikan tugags kepada manajer yang tidak mampu.
7. Kurangnya kesadaran tentang profit dan biaya
Cara mengukur efesiensi operasi perusahaan adalah dengan profitbilitas, yaitu tingkat
keuntungan yang dihasilkan. Tingkat keuntungan yang dihasilkan bisa pula dipakai untuk
menilai kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan.
8. Kurangnya kesadaran menggunakan sistem akuntansi sebagai alat manajemen.
Perusahaan-perusahaan di negara berkembang pada umumnya sering tidak memiliki
laporan harian,bulanan, atau tahunan sesuai dengan prosedur akuntansi yang berlaku.
9. Kurangnya kesadaran pengelolaan sumber daya manusia
Tanpa pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan membuat perusahaan
mengalami berbagai kesulitan. Misalnya tenaga kerja tidak puas dengan fasilitas yang
diberikan sehingga mempengaruhi hasil pekerjaannya.
10. Kurangnya kesadaran terhadap fungsi pemasaran
Kesadaran akan pentingnya memenuhi kepuasan konsumen adalah sangat perlu. Hal
ini sering dilupakan karena perusahaan terlalu berorientasi pada profit sehingga melupakan
kepuasaan konsumen.

Manajemen Pembangunan Proyek dan Manajemen dalam Operasi


Manajemen proyek bisa dibagi menjadi dua, yaitu manajemen selama pembangunan
proyek dan manajemen selama operasi komersial perusahaan. Manajemen selama
pembangunan proyek meliputi bagaimana menyusun rencana penyesuian proyek dengan
mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan sumber daya agar sarana fisik proyek bisa
disiapkan tepat pada waktunya untuk siap beroperasi secara komersial.

B. SPONSOR PROYEK DAN MANAJEMEN


Jika seseorang pengusaha atau suatu perusahaan menghubungi lembaga keuangan,
baik bank maupun bukan bank untuk mengajukan permohonan bantuan pinjaman (kredit)
bagi pendirian atau perluasan proyeknya, maka pengusaha tersebut dikenal dengan sebutan
calon nasabah,calon peminjam.
Di dalam praktik, analisis dan penilaian aspek manajemen yang harus dilakukan oleh
calon kreditor meliputi penilaian sponsor proyek yang bersangkutan, yaitu mengenai hal-hal
berikut.
1.Identitas Sponsor Proyek
Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa proyek bisa berupa individu, bisa pula
merupaka suatu perusahaan. Jika sponsor proyek yang dimaksud adalah individu atau orang
maka hal-hal yang perlu diteliti adalah mengenai keterangan pribadinya, latar belakang
pendidikan dan pengalaman, kewarganegaraan (jika diperlukan), hubungan keluarga (jika
lebih dari satu orang), kegiatan usaha di tempat lain.
2.Keikutsertaan dalam Proyek dan Motivasinya
Keterlibatan seseorang atau suatu perusahaan dalam suatu dapat disebabkan oleh
berbagai faktor, misalnya ikut dalam pelaksanaan manajemen, memberikan paten sehingga
menerima royalti, ikut memberikan jaminan tambahan (dalam hubungan dengan pinjaman
bank). Alasan atau motivasi keterlibatan sponsor proyek antara lain ingin memamfaatkan
modal yang dimilikinya, ingin mewujudkan suatu gagasan produksi, melihat adanya potensi
pasar.
3.Kualitas Individu
Kualitas individu yang dimaksud adalah keterampilan manajemen, kepemimpinan,
sifat pembawaan, kemampuan bergaul dan bekerja sama, serta kondisi fisik dan mental,
kesehatan, usia, dan sebagainya.
4.Hasil yang Dicapai di Masa Lalu
Ketajaman analisis terhadap kemampuan sponsor proyek (bai individu maupun
perusahaan) sangat dibantu dan dipengaruhi oleh adanya data dan informasi mengenai hasil-
hasil yang pernah di capai oleh individu atau perusahaan tersebut..
5. Kelayakan Berkredit
Kelayakan berkredit menilai tingkat kepercayaan bank atau lembaga keuangan lain
atau kreditor terhadap kemampuan dan kemauan debitur (calon nasabah) atau sponsor proyek
dalam memenuhi kewajibannya, yaitu mengembalikan pinjaman yang akan di pakai. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan kemauan calon/debitur tesebut melalui
informasi bank, informasi usaha, relasi dagang, keluarga, kelompok dan penilaian atas
jaminan yang dapat disediakan.
6. Kepantasan Manajemen
Terakhir, perlu pula dinilai pantas tidaknya kualitas individu atau latar belakang dari
calon debitur atau sponsor proyek untuk dapat melaksanakan proyek yang bersangkutan.
Penilaian tersebut meliputi struktur organisasi perusahaan/proyek dan kapabilitas dari orang-
orang yang akan menduduki jabatan pimpinan (key person). Hal yang perlu dinilai dalam
struktur organisasi, antara lain kelengkapannya, keseimbangan antarunit, hubungan dan
koordinasi, kemampuan jangkauan pengendalian (span of control) dan jumlah tenaga kerja
untuk tiap-tiap unit atau bagian. Sedangkan penilaian kapabilitas key personnel, meliputi
kemampuan manajerial tiap-tiap orang yang akan menduduki pimpinan bidang.