Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN NUTRISI
DIRUANG NUSA INDAH DR.DORIS SYLVANUS
PALANGKARAYA

Disusun oleh:

NAMA : MEMET HENRY SANTIKA

NIM : 2014.C.06a.055

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN 2016
LAPORAN PENDAHULUAN

1.PENGERTIAN

Nutrisi adalah proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan
menghasilkan energi dan di gunakan dalam aktivitas tubuh.

Dimana zat makanan itu terdiri atas zat-zat sisa dan zat yang dapat menghasilkan energi dan
tenaga,nutrisi juga berhubungan dengan kesehatan dan penyakit termasuk keseluruhan
proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan penting dari
lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting
dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya.

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaan di mana individu yang mengalami
kekurangan asupan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolik,(wilkingon Judith .m.
2007).

2.ETIOLOGI

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi


yaitu,penyakit,prasangka,kebiasaan,kesukaan,ekonomi,usia,jenis kelamin,tinggi dan berat
badan,status kesehatan,stress,ketegangan,alkohol dan obat.

a.Kekurangan nutrisi disebabkan oleh

Kekurangan makanan
Kesulitan makan
Hilangnya nafsu makan
Penyalah gunaan obat
Pecandu alkohol
Diare
Sakit gigi
Anorexia nervosa

b.kelebihan nutrisi disebabkan oleh

Pola makan berlebihan


Kurang gerak dan olah raga

3.TANDA DANGEJALA KEKURANGAN NUTRISI


Rambut tipis
Kuku mudah rusak
Kelelahan kronis
Penurunan massa otot
Mudah terserang penyakit
Pembengkakan
Mudah terserang alergi
Imsomnia
Cepat lapar
Penurunan fungsi kognitif
Nyeri otot
Lamanya proses penyembuhan
Hipoglikemi

4.PATOFISIOLOGI

a.Anatomi

Saluran pencernaan manusia terdiri dari


Mulut
Faring
Esophagus/kerongkongan
Lambung
Usus halus :duodenum dan jejunum
Usus besar :kolon
Rectum dan anus

b.Elemen/zat gizi terdiri dari

Karbohidrat
Protein
Lemak
Mineral
Air

c.Faktor yang mempengaruhi kebutuhan energy

Basal metabolisme meningkat


Aktivitas tubuh
Faktor usia
Penyakit

d.Kegiatan yang membutuhkan energy


Vital kehidupan,pernafasan,sirkulasi darah,suhu tubuh
Kegiatan mekanik oleh otot
Aktivitas otak dan saraf
Absorbs zat-zat gizi di salurkan,pencernaan.
Sekresi cairan pencernaan
Energy kimia untuk membangun sel,jaringan,hormone
Pengeluaran hasil metabolisme

5. KOMPLIKASI

Masalah-masalah yang mempengaruhi/berhubungan dengan kebutuhan nutrisi

A.Kekurangan/kelebihan nutrisi (mal nutrisi)

B.Kekurangan kalori (marasmua)

Mal nutrisi : bentuk mal nutrisi energi protein terutama di sebabkan oleh
kekurangan kalori berat dalam jangka lama,terutama terjadi selama setahun pertama
kehidupan
Tanda-tanda : refardasi pertumbuhan dan pengurangan lemak bawah kulit dan otot
secara progresif tapi biasanya masih ada nafsu makan dan kesadaran mental

C.Kekurangan protein (kwashiorkor)


Kwashiorkor : suatu bentuk mal nutrisi energi protein yang di sebabkan oleh
defisiensi protein yang berat
Tanda-tanda
a.Pertumbuhan yang terhambat
B.Perubahan pada pigmen rambut dan kulit
c.Edema
d.Pembesaran perut
e.Imunodefisiensi
f.perubahan patologik pada hati termasuk filtrasi lemak,nekrosis,dan fibrosis.
g.Apati secara mental,dropi pankreas,gangguan saluran pencernaan,anemia,kadar
albumin serum yang rendah

D.Kekurangan berat badan


Macam-macam masalah berat badan :
Under weight : penurunan berlebihan jaringan lemak atau pada otot dan jaringan
skeleta
Over weight : peningkatan berlebihan jaringan lemak atau pada otot dan jaringan
skeletal.
Obesitas : merupakan keadaan patologi sebagai akibat dari konsumsi makanan yang
jauh melebihi kebutuhannya sehingga terdapat penimbunan lemak yang berlebihan
dari yang di perlukan oleh tubuh.

6. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium

a. Albumin (N:4-5,5 mg/100ml)


b. Transferin (N:170-25 mg/100ml)
c. Hb (N:12 mg%)
d. Bun (N:10-20 mg/100ml)
e. Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N:laki-laki :0,6-1,3 mg/100ml, wanita : 0,5-1,0
mg/100 ml

7.MANAJEMEN KEPERAWATAN

A.Pengkajian

1.Riwayat Kesehatan

a. Proses penyakit yang menyebabkan terganggunya proses pemasukan dan


penyerapan zat makanan oleh tubuh.
b. Pengobatan tertentu yang tengah di jalani yang dapat mengakibatkan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh
c. Status perkembangan (usia atau kondisi sosial)
d. Faktor psikologis (perilaku emosional)
e. Asupan cairan dan makanan(oral dan parental)
f. Tanda dan gejala gangguan nutrisi

2.Pengukuran anropometrik

a. Tinggi badan pada individu dewasa dan balita di lakukan dalam posisi berdiri tanpa
alas kaki,sedangkan bayi di lakukan dalam posisi berbaring.
b. Berat badan hal-hal yang harus di perhatikan saat mengukur berat badan adalah
Alat serta skala skala alat ukur yang di gunakan harus sama setiap kali menimbang
Pasien di timbang tanpa alas kaki
Pakaian di usahakan tidak tebal dan relatif sama beratnya setiap kali menimbang
Waktu penimbangan relatif sama,misalnya sebelum dan sesudah makan.
c. Tebal lipatan kulit,pengukuran tebal lipatan kulit bertujuan untuk menentukan
presentase lemak pada tubuh. Pengukuran ini mencerminkan massa otot,jumlah
lemak di jaringan subkutan,dan status kalori.

8.PENGKAJIAN

A. Riwayat pengkajian
Usia jenis kelamin,dan tingkat aktivitas
Kesulitan makan (gangguan mengunyah atau menelan)
Perubahan nafsu makan
Perubahan berat badan
Ketidak mampuan fisik
Kepercayaan budaya dan agama yang mempengaruhi dalam pelihan makanan
Status kesehatan umum dan kondisi medis
Riwayat pengorbanan
B. Pengukuran antropometri
Berat badan ideal : (TB-100)x10%
Lingkar pergelangan tangan
Lingkar tangan atas (mac) : nilai normal

-Wanita : 28:5cm

-Pria : 28:3cm
Lipatan kulit pada otot trisep (tsf)+nilai normal :

-Wanita: 16,5-18cm

-Pria: 28-3cm

C. Pemeriksaan fisik

Keadaan fisik : apatis lesu.


Berat badan : obesitas,kurus.
Otot : flaksia,tonus kurang,tidak mampu bekerja.
Sistem saraf : bingung,rasa terbakar,reflek menurun.
Fungsi gastrointestinal : anoreksia,konstipasi,diare,pembesaran liver.
Kardiovaskular : denyut nadi lebih dari 100 kali/meit,irama abnormal,tekanan darah
rendah/tinggi.
Rambut : kusam,kering,pudar,kemerahan,tipis,pecah/patah-patah.
Kulit : kering,pucat,iritasi,petekhie,lemak di subkutan tidak ada.
Bibir : kering,pecah-pecah,bengkak,lesi,stomatitis,membrane mukosa pucat.
Gusi : pendarahan,peradangan.
Lidah : Edema,hiperemasis
Gigi : karies,nyeri,kotor.
Mata : konjungtiva,pucat,kering,exotalmus,tanda-tanda injeksi
Kuku : mudah patah

9. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d.:
Kesulitan untuk mencerna makanan
Kesulitan untuk menelan makanan
Anoreksia, muntah
Ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien
Depresi, stress, isolasi social
Peningkatan kebutuhan protein dan vitamin untuk penyembuhan luka dan
penurunan asupan sekunder akibat: pembedahan, medikasi ( mis. kemoterapi), terapi
radiasi, rekontruksi bedah mulut, kawat rahang
Penurunan asupan oral, ketidaknyamanan mulut, akibat : terapi radiasi,
kemoterapi, tonsilektomi

10.INTERVENSI KEPERAWATAN
Intervensi umum
Mandiri
Menjelaskan perlunya konsumsi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan
cairan yang adekuat.
Konsultasikan dengan ahli gizi untuk menetapkan kebutuhan kalori harian dan jenis
makanan yang sesuai dengan klien.
Diskusikan bersama klien kemungkinan penyebab hilangnya nafsu makan.
Anjurkan klien untuk istirahat sebelum makan.
Tawarkan makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering.
Pada kondisi menurunnya nafsu makan, batasi asupan cairan saat makan dan hindari
mengonsumsi cairan satu jam sebelum dan sesudah makan.
Dorong dan bantu klien untuk menjaga kebersihan mulut yang baik.
Atur agar posisi makanan tinggi kalori dan tinggi protein disajikan saat klien
biasanya paling lapar.
Lakukan langkah-langkah untuk meningkatkan nafsu makan
Tentukan makanan kesukaan klien dan atur agar makanan tersebut tersaji apabila
memungkinkan.
Hilangkan bau dan pemandangan yang tidak sedap dari area makan.
Kontrol rasa nyeri dan mual sebelum makan.
Anjurkan orang terdekat klien untuk membawa makanan yang diperbolehkan dari
rumah apabila memungkinkan.
Ciptakan lingkungan yang santai saat makan.
Beri klien daftar materi nutrisi diet yang terdiri atas :
Asupan tinggi karbohidrat kompleks dan serat.
Pengurangan asupan gula, garam, kolesterol, lemak total dan lemak jenuh.
Penggunaan alkohol hanya dalam jumlah sedang.
11. IMPLEMENTASI
Klien yang sakit seringkali memiliki nafsu makan yang buruk,maka dari itu perawat dapat
membantu klien untuk memahami faktor yang mengurangi nafsu makan.
Cara yang di lakukan antara lain:
Menstimulasi nafsu makan
Melakukan terapi diet dalam manajemen penyakit
Membiasakan klien makan sendiri
Melakukan konseling/bimbingan pada klien dan keluarga
Membantu klien dalam pemberian makanan
12. EVALUASI
1. Klien mampu mengatasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diet
2. Klien mampu mengontrol pola makan
3. Klien merasa nyaman nyaman saat makan
Evaluasi nutrisi harus berlangsung terus menerus untuk mengevaluasi hasil tujuan :klien
kembali berada dalam rentang 10% berat badan yang baik untuk tinggi badan

DAFTAR PUSTAKA
Diagnosa keperawatan dengan rencaya asuhan (Nursing diagnosa cards) edisi10 penerbit
buku kedokteran,EGC.Jakarta 2010

Fundamental keperawatan (Konsep,proses,dan praktik)


Edisi 4 volume 2 oleh Patriia A.Potter,RN,BSN,MSN, dan Anne Griffin
Perry,RN,BSN,MSN.Penerbit buku kedokteran ,EGC.Jakarta 2006