Anda di halaman 1dari 17

SUHAN KEPERAWATAN TN.ST.

D
DENGAN DIAGNOSA TB-MDR
DI PUSKESMAS CIBEUREUM HILIR
TAHUN 2012

I. Pengkajian
A Identitas Klien
1. Nama : Tn.St.D
2. Umur : 46 tahun
3. Jenis kelamin : Laki-laki
4. Status : Kawin
5. Agama : Islam
6. Pendidikan :SD
7. Pekerjaan : buruh harian
8. Alamat : gebang rt.03/04 kel.babakan
9. No. RM :
10. Diagnosa : TB-MDR
11. Mulai pengobatan : 13/08/2012
12. Tanggal dikaji :

Penanggung jawab
1. Nama : Ny.E
2. Umur :40 tahun
3. Jenis kelamin : perempuan
4. Pekerjaan : dagang
5. Alamat : Gebang rt.03/rw.04 kel. babakan
B Hubungan keluarga : adik
C Keluhan Utama
Batuk,sesak nafas,nyeri persendian

D Riwayat kesehatan sekarang


Klien mengatakan sebulan pengobatan batuk masih terasa bila berjalan terlalu jauh
Terasa sesak dan nyeri persendian sehingga tidak bisa jalan..

E Riwayat kesehatan masa lalu


Klien mengatakan sakit batuknya dari thn 2005 sudah di obati pengobatan TB-
PARU dr tahun 2005 dan kambuh setiap 2tahun sekali sampai sekarang,pengobatan
selama ini d puskesmas terdekat,minum obat secara teratur sesuai yg d anjurkan
klien berhenti merokokok semenjak penyakit TB-PARU.

F Riwayat kesehatan keluarga.


Klien mengatakan di keluarganya tidak ada penyakit yg sama dan tidak pernah d
rawat di rumah sakit,jika ada anggota keluarga yang sakit cukup dengan minum
obat warung dan berobat k puskesmas terdekat.
G Genogram

X X X X

50 X 45
X X

Keterangan:

: Laki-laki

: Perempuan

: Klien

X : Laki-laki meninggal

X : Perempuan meninggal

: Garis ikatan saudara

: Garis yang tinggal serumah

H Kebiasaan sehari hari

1. Pola makan
a. Sebelum sakit
Sehari makan 2 kali dengan porsi makan selalu habis, menu makanan yang
paling di sukai nasi putih, sambal, sayur asam dan ikan air tawar.
b. Selama pengobatan
Sehari 2-3 kali dengan porsi selalu habis menu msksnsn ikan tawar sayuran.

2. Pola minum
a. Sebelum sakit
Minum air bening sehari rata-rata 4 6 gelas ( ukuran gelas 250 cc ) dan
minum kopi sehari 3 gelas ( ukuran 250 cc ).
b. selama sakit
Minum rata- rata sehari 2 botol Aqua besar ( 1500 cc) sehari.
3. Pola eleminasi fekal
a. Sebelum sakit
Sehari BAB 1 2 kali sehari
b. Selama sakit
BAB rata rata dua hari sekali dengan bentuk kotoran lembek.
4. Pola eleminasi urine
a. Sebelum sakit
Sehari BAK rata rata 4- 5 kali dengan sekali BAK kira-kira 200-250 cc
( dibandingkan dengan ukuran gelas )
b. Selama sakit
BAK rata- rata 3 4 kali dengan sekali kencing kira-kira 1 gelas ( 250 cc )
5. Pola istirahat dan tidur
a. Sebelum sakit
Tidur malam mulai jam 2300 WIB dan bangun jam 0500 WIB ( 6 jam ), tidur
siang kadang kadang dan paling lama 1 jam
b. Selama sakit
Klien mengatakan sulit untuk tidur karena terganggu batuk dan badan nyeri
seluruh persendian.
6. Personal Hygiene
a. Sebelum sakit
Mandi dan gosok gigi sehari rata- rata dua kali pagi dan sore hari.
b. Selama sakit
Klien mengatakan mandi 2 kali sehari gosok gigi 2 kali sehari
Sebelum sakit
Kegiatan setiap hari menurut klien hanya membersihkan rumah,merawat
anaknya yg sekolah,jika ada yang menyuruh tenaganya baru klien bekerja.

a. Selama sakit
Klien tidak lagi bekerja sebagai buruh hanya mengurusi rumahnya dan anak-
anaknya.

I Data Psikologis
Klien dan keluarganya mengatakan merasa yakin dengan pengobatan TB-PARU
dengan minum obat teratur sesuai yang di anjurkan dan patuh sampai selesai
pengobatan.
J Data sosial
Keluarga klien mengatakan bapaknya sangat aktif mengikuti kegiatan bersama
dengan tetangganya seperti pengajian dan ronda pada malam hari. dan selalu
menjaga hubungan silahturahmi dengan tetangga dan masyarakat dilingkungan
rumahnya.

K Data Spiritual
Sebelum sakit klien hampir tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu

L Pemeriksaan fisik
1. Tanda tanda vital

a. Keadaan Umum : Tampak sakit sedang


b. Kesadaran
1) Kualitas : Composmentis
2) Kuantitas :
Respon Motorik :6
Respon Verbal :5
Respon membuka mata :4
Total respon : 15

c. Tekanan darah: 120/80 mmhg


d. Nadi : 88 x/mnt
e. Pernafasan : 36 x/mnt
f. Suhu : 37o C
g. Berat Badan : 50 kg
h. Tinggi Badan : 165 cm

2. Pemeriksaan Sistimatis
a. Kepala
Kulit kepala tampak bersih, rambut hitam tebal dan tampak rapih
Tidak teraba adanya benjolan dan tak ada rasa nyeri tekan pada seluruh
bagian kepala
Klien mengatakan kadang kadang kepala terasa sakit dan pusing
Tampak wajah klien agak pucat dan tampak lesu

b. Mata
Bentuk simetris kanan dan kiri
Tidak tampak adanya edema pada palpebra
Tampak klien mampu melakukan pergerakan bola mata keatas,ke bawah,
samping kanan dan kiri, dan memutar bola mata tanpa adanya keluhan
dengan gerakan kedua mata simetris.
Konjuctiva berwarna merah muda
Sklera putih bening, pupil mata isocor dengan reflek cahaya positif

c. Telinga
Bentuk simetris kanan dan kiri dan ujung pina daun telinga sejajar dengan
kantus luar sudut mata
Liang telinga tampak bersih dan tampak gendang telinga terlihat utuh
Fungsi pendengaran klien mampu mendengar gesekan kertas pada jarak 3
cm dari liang telinga dengan perbandingkan telinga kanan dan kiri sama
kuat.

d. Hidung
Bentuk simetris, penciuman klien dapat mencium aroma minyak kayu putih
dan tajam nya aroma alkohol.

e. Mulut
Bentuk bibir simetris, tampak mukosa bibir kering, Tampak gigi dan
rongga mulut bersih.
Fungsi pengecapan klien dapat merasakan manisnya rasa buah pepaya.

e. Leher
Bentuk leher simetris, tak nampak dan tak teraba adanya pembengkakkan
kelenjar tiroid, kelenjar limpe dan tak nampak peningkatan JVP. Reflek
menelan klien mampu makan dan minum tanpa adanya hambatan. Klien
mengatakan tengorokan cepat kering dan cepat merasa haus.

f. Thorax
Bentuk dada simetris, pergerakan dada kiri dan kanan simetris saat inspirasi
dan ekspirasi, kadang kadang pernafasan dibantu seluruh otot bantu
pernafasan ( bahu dan otot leher tampak ikut bergerak).
HR 88 x / mnt dan Respirasi 36 x/mnt.

g. Abdomen
Bentuk simetris, tampak datar, bising usus tedengar 10 x /mnt. Elasitas kulit
cepat kembali dan kulit teraba kering. Pada perkusi tedengar pekak dan tidak
teraba adanya benjolan dan tidak ada keluhan nyeri tekan.

h. Ekstremitas atas
Tampak klien mampu menggerakan tangan kesegala arah sesuai kemampuan
bentuk sendi dengan kekuatan otot penuh dan hanya kalau terlalu banyak di
gerakan terasa nyeri., Refile kapiler kurang dari tiga detik

i. Ekstremita bawah
Tampak klien mampu mengerakan kedua kaki kesegala arah sesuai
kemampuan fungsi sendi dengan kekuatan otot penuh tampak klien meringis
kesakitan jika telalu banyak di gerakan dan tidak tampak adanya edema pada
kaki.

M Data penunjang
1. Hasil Laboratorium
Tanggal Jenis pemeriksaan Hasil
BTA Sewaktu 2+
Pagi 3+
Hasil Biakan M.TB 3+

SGOT/AST
SGPT/ALT
UREUM
KREATININ
ASAM URAT
Na,k,Ca

2. Hasil RekamRadiologi Foto Thorax


Tanpak pleura efusi dexstra dan TB Pulmo
Tgl 16/11/06 Tgl 23/11/06 Tgl 28/11/06
d

N Program terapi
1. Tanggal 13/08/2012
a. Pyrazinamide 500mg 1x1500mg ( 3tablet )
b. Kanamysin 1gr 1x750gr ( 3cc )
c. Levofloxacin 250mg 1x750 ( 3 tablet )
d. Ethionamide 250mg 1x500gr ( 2tablet )
e. Cycloserin 250mg 1x500 ( 2tablet )
f. Vit-B6 50mg 1x100 ( 2 tablet )

O Analisa Data
N DATA SENJANG PENYEBAB MASALAH
O
1. DS: Intoleran
Klien mengatakan kalau berjalan Meningkatnya asam dlm aktifitas
terasa nyeri dan terlalu persendian
Banyak di gerakan sakit
sekali,nyeri di persendian

DO:
- klien tampak meringis kesakitan
- klien tampak berkeringat
menahan sakit
TD: 120/80 mmhg
Nadi : 100 x/mnt
Asam urat : 9,2 mg/dl

Kuman TBC
2. DS : Inefektifan

Klien mengeluh batuk bersihan jalan
Hipersekresi mukosa
bersputum nafas
Saluran pernafasan
DO :
Batuk bersputum Penumpukan mucus
Lendir di hidung
Suara nafas ronchi Bronchokontriksi
Frek. Nafas cepat
Timbul
Ronchi kering
P Prioritas masalah
1. Intoleran aktifitas
2. Inefektifan bersihan jalan nafas

Q Diagnosa Keperawatan

1. Intoleran aktifitas b/d insufisiensi oksigen untuk aktivitas kehidupan sehari


hari
2. Inefektif bersihan jalan nafas b/d hipersekresi mucus

Tgl. Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional


Inefektif Tupan:
bersihan jalan Jalan nafas
nafas b/d lebih efektif
hipersekresi
mukus Tupen:
Mengelu 1. Ajarkan latihan 1. Dengan
arkan mukus nafas dalam ,batuk melatih nafas
dari saluran terkontrol dan teknik dalam dan batuk
pernafasan pisioterapi dada serta terkontrol
Broncho beri semangat untuk
kontriksi melakukan latihan
menjadi 2. Anjurkan untuk 2. menganjurkan
hilang. banyak minum air minum hangat dan
Batuk hangat. kolaborasi terapi
berdahak 3. Lakukan kolaborasi bronchodilator dan
berkurang dengan dokter untuk ekspektoran
Suara pemberian terapi diharapkan secret
nafas bersih bronchodilator dan yang kental dapat
ekspektoran. dikeluarkan
Kriteria hasil: sehingga bersihan
Setelah jalan nafas dapat
diberikan dicapai dengan
pengobatan suara nafas
selama tiga hari menjadi vesikuler.
diharapkan
mukus dapat
dikeluarkan dari
jalan nafas
sehingga jalan
nafas lebih
efektif yang
ditandai dengan
Frekuensi
pernafasan
mendekati
normal dan 1. Beri penyuluhan
suara wheezing tentang faktor
dan ronchi penyebab dan pencetus
hilang. timbulnya penyakit. 1. Dengan
diberikan
2. Anjurkan klien agar penyuluhan
mengikuti program tentang program
terapi yang harus terapi serta faktor
dilaksanakan. penyebab dan
pencetus
timbulnya penyakit
diharapkan klien
dapat mengetahui
dan mengerti serta
mau melaksanakan
sehingga terhindar
dari kambuhnya
lagi penyakit.
RENCANA INTERVENSI
Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
04/10/1 Tupan:
2 Lebih toleran terhadap
aktivitas sehari - hari

Tupen:
Setelah dilakukan perawatan
selama 6 hari diharapkan
klien dapat : 1. Ajarkan latihan fisik secara Meningkatkan ambang
1. Melakukan aktifitas bertahap toleransi akan kebutuhan
fisik secara bertahap, okeigen bagi aktifitas
yang ditandai mampu ke
kamar mandi tanpa 2. Ajarkan metode Menghindari terjadi kelelahan
adanya keluhan sesak penghematan energi untuk dan hipoksia setelah
nafas, pusing dan cepat aktivitas melakukan aktivitas
lelah Mengetahui tanda dan gejala
2. Memperlihatkan tidak 3. Kaji respon individu timbulnya hipoksia setelah
terjadi hipoksia setelah terhadap aktivitas melakukan aktivitas
melakukan aktivitas yang
ditandai dengan denyut Menekan tingkat infeksi yang
nadi tidak lebih dari 96 4. Kolaborasi dengan dokter terjadi
x /mnt dan frekuensi untuk pemberian antibiotik
pernafasan tidak lebih
dari 30 kali permenit.
Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Implementasi Keperawatan
Tgl No. Jam Implementasi jam Evaluasi Paraf
DP
27/ 1. 0900 1. Memberikan latihan S:
11/ fisik secara bertahap mulai 1000 Klien mengatakan
06 dengan melakukan latihan setelah melakukan latihan
pergerakan ringan pada fisik nafas terasa agak sesak
ekstremitas atas dan bawah di dan dada terasa agak berat
atas tempat tidur selama 3 tetapi setelah melakukan
menit dan menganjurkan latihan pernafasan rasa sesak
klien untuk istirahat selama 2 nafas dan rasa dada terasa
3 menit setiap telah berat hilang.
melakukan satu jenis gerakan. 1400 Klien mengatakan
dan menganjurkan untuk tidak bisa tidur siang karena
melatihnya sehari 2 kali pagi suasan ruangan yang selalu
dan sore. ramai oleh yang besuk.
2. Memberikan latihan
pernafasan dan mengontrol O:
pernafasan setiap habis Tamapak klien mau
melakukan aktifitas fisik dan dan mampu melakukan
juga menganjurkan untuk latihan fisik ringan ditempat
melatih pernafasan bila dada tidur.
tersa berat serta timbul sesak Tampak klien tidak
nafas. bisa tidur diang dan tampak
3. Menganjurkan agar selalu banyak yang besuk dan
klien melakukan istirahat tidak kenal waktu.
dengan tidur siang selama TD: 130/90
satu sampai dua jam dan tidur Nadi : 92 x/mnt
pada malam hari mulai jam
Pernafasan: 36 x / mnt
2100 WIB.
Suhu : 37 o C.
4. Mengkaji respon klien
setiap kali telah melakukan Suara nafas pada apek
aktifitas fisik dengan kedua paru paru terdengar
mengobservasi tanda-tanda ronchi halus dan pada distal
vital kanan lateral aksila s/d mid
5. Melaksanakan hasil aksila terdengar vesikuler
kolaborasi program lemah hampir tidak terdengar
pengobatan dengan dokter
untuk pemberian: A:
a. Oksigen 2 liter/mnt bila Intolean aktifitas belum
sesak nafas. teratasi seluruhnya
b. Cairan infus dextrose 5
% 500 cc + 24 mg P:
Aminophilin drip 12 Lanjutkan latihan fisik
tts/mnt dan tingkatkan secara
c. Cepotaxin injeksi 1 berthap.
Lanjutkan latihan
gr/iv pernafasan dan kaji respon
d. Dexametason injeksi klien setiap telah mekukan
0,5 mg/iv aktifitas
e. Neurobion injeksi 5000 Lanjutkan program
mg/im terapi

Implementasi keperawatan
Tgl No. Jam Implementasi jam Evaluasi Paraf
DP
27/ 2 1015 1. Mengkaji tingkat 1400 S:
11/ pengetahuan klien tentang Klien mengatakan
06 permasalahan kesehatan penyakit yang dideritanya
yang sedang di alami adalah paru parunya
terendam cairan akibat
2. Memberikan penjelasan penyakit TBC paru yang
tentang permasalahan tidak diobati.
kesehatan dan program Klien menanyakan
pengobatan yang alaminya kapan cairannya akan di
sedot ( di lakukan fungsi
3. Menganjurkan klien pleura ) karena dokter
untuk istirahat dengan posisi pernah menjanjikannya bila
tidur semi fowler dan miring memang tidak perlu di
kekanan untuk mengurangi keluarkan klien akan minta
sesak nafas pulang saja.
Klien mengatakan
dengan posisi tiduran miring
kekanan nafasnya lega
( sesaknya berkurang )

O:
Tampak klien mulai
mengerti permasalahan
kesehatan yang dialaminya
dengan menceritakan
kembali penjelasan yang
diberikan dengan bahasanya
sendiri.
Tampak klien mulai
mengerti program
pengobatan yang dijalaninya
dengan menceritakan
kembali kenapa alasanya
upaya mengeluarkan cairan
dari rongga pleura di tunda.

A:
Ansieta baru teratasi
sebagian

P:
Beri penjelasan ulang
tentang permasalah
kesehatan yang dialaminya
dan program pengobatan
yang harus di taati.

Implementasi keperawatan
Tgl No. Jam Implementasi jam Evaluasi Paraf
DP
28/ 1 08.oo 1. Menganjurkan kepada 14.00 S:
11/ klien untuk mencoba bila Klien dan keluarganya
06 BAK dan BAB kekamar mengatakan setelah dari kamar
mandi didampingi mandi sudah tidak terlalu
keluarganya dan merasakan sesak nafas, hanya
sepengetahuan perawat. bila tidur masih harus
2. Menganjurkan untuk menggunakan dua bantal.
segera istirahat dan latihan Klien mengatakan setiap
pernafasan bila dada terasa bangun tidur melakukan
berat serta timbul sesak latihan pernafasan badan jadi
nafas. lebih segar
3. Mengkaji respon klien
setiap kali telah melakukan O:
aktifitas fisik dengan Tampak klien sudah mampu
mengobservasi tanda-tanda melakukan berjalan ke kamar
vital mandi sejak pagi sudah 3 kali
4. Melaksanakan hasil tanpa adanya keluhan sesak
kolaborasi program nafas.
pengobatan dengan dokter TD : 130/80 mmhg
untuk pemberian: Nadi : 84 x /mnt
a. Cairan infus Respirasi : 28 x/mnt
dextrose 5 % 500 cc 12 Suhu : 36,5oC
tts/mnt Suara paru pada distal lateral
b. Cepotaxin aksila s/d mid aksila masih
injeksi 1 gr/iv kurang jelas terdengar dan
c. Dexametason pada pemeriksaan perkusi
injeksi 0,5 mg/iv masih pekak di bandingkan
d. Neurobion lapang paru yang lainnya.
injeksi 5000 mg/im Hasil Thorax foto terakhir
tampak cairan terkumpul pada
bagian distal sudut
kostaprenika

A:
Intoleran aktivitas mulai
teratasi hampir sepenuhnya.

P:
Lanjutkan latihan pernafasan
dan tingkatkan terus secara
bertahap aktifitas fisiknya.

Implementasi keperawatan
Tgl No. Jam Implementasi jam Evaluasi Paraf
DP
28/ 2. 1000 1. Mengkaji ulang tingkat 1400 S:
11/ pengetahuan klien tentang Klien mengatakan baru
06 permasalahan kesehatan yakin dan percaya bahwa
yang sedang di alami dirinya menderita penyakit
TBC paru
2. Memberikan penjelasan Klien mengatakan
ulang tentang bahwa penyakit paru-paru
permasalahan kesehatan dapat menimbulan cairan
dan program pengobatan yang akan merendam paru
yang alaminya paru sehingga tidak
berkembang.
Klien mengatakan
besok akan minta berobat
jalan karena sesak
nafasnya sudah jarang
dirasakan lagi
Keluarga klien
mengatakan, klien agak
sulit untuk melepas
kebiasaannya merokok.

O:
Tampak klien dapat
menjelaskan kembali tentang
masalah kesehatan yang
dialami dengan bahasanya
sendiri

A:
ansietas hampir seluruhnya
teratasi
Risti inefektif penatalaksanaan
program terapeutik

P:
Beri penjelasan tentang
perawatan dan pengobatan
dirumah sebelum besok klien
dibawa pulang.
Implementasi keperawatan
Tgl No. Jam Implementasi jam Evaluasi Paraf
DP
29/ 1& 0800 Menganjurkan klien untuk 1000 S:
11/ 2 terus melakukan latihan Klien mengatakan akan
06 pernafasan pagi dan sore melakukan latihan pernafasan
Klien mengatakan akan
Menganjurkan kepada klien berusaha untuk menghentikan
untuk selalu mematuhi kebiasaanya merokok dan
program terapi yang telah menghindari keluar pada
diberikan dan berobat dengan malam hari dan melaksanakan
teratur. program terapi sesuai anjuran
perawat dan dokter.
Memberikan hasil kolaborasi
terapi dokter: O:
a. Mislev tablet 3 x 500 Tampak klien mampu
mg ( Jam 0700, 1200,1800 ) melakukan latihan pernafasan
b. Prednison tablet 3 x 0,5 dengan benar secara mandiri
mg ( jam 0700, 1200,1800 ) Tampak klien dapat
c. Rifampicin tablet 1 x menjelaskan kembali aturan
450 mg ( jam 0700 ) minum obat sesuai dosisnya,
d. INH tablet 1 x 300 mg ( waktunya dan waktu kontrol
jam 0700 ) kembali.
e. Pyrazinamid 1 x TD: 120/70 mmg
1000mg ( jam 0700 ) Nadi : 84 x/mnt
Respirasi : 28 x/mnt
Suhu 37 oC.
Hasil gambaran Thotax Foto
masih tampak sedikit cairan
pada rongga pleura daerah
sudut kosta prenika.

A:
Ansietas dan intoleran aktifitas
hampir seluruhnya teratasi

P:
Kaji ulang penata laksnaan
program terapi selama dirumah
ketika berobat jalan.