Anda di halaman 1dari 4

RESUME

ENERGI ALTERNATIF

Resume Ini Disusun Sebagai Tugas Pengganti Absensi Kehadiran

Pertemuan Keenam Mengenai KLASIFIKASI POTENSI DAN REMOTE SENSING

oleh

ARYA ANANTAMA FATHURRAHMAN

13010060

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

AKADEMI MINYAK DAN GAS BALONGAN

INDRAMAYU

2017
A. KLASIFIKASI POTENSI ENERGI PANAS BUMI
Besarnya potensi panas bumi yang ditentukan dengan dasar estimasi parameter
terbatas, untuk dibuktikan menjadi potensi cadangan. Jumlah kandungan panas yang
tersimpan di bawah permukaan dan diestimasikan dengan ilmu-ilmu kebumian,
kelistrikan yang dapat dimanfaatkan dalam waktu tertentu.
Energi panas bumi dapat diklasifikasikan dari potensinya, yang dapat dibagi
menjadi sumber daya (spekulatif dan hipotetis) dan cadangan (terduga, mungkin,
terbukti).

B. KRITERIA KLASIFIKASI POTENSI ENERGI GEOTHERMAL


1. Sumber Daya Spekulatif (Speculatif Resource)
Dicirikan oleh manifestasi panas bumi aktif. Luas reservoar dihitung dari
penyebaran manifestasi dan batasan geologi, sedangkan temperatur dihitung dengan
geotermometer. Daya per satuan luas ditentukan dengan asumsi.
2. Sumber Daya Hipotetis (Hypothetical Resource)
Diindikasikan oleh menifestasi panas bumi aktif, data dasar adalah hasil survei
regional geologi, geokimia dan geofisika. Luas daerah prospek ditentukan
berdasarkan hasil penyelidikan geologi / geokimia / geofisika sedangkan temperatur
diperkirakan berdasarkan data geotermometer (air, gas atau isotop).
3. Cadangan Terduga (Possible Reserve)
Luas dan ketebalan reservoar serta parameter fisik batuan dan fluida diestimasi
berdasarkan data ilmu kebumian detil terpadu yang digambarkan dalam model
tentatif.
4. Cadangan Mungkin (Probable Reserve)
Dibuktikan oleh satu sumur eksplorasi yang berhasil menyemburkan uap/air
panas. Luas dan ketebalan reservoar didapat dari data sumur dan hasil penyelidikan
ilmu kebumian detil terpadu. Parameter batuan dan fluida serta temperatur reservoar
diperoleh dari data pengukuran langsung dalam sumur dan/atau data analisis
laboratorium
5. Cadangan Terbukti (Proven Reserve)
Dibuktikan oleh lebih dari satu sumur eksplorasi yang berhasil menyemburkan
uap/air panas. Luas dan ketebalan reservoar didasarkan pada data sumur dan hasil
penyelidikan ilmu kebumian detil terpadu.

1|Page
C. TEKNOLOGI EKSPLORASI GEOTHERMAL
1. Survey Geologi
Geological control / setting- Geological Model, Possible permeable zone-Heat
Source
2. Survey Geokimia
Hidrology - Temperatur fluid origin- Geothermal System-magmatic/non magmatic
3. Survey Geofisika
Reservoir Depth-Area of prospect, caprock, reservoir, basement, possible heatsource
4. Eksploration Drilling
Subsurface litology, Alteration type, Depth of reservoir, Cap rock thickness,
Temperature, Pressure, Feed zone.

D. REMOTE SENSING
1. Pengantar Remote Sensing
Remote sensing (Penginderaan jauh) adalah suatu metoda untuk mengenal
dan menentukan obyek di permukaan bumi tanpa melalui kontak langsung dengan
obyek tersebut
Pada tahun 1972 satelit ERTS-1 (sekarang dikenal dengan Landsat) untuk
pertama kali diorbitkan Amerika Serikat.
Beberapa tahun berikutnya negara-negara maju meluncurkan satelit sejenis
seperti Prancis (SPOT), Jepang (MOS-1, ASTER, ALOS), Amerika Serikat (Landsat
generasi 1-8) dan di tahun 1990-an meluncurkan citra resolusi tinggi (IKONOS,
QuickBird). Bersamaan dengan itu diluncurkan citra radar (SRTM, TerraSAR,
RADARSAT yang merupakan citra radar resulosi tinggi-menengah.
2. Jenis Data Remote Sensing
Secara garis besar dikenal 2 jenis data remote sensing :
a. Sistem Optik (Sistem Pasif)
Alat perekam (Scanner) merekam pantulan selang berkas cahaya (Spectral
Band) yang berasal dari sinar matahari. Data direkam dalam bentuk numerik pada
selang antara 0 (Hitam) - 256 (Putih). Berkas gelombang cahaya yang umum
digunakan adalah Gelombang Tampak (Visible Band), Infra Merah Dekat (Near
Infrared), Infra Merah Termal (Thermal Infrared) dan Gelombang Mikro.

2|Page
b. Sistem Radar (Sistem Aktif)
menggunakan sumber energi yang memancarkan gelombang mikro (radar) ke
permukaan bumi dan ditangkap sensor perekam.
3. Pemilihan Data Remote Sensing
Indonesia termasuk daerah tropik yang rawan terhadap tutupan awan. Sistim
aktif dapat menjadi solusi. Kedua jenis mempunyai kekurangan dan kelebihan, sistim
pasif kaya akan informasi spektral sedangkan sistim aktif kaya akan informasi terrain.
Sistim aktif dengan pemrosesan khusus dapat dipakai untuk mendapatkan pola
aliran/das, kemiringan lerang. Pemakaian kedua jenis data akan memberikan
informasi lebih optimal
4. Remote Sensing Untuk Geothermal
a. Aspek-aspek geologi yang dilakukan interpretasi berupa :
Penarikan Struktur Geologi
Penarikan Satuan Batuan
Penarikan Daerah yang terganggu oleh Aktivitas Hidrotermal (Alterasi Batuan)
b. Selain aspek-aspek tersebut dapat diidentifikasi juga periode pembentukkan suatu
produk gunungapi.
c. Data Remote sensing yang dilakukan pemrosesan berupa data ASTER (The
Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer) dan data
Landsat.

3|Page