Anda di halaman 1dari 26

FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA

PRODI NERS. STIKES YARSI PONTIANAK

Nama Mahasiswa : Wirayudha


NIM :

A. PENGKAJIAN
1. Data Umum
Nama Kepala Keluarga : Tn. M. S
Umur : 53 Tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : RT 05/ RW 03, Desa Kuala Dua
Komposisi Keluarga
No Nama J.K Hub dg KK Umur Pendidikan Pekerjaan
1. Ny. A P Istri 58 SMP IRT

Genogram :

Keterangan Genogram :
: Laki-laki
: Perempuan
: Klien
: Tinggal Satu Rumah
a. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Tn. M.S adalah tipe tradisonal, yaitu the dyad family karena
dirumah tinggal suami dan istri.
b. Suku Bangsa
Tn. M.S bersuku melayu, istri Tn.M.S juga bersuku melayu dan tidak ada hal
yang bertentangan dengan pengobatan dan tindakan keperawatan.
c. Agama
Keluarga Tn. M.S beragama Islam dan selalu menunaikan sholat lima waktu.
d. Status sosial ekonomi keluarga
Tn. M.S bekerja sebagai swasta. Sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga.
Penghasilan rata-rata keluarga Tn. M.S perbulan kurang dari Rp. 1,7 juta dan
pengeluaran rata-rata keluarga Tn. M.S perbulan antara Rp.100.000,- sampai Rp.
200.000,- .
e. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga Tn. M.S mengatakan rekreasi itu perlu dan tidak pernah pergi kemana-
mana, paling hanya pergi ke rumah anak nya terdekat.

2. Riwayat dan Tahapan Perkembangan Keluarga


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahapan perkembangan keluarga saat ini adalah berada pada tahap perkembangan
lansia.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Secara umum, untuk tahap perkembangan keluarga Tn. M.S sudah terpenuhi.
c. Riwayat keluarga inti
Keluarga terbentuk dari pernikahan antara Tn. M.S dan Ny. A dan memiliki dua
orang anak laki-laki yang sudah mempunyai keluarga masing-masing dan pisah
rumah dengan mereka.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Di dalam keluarga Tn. A.M dan Ny. A tidak ada riwayat kawin cerai dan
terputusnya tali silahturahmi.
3. Lingkungan
a. Karakteristik rumah

DAPUR WC

Kamar

10 m
R.Kelga Kamar

R.Tamu

6m

b. Karakateristik tetangga dan komunitas RW


RT 05 RW 03 berpenduduk tidak padat khususnya di kediaman Tn. M.S,
kehidupan antar tetangga terjalin akrab dan saling mengunjungi. Mayoritas di
lingkungan tempat tinggal Tn. M.S, baik laki-laki dan perempuan adalah sebagai
pekerja. Rata-rata laki-laki sebagai pekerja swasta dan perempuan sebagai ibu
rumah tangga.
c. Mobilitas geografis keluarga
Rumah keluarga Tn. M.S berada di pinggiran jalan, akses dekat dengan masjid
30 m, jarak dengan sekolah 1 km, dan pelayanan kesehatan 5 km.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn. M.S selalu berkumpul dengan anak-anaknya dan selalu
berpartisipasi dalam kegiatan yang ada di masyarakat.
e. Sistem pendukung keluarga
Tn.M.S tinggal serumah bersama istri dan di lingkungan sekitar rumah Tn. M.S
adalah satu keluarga semua. Menurut Ny. A, tinggal bersama dan dekat dengan
keluarga sangat membantu jika terjadi sesuatu hal.
4. Struktur Keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Komunikasi didalam keluarga Tn. M.S berjalan dengan baik, menggunakan
bahasa Melayu, dan apabila ada permasalahan selalu dimusyawarahkan secara
terbuka dengan istri dan anak-anaknya bahkan kadang-kadang dengan saudara-
saudara terdekat.
b. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Tn. M.S saling menghargai satu sama lain dan saling membantu serta
saling mendukung. Jika dari salah satu keluarga ada yang sakit, mereka akan
saling tolong-menolong.
c. Struktur peran
Dalam keluarga, Tn. M.S adalah sebagai kepala keluarga dan tulang punggung
keluarga yang mempunyai pekerjaan sebagai buruh. Sedangkan Ny. A
menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.
d. Nilai atau norma budaya
Keluarga dari Tn. M.S menerapkan aturan-aturan yang sesuai dengan ajaran
agama islam dan mengharapkan anaknya menjadi anak yang taat. Sehubungan
keluarga Tn. M.S bersuku melayu, mereka mempunyai adat yang dianut. Akan
tetapi tidak ada aturan yang bertentangan dengan tindakan asuhan keperawatan.

5. Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga Tn. M.S saling berkomunikasi dengan baik. Jika salah
satu dari keluarga Tn. M.S ada yang sakit mereka saling membantu (jasa dan
pinjaman dana).
b. Fungsi sosialisasi :
1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan :
Keluarga Tn.M.S hanya mengenal masalah-masalah kesehatan yang lazim,
seperti demam batuk dan pilek. Jika ada anggota keluarga yang sakit paling
membeli obat di warung. Untuk penyakit yang diderita Ny. A, keluarga
menganggap hanya batuk-batuk biasa dan yang nantinya akan sembuh dan
penyakit ngilu-ngilu pada sendi hanyalah penyakit karena faktor umur yang
sudah tua.
2) Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Sebagai kepala keluarga, Tn. M.S juga sebagai pengambil keputusan yang
berdasarkan hasil musyawarah keluarga dan dalam beberapa kondisi tertentu
keputusan hanya diambil oleh Tn. M.S.
3) Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Jika ada keluarga Tn. M.S yang sakit, keluarga mencoba untuk minum obat
yang di beli di warung dan jika sakit nya berkelanjutan atau parah, barulah
keluarga membawa yang sakit ke Puskesmas atau bidan yang terdekat.
4) Kemampuan keluarga memodifikasi lingkungan
Keluarga Tn. M.S masih belum mengerti cara memodifikasi lingkungan.
Jendela rumah yang selalu ditutup dan tidak pernah dibuka. Melainkan, jika di
buka tidak memungkinkan untuk terjadi batuk yang lebih parah lagi yang di
alami Ny. A.
5) Kemampuan keluarga memanfaatkaan fasilitas kesehatan yang ada.
Ny. A mengatakan apabila sakit sudah parah, keluarga Tn.M.S baru berobat ke
puskesmas atau ke bidan/ mantri terdekat.
c. Fungsi Reproduksi
Tn. M.S berusia 53 tahun dan Ny. A berusia 58 tahun. Dulu Ny. A mengunakan
KB pada anak yang kedua sedangkan untuk anak pertama tidak mengunakan KB,
sekarang Ny. A tidak makan pil KB lagi dikarenakan usia yang sudah tua.
d. Fungsi Ekonomi
Tn. M.S bekerja sebagai buruh dan Ny. A bekerja sebagai ibu rumah tangga.

6. Stres dan Koping Keluarga


a. Stressor jangka panjang dan jangka pendek
1) Stressor jangka panjang
Stressor yang dirasakan oleh keluarga Tn. M.S adalah penyakit sendi yang
terasa ngilu-ngilu yang diderita istrinya Ny. A. Tetapi keluarga tidak
mengkhawatirkannya mungkin karena faktor usia.
2) Stressor jangka pendek
Klien mengatakan batuk-batuk pada siang hari dan pada malam hari batuknya
berkurang.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Klien pergi ke puskesmas atau bidan terdekat apabila sudah sakit parah dan jika
hanya demam, batuk atau pilek, klien hanya membeli obat di warung.
c. Strategi koping
Klien biasanya membicarakan masalah tersebut dengan cara bermusyawarah atau
diskusi dengan keluarga.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Tidak terdapat adaptasi disfungsional.

7. Harapan Keluarga
Keluarga Tn. M.S berharap agar anggota keluarganya tetap selalu sehat walaupun
keluarga mengetahui bahwa Ny. A batuk-batuk dan ngilu-ngilu pada tulang.

8. Data Tambahan
a. Nutrisi:
Keluarga Tn. M.S biasanya mengkonsumsi makanan yang dibuat sendiri dan
dimasak dengan menggunakan air hujan, pola makannya 3 kali sehari bahkan
lebih dengan menu yang seadanya saja.
b. Eliminasi:
Keluarga Tn. M.S tidak ada yang mengalami gangguan pencernaan lain, dan
kebiasaan eliminasi mereka di WC yang berada diluar rumah dan milik sendiri.
c. Istirahat tidur :
Keluarga Tn. M.Sselalu tidur jam 9 malam karena pada siang hari bekerja.
d. Aktivitas sehari-hari :
Aktifitas yang dilakukan keluarga Tn. M.S hanyalah bekerja. Tn. M.S pada pagi
hari bekerja sebagai buruh, sore hari berladang dan pada malam hari istirahat
sedangkan Ny. A pada pagi hari dan sore hari berladang.
e. Gaya hidup tidak sehat (merokok, minum-minuman keras, dll) :
Didalam keluarga Tn M.S, Tn. M.S tidak merokok, minum dan lain-lain.
Pemeriksaan Head to Toe
Nama

Tn. M.S Ny. A

Indikator
Kepala Rambut bergelombang, hitam, hygiene Rambut panjang, lurus, berwarna putih dan
rambut dan kepala baik, tidak terdapat lesi hitam, hygiene rambut dan kepala baik, tidak
atau masa pada daerah kepala, bentuk terdapat lesi atau masa pada daerah kepala,
simetris. bentuk simetris.

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis,

Mata anemis, penglihatan kadang kabur. penglihatan baik.

Penciuman baik, dapat membedakan aroma, Penciuman baik dapat membedakan aroma, tidak
tidak terdapat penyumbatan pada rongga terdapat penyumbatan pada rongga hidung.
Hidung
hidung.

Gigi masih utuh, mukosa bibir lembab.


Gigi atas sudah tidak ada, gigi bawah masih ada,
mukosa bibir lembab.
Mulut

Simetris, tidak ada lesi, tidak ada Simetris, tidak ada lesi , tidak ada
pembengkakan tiroid dan kelenjar getah pembengkakan tiroid dan kelenjar getah bening.
bening.
Leher dan
Axilla

Bentuk simetris, tidak ada lesi, pergerakan


Bentuk simetris, tidak ada lesi, pergerakan dada
dada reguler, 22x/ menit, tidak ada bunyi
reguler, 20x/ menit, adanya bunyi stidor dan
whezing.
klien juga batuk.
Dada

Simetris, tidak terdapat lesi, tidak ada


kelainan pada tulang belakang. Simetris, tidak terdapat lesi, tidak ada kelainan
pada tulang belakang.

Punggung Tidak terkaji


Tidak terkaji

Rectum dan Pergerakan baik


Genetalia Pergerakan baik, sendi sendi klien sering ngilu-
ngilu.

Ekstremitas
atas dan
bawah 5 5
5 5
5 5
5 5
Tonus otot

TD = 140/80 mmHg, N = 86 x/menit, S =


TD = 120/80 mmHg, N = 85 x/menit, S = 36,5
36,3 0C, RR = 22x/menit
0
C, RR = 20x/menit

TTV
B. Analisa Data
No. Data Senjang Masalah Penyebab

1. Data Subjektif: Resiko untuk penyebaran Ketidakmampuan


- Ny. A mengatakan jendela nya penyakit pada keluarga Tn. keluarga
tidak pernah dibuka pada M.S memodifikasi
siang hari lingkungan
- Ny. A mengatakan hanya
siang hari dan malam hari
yang ada di rumah.
Data Objektif:

- Tanda Tanda Vital :


TD : 120/80 mmHg
N : 67 x/m
RR : 20 x/m
S : 36,4 oC
- Rumah keluarga Tn. M.S
selalu tutup, walaupun ada
orang di rumah.
- Ny. A mengalami batuk-batuk
dan terdengar ada dahaknya
- Saat batuk, Ny. A menutup
mulutnya dengan handuk.
2. Data Subjektif : Kurang pengetahuan Ketidakmampuan
- Ny. A mengatakan batuknya masalah penyakit yang di keluarga
hanya batuk biasa saja. alami keluarga Tn M.S pada mengenal masalah
- Ny. A mengatakan batuk nya pasien Ny. A
tidak berdahak.
- Ny. A mengatakan apabila
sakitnya sudah parah baru
berobat ke puskesmas atau
bidan/ mantri.
Data Objektif :

- Ny. A terdengar batuk


berdahak.
- Tanda Tanda Vital :
TD : 120/80 mmHg
N : 67 x/m
RR : 20 x/m
S : 36,4 oC
3 Data Subjektif : Manajemen regimen terapi Ketidakmampuan
- Ny. A mengatakan jika sakit tidak efektif pada keluarga keluarga
hanya membeli obat di warung Tn. M.S khususnya Ny. A memanfaatkaan
dan membiarkan nya untuk fasilitas kesehatan
sembuh sendiri. yang ada
- Ny. A mengatakan sendinya
terasa ngilu-ngilu dan
menganggapnya penyakit
karena faktor usia.
- Ny. A mengatakan tidak
persediaan obatnya sudah
habis.
Data Objektif :
- Persediaan obat klien tidak
ada

C. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan berhubungan dengan resiko
untuk penyebaran penyakit pada keluarga Tn. M.S.
b. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah berhubngan dengan Kurang
pengetahuan masalah penyakit yang di alami keluarga Tn M.S pada pasien Ny. A.
c. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkaan fasilitas kesehatan yang ada berhubungan
dengan Manajemen regimen terapi tidak efektif pada keluarga Tn. M.S khususnya
Ny. A.
D. Skala prioritas masalah / Scoring
Diagnosa : Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan berhubungan dengan
resiko untuk penyebaran penyakit pada keluarga Tn. M.S.
Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran
Sifat Masalah Masalah yang dirasakan keluarga Tn.
a. Aktual 3 1/ x1= M.S tidak sulit untuk memberikan
3

b. Resiko Tinggi 2 1 1/ pendidikan kesehatan dan hanya


3

c. Potensial 1 perlu pemberitahuan yang rasional.


Kemungkinan
masalah untuk Dalam keluarga Tn. M.S hanya perlu
dirubah 2/ x2= pemahaman tentang rasional dari
2

a. Mudah 2 2 2 modifikasi untuk lingkungan sekitar


b. Sebagian 1 rumahnya.
c. Tidak dapat 0
Potensial masalah Masalah dapat di cegah dengan cara
untuk dicegah memodifikasi lingkungan rumah
a. Tinggi 3 2/ x1= yaitu dengan cara membuka jendela
3

b. Cukup 2 1 2/ setiap harinya saat ada di rumah


3

c. Rendah 1
Menonjolnya Masalah Keluarga Tn. M.S merasa keberatan
a. Segera diatasi 2 saat jendela rumahnya dibuka setiap
b. Ada masalah tetapi 1 x1= hari apalagi tidak ada orang dirumah.
tidak segera diatasi
c. Masalah tidak 1
dirasakan 0
Jumlah 3

Diagnosa : Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah berhubungan dengan kurang


pengetahuan masalah penyakit yang di alami keluarga Tn M.S pada pasien Ny. A.

Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran


Sifat Masalah Masalah yang dirasakan keluarga Tn.
a. Aktual 3 3/ x1= M.S, khusus Ny. A tidak mengerti
3

b. Resiko Tinggi 2 1 1 masalah penyakit yang dialaminya


c. Potensial 1 akan beresiko parah.
Kemungkinan Dalam keluarga Tn. M.S, masalah
masalah untuk bisa dirubah dengan mengajarkan
dirubah atau memberikan pendidikan
a. Mudah 2 2 x 2 =1 kesehatan bersama-sama melakukan
b. Sebagian 1 demonstrasi tindakan ke Ny. A
c. Tidak dapat 0
Potensial masalah Masalah yang dialami Ny. A sudah
untuk dicegah hampir 3 bulan dan masih belum
a. Tinggi 3 2/ x1= tahu cara mengatasinya.
3

b. Cukup 2 1 2/
3

c. Rendah 1
Menonjolnya Masalah Keluarga Tn. M.S, khususnya Ny. A
a. Segera diatasi masih belum tau cara mengatasi
b. Ada masalah tetapi 2 batuk berdahak yang dialaminya.
tidak segera diatasi 1 2/ x1=
2

c. Masalah tidak 1 1
dirasakan
0
Jumlah 3 2/3

Diagnosa : Ketidakmampuan keluarga memanfaatkaan fasilitas kesehatan yang ada


berhubungan dengan Manajemen regimen terapi tidak efektif pada keluarga Tn. M.S
khususnya Ny. A.

Kriteria Nilai Bobot Skoring Pembenaran


Sifat Masalah Masalah hanya bersifat potensial dan
a. Aktual 3 1/ x1= hanya menyarankan keluarga Tn.
3

b. Resiko Tinggi 2 1 1/ M.S untuk berobat ke puskesmas


3

c. Potensial 1 atau bidan/ mantri terdekat.


Kemungkinan Sarankan keluarga Tn. M.S untuk
masalah untuk mengecek kondisi fisiknya dan
dirubah 2/ x2= berobat.
2

a. Mudah 2 2 2
b. Sebagian 1
c. Tidak dapat 0
Potensial masalah Ny. A merasa sudah sembuh, dan
untuk dicegah tidak mau berobat, walaupun Ny. A
a. Tinggi 3 1 3/ x1= mengeluh batuk-batuk berdahak dan
3

b. Cukup 2 1 sendi sendi nya terasa ngilu-ngilu.


c. Rendah 1
Menonjolnya Masalah Sarankan keluarga Tn. A.M untuk
a. Segera diatasi berobat ke Puskesmas atau bidan/
b. Ada masalah tetapi 2 mantri terdekat.
tidak segera diatasi 1 x1=
c. Masalah tidak 1
dirasakan
0
Jumlah 3 2/5
E. Prioritas masalah
1. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah berhubngan dengan kurang
pengetahuan masalah penyakit yang di alami keluarga Tn M.S pada pasien Ny. A.
2. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan berhubungan dengan resiko
untuk penyebaran penyakit pada keluarga Tn. MS.
3. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkaan fasilitas kesehatan yang ada
berhubungan dengan manajemen regimen terapi tidak pada keluarga Tn. M.S
khususnya Ny. A
F. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Evaluasi Rencana Tindakan
Dx.
TUM TUK Kriteria Standar
1. Ketidakmampuan keluarga Setelah Setelah dilakukan 2 x Respon Keluarga Tn. M.S 1. Kaji tingkat
mengenal masalah dilakukan pertemuan selama Verbal mampu mengenal pengetahuan keluarga
berhubungan dengan kurang pendidikan 45 menit diharapkan masalah yang tentang cara mengatasi
pengetahuan masalah kesehatan 2 keluarga mampu : dihadapinya : batuk (batuk efektif).
penyakit yang di alami hari, keluarga a. Memahami masalah 1. Anjurkan keluarga 2. Jelaskan kepada
keluarga Tn M.S pada dapat penyakit yang Tn. M.S keluarga tentang cara
pasien Ny. A. mengetahui dialami keluarga mendengarkan batuk efektif.
penyakit yang Tn.M.S pendidikan 3. Berikan reinforcement
dialaminya. b. Memahami tentang kesehatan. yang positif terhadap
cara mengatasi 2. Anjurkan keluarga jawaban yang di berikan
batuk. Tn. M.S untuk oleh klien dan keluarga.
c. Mendemonstrasikan mendemonstrasi- 4. Ajarkan pasien dan
cara batuk efektif kan cara batuk keluarga cara batuk
efektif efektif.
2. Ketidakmampuan keluarga Setelah Setelah dilakukan 2 x Respon Keluarga Tn. M.S 1. Jelaskan kepada
memodifikasi lingkungan dilakukan pertemuan selama mampu mengatasi keluarga Tn. M.S
Verbal
berhubungan dengan resiko pendidikan 45 menit diharapkan kesehatan lingkungan bagaimana cara merawat
untuk penyebaran penyakit kesehatan 2 keluarga mampu : rumah dengan cara : rumah yang sehat
pada keluarga Tn. M.S hari, a. Memodifikasi 1. Anjurkan pada 2. Anjurkan pada keluarga
penyebaran lingkungan yang keluarga Tn. M.S untuk membuka jendela
penyakit dapat sehat terbebas dari untuk dapat saat ada dirumah
diatasi atau penyebaran membuka jendela 3. Ajarkan kepada keluarga
tidak terjadi penyakit rumah tiap hari tentang bagaimana
2. Anjurkan keluarga merawat rumah dan
Tn. M.S untuk lingkungan yang sehat
dapat menjaga 4. Berikan penjelasan
kebersihan rumah. bagaimana menjaga
3. Ajar kan pada kesehatan lingkungan
keluarga bagaimana 5. Beri penyuluhan pada
merawat rumah keluarga tentang rumah
yang sehat sehat.

3. Ketidakmampuan keluarga Setelah Setelah dilakukan 2 x Respon Keluarga Tn. M.S 1. Jelaskan pada keluarga
memanfaatkaan fasilitas dilakukan pertemuan selama Verbal mampu menjaga untuk memanfaatkan
kesehatan yang ada pendidikan 45 menit diharapkan kesehatan dengan cara : fasilitas kesehatan yang
berhubungan dengan kesehatan 2 keluarga mampu : 1. Keluarga Tn. M.S ada.
manajemen regimen terapi hari, keluarga a. Mengecek mampu untuk 2. Jelaskan pada keluarga
tidak efektif pada keluarga mampu kesehatannya ke meningkatkan pentingnya untuk
Tn. M.S khususnya Ny. A. memanfaatkan pelayanan kenyamanan dalam menjaga kesehatan
fasilitas kesehatan terdekat pelayanan 3. Jelaskan pada keluarga
kesehatan yang kesehatan pentingnya
ada 2. Keluarga juga dapat menggunakan fasilitas
berpartisipasi dalam kesehatan yang ada.
penyediaan agar 4. Ajarkan pada keluarga
dapat lebih untuk hidup sehat
meningkatkan 5. Anjurkan pada keluarga
kesehatan. untuk ikut serta dalam
3. Keluarga juga dapat penyuluhan kesehatan,
menggunakan jika di adakan.
fasilitas kesehatan
yang ada.
G. CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf
Dx. Waktu
1. Setelah menjelaskan tujuan dan membuat S:
kontrak waktu dilanjutkan dengan : - Ny. A mengatakan masih ragu untuk
5. Mengkaji tingkat pengetahuan keluarga melakukan batuk efektif
tentang cara mengatasi batuk (batuk - Ny. A mengatakan masih ada batuk-
efektif). batuk dan berdahak.
R : Ny. A terlihat tidak paham tentang
penyakitnya O:
H : Ny. A masih mengeluh batuk-batuk dan - Ny. A masih terlihat batuk berdahak
ada dahak, susah keluar dan merasa sesak. - Ny. A sudah diberikan pendidikan
6. Menjelaskan kepada keluarga tentang cara kesehatan tentang batuk dan
batuk efektif. penanganan batuk dengan batuk
R : Ny. A tampak mendengarkan dan efektif
bercerita - Saat batuk efektif, yang keluar hanya
H : Ny. A sudah diberikan pendidikan sekret di dalam mulut Ny. A
kesehatan tentang batuk dan penanganan - Terdengar suara adanya sekret saat
batuk dengan batuk efektif klien batuk.
7. Memberikan reinforcement yang positif
terhadap jawaban yang di berikan oleh klien
dan keluarga. A:
R : Ny. A tampak kooperatif dan bercerita - Masalah teratasi sebagian
H : Ny. A merasa senang atas reinforcement
yang diberikan perawat P:
8. Mengajarkan pasien dan keluarga cara - Lanjutkan tindakan
batuk efektif.
R : Ny. A tampak melakukannya
H : Ny. A mengikuti cara batuk efektif yang
di ajarkan perawat dan Ny. A
melakukannya.

No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf


Dx. Waktu
2. Setelah menjelaskan tujuan dan membuat S:
kontrak waktu dilanjutkan dengan : - Ny. A mengatakan kalau jendelanya
6. Menjelaskan kepada keluarga Tn. M.S dibuka, takut ayam masuk ke rumah.
bagaimana cara merawat rumah yang sehat - Ny. A mengatakan sudah mengerti
R : Ny. A tampak mendengarkan tentang apa yang di sarankan perawat.
H : Ny. A mengatakan memang tidak
pernah membukan jendela rumahnya saat O:
ada di rumah. - Jendela rumah masih tertutup
7. Menganjurkan pada keluarga Tn. M.S untuk - Lantai porselin tidak terlalu licin
membuka jendela saat ada dirumah
R : Ny. A menganggukkan kepala A:
H : Ny. A masih memikirkannya - Masalah teratasi sebagian
8. Mengajarkan kepada keluarga tentang
bagaimana merawat rumah dan lingkungan P:
yang sehat. - Lanjutkan tindakan
R : Ny. A tampak mengerti
H : Ny. A mengatakan kalau jendelanya
dibuka, takut ayam masuk ke rumah. Lantai
porselin tapi tidak licin.
9. Memberi penyuluhan pada keluarga tentang
rumah sehat.
R : Ny. A tampak mengerti dan kooperatif
H : Ny. A mengatakan sudah mengerti
dengan apa yang disarankan perawat.

No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf


Dx. Waktu
3. Setelah menjelaskan tujuan dan membuat S:
kontrak waktu dilanjutkan dengan : - Ny. A mengatakan belum ada ke
6. Menjelaskan pada keluarga untuk Puskesmas/ bidan terdekat, dan hanya
memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. minum obat warung.
R : Ny. A tersenyum dan bercerita - Ny. A mengatakan akan ke Puskesmas
H : Ny. A mengatakan belum ada ke atau bidan terdekat jika gratis.
Puskesmas/ bidan terdekat, dan hanya
minum obat warung. O:
7. Menjelaskan pada keluarga pentingnya - Persediaan obat Ny. A masih belum
untuk menjaga kesehatan. ada
R : Ny. A tampak menganggukkan kepala - Batuk-batuk Ny. A masih belum
H : Ny. A telah di sarankan untuk berobat sembuh
ke puskesmas atau bidan terdekat. - Ny. A telah di sarankan untuk berobat
8. Menjelaskan pada keluarga pentingnya ke puskesmas atau bidan terdekat.
menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.
R : Ny. A tampak mengerti A:
H : Ny. A mengatakan akan ke Puskesmas - Masalah teratasi sebagian
atau bidan terdekat jika gratis.
9. Mengajarkan pada keluarga untuk hidup
sehat. P:
R : Ny. A tampak mengerti dan kooperatif - Lanjutkan tindakan
H : Ny. A mau berobat jika ada yang gratis
karena keluarga Tn. A.M ialah keluarga
tidak mampu.
H. CATATAN TINDAKAN KEPERAWATAN DAN PERKEMBANGAN (IMPLEMENTASI & EVALUASI)
No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf
Dx. Waktu
1. 1. Mengkaji masalah kesehatan keluarga Tn. S:
M.S - Ny. A mengeluh batuk-batuk tidak
R : Ny. A tampak batuk-batuk berdahak.
H : Ny. A mengeluh batuk-batuk sudah 2 - Ny. A mengeluh sendi-sendinya juga
bulan terasa ngilu-ngilu.
2. Mengkaji TTV keluarga Tn. M.S
R : Ny. A tampak kooperatif O:
H : TTV = TD : 120/80 mmHg, N : 67 x/m - Dilihat dari bicara Ny. A, terdengar
RR : 20 x/m, S : 36,4 oC bunyi batuk yang ada dahaknya.
3. Mengkaji tingkat pengetahuan keluarga - TTV = TD : 120/80 mmHg, N : 67 x/m
Tn. M.S tentang penyakit batuk RR : 20 x/m, S : 36,4 oC
R : Ny. A tampak bingung
H : Ny. A masih belum mengerti cara
penanganan batuk. A:
- Masalah teratasi sebagian

P:
- Lanjutkan tindakan
No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf
Dx. Waktu
2. 1. Mengkaji lingkungan sekitar rumah S:
keluarga Tn. M.S - Ny. A mengatakan jendela rumahnya
H : Jendela rumah keluarga Tn. M.S tidak jarang dibuka walaupun ada dirumah.
selalu dibuka walaupun ada orang
dirumah. O:
2. Mengkaji kebersihan rumah keluarga Tn. - Jendela rumah keluarga Tn. M.S tidak
M.S selalu dibuka walaupun ada orang
H : Seisi rumah keluarga Tn. M.S bersih, dirumah.
lantai depan rumah menggunakan porselin, - Seisi rumah keluarga Tn. M.S bersih,
di belakang menggunakan lantai papan. lantai depan rumah menggunakan
3. Mengkaji sumber air yang didapatkan porselin, di belakang menggunakan
keluarga Tn. M.S lantai papan.
H : Air minum yang untuk dimasak
didapatkan dari air hujan didalam A:
tempayan, dan air untuk mandi biasa di - Masalah teratasi sebagian
sumur.

P:
- Lanjutkan tindakan
No. Tanggal dan Implementasi Evaluasi Paraf
Dx. Waktu
3. 1. Mengkaji peran penting keluarga Tn. M.S S:
terhadap pelayanan kesehatan. - Ny. A mengatakan jika sudah sakit
H : Ny. A mengatakan jika sudah sakit parah baru berobat ke puskesmas atau
parah baru berobat ke puskesmas atau bidan/mantri terdekat.
bidan/mantri terdekat. - Ny. A. mengatakan tidak ada uang
2. Mengkaji status ekonomi keluarga Tn.M.S mau berobat dan jika gratis baru mau
H : keluarga Tn. M.S bekerja sebagai berobat.
buruh dan petani yang penghasilan
perbulannya sekitar kurang dari Rp. 1,7 O:
juta. - Keluarga Tn. M.S bekerja sebagai
3. Menganjurkan keluarga Tn. M.S untuk buruh dan petani yang penghasilan
berobat ke puskesmas atau bidan/mantri perbulannya kurang dari Rp. 1,7 juta.
terdekat. - Persediaan obat Ny. A tidak ada
H : Ny. A. mengatakan tidak ada uang
mau berobat ke ke puskesmas atau A:
bidan/mantri terdekat. Mau berobat, jika - Masalah teratasi sebagian
ada yang gratis.
P:
- Lanjutkan tindakan