Anda di halaman 1dari 13

Nama Xavier Adli

NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

LAPORAN PENGENALAN ALAT DAN BUDAYA K3

1. PRELAB
1.1 Simbol bahaya bahan kimia:
Corrosive
Contoh bahan kimia: belerang dioksida dan klor.
(Kristianingrum, 2012).

Highly Flammable
Contoh bahan kimia: alumunium alkil fosfor, aseton.
(Kristianingrum, 2012).

Harmful
Contoh bahan kimia: etilen glikol, diklorometan. (Lasia, 2013).

Toxic
Contoh bahan kimia: arsen triklorida, merkuri klorida.
(Kristianingrum, 2012).

Explosive
Contoh bahan kimia: nitroselulosa, ammonium nitrat.
(Kristianingrum, 2012).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

1.2 MSDS (Material Safety Data Sheet)


1. Sulfur Dioksida
Sulfur dioksida memiliki rumus kimia SO2. Sulfur dioksida adalah gas
yang memiliki sifat korosif dan beracun. Orang yang menghirup gas sulfur
dioksida langsung dibawa ke udara segar, beri napas bantuan jika mengirup
banyak. Jika berkontak dengan kulit, cuci dengan air sebanyak-banyaknya
(Afrox, 2017).

2. Klorin
Klorin memiliki rumus kimia Cl2. Klorin adalah gas bersifat korosif yang
sangat berbahaya, bisa meledak bila dipanaskan. Bersifat sebagai
pengoksidasi, bisa menimbulkan atau memperbesar api. Sangat fatal jika
terhirup dan sangat beracun bagi makhluk hidup di air dengan efek yang
bertahan sangat lama (Airgas, 2017).

3. Alumunium Alkil
Alumunium alkil bersifat piroforik, artinya sangat mudah terbakar di
suhu kamar normal. Api yang dihasilkan akan mengeluarkan gas yang korosif
dan beracun. Penghirupan gas dapat menyebabkan efek parah bahkan
kematian. Jika terbakar, padamkan api dengan bahan kimia kering atau pasir
kering, jangan menggunakan air atau CO2 (Cameo, 2016).

4. Aseton
Aseton memiliki rumus kimia CH3COCH3. Aseton merupakan larutan
yang sangat mudah terbakar. Beracun jika ditelan atau dihirup, dapat
menyebabkan mual, pusing. Dalam jumlah banyak dapat mengganggu system
saraf pusat (Axiall, 2013).

5. Etilen Glikol
Etilen glikol memiliki rumus kimia HOCH2CH2OH. Etilen glikol bersifat
berbahaya (harmful). Sangat berbahay jika tertelan, sedikit bahay jika terkena
dengan kulit atau jika dihirup. Jika tertelan jangan dimuntahkan, kecuali
diperintahkan oleh petugas medis, longgarkan sabuk, kancing baju, dasi
(ScienceLab, 2013).

6. Diklorometan
Diklorometan merupakan larutan yang memiliki rumus unsur CH2Cl2.
Diklorometan bersifat berbahaya. Jika terhirup sedikit dapat menyebabkan
mual dan pusing, jika terhirup banyak dapat menyebabkan sakit dada, merusak
otak, dan kanker. Segera berikan oksigen dan masker jika terhirup (Matheson,
2011).

7. Arsen Triklorida
Arsen triklorida adalah larutan yang memiliki rumus kimia AsCl3 yang
bersifat beracun. Arsen triklorida tidak bisa terbakar. Sangat berbahaya jika
terkena kulit, segera lepaskan pakaian yang terkena lalu aliri air yang banyak
selama 15 menit (ScienceLab, 2013).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

8. Merkuri Klorida
Merkuri klorida memiliki rumus kimia HgCl2. Berbentuk solid, tidak
berbau, dan berwarna putih. Titik didihnya 302oC, dan titik bekunya 276oC.
Bersifat beracun dan sangat berbahaya jika ditelan, dihirup, dan jika terkena
kulit. Segera beri pertolongan pertama jika terkena (ScienceLab, 2013).

9. Nitroselulosa
Nitroselulosa memiliki rumus kimia [C6H10-xO5-x(ONO2)X]n dimana x
2<x<2,4. Berwujud butiran atau serpihan kecil. Bersifat explosive (mudah
meledak). Berwarna putih, tidak berbau (Votorantim, 2012).

10. Ammoniumm Nitrat


Ammonium nitrat bersifat NH4NO3. Bersifat mudah meledak. Sebaiknya
dijauhkan dari panas dan api. Berwujud solid, berpotensi menjadi cair. Tidak
berbau, tidak berwarna, memiliki derajat pH 4.5-6 (ScienceLab, 2013).

1.3 Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan komponen yang melindungi


pekerja di perusahaan saat menjalankan pekerjaannya. Pelaksanaan K3 juga
didukung dengan penciptaan lingkungan yang sesuai dengan standar kesehatan
pekerja. Komponen perlindungan yang kedua adalah perlindungan tersebut
merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah
dan mengurangi resiko kecelakaan kerja. Penerapan K3 dianggap sebagai upaya
pencegahan kecelakaan kerja dan pencegahan penyakit akibat menjalankan
pekerjaaan. Konsep K3 dan implementasi yang dijalankan merupakan investasi dalam
jangka panjang untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan dimasa yang
akan datang. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah segala daya upaya dan
pemikiran yang dilakukan dalam rangka mencegah, menanggulangi dan mengurangi
terjadinya kecelakaan dan dampaknya melalui langkah-langkah identifikasi, analisa
dan pengendalian bahaya dengan menerapkan sistem pengendalian bahaya secara
tepat dan melaksanakan perundang-undangan tentang keselamatan dan kesehatan
kerja (Hati, 2014).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

2. TINJAUAN PUSTAKA
1. Lemari asam
Lemari asam adalah peralatan ventilasi lokal yang
didesain untuk mengurangi paparan dari gas berbahaya.
Lemari asam secara umum merupakan alat laboratorium
berukuran besar dengan cabinet bawah sebagai
penahan/meja. Lemari asam digunakan untuk mereaksikan
reaktan yang mudah menguap dan berbahaya seperti asam
sulfat pekat dan asam klorida pekat (Chemical FumeHood,
2008).

2. Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur absorbansi dengan
melewatkan cahaya dengan panjang gelombang
tertentu pada kuvet. Nilai absorbansi dari cahaya
yang diserap sebanding dengan konsentrasi
larutan didalam kuvet. Spektrofotometer terdiri
dari spektrometer dan fotometer (WHO, 2008).

3. Timbangan analitik

Timbangan analitik adalah jenis neraca yang dirancang


untuk mengukur massa kecil dalam rentang sub-miligram.
Piringan pengukur neraca analitik (0,1 mg atau lebih baik)
berada dalam kotak transparan berpintu sehingga tidak
berdebu dan angina di dalam ruangan tidak memengaruhi
operasional penimbangan. Ruang penutup ini sering disebut
dengan pelindung angin (WHO, 2008).

4. Pengertian pH meter, fungsi dan gambar (sitasi)


PH meter adalah alat ukur elektronik yang
digunakan untuk menentukan konsentrasi ion hidrogen
[H+] pada sebuah larutan. Untuk pengukuran yang
presisi, pH meter harus dikalibrasi sebelum digunakan
(WHO, 2008).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

5. Spatula
Spatula adalah alat berbentuk sendok yang biasanya
terbuat dari besi. Spatula digunakan untuk mengambil bahan-
bahan kimia dalam bentuk padatan, misalnya dalam bentuk
kristal. Untuk zat-zat yang bereaksi dengan logam digunakan
spatula plastik sedangkan zat-zat yang tidak bereaksi dengan
logam digunakan spatula logam (Husein, 2013).

6. Pipet ukur
Berbentuk silinder kecil panjang dan termasuk
dalam peralatan glassware. Pipet ukur digunakan untuk
mengukur volume suatu larutan. Pipet ukur tersedia
dalam berbagai macam ukuran, antara lain 1; 2; 3; 5; 10
dan 25 (Husein, 2013).

7. Pipet volume
Digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu
sesuai dengan label yang tertera pada bagian yang menggembung.
Pipet volume memiliki ketelitian yang tinggi. Pipet ukur juga bisa
digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah
lain (Husein, 2013).

8. Pipet tetes
Pipet tetes adalah jenis pipet yang terbuat dari kaca
atau plastic dengan sala satu ujung meruncing. Di salah satu
ujungnya ada karet untuk menghisap larutan dari ujung yang
meruncing. Pipet ukur digunakan untuk meneteskan dan
mengambil larutan dalam jumlah kecil (Husein, 2013).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

9. Labu Ukur
Labu ukur terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas
karena bisa memuai. Bentuknya berupa labu dengan leher panjang
dan bertutup di bagian atas leher. Untuk membuat atau
mengencerkan larutan dengan ketelitian tinggi (Husein, 2013).

10. Tabung reaksi


Tabung reaksi berbentuk silinder dan terbuat dari kaca.
Untuk mereaksikan dua zat atau lebih. Bisa juga digunakan
sebagai tempat perkembangan mikroba (Husein, 2013).

11. Erlenmeyer
Erlenmeyer berbentuk kerucut dengan bagian atas berupa
lubang lingkaran. Merupakan tempat titrasi untuk menampung
larutan primer yang akan dititrasi. Erlenmeyer tidak bisa dipakai
untuk mengukur volume (Husein, 2013).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

12. Buret
Berbentuk seperti pipet tetapi dengan ukuran yang lebih panjang.
Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula
digunakan untuk mengukur volume suatu larutan. Ketika proses
titrasi, buret digantung di atas erlenmeyer menggunakan tiang
penyangga statif (Husein, 2013).

13. Bulb
Untuk menghisap larutan yang akan diambil dari
botol larutan. Berbentuk bola dengan pipa di kedua
ujungnya. Untuk larutan selain air sebaiknya
digunakan karet pengisat yang telah disambungkan
pada pipet ukur (Husein, 2013).

14. Corong
Terbuat dari kaca atau plastik. Berbentuk kerucut dengan pipa
panjang diujungnya. Digunakan untuk media menuangkan cairan
(Husein, 2013).

15. Gelas Beker


Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Gelas beker
memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk
mengukur volume suatu zat cair (Husein, 2013).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

16. Kertas Saring


Berbentuk lingkaran pipih. Untuk
menyaring sebuah larutan. Kertang saring
memiliki ukuran pori-pori yang berbeda-
beda (Husein, 2013).

17. Gelas arloji


Terbuat dari kaca dan berbentuk cekung.
Digunakan sebagai penutup saat melakukan
pemanasan terhadap suatu bahan kimia. Gelas arloji
juga dapat untuk menimbang bahan padatan kimia
dan untuk mengeringkan suatu bahan dalam
desikator (Husein, 2013).

18. Gelas Ukur


Untuk mengukur volume larutan. Dalam praktikum
dengan ketelitian tinggi, gelas ukur tidak diperbolehkan untuk
mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian
tinggi dilakukan menggunakan pipet volume (Husein, 2013).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

3. PEMBAHASAN
1. Lemari asam
Lemari asam adalah suatu tempat untuk mereaksikan bahan
bahan kimia berbahaya sehingga jika terjadi sesuatu dari reaksi tersebut
lingkungan sekitar tidak terkena dampaknya. Lemari asam memiliki
ventilasi blower untuk mengeluarkan udara didalam lemari itu. Cara
memakainya, penutup lemari asam dibuka sedikit cukup tangan kita saja
yang masuk agar wajah dan badan kita tetap terlindungi oleh penutupnya
(Khamidinal, 2009).

2. Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur absorbansi atau daya
serap suatu larutan. Untuk mengukur daya absorbansi larutan tersebut,
alat ini menggunakan cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang
ditembakkan melalui larutan tersebut. Agar alat ini bisa mengukur dengan
akurat, alat ini harus dinyalakan 30 menit sebelum pemakaian dan harus
di kalibrasi terlebih dahulu.

3. Timbangan analitik
Timbangan analitik merupakan alat untuk mengukur berat bersih suatu
bahan kimia. Timbangan analitik sangat sensitif sehingga dapat mengukur
cukup akurat. Timbangan analitik memiliki ketelitian hingga 4 angka
dibelakang koma. Sebelum digunakan, alat ini harus di nyalakan 30 menit
sebelumnya lalu dibersihkan menggunakan kuas lalu dikalibrasi agar hasil
timbangannya akurat.

4. pH meter
Alat pH meter berfungsi untuk mengukur kadar ion hidrogen didalam
suatu larutan. Alat ini harus dinyalakan 30 menit sebelum penggunaan lalu
harus dikalibrasi terlebih dahulu. Larutan yang akan di ukur pH nya
dimasukkan kedalam kuvet. Alat ini bekerja maksimal selama 2,5 menit,
jika lebih dari itu maka harus diulang dari awal.

5. Spatula
Spatula adalah alat bantu untuk mengambil bahan padat atau kristal.
Spatula ada yang terbuat dari besi dan plastik. Spatula yang terbuat dari
plastic digunakan untuk mengambil bahan kimia yang bereaksi dengan
logam.

6. Pipet ukur
Pipet ukur adalah peralatan kaca laboratorium. Digunakan untuk
mengambil sampel larutan dengan takaran tertentu. Dalam
menggunakannya diperlukan bulb untuk menghisap larutannya masuk.
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

7. Pipet volume
Pipet volume adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca.
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tetap sesuai dengan
label yang tertera pada bagian yang menggelembung pada bagian tengah
pipet.

8. Pipet tetes
Pipet tetes adalah alat untuk mengambil bahan berbentuk larutan
dalam jumlah kecil. Cara menggunakannya adalah dengan menekan
pompa karet di salah satu ujungnya, masukkan ujung yang lainnya ke
dalam larutan yang ingin diambil, lalu lepas tekanan pompa karet maka
larutan akan masuk kedalam pipet.

9. Buret
Buret adalah salah satu intrumen yang biasa digunakan untuk
percobaan titrasi. Dalam penggunannya buret dijepitkan pada tiang statif
diatas erlenmeyer. Untuk memasukkan larutan kedalam buret perlu
menggunakan corong, pastikan kran buret ditutup terlebih dahulu agar
larutan tidak tumpah. Bila larutan sudah masuk semua, buka keran
perlahan agar larutan yang keluar bisa diamati dengan baik (Zumdahl,
2014)

10. Bulb
Bulb adalah alat untuk mengambil larutan dari suatu wadah. Ada 3
tombol di buret, yaitu A, S, dan E. A bertujuan untuk mengempiskan bola,
S bertujuan untuk mengisap larutan, E bertujuan untuk mengeluarkan
cairan dari dalam buret (Khamidinal, 2009)

11. Corong
Corong adalah peralatan laboratorium yang terbuat dari kaca. Corong
berbentuk kerucut dan ada pipa saluran di ujung lancipnya. Fungsinya
untuk memasukan larutan ke dalam tempat yang lebih kecil (Moningka,
2008)

12. Gelas beker


Gelas beker adalah tempat untuk menampung dan membuat larutan.
Walaupun di sisinya ada takaran volume, gelas ukur tidak diperbolehkan
untuk digunakan sebagai acuan ukur karena ukurannya yang tidak akurat.

13. Kertas saring


Kertas saring adalah kertas khusus yang digunakan untuk menyaring
partikel padat dari suatu larutan. Kertas saring ada dua jenis, yaitu kertas
saring biasa dan kertas saring whatman. Kertas saring hanya bisa dipakai
untuk sekali saja (Khamidinal, 2009)
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

14. Gelas arloji


Gelar arloji adalah peralatan yang terbuat dari kaca. Fungsinya sebagai
tempat untuk menaruh bahan kimia yang akan ditimbang di timbangan
analitik. Gelas arloji juga dapat digunakan untuk tempat penguapan karena
permukaannya yang luas (Moningka, 2008).

15. Gelas ukur


Gelas ukur adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca. Digunakan
untuk mengukur volume larutan. Gelas ukur memiliki skala yang tertera di
sampingnya.

16. Kuvet
Kuvet adalah wadah berbentuk balok kecil yang terbuat dari kaca.
Kuvet berfungsi untuk menaruh larutan yang akan di ukur absorbansinya di
spektrofotometer. Kuvet memiliki dua bagian yang buram dan 2 bagian yang
bening. Cara memegang kuvet adalah dengan memegang bagian yang
buramnya.

17. Pignometer
Pignometer aadalah alat untuk mengukur massa jenis suatu larutan.
Cara memakainya adalah, pertama timbang pignometer yang kosong.
Masukkan larutan yang ingin diukur lalu timbang pignometer yang akan
diukur. Cari selisih kedua massa tersebut, lalu bagi dengan volume
pignometer (Khamidinal, 2009).

18. Tabung reaksi


Tabung reaksi adalah wadah untuk mereaksikan bahan kimia. Tabung
reaksi juga bisa digunakan untuk memanaskan sebuah larutan diatas api.
Cara menggunakan tabung reaksi untuk memanaskan adalah tabung reaksi
harus diputr-putar disekitar api dan jauhkan mulut tabung reaksi dari tubuh
kita agar tidak tersembut larutannya. Tabung reaksi juga dapat digunakan
untuk perkembangbiakkan mikroba.

19. Corong pisah


Corong pisah adalah corong yang berbentuk bola. Corong pisah
memiliki saluran kran. Digunakan untuk ektrasi fase cair atau memisahkan
komponen antar dua fase.

20. Pengaduk gelas


Pengaduk gelas digunakan untuk mengaduk larutan dan campuran.
Bisa juga digunakan untuk mendekantir larutan atau memisahkan larutan
dari padatan.
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

21. Penyumbat gabus


Penyumbat gabus adalah alat untuk menutup tabung reaksi agar saat
sedang menghomogenkan larutan agar larutan tidak tumpah. Penyumbat
gabus terbuat dari karet agar tidak tabung reaksi tertutup rapat tanpa celah
sedikitpun.

22. Labu ukur


Labu ukur adalah instrument laboratorium yang terbuat dari kaca atau
plastik .Digunakan untuk menakar volume zat kimia dalam bentuk cair dalam
reparasi larutan. Bisa juga digunakan untuk menghomogenkan larutan.
Tersedia dalam berbagai macam ukuran.

23. Erlenmeyer
Erlenmeyer adalah tempat kaca untuk menaruh larutan primer dalam
proses titrasi. Erlenmeyer ditaruh dibawah buret ketika digunakan. Bentuk
dari Erlenmeyer melebar kebawah agar tetesan larutan dari buret tidak keluar
dari erlenmeyer.

24. Hot plate stirer


Hot plate stirer adalah peralatan elektronik di laboratorium. Alat ini
berfungsi untuk menghomogenkan larutan. Didalam alat ini terdapat sebuah
kumparan magnet. Cara kerja alat ini ialah dengan cara memutar larutan
tersebut menggunakan kumparan magnet didalam alat ini dan terdapat pula
magnet berbentuk kapsul yang dimasukkan kedalam larutan yang ingin
diaduk sehingga terjadi pergerakan secara spiral (Step, 2015).
Nama Xavier Adli
NIM 175100907111035
Kelas Y
Kelompok Y4

4. KESIMPULAN

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenalkan mahasiswa baru


kepada cara kerja, fungsi, cara menggunakan, dan cara merawat alat-alat
laboratorium, mengenalkan tanda-tanda bahaya bahan kimia, dan juga untuk
memperkenalkan budaya kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium.
Alat-alat laboratorium memiliki cara kerja dan fungsi yang berbeda-
beda. Spektrofotometer dan kuvet digunakan bersamaan, kuvet yang diisi
larutan ditaruh didalam spektrofotometer. Erlenmeyer digunakan bersamaan
dengan buret dalam proses titrasi. Buret untuk meneteskan larutan sekunder
kedalam Erlenmeyer yang berisi larutan primer. Untuk penggunaan pipet
volume dan pipet ukur harus dibantu dengan bulb, pipet tetes tidak perlu
karena sudah memiliki pompa karetnya sendiri. Untuk mengukur massa,
diperlukan timbangan analitik sebagai pengukur dan gelas arloji sebagai
wadah bahan yang akan diukurnya. Untuk mengukur volume, kita bisa
menggunakan pipet volume, pipet ukur, dan gelas ukur. Untuk mereaksikan
sesuatu bisa dilakukan dengan tabung reaksi atau gelas beker didalam lemari
asam yang bertindak sebagai pelindung agar kita tidak terkena hasil reaksi.
Kertas saring bisa digunakan untuk menyaring padatan kecil atau serbuk dari
suatu larutan. Untuk mengambil padatan atau kristal, bisa menggunakan
spatula. pH meter digunakan untuk mengukur pH secara akurat, harus
dinyalakan 30 menit sebelum digunakan lalu dikalibrasi agar akurat.
Budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) secara umum dibagi
menjadi tiga tahap penting, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pasca
pelaksanaan. Dalam tahap persiapan, seorang praktikan hendaknya
mengetahui tata tertib laboratorium, cara kerja praktikum, cara kerja alat, sifat-
sifat bahan kimia, dah mempersiapkan alat-alat pelindung diri. Tahap
pelaksanaan hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan tenang. Seorang
praktikan harus memakai alat pelindung diri dan mematuhi tata tertib
laboratorium, menggunakan alat dan bahan secara efisien. Dalam tahap pasca
pelaksanaan, alat-alat yang sudah dipakai harus dimatikan, dibersihkan, dan
ditaruh ditempatnya semula, kemudian mencuci tangan lalu melepaskan alat-
alat pelindung diri ketika hendak keluar laboratorium.