Anda di halaman 1dari 2

REAKSI SAPONIFIKASI PADA PEMBENTUKAN SABUN

July 16, 2011


Bantu sebarkan Materi Kimia dengan mengklik salah satu icon di bawah ini. Terima
Kasih
Materi Menarik hari ini: Mudah Belajar Kimia dengan Aplikasi ChemMobile, Cekidot gan
...
Tweet
2
Jejaring Kimia Siapa yang tidak mengenal sabun , benda yang satu ini sangat akrab sekali
dalam kehidupan manusia. Tapi apakah kita mengenal lebih jauh bagaimana proses
terbentuknya sabun ini? Ternyata sabun dibuat dari bahan dasar lemak dan basa kuat melalui
proses reaksi substitusi. Reaksi substitusi merupakan reaksi penggantian atom/gugus atom
oleh atom/gugus atom yang lain. Reaksi substitusi banyak terjadi pada senyawa turunan
alkana . Contonya pada pembentukan senyawa alkil halide dari alcohol berikut ini.

CH3 CH2 OH + H Cl --> CH3 CH2 Cl + H OH

Gugus - OH pada alcohol di substitusi oleh atom Cl yang berasal dari asam clorida sehingga
membentuk etil klorida serta air.
Reaksi di atas serupa dengan reaksi saponifikasi yang akan di bahas berikut ini.

Klik gambar untuk memperjelas

Pembentukan Sabun

Sabun dapat dibuat melalui reaksi substitusi lemak dengan basa kuat seperti yang diuraikan
sebelumnya. Reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut:

RCOONa yang merupakan garam dari natrium karboksilat dapat menjadi sabun apabila R
(gugus alkil) yang diikat merupakan gugus alkil yang besar seperti C15H31 dan C 16H33.
Hal ini terjadi karena gugus alkil yang besar memiliki sifat nonpolar, tidak seperti gugus alkil
berantai pendek yang lebih bersifat polar. Apabila sabun larut dalam air akan terbentuk ion
RCOO- dengan gugus R yang bersifat nonpolar dan COO- yang bersifat polar. Gugus R yang
terbentuk akan mengikat pengotor yang umumnya berbentuk lemak yang bersifat nonpolar
dan selanjutnya pada saat air dialirkan, air yang bersifat polar akan menarik gugus nonpolar
dari sabun dan kotoran sehingga kotoran tersebut lepas dari tubuh kita. Karena sabun dibuat
dari bahan baku alami yang berupa lemak, limbahnya tidak berbahaya terhadap lingkungan
karena mudah diuraikan oleh mikroorganisme.

Deterjen memiliki fungsi dan mekanisme kerja yang sama dengan sabun, tetapi memiliki
struktur yang berbeda. Deterjen dibuat dengan bahan baku asam benzene sulfonat (ABS)
sehingga memiliki rumus struktur ABS Na (natrium alkil benzene sulfonat) sebagai
garamnya. Limbah dari deterjen berbahaya bagi lingkungan karena dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan terutama pencemaran air. Hal ini dikarenakan asam benzene sulfonat
merupakan bahan kimia sintetis yang sukar diuraikan oleh mikroorganisme.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via
email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di
Jejaring Kimia