Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

KISAH SUKSES ANNE AVANTIE

Disusun oleh:
Rindu Yulian Putra (010216A042)
Satriawan Adi Saputra (010216A049)
Victoria Bintary Mitang (010216A056)
Ani Faizun (010216A062)
Diah Ambar Ningtias (010216A042)
Shofhatun Nadhiyat (010216A076)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN REGULER TRANSFER


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2017
A. Profil Anne Avantie
Nama Lengkap : Sianne Avantie
Profesi : Pengusaha
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Semarang
Tanggal Lahir : Rabu, 20 Mei 1964
Zodiac : Taurus
Hobby : Menulis
Warga Negara : Indonesia
Suami : Yoseph Henry
Anak : Eufrasya Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo, Ian Tadio
Christoga Susilo

B. Kisah Sukses Anne Avantie


Sianne Avantie merupakan salah satu desainer terkemuka di Indonesia. Dia
terkenal sebagai trendsetter fashion kebaya Indonesia. Meski tidak mengenyam
pendidikan formal hingga jenjang yang lebih tinggi, bukan berarti seseorang tidak
mampu menggapai mimpi dan sukses di bidangnya.
Bakat dan kemauan yang kuat nyatanya mampu mengalahkan kesuksesan
orang-orang berpendidikan tinggi bahkan. Anne yang mengaku bahwa dirinya hanya
berpendidikan tak lebih sampai SMA. Namun, bakat merancang busana dan menjahit
ditambah dengan kemauan untuk belajar dan mengembangkan potensi yang ada
rupanya mampu membawa nama perempuan kelahiran Semarang, 20 Mei 1964 ini
melejit.
Otodidak. Itulah kalimat yang menggambarkan Anne pada dunia mode.
Mempunyai darah seni yang mengalir cukup deras membuat ibu dari tiga anak ini bisa
mempelajari sendiri serta mengembangkan bagaimana cara membuat mode busana
dengan dasar kebaya. Berawal dari ketertarikan terhadap dunia mode, Anne sering
kali membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai
ajang hiburan yang ada di Solo saat ia masih kecil. Ketertarikan tersebut kemudian
dikembangkan mulai tahun 1989 dengan bermodalkan dua mesin jahit. Pada masa itu,
busana rancangan Anne dikenal dengan gaya khas bertaburan manik-manik yang
hingga kini menjadi ciri khas busananya.
Kini, sudah lebih dari dua puluh tahun busana rancangan Anne banyak
menghiasi dunia mode baik nasional maupun internasional. Namanya sudah
mendunia, bahkan tak jarang beberapa miss universe memakai jasa Anne untuk
membuat kebaya khususnya.
Dua puluh tahun berkarya dalam dunia mode dengan melahirkan busana
rancangan dengan label namanya sendiri, counter pakaian ready to wear Batiken,
showroom Roemah Penganten dan Anne Avantie, serta counter Pendopo yang banyak
merangkul para penggiat UKM, ternyata tidak membuat Anne sesumbar dengan apa
saja yang telah diraihnya. Ia justru bersyukur dengan apa yang telah Tuhan gariskan
padanya. Salah satu cara untuk mengungkapkan syukurnya adalah dengan peduli
terhadap lingkungan sekitar yang kurang beruntung.
Tak hanya dikenal sebagai desainer kenamaan, Anne pun juga dikenal sebagai
aktivis sosial yang berhati lembut dan penuh kasih sayang. Menjawab panggilan
Tuhan, Anne pun mendirikan Wisma Kasih Bunda, sebuah pelayanan kasih pada
pasien Hydrocephalus, Astresi Ani, tumor, Labiopalataschisis, bibir sumbing, dan
penyakit yang memerlukan penanganan darurat lainnya.
Menurut beberapa pihak, pengagum Bunda Teresa ini mempunyai
keseimbangan hidup antara karir, keluarga, dan aktivitas sosial sehingga pada tahun
2008 Anne dinilai layak mendapatkan penghargaan Wanita Indonesia Bisa setelah
sebelumnya mendapatkan penghargaan Kartini Award pada tahun 2004, 2005, dan
2008.
Walaupun hari-harinya banyak disibukkan dengan kegiatannya sebagai
desainer sekaligus pekerja sosial, ia tak pernah lalai menjalani tugasnya sebagai istri
sekaligus ibu dari ketiga anaknya, Intan, Ernest, dan Ian

C. Kendala yang Dihadapi


Anne Avantie memulai karier yang sudah dijalani selama 25 tahun itu berawal
dari nol. Ia benar benar merangkak dari bawah. Bakat menjahit yang beliau peroleh
dari ibunya, Amie Indriati, dia asah secara autodidak di rumah kontrakan dengan
modal dua mesin jahit. Beliau kemudian membuka bengkel jahit sederhana yang
diberi nama Griya Busana Permatasari dan menyewakan pakaian tari.
Anne Avantie lahir sebagai anak ke-22 dari 24 bersaudara. Dan dia hanya
sempat mengenyam pendidikan sampai Sekolah Menengah Pertama. Pernah beliau
merasa lahir dari keluarga yang salah, ia juga pernah merasa memiliki banyak
keterbatasan, dan ia juga pernah mengalami kegagalan dalam pernikahan.
Tapi beliau tidak mau larut dalam keterpurukan, justru yang membuat ia
bangkit adalah ia merasa sebagai perempuan yang luar biasa. Karena keterpurukan itu
tidak pernah dia nikmati, begitu juga dengan segala kekurangan yang ada. Dia merasa
tidak pernah terbatas dengan pendidikan yang terbatas.
Oleh karena itu yang menjadi tekad nya adalah ia tidak ingin melahirkan anak
anak yang nantinya ikut bermasalah, walaupun dia berasal dari keluarga
bermasalah. Ia pun berjuang menjadi perempuan berarti, yang tidak hanya menjadi
designer saja. Dan yang membuat ia yakin adalah keinginan untuk berubah dan dia
berhasil mengubah hidupnya.
Kesuksesan besar yang diraih Anne Avantie tidak menutup pintu hati
kemanusiaan dan solidaritasnya terhadap sesama. Berawal dari pengalaman sang
ibunda yang divonis kanker serviks. Selama 13 tahun lamanya Anne terus menemani
ibunya menjalani perawatan hingga saat kesembuhan ibunya membuat Anne tak
berhenti untuk bersyukur.