Anda di halaman 1dari 2

Elsa - 21030115140133

Tugas Kewirausahaan
Profesi Sarjana Teknik Kimia
Teknik kimia merupakan teknologi untuk mengembangkan perubahan dan proses kimia, untuk
menghasilkan produk yang lebih berguna, dan material yang berguna bagi masyarakat. Teknik
kimia adalah cabang ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari pemrosesan bahan mentah
menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu
teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia,
baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Pada teknik kimia, ada 2 subgrup
besar yang di antaranya: 1) mendesain, membangun, dan mengoperasikan pembangkit/pabrik dan
proses-proses kimia di dalamnya dan 2) mengembangkan substansi baru atau pengembangan dari
substansi sebelumnya pada berbagai produk yang rentangnya mulai dari makanan dan minuman
sampai kosmetik, pembersih, dan obat-obatan. Berikut prospek lapangan kerjanya:
1. Industri Proses Kimia (process engineer)
Seorang process engineer merupakan salah satu pemegang pemeran penting dalam perjalanan
suatu pabrik kimia terutama dalam segi prosesnya dan hal ini banyak dimainkan oleh seorang
chemical engineer. Dari definisinya process engineer adalah seorang yang pekerjaannya
terfokus terhadap design, operasi, pengendalian dan optimalisasi proses dari segi kimiawi,
biologis ataupun fisik dengan menggunakan sistem komputerisasi.
2. Safety Engineer
Tugas seorang safety engineer sangat bervariasi, terkadang kita bekerja di area proses suatu
pabrik untuk mencari potensi bahaya dan mengembangkan prosedur untuk menghilangkannya,
serta memastikan bahwa para pekerja mematuhi prosedur kerja dan prosedur keselamatan
yang berlaku dalam suatu perusahaan.
3. Pengajar/ dosen
Seperti yang lainnya, lulusan Teknik Kimia juga berpeluang untuk menjadi seorang dosen
(biasanya yang bergelar master atau lebih).
4. Peneliti
Lulusan Teknik Kimia yang berminat kepada penelitian dapat berpeluang bergabung denggan
lembaga penelitian teknik kimia/ kimia.
5. Trainer (industrial)
6. Konsultan
7. Wirausahawan
Kreatifitas dan ilmu-ilmu yang telah dimiliki sebagai lulusan Teknik Kimia menjadi modal penting
dalam berwirausaha.
8. Perbankan
Lulusan Teknik Kimia memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan analisis feasibility study
saat proyek pembangunan industri. Oleh karena itu, pertimbangannya diperlukan oleh bank
saat memberikan pinjaman kepada pengusaha.
9. Asuransi, dll.

Bidang Kewirausahaan
Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa
visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
Elsa - 21030115140133
menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk
pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Bidang kewirausahaan dibedakan menjadi:

A. Sektor Formal
Yang dimaksud dengan sektor formal kewirausahaan adalah lapangan atau bidang usaha yang
mendapat izin dari pejabat berwenang dan terdaftar di kantor pemerintahan. Badan usaha
tersebut apabila dilihat di kantor pajak maupun kantor perdagangan dan perindustrian terdaftar
nama dan bidang usahanya. Kegiatan-kegiatan badan usaha tersebut terhimpun dalam bentuk
badan usaha seperti BUMN, BUMS atau koperasi. Badan usaha tersebut dapat pula berbentuk
PMDN )baik pusat maupun daerah) serta PMA.
Ciri-ciri sektor formal :
1. Adanya izin mendirikan usaha dari pemerintah ( SIUP )
2. Akta Notaris
3. Memiliki Laporan Kuangan yang Jelas
4. Rutin Melaporkan Keuangan ke Kantor Pajak setiap bulan dan setiap tahun
Contoh usaha sektor ekonomi formal antara lain :
1. Perbankan
2. Transportasi
3. Retail
4. Distrikbusi
5. Komunikasi
6. Properti

B. Sektor Informal
Yaitu bidang usaha yang tidak memiliki keresmian usaha dalam ari usaha tersebut tidak memiliki
ijin dari pemerintah dan tidak terdaftar di lembaga pemerintahan.
Ciri-ciri sektor informal :
1. Tidak memiliki izin usaha
2. Modal yang diperlukan relatif kecil
3. Peralatan yang digumakan sederhana
4. Tidak terkena pungutan pajak
5. Administrasi yang sangat sederhana
Contoh usaha sektor ekonomi informal : warung makan, pedagang kaki lima, salon kecantikan, biro
jasa pengetikan.

Ide Berwirausaha
Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan untuk berwirausaha adalah:
1. Teknologi proses yang sederhana dan aplikatif.
2. Bahan baku berasal dari bumi Indonesia. Lebih baik lagi apabila berasal
dari limbah-limbah hasil bumi berbasis agro dan keluaran industri
lainnya.
3. Mudah dalam hal teknis pengoperasian. Seorang lulusan SD pun
selayaknya mampu mengoperasikan proses dalam tataran teknis.
4. Biaya investasi yang masuk akal untuk industri skala UKM alias tidak sampai puluhan atau
ratusan miliar rupiah. Bila memungkinkan cukup yang puluhan juta rupiah saja.

Saya tergerak untuk berwirausaha di bidang biodegdradable film ramah lingkungan dengan
memanfaatkan limbah onggok tapioca karena kandungan pati yang tinggi sangat sayang apabila
tidak dimanfaatkan dan ditingkatkan nilai ekonominya. Tentu saja dengan pertimbangan harga
yang tidak begitu mahal sehingga permasalahan limbah plastik di Indonesia dapat teratasi.