Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PEMBUATAN MEDIA VIDEO

Disusun sebagai Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran


Dibina Oleh
Agustiningsih, S.Pd., M.Pd.

Oleh:
Kelas A / Kelompok 4

1. Geri 140210204000
2. Romi Alfa Hidayat 150210204076
3. Rina Dewi Susanti 150210204081
4. Fahrunnisak 150210204099
5. Lovelya Nurharani 150210204149

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
pertolongan-Nya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pembuatan Media
Video . Masih banyak sekali kekurangan yang terdapat dalam makalah ini,
semoga hal ini tidak menghalangi untuk terus berkarya.
Kami berterima kasih kepada Ibu Agustiningsih, S.Pd., M.Pd. selaku
Dosen Mata Kuliah Media Pembelajaran. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan.
Kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun
ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan.

Jember, 20 September 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................

1.1 Latar Belakang ...........................................................................


1.2 Rumusan Masalah ......................................................................
1.3 Tujuan ........................................................................................

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................

2.1 Pengenalan Media Pembelajaran dan Karakteristik Media Video...


2.2 Kelebihan dan Kelemahan Media Video.
2.2.1 Klebihan ...................................................................................
2.2.2 Kelemahan ...............................................................................
2.3 Unsur dan Istilah Naskah Video Pembelajaran .............................
2.3.1 Unsur-unsur dalam Naskah ...................................................
2.3.2 Istilah-Istilah dalam Video .....................................................
2.4 Pengembangan Nasah Video ............................................................
BAB III PENUTUP .............................................................................................

3.1 Kesimpulan .............................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penggunaan video sebagai sumber pembelajaran sangat penting. Dengan
menggunakan video sebagai sumber pembelajaran, siswa dapat memberikan
tanggapan pada kompetensi dasar, mengomentari pementasan, dan juga
pemodelan pada kompetensi dasar menulis naskah video dan juga kompetensi
dasar memerankan naskah yang ditulis siswa. Masalah yang dibahas adalah hal-
hal yang berhubungan dengan penggunaan video sebagai sumber pembelajaran
pada siswa.
Pendekatan yang digunakan dalam pembuatan pembelajaran video ini
adalah pendekatan konstruktivis dan desain. Sumber pembelajaran ini adalah
video yang berhubungan dengan penggunaan video sebagai sumber pembelajaran.
Penggunaan video sebagai sumber pembelajaran kompetensi dasar menanggapi
untuk membantu siswa dalam memahami kompetensi dasar yang akan dicapai dan
juga dapat digunakan sebagai pemodelan pada kompetensi dasar yang lain yaitu
menulis naskah video.
Penulisan naskah video pembelajaran pada hakekatnya merupakan
perpaduan antara pemaparan imajinatif, factual, dan teknis. Dikatakan imajinatif
karena seorang penulis naskah harus memiliki kemampuan untuk memaparkan
sesuatu secara khayal. Factual karena imajinasi tersebut berisi informasi-informasi
atau materi pelajaran yang akan disampaikan pada peserta didik. Teknik karena
seorang penulisan naskah berdasar pada karakteristik audiens atau dalam hal ini
karakteristik peserta didiknya serta materi dan kompetensi dasar yang harus di
capai. Selain itu, seorang penulis naskah mempunyai kemampuan dalam
memahami istilah-istilah penting yang berkaitan dengan produksi video.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pnegertian dan karakteristik media video?
2. Apa kelebihan dan kelemahan media video?
3. Bagaimanakah unsur dari media video ?
4. Bagaimana cara mengembangkan naskah video pembelajaran?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka kami bisa menuliskan tujuan
dari masalah tersebut sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dan karakteriktis media video
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan gambar fotografi.
3. Untuk mengetahui unsur-unsur media video
4. Untuk mengetahui cara mengembangkan naskah video pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengenalan Media Pembelajaran dan Karakteristik Media Video


Video merupakan suatau medium yang sangat efektif untuk membantu
proses pembelajaran, baik untuk pembelajaran masal, individual, maupun
berkelompok. Pada pembelajaran yang bersifat masal, manfaat kaset video sangat
nyata. Video juga merupakan bahan ajar noncetak yang kaya informasi dan tutas
karena dapat sampai ke hadapan siswa secara langsung. Di samping itu, video
menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran. Hal ini karena karakteristik
teknologi video yang dapat menyampaikan gambar bergerak kepada siswa, di
samping suara yang menyertainya.

2.2 Kelebihan dan Kelemahan Media Video


2.2.1 Kelebihan
Media video adalah segala sesuatau yang memungkinkan sinyal audio
dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Program video
dapat dimanfaatkan dalam program pembelajaran karena dapat memberikan
pengalaman yang tidak terduga kepada siswa. Kemajuan teknologi video juga
telah memungkinkan format sajian video dapat bermacam-macam, mulai dari
kaset, CD, dan DVD. Oleh karena itulah, suatu materi yang di rekam dalam
bentuk video banyak digunakan, baik dalam bentuk proses pembelajaran tatap
muka maupun pembelajaran jarak jauh tanpa kehadiran guru. Karena kemampuan
itulah, media seperti ini banyak digunakan dalam proses pembelajaran.

2.2.2 Kelemahan
Terlepas dari segala keuntungan-keuntungan tersebut, video juga
mempunyai kelemahan-kelemahan sebagai berikut.
a. Fine details yaitu video jika ditayangkan dalam televisi tidak akan dapat
menampilkan obyek sampai yang terkecil dengan sempurna. Jadi, dalam
menulis naskah sebaiknya tidak menggunakan visualisasi yang terlalu
mendetail.
b. Size information yaitu : video tidak dapat menampilkan obyek dengan
ukuran sebenarnya. Oleh karena itu, obyek ditampilkan dengan disertai
objek yang lain sebagai pembandingnya.
c. Third dimention yaitu gambar yang diproyeksikan oleh video berbentuk
dua dimensi. Sehingga untuk terlihat seperti tiga dimensi diatasi dengan
tata cara pengambilan gambarnya.
d. Opposition yaitu pengambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan
timbulnya keraguan audien dalam menafsirkan gambar yang di lihatnya.
Oleh karena itu, dalam naskah harus tercantum jelas apa yang akan
disampaikannya.
e. Setting yaitu penataan gambar pada video yang tidak tepat juga akan
membingungkan audien.
f. Material pendukung yaitu video membutuhkan alat proyeksi untuk
menampilkan gambar yang ada di dalamnya.
g. Budget yaitu pembuatannya juga membutuhkan biaya yang mahal.

Media pembelajara visual lebih sering digunakan karena menurut beberapa


pendapat media ini dapat menyampaikan pesan dengan lebih menarik, efisien
(cepat dan nyata), dan efektif.
Langkah awal dalam pembuatan naskah video agar tercapai tujuan yang
maksimal adalah mendapatkan gagasan suatu naskah yang di dalamnya terdapat
ide (pokok pikiran yang menjadi dasar dalam langkah selanjutnya). Ide juga
memerlukan visualisasi (keterampilan memvisualkan pokok-pokoknya). Dalam
memfisualisasikannya da tiga tahap, yaitu :
a. simbol gambar, diberikan kedalam bentuk tiga dimensi. Contoh ukiran
relief, potret, ilustrasi, ataupun gambar. Semua itu adalah bentuk usaha
untuk merekontruksi benda atau objek yang diwakili serealistik mungkin.
b. simbol grafis, ada tiga kategori grafis menurut modley. Pertama grafis
berupa bayangan (silhouette). Kedua, simbol grafis yang berupa konsep.
Ketiga, simbol grafis asal suka atau menggambarkan benda dengan hal
yang di inginkan penulis.
c. symbol verbal, merupakan kata atau kalimat yang memberikan diskripsi
bagi benda nyatanya.
Pembagian simbol kedalam tiga kelompok ini dapat membantu kita dalam
mengelompokkan cara yang dapat ditempuh dalam membuat gambaran visual
suatu objek. Simbol apapun yang kita pilih, kita harus memperhatikan hal-hal
sebagai berikut.
a. Apakah simbol tersebut mengkomunikasikan sesuatu?
b. Apakah sasaran dapat membaca pesan sesuai dengan keinginan kita?
c. Apakah rancangan mempunyai nilai estetis?
Ide adalah adalah pokok pikiran hasil olah pikir dan olah rasa yang
menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya. Ada tiga alasan
utama mengapa kita menggunakan visualisasi dalam berkomunikasi yaitu:
a. Pesan yang disampaikan lebih menarik perhatian,
b. Pesan yang disampaikan lebih efesien, dan
c. Pesan visual lebih efektif.

2.3 Unsur dan Istilah Naskah Video Pembelajaran


Berikut ini akan membahas tentang unsur-unsur yang harus terdapat dalam
naskah video dan istilah-istilah yang sering digunakanya. Ini penting untuk
dipahami karena naskah merupakan acuan utama dalam pembuatan video.
2.3.1 Unsur Unsur dalam Naskah
a. Unsur Visual
Unsur-unsur visual utama yang ada dalam suatu naskah video adalah
sebagai berikut.
1) Pemain/orang
Pemain adalah orang yang tampil secara langsung ataupun tidak
(tidak tampak dalam gambar) seperti narator, baik memerankan
sebagai dirinya maupun sebagai orang lain.
2) Setting
Merupakan tempat dimana kejadian atau adegan berlangsung.
3) Properties
Merupakan segala benda atau perlengkapan yang dapat dipindah-
pindahkan untuk melengkapi, memperindah dalam pembuatan
video.
4) Pencahayaan
Untuk membuat suatu video ini harus terdapat pencahayaan yang
pas. Agar kamera dapat melihat dan berfungsi sebagaimana
mestinya.
5) Gerak
Gerak yang tampak dalam layar proyeksi belumlah sempurna kalau
tidak dilengkapi gerak. Dalam video, gerak ini mencangkup gerak
fisik yang terdiri dari gerak primer, gerak skunder, gerak tertier dan
gerak psikis.
b. Unsur Audio/suara
Unsur ini ditampilkan apabila gambar sudah tidak mampu lagi
menjelaskan suatu informasi. Selain itu, informasi yang disampaikan melalui
gambar dianggap kurang efektif ataupun efesien. Unsur audio mencangkup:
1) Suara pemain, berupa dialog ataupun monolog
2) Sound effect, yaitu segala macam bunyi selain suara musik ataupun
manusia yang mendukung suasana agar dapat menimbulkan kesan
yang dramatis.
3) Musik yang terdiri dari beberapa jenis, yaitu pembuka, penutup,
bridge, background dan smash.

2.3.2 Istilah-Istilah dalam Video


Istilah dalam video meliputi istilah pengambilan gambar, pergerakan
kamera, pencahayaan, pengmbilan gambar bukan berdasarkan ukuran gambar.
a. Istilah-istilah dalam pengambilan gambar
Terdapat beberapa macam istilah dalam pengambilan gambar yang
meliputi ukuran obyek gambar yaitu
1) extreme/very long shoot, yaitu pengambilan gambar dari jarak
sangat jauh sehingga tampak seperti panorama atau pemandangan
saja
2) long shoot, yaitu pengambilan gambar dari jarak jauh sehingga
pemeran ataupun obyek yang sedang diambil gambarnya dapat
terlihat secara penuh dan lengkap dengan situasi disekitarnya
3) medium shoot, yaitu pengambilan gambar dari jarak sedang tidak
terlalu jauh dan tidak terlalu dekat
4) close up, yaitu pengambilan gambar dari jarak dekat sehingga
spesifik dan hanya memperlihatkan bagian tertentu saja.
5) extreme close up, yaitupengambilan gambar dengan jarak sangat
dekat sehingga sangat spesifik dan hanya memperlihatkan
sebbagian kecil tertentu tanpa keseluruhan bagian yang lebih besar.
6) one shoot, yaitu pengambilan gambar berupa obyek (orang)
tunggal.
7) two shoot, yaitu pengambilan dua obyek (orang) secara bersamaan.
8) multi shoot, yaitu pengambilan beberapa obyek (orang) secara
bersamaan
9) caption, yaitu tulisan yang muncul dalam visualisasi video
10) establishing shoot. Yaitu pengambilan gambar pemandangan suatu
tempat
b. Istilah dalam pergerakan kamera
Istilah dalam pergerakan kamera ada beberapa macam antara lain sebagai
berikut.
1) zoom in, yaitu gerakan bagian kamera yang disebut zoom (alat
pengatur jarak) untuk memperoleh gambar seperti mendekat (dari
jarak jauh kearah yang lebih dekat)
2) zoom out, yaitu gerakan bagian kamera yang disebut dengan zoom
(alat pengatur jarak) untuk memperoleh gambar seperti menjaauh
(dari jarak dekat kearah jarak yang lebih jauh)
3) fade in, yaitu gerakan bagian fokus kamera dari gambar kabur
menjadi tajam
4) fade out, yaitu gerakan fokus kamera dari gambar yang tampak
jelas atau tajam kearah mengabur
5) tilt up/tilt down, yaitu gerakan keseluruhan kamera kearah atas atau
bawah untuk mendapatkan sudut gambar yang diinginkan
6) panning, yaitu gerakan keseluruhan kamera ke samping kanan dan
kiri untuk memperoleh sudut gambar yang diinginka
7) dolying, yaitu gerakan kamera mendekati atau menjauh obyek
gambar yang sedang diambil gambarnya
c. Istilah yang Terdapat dalam pencahayaan
Ada beberapa istilah dalam pencahayaan menurut datangnya arah cahaya
pada obyek, yaitu
1) back light : arah cahaya dari belakang obyek.
2) fill light : sumber cahaya utama, biasanya dari depan.
3) key light : arah cahaya dari samping.
4) Toplight : arah cahaya dari atas obyek.
d. Instilah Pengambilan Gambar Bukan Berdasarkan ukuran
1) Scene merupakan suatu kejadian dalam satu setting
2) Shoot merupakan pengan pengambilan satu adegan dalam satu
scane
3) Take merupakan beberapa pengambilan gambar dalam satu shoot
4) Cut merupakan perpindahan antara scane ataupun shoot ke shoot
5) Istilah dalam musik
a) Fade in : musik masuk.
b) Fade Out : musik menghilang
c) Fade Down : musik melemah kemudian menghilang
d) Fade Under : musik melemah tetapi tidak menghilang
e) Voice of Sound : suara presenter tanpa presenternya
e. Istilah dalam Kejadian Setting
Istilah penyetingan dalam video, antara lain sebagai berikut.
1) Exterior tempat kejadian adegan berada di luar ruangan
2) Interior tempat kejadian adegan berada di dalam ruangan

1.4 Pengembangan Naskah Video Pembelajaran


Untuk membuat naskah vidio diantaranya mengikuti beberapa langkah
berikut ini
1. Tentukan Ide
Ide yang baik biasanya timbul dari adanya masalah.Masalah dapat
dirumuskan sebagai kesenjangan antara kenyataan yang ada dengan yang
seharusnya terjadi.
2. Rumuskan Tujuan
Rumusan tujuan yang dimaksud disini adalah rumusan mengenai
kompetensi apa yang diharapkan oleh kita,sehingga setelah menonton
program ini siswa benar-benar menguasai kompetensi yang kita harapkan
tadi.
3. Lakukan Survey (Mengumpulkan Bahan Materi)
Survey ini dilakukan dengan maksud untuk mengumpulkan
informasi dan bahan-bahan yang dapat mendukung program yang akan
kita buat.
4. Buat Garis Besar isi
Bahan-bahan yang kita kumpulkan melalui survey tentu harus
berkaitan erat dengan tujuan yang sudah dirumuskan.Dengan kata lain
,bahan-bahan yang akan disajikan melalui program kita harus dapat
mendukung tercapainya tujuan tadi.Untuk itu susunlah bahan-bahan
tersebut dalam garis besar.Tentukan dengan melihat siapa
sasarannya,bagaimana karakteristik mereka,kemampuan apa yang sudah
dan belum dimiliki oleh mereka.
5. Buat Sinopsis
Sinopsis adalah ikhtisar cerita yang menggambarkan isi program
secara ringkas dan masih bersifat umum.
6. Buat Treatment
Treatment adalah pengembangan lebih jauh dari sinopsis yang
sudah kita susun sebelumnya.Berbeda dengan sinopsis yang
penuuturannya masih literature. Tretment disusun lebih mendekati adegan
film.Rangkaian adegan lebih terlihat secara jelas,dengan begitu yang
membaca treatment kita sudah bisa membayangkan secara global
visualisasi yang akan tampak dalam program kita nanti[2].
7. Buat Story Board
Story board dibuat secara lembar perlembar,dimana perlembarnya
berisi scene dan setting .Story board ini di dalamnya memuat unsur-unsur
visual maupun audio.Pada bagian visual kita gambarkan visualisasi berupa
simbol komunikasi,baik berupa sketsa,grafis,verbal,atau gabungan
semuanya.Pada bagian audio kita cantumkan narasi atau dialog yang akan
menyertai visualiasasi tersebut.Story board ini dibuat dengan maksud
untuk membantu kita berfikir secara visual atau membantu kita dalam
menvisualisasikan ide.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Sebuah naskah video yang lengkap harus memuat semua informasi audio
dan video untuk mentranformasikan kata-kata tertulis menjadi bunyi dan
gambar elektronik. Menulis naskah video berarti merencanakan gambar
dan suara sedemikian rupa sehingga pada waktu ditampilkan dan ditonton
dapat menarik minat audien.
2. Media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat
dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial. Namun video
mempunyai kelemahan-kelemahan seperti fine details (visualisasi yang
terlalu detail, karena tidak dapat menampilkan obyek sampai yang sekecil-
kecilnya dengan sempurna), size information (tidak dapat menampilkan
objek dengan ukuran yang sebenarnya), third dimention (gambar yang
diproyeksikan berbentuk dua dimensi), opposition, setting lokasi (penulis
naskah harus menuliskan dalam naskahnya dimana kejadian itu
berlangsung), material pendukung (membutuhkan alat proyeksi untuk
dapat menampilkan gambar yang ada didalamnya, dan budget.
3. Unsur Dan Istilah Naskah Video Pembelajaran
1. Unsur-unsur dalam naskah
a. Unsur visual ( pemain/orang, setting, properties, lighting atau
encahayaan, gerak)
b. Unsur audio/suara (suara pemain, sound effect, musik)
2. Istilah-istilah dalam video
a. Istilah dalam pengambilan gambar
Extreem/very lng shoot, long shoot, medium shoot, close up, extreem
close up,one shot, two shoot, multi shoot, caption, dan establishing
shoot.
b. Istilah dalam pergerakan kamera
Zoom in, zoom out, fade in, fade out, tilt up/tilt down, panning, dan
dolying.
c. Istilah yang terdapat dalam pencahayaan
Back light, fill light, key light, dan top light.
d. Istilah pengambilan gambar bukan berdasar ukuran
Scene, shoot, take, dan cut.
e. Istilah dalam kejadian setting : Exterior dan interior
4. Pengembangan Naskah Video Pembelajaran
Banyak orang yang memiliki ide bagus, akan tetapi pada waktu
menuliskannya dalam bentuk naskah, ia tidak mengetahui cara
memulainya.uraian berikut ini menjelaskan langkah-langkah umum yang
lazim ditempuh dalam membuat naskah video pembelajaran.
a. Tentukan Ide
b. Rumuskan Tujuan
c. Lakukan Survey (Mengumpulkan Bahan Materi)
d. Buat Garis Besar Isi
e. Buat Sinopsis
f. Buat Treatment (Pengembangan Dari Sinopsis)
g. Buat Story Board (Untuk membantu kita berfikir secara visual atau
membantu kita dalam memvisualisasikan ide).
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa.

http://asepianzulfikar.blogspot.co.id/2014/05/makalah-media-pembelajaran-video-
dan.html
Diunduh tanggal 20 September 2017 pukul 17.00

http://nazihafid.blogspot.co.id/2013/11/media-vidio_20.html
Diunduh tanggal 20 September 2017 pukul 17.00