Anda di halaman 1dari 38

LEMBAR PENGESAHAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

PENGAMANTAN FURNACE DAN TANKI TIMBUN DI KILANG

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

MINYAK DAN GAS BUMI

PERIODE : 03 APRIL 2017 30 APRIL 2017

Disusun Oleh :

1) ANDY FADLY 2015390


2) AZHAR KURNIAWAN 2015413
3) DINO DWIKI ARMAYADI 2015393
4) IKHSAN DALIMUNTHE 2015398
5) MUHAMMAD ASBIRIN 2015420
6) MUHAMMAD RINALDI PRATAMA 2015418

Telah diperiksa dan disetujui pada:..........

Disahkan oleh:

Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana

Pengembang SDM dan Informasi, Pembimbing lapangan,

Ir. Arif Sulaksono,M.T

NIP : 19651023 199103 1 001

KepalaBidang Program dan Evaluasi,

Ir. Mohammad SyaifulAnam,M.T.

NIP. 19630316 199003 1 001


KATA PENGANTAR

Assalamuaalaikum.Wr.Wb.

Segala pujisyukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini tepat
waktu. Sholawat serta salam kami haturkan kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad SAW
beserta para sahabat.
Laporan Praktik Kerja Lapangan ini disusun berdasarkan apa yang telah kami lakukan pada
saat di lapangan di PPSDM Migas Cepu Jl.Sorogo No.1 Cepu 58315 Blora-Jawa Tengah di
mulai dari tanggal 03 April 2017 30 April 2017.
Praktik Kerja Lapangan ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus ditempuh dalam
Program Studi Teknik Pengolahan Migas dan Petrokimia SMK NEGRI 5 DUMAI .Selain untuk
menuntaskan program studi yang kami tempuh Praktik Kerja Lapangan ini ternyata banyak
memberikan manfaat kepada kami baik dari segi akademik maupun untuk pengalaman yang
tidak dapat kami temukan saat berada di bangku sekolah.
Dalam penyusunan Laporan hasil Praktik Kerja Lapangan ini kami banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak,baik moril maupun materil. Oleh sebab itu kami ingin
mengungkapkan rasa terima kasih kepada :
1. Allah SWT atas kasih dan marifat-Nya, penyusun dapat melaksanakan kegiatan Praktik
Kerja Lapangan dan menyelesaikan laporan ini.
2. Kedua orang tua dan keluarga besar kami yang senantiasa memberikan dukungan berupa
limpahan semangat, doa dan materi.
3. Bapak Drs.Akhmad Zuhri, selaku Kepala SMK NEGRI 5 DUMAI.
4. Ibu Diah Sekarwati S.T., selaku pembimbing materi di sekolahan.
5. Bapak Ir. Wakhid Hasyim, M.T. Selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Minyak dan Gas Bumi.
6. Bapak Ir. Mohammad Syaiful Anam, M.T., selaku Kepala Bidang Program dan
kerjasama yang memberi kesempatan Praktek Kerja Lapangan.

i
7. Bapak Ir. Arif Sulaksono, M.T. Selaku Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana
Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Informasi.
8. Bapak Dwi Sigit Haryono SDM Migas Cepu yang telah memberikan arahan dan
bimbingan dengan sabar, serta memberi ilmu kepada kami. Sehingga kami dapat
melaksanakan PKL ini dengan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang sangat
berharga.
9. Ibu Tutuk selaku Pengelola Praktek Kerja Indutri, yang selalu memberi saran, motifasi
dan bimbingan sehingga memberikan kemudahan dalam penyusunan laporan.
10. Seluruh pegawai dan karyawan PPSDM Migas Cepu atas informasi dan keramahan yang
diberikan.
11. Para pembimbing meliputi tempat : Fire Safety dan Lindung Lingkungan,
Lab.Instrumentasi, Refinery Kilang, Power Plant, Lab. PHP, Keamanan, Boiler, yang
telah membimbing kami dengan penuh dedikasih dan membagikan ilmunya dengan tulus.
12. Seluruh Guru jurusan di SMK NEGERI 5 DUMAI yang telah memberikan ilmu,
pengetahuan, pengalaman, wacana dan wawasan, sebagai pedoman dan bekal bagi
penulis.
13. Teman-teman seperjuangan di PPSDM Migas Cepu.
14. Kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah ikut
memberikan dan motivasi selama pelaksanaan PKL sampai dengan laporan ini selesai
disusun, yang tidak bias kami sebutkan satu per satu.
15. Serta para rekan-rekan yang tidak henti-hentinya berlaku kompak dan disiplin dalam
berbagai hal.

ii
Kami menyadari Laporan Praktik Kerja Lapangan ini tidaklah sempurna seperti kata pepatah

tak ada gading yang tak retak begitu pula dalam penulisan ini, apabila nantinya terdapat

kekeliruan dalam penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini kami sangat mengharapkan

kritik dan sarannya yang membangun dari berbagai pihak karena merupakan penghargaan yang

luar biasa, tentunyauntuk masadepan yang lebih baik.

Akhir kata semoga Laporan Praktik Kerja Lapangan lapangan ini dapat memberikan banyak

manfaat bagi kita semua.

Wassalamuaalaikum.Wr.Wb.

Cepu, ..April 2017

Penulis

iii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.i

DAFTAR ISI......iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.....1


1.2. Tujuan...... ...2
1.3. Manfaat........3

BAB II ORIENTASI UMUM8

2.1. Tata Tertib.................................5


2.2. Humas............................5
2.3. Keamanan............6
2.4. Fire Safety....6
2.5. Unit Kilang dan Laboratorium Kilang PPSDM Migas Cepu............................ .7
2.6. Unit Boiler PPSDM Migas Cepu.9
2.7. Laboratorium Dasar....10
2.8. Water Treatment PPSDM Migas Cepu......10
2.9. Power Plant PPSDM Migas Cepu..10
2.10. Perpustakaan PPSDM Migas Cepu11

BAB III URAIAN UMUM

3.1. Sejarah Singkat PPSDM Migas Cepu. 12


3.1.1. Periode Zaman Hindia Belanda (1870 1942).. 12
3.1.2. Periode Zaman Jepang (1942 1945). 13
3.1.3. Periode Zaman Kemerdekaan (1945 1950)...... 13
3.2. Lokasi PPSDM....... 16
3.3. Struktur Organisasi PPSDM Migas Cepu. .17
3.4. Tugas Pokok dan Fungsi PPSDM Migas Cepu.. ...17
3.5. Akreditasi.....18
3.6. Jejaring Kerjasama......19

iv
BAB IV LANDASAN TEORI

4.1. Tanki Timbun....21


4.2. Fired Heater.................................25

BAB V PELAKSANAAN

5.1. Pengukuran Level Tanki.......26


5.1.1. Peralatan Pengukura Level Tanki.....26
5.1.2. Langkah Pengukuran Level Tanki....26
5.2. Pengambilan Sample Pada Tanki ..27
5.2.1. Peralatan Pengambilan Sample. ..27
5.2.2. Langakah Pengambilan Sample. ..28

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan....29
6.2. Saran.......29

DAFTAR PUSTAKA....30

LAMPIRAN

1. Tabel Temperature pada Furnace............31

2. Grafik Temperature pada Furnace..32

3.

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Kegiatan praktek kerja merupakan kurikulum pendidikan sekolah menengah kejuruan
yang mendukung kegiatan belajar mengajar siswa melalui kegiatan praktek kerja secara
langsung di dunia kerja sesuai dengan progam studi tertentu untuk mencapai keahlian kerja
sebagai bekal untuk pekerja secara profesional.

Untuk mewujudkan tersebut, maka di terapkan suatu sistem pendidikan yang dikenalkan
dengan istilah Praktek Kerja Instalasi ( PRAKERIN) . atau disebuat juga dengan
pendidikan system ganda (PSG).

Sistem ini merupakan suatu bentuk penyelenggara pendidikan keahlian profesional yang
memadukan secara systematis program pendidikan disekolah dengan program penguasaan
keahlian melalui kegiatan bekerja secara langsung dan terarah untuk mencapai tingkat
keahlian profesianal tertentu.

Latar belakang pelaksanaan prakerin, menambah ilmu pengetahuan dalam dunia


industri/perusahaan untuk meningkatkan mutu serta kualitas sebagai lulusan SMK untuk
menjadi sumber daya manusia(SDM) yang handal dan profesional.

Keahlian profesional hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan langsung pekerjaan
pada bidang profesi yang ada dalam dunia kerja. Sehubungan dengan itu, maka siswa SMK
pada jenjang tertentu diwajibkan mengikuti kegiatan praktek kerja secara langsung.

1
1.2. TUJUAN
A. TUJUAN PRAKERIN
Secara umum tujuan dari pelaksanaan PRAKERIN adalah agar siswa dapat
menerapkan dan membandingkan antara pengetahuan teori maupun praktek yang
didapat di sekolah dengan pekerjaan sebenarnya yang ada di lingkungan dunia usaha
atau dunia industri. Selain itu ,dari kegiatan PRAKERIN diharapkan dapat
meningkatkan pengalaman dan pengetahuan ketrampilannya secara profesional
sesuai dengan tuntutan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang berkembang di
masyarakat. Adapun tujuan PRAKERIN bagi siswa adalah sebagai berikut :
a. Memiliki wawasan yang luas tentang kegiatan lingkungan industri.
b. Memiliki kemampuan bekerja yang sesuai dengan standar kerja dunia usaha atau
dunia industri.
c. Memiliki disiplin dan inisiatif kerja yang tinggi sesuai dengan tuntutan dunia
usaha atau dunia industri.
d. Memiliki kreatifitas dan motivasi kerja dalam mengembangkan keahliannya
sesuai dengan profesi yang digelutinya.
e. Memiliki ketekunan dan keuletan dalam bekerja.
f. Memperhatikan kualitas dan tanggung jawab pekerjaan sesuai dengan tuntutan
profesi.

B. TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN


Setiap siswa yang telah melaksanakan PRAKERIN wajib menyusun laporan
sebagai pertanggungjawaban atas apa yang telah dikerjakan selama melaksanakan
PRAKERIN.Laporan ini berguna untuk menambah bekal siswa lainnya untuk
melaksanakan PRAKERIN selanjutnya. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk
melatih siswa agar dapat mengomunikasikan pengalaman yang diperoleh selama
PRAKERIN.

Penulisan laporan PRAKERIN bertujuan untuk :


1. Untuk memperluas pengetahuan peserta didik tentang dunia industri.

2
2. Untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama sekolah di lapangan kerja yang
sesungguhnya.
3. Melatih peserta didik agar terampil dalam menyusun ,menguraikan ,dan
menyimpulkan pengalaman kerja yang didapat di industri ke dalam bentuk
laporan.
4. Agar peserta didik dapat mengenal dan mengetahui keadaan dunia industri yang
sesungguhnya.
5. Melatih peserta didik untuk menyusun laporan yang baik dan benar.
6. Memberikan bukti tertulis kepada pihak sekolah dan industri tentang semua
kegiatan yang dilakukan selama di industri.

1.3. MANFAAT
Praktek kerja industri adalah salah satu bagian dari kurikulum Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Maka dari itu ada banyak manfaat PRAKERIN bagi sekolah ,siswa ,bagi
industri ,dan bagi masyarakat.
A. MANFAAT PRAKERIN BAGI SEKOLAH
1. Tujuan pendidikan untuk mendapat keahlian profesional lebih mudah di capai.
2. Dapat menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja.
3. Menjalin kerjasama yang baik dalam bidang pengembangan teknologi antara pihak
perusahaan dengan sekolah sehingga terjalin hubungan yang saling
menguntungkan.
4. Mengetahui sejauh mana ilmu yang telah diserap dan dipahami oleh siswa selama
studi.
5. Memperoleh gambaran nyata tentang perusahaan sebagai bahan informasi untuk
mengembangkan kurikulum yang ada.
6. Memperoleh informasi tentang perkembangan teknologi yang berhubungan dengan
keteknikkan khususnya yang berkaitan dengan Teknik Pengolahan MIGAS.
7. Memperoleh gambaran perbandingan tentang kesiapan siswa terhadap dunia
industri saat ini.

3
B. MANFAAT PRAKERINBAGI SISWA
1. Kemampuan dan keahlian yang diperoleh selama PRAKERIN memperbesar rasa
percaya diri siswa.
2. Dapat mengetahui dunia kerja yang sebenarnya.
3. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman kerja di lingkungan perusahaan
atau industri.
4. Sebagai latihan untuk memasuki dunia kerja dan belajar bersosialisasi dengan para
karyawan atau masyarakat di lingkungan perusahaan atau industri.
5. Melatih pemahaman tentang aplikasi pengetahuan tentang teknik yang di terapkan
pada bidang industri.
6. Memahami kinerja perusahaan secara keseluruhan.
7. Memperoleh wawasan yang mendukung dalam penyusunan tugas akhir.

C. MANFAAT PRAKERIN BAGI PERUSAHAAN


1. Dapat memilih peserta PRAKERIN baik jumlah,kemampuan,penampilan dan
waktu yang di anggap menguntungkan.
2. Dapat mengenal persis kualitas siswa yang berlatih di industri.
3. Dapat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan pada khususnya dan
pengembangan bangsa pada umumnya.
4. Mengenalkan perusahaan kepada masyarakat umum melalui kerjasama antara pihak
perusahaan dengan sekolah melalui kerja praktik industri.
5. Sebagai perwujudan salah satu persiapan alih teknologi kepada generasi muda
penerus bangsa.

4
BAB II
ORIENTASI UMUM

2.1. Tata Tertib PPSDM Migas Cepu.


1. Peserta PKL/Penelitian harap hadir sesuai waktu yg ditentukan, misalnya mengisi
absen hadir,menjaga ketertiban
2. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Cepu (PPSDM Migas),
tidak menyediakan Fasilitas, Akomodasi, Transportasi, Makan, Kesehatan dan biaya
lain
3. Selama Praktek/Penelitian wajib mengenakan Almamater
4. Peserta PKL wajib Bio Data dan menyerahkan pas foto uk 3X4 cm
5. Pesera PKL/Penelitian diwajibkan sopan, dan mampu bergaul dengan
Dosen/Rekan/Instruktur/Pembimbing
6. Peserta PKL/Penelitian wajib menjauhkan dari perbuatan tercela seperti: Pencurian
barang, mengancam dosen/pembimbing
7. PKL/Penelitian dilarang membuat keributan/berkelahi dengan siapapun selama
diruang lingkup PKL.

2.2. Humas PPSDM Migas Cepu


Keberadaan humas sangat dibutuhkan dan penting untuk membangun dan menjaga
adanya saling pengertian antar organisasi dengan stakeholder dan masyarakat umum, dengan
tujuan menyangkut tiga hal yaitu reputasi, citra dan komunikasi mutual benefit relationship.

Untuk berkomunikasi dengan publik, Humas PPSDM Migas menyediakan layanan


informasi berupa Call Center yang diperuntukkan bagi stakeholder ataupun masyarakat
umum yang ingin menyampaikan keluhan dan pertanyaannya di bidang layanan organisasi.
Call Center PPSDM Migas dapat dihubungi melalui nomor 081390107701 telpon (jam
kerja), sms atau WA.
Humas PPSDM Migas juga menyediakan informasi mengenaiperkembangan
organisasi terkini melalui Buletin Patra yang terbit setiap 3 bulan sekali.

5
2.3. Keamanan PPSDM Migas Cepu.
Mengingat kompleksnya kegiatan yang terdapat di PPSDM Migas Cepu baik proses
industri, kegiatan pengajaran dan segala jenis kegiatan lainnya, unit keamanan PPSDM
Migas Cepu memiliki peran yang penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas kerja di
PPSDM Cepu. Secara umum unit keamanan memiliki 4 macam objek pengamanan yaitu
pengamanan personil, pengamanan material, pengamanan informasi danpengamanan
operasional.

2.4. Fire Safety PPSDM Migas Cepu.


Unit K3LL (Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan) dibentuk
dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi segala sesuatu yang menyebabkan
kecelakaan kerja yang mempengaruhi terhadap proses produksi, sehingga sumber-sumber
produksi dapat digunakan secara efisien dan produksi dapat berjalan lancar tanpa adanya
hambatan yang berarti.Unit K3LL PPSDM Migas Cepu mempunyai tugas yang meliputi:
1. Tugas rutin
a. Menyusun rencana pencegahan terhadap kecelakaan kerja.
b. Melakukan inspeksi secara berkala atau khusus.
c. Melakukan pemeriksaan alat - alat pemadam kebakaran.
d. Mengadakan safety trainning baik kepada personil pemadam api maupun pegawai
biasa.
2. Tugas Non Rutin
a. Melaksanakan pelayanan pemadam api dan keselamatan kerja diluar PPSDM
Migas Cepu.
b. Melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan kerja yang sama.
c. Menanamkan kesadaran kepada semua pegawai akan pentingnyapencegahan
kebakaran dan keselamatan kerja.
d. Melakukan kampanye keselamatan kerja kepada para pegawai.
3. Tugas Darurat
a. Memberikan pertolongan dan penanggulangan terhadap terjadinya kecelakaan
kerja.

6
b. Memadamkan api jika terjadi kebakaran baik dilingkungan PPSDM Migas Cepu
maupun diluar.

2.5. Unit Kilang dan Laboratorium Kilang PPSDM Migas Cepu.


Proses pengolahan minyak bumi di PPSDM Migas Cepu terdiri dari dua unit utama
yaitu Crude Destilation Unit(CDU) dan Wax Plant (tidak beroperasi lagi).
Proses Pengolahan di Unit Kilang antara lain:

a. Crude Distilation Unit (CDU)


Pengolahan Minyak Mentah (crude oil) di PPSDM Migas Cepu dilaksanakan
dengan sistem pemisahan yang terjadi pada CDU. Proses ini terjadi di Distilasi
Atmosferik. Unit distilasi atmosferik adalah suatu unit yang bertugas melaksanakan
seluruh rangkaian kegiatan pemisahan minyak mentah (crude oil) menjadi produk-produk
minyak bumi berdasarkan trayek titik didihnya pada tekanan satu atm.
1) Bahan Baku
Sumber bahan baku (yakni campuran minyak mentah) berasal dari lapangan
Kawengan dan Ledok yang diambil dari sumur milik PT. Pertamina EP Asset 4 Field
Cepu. Adapun karakteristik minyak mentah dari sumur-sumur minyak tersebut yaitu:
a) Lapangan Kawengan
Minyak Mentah dari lapangan Kawengan merupakan minyak HPPO (High Pour Point Oil)
bersifat parafinis, yaitu mengandung lilin, alkana rantai lurus dan nilai oktan rendah.

b) Lapangan Ledok
Minyak Mentah bersifat aspaltis, yaitu mengandung Aspal,struktur rantai
tertutup, nilai oktan tinggi. Minyak mentah Ledok sering disebut minyak LPPO
(Light Pour Point Oil).
Seiring dengan meningkatnya produksi sumur minyak maka untuk bahan
baku crude oil yang digunakan adalah merupakan crude oil campuran antara
Kawengan dan Ledok. Oleh karena itu untuk spesifikasi dari crude oil ini dapat
kita lakukan uji densitiy, pour point dan uji distilasiASTM D 86, untuk
mengetahui sifat volatility dari crude oil.

7
2) Proses Pengo lahan
Proses pengolahan minyak mentah yang dilakukan di unit CDU PPSDM
Migas Cepu meliputi 3 proses yaitu:
a) Proses Distilasi Atmosferik
Pengolahan minyak di PPSDM Migas Cepu menggunakan metode distilasi
atmosferik, antara lain:
Pemanasan Awal dalam HE (Heat Exchanger)
Pemanasan pada Furnace.
Pemisahan atau Penguapan dalam Evaporator
Distilasi dalam Kolom Fraksinasi dan Stripper
Pengembunan dan Pendinginan pada Condensor dan Cooler
Pemisahan pada Separator
b) Proses Treating
Pada umumnya minyak mentah dan produk masih mengandung kotoran-
kotoran atau impurities berupa hydrogen sulfide (H2S), Merchaptan (RSH),
MgCl2, NaCl dan lain-lain dalam jumlah tertentu. Proses treating adalah proses
yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan impurities yang terdapat
dalam produk.

Unit pengolahan di PPSDM Migas Cepu proses treating hanya dilakukan


pada produk Pertamina Solvent (Pertasol CA,CB dan CC) yaitu dengan cara
injeksi amoniak (NH3) pada puncak kolom dan dengan proses pencucian
menggunakan soda caustic (NaOH).

3) Produk yang Dihasilkan


Produk utama dari pengolahan minyak mentah di PPSDM Migas Cepu saat
ini adalah sebagai berikut:
a) Pertasol CA
Kegunaan Pertasol CA yaitu:
Industri cat, lacquers dan varnish
Untuk tinta cetak sebagai pelarut dan diluen.

8
Industri cleaning dan degreasing.
b) Pertasol CB
Kegunaan Pertasol CB yaitu:
Untuk pengencer pada cat.
c) Pertasol CC
Kegunaan Pertasol CC yaitu:
Berguna untuk pelarut dalam industry cat dan kosmetik.
d) Solar (Jenis minyak solar 48)
Kegunaan Solar yaitu:
Berguna untuk bahan bakar diesel.
e) Residu
Kegunaan Residu yaitu:
Berguna untuk bahan bakar industri.

3. Unit Boiler PPSDM Migas Cepu.


Boiler merupakan peralatan yang sangat diperlukan untuk menunjang proses Kilang
pada industri Migas.
Boiler atau biasa di sebut ketel uap adalah suatu bejana tertutup yang digunakan untuk
mengubah air menjadi uap atau dengan kata lain mentransfer panas yang dihasilkan oleh
pembakaran bahan bakar
(baik dalam bentuk padat, cair atau gas) sehingga berubah wujud menjadi uap. Di
dalam boiler, energi kimia dari bahan bakar di ubah menjadi panas melalui proses
pembakaran dan panas yang dihasilkan sebagian besar diberikan kepada air yang berada di
dalam ketel, sehingga air berubah menjadi uap.
Boiler tersebut dibuat dari bahan baja dengan bentuk bejana tertutup yang di dalamnya
berisi air, sedangkan air tersebut dipanasi dari hasil pembakaran bahan bakar residu. Untuk
menyediakan kebutuhan uap atau steam di PPSDM Migas Cepu maka boiler yang tersedia
berjumlah 3 unit, yang terdiri dari:
1) 2 (dua) unit boiler tipe AL-LSB-6000 dengan masing-masing memiliki kapasitas
sebesar 6 ton/jam.
2) 1 (satu) unit boiler tipe Wanson yang memiliki kapasitas sebesar 6,6 ton/jam.

9
Dalam pengoperasiannya, boiler di PPSDM Migas Cepu hanya dioperasikan 1 unit
saja karena kebutuhan steam untuk Kilang sudah tercukupi.

4. Laboratorium Dasar.
PPSDM Migas Cepu memiliki Laboratorium dasar atau yang biasa disebut dengan
laboratorium pengujian.
Laboratorium yang tersedia adalah :
1. Laboratorium Kimia.
2. Laboratorium Migas.
3. Laboratorium Sipil.
4. Laboratorium Geologi.
5. Laboratorium Lindungan Lingkungan.

5. Water Treatment PPSDM Migas Cepu


Unit pengolahan air bersih atau WTP (Water Treatment Plant) merupakan unit
pengolahan air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan untuk menunjang
kebutuhan operasi dari pabrik.Untuk itu diperlukan air yang bersih, jernih dan bebas dari
kuman penyakit. Air mudah didapat dari permukaan bumi, tetapi air yang mutunya sesuai
dengan mutu penggunaannya masih sulit untuk diperoleh.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka PPSDM Migas Cepu mengambil air dari
sungai Bengawan Solo yang kemudian diolah sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan
antara lain: air minum, air pendingin, air umpan ketel uap dan pemadam kebakaran. Unit
water treatment memiliki kapasitas sebesar 105.090 m3.

6. Power Plant PPSDM Migas Cepu.


Power plant adalah unit di PPSDM Migas Cepu yang menangani penyediaan tenaga
listrik menggunakan tenaga diesel. Bahkan bahan bakar untuk ini menggunakan solar yang
disediakan oleh PPSDM Migas Cepu sendiri, dengan demikian tidak bergantung dengan
PLN (Perusahaan Listrik Nasional) disamping tenaga listrik yang dihasilkan oleh unit ini
cukup besar.

10
PLTD (Perusahaan Listrik Tenaga Diesel) di PPSDM Migas Cepu mulai didirikan pada
tahun 1973.

7. Perpustakaan PPSDM Migas Cepu.


Perpustakaan PPSDM Migas,mempunyai sistem pelayanan terbuka (open access) yang
meliputi:
a. Pelayanan reguler (Mahasiswa Akamigas, Pegawai dan Dosen)
b. Pelayanan non reguler (Peserta kursus, praktikan)
Koleksi perpustakaan antara lain: bukubuku diklat, majalah ilmiah, laporan penelitian,
skripsi, ebook, laporan kerja praktek dan bahan audio visual.

Sejarah berdirinya perpustakaan PPSDM Migas Cepu erat kaitannya dengan


berdirinya Akamigas yang pada awalnya terkenal dengan nama AMGB (Akademi Minyak
dan Gas Bumi). Akamigas yang berdirinya pada tahun 1967 sebagai salah satu wadah untuk
membina kader-kader perminyakan nasional yang siap pakai.Adapun tugastugas
perpustakaan PPSDM Migas Cepu yaitu:
a. Melakukan perencanaan, pengembangan koleksi, yang mencakup buku, majalah
ilmiah, laporan penelitian, skripsi, laporan kerja praktek, diklat/ hand out serta bahan
audio visual.
b. Melakukan pengolahan dan proses pengolahan bahan pustaka meliputi
refrigrasi/inventaris, katalogisasi, klasifikasi, shelfing dan filing.
c. Laporan penggunaaan laboratorium bahasa untuk mahasiswa Akamigas, pegawai,
dosen, instruksi, peserta kursus dan lain-lain.
d. Layanan audio visual pemutaran film dan kaset video ilmiah untuk mahasiswa
Akamigas, pegawai, dosen, instruksi, peserta khusus dan lain-lain.
e. Layanan kerjasama antara perpustakaan dan jaringan informasi nasional.

11
BAB III
URAIAN UMUM

3.1. Sejarah PPSDM Migas Cepu.


Lapangan minyak yang ada di Indonesia termasuk cukup banyak di berbagai daerah dan
salah satunya yang sudah lama adalah lapangan minyak di daerah Cepu, pertama kali ditemukan
oleh seorang Insinyur dari Belanda bernama Andrian Stoop pada tahun 1886. Cepu merupakan
suatu daerah yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Perkembangan sejarah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, telah
mengalami pergantian nama sejak ditemukan minyak di Cepu sampai sekarang. Pada awal
berdirinya sekitar abad XIX tempat ini diberi nama DPM (Dordtsche Petroleum Maarschappij).
Seiring perkembangannya, tempat ini mengalami perubahan nama, hingga pada tahun 2016
sampai sekarang berubah nama menjadi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak
dan Gas Bumi (PPSDM Migas). Selain diterangkan di atas, sejarah mencatat bahwa
perkembangan perminyakan di Cepu dapat diuraikan dalam tiga periode yaitu periode zaman
Hindia Belanda, zaman Jepang dan zaman Kemerdekaan.

3.1.1. Periode Zaman Hindia Belanda (Tahun 1886 - 1942)


Zaman ini telah ditemukan rembesan minyak didaerah pulau Jawa yaitu Kuwu, Merapen,
Watudakon, Mojokerto serta penemuan minyak dan gas di Sumatera. Eksplorasi minyak bumi di
Indonesia di mulai pada tahun 1870 oleh seorang Insinyur dari Belanda bernama P. Vandijk, di
daerah Purwodadi Semarang dengan mulai pengamatan rembesan-rembesan minyak di
permukaan.
Kecamatan Cepu Provinsi Jawa Tengah terdapat konsesi minyak, dalam kota kecil di tepi
Bengawan Solo, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang bernama Panolan, diresmikan
pada tanggal 28 Mei 1893 atas nama AB. Versteegh.
Kemudian beliau mengontrakkannya ke perusahaan DPM (Dordtsche Petroleum
Maarschappij) di Surabaya dengan membayar ganti rugi sebesar F. 10000 dan F. 0.1 untuk tiap
peti (37,5 liter minyak tanah dari hasil pengilangan). Penemuan sumur minyak bumi bermula di
desa Ledok oleh Mr. Adrian Stoop.

12
Januari 1893, ia menyusuri Bengawan Solo dengan rakit dari Ngawi menuju Ngareng Cepu
dan akhirnya memilih Ngareng sebagai tempat pabrik penyulingan minyak dan sumurnya dibor
pada Juli 1893. Daerah tersebut kemudian dikenal dengan nama Kilang Cepu. Selanjutnya,
berdasarkan akta No. 56 tanggal 17 Maret 1923 DPM diambil alih oleh BPM (Bataafsche
Petroleum Maarschappij) yaitu perusahaan minyak milik Belanda.

3.1.2. Periode Zaman Jepang ( Tahun 1942 - 1945 )


Periode zaman Jepang, dilukiskan tentang peristiwa penyerbuan tentara Jepang ke
Indonesia pada perang Asia Timur yaitu keinginan Jepang untuk menguasai daerah-daerah yang
kaya akan sumber minyak, untuk keperluan perang dan kebutuhan minyak dalam negeri Jepang.
Terjadi perebutan kekuasaan Jepang terhadap Belanda, para pegawai perusahaan minyak
Belanda ditugaskan untuk menangani taktik bumi hangus instalasi penting, terutama Kilang
minyak yang ditujukan untuk menghambat laju serangan Jepang. Namun akhirnya, Jepang
menyadari bahwa pemboman atas daerah minyak akan merugikan pemerintah Jepang sendiri.
Sumber-sumber minyak segera dibangun bersama oleh tenaga sipil Jepang, tukang-tukang
bor sumur tawanan perang dan tenaga rakyat Indonesia yang berpengalaman dan ahli dalam
bidang perminyakan, serta tenaga kasar diambil dari penduduk Cepu dan daerah lainnya dalam
jumlah besar.
Lapangan minyak Cepu masih dapat beroperasi secara maksimal seperti biasa dan pada
saat itu Jepang pernah melakukan pengeboran baru di lapangan minyak Kawengan, Ledok,
Nglobo dan Semanggi.

3.1.3. Periode ZamanKemerdekaan ( Tahun 1945 )


Zaman kemerdekaan, Kilang minyak di Cepu mengalami beberapa perkembangan sebagai
berikut:
a. Periode 1945 - 1950
Tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Hal ini menyebabkan
terjadinya kekosongan kekuasaan di Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945,
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan sehingga Kilang minyak Cepu diambil alih
oleh Indonesia. Pemerintah kemudian mendirikan Perusahaan Tambang Minyak
Nasional (PTMN) berdasarkan Maklumat Menteri Kemakmuran No. 05.

13
Desember 1949 dan menjelang 1950 setelah adanya penyerahan kedaulatan,
Kilang minyak Cepu dan lapangan Kawengan diserahkan dan diusahakan kembali oleh
BPM perusahaan milik Belanda.
b. Periode 1950 1951
Selepas kegiatan PTMN dibekukan pada akhir tahun 1949, pengelolaan lapangan
Ledok, Nglobo dan Semanggi yang pada saat itu dikenal sebagai Cepu Barat berpindah
tangan kepada ASM (Administrasi Sumber Minyak) yang dikuasai oleh Komando
Rayon Militer Blora.
c. Periode 1951 1957
Pada tahun 1951 perusahaan minyak lapangan Ledok, Nglobo, Semanggi oleh
ASM diserahkan kepada pemerintah sipil. Untuk kepentingan tersebut dibentuk panitia
kerja yaitu Badan Penyelenggaraan Perusahaan Negara di bulan Januari 1951, yang
kemudian melahirkan Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia (PTMRI).
d. Periode 1957 - 1961
Pada tahun 1957, PTMRI diganti menjadi Tambang Minyak Nglobo, CA (Combi
Anexist).
e. Periode 1961 - 1966
Tahun 1961, Tambang Minyak Nglobo CA diganti PN PERMIGAN (Perusahaan
Minyak dan Gas Nasional) dan pemurnian minyak di lapangan minyak Ledok dan
Nglobo dihentikan.
Pada tahun 1962, Kilang Cepu dan lapangan minyak Kawengan dibeli oleh
pemerintah RI dari Shell dan diserahkan ke PN PERMIGAN.
f. Periode 1966 - 1978
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi No.
5/M/Migas/1966 tanggal 04 Januari 1966, yang menerangkan bahwa seluruh
fasilitas/instalasi PN Permigan Daerah Administrasi Cepu dialihkan menjadi Pusat
Pendidikan dan Latihan Lapangan Perindustrian Minyak dan Gas Bumi (PUSDIKLAP
MIGAS).
Yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lembaga Minyak dan Gas
Bumi (Lemigas) Jakarta. Kemudian pada tanggal 07 Februari 1967 diresmikan Akademi
Minyak dan Gas Bumi (Akamigas) Cepu Angkatan I (Pertama).

14
g. Periode 1978 - 1984
Berdasarkan SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 646 tanggal 26 Desember
1977 PUSDIKLAP MIGAS yang merupakan bagian dari LEMIGAS (Lembaga Minyak
dan Gas Bumi) diubah menjadi Pusat Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi
Lembaga Minyak dan Gas Bumi (PPTMGB LEMIGAS) dan berdasarkan SK Presiden
No. 15 tanggal 15 Maret 1984 pasal 107, LEMIGAS Cepu ditetapkan sebagai Lembaga
Pemerintah dengan nama Pusat Pengembangan Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi
(PPT MIGAS).
h. Periode 1984 - 2001
Berdasarkan SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 0177/1987 tanggal 05
Desember 1987, dimana wilayah PPT Migas yang dimanfaatkan Diklat
Operasional/Laboratorium Lapangan Produksi diserahkan ke PERTAMINA EP ASSET
4 Cepu, sehingga Kilang Cepu mengoperasikan pengolahan crude oil milik
PERTAMINA.
Kedudukan PPT Migas dibawah Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi,
Departemen Pertambangan dan Energi yang merupakan pelaksana teknis migas di
bidang pengembangan tenaga perminyakan dan gas bumi.
Keberadaan PPT Migas ditetapkan berdasarkan Kepres No. 15/1984 tanggal 18
Maret 1984, dan struktur organisasinya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Pertambangan dan Energi No.1092 tanggal 05 November 1984.
i. Periode 2001 - 2016
Hingga Tahun 2004 PPT Migas Cepu diubah menjadi Pusdiklat Migas (Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi) Cepu sesuai SK Menteri ESDM
(Energi dan Sumber Daya Mineral) nomor 150 Tahun 2001 dan telah diubah Peraturan
Menteri ESDM nomor 0030 Tahun 2005 tanggal 20 Juli 2005. Kemudian diperbarui
Peraturan Menteri No. 18 Tahun 2010 tanggal 22 November 2010.
j. Periode 2016 Sekarang
Sesuai Peraturan Menteri No. 13 tahun 2016 tentang organisasi dan tata kerja
kementrian energi dan sumber daya mineral, Pusdiklat Migas Cepu berubah nama
menjadi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak Dan Gas Bumi (PPSDM)
Cepu.

15
3.2. Lokasi PPSDM Migas Cepu.
Pusat Pengembangan Sumber Daya manusia Minyak dan Gas Bumi berlokasi di Jalan
Sorogo 1, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah
dengan areal sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan seluas 120 hektar. Di tinjau dari
segi geografis dan ekonomis, lokasi tersebut cukup strategis karena didukung oleh beberapa
faktor, yaitu :

1. Lokasi praktek
Lokasi PPSDM Migas berdekatan dengan lapangan minyak milik Pertamina, Exxon
Mobil Cepu Limited, Petrochina, tambang rakyat Wonocolo serta singkapan-singkapan
geologi, sehingga memudahkan peserta diklat untuk melakukan field study.
2. Sarana transportasi
Kota Cepu dilewati oleh jalur kereta api yang Surabaya Jakarta dan jalan raya yang
menghubungkan kota kota besar di sekitarnya, sehingga memudahkan untuk bepergian.
3. Letaknya yang berbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur

Gambar 3.1. Peta Lokasi PPSDM Migas Cepu

3.3. Struktur Organisasi PPSDM Migas Cepu.


Struktur organisasi yang ada di PPSDM Migas Cepu terdiri dari pimpinan tertinggi sebagai
kepala PPSDM Cepu. Pimpinan tertinggi membawahi kepala bagian dan kepala bidang yang
bertugas memimpin unit-unit di PPSDM Migas Cepu.

16
Kepala bagian dan kepala bidang membawahi sub. bagian dan sub. bidang dari unit-unit
yang terkait. Di setiap unit terdapat pengawas unit dan pengelola unit yang dipimpin oleh sub
bagian masing-masing unit. Selain itu, dalam kegiatan operasional PPSDM Migas Cepu setiap
unit memiliki karyawan handal.

Gambar 3.2 Struktur Organisasi PPSDM Migas Cepu

3.4. Tugas Pokok dan Fungsi PPSDM Migas Cepu.


Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2016 PPSDM Migas Cepu
memiliki Tugas dan Fungsi sebagai berikut :
1. Tugas Pokok :Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan
gas bumi

17
2. Fungsi :
a. Penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengembangan sumber daya manusia di
bidang minyak dan gas bumi;
b. Penyusunan program, akuntabilitas kinerja dan evaluasi serta pengelolaan informasi
pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi;
c. Penyusunan perencanaan dan standarisasi pengembangan sumber daya manusia di
bidang minyak dan gas bumi;
d. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang minyak dan gas bumi;
e. Pelaksanaan pengelolaan sarana prasarana dan informasi pengembangan sumber daya
manusia di bidang minyak dan gas bumi;
f. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan
sumber daya manusia Minyak dan Gas Bumi; dan
g. Pelaksanaan administrasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas
Bumi.

3.5. Akreditasi PPSDM Migas Cepu.


1. Lembaga Diklat Migas Sistem Manajemen Integrasi ISO 9001, 14001& OHSAS
18001; LAN
2. Lembaga Sertifikasi Profesi (KAN/BSN) ISO 17024
3. Laboratorium Penguji - ISO 17025
4. Laboratorium Kalibrasi - ISO 17025
5. Lembaga Inspeksi Migas - ISO 17020
6. IADC WellSharp USA
7. IIW (International Institute of Welding)-IWS-ANB (Indonesian Welding Society-
Authorized National Body).
8. Menjadi member of International Well Control Forum (IWCF)
9. Menjadi member of Offshore Petroleum Industry Training Organization (OPITO).
10. Sertifikasi Kelayakan Penggunaan Peralatan untuk Crude Oil Distilation Unit (SKPP).
11. Sertifikasi Kelayakan Penggunaan Instalasi untuk Crude Oil Distilation Unit (SKPI).

18
3.6. Jejaring Kerjasama.
Dalam rangka upaya mensukseskan berbagi program diklat, PPSDM Migas menjalin
hubungan kerjasama dengan berbagi instansi pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi dan
juga kerjasama international. Tujuan kerjasama tersebut adalah untuk saling memberikan
bantuan dalam hal-hal tertentu yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
1. Program Kerjasama Industri Migas
SKK Migas (BP Migas)
ConocoPhillips Indonesia
Total E&P Indonesie
ExxonMobil Cepu Ltd.
Star Energy
Chevron
Pertamina
Santos (Sampang) Pty Ltd.
Medco E&P
Petronas Carigali Indonesia
Energy Equity Epic (Sengkang)
PHE - ONWJ
Kangean Energy Indonesia
Vico Indonesia
BOB PT.Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu
Hess (Indonesia-Pangkah)
Citic Seram Energy Ltd.
CNOOC
Premier Oil
BP Berau
Salamander Energy
JOB Simenggaris
Eni Indonesia

19
2. Program Kerjasama International
Training for Petronas Employee (Negara Malaysia)
UMW Corporation SDN BHD Program-Malaysia
Introduction to Petroleum Operation-PAFYPS Timor Leste
Diklat Pemboran Energy Quest Malaysia

3. Program Kerjasama TNI / Polri


Pelatihan dan Praktek BBM & BMP TNI-AU
Lattis Suspa BMP TNI-AU

4. Program Kerjasama Perguruan Tinggi


Institut Teknologi Bandung (ITB)
Universitas Trisakti Jakarta
UPN Veteran Yogyakarta
UNISBA Bandung
Universitas Islam Riau
ITS,ITATS, UGM, UNDIP, Univ.Airlangga, Univ.Brawijaya, UNS,Univ. Hasanudin
Makasar,Univ. Proklamasi Yogyakarta, STEM Akamigas, Unpad, Unpatti Maluku,
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya , dll.

20
BAB IV
LANDASAN TEORI

4.1. TANKI TIMBUN


Tanki Timbun adalah Tempat yang digunakan untuk menampung minyak
sebelum di distribusikan kepada konsumen. Tanki timbun biasanya berukuran sangat
besar dan digunakan untuk tekanan rendah. Di dalam suatu kilang memiliki desain
yang beraneka ragam dan berdasarkan fungsinya atau jenis fluida yang di
tampungnya
Tanki merupakan salah satu sarana penunjang yang sangat penting dalam suatu
perindustrian. Tanki di PPSDM Migas Cepu mempunyai fungsi yang sangat penting
yaitu untuk menyimpan minyak mentah atau prduk yang di hasilkan oleh kilang

Fungsi Tanki Timbun di PPSDM MIGAS Cepu.


Tanki timbun merupakan salah satu sarana penunjang yang sangat penting dalam
suatu perindustrian. Tanki di PPSDM Migas Cepu mempunyai fungsi yang sangat
penting yaitu untuk menyimpan minyak mentah atau prduk yang di hasilkan oleh
kilang
Jenis-jenis Tanki Timbun
Secara umum tanki timbun dapat dibagi menjadi dua , berdasarkan tekanan nya yaitu :
A. Tanki Atmosferik (Atmospheric Tank)
B. Tanki Bertekanan (High Pressure Tank)

Berikut Jenis-Jenis tanki itmbun berdasarkan tekanan kerjanya


A. Tanki Atmosferik
1. Fixed Roof Tank
Cone Roof Tank (Tanki Atap Kerucut)
Dome Roof Tank (Tanki Atap Kubah)
Umberella Roof Tank (Tanki Atap Payung)

21
2. Floating Roof Tank
Pan Type Floating Roof Tank
Ponton Type Floating Roof Tank
Double Deck Type Floating Roof Tank
3.Open Roof Tank
Lifter Roof Tank
Breather Roof Tank
B. Pressure Storage Tank (tanki tekanan tinggi)
1. Sphere Tank
2. Spheroid Tank
3. Cynfriacal Tank
Kelengkapan / Aksesoris yang ada di tanki timbun
1. Pada atap tanki
1. Dip hatch (gauge Hatch)
2. PV Valve ( Katup Pernapasan)
3. Roof man hole
4. Water sprayer
5. Penagkal petir
6. Pagar keliling
7. Splash plate
8. Swing line
9. Lubang ukur
2. Pada dinding tanki
1. Pipa pengisian
2. Pipa pengisapan
3. Pipa drain tanki
4. Pipa swing
5. Fasilitas blending
6. Pipa foam
7. Shell man hole
8. Tank gauge

22
9. Groundling cable
10. Pipa aliran masuk
11. Pipa pengeluaran
12. Level indikator
13. Tangga
3. Pada dasar tanki
1. Steam Coil (Hanya Untuk menyimpan minyak berat)

Pemeliharaan tanki
1. Cat dan coating tanki
1. Untuk melindungi tanki dari korosi dan kara, mempermudah tanki
bagian luar biasanya di cat atau di coat
2. Tanki di cat warna putih untuk memantulkan panas atau warna
lain betujuan untuk membatasi panas yang berlebihan yang akan
menyebabkan banyak nya terjadi penguapan
` 2. Tank cleaning
Tanki penyimpanan / penampung sewaktu waktu perlu di
bersihkan alasan dilakukan pembersihan tanki adalah
1. Untuk melakukan perbaikan tanki
2. Penggantian jenis minyak
3. Pembersihan rutin 5-10 tahun sekali
4. Diperlukan pemeriksaan bagian dalam tanki
5. Perbaikan atau penambahan peralatan tanki
6. Kalibrasi tanki

23
DAFTAR TANKI TIMBUN DI PPSDM MIGAS CEPU
NAMA TANKI JENIS MINYAK KAPASITAS TANKI
TANK 101 MIXED CRUDE OIL 2501 KL
TANK 102 MIXED CRUDE OIL 2387,107 KL
TANK 130 PERTASOL CA
TANK 133 PERTASOL CA 102,565 KL
TANK 143 PERTASOL CA 102,565 KL
TANK 144 PERTASOL CA 102,565 KL
TANK 110 PERTASOL CB 80,025 KL
TANK 129 PERTASOL CB 102,565 KL
TANK 131 PERTASOL CB 102,565 KL
TANK 132 PERTASOL CB 102,565 KL
TANK 134 PERTASOL CC 102,565 KL
TANK 106 SOLAR 74,73 KL
TANK 120 SOLAR 96,238 KL
TANK 124 SOLAR 102,565 KL
TANK 127 SOLAR 102,565 KL
TANK 118 L.S.W.R 94,729 KL
TANK 123 L.S.W.R 249,322 KL
TANK 201 L.S.W.R 677,351 KL
TANK 202 L.S.W.R 505,834 KL
TANK 203 L.S.W.R 505,834 KL
TANK 103 SLOP 74,73 KL
TANK 104 FUEL OIL 74,73 KL
TANK 105 FUEL OIL 74,73 KL

24
1.2 FIRED HEATER
Fired Heater Adalah Suatu peralatan yang digunakan untuk memanaskan Crude
Oil di dalam tube, dengan bahan bakar gas atau cairan secara terkendali di dalam burner.
Tujuan pemanasan ini adalah agar di peroleh kondisi operasi (suhu) yang
dinginkan pada proses berikutnya dalam suatu peralatan yang lain. Supaya proses
pemanasan berlangsung optimal, maka tube-tube furnace dipasang atau di atur
sedemikian rupa sehingga panas yang di hasilkan dari pembakaran dapat di manfaatkan
Rancangan furnace harus di perhatikan dengan teliti supaya panas yang dihasilkan
tidak terbuang ke udara. Misalnya panas yang hilang lewat dinding dan cerobong asap
Furnace akan beroperasi dengan efisien, apabila :
1. Sistem penyalaan api Burner baik
2. Reaksi pembakaran berlangsung sempurna
3. Panas pembakaran dari fuel gas dan fuel oil dapat tersalur dengan baik pada
cairan yang di panaskan
4. Permukaan tube furnace bersih
5. Dapat memperkecil panas yang hilang baik melalui stack / cerobong maupun
dinding furnace

25
BAB VI
PELAKSANAAN

5.1 Pengukuran Level Tanki (Tank Meter)

Tujuannya :
Untuk mengetahui level tanki
Tindakan keselamatan :
SOP sebagai bahan acuan
Alat pemindung diri yang di butuhkan
Peralatan yang dibutuhkan
Rool meter (Pita Ukur)
Pasta minyak
Pasta air
Majun
Flash light
Buku catatan (tank ticket)
Pekerja yang terlibat
1 orang sebagai pengawas
1 orang sebagai operator
Langkah-langkah pekerjaan
1. Pastikan cairan dalam tanki sudah cukup massa diam (minimum 1 jam) kecuali tanki
yang disi / diisap
2. Pastikan bahwa kerangan / segel masih dalam keadaan baik, tertutup rapat, kecuali
tanki yang diisi / diisap
3. Periksa kondisi alat ukur, pita ukur harus keadaan bersih,kering, baik dan dapat
dibaca dengan jelas
4. Untuk mengukur air bebas digunakan water stick bar atau alat ukur innage dengan
bandulan runcing berskala
5. Catat referance depth pada table tanki yang akan di ukur
6. Siapkan blanko tank ticket

26
7. untuk tanki yang dilengkapi dengan level indikator yang bisa dibaca dari bawah,
dicatat sebagai pembanding
8. Bawa peralatan ukur, majun, tank ticket, dan flash light yang kedap gas apabila
pengukuran dilakukan di malam hari
9. pada waktu menaiki tangga, satu tangan harus selalu berpeganggan dengan tangga,
untuk mecegah adanya listrik statis dan keselamtan kerja
10. nurunan pita ukur, pita harus tetap bersinggungan dengan lubang ukur tanki untuk
menghindari listrik statis
11. turunkan pita ukur perlahan-lahan hingga ujung bandulan mengenai meja ukur tanki
(dtumplate) dan pita ukur harus tetap dalam keadaan tegang untuk mendapatkan
ketelitian pengukuran
12. diamkan sementara beberapa saat sesuai dengan jenis minyak yang akan di ukur
13. tarik pita ukur ke atas, kemudian baca batas reaksi yang tertera pada pita ukur. Batas
reaksi (cut point) arus lurus. Untuk minyak yang mudah menguap penarikan pita
ukur harus cepat
14. bersihkan alat ukur dan ulangi sekali lagi
15. apabila hasil pengukuran berbeda kecil dari 3 mm maka di nyatakan sebagai
pengukuran identik dan catat sebagai hasil pengukuran ( ukuran yang terdahulu )
16. apaabla hasil pengukuran sudah beanr, catat dalam tank ticket pada kolom cairan

5.2 Pengambilan sample tanki


Tujuannya :
Mengambil sample untu kdia analisa
Tindakan keselamatan :
SOP sebagai bahan acuan
Alat pelindung diri yang di butuhkan
Peralatan yang di butuhkan :
Alat keselamtan kerja antara lain apar, safety helm, masker, sarung tangan,
majun
Alat untuk menggambil sample antara lain sample can, hydrometer, gelas
ukur, thermometer, tali

27
Pekerja yang terlibat
1 orang sebagai pengawas
1 orang sebagai operator
Langkah-langkah pekerjaan
1. periksa peralatan untuk mengambil sample, pastikan peralatan dalam
kondisi yang baik, bersih , kering , tidak terkontaminasi produk alin selain
sesuai dengan ketentuan ASTM d 4057
2. periksa tali atau rantai yang non spark dan berismpul serta tempat contoh
lengkap dengan tutupnya
3. tentukan titik kedalaman yang akan di ambil sesuai table

Tinggi minyak Titik tengah


>5m 3m
3<X<5m 2m
<3m 1m

4. buka lubang ukur / lubang pengambilan contoh. Berdiri di tempat yang


aman jangan berlawan dengan arah mata angin untuk menghindari uap gas
yang keluar dari lubang pengambilan contoh
5. turunkan kaleng botol dengan hati-hati sampai titik kedalaman yang di
tentukan
6. hentakan tali tutup sample sedemikian rupa sehingga terbuka dan biarkan
kaleng botol terisi penuh
7. tarik kaleng / atau botol contoh ke atas dengan hati-hati
8. tuangkan contoh ke tempat ke dalam tempat contoh. Tutup rapat dan beri
label yang jelas. Pada label di tulis
tanggal :
jam :
tanki :
jenis minyak :
9. bersihkan ceceran minyak disekitar lubang pengambilan sample
10. kirim contoh ke labotarium operasi atau digunakan sebagai master sample

28
BAB VII
PENUTUP

Kesimpulan
Setelah melakukan kerja praktek di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas)
Cepu merupakan pusat pendidikan dan pelatihan di bidang perminyakan dan gas bumi
yang bertugas melaksanakan pendidikan, pelatihan, kursus dan pertemuan ilmiah serta
pelayanan jasa teknologi dalam bidang perminyakan dan gas bumi yang ditunjang
dengan sarana sarana unit kilang, unit wax plant, unit utilitas, laboratorium, dan lain
lain.
2.
3.
4. .

a. Saran
Berdasarkan hasil diskusi, saran yang dapat kami berikan demi kebaikan dan kemajuan
dikemudian hari, serta perkembangan dan perubahan di lingkungan PPSDM Migas Cepu
adalah :
1. Kebersihan pada ruang laboratorium sebaiknya dijaga karna banyak sampel minyak
yang berceceran ,karena agar tidak ada yang terpeleset di ruangan tersebut.
2. Di himbaukan untuk para pegawai datang tepat waktu.
3. Untuk pekerja pembersih lingkungan sekitar PPSDM Migas Cepu sebaiknya lebih teliti
dalam membersihkan lingkungan agar tidak ada kotoran yang tertinggal.

29
DAFTAR PUSTAKA

http://pusdiklatmigas.esdm.go.id/struktur-orgaanisasi-bpad.html
http://teknik-perminyakan-indonesia.blogspot.com/2015/03/penentuan-specific-gravity-
sg-dan-api.html
Perpustakaan PPSDM Migas Cepu
Pertamina (2012)
Pusdiklat migas (2015)
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (2013)
Humas PPSDM Migas Cepu
Kilang PPSDM Migas Cepu

30
LAMPIRAN

1. TABEL HASIL PENGAMATAN FURNACE TANGGAL 19-20 APRIL 2017

PEMAKAIAN
TEMP CRUDE
TEMP TEMP TUBE BAHAN
TANGGAL WALL OIL YANG
INLET OUTLET TEMP BAKAR
FURNACE DI OLAH
FURNACE

18 APRIL 2017
111 314 843 387 12.3378 170.542 L

19 APRIL 2017
113 318 838 376 16.4505 L 194.059 L

20 APRIL 2017
112 312 845 373 191.165 L 13.366,0 L

21 APRIL 2017 197.035 L 16.450,4 L


114 317 850 404

22 APRIL 2017
109 313 856 418 182.320 L 15.422,3 L

31
2. GRAFIK TEMPERATURE PADA FURNACE

TEMPERATURE FURNACE
900

800

700

600

500

400

300

200

100

0
18-Apr-17 19-Apr-17 20-Apr-17 21-Apr-17 22-Apr-17

TEMP INLET TEMP OUTLET TEMP WALL FURNACE TUBE TEMP

32