Anda di halaman 1dari 24

DASAR-DASAR TERAPI CAIRAN

PENDAHULUAN:

Kebutuhan akan cairan sangatlah mendasar dari kehidupan manusia, karena lebih dari 60 % dari tubuh kita adalah cairan. Dengan beragamnya cairan yang dipasarkan dan juga sangat beragam komposisinya maka makin tinggi tuntutan kepada perawat untuk mengerti penggunaan komponen cairan secara klinis. Mulai dari jenis-jenis cairan, komposisi dan indikasinya.

Hal ini sangatlah penting karena perawatlah yang akan memberikan cairan tersebut kepada pasien. Pemilihan akses kanulasi, besarnya jarum yang akan digunakan, juga dengan apa cairan tersebut dapat digabungkan. dalam penghantarannya semuanya merupakan kompetensi dari keperawatan. Sedangkan jenis cairan serta jumlah yang akan diberikan merupakan kompetensi kolaborasi sehingga perawat memerlukan medical order.

PENGERTIAN :

Pemasangan infuse untuk pemberian obat/cairan melalui parentral.

TUJUAN :

1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air,

elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral

2. Memperbaiki keseimbangan asam basa

3. Memperbaiki volume komponen-komponen darah

4. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh

5. Memonitor tekan Vena Central (CVP)

6. Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.

INDIKASI:

1. Pada Keadaan emergency resusitasi jantung paru memungkinkan

pemberian obat secara langsung kedalam intravena.

2. Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian

obat(furosemid, digoxin)

3. Untuk memasukkan dosis obat dalam jumlah obat dalam jumlah besar

secara terus-menerus melalui infuse (lidokain, xilokain)

4. Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi

kebutuhan dengan injeksi intramuskuler.

5. Untuk mencegah masalah yang mungkin timbul apabila beberapa obat di

campur dalam satu botol.

6. Untuk memasukkan obat yang tidak dapat diberikan secara oral (missal

obat yang tidak dapat diberikan secara oral (missal HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
obat yang tidak dapat diberikan secara oral (missal HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

:pada pasien koma) atau intra muskuler (missal : pasien dengan gangguan koagulasi)

1. Tipe-tipe cairan

Cairan/larutan yang digunakan dalam terapi intravena berdasarkan osmolalitasnya dibagi menjadi:

Isotonik

Suatu cairan/larutan yang memiliki osmolalitas sama atau mendekati osmolalitas plasma. Cairan isotonik digunakan untuk mengganti volume ekstrasel, misalnya kelebihan cairan setelah muntah yang berlangsung lama. Cairan ini akan meningkatkan volume ekstraseluler. Satu liter cairan isotonik akan menambah CES 1 liter. Tiga liter cairan isotonik diperlukan untuk mengganti 1 liter darah yang hilang.

Contoh:

NaCl 0,9 %

Ringer Laktat

Komponen-komponen darah (Alabumin 5 %, plasma)

Dextrose 5 % dalam air (D5W)

Hipotonik

Suatu cairan/larutan yang memiliki osmolalitas lebih kecil daripada osmolalitas plasma. Tujuan cairan hipotonik adalah untuk menggantikan cairan seluler, dan

menyediakan air bebas untuk ekskresi sampah tubuh. Pemberian cairan ini umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma dan mendorong air masuk ke dalam sel untuk memperbaiki keseimbangan di intrasel dan ekstrasel, sel tersebut akan membesar atau membengkak. Perpindahan cairan terjadi dari kompartemen intravaskuler ke dalam sel. Cairan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan risiko peningkatan TIK. Pemberian cairan hipotonik yang berlebihan akan mengakibatkan:

1. Deplesi cairan intravaskuler

2. Penurunan tekanan darah

1. Deplesi cairan intravaskuler 2. Penurunan tekanan darah HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
1. Deplesi cairan intravaskuler 2. Penurunan tekanan darah HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

3.

Edema seluler

4. Kerusakan sel

Karena larutan ini dapat menyebabkan komplikasi serius, klien harus dipantau dengan teliti.

Contoh: dextrose 2,5 % dalam NaCl 0,45 %

NaCl 0,45 %

NaCl 0,2 %

Hipertonik

Suatu cairan/larutan yang memiliki osmolalitas lebih tinggi daripada osmolaritas plasma. Pemberian larutan hipertonik yang cepat dapat menyebabkan kelebihan dalam sirkulasi dan dehidrasi. Perpindahan cairan dari sel ke intravaskuler, sehingga menyebabkan sel-selnya mengkerut. Cairan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan penyakit ginjal dan jantung serta pasien dengan dehidrasi.

Contoh: D 5% dalam saline 0,9 %

D 5 % dalam RL

Dextrose 10 % dalam air

Dextrose 20 % dalam air

Albumin 25

Pembagian cairan/larutan berdasarkan tujuan penggunaannya:

Nutrient solution

Berisi karbohidrat ( dekstrose, glukosa, levulosa) dan air. Air untuk menyuplai kebutuhan air, sedangkan karbohidrat untuk kebutuhan kalori dan energi. Larutan ini diindikasikan untuk pencegahan dehidrasi dan ketosis.

Contoh: D5W

Dekstrose 5 % dalam 0,45 % sodium chloride

Contoh: D5W Dekstrose 5 % dalam 0,45 % sodium chloride HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan
Contoh: D5W Dekstrose 5 % dalam 0,45 % sodium chloride HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Electrolyte solution

Berisi elekrolit, kation dan anion. Larutan ini sering digunakan untuk larutan hidrasi, mencegah dehidrasi dan koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.

Contoh: Normal Saline (NS)

Larutan ringer (sodium, Cl, potassium dan kalsium)

Ringer Laktat /RL (sodium, Cl, Potassium, Kalsium dan laktat)

Alkalizing solution

Untuk menetralkan asidosis metabolik

Contoh : Ringer Laktat /RL

Acidifying solution

Untuk menetralkan alkalosis metabolik

Contoh : Dekstrose 5 % dalam NaCl 0,45 %

NaCl 0,9 %

Blood volume expanders

Digunakan untuk meningkatkan volume darah karena kehilangan darah/plasma dalam jumlah besar. (misal: hemoragi, luka baker berat)

Contoh :

Dekstran

Plasma

Human Serum Albumin

Pembagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya:

Kristaloid

cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya : • Kristaloid HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya : • Kristaloid HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera.

Contoh: Ringer-Laktat dan garam fisiologis.

Koloid

Ukuran molekulnya (biasanya protein) cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler, dan tetap berada dalam pembuluh darah, maka sifatnya hipertonik, dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah.

Contoh: albumin dan steroid.

Contoh cairan infus:

1. Tujuan

Tujuan terapi intravena adalah:

1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air,

elektrolit, vitamin, protein, lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan melalui oral.

2. Mengoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit

3. Memperbaiki keseimbangan asam basa

4. Memberikan tranfusi darah

5. Menyediakan medium untuk pemberian obat intravena

6. Membantu pemberian nutrisi parenteral

1. Indikasi

1. Keadaan emergency (misal pada tindakan RJP), yang memungkinkan

pemberian obat langsung ke dalam IV

RJP), yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam IV HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi
RJP), yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam IV HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

2.

Keadaan ingin mendapatkan respon yang cepat terhadap pemberian

obat

3.

Klien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus-

menerus melalui IV

4. Klien yang mendapat terapi obat yang tidak bisa diberikan melalui oral

atau intramuskuler

5. Klien yang membutuhkan koreksi/pencegahan gangguan cairan dan

elektrolit

6. Klien yang sakit akut atau kronis yang membutuhkan terapi cairan

7. Klien yang mendapatkan tranfusi darah

8. Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya

pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena

untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)

9. Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko

dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur

infus.

1. Kontraindikasi

Infus dikontraindikasikan pada daerah:

1.

Daerah

yang

memiliki

tanda-tanda

infeksi,

infiltrasi

atau

trombosis

2.

Daerah yang berwarna merah, kenyal, bengkak dan hangat saat

disentuh

3.

Vena di bawah infiltrasi vena sebelumnya atau di bawah area

flebitis

4.

Vena yang sklerotik atau bertrombus

 

5.

Lengan dengan pirai arteriovena atau fistula

 

6.

Lengan yang mengalami edema, infeksi, bekuan darah, atau

kerusakan kulit

alami edema, infeksi, bekuan darah, atau kerusakan kulit HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
alami edema, infeksi, bekuan darah, atau kerusakan kulit HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

7.

Lengan pada sisi yang mengalami mastektomi (aliran balik vena

terganggu)

8.

Lengan yang mengalami luka bakar

1. Macam-Macam Infus

Continous Infusion (Infus berlanjut) mengunakan alat control

Infus ini bisa diberikan secara tradisional melalui cairan yang digantung, dengan atau tanpa pengatur kecepatan aliran. Infus melalui intravena, intra arteri dan intra techal (spinal) dapat dilengkapi dengan menggunakan pompa khusus yang ditanam maupun eksternal.

Keuntungan:

1.

Mampu untuk menginfus cairan dalam jumlah besar dan kecil dengan

akurat

2.

Adanya alarm menandakan adanya masalah seperti adanya udara di

selang infus atau adanya penyumbatan

3. Mengurangi waktu perawat untuk memastikan kecepatan aliran infus

Kerugian:

1. Memerlukan selang khusus

2. Biaya lebih mahal

3. Pompa infus akan dilanjutkan untuk menginfus kecuali ada infiltrasi

Contoh alat pengontrol infus:

Syringe pump

Infus pump

Intermittent Infusion (Infus sementara)

Infus ini dapat diberikan melalui “heparin lock”, “piggybag” untuk infus yang kontinyu, atau untuk terapi jangka panjang melalui perangkat infus .

Keuntungan :

1. Inkompabilitas dihindari

perangkat infus . Keuntungan : 1. Inkompabilitas dihindari HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
perangkat infus . Keuntungan : 1. Inkompabilitas dihindari HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

2.

Dosis obat yang lebih besar dapat diberikan dengan konsentrasi

permililiter yang lebih rendah daripada yang dipraktikkan dengan metode dorongan IV.

Kerugian :

1. Kecepatan pemberian tidak dikontrol dengan teliti kecuali infus

dipantau secara elektronik

2. Volume yang ditambahkan 50-100 ml cairan IV dapat menyebabkan

kelebihan cairan pada beberapa pasien

1. Prinsip Gerontologis dan Pediatrik Pemberian Infus

Pediatrik

1. Karena vena klien sangat rapuh, hindari tempat-tempat yang mudah

digerakkan atau digeser dan gunakan alat pelindung sesuai kebutuhan (pasang spalk kalau perlu)

2. Pilih aktivitas sesuai usia yang sesuai dengan pemeliharaan infus IV

3. Vena-vena kulit kepala sangat mudah pecah dan memerlukan

perlindunga agar tidak mudah mengalami infiltrasi (biasanya digunakan

untuk neonatus dan bayi)

4. Selalu memilih tempat penusukan yang akan menimbulkan pembatasan

yang minimal

5. Kebanyakan

ukuran 22 G-24 G

Gerontik

klien

pediatrik

biasanya

menggunakan

kateter/jarum

1. Pada klien lansia, sedapat mungkin gunakan kateter/jarum dengan

ukuran paling kecil (24-26). Ukuran kecil mengurangi trauma pada vena dan memungkinkan aliran darah lebih lancar sehingga hemodilusi cairan intravena atau obat-obatan akan meningkat.

cairan intravena atau obat-obatan akan meningkat. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
cairan intravena atau obat-obatan akan meningkat. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

2.

Hindari bagian punggung tangan atau lengan lansia yang dominan

untuk tempat pungsi, karena akan mengganggu kemandirian lansia

3. Apabila kulit dan vena lansia rapuh, gunakan tekanan torniket

yang minimal

4. Kestabilan vena menjadi hilang dan vena akan bergeser dari jarum

(jaringan subkutan lansia hilang). Untuk menstabilkan vena, pasang traksi pada kulit di bawah tempat insersi

5. Penggunaan sudut 5 – 15 ° saat memasukkan jarum akan sangat

bermanfaat karena vena lansia lebih superficial

6. Pada lansia yang memiliki kulit yang rapuh, cegah terjadinya

perobekan kulit dengan meminimalkan jumlah pemakaian plester.

1. Komplikasi

Komplikasi lokal

1. Flebitis

Inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik. Kondisi ini dikarakteristikkan dengan adanya daerah yang memerah dan hangat di sekitar daerah insersi/penusukan atau sepanjang vena, nyeri atau rasa lunak pada area insersi atau sepanjang vena, dan pembengkakan. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat yang diinfuskan (terutama pH dan tonisitasnya, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur IV yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme saat penusukan).

Intervensi :

Menghentikan IV dan memasang pada daerah lain

Tinggikan ekstremitas

Memberikan kompres hangat dan basah di tempat yang terkena

Pencegahan :

Gunakan tehnik aseptik selama pemasangan

Menggunakan ukuran kateter dan jarum yang sesuai dengan vena

Mempertimbangkan komposisi cairan dan medikasi ketika memilih area insersi

komposisi cairan dan medikasi ketika memilih area insersi HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
komposisi cairan dan medikasi ketika memilih area insersi HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Mengobservasi tempat insersi akan adanya kemungkinan komplikasi apapun setiap jam

Menempatkan kateter atau jarum dengan baik

Mengencerkan obat-obatan yang mengiritasi jika mungkin

2. Infiltrasi

Infiltrasi terjadi ketika cairan IV memasuki ruang subkutan di sekeliling tempat pungsi vena. Infiltrasi ditunjukkan dengan adanya pembengkakan (akibat peningkatan cairan di jaringan), palor (disebabkan oleh sirkulasi yang menurun) di sekitar area insersi, ketidaknyamanan dan penurunan kecepatan aliran secara nyata. Infiltrasi mudah dikenali jika tempat penusukan lebih besar daripada tempat yang sama di ekstremitas yang berlawanan. Suatu cara yang lebih dipercaya untuk memastikan infiltrasi adalah dengan memasang torniket di atas atau di daerah proksimal dari tempat pemasangan infus dan mengencangkan torniket tersebut secukupnya untuk menghentikan aliran vena. Jika infus tetap menetes meskipun ada obstruksi vena, berarti terjadi infiltrasi.

Intervensi:

Menghentikan infus (infus IV seharusnya dimulai di tempat baru atau proksimal dari infiltrasi jika ekstremitas yang sama digunakan)

Meninggikan ekstremitas klien untuk mengurangi ketidaknyamanan (meningkatkan drainase vena dan membantu mengurangi edema)

Pemberian kompres hangat (meningkatkan sirkulasi dan mengurangi nyeri)

Pencegahan:

Mengobservasi daerah pemasangan infus secara kontinyu

Penggunaan kanula yang sesuai dengan vena

Minta klien untuk melaporkan jika ada nyeri dan bengkak pada area pemasangan infus

3. Iritasi vena

Kondisi ini ditandai dengan nyeri selama diinfus, kemerahan pada kulit di atas area insersi. Iritasi vena bisa terjadi karena cairan dengan pH tinggi, pH rendah atau osmolaritas yang tinggi (misal: phenytoin, vancomycin, eritromycin, dan nafcillin)

Intervensi:

vancomycin, eritromycin, dan nafcillin) Intervensi: HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
vancomycin, eritromycin, dan nafcillin) Intervensi: HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Turunkan aliran infus

Pencegahan:

Encerkan obat sebelum diberikan

Jika terapi obat yang menyebabkan iritasi direncanakan dalam jangka waktu lama, sarankan dokter untuk memasang central IV.

4. Hematoma

Hematoma terjadi sebagai akibat kebocoran darah ke jaringan di sekitar area insersi. Hal ini disebabkan oleh pecahnya dinding vena yang berlawanan selama penusukan vena, jarum keluar vena, dan tekanan yang tidak sesuai yang diberikan ke tempat penusukan setelah jarum atau kateter dilepaskan. Tanda dan gejala hematoma yaitu ekimosis, pembengkakan segera pada tempat penusukan, dan kebocoran darah pada tempat penusukan.

Intervensi:

Melepaskan jarum atau kateter dan memberikan tekanan dengan kasa steril

Memberikan kantong es selama 24 jam ke tempat penusukan dan kemudian memberikan kompres hangat untuk meningkatkan absorpsi darah

Mengkaji tempat penusukan

Memulai lagi uintuk memasang pada ekstremitas lain jika diindikasikan

Pencegahan:

Memasukkan jarum secara hati-hati

Lepaskan torniket segera setelah insersi berhasil

5. Tromboflebitis

Tromboflebitis menggambarkan adanya bekuan ditambah peradangan dalam vena. Karakteristik tromboflebitis adalah adanya nyeri yang terlokalisasi, kemerahan, rasa hangat, dan pembengkakan di sekitar area insersi atau sepanjang vena, imobilisasi ekstremitas karena adanya rasa tidak nyaman dan pembengkakan, kecepatan aliran yang tersendat, demam, malaise, dan leukositosis.

aliran yang tersendat, demam, malaise, dan leukositosis. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
aliran yang tersendat, demam, malaise, dan leukositosis. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Intervensi:

Menghentikan IV

Memberikan kompres hangat

Meninggikan ekstremitas

Memulai jalur IV di ekstremitas yang berlawanan

Pencegahan:

Menghindarkan trauma pada vena pada saat IV dimasukkan

Mengobservasi area insersi tiap jam

Mengecek tambahan pengobatan untuk kompabilitas

6. Trombosis

Trombosis ditandai dengan nyeri, kemerahan, bengkak pada vena, dan aliran infus berhenti. Trombosis disebabkan oleh injuri sel endotel dinding vena, pelekatan platelet.

Intervensi:

Menghentikan IV

Memberikan kompres hangat

Perhatikan terapi IV yang diberikan (terutama yang berhubungan dengan infeksi, karena thrombus akan memberikan lingkungan yang istimewa/baik untuk pertumbuhan bakteri)

Pencegahan:

Menggunakan tehnik yang tepat untuk mengurangi injuri pada vena

7. Occlusion

Occlusion ditandai dengan tidak adanya penambahan aliran ketika botol dinaikkan, aliran balik darah di selang infus, dan tidak nyaman pada area pemasangan/insersi. Occlusion disebabkan oleh gangguan aliran IV, aliran balik darah ketika pasien berjalan, dan selang diklem terlalu lama.

Intervensi:

Bilas dengan injeksi cairan, jangan dipaksa jika tidak sukses

Pencegahan:

cairan, jang an dipaksa jika tidak sukses Pencegahan: HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
cairan, jang an dipaksa jika tidak sukses Pencegahan: HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Pemeliharaan aliran IV

Minta pasien untuk menekuk sikunya ketika berjalan (mengurangi risiko aliran darah balik)

Lakukan pembilasan segera setelah pemberian obat

8. Spasme vena

Kondisi ini ditandai dengan nyeri sepanjang vena, kulit pucat di sekitar vena, aliran berhenti meskipun klem sudah dibuka maksimal. Spasme vena bisa disebabkan oleh pemberian darah atau cairan yang dingin, iritasi vena oleh obat atau cairan yang mudah mengiritasi vena dan aliran yang terlalu cepat.

Intervensi:

§ Berikan kompres hangat di sekitar area insersi

§ Turunkan kecepatan aliran

Pencegahan:

§ Apabila akan memasukkan darah (missal PRC), buat hangat terlebih dahuilu.

9. Reaksi vasovagal

Kondisi ini digambarkan dengan klien tiba-tiba terjadi kollaps pada vena, dingin, berkeringat, pingsan, pusing, mual dan penurunan tekanan darah Reaksi vasovagal bisa disebabkan oleh nyeri atau kecemasan

Intervensi:

§ Turunkan kepala tempat tidur

§ Anjurkan klien untuk nafas dalam

§ Cek tanda-tanda vital (vital sign)

Pencegahan:

§ Siapkan klien ketika akan mendapatkan terapi, sehingga bisa mengurangi kecemasan yang dialami

§ Gunakan anestesi lokal untuk mengurangi nyeri (untuk klien yang tidak tahan terhadap nyeri)

angi nyeri (untuk klien yang tidak tahan terhadap nyeri) HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi
angi nyeri (untuk klien yang tidak tahan terhadap nyeri) HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

10. Kerusakan syaraf, tendon dan ligament

Kondisi ini ditandai oleh nyeri ekstrem, kebas/mati rasa, dan kontraksi otot. Efek lambat yang bisa muncul adalah paralysis, mati rasa dan deformitas. Kondisi ini disebabkan oleh tehnik pemasangan yang tidak tepat sehingga menimbulkan injuri di sekitar syaraf, tendon dan ligament.

Intervensi:

§ Hentikan pemasangan infus

Pencegahan:

§ Hindarkan pengulangan insersi pada tempat yang sama

§ Hindarkan memberikan penekanan yang berlebihan ketika mencari lokasi vena

Komplikasi sistemik

1. Septikemia/bakteremia

Adanya susbtansi pirogenik baik dalam larutan infus atau alat pemberian dapat mencetuskan reaksi demam dan septikemia. Perawat dapat melihat kenaikan suhu tubuh secara mendadak segera setelah infus dimulai, sakit punggung, sakit kepala, peningkatan nadi dan frekuensi pernafasan, mual dan muntah, diare, demam dan menggigil, malaise umum, dan jika parah bisa terjadi kollaps vaskuler. Penyebab septikemi adalah kontaminasi pada produk IV, kelalaian tehnik aseptik. Septikemi terutama terjadi pada klien yang mengalami penurunan imun.

Intervensi:

§ Monitor tanda vital

§ Lakukan kultur kateter IV, selang atau larutan yang dicurigai.

§ Berikan medikasi jika diresepkan

Pencegahan:

§ Gunakan tehnik steril pada saat pemasangan

Pencegahan: § Gunakan tehnik steril pada saat pemasangan HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
Pencegahan: § Gunakan tehnik steril pada saat pemasangan HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

§

Gantilah tempat insersi, dan cairan, sesuai ketentuan yang berlaku

2.

Reaksi alergi

Kondisi ini ditandai dengan gatal, hidung dan mata berair, bronkospasme, wheezing, urtikaria, edema pada area insersi, reaksi anafilaktik (kemerahan, cemas, dingin, gatal, palpitasi, paresthesia, wheezing, kejang dan kardiak arrest). Kondisi ini bisa disebabkan oleh allergen, misal karena medikasi.

Intervensi :

§ Jika reaksi terjadi, segera hentikan infus

§ Pelihara jalan nafas

§ Berikan antihistamin steroid, antiinflamatori dan antipiretik jika diresepkan

§ Jika diresepkan berikan epinefrin

§ Jika diresepkan berikan kortison

Pencegahan:

§

Monitor pasien setiap 15 menit setelah mendapat terapi obat baru

§

Kaji riwayat alergi klien

3.

Overload sirkulasi

Membebani sistem sirkulasi dengan cairan intravena yang berlebihan akan menyebabkan peningkatan tekanan darah dan tekanan vena sentral, dipsnea berat, dan sianosis. Tanda dan gejala tambahan termasuk batuk dan kelopak mata yang membengkak. Penyebab yang mungkin termasuk adalah infus larutan IV yang terlalu cepat atau penyakit hati, jantung dan ginjal. Hal ini juga mungkin bisa terjadi pada pasien dengan gangguan jantung yang disebut denga kelebihan beban sirkulasi.

Intervensi:

§ Tinggikan kepala tempat tidur

§ Pantau tanda-tanda vital setiap 30 menit sampai 1 jam sekali

§ Jika diperlukan berikan oksigen

menit sampai 1 jam sekali § Jika diperlukan berikan oksigen HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan
menit sampai 1 jam sekali § Jika diperlukan berikan oksigen HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

§ Mengkaji bunyi nafas

§ Jika diresepkan berikan furosemid

Pencegahan:

§ Sering memantau tanda-tanda vital

§ Menggunakan pompa IV untuk menginfus

§ Melakukan pemantauan secara cermat terhadap semua infus

4. Embolisme udara

Emboli udara paling sering berkaitan dengan kanulasi vena-vena sentral. Manifestasi klinis emboli udara adalah dipsnea dan sianosis, hipotensi, nadi yang lemah dan cepat, hilangnya kesadaran, nyeri dada, bahu, dan punggung bawah.

Intervensi :

§ Klem atau hentikan infus

§ Membaringkan pasien miring ke kiri dalaam posisi Trendelenburg

§ Mengkaji tanda-tanda vital dan bunyi nafas

§ Memberikan oksigen

Pencegahan:

§ Pastikan sepanjang selang IV telah bebas dari udara, baru memulai menyambungkan infus

§ Pastikan semua konektor tersambung dengan baik

KOMPLIKASI:

1. Infiltrasi (Ekstravasasi)

2. Tromboplebitis

3. Bakterimia

4. Emboli Udara

2. Tromboplebitis 3. Bakterimia 4. Emboli Udara HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
2. Tromboplebitis 3. Bakterimia 4. Emboli Udara HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

5. Perdarahan

PERALATAN :

* Larutan IV yang tepat

* Jarum/kateter untuk pungsi vena yang sesuai

* Perangkat pemberian (pilihan tergantung padatipe larutan dan kecepatan pemberian: Bayi an anak kecil memerlukan selang mikro drip, yang

memberikan tetesan 60 tts/ menit)

* Torniket

* Sarung tangan sekali pakai

* Papan tangan

* Kassa 2 x 2 cm dan salep providon iodine; atau untuk balutan transparan, larutan providon iodine

*

Plester yang telah dipotong dan siap digunakan

 

*

Handuk untuk diletakkan dibawah tangan

*

Tiang

intra

vena

* Pakaian khusus dengan kancing dilapisan bahu (Membuat pelepasan

selang

IV

lebih

mudah)

Bila

tersedia

PROSEDUR

KERJA

DAN

RASIONALISASI

:

1.

Tahap

Pra

interaksi

1.

Melakukan

verifikasi

data

sebelumnya

bila

ada

Untuk menjamin ketepatan pasien, tindakan dan yang akan dilakukan

1.

Mencuci

tangan

Mengurangi

transmisi

mikro

organisme

1.

Menempatkan

alat

didekat

pasien

Memudahkan

untuk

melakukan

tindakan

1.

Tahap

Orientasi

1.

Memberikan

Salam

Sebagai

pendekatan

terapeutik

Memberikan Salam Sebagai pendekatan terapeutik HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
Memberikan Salam Sebagai pendekatan terapeutik HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

1.

Menjelaskan

tujuan

dan

prosedur

tindakan

pada

keluarga/klien

Agar

klien/keluarga

mengerti

tunjuan

tindakan

yang

akan

dilakukan

1.

Menanyakan

kesiapan

klien

sebelum

tindakan

dilakukan

Pasien

siap

terhadap

prosedur

 

tindakan

1.

Tahap

kerja

1.

Atur peralatan disamping yang bebas dari kusut atau diatas meja tempat

tidur.

Mengurangi

resiko

kontaminnasi

dan

kecelakaan

1.

Buka

kemasan

steril

dengan

tehnik

aseptic.

Mencegah

kontaminasi

pada

objek

steril.

1. Periksa larutan. Pastikan zat aditif yang yang telah diresaepkan seperti kalium dan vitamin telah ditambahkan. Periksa larutan terhadap warna,

kejernihan

dan

tanggal

kadaluarsa.

Larutan IV adalah obat yang harus diperiksa hati-hatiuntuk mngurangi resiko kesalahan, kandungan partikel atau yang telah kadaluarsa untuk tidak digunakan.

1. Bila menggunakan larutan IV dalam botol, lepaskan penutup logam dan

lempeng karet dan logam di bawah penutup. Untuk kantung larutan IV

plastic lepaskan

 

lapisan

plastik

diatas

port

selang

IV.

Memungkinkan

masuknya

selang

infuse

kedalam

larutan.

1.

Buka

set

Infus

,

mempertahankan

sterilitas

pada

kedua

ujung.

Mencegah

bakteri

memasuki

ke

peralatan

infus

dan

aliran

darah.

1. Pasang

klem

rol

sekitar

2-4

cm (1-2

inci)

dibawah bilik drip dan

pindahkan

kem

 

roll

ke

posisi

off.

Jarak terdekat klem roll ke bilikdrip memungkinkan pengaturan kecepatan aliran lebih akurat. Memindahkan klem ke posisi off mencegah penetesan

akurat. Memindahkan klem ke posisi off mencegah penetesan HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
akurat. Memindahkan klem ke posisi off mencegah penetesan HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

cairan

pada

klien,perawat,

tempat

tidur

atau

lantai.

1. Tusukkan

set

infuse

kedalam

botol

atau

kantung

cairan.

- Lepaskan penutup pelindung kantung IV tanpa menyentuh lubangnya.

Mempertahankan

- Lepaskan penutup pelindung dari paku penusuk selang, jangan menyentuh paku penusuk dan tusukan paku kedalam lubang kantung IV. Atau tusukkan penusuk ke penyumbat karet hitam dari botol. Bersihkan karet penyumbat

dengan antiseptic

Mencegah kontaminasi larutan dari paku penusuk yang terkontaminasi

kesterialan

larutan.

sebelum

memasukkan

paku

penusuk.

1.

Isi

Selang

infuse

-

Tekan bilik drip

dan

lepaskan, biarkan terisi 1/3 sampai ½ penuh.

Menciptakan efek penghisap cairan masuk ke ruang drip untuk mencegah

udara

- Lepaskan pelindung jarum dan klem rol untuk memungkinkan cairan

memenuhi bilik drip melalui selang ke adapter jarum. Kembalikan klem roll

terisi.

Mengeluarkan udara dari selang memungkinkan selang terisi oleh larutan.

ke

masuk

selang.

posisi

off

setelah

selang

Penutupan

klem

mencegah

kehilangan

cairan

yang

tak

di

sengaja.

-

Pastikan

selang

bersih

dari

udara

dan

gelembung

udara.

Gelembung udara yang besar dapat bertindak sebagai emboli. Buang udara dengan membiarkan cairan mengalir melalui selang sampai selang bebas udara. Tamping kelebihan udara pada bengkok dan buang

-

Lepaskan

 

pelindung

 

jarum

Mepertahankan

 

kesterilan

 

system.

1.

Pilih

jarum

IV

yang

tepat

atau

Over

Needle

Catheter

(ONC)

Perlu

untuk

pungsi

vena

dan

memasukkan

cairan

IV

1.

Pilih

tempat

distal

vena

yang

digunakan

Bila terjadi sklerosis atau kerusakan vena, tempat proksimal dari vena yang

sama

 

masih

dapat

digunakan.

1.

Bila

terjadi

banyak

rambut

pada

tempat

penusukan

guntinglah!

Mengurangi resiko kontaminasi dari bakteri pada rambut. Juga membantu mempertahankan keutuhan balutan dan membuat pelepasan plester menjadi

kurang

dan

nyeri.

Pencukuran

dapat

menyebabkan

mikro

abrasi

mencetuskan

 

infeksi.

1.

Bila

mungkin

letakkan

ekstermitas

pada

posisi

dependen

Memungkinkan

dilatasi

vena

dan

visibilitas

1. Letakkan torniket 10 sampai 12 cm di atas penusukan. Torniqket harus

menyumbat aliran

vena,

bukan

arteri.

Periksa

adanya

nadi

distal

aliran vena, bukan arteri. Periksa adanya nadi distal HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
aliran vena, bukan arteri. Periksa adanya nadi distal HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Tidak

1. Kenakan sarung tangan sekali pakai. Pelindung mata dan masker dapat

terdapatnya

aliran

arterial

menghambat pengisian vena

digunakan

untuk

mencegah

percikan darah pada membrane mukosa

perawat.

Menurunkan

pemajanan

terhadap

HIV,

hepatitis

dan

organism

yang

ditularkan

melalui

darah

1. Letakkan ujung adapter jarum perangkat infuse dekat dengan kassa steril

atau

Memungkinkan penghubungan infuse yang cepat, lancer pada jarum IV

handuk.

setelah

 

penusukan

 

vena.

1.

Pilih

vena

yang

terdilatasi

baik.

Metode-metode

untuk

membantu

mendilatasi

vena

meliputi

:

- Menggosok ekstermitas dari distal ke proksimal di bawah tempat vena

yang

di

maksud.

Meningkatkan

volume

darah

dalam

vena

di

tempat

pungsi

vena

-

Menggenggam

dan

melepaskan

Kontraksi

otot

meningkatkan

jumlah

darah

genggaman pada ekstermitas

-

Menepuk

perlahan

diatas

vena

Membantu

dilatasi

 

vena

- Memasang kompres hangat pada ekstermitas, Misalnya dengan waslap hangat.

Meningkatkan

Providone iodine merupakan antiefektif topical yang mengurangi bakteri permukaan kulit, sentuhan akan mengakibatkan perpindahan bakteri dari tangan perawat ke tempat pungsi. Providon iodine harus kering untuk

darah dan membantu dilatasi vena

suplai

mendapatkan

1. Lakukan pungsi vena. Tahan vena dengan meletakkan ibu jari di atas

vena

penusukan 5-7.5 cm kearah distal tempat penusukan. Jarum kupu – kupu :

pegang jarum pada sudut 20-30 derajat dengan bevel kearah atas distal

terhadap tempat actual pungsi vena.ONC: tusuk dengan bevel menghadap

keatas pada sudut 20-30 derajat sedikit kearah distal terhadap tempat

manfaat

yang

efektif.

dan

dengan

meregangkan kulit berlawanan arah dengan arah

actual

pungsi

 

vena.

Letakkan

jarum

parallel

terhadap

vena.

Bila

vena

di

pungsi,

resiko

tertusuknya

dinding

vena

posterior

dikurangi

1. Perhatikan keluarnya darah melalui selang jarum kupu-kupu atau bilik

flashback ONC, yang menandakan bahwa jarum telah menusuk vena. Turunkan jarum sampai hamper menyentuh kulit. Dorong jarum kupu-kupu sampai hub menempel dengan tempat pungsi vena. Dorong kateter ONC 0,6 cm kedalam vena lalu lepaskan stiletnya. Dorong kateter sampai hub

vena lalu lepaskan stiletnya. Dorong kateter sampai hub HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
vena lalu lepaskan stiletnya. Dorong kateter sampai hub HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

menempel dengan tempat pungsi vena. Jangan pernah mememasukkan

kembali

stilet

bila

telah

melepaskannnya.

Penusukkan kembali stilet dapat menyebabkan kerusakan cateter dalam vena

1. Tahan kateter dengan satu tangan, lepaskan torneket dan lepaskan stilet dari ONC. Jangan menutu kembali stilet. Dengan cepat hubungkan adapter jarum dari perangkat pemberian ke hub dari ONC atau selang kupu-kupu. Jangan pernah menyentuh tempat masuk adapter jarum.

Memungkinkan

memungkinkan

okupasional HIV dan Hepatitis Bpaling umum di sebabkan oleh cidera

dan

pemberian.Transmisi

aliran

vena,

mengurangi

aliran

balik

darah

hubungan

dengan

perangkat

tusukan jarum. Penghubungan cepat perangkat infuse mempertahankan

perangkat

vena,

kesterilan

1. Lepaskan klem roler untuk memulai infuse pada kecepatan untuk

mempertahankan

IV

potensi

aliran

Memungkinkan aliran vena dan mencegah pembekuan vena dan mencegah

obstruksi

aliran

larutan

IV.

1. Amankan kateter atau jarum IV (prosedur dapat berbeda, periksa

kebijakan

- Pasang plester kecil (1,25 cm) di bawah kateter dengan sisi yang lengket

menghadap

Mencegah pelepasan kateter dari vena secara tidak sengaja. Mencegah

gerakan kedepan dan kebelakang yang dapat mengititasi vena dan menyebabkan bakteri kulit masuk ke dalam vena

- Bila digunakan balutan kassa, oleskan salep providon iodine diatas pungsi vena. Bila digunakan transparan, oleskan providon iodine diatas pungsi

vena,

Antiseptic germisida topical mengurangi bakteri pada kulit dan menurukan resiko infeksi local dan sistemik. Penggunaan larutan meningkatkan

pelekatan

- Pasang plester kedua tepat menyilang hub kateter

- Letakkan bantalan kassa 2 x 2 diatas tempat insersi dan hub kateter dan

amankan plester2,5 cm atau pasang balutan transparan diatas tempat tusukan IV searah pertumbuhan rambut. Jangan menutup hubungan selang

IV

Balutan melindungi tempat tusukan dari kontaminasi bakteri. Hubungan antara perangkat pemberian dan hub jarum tidak tertutup oleh plester untuk

institusi)

kateter.

keatas

dan

silangkan

plester

di

atas

biarkan

larutan

mongering.

transparan.

balutan

dengan

hub

kateter.

larutan mongering. transparan. balutan dengan hub kateter. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
larutan mongering. transparan. balutan dengan hub kateter. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

memudahkan

penggantian

selang

bila

diperlukan.

1.

Atur

kecepatan

aliran

sampai

tetesan

tepat

per

menit.

Mempertahankan

kecepatan

aliran

IV

yang

tepat.

1. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan aliran serta ukuran jarum pada balutan. Mempertahankan kecepatan akses data seperti kapan pemasangan IV dan

kapan

penggantian

balutan

IV

berikut

diperlukan.

1.

Tahap

Terminasi

1.

Merapikan

Pasien

Menciptakan

suasana

nyaman

pasien

1.

Berpamitan

 

dengan

klien

Klien

mengetahui

tindakan

telah

selesai

di

lakukan

1.

Membersihkan

 

alat

Mengurangi

transmisi

mikroorganisme

1.

Mencuci

tangan

Mengurangi transmisi mikroorganisme.

Pengertian : Tindakan yang dilakukan dengan pemberian cairan untuk mengatasi syok dan menggantikan volume cairan yang hilang akibat perdarahan atau dehidrasi

Tujuan : Untuk menggantikan volume cairan tubuh yang hilang sebelumnya, menggantikan cairan hilang yang sedang berlangsung dan mencukupi kebutuhan cairan sehari

Penilaian klinis kebutuhan cairan :

Nadi ada dan penuh berarti volume sirkulasi adekuat

Ekstremitas (telapak tangan/kaki) kemerahan/pink dan Capillary Refill Time kembali cepat < 2 detik berati sirkulasi adekuat

Edema perifer dan ronki paru mungkin terjadi hipervolumia

Takikardi saat istirahat, tekanan darah menurun bisa jadi sirkulasi abnormal

Turgor kulit menurun, mukosa mulut kering dan kulit tampak keriput :

defisit cairan berat

Produksi urin yang rendah bisa jadi karena hipovolumia

Jalur masuk Cairan :

Enteral : oral atau lewat pipa nasogastric

Parenteral : lewat jalur pembuluh darah vena

Intraoseous : pada pasien balita

Jenis-jenis cairan :

• Intraoseous : pada pasien balita Jenis-jenis cairan : HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi
• Intraoseous : pada pasien balita Jenis-jenis cairan : HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Enteral : oralit (oral rehidration solution), larutan gula garam, larutan air tajin dll.

Parenteral : kristaloid, koloid dan transfusi

Cairan parenteral

Kristaloid :

Kelompok cairan non ionik yang kebanyakan bersifat iso-osmolar

Tidak mengandung partikel onkotik sehingga tidak menetap di intravascular

Cairan ini baik untuk tujuan mengganti kehilangan volume terutama kehilangan cairan interstisial.

Harganya murah, tidak menyebabkan reaksi anafilaksis

Pemberian berlebih akan menyebabkan edema paru dan edema perifer.

Untuk resusitasi digunakan Ringer Laktat (RL), Ringer Asetat (RA) dan NaCl 0,9%

Koloid :

Cairan yang mengandung partikel onkotik yang dapat menyebabkan tekanan onkotik

Sebagian besar menetap di intravaskuler

Koloid yang bersifat plasma ekspander akan menarik cairan ekstravaskuler ke intravaskuler

Dapat menyebabkan reaksi anafilaksis

Harganya mahal

Pemberian berlebih dapat menyebabkan edema paru tetapi tidak akan menyebabkan edema perifer.

Untuk resusitasi digunakan Dekstran, HES, gelatin

Transfusi darah :

Dipertimbangkan pemberiannya bila hemodinamika tidak stabil meskipun cairan sudah cukup banyak dan hemoglobin < 7 g/dl serta pasien masih berdarah kecuali pada penderita jantung, hemoglobin < 10 g/dl harus ditranfusi

Penyediaannya membutuhkan golongan darah donor dan resipien serta cross check darah

Agar aman diperlukan pemeriksaan darah yang lengkap seperti malaria, hepatitis, HIV dan lain-lain

yang lengkap seperti malaria, hepatitis, HIV dan lain-lain HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
yang lengkap seperti malaria, hepatitis, HIV dan lain-lain HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page

Dapat menyebabkan reaksi tranfusi

Untuk resusitasi biasanya dalam bentuk Whole Blood Concentrate (WBC).

Merupakan pilihan terakhir oleh karena bersifat RED ( Rare Expensive Dangers). Rare = penyediaannya terbatas, Expensive = harganya mahal, Dangers = berbahaya karena bisa menyebabkan reaksi transfusi dan penyebaran penyakit.

bisa menyebabkan reaksi transfusi dan penyebaran penyakit. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan
bisa menyebabkan reaksi transfusi dan penyebaran penyakit. HIPERCCI File: Dasar‐dasar terap i cairan Materi Pelatihan

HIPERCCI File: Dasar‐dasar terapi cairan Materi Pelatihan ICU Baplkes Batam 11 spt‐18 Sept 2011 Page