Anda di halaman 1dari 3

Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah ( D.

0027 )

Diagnosa Keperawatan/ Rencana keperawatan


Masalah Kolaborasi
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

Ketidakstabilan Kadar
Glukosa Darah A. Kadar glukosa darah A. Manajemen hiperglikemia
berhubungan : Dipertahankan pada ... 1. Monitor kadar glukosa darah sesuai
A. Hiperglikemia ditingkatkan ke... indikasi
B. Hipoglikemia 1. Glukosa darah tidak ada 2. Monitor tanda dan gejala hiperglikemia
deviasi dari kisaran normal 3. Monitor nadi
DO: 2. Urin glukosa tidak ada 4. Dorong asupan cairan oral
A. Kadar glukosa dalam deviasi dari kisaran normal 5. Monitor status cairan termasuk input dan
darah rendah <45 mg/dl output sesuai kebutuhan
B. Kadar glukosa dalam B. Keparahan hiperglikemia 6. Monitor akses IV Sesuai kebutuhan
darah tinggi >45 mg/dl dipertahankan pada .... 7. Berikan cairan IV sesuai kebutuhan
C. Kesadaran menurun ditingkatkan ke.... 8. Konsultasikan dengan dokter tanda dan
D. jitheriness 1. Peningkatan urin output gejala hiperglikemia yang memburuk
tidak ada 9. Identifikasi kemungkinan penyebab
2. Kehilangan berat badan hiperglikemia
yang tidak bisa dijelaskan
tidak ada B. Manajemen hipoglikemia
3. Mulut kering tidak ada 1. Identifikasi klien yang beresiko mengalami
4. Peningkatan glukosa darah hipoglikemia
tidak ada 2. Kenali tanda dan gejala hipoglikemia
3. Monitor kadar glukosa darah sesuai
C. Keparahan hipoglikemia : indikasi
dipertahankan pada .... 4. Monitor tanda dan gejala hipoglikemia
ditingkatkan ke.... sesuai indikasi
1. Gemetar tidak ada 5. Berikan glukosa intravena sesuai indikasi
2. Berkeringat tidak ada 6. Pertahankan akses intravena
3. Kelemahan tidak ada 7. Pertahankan keopatenan jalan napas jika
4. Kejang tidak ada diperlukan
5. Koma tidak ada 8. Lindungi dari trauma
6. Penurunan kadar glukosa
darah tidak ada C. Perawatan bayi baru lahir
1. Monitor warna kulit bayi
D. Status nutrisi : Asupan Makanan 2. Monitor makanan pertama bayi baru lahir
dan cairan dipertahankan pada ... 3. Monitor reflex menghisap bayi baru lahir
ditingkatkan pada .... selama menyusui
1. Asupan makanan secara oral 4. Monitor berat badan bayi baru lahir
sepenuhnya adekuat 5. Monitor asupan dan pengeluaran
2. Asupan makanan secara 6. Catat apa yang menjadi out[utpertama kali
tube feeding sepenuhnya dan pergerakan usus
adekuat 7. Sendawakan bayi baru lahir dengan
3. Asupan cairan secara oral kepala ditegakkan
sepenuhnya adekuat 8. Peluk dan sentuh bayi baru lahir yang ada
4. Asupan cairan intravena diruang isolasi bayi secara teratur
sepenuhnya adekuat 9. Posisikan bayi miring setelah
5. Asupan nutrisi parenteral makan/menyusui
sepenuhnya adekuat 10. Tinggikan bagian kepala kasur atau ruang
isolasi bayi untukl meningkatkan rasa
E. Kontrol resiko dipertahankan nyaman
pada di tingkatkan pada . 11. Gunakan selimut yang digulung dan
1. Faktor resiko sering atau dimiringkan dibagian punggung bayi baru
secara konsisten lahir
diidentifikasi 12. Sediakan informasi tentang kebutuhan
2. Faktor resiko di lingkungan nutrisi bayi baru lahir
sering atau secara 13. Bersihkan tali pusat
konsisten diidentifikasi 14. Jaga agar tali pusat tetap kering dan ter
3. Faktor resiko individu sering ekspose pada udara
atau secara konsisten 15. Monitor adanya kemerahan drainase pada
diidentifikasi tali pusat
4. Strategi yang efektif dalam 16. Pakaikan popok
mengontrol resiko sering 17. Monitor hipoglikemia dan anomaly jika ibu
atau secara konsisten memiliki diabetes
dikembangkan 18. Monitor tanda-tanda hiperbilirubinemia
5. Perubahan status 19. Instruksikan orangtua mengenal tanda-
kesehatan sering atau tanda hiperbilirubinemia
secara konsisten dimonitor 20. Lingdungi bayi baru lahir dari sumber-
sumber infeksi dilingkungan rumah sakit
21. Tentukan kondisi kesiapan bayi baru lahir
sebelum menydiakan perawatan
22. Buatlah kontak dan berbicara pada bayi
baru lahir saat memberikan perawatan
23. Berikan lingkungan yang tentram dan
menenangkan
24. Berespon segera terhadap tanda-tanda
pada bayi baru lahir untuk menfasilitasi
perawatan dan membangun rasa percaya
25. Dukung dan fasilitasi ikatan dan kelekatan
keluarga dengan bayi baru lahir
26. Berikan informasi dan fasilitasi skrining
bayi baru lahir terkait gangguan metabolic
27. Instruksikan orangtua untuk mengenai
tanda bayi kesulitan bernapas
28. Instruksikan orangtua untuk meletakkan
bayi baru lahir dipunggung saat tidur

D. Perawatan bayi : Prematur


1. Ciptakan hubungan yang mendukung dan
terapeutik dengan orangtua
2. Sediakan ruang di unit dan disisi bayi
3. Berikan informasi factual terkait kondisi
bayi, prawatan dan kebutuhannya
4. Informasikan orangrua mengenai
perrtimbangan perkambangan bayi
premature
5. Fasilitasi bonding/perlengketan orangtua
dengan bayi
6. Bantu oangtua untuk merencanakan
perawatan responsive terhadap tanda
kondiasi bayi
7. Beri batasan untuk menjaga fleksi
ekstremitas dan masih memberi ruang
untuk ekstensi (misalnya nesting, lampin,
bunting, hammock, penggunaan topi dan
pakaian)
8. Sokong tubuh bayi untuk menjaga posisi
dan mencegah perubahan bentuk
(misalnya gulungan pada punggung,
nesting, bunting dan bantal berbentuk
donat)
9. Ganti posisi bayi secara berkala
10. Gunakan popok paling kecil untuk
menghindari abduksi pangkal paha
11. Monitor stimulus (misalnya cahaya, suara,
memegangdan prosedur) di lingkungan
bayi dan turunkan stimulasi jika
memungkinkan
12. Kurangi pencahayaan lingkungan yang
ambient
13. Tutup mata bayi saat menggunakan
cahaya lampu berdaya watt tinggi
14. Rubah cahaya lijngkungan untuk
menyediakan ritme diurnal
15. Kurangi kebisingan lingkungan
16. Posisikan incubator jauh dari sumber
kebisingan
17. kumpulkan dan siapkan alat yang
diperlukan jauh dari sisi tempat tidur