Anda di halaman 1dari 6

BAB II METODE

2.1 ALAT DAN BAHAN

NO NAMA ALAT JUMLAH NAMA BAHAN JUMLAH


1 Neraca analitik 1 NaCl 0,585 gr dan 0,01
gr
2 Labu ukur 3 HCl 0,8 ml
3 Gelas ukur 1 Etanol 20 ml
4 Pipet tetes 1 Gula pasir 12 gr
5 Kaca arloji 1 Akuades secukupnya

2.2 PROSEDUR KERJA

Untuk membuat larutan NaCl 0,585 gr dan 0,01 gr dipersiapkan alat dan bahan yang
akan digunakan dalam praktikum. Lalu timbang NaCl menggunakan neraca anlitik. Setelah
itu dilarutkan dengan 30 mL akuades dalam gelas kimia. Lalu pindahkan kedalam labu ukur
100 mL dan beri tanda batas. Setelah itu homogenkan larutan NaCl sebanyak 5 x dan lihat
perubahan yang terjadi.

Untuk membuat pengenceran dari larutan 20 mL etanol diukur menggunakan gelas


ukur lalu dilarutkan kedalam 30 mL akuades dalam gelas kimia. Setelah itu pindahkan
kedalam labu ukur. Lalu homogenkan sebanyak 5 x dan lihat perubahan yang terjadi.

Untuk membuat larutan dari 12 gr gula pasir sebelumnya gula pasir ditimbang
terlebih dahulu menggunakan neraca analitik. Setelah itu ditambhakan 30 mL akuades
kedalam gelas kimia. Lalu pindahkan kedalam labu ukur 100 mL Dan beri tanda batas. Lalu
homogenkan larutan tersebut sebanyak 5x dan lihat perubahan yang terjadi.

Untuk membuat pengenceran 0,8 mL HCl deigunakan pipet tetes den pipet ukur.
Lalu dimasukkan kedalam labu ukur 100 mL dan beri tanda batas. Setelah itu homogenkan
sebanyak 5 x dan lihat perubahan yang terjadi.
BAB III HASIL PENGAMATAN
3.1 TABEL PEMBUATAN LARUTAN

NO PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN


1 Timbang NaCl sebanyak 0,585 gr menggunakan Tidak berwarna
neraca analitik, lalu tambahkan akuades sebanyak
30 mL menggunakan gelas kimia. Setelah itu
pindahkan kedalam labu ukur 100 mL dan tanda
bataskan. homogenkan sebanyak 5 x . lalu lihatlah
apa ayang terjadi
2 Timbang NaCl sebanyak 0,01 gr menggunakan Tidak berwarna
neraca analitik, lalu tambahkan akuades sebanyak
30 mL menggunakan gelas kimia. Setelah itu
pindahkan kedalam labu ukur 100 mL dan tanda
bataskan. homogenkan sebanyak 5 x . lalu lihatlah
apa ayang terjadi
3 Timbang terlebih dahulu gula pasir sebanyak 12 gr Keruh kekuningan
menggunakan neraca analitik, lalu tambahkan
akuades sebanyak 30 mL menggunakan gelas
kimia. Setelah itu pindahkan kedalam labu ukur 100
mL dan beri tanda batas. Homogenkan larutan
tersebut sebanyak 5 x dan lihat perubahan apa yang
terjadi.

3.2 TABEL PENGENCERAN LARUTAN

NO PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN


1 Persiapkan larutan etanol sebnayk 20 mL, lalu Tidak berwarna
tambahkan akuades sebanyak 30 mL
menggunakan gelas kimia. Setelah itu pindahkan
kedalam labu ukur 100 mL dan beri tanda bataskan.
Homogenkan campuran keduanya sebanyak 5 x.
Lalu lihat perubahan yang terjadi.
2 Persiapkan larutan HCl sebanyak 0,8 mL, lalu Tidak berwarna
tambahkan akuades sebanyak 30 mL
menggunakan gelas kimia. Setelah itu pindahkan
kedalam labu ukur 100 mL dan beri tanda bataskan.
Homogenkan campuran keduanya sebanyak 5 x.
Lalu lihat perubahan yang terjadi.
3.3 perhitungan

Untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 mL larutan NaCl 0,1 M


M = n/v Mr NaCl = 58,5
0,1 = n/0,1 L n = gr/Mr

n = 0,1 x 0,1 0,01 =gr / 58,5


=0,01 mol gr =0,01 x 58,5 = 0,585 gr
Jadi jumlah NaCl yang harus ditimbang adalah 0,585 gr
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 mL larutan NaCl 0,1 ppm
Ppm = m/v
0,1 =m/0,1 L
m =0,1 x 0,1
=0,01 gr
Jadi jumlah NaCl yang harus ditimbnag adalah 0,01 gr
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 mL larutan 20 %v/v
% v/v = v/100 mL larutan x 100 %
20 % = v/100 x 100 %
V = 2000 % / 100 %
= 20 mL
Jadi jumah larutan yang akan diencerkan sebanyak 20 mL.
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 mL larutan 12 % b/v
% b/v =m/100 mL larutan x 100%
12 % = m/100 mL x 100%
M =1200% / 100 %
=12 gr
Jadi untuk jumlah gula yang harus ditimbah adalah 12 gr.
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 mL larutan HCl 0,1 M dari larutan
HCl 37 %
M = % x x 10 V1.M1 =V2.M2
Mr V1.I2 =100.0,1
= 37 x 1,18 x 10 V1 = 100 . 0,1
36,5 12
=12 M =0,8 mL
Jadi jumlah larutan yang akan diencerkan sebanyak 0,8 mL.
BAB IV PEMBAHASAN

Larutan adalah campuran yang selaras antara dua ataupun lebih zat. Larutan dapat
berupa cair, pada maupun gas. Pada umumunya didalam pembuatan larutan, zat pelarut yang
digunakan adalah air (H2O). Hal ini sesuai dengan Baroroh (2004) yang menyatakan bahwa
larutan adalah campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai
molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat berpariasi.

Konsentrasi merupakan jumlah zat terlarut dalam tiap satuan larutan atau pelarut. Dan
digunakan untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif. Konsentrasi memiliki
macam-macam satuan, yatiu fraksi mol, persen berat, molalitas, molaritas, normalitas, persen
massa, persen volume, persen berst per volume dan PPM atau Parts Per Million. Hal ini
sesuai dengan Baroroh (2014) yang menyatakan bahwa konsentrasi digunakan untuk
menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif. Konsentrasi didefinisikan sebagai jumlah
zat terlarut dalam tiap satuan larutan atau pelarut, Pengenceran merupakan pencampuran
larutan pekat dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih
besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan, terkadang sejumlah panas
dilepaskan. Hal ini sesuai dengan 9Khopkar 1990) yang menyatakan bahwa pengenceran
adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkaan pelarut
agar diperoleh volume akhir yang lebih besar.

Pencampuran adalah gabungan dari dua atau lebih bahan kimia yang bertujuan untuk
menghasilkan suatu bentuk yang seragam baik itu padat-cair, cair-gas dan padat-gas. Dan
pencampuran dilakukan untuk mendapatkan karakteristik bahan yang sesuai dengan apa yang
kita butuhkan. Hal ini sesuai dengan Wirakartakusumah (1992) yang menyatakan bahwa
pencampuran bertujuan untuk mencampurkan satu atau lebih bahan dengan menambahkan
satu bahan ke dalam bahan lainnya, sehingga dihasilkan suatu bentuk yang seragam dari
beberapa konstituen baik padat, padat-cair, maupun cair-gas.

Dari praktikum yang telah kita lakukan yaitu pembuatan NaCl sebanyak 0,585 gr dan
0,01 gr dengan perlakuan demikian : Sebelum membuat larutan NaCl terlebih dahulu,
dihitung jumlah NaCl yang akan digunakan untuk membuat larutan NaCl 0,585 gr dan 0,01
gr. Dari hasil perhitungan, untuk membuat suatu larutan NaOH 0,585gr dan 0,01 gr
dibutuhkan larutan NaCl 0,1 M dan konsentrasi 100 mL (Untuk NaCl 0,585). Dan dibutuhkan
konsentrasi 100 mL dan larutan NaCl sebanyak 0,1 ppm (untuk NaCl 0,01 gr). Setelah
didapatkan jumlah NaCl yang akan digunakan, NaCl dimasukkan kedalam labu takar,
kemudian dilarutkan dengan aquadest hingga batas tera (volume larutan menjadi 100 mL)
dan di aduk hingga homogen dimana antara zat terlarut dan pelarut tidak dapat dibedakan
lagi. Dari hasil yang kita dapat perubahan reaksi yang terjadi tidak menghasilkan warna. Hal
ini disebabkan karena NaCl merupakan butiran yang berwarna putih. Jadi, pada saat kita
membuat larutan tidak akan ada perubahan warnanya.

Selain itu juga kita melakukan pembuatan larutan gula pasir sebanyak 12 gr. Sebelum
membuat larutan gula pasir terlebih dahulu dihitung jumlah larutan dengan konsentrasi 100
mL dan larutan 12 % b/v. Dari hasil perhitungan itu kita harus menimbang berat gula pasir
sebanyak 12 gr. Setelah itu kita masukkan kedalam gelas kimia lalu, kita tambahkan aquadest
sebanyak 30 mL. Dan kita dapat memindahkan kedalam labu ukur hingga batas tera
(volume larutan menjadi 100 mL) dan dihomogenkan sebanyak 5 x. Dari percobaan tersebut
terjadi perubahan warna keruh kekuningan . Hal ini disebabkan karena warna dari gula pasir
itu sendiri agak keruh kekuningan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan warna pada saat
kita membuat larutan tersebut.

Selanjutnya yaitu pengenceran dari 20 mL etanol yang diperoleh dari larutan dengan
konsentrasi 100 mL dan larutan etanol 20 % v/v. Sebelumnya kita harus mengencerkan
terlebih dahulu menggunakan aquadest 30 mL. Setelah itu kita homogenkan sebanyak 5 x.
Dari hasil pengamatan yang kita lakukan itu tidak mengalami perubahan reaksi. Hal ini
dikarenkan larutan etanol berwarna putih dan pada saat diencerkan dengan aquadest tidak
akan mengalami perubahan warna.

Selain itu juga pengenceran 0,8 mL yang diperoleh dari larutan dengan konsentrasi
100 mL dan larutan HCl 37 %.Sebelumnya kita harus mengencerkan terlebih dahulu
menggunakan aquadest 30 mL. Setelah itu kita homogenkan sebanyak 5 x. Dari hasil
pengamatan yang kita lakukan itu tidak mengalami perubahan reaksi. Hal ini dikarenkan
larutan etanol berwarna putih dan pada saat diencerkan dengan aquadest tidak akan
mengalami perubahan warna.
KESIMPULAN

Dengan adanya pembuatanlarutan kita dapat membuat beberapa larutan


dengan konsentrasi 100 mL larutan NaCl 0,1 M , konsentrasi 100 mL larutan
NaCl 0,1 ppm , konsentrasilarutan 100 mL larutan 20 % v/v , konsentrasi 100
mL dan larutan 12 % b/v , dan konsentrasi 100 mL larutan HCl 0,1 M.
Dengan adanya pengenceran larutan kita dapat mengencerkan larutan dengan
konsentrasi tertentu.

DAFTAR PUSTAKA
Baroroh,Umi.L.U.2004.diktat kimia dasar 1 universitas lampung mangkurat :
Banjar Baru.
Jhon dan rachmawati.2011. chemistry 3A.Erlangga : Jakarta.
Keenan.1986.Kimia untuk Universitas:Erlangga :Jakarta.
Khopar,S.M.1990.Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia :
Jakarta.
Wirathakusumah.1992.kimia dasar untuk universitas. Erlangga : Jakarta.