Anda di halaman 1dari 10

JURNAL INKUIRI

ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)


http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN


VIDEO DOKUMENTER BERBASIS INKUIRI TERBIMBING
BERORIENTASI PADA MOTIVASI BELAJAR SISWA
Suryandari1, Widha Sunarno2, Suparmi3
1 MagisterPendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia
Suryandari.ayie@gmail.com
2MagisterPendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia
widhasunarno@gmail.com
3 MagisterPendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126, Indonesia
suparmiuns@gmail.com

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan serta efektivitas media pembelajaran
video dokumenter berbasis inkuiri terbimbing materi fluida statis dan berorientasi pada motivasi belajar siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA
Semester Ganjil SMA Negeri 1 Sewon Bantul tahun pelajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik
purposive sampling. Model yang digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan video dokumenter berbasis
inkuiri terbimbing adalah model 4-P yang dikemukakan oleh Thiagarajan yaitu; (1) tahap pendefinisian; (2)
tahap perancangan; (3) tahap pengembangan; (4) tahap penyebaran. Berdasarkan analisis, diperoleh: (1)
karakteristisk media pembelajaran video dokumenter berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan adalah
video dokumenter yang diunduh dari situs You Tube tentang fluida statis. Penyajian media pembelajaran video
dokumenter menggunakan model inkuiri terbimbing yang dalam penggunaanya menggunakan lembar kerja
siswa yang memuat pertanyaan analisis hasil percobaan; (2) media pembelajaran video dokumenter dinyatakan
layak digunakan ditinjau dari aspek materi dan media dengan perolehan rata-rata skor aspek materi sebesar 4,1
yang termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan aspek media sebesar 4,5 yang termasuk pula dalam
kategori sangat baik; (3) media pembelajaran video dokumenter efektif menumbuhkan motivasi belajar
(sig=0,000) dan hasil belajar (sig=000). Skor motivasi belajar siswa menggunakan angket motivasi belajar
dengan skor 3,3 pada kelas eksperimen dan 2,9 pada kelas kontrol. Efektivitas penggunaan media pembelajaran
video dokumenter juga dapat ditinjau dari hasil observasi sikap keterampilan (sig=0,000) dengan nilai sikap
keterampilan kelas eksperimen sebesar 3,34 sedangkan kelas kontrol sebesar 2,79.
Kata Kunci : media pembelajaran, video dokumenter, inkuiri terbimbing, motivasi belajar, hasil belajar

Pendahuluan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003


pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Paradigma pendidikan telah bergeser dari menyatakan bahwa pendidikan nasional
paradigma lama (teacher-oriented) ke berfungsi mengembangkan kemampuan dan
paradigma baru (student-oriented dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
integrated) yang dengan sendirinya bermartabat dalam rangka mencerdaskan
memerlukan perubahan pola pendekatan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
pembelajaran sampai dengan menuntut berkembangnya potensi peserta didik agar
perubahan-perubahan pada berbagai aspek menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
pembelajaran. Menurut Undang-Undang kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak

85
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri pendekatan, metode dan media yang tepat dalam
dan menjadi warga negara yang demokratis mengajarkannya serta dapat mendorong
serta bertanggung jawab. motivasi belajar siswa yang dapat dilakukan
Proses pembelajaran yang telah berubah dengan menggunakan media pembelajaran
menjadi student oriented dapat dilakukan video dokumenter.
dengan beberapa metode pembelajaran salah Kegiatan belajar juga sangat dipengaruhi
satunya adalah meotode inkuiri terbimbing. oleh motivasi belajar. Motivasi dalam belajar
Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti dapat berasal dari luar dan dari dalam. Hamzah
ikut serta dalam mengajukan pertanyaan- B. Uno (2007) menjelaskan bahwa, hakekat
pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan dari motivasi belajar adalah dorongan internal
penyelidikan. dan eksternal pada siswa-siswi yang sedang
Penggunaan media juga telah mengalami belajar untuk mengadakan perubahan tingkah
perkembangan pesat dibidang ICT. Perpaduan laku, umumnya dengan beberapa indikator atau
media pun dapat dikombinasikan dengan unsur yang mendukung.
beberapa bentuk media yang kemudian dibuat Dimyati dan Mudjiono (2009) menyatakan
suatu interaktif antara guru dan siswa yang terdapat enam unsur-unsur yang mempengaruhi
dapat disebut dengan multimedia interaktif. motivasi belajar. Unsur-unsur tersebut antara
Prastowo (2012) mengemukakan bahwa, bahan lain; (a) Cita-Cita atau Aspirasi Siswa,
ajar interaktif adalah bahan ajar yang (b) Kemampuan Siswa, (c) Kondisi Siswa,
mengkombinasikan beberapa media (d) Kondisi Lingkungan Siswa, (e) Unsur-
pembelajaran (audio, video, teks atau grafik) Unsur Statis dalam Belajar dan Pembelajaran,
yang bersifat interaktif untuk mengendalikan (f) Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa.
suatu perintah atau pelaku alam dari suatu Motivasi belajar setiap siswa berbeda. Ada
presentasi. siswa yang motivasi belajarnya tinggi tetapi
Fasilitas pembelajaran dapat menjadi juga tidak sedikit siswa yang motivasi
sangat bermanfaat dan sesuai sasaran jika dapat belajarnya rendah. Tinggi rendahnya motivasi
dikemas dalam suatu bentuk media belajar siswa dapat dilihat dari aktivitas belajar
pembelajaran yang baik. Media pembelajaran siswa.
dapat dikembangkan menjadi suatu video Suatu bentuk observasi, komunikasi dan
pembelajaran video dokumenter dari situs You aktivitas terampil yang dapat diwujudkan dalam
Tube yang memuat konsep Fisika dan proses belajar mengajar fisika adalah dengan
dihubungkan dengan lembar kerja siswa. melakukan percobaan saat pembelajaran di
Media pembelajaran video dokumenter ini kelas. Saat siswa melakukan percobaan, siswa
dapat berisi konsep materi dan peristiwa akan secara langsung mengalami suatu proses
dikehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan observasi terhadap percobaannya, kemudian
materi. Sehingga media pembelajaran video saling berkomunikasi dengan kelompoknya
dokumenter dapat mendukung proses belajar sehingga siswa dapat terampil dalam melakukan
mengajar fisika dengan maksimal dan percobaannya. Menurut Edwar Glesser (Alec
mendorong motivasi belajar siswa di kelas. Fisher, 2009)
Materi fisika SMA khususnya kelas X memuat Siswa yang mengalami pengalaman
materi yang salah satunya adalah fluida statis belajar secara langsung terhadap suatu
yang mencakup sub materi; hukum utama materi seperti percobaan didalam kelas,
hirostatis, tekanan utama hidrostatis, hukum maka siswa melatih kemampuannya untuk;
Pascall, hukum Archimedes, meniskus, gejala (a) mengenal masalah, (b) menemukan
kapilaritas dan viskositas. cara-cara yang dapat dipakai untuk
Fluida statis termasuk dalam golongan menangani masalah-masalah itu, (c)
materi dengan tingkat kesukaran cukup tinggi. mengumpulkan dan menyusun informasi
Benda fluida statis juga termasuk benda yang yang diperlukan, (d) mengenal asumsi-
berubah-ubah bentuknya dan sulit dihitung asumsi dan nilai-nilai yang tidak
secara langsung, sehingga diperlukan dinyatakan, (e) memahami dan

86
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dan kelas eksperimen dan X MIA 4 sebagai kelas
khas, (f) menganalisis data, (g) menilai kontrol.
fakta dan mengevaluasi pernyataan, (h) Teknik pengambilan data dilakukan
mengenal adanya hubungan yang logis sesuai dengan model penelitian dan
antara masalah, (i) menarik kesimpulan dan pengembangan 4-P (Thiagarajan, 1974). Tahap
kesamaan-kesamaan yang diperlukan, (j) pertama adalah tahap pendefinisian yang
menguji kesamaan-kesamaan dan bertujuan untuk menentukan dan
kesimpulan yang seseorang ambil, (k) mendefinisikan kebutuhan pelajaran di sekolah
menyusun kembali pola-pola keyakinan berupa pemberian angket kepada siswa kelas X
seseorang berdasarkan pengalaman yang SMA dan guru fisika. Selain itu analisis
lebih luas, dan (l) membuat penilaian yang kurikulum dilakukan juga untuk mengetahui
tepat tentang hal-hal dan kualitas tertentu penyebaran materi fisika di SMA sekaligus
dalam kehidupan sehari-hari. menentukan pokok bahasan yang digunakan
dalam penelitian.
Media pembelajaran video dokumenter Selanjutnya adalah tahap perancangan
dipilih karena memiliki kelebihan dalam berupa validasi oleh ahli, guru dan teman
membantu menyampaikan materi pelajaran sejawat. Untuk mengetahui nilai hasil validasi,
kepada siswa agar dapat melihat langsung dilakukan konversi nilai menggunakan standar
fenomena fisika tanpa harus pergi ke lapangan. penilaian acuan patokan (PAP). Tahap ketiga
Selain itu siswa dapat mempraktikkan secara adalah pegembangan yang terdiri atas uji coba
langsung fenomena fisika tersebut dalam skala kecil dan uji coba skala diperluas. Data
percobaan sederhana. nilai kemampuan kognitif dan motivasi siswa
Uraian latar belakang masalah yang telah dianalisis menggunakan uji prasyarat analisis
dikemukakan maka dilakukan penelitian: One Sample Kolmogorov Smirnov dan
Pengembangan Media Pembelajaran Video pemberian tes serta observasi yang diuji
Dokumenter Berbasis Inkuiri Terbimbing menggunakan Independent Sample T Test. Data
Berorientasi Pada Motivasi Belajar Siswa. hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes yang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) diberikan kepada siswa.
karakteristik media pembelajaran video Tahap terakhir adalah tahap penyebaran
dokumenter berbasis inkuiri terbimbing pada yang dapat dilakukan dengan memberikan
materi fluida statis; (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran video dokumenter berbasis
media pembelajaran video dokumenter berbasis inkuiri terbimbing ke beberapa sekolah di
inkuiri terbimbing pada materi fluida statis; (3) daerah Bantul Yogyakarta.
mengetahui efektivitas media pembelajaran
video dokumenter berbasis inkuiri terbimbing
pada materi fluida statis.
Hasil penelitian dan pembahasan

Metode penelitian Penelitian pengembangan media


pembelajaran video dokumenter berbasis inkuiri
Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 terbimbing dilakukan menggunakan model 4-P.
Sewon Bantul pada bulan Juli 2014Maret 1. Tahap Pendefinisian
2015, dilaksanakan dengan metode research Tahap pendefinisian dilakukan dengan
and development. Sumber data yang digunakan memberikan angket kepada 24 siswa kelas X
merupakan sumber data primer karena SMA Negeri 1 Sewon dan 5 guru fisika.
penelitian memperoleh data langsung dari Berdasarkan hasil skor angket yang diberikan
subjek penelitian. Populasi yang diteliti adalah paada guru menunjukkan bahwa tidak ada guru
siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Sewon tahun yang menggunakan video dokumenter berbasis
pelajaran 2014/2015. Penarikan sampel inkuiri terbimbing pada pokok bahasan fluida
menggunakan purposive sampling. Dua statis sebagai media pembelajaran.
kelompok kelas yaitu kelas X MIA 2 sebagai

87
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

Sedangkan pada angket analisis kebutuhan oleh validator. Revisi I dilakukan untuk
siswa yang dibagikan kepada 24 siswa kelas X memperoleh draft II yang akan digunakan pada
menunjukkan adanya kesulitan belajar uji coba kelompok kecil.
menggunakan buku pegangan dan kurang b. Revisi I
antusias. Dari 24 siswa terdapat 23 siswa yang Revisi I dilakukan dengan memperbaiki
mengakui membutuhkan bahan ajar alternatif penggunaan variabel seperti Wu dan Wa,
yang menarik. Hal ini dapat diketahui pada mengganti gambar manometer ujung terbuka
aspek 12 yaitu semua siswa setuju jika dan tertutup yang benar, memperbaiki penulisan
dikembangkan media pembelajaran video KI dan KD, serta memperbaiki dubbing pada
dokumenter berbasis inkuiri terbimbing pada materi kapilaritas.
materi fluida statis. c. Uji Coba Kelompok Kecil
2. Tahap Perencanaan Uji coba kelompok kecil dilakukan oleh 18
Tahap perencanaan dilakukan dengan siswa kelas X SMA Negeri 1 Sewon. Para siswa
menganalisis kurikulum dan merancang produk diberi media pembelajaran video dokumenter
yang akan dikembangkan serta menentukan berbasis inkuiri terbimbing selama 5 hari,
pokok bahasan. Produk yang telah dirancang kemudian diminta memberikan respon.
dilengkapi dengan silabus, RPP dan kisi-kisi tes Hasil respon siswa dalam uji coba
hasil belajar yang tersebut merupakan draft I kelompok kecil diperoleh data penilaian produk
yang berorientasi pada sintaks inkuiri pada aspek materi sebesar 3,3 yang termasuk
terbimbing yaitu; simulation, problem dalam kategori baik, sedangkan pada aspek
statement, data collection, data processing, penulisan sebesar 3,4 dengan kategori baik.
verification dan generalization. Uji Coba Tes Hasil Belajar
Produk diedit menggunakan software yaitu Soal validasi dilakukan dengan memberikan
Adobe Premiere CS 6 yang disesuaikan dengan soal validasi di kelas X MIA 1 SMA Negeri 1
naskah skenario dan sintaks inkuiri terbimbing Karanganyar sebanyak 38 siswa. Dari hasil
serta diberi dubbing yang menyesuaikan materi analisis validasi tersebut, terdapat 15 soal yang
dan gambar. valid dari 21 soal validasi dengan menggunakan
3. Tahap Pengembangan penilaian koefisien korelasi biserial.
Tahap pengembangan melalui beberapa Soal validasi juga disebar ke validator
tahapan, sebagai berikut: dengan analisis validasi kisi-kisi tes yang
a. Validasi Ahli, Guru Fisika dan Teman disajikan pada tabel 2.
Sejawat Tabel 2. Analisis validasi kisi kisi tes
Validasi produk dilakukan berdasarkan 2 Validator Penilaian
komponen, yaitu komponen materi dan Skor Kategori
komponen media.
Ahli materi 3,4 Baik
Tabel 1. Hasil validasi produk komponen materi
dan media Guru fisika 1 3,3 Baik
Validator Materi Media
Guru fisika 2 3,3 Baik
Skor Kategori Skor Kategori
Teman sejawat 1 3,3 Baik
Ahli materi 3,8 SB - -
Teman sejawat 2 3,0 Baik
Ahli media - - 4,9 SB
Guru fisika 1 4,1 SB 4,4 SB d. Revisi II
Berdasarkan respon siswa pada uji coba
Guru fisika 2 4,1 SB 4,4 SB
kelompok kecil, tidak perlu dilakukan revisi II.
Teman sejawat 1 4,7 SB 4,6 SB e. Hasil Tahap Uji Coba Diperluas
Teman sejawat 2 4,0 SB 4,4 SB Tahap uji coba diperluas dilakukan dengan
melakukan pembelajaran pada 66 siswa kelas
Tabel 1 menyatakan hasil validasi oleh X SMA Negeri 1 Sewon yang terbagi menjadi
semua ahli, guru dan teman sejawat termasuk 33 siswa X MIA 2 sebagai kelas eksperimen
dalam kategori sangat baik dan telah dan 33 siswa X MIA 4 sebagai kelas kontrol.
diperbaiki sesuai dengan saran yang diberikan

88
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

Siswa diminta mengisi angket penilaian lebih besar yaitu 43,12 dibandingkan dengan
produk yang hasilnya adalah perolehan nilai kelas kontrol yang sebesar 36,04. Rangkuman
produk uji coba diperluas pada aspek materi hasil analisis statistik tes hasil belajar siswa
sebesar 3,4 dengan kategori baik, sedangkan disajikan pada tabel 5.
pada aspek media sebesar 3,3 dengan kategori Tabel 5. Rangkuman hasil analisis statistik tes hasil
baik. Data yang diperoleh dari hasil uji coba belajar siswa
Nama Uji Hasil Keputus Kesimpulan
diperluas adalah sebagai berikut: Uji an
1) Data Hasil Normalitas Sig= Normal Data
Hasil belajar pada penelitian ini adalah 0,00 terdistribusi
dimensi sikap yang mencakup sikap spiritual, normal
sosial dan keterampilan serta dimensi Homogenitas Sig= Homoge Data bersifat
0,345 n homogen
pengetahuan (kognitif). Hasil belajar dimensi Uji Sig= Ho Terdapat
sikap dinilai menggunakan lembar observasi Komperatif 2 0,00 ditolak perbedaan secara
sedangkan pada hasil belajar kognitif dinilai sampel signifikan antara
menggunakan soal tes tertulis pilihan ganda. berpasangan pretes dan postes
a) Data Hasil Penilaian Sikap Siswa skor pretes kelas
postes kelas eksperimen
Data hasil penilian dimensi sikap spiritual, eksperimen
sosial dan keterampilan disajikan pada tabel 3. Uji komperatif Sig= Ho Terdapat
Tabel 3. Nilai dimensi sikap uji diperluas 2 sampel 0,00 ditolak perbedaan secara
Kelas Jumlah Mean Kategori berpasangan signifikan antara
Siswa skor pretes pretes dan postes
Sikap spiritual postes kelas kelas kontrol
Eks. 33 3,21 Sangat baik kontrol
Kontrol 33 3,15 Sangat baik Uji Sig= Ho Terdapat
Sikap sosial Komparatif 2 0,00 ditolak perbedaan secara
Eks. 33 3,04 Baik sampel signifikan
Kontrol 33 2,97 Baik Independen terhadap
Sikap keterampilan skor Ngain kemampuan
Eks. 33 3,34 Sangat baik kelas kognitif siswa
Kontrol 33 2,79 Cukup eksperimen antar kelas
Rangkuman uji prasyarat analisis dan uji dan kontrol eksperimen dan
kontrol
statistik beda rerata nilai dimensi sikap siswa
c) Data Motivasi Belajar Siswa
disajikan pada tabel 4.
Tabel 4. Rangkuman hasil analisis statistik dimensi Skor motivasi belajar siswa yang didapat
sikap siswa menggunakan angket motivasi adalah 3,3 untuk
Nama Normal Homogeni Intepende kelas eksperimen dengan kategori sangat baik
uji/dimensi itas tas nt sample dan 2,9 untuk kelas kontrol dengan kategori
aspek t test baik.
Spiritual 0,004 0,979 0,369
Sosial 0,04 0,201 0,125
Analisis statistik pada nilai motivasi siswa
disajikan pada tabel 6.
Keterampil 0,018 0,197 0,000 Tabel 6. Analisis statistik nilai motivasi belajar
an siswa
Nama Uji Hasil Keputusan Kesimpulan
Tabel 4 menyatakan, data nilai ketiga aspek Uji
terdistribusi normal dan bersifat homogen. Uji t Normalitas Sig= Normal Data
menunjukkan terjadi perbedaan dimensi sikap 0,01 terdistribusi
hanya pada sikap keterampilan yang normal
ditunjukkan dengan nilai sig=0,000 (sig<0,05) Homogenitas Sig= Tidak Data tidak
0,001 Homogen bersifat
atau dapat disimpulkan ada perbedaan sikap homogen
keterampilan pada kelas ekperimen dan kelas Uji Sig= Ho ditolak Terdapat
kontrol. Komparatif 0,00 perbedaan
b) Data Hasil Tes Kognitif 2 sampel secara
Data hasil tes kognitif menujukkan rata- Independen signifikan
skor Ngain terhadap
rata nilai tes kognitif pada kelas eksperimen

89
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

kelas motivasi 2. Tahap Perencanaan


eksperimen belajar siswa Bagian paling pokok dalam tahap
dan kontrol antara kelas
(Mann eksperimen
perencanaan penyusunan produk adalah
Whitney U) dan kontrol menentukan basis pembelajaran produk. Basis
produk adalah model inkuiri terbimbing dan
kumpulan video dari situs You Tube yang
g) Revisi III memuat aplikasi konsep materi pada kehidupan
Saran hasil uji coba diperluas pada sehari-hari.
siswa kelas X MIA 4 dan 1 guru fisika SMA
digunakan sebagai bahan revisi. Revisi hasil uji
diperluas yaitu pada percobaan Pascall diberi 1 3. Tahap Pengembangan
macam lebih contoh dongkrak menggunakan a. Validasi Dosen, Guru dan Teman Sejawat
suntikan, misal dongkrak vertikal dan dongkrak Aspek yang dinilai pada produk meliputi
horizontal. aspek materi dan media. Aspek media
mencakup; kejelasan tujuan dan indikator
4. Penyebaran Produk pembelajaran, variasi cara penyajian, kejelasan
Penyebaran produk dilakukan di 3 sekolah penyajian, tingkat kesulitan soal, variasi bentuk
yaitu SMA Negeri 1 Jetis, SMA Negeri 1 soal latihan, pemberian umpan balik,
Bambanglimpuro dan SMA Negeri 1 Sewon sistematika penyajian, penyediaan contoh,
dengan perolehan skor penilaian produk kejelasan alur cerita, efektivitas kalimat dan
memiliki rata-rata 3,6 dengan kategori sangat bahasa yang digunakan.
baik. Penilaian produk pada aspek materi dan
media disajikan pada diagram gambar 1 dan 2.

Hasil dan Pembahasan


1. Tahap Pendefinisian
Banyak ahli berpendapat, bahwa 75% dari
pengetahuan manusia sampai ke otaknya
melalui mata dan selebihnya melalui
pendengaran dan inderaindera lainnya. Dengan
melihat dan sekaligus mendengar, orang yang
menerima pelajaran, penerangan atau
penyuluhan dapat lebih mudah dan lebih cepat Gambar 1. Diagram penilaian produk aspek materi
mengerti tentang apa yang dimaksud oleh yang
memberi pelajaran, penerangan atau
penyuluhan.
Hasil analisis kebutuhan siswa
menunjukkan bahwa siswa membutuhkan
metode lain dalam proses pembelajaran. Selain
itu siswa kurang termotivasi dalam
pembelajaran tersebut. Penyebab masalah
tersebut dapat diduga akibat penggunaan
metode yang monoton serta media pembelajaran
yang kurang optimal. Dengan demikian perlu Gambar 2. Diagram penilaian produk aspek media
dikembangkan media pembelajaran yang Diagram pada gambar 1 dan 2
mampu memberikan fasilitas belajar siswa, menunjukkan pada aspek materi dan media
mendorong motivasi dan hasil belajarnya. memiliki nilai produk termasuk dalam kategori
sangat baik.

90
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

b. Uji Coba Diperkecil


Hasil respon siswa dalam uji coba terbatas
diperoleh rata-rata aspek materi sebesar 3,3;
sedangkan pada aspek media sebesar 3,4 yang
keduanya termasuk dalam katergori baik.
c. Uji Coba Diperluas
Uji coba diperluas menggunakan desain
penelitian non equivalent control group design.
Proses uji coba skala diperluas dilakukan dalam
3x30 menit sebanyak 4 kali pertemuan pada
masing-masing kelas. Data hasil penelitian
Gambar 3. Diagram observasi dimensi sikap
meliputi data dimensi sikap (spiritual, sosial dan Pada dimensi sikap sosial terbagi atas
keterampilan), hasil belajar dan motivasi belajar sikap rasa ingin tahu, jujur, tanggung jawab,
siswa. toleransi, terbuka, tekun, kreatif dan cermat.
1) Data dimensi sikap spiritual, sosial dan Berdasarkan tabel analisis dimensi sikap sosial,
keterampilan skor yang menonjol pada dimensi sikap di kelas
Untuk dapat menganalisis lebih lanjut eksperimen adalah rasa ingin tahu dan terbuka.
terhadap perbedaan nilai observasi dari kelas Video pembelajaran yang ditunjukkan kepada
eksperimen dan kontrol pada setiap dimensi siswa menambah rasa ingin tahu siswa karena
sikap, dilakukan analisis statistik independent video memberikan kasus dalam kehidupan
sample t-test guna mengetahui adanya
manusia dan siswa cenderung terbuka baik
perbedaan kedua kelas secara valid. Sesuai pada mengenai hal yang mereka tahu maupun tidak
Tabel 4 mengenai rangkuman hasil analisis terkait kasus yang diberikan.
statistik dimensi sikap siswa dapat Sikap sosial pada kedua kelas tidak
disimpulkan:
menunjukkan adanya perbedaan yang
a) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada signifikan. Analisis dimensi sikap sosial siswa
sikap spiritual antara kelas eksperimen dan dapat diketahui perbedaannya jika mengamati
kelas kontrol pada bagian rasa ingin tahu dan terbuka.
b) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada Rasa ingin tahu muncul karena perlakuan
sikap sosial antara kelas eksperimen dan
yang diberikan pada kelas eksperimen berupa
kelas kontrol
pemutaran video dokumeter sebagai media
c) Ada perbedaan yang signifikan pada sikap pembelajaran. Proses ini sudah dapat menarik
keterampilan antara kelas eksperimen dan perhatian siswa, sehingga siswa menjadi ingin
kelas kontrol tahu mengenai isi video dokumenter tersebut.
Kesimpulan diatas menarik perhatian Rasa terbuka muncul karena siswa sama-sama
pada perbedaan sikap keterampilan antara kelas
melihat kasus yang diberikan. Hal ini membuat
eksperimen dan kelas kontrol. Sikap siswa siswa menjadi senang membicarakan kasus
kelas eksperimen saat menyaksikan video yang sedang dibahas yang tidak lain adalah
menjadi sangat antusias yang kemudian
siswa menjadi terbuka dengan segala sesuatu
meningkatkan semangat siswa untuk melakukan
yang berkaitan dengan kasus tersebut.
percobaan. Oleh karena itu diagram pada
2) Data Hasil Belajar
gambar 3 menunjukkan nilai signifikan pada
sikap keterampilan di kelas eksperimen.

91
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

Selisih Ngain nilai hasil tes menunjukkan


bahwa video dokumenter dapat menambah
keterampilan psikomotorik siswa. Karena
dengan melihat video dokumenter, perhatian
siswa lebih fokus dalam mengikuti kegiatan
eksperimen. Selain itu, dengan melihat video
dokumenter, panca indera yang bekerja saat
kegiatan eksperimen adalah indera pengelihatan,
indera pendengaran dan indera peraba.
Sedangakan kelas kontrol, indera pendengaran
Gambar 4. Diagram analisis data tes hasil belajar siswa tidak berfungsi dengan optimal, karena tidak
Diagram analisis data tes hasil belajar siswa terdapat unsur suara pada LKS. Belajar dengan
menunjukkan hasil Ngain pada kelas eksperimen menggunakan audio visual banyak sekali
lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol. manfaatnya, karena dengan menggunakan audio
Rata-rata nilai tes hasil belajar juga lebih tinggi visual dapat memperoleh pengalaman yang
sebesar 79,8 sedangkan pada kelas kontrol lebih banyak, mengesankan, lebih jelas dan
sebesar 69,1. Hal ini menunjukkan produk kongkrit.
memiliki peran dalam meningkatkan hasil Edgar Dale (Nana Sudjana, 1996)
belajar siswa. menyatakan potensi pokok media audio visual
Selain melakukan uji statistik deskripitif, adalah sebagai berikut:
data tes hasil belajar juga dilakukan 1. Memberikan dasar-dasar kongkrit untuk
menggunakan analisis statistik berupa uji berfikir
Normalitas Kolmogorov-smirnov, uji 2. Membuat pelajaran lebih menarik
Homogenitas Levene statistic, Pairet T-Test dan 3. Memungkinkan hasil belajar lebih tahan
Independent Sample T Test yang dapat lama
dirangkum dalam suatu kesimpulan sebagai 4. Memberikan pengalaman-pengalaman yang
berikut: nyata
a) Data nilai tes hasil belajar terdistribusi 5. Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas
normal berfikir
b) Data nilai tes hasil belajar bersifat 6. Dapat memberikan pengalaman-pengalaman
homogen yang tidak diperoleh dengan cara lain
c) Terdapat perbedaan secara signifikan membuat kegiatan belajar lebih mendalam,
antara pretes dan postes kelas eksperimen efisien dan beranekaragam.
d) Terdapat perbedaan secara signifikan 7. Media audio visual dapat dilakukan
antara pretes dan postes kelas kontrol berulang-ulang
e) Terdapat perbedaan secara signifikan
terhadap kemampuan kognitif siswa antara 3) Data Motivasi Belajar Siswa
kelas eksperimen dan kontrol Analisis data menunjukkan bahwa motivasi
Perbedaan hasil tersebut karena kegiatan belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki
inkuiri dengan video dokumenter yang rata-rata nilai yang lebih tinggi dibandingkan
dilakukan mampu memberikan fasilitas kepada dengan kelas kontrol. Rata-rata kelas
siswa untuk menemukan konsep secara mandiri eksperimen sebesar 3,3 sedangkan kelas kontrol
dan faktual, sehingga konsep-konsep yang 2,9.
dipelajari siswa mampu tertanam dalam pikiran Menggunakan analisis statistika mengenai
siswa secara lebih kuat. Penggunaan video analisis statistik nilai motivasi belajar siswa,
dokumenter dapat menampilkan visual konsep diketahui bahwa uji prasyarat analisis pada uji
yang sedang dipelajari beserta dengan contoh normalitas memiliki sebaran distribusi normal
penerapannya dalam kehidupan. Hal ini dengan sig=0,01<0,05. Namun pada uji
menunjang daya ingat siswa dan memudahkan homogen memiliki sig= 0,001 atau sig<0,05;
pemahaman siswa dibandingkan dengan suatu yang berarti bahwa data motivasi belajar pada
konsep yang dijelaskan hanya secara verbal.

92
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

dua kelas penelitian tidak bersifat homogen. uji coba kecil sebesar 3,3 yang termasuk dalam
Oleh karena itu, uji statistik dilanjutkan dengan kategori baik pada aspek materi, kemudian rata-
menggunakan uji komparatif Man Whitney U rata skor sebesar 3,4 yang termasuk dalam
non Parametic untuk menganalisis perbedaan kategori baik pada aspek media, sedangkan pada
kedua kelas. uji coba diperluas sebesar 3,4 dengan kategori
Besar sig=0,000 atau sig<0,05 yang berarti baik pada aspek materi, serta 3,3 dengan
bahwa terdapat perbedaan secara signifikan kategori baik pada aspek media. Aspek materi
terhadap motivasi belajar siswa antara ditinjau dari dimensi sikap spiritual sikap sosial,
kelompok eksperimen dan kontrol. Kenyataan dimensi pengetahuan, dimensi keterampilan,
ini menunjukkan bahwa pengembangan media teknik penyajian, pendukung penyajian materi
pembelajaran video dokumenter berbasis inkuiri penyajian pembelajaran, serta komponen
terbimbing dapat dioptimalkan. pembahasan. Pada aspek media mencakup
4. Tahap Penyebaran aspek materi, aspek pembahasan dan aspek
Penyebaran produk dilakukan pada 3 tampilan media pembelajaran; (3) Media
sekolah di 3 kecamatan pada kabupaten Bantul pembelajaran video dokumenter efektif
yaitu kecamatan Sewon yang diwakili oleh menumbuhkan motivasi belajar siswa
SMA Negeri 1 Sewon, Kecamatan Jetis yang (sig=0,000), dan hasil belajar (sig=0,000).
diwakili SMA Negeri 1 Jetis dan kecamatan Besarnya skor motivasi belajar siswa
Bambanglimpuro yang diwakili oleh SMA menggunakan angket motivasi belajar dengan
Negeri 1 Bambanglimpuro. Penilaian produk skor 3,3 pada kelas eksperimen dan 2,9 pada
dilakukan guru fisika di SMA tempat kelas kontrol serta selisih rata-rata nilai tes
penyebaran, dengan perolehan skor total adalah kognitif siswa pada kedua kelompok penelitian
3,6 (sangat baik). sebesar sebesar 7,08. Efektivitas penggunaan
media pembelajaran video dokumenter juga
dapat ditinjau dari hasil observasi sikap
Kesimpulan dan rekomendasi keterampilan (0,000) dengan nilai sikap
keterampilan kelas ekperimen sebesar 3,34,
Hasil analisis data sesuai pada paparan
sedangkan kelas kontrol sebesar 2,79.
hail penelitian dapat disimpulkan sebagai
Kurikulum 2013 menetapkan batas tuntas fisika
berikut: (1) Karakteristik media pembelajaran
sebesar 7,0. Media pembelajaran video
video dokumenter berbasis inkuiri terbimbing
dokumenter efektif digunakan dalam
yang dikembangkan adalah video pembelajaran
pembelajaran fluida statis berdasarkan rata-rata
yang didominasi oleh video dari situs You Tube
nilai mata pelajaran fisika materi fluida statis
yang berkaitan dengan pokok bahasan fluida
sebesar 79,8.
statis. Penyajian video dokumenter yang
Hasil penelitian ini dapat digunakan
digunakan berbantuan lembar kerja siswa yang
sebagai acuan untuk penelitian-penelitian
memuat pertanyaan analisis percobaan. Video
berikutnya yang sejenis dan diharapkan dapat
dokumenter dapat melihat aplikasi materi fluida
memberikan kontribusi bagi perkembangan
statis dalam kehidupan sehari-hari; (2) Video
ilmu pengetahuan khususnya mata pelajaran
dokumenter sebagai media pembelajaran
fisika pada pokok bahasan fluida statis.
dinyatakan layak digunakan ditinjau dari aspek
materi dan media dengan perolehan rata-rata
skor pada aspek materi sebesar 4,1 yang Daftar Pustaka
termasuk dalam kategori sangat baik. Hal
tersebut dapat disimpulkan berdasarkan ---------------. (2013). Shortcourse Series: Adobe
kesesuaian urutan materi pada video Premiere CS 6: Yogyakarta: Andi
dokumenter sesuai dengan silabus dan sintaks Publisher
inkuiri terbimbing. Berdasarkan aspek media Alec Fisher. (2003). Berpikir Kritis Sebuah
Pengantar. Jakarta: Erlangga
sebesar 4,5 yang termasuk pula dalam katergori
Bakti, Very Kurnia dkk. (2012). Audio Visual. Tegal:
sangat baik. Dari hasil uji coba kecil dan Politeknik Harapan Bersama
diperluas didapat rata-rata skor penilaian produk

93
JURNAL INKUIRI
ISSN: 2252-7893, Vol 5, No. 1, 2016 (hal 85-94)
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sains

Cheppy Riyana. (2007). Pedoman Pengembangan


Media Video. Jakarta: P3AI UPI
Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Djauhari, Oka. (2003). Pemanfaatan Video Image
Sebagai Bahan Expose (Diktat TOT
Bidang Perkotaan Dengan Media Audio
Visual). Surabaya: Balai Produksi Bahan
Pelatihan Audio Visual
Hamzah B. Uno. (2007). Teori Motivasi dan
Pengukurannya Analisis di Bidang
Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara
Koniawan. (2015). Pengembangan Modul IPA
Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing
Dengan Tema Keju Untuk Meningkatkan
Keterampilan Proses Sains Dan Hasil
Belajar Siswa SMP Kelas VII. Surakarta:
UNS
Laws, Pricillia W. (1997). Using Technology in
teaching : using integrated computer tool
for data acquisition, data analysis and
modelling in introductory physics courses.
Pennsylvania: Department of Physics and
Astronomy, Dickinson College.
Nana Sudjana. (1996). Media Pengajaran. Bandung:
CV Sinar Baru
Prastowo, Andi. (2012). Panduan Kreatif Membuat
Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva
Press
Rahma. (2009). Pengembangan Multimedia
Pembelajaran Interaktif Fisika di
SMA. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta
Suleiman, Amir Hamzah. (1985). Media Audio-
Visual Untuk Pengajaran, Penerangan
dan Penyuluhan. Jakarta: PT. Gramedia
Suleiman, Amir Hamzah. (1985). Media Audio-
Visual Untuk Pengajaran, Penerangan
dan Penyuluhan. Jakarta: PT.
Gramedia

94