Anda di halaman 1dari 3

NAMA : HIKMAH RESTI ULFIANA

NIM : 6411416131

Rombel: 2

RESUME
STEPWise WHO EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR

Surveilans menurut WHO adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis


dan interpretasi data yang sistematik dan terus menerus serta penyebaran informasi pada
pihak terkait untuk intervensi. Salah satu tujuan surveilans adalah untuk memberikan
informasi mengenai masalah kesehatan populasi sehingga penyakit dan faktor risiko dapat
dideteksi lebih dini sehingga dapat dilakukan pengendalian dan pencegahan secara cepat
dan tepat.

Sebagai antisipasi untuk peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular, WHO
mengeluarkan surveilans global untuk faktor risiko penyakit tidak menular yaitu WHO
STEPwise. STEPwise WHO merupakan sebuah sistem surveilans untuk faktor risiko penyakit
kronis yang didesain untuk negara dengan pendapatan rendah dan menengah. Surveilans
faktor risiko penyakit tidak menular dapat bermanfaat dalam menentukan prioritas
penyakit, mengetahui besaran suatu penyakit serta untuk implementasi dan evaluasi
program.

Pendekatan STEPWise WHO menggunakan instrumen dan protokol yang telah


terstandardisasi untuk memonitor trend penyakit tidak menular di setiap negara. STEPWise
WHO terfokus pada pengumpulan data terkait faktor risiko penyakit kronis/penyakit tidak
menular secara kontinyu.

Berikut merupakan tujuan dari STEPWIse WHO

a) Mengumpulkan informasi terhadap faktor risiko penyakit kronis/penyakit tidak


menular untuk pembuat kebijakan dan perencanaan intervensi.
b) Terkumpulnya data faktor risiko yang sesuai standar (dapat disesuaikan dengan
standar masing-masing negara).
c) Menyediakan sistem surveilans penyakit kronis untuk negara dengan pendapatan
rendah-menengah.
d) Membangun kapasitas masing-masing negara untuk monitoring faktor risiko
penyakit tidak menular.
e) Mengintegrasi pendekatan dengan biaya rendah.
Stepwise merupakan surveilans untuk mengetahui faktor risiko pada penyakit tidak
menular. Instrumen ini telah dirumuskan oleh WHO dan dapat digunakan di setiap negara
dengan penyesuaian masing-masing kebutuhan negara (WHO, 2003). STEPS dimulai dengan
mengumpulkan informasi mengenai faktor risiko dengan menggunakan kuesioner,
selanjutnya pengukuran fisik secara sederhana dan pengumpulan sampel darah untuk
analisis biokimia. Pendekatan STEPwise lebih menekankan terhadap kualitas daripada
kuantitas. STEPwise menggunakan level berbeda pada setiap kuesioner. Hal ini
dikategorikan berdasarkan kompleksitas dalam memperoleh data.

Tindakan surveilans dilakukan melalui tiga STEP, diantaranya yaitu:

1) STEP 1, Pengisian kuesioner yang berisi tentang informasi umum individu


terkait faktor risiko. Mengumpulkan informasi demografi dan perilaku
dengan kuesioner. Semua negara/instansi disarankan mendapatkan data-
data pada STEP 1
2) STEP 2, Pengisian tambahan informasi pada STEP 1. Memperoleh data
pengukuran fisik dengan tes sederhana. sebagian besar negara/instansi
disarankan mengambil data pada STEP 2
3) STEP 3, Pengukuran klinis/biokimia. Pengambilan sampel darah untuk
pengukuran biokimia. Hanya direkomendasikan pada negara yang tersedia
sumber daya yang cukup.

Setiap level (STEP) tersebut terdapat core (inti) merupakan pertanyaan inti yang
terdapat dalam kuesioner, expanded (tambahan) merupakan pengembangan dari
pertanyaan inti, dan optional (pilihan) merupakan pertanyaan tambahan yang digunakan
sesuai kebutuhan peneliti.

Kelebihan STEPWise WHO:

Metode dan kuesioner yang sudah terstandardisasi

Lebih fleksibel untuk diadaptasi oleh masing-masing negara (dapat diadaptasi untuk
budaya yang berbeda)

Lebih sederhana

Dapat ditambahkan dalam sistem yang sudah ada

Diperuntukkan untuk masyarakat yang berusia 25-64 tahun dan dapat diulangi
dalam 2-3 tahun
DAFTAR PUSTAKA

Devi Mahardini, Marina. 2015. Analisis Risiko Sindrom Metabolik dengan Pendekatan
Stepwise STEP 1 WHO. Universitas Jember. Fakultas Kesehatan Masyarakat.