Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN 3

DETERMINING A SYSTEM'S PARAMETERS

I. Tujuan

- Mampu memahami aplikasi karakteristik temperature pada sistem kontrol dengan


kompensasi dan tanpa kompensasi.
- Mampu menentukan parameter sistem pada aplikasi temperature sistem kontrol.
- Mampu menggambarkan grafik step response berdasarkan data yang diperoleh
pada software LUCAS NULLE.

II. Dasar Teori

Dalam dunia industri, terkadang masih terdapat permasalahan yang diabaikan


dalam pengoperasian kerja sistem kontrolnya. Di sistem kontrol pada umumnya
terdapat perbedaan gambar antara sistem dengan kompensasi dan sistem tanpa
kompensasi. Sedangkan sistem variabel kontrol dengan kompensasi cenderung
menuju stedy state di respon akhir untuk mengubah besar input, hal ini tidak terjadi
di dalam sistem tanpa kompensasi. Dalam jenis ini sistem dikendalikan oleh
variabel kontrol yang terus meningkat (sampai di beberapa titik jangkauan beberapa
batas wajar karena alasan tertentu ).

Dalam sistem dikendalikan suhu pada SO4201-5V percobaan akan sama


seperti yang ditunjukkan dalam percobaan awal - dengan sistem kompensasi. Jenis
sistem dikendalikan dapat dicirikan oleh tiga parameter yang step respon dapat
diturunkan. Grafik berikut menunjukkan arti parameter ini.
Sistem dikendalikan dengan kompensasi dijelaskan sebagai berikut:
1. Koefisien proporsional KS ( sering juga disebut sebagai KP). Ini sesuai
dengan nilai steady state akhir dari step respon untuk perubahan input 1.
Umumnya berkaitan dengan hubungan nilai sebenarnya pada akhir output dan
input variabel dalam penyimpangan di titik operasi, yaitu nilai-nilai dari dua
variabel sebelum langkah perubahan diumpankan ke depan.
2. Lag time Tu. Ini sesuai dengan tangen infleksi untuk respon langkah (garis
merah) memotong dengan sumbu waktu. Jeda waktu adalah ukuran untuk
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk variabel output untuk respon step
input.
3. Kompensasi waktu Tg. Untuk menentukan nilai dapat digambarkan dari titik
di mana infleksi tangent memotong pada nilai akhir steady state menuju ke
sumbu waktu dan mengurangi jeda waktu sebelumnya. Waktu kompensasi
adalah ukuran untuk waktu yang dibutuhkan untuk respon menjadi dasarnya
lengkap.

III. Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Jumlah

1. PC/Laptop yang telah terinstal Software 1 buah


LUCAS - NULLE
2. Adaptor 2 buah
3. Kartu Simulasi Sistem Kontrol Temperatur 1 buah
4. Project Board 2 buah
5. Kabel Penghubung Secukupnya
IV. Langkah Percobaan

karakteristik statis dari sistem kontrol suhu


1. Rakitlah rangkaian seperti yang ditunjukkan dengan beberapa kabel penghubung
dan atur potensiometer P1 ke posisi skala medium.

2. Aturlah konfigurasi input, output dan diagram settings untuk membuat gambar
grafik step response yang diinginkan seperti tabel di bawah ini.

Input settings

Channel A Meas range.: 10 V Coupling: DC

Channel B Meas. range: 10 V Coupling: DC

Other Range: 100 Offset: 0

Output settings

Step from ... to ... 0 100%

Delay time/ms 0

Measurements 300

Diagram settings

Display Channel A

x-axis from ... to ... 0 360 s

y-axis from ... to ... 0 100

3. Tentukan step respon dan menyalin plot yang diperoleh.


4. Gunakan kursor pengukuran plotter step respon untuk menentukan parameter
dari karakteristik.
5. Aktifkan Voltmeter A dan berikan sistem dikendali untuk mendinginkan sampai
tegangan output kembali ke nilai aslinya sekitar 0 V. Kemudian gunakan plotter
step respon lagi (pengaturan seperti di atas, tapi langkah perubahan 0-80%)
untuk menentukan respon step sistem.

V. Hasil Percobaan

Step from 0 100%


50
%

49
48
47
46
45
44
43
42
41
40
39
38
37
36
35
34
33
32
31
30
29
28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 102030405060708090100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350360
t/s
P1= minimum,DC source = 10v, Voltage chanel A = 0.2 - ... (Naik)
100
%

99
98
97
96
95
94
93
92
91
90
89
88
87
86
85
84
83
82
81
80
79
78
77
76
75
74
73
72
71
70
69
68
67
66
65
64
63
62
61
60
59
58
57
56
55
54
53
52
51
50
0 10203040 506070 80 90100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350360
t/s

P1=maksimum,DC Source = 0v,Voltage channel A = 6.0 - .... (turun)


100
%

90

80

70

60

50
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350 360
t /s
Step from 0 -80%

100
%

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
0 102030405060708090100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350360
t/s

P1=Minimum, DC=10v, V channel A = 0.3 - ... (naik)


30
%

29
28
27
26
25
24
23
22
21
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350360
t/s
P1= Maksimum, Dc =10v, V channel A=5.7 - ... (turun)
100
%

90

80

70

60

50
0 102030405060708090100
110
120
130
140
150
160
170
180
190
200
210
220
230
240
250
260
270
280
290
300
310
320
330
340
350360
t/s