Anda di halaman 1dari 7

PERCOBAAN 10

RESPON KONTROL LOOP PADA PERUBAHAN SETPOINT DENGAN


KONTROL DUA POSISI

I. Tujuan
- Mampu memahami Perubahan Setpoint untuk respon kontrol loopdengan
kontrol dua posisi.
- Mampu menentukan parameter sistem pada aplikasi control loop untuk
keadaan perubahan setpoint dengan kontrol dua posisi.
- Mampu menggambarkan grafik step response berdasarkan data yang
diperoleh pada software LUCAS NULLE.

II. Dasar Teori


Pada sebuah kontrol loop memiliki tanggapan transfer dua posisi
controller. Dua posisi controller yaitu salah satunya jenis dari controller
terputus. Jika Anda mengubah e (t)sinyal error (variabel masukan dari controller)
terus menerus, variabel y (t) dimanipulasi (variabel output dari controller)
berubah tiba-tiba, yaituterputus-putus, dalam menanggapi variabel input tertentu.
Ini hanya bisa beranggapan dua nilai diskrit, yaitu yP dan yN. Antara dua nilai
ini berlangsung di e (t) = 0.Jenis kontroler tersebut disebut dengan switching
kontroler. Jenis itu sangat cocok sebagai solusi hemat biaya untuk operasi ke
depan kontrol relatif lurus (misalnya kontrol suhu sederhana) atau untuk
mengendalikan aktuator dengan hanya dua poin operasi.
Grafik berikut menunjukkan karakteristik umum dan simbol blok dari
dua posisi controller.
Hal ini sering terjadi bahwa yN = 0 (misalnya di regulator suhu di besi
atau lemari es) atau ketika variabel atas dan bawah dimanipulasi simetris (yN = -
yP).
Controller dua posisi sederhana sering menghasilkan respon kontrol tidak
sesuai, karena variabel dimanipulasi terus menjadi sasaran lainnya.Untuk
mencegah hal inikita dapat memperkenalkan apa yang disebut hysteresis ed,
yang menekan proses switching konstan untuk tingkat yang lebih besar atau
lebih kecil. Karakteristik dan simbol blok dua posisi ini controller dengan
hysteresis ditunjukkan pada grafik berikut.

III. Alat dan Bahan

Alat dan Bahan Jumlah

1. PC/Laptop yang telah terinstal Software 1 buah


LUCAS - NULLE
2. Adaptor 2 buah
3. Kartu Simulasi Sistem Kontrol Temperatur 1 buah
4. Project Board 2 buah
5. Kabel Penghubung Secukupnya

IV. Langkah Percobaan


System kontrol dua posisi dari sistem controller suhu
Dalam percobaan berikut kita akan menyelidiki respon terhadap perubahan
setpoint loop kontrol suhu dengan dua posisi controller untuk berbagai nilai
hysteresis dan perubahan variabel referensi.
1. Mengatur sirkuit percobaan di bawah ini dan mengatur potensiometer P1.
Jika belum ditetapkan - sehingga variabel output sistem dikendalikan
sebesar 0V pada suhu lingkungan yang berlaku. Mengkonfigurasi dua
posisi / tiga posisi kartu controller dan awalnya mengatur potensiometer H
(V) untuk histeresis ke batas paling kiri.

2. Aktifkan referensi variabel generator dan mengaturnya untuk variabel


setpoint konstan 50%. Aktifkan waktu plotter dan mengkonfigurasinya
seperti yang ditunjukkan pada Tabel berikut.

Scaling of axes
x-axis Minimum: 0 Maximum: 420 Scale div.: 60 Marks: 1
y-axis Minimum: 0 Maximum: 100 Scale div.: 10 Marks: 1
Input settings
Meas. range: 10
Channel A Coupling: DC Range: 100 Offset: 0
V
Meas. range: 10
Channel B Coupling: DC Range: 100 Offset: 0
V
Options settings
Number of measurements: 300
Continuous measurement: No
Reference variable function: Yes
Disturbance variable output: No

3. Menentukan respon langkah (plot variabel yang dikontrol dan


dimanipulasi).
4. Tentukan amplitudo osilasi berkelanjutan (nilai puncak ke puncak) x
serta switching siklus TZ.
5. Ulangi percobaan untuk tingkat hysteresis dari H (V) = 0,5 V (Catatan:
jika perlu, menunggu sampai sistem dikendalikan suhu telah mendingin ke
suhu lingkungan)
6. Tentukan nilai x dan TZ untuk H (V) = 0,5 V
7. Atur referensi variabel generator untuk variabel referensi konstan 25% dan
8. mengatur potensiometer untuk histeresis batas kiri. Lalu ulangi percobaan.
(Catatan: jika perlu, tunggu sampai sistem dikendalikan telah didinginkan
ke suhu lingkungan.)
9. Tentukan nilai x dan TZ untuk variabel referensi konstan 25%

V. Hasil Percobaan
1. Step response untuk dua posisi controller dengan hysteresis minimum
x = 15c% -7% = 8 %
TZ=230 s
100
%

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
0 60 120 180 240 300 360 420
t/s

2. Step respon untuk pengendali dua-posisi dengan H (V) = 0,5 V


x = 15c% -5% = 12 %
TZ=200 s
30
%

x 1:
2. 58
y 1:
0
25
x 2:
60. 2
y 2:
28. 9
dx :
20
57. 7
dy :
28. 9
dy / dx :
0. 501
15

10

0
0 50 100 150 200 250
t /s
3. Step respon untuk dua posisi controller dengan hysteresis minimum
(referensi variabel 25%)
x = 18c% -5% = 8 %
TZ=185 s

30
%
x 1:
4. 02
y 1:
2. 81
25
x 2:
60. 2
y 2:
29. 2
dx :
20
56. 2
dy :
26. 4
dy / dx :
0. 469
15

10

0
0 50 100 150 200 250
t/s

4. Step respon untuk dua posisi controller dengan H (V) = 0,5 V (referensi
variabel 25%)
x = 18c% -8% = 10 %
TZ=160 s

30
%

x1:
3.58
y 1:
2.72
25
x2:
60.2
y 2:
28.8
dx:
20
56.7
dy :
26.1
dy /dx:
0.46
15

10

0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200
t/s
VI. Tugas dan Pertanyaan
1. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan dua pengaturan hysteresis satu
sama lain. Apa Pengaruh hysteresis pada parameter yang telah ditentukan?
Jawab :
Pengaturan hyteresis adalah pengaturan kendali on-off dengan
menempatkan 2 posisi sebagai batas atas ( ) dan batas bawah ( ).
Pengaruh dari hyteresis terletak pada tegangan masukan (Vin) lebih kecil
dari tegangan batas bawah ( ) maka tegangan keluaran (Vo) +Vsaturasi
dan jika tegangan input (Vin) lebih besar daripada batas atas ( ) maka
tegangan keluaran dari sistem kendali ini adalah Vsaturasi. Jika tegangan
hysteresisnya lebih besar daripada tegangan riak puncak ke puncak
masukannya maka tidak akan ada perpotongan batas atas dan batas bawah
sehingga akan menghasilkan suatu nilai kesalahan.

2. Apa efek dari variabel referensi terhadap parameter yang dihasilkan?


Jawab :
Efek dari variabel referensi terhadap parameter adalah memperoleh
tanggapan tertentu dari sistem pengaturan yang telah ditentukan dari
variable masukan atau respon keluaran yang diharapkan.

VII. Analisa
VIII. Kesimpulan