Anda di halaman 1dari 79

2.

1 Pengertian Statistik dan Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin status yang
artinya suatu negara. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan
kenegaraan, misalnya data mengenai penduduk, data mengenai penghasilan dan sebagainya,
yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. Secara kebahasaan, statistik berarti
catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan,
ditabulasi, dikelompokkan, sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu
masalah, gejala atau peristiwa (depdikbud, 1994). Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah
untuk menunjukkan kepada pencatatan angka-angka dari suatu kejadian atau kasus tertentu.
Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan
fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram, yang melukiskan
atau menggambarkan suatu persoalan. Statistika beda halnya dengan statistik, statistika yang
dalam bahasa Inggris statistics (ilmu statistik), ilmu tentang cara-cara mengumpulkan,
mentabulasi dan menggolongkan, menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data
yang berupa angka. Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan
yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu
kesimpulan atau keputusan tertentu. Selain itu, Statistika juga merupakan cabang ilmu
matematika terapan yang terdiri dari teori dan metoda mengenai bagaimana cara mengumpulkan,
mengukur, mengklasifikasi, menghitung, menjelaskan, mensintesis, menganalisis, dan
menafsirkan data yang diperoleh secara sistematis. Dengan demikian, didalamnya terdiri dari
sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: Mengumpulkan data Meringkas data
Mengolah data Menyajikan data Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan
kumpulan data dan hasil analisisnya Sedangkan dalam dunia pendidikan, statistika membahas
tentang prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang digunakan sebagai cara pengumpulan,
menganalisa serta menginterpretasikan sekumpulan data yang berkaitan dengan dunia
pendidikan. Lebih jauh, statistika dalam Pendidikan Luar Biasa dapat diartikan sebagai
penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa
problema-problema PLB. Juga dari sisi lain, Statistika dalam psikologi dimaknai sebagai
penggunaan (aplikasi) prinsip-prinsip, dasar-dasar dan perhitungan statistik dalam menganalisa
problema-problema bidang psikologi. 2.2Fungsi dan Peranan Statistika Statistika digunakan
untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara pengumpulan
data, analisis danpenafsiran data. Fungsi statistika diantaranya yakni: Statistik menggambarkan
data dalam bentuk tertentu Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data
yang mudah dimengerti Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan Statistik
dapat memperluas pengalaman individu Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat Sedangkan kegunaan statistika yakni untuk:
Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien
dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti Membantu penelitian untuk membaca
data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat Membantu
peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok
yang lainnya atas obyek yang diteliti Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan
antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya Membantu peneliti dalam menentukan
prediksi untuk waktu yang akan datang Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas
data yang terkumpul (M.Subana dkk, 2000;14) Pemerintah menggunakan statistika untuk
menilai hasil pembangunan masa lalu dan merencanakan masa mendatang Pimpinan
menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru, peningkatan
kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb. Para pendidik sering
menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar, efektivitas metoda
pembelajaran, atau media pembelajaran. Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk
membaca hasil pengamatan baik melalui tes maupun obserbasi lapangan. Di dalam penelitian,
statistika berperan untuk: Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi
tertentu, baik diskrit maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku
populasi yang sedang diamati Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey
pengumpulan data melalui metode pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini
berguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang terpercaya Menyediakan prosedur praktis
untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan karakteristik sampel, baik
melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode analisis varians. Pengetahuan ini
berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran serta perbedaan dan
kesamaan populasi. Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu
di masa mendatang berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi
dan metode deret waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian
yang dihadapi di masa mendatang. Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian
terhadap data yang bersifat kualitatif melalui statistik non parametrik. Sementara menurut
Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk: Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel
yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat
dipertanggungjawabkan Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum
instrumen tersebut digunakan dalam penelitian Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga
data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram Alat untuk menganalisis
data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian. 2.3 Klasifikasi Statistika Statistika
dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi, diantaranya: 1)Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika terapan.
a.Statistika teoritismembahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah
statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam.
Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan
model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis. b.Statistika terapan yang
dikenal dengan metode statistika.Aturan-aturan, rumus-rumus, dan sifat-sifat yang telah
diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan dalam bidang
pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya
rumusrumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam statistika ini
bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan. 2)Berdasarkan Aktivitas yang
dilakukannya Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika
deskriptif dan statistika inferensial. b.Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang
memberikan informasi hanya mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji
hipotesis dan kemudian menarik inferensi yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar
atau populasi. Statistik deskriptif hanya dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data
agar lebih bermakna dan komunikatif dan disertai perhitungan-perhitungan sederhana yang
bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan (Burhan
Nurgiyantoro dkk, 2000;8). Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan
berupa pengumpulan data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk
tabel, grafik, ataupun diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas
mengenai suatu keadaan atau peristiwa. (M.Subana dkk, 2000;12). Statistika deskriptif
bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari kelompok tertentu sebagaimana
adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan yang berlaku bagi kelompok-
kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik melalui deskriptif hanya berlaku
bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan menarik kesimpulan yang
berlaku bagi populasi. Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan
karakteristik sampel ialah: ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak;
koefisien korelasi. Sekalipun statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel,
namun statistika deskriptif merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi
karakteristik populasi. c.Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data
(sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan
kepada seluruh subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12).
Statistika inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang
bersifat umum dari data yang telah disusun dan diolah (M.Subana dkk, 2000;12) Statistika
inferensial atau statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok
untuk ditarik kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang
lebih besar (populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel). Statistika
inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian
kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika deskriptif,
sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal
dari statistika ini. Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik
dan non-parametrik. Statistik parametrik merupakanstatistika inferensial yang
mempertimbangkan nilai dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan
data yang skala pengukuran minimalnya adalah interval dan rasio. Statistika parametrik adalah
suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus
diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel (karakteristik populasi). Satu syarat umum
yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan menggunakan statistika parametrik, yaitu
normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi, karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi
mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai baku statistik yang digunakan untuk uji
hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal.Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas,
linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang akan diuji. Statistika non parametrik yaitu
statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu parameter populasi atau lebih. Statistik non
parametrik digunakan karena analisis parametrik tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau
terbebas dari model distribusi dan sampelnya relatif kecil. Pada umumnya validitas pada
statistika non parametrik tidak bergantung pada model peluang yang spesifik dari populasi. Data
yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran nominal atau ordinal. 3)Berdasarkan jumlah
variabel: a.Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel
dependent b.Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu
variabel dependent sekaligus. 2.4Istilah-Istilah Umum Statistika Beberapa istilah yang sering
digunakan dalam statistika antara lain: Frekuensi (f) : Jumlah Individu yang mendapatkan
skor/nilai tertentu dalam suatu kelompok data Jumlah Frekuensi (n) : Jumlah individu dari suatu
perangkat data Frekuensi Kumulatif (fcum) : Banyaknya data yang berada di bawah atau di atas
skor / nilai tertentu Frekuensi Relatif (frel) atau f(%) : Persentase dari fcum Kelas Interval (ci) :
Sekelompok skor pada tiap-tiap kelas Banyak kelas interval : jumlah kelas interval yang
diperlukan untuk mengelompokkan suatu perangkat data, 1 + 3,3 log.n Rentang/Range ( R ) :
Selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari suatu perangkat data. Panjang Kelas
Interval (p) : Jarak/banyaknya skor atau nilai yang tercakup dalam tiap-tiap kelas interval.
Ujung Kelas Bawah (Bb) (lower limit) : Skor/nilai terendah pada kelas ybs Ujung Kelas Atas
(Ba) (upper limit) : Skor/nilai tertinggi pada kelas ybs Batas Kelas/Batas nyata /real limit Bawah
: Batas bawah kelas ybs dikurangi setengah dari satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
Batas Kelas/Batas nyata /real limit Atas : Batas Atas kelas ybs ditambah setengah dari satuan
terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05) Tanda Kelas/Midpoint/Titik tengah (xi) : Nilai yang
membagi kelas ybs menjadi dua bagian yang sama besar,X (Bb+Ba) 2.5Jenis Data Statistik
dan Skala Pengukuran 2.5.1Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu : a.Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non
numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. b.Data kuantitatif: data yang berupa angka
(numerik). Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu data diskrit dan kontinyu. Selain
pembagian tersebut, ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, misal melalui wawancara, penyebaran
kuesioner, pengukurn langsung, dan lain lain. Sedangkan data sekunder adalah data yang
diambil/ disadur dari pihak lain, misal diambil dari koran, jurnal, penelitian/ publikasi pihak lain,
dan lain-lain. 2.5.2Skala Pengukuran Skala pengukuran : cara mengukur suatu varibel. Terdapat
4 jenis skala pengukuran, yakni : a.Skala Nominal : angka yang diberikan pada objek/ variabel
pengukuran hanya memiliki arti sebagai label saja (asal bisa dibedakan). Tidak memiliki
tingkatan. Contoh skala nominal : No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) 1. Peugeuot 1,367 2.
Toyota 68,638 3. Isuzu 20,521 4. Daihatsu 15,721 5. BMW 1,515 b.Skala Ordinal : angka yang
diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung pengertian tingkatan. Contoh skala
ordinal: No. Jenis Kendaraan Jumlah (Unit) 1. Toyota 68,638 2. Isuzu 20,521 3. Daihatsu 15,721
4. BMW 1,515 5. Peugeuot 1,367 c.Skala Interval : angka yang diberikan pada objek/ variabel
pengukuran mengandung sifat ordinal ditambah sifat jarak/ interval. Contoh skala interval : Suhu
udara dapat berkisar antara -4 hingga 40 C. Jika termometer menunjukkan 0 C, bukan berarti
tidak ada suhu, tetapi hanya sebagai penunjuk bahwa suhu saat itu tergolong rendah. d.Skala
Rasio : angka yang diberikan pada objek/ variabel pengukuran mengandung sifat interval
ditambah sifat yang mampu memberikan keterangan tentang nilai absolut variabel yang diukur.
Artinya apabila menunjuk angka 0 (nol), maka berarti benar-benar nol, tidak ada, atau kosong.
Contoh skala rasio : Jumlah komponen mesin yang diproduksi per batch adalah 1.000.000
komponen. Bila dalam suatu batch menunjukkan angka produksi 0, maka artinya adalah pada
saat itu tidak dilakukan proses produksi sehingga tidak ada output produksi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asronyfaslah/konsep-dasar-
statistik_55008292a333115973510f55
http://www.kompasiana.com/asronyfaslah/konsep-dasar-statistik_55008292a333115973510f55
Pengertian Statistik

1. Secara Etimologis

Kata statistic berasal dari kata statas yang berasal dari bahasa latin yang mempunyai persamaan
arti dengan kata stats yang berasal dari bahasa Inggris atau kata staat dari bahasa Belanda. Pada
mulanya kata statistic diartika sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud
angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data penting dan kegunaannya yang
besar bagi suatu Negara). Namun, pada perkembangan selajutnya hanya dibatasi pada kumpulan
bahan keterangan yang berwujud angka saja. Dalam kamus bahasa Inggris terdapat kata statistics
artinya ilmu statistik, sedangkan kata statistik diartikan sebagai ukuran yang diperoleh atau yang
berasal dari sampel.

2. Dari segi tertimologi

a. Statistik kadang diberi pengertian sebagai data statistik yaitu kumpulan bahan keterangan yang
berupa angka atu bilangan dengan istilah lain, statistik adalah deretan atau kumpulan angka yang
menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu.

Misalnya : statistik penduduk, statistik pertanian dan statistik pendidikan.

Dengan demikian istilah statistik dengan pengertia sebagai data kuantitatif adalah data angka yang
dapat memberikan gambaran mengenai keadaan peristiwa atau gejala tertentu.

b. Istilah statistik juga sering diartikan sebagai kegiatan statistik atau penstatikan.

c. Istilah statistik kadang-kadang juga dimaksudkan atau dikandung pengertian sebagai metode
statistik yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun
atau mengatur, menyajikan, menganalisis dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan
bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa sehingga kumpulan bahan keterangan yang
berupa angka itu dapat berbicara atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.
d. Istilah statistik, dewasa ini juga dapat diberi pengetian sebagai ilmu statistik. Ilmu statistik adalah
ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada
dalam kegiatan statistik.

3. Penggolongan Statistik

a. Statistik deskriptif

Adalah statistik yang tikat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpu, menyusun atau
mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran
yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala atau peristiwa tertentu.

b. Statistik Inferensial

Adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam
rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data yang telah
disusun dan diolah.

4. Fungsi dan Kegunaan Statistik

a. Fungsi Statistik

Fungsi statistik adalah sebagai alat bantu untuk mengolah, menganalisis dan menyimpulakan hasil
yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut. Statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat
dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan
penggolongan statistik tersebut, maka fungsi statistik adalah :

1) Fungsi statistik deskriptif adalah untuk dapat memahami, medeskripsikan, menerangkan data atau
peristiwa yang dikumpulkan dalam suatu penelitian dan tidak sampai pada generalisasi atau
pengambilan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi yang diselidiki.

2) Fungsi statistik inferensial adalah untuk meramalkan dan mengontrol. Statistik inferensial ini
mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan atau populasi berdasarkan
data atau gejala dan peristiwa yang ada dalam suatu penelitian.
b. Kegunaan Statistik

1) memperoleh gambaran baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang
suatu gejala, keadaan atau peristiwa.

2) Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari
waktu ke waktu.

3) Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain ataukah tidak, jika
terdapat perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau perbedaan itu terjadi hanya secara
kebetulan saja.

4) Mengetahui apakah yang satu ada hubungannya dengan gejala lain.

5) Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.

6) Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap.

5. Data Statistik

a. Pengertian Data Statistik

Data statistik adalah data yang berwujud angka atau bilangan tapi tidak semua angka data statistik
karena untuk dapat disebut data-data statistik angka itu harus memenuhi persyaratan tertentu
yaitu bahwa angka tadi haruslah menunjukkan suatu ciri dari suatu penelitian yang bersifat
agregatif serta mencerminkan suatu kegiatan dalam bilangan atau lapangan tertentu.

b. Penggolongan Data Statistik

1) Penggolongan data statistic berdasarkan sifatnya.

Ditijuan dari segi sifat angkanya, data statistic dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data
kontiniyu yaitu data statistic yang angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung
menyambung dan data diskrit yaitu statistic yang tidak mungkin berbentuk pecahan.
2) Penggolongan data statistic berdasarkan cara menyusun angkanya

a. Data nominal adalah data statistic yang menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau
klasifikasi tertentu. Data nominal juga sering disebut data hitungan, dikatakan demikian karena
data itu diperoleh dengan cara menghitung.

b. Data ordinal juga sering disebut data urutan yaitu data statistic yang cara menyusun angkanya
didasarkan atas urutan kedudukan atau ranking.

c. Data interval adalah data statistic dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang
diselediki atau dipersoalkan.

3) Penggolongan data statistic berdasarkan bentuk angkanya

a. Data tunggal adalah data statistic yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu
kesatuan) dengan kata lain data tunggal ialah data statistic yang angka-angkanya tidak dikelompok-
kelokpokkan.

b. Data kelompok adalah data statistic yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.

4) Penggolongan data statistic berdasarkan sumbernya

a. Data primer adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.

b. Data skunder adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua.

5) Penggolongan berdasarkan waktu pengumpulannya.

a. Data seketika adalah data statistic yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.

b. Data urutan waktu adalah data statistic yang mencerminkan keadaan atau perkembangan
mengenai sesuatu hal dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data ini juga dikenal
dengan istilah historical data.
c. Sifat Data Statistik

1) Data statistic memiliki nilai relatif atau nilai semu. Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan
adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.

2) Data statistic memiliki nilai nyata dari suatu angka atau nilai sebenarnya. Nilai nyata dari suatu
angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diwakili oleh nilai relatif.

3) Data statistik memiliki batas bawah relatif, batas atas relatif, batas bawah nyata dan batas atas
nyata.

4) Data statistic yang berbentuk data kelompok memiliki nilai tengah. Yang dimaksud dengan nilai
tengah adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut.

5) Data statistic sebagai data angka dalam proses penghitungannya tidak menggunakan sistem
pecahan melainkan menggunakan sistem desimal.

6) Data statistik sebagai data angka. Dalam proses penghitunganya tidak menggunakan sistem
pembulatan angka tertentu. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan bahwa walaupun dalam
pembulatan angka yang terletak dibelakang tanda decimal tidak selalu sama, namun pada dasarnya
pembulatan tersebut dilakukan sampai dengan tiga buah angka dibelakang angka decimal dengan
catatan :

a. Jika setelah tiga angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 50 atau kurang
dari 50 maka dianggap 0.

b. Jika setelah angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 51 atau lebih, maka
bilangan 51 atau bilangannya lebih besar dari 51 itu dianggap sama dengan satu dan bilangan 1
ditambahkan pada bilangan nomor 3 yang terletak di belakang tanda desimal.

Read more: KONSEP DASAR STATISTIK | Catatan Si Virgo Girl http://recha-


seprina.blogspot.com/2011/08/konsep-dasar-statistik.html#ixzz4bH9xzkzP
reference = http://recha-seprina.blogspot.com
A. Pengertian statistika
Definisi Statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran tentang suatu
keadaan. Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu ilmu yang mempelajari
bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data,
membuat kesimpulan dari hasil analisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil
kesimpulan.[1]

Pengertian Statistika Menurut Para Ahli :


Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti
dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data.(Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA)
Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan
pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka
dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu.(Prof.Dr.H.Agus Irianto)
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang
pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang
berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM)
Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari
penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. (Stoel dan Torrie)
Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-
angka tersebut berbicara.(Anto dajan)
Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang
telah tersusun dalam bentuk table. (Anto dajan)
Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik
perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai
bidang. (Suntoyo Yitnosumarto)[2]

Maka pemakalah dapat menyimpulkan bahwa Statistika adalah ilmu yang mempelajari
bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan
mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Atau
statistika adalah ilmu yang berusaha untuk mencoba mengolah data untuk mendapatkan manfaat
berupa keputusan dalam kehidupan. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk
menyimpulkan atau mendeskripsikan data;ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar
konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain:
populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya
astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di
bidang bisnis, ekonomi, dan industri)[3]. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk
berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling
dikenal.[4]Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau
polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil
pemilu) atau quick count.[5] Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam
pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.[6]

B. Esensi Statistika
Ada tiga hal yang sangat penting dari statistika yaitu:
1. Data yang tersedia / data historis.
Merupakan suatu nilai numerik yang diperoleh dari keterangan masa lampau. Diolah
menjadi informasi yang nantinya berguna dalam menentukan keputusan
2. Kriteria Keputusan
Dalam Statistika kita sering dihadapkan pada beberapa pilihan. Masing-masing pilihan
memiliki nilai/ manfaat dan konsekuensi yang harus diambil atau dengan kata lain kita harus
menentukan keputusan. Dari pilihan-pilihan tersebut akan muncul berbagai kriteria keputusan.
Sama halnya dengan pilihan, masing-masing kriteria keputusan memiliki manfaat dan akibat
bagi kita
3. Ada Keputusan Sebagai Hasil Akhir[7]

C. Klasifikasi statistika
Statistika dapat diklasifikasikan dari beberapa klasifikasi, diantaranya:
1. Berdasarkan Isi yang dipelajari
Dilihat dari isi yang dipelajari terbagi manjadi dua, yakni statistika teoritis dan statistika
terapan.
a. Statistika teoritis membahas secara mendalam dan teoretis, maka yang dipelajari adalah
statistika teoretis atau matematis. Disini diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam.
Materi yang dibahas antara lain; perumusan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus dan menciptakan
model-model serta segi-segi lainnya yang teoretis dan matematis.
b. Statistika terapan yang dikenal dengan metode statistika. Aturan-aturan, rumus-rumus, dan sifat-
sifat yang telah diciptakan oleh statistika teoretis, diambil dan digunakan mana yang diperlukan
dalam bidang pengetahuan yang sedang diminati. Jadi disini tidak dipersoalkan bagaimana
didapatnya rumusrumus, aturan-aturan ataupun sifat-sifat tersebut. Yang terpenting dalam
statistika ini bagaimana cara-cara atau metode statistika digunakan.
2. Berdasarkan Aktivitas yang dilakukannya
Dilihat dari aktivitas yang dilakukannya, terbagi menjadi dua pula yakni statistika
deskriptif dan statistika inferensial.
a. Statistika deskriptif adalah teknik statistik yang memberikan informasi hanya mengenai data
yang dimiliki dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik inferensi
yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Statistik deskriptif hanya
dipergunakan untuk menyajikan dan menganalisis data agar lebih bermakna dan komunikatif dan
disertai perhitungan-perhitungan sederhana yang bersifat lebih memperjelas keadaan dan atau
karakteristik data yang bersangkutan (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;8).
Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan kegiatan berupa pengumpulan
data, penyusunan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, ataupun
diagram, agar memberikan gambaran yang teratur ringkas, dan jelas mengenai suatu keadaan
atau peristiwa. (M.Subana dkk, 2000;12).
Statistika deskriptif bermaksud menyajikan, mengolah dan menganalisa data dari
kelompok tertentu sebagaimana adanya dan tidak bermaksud menarik kesimpulan-kesimpulan
yang berlaku bagi kelompok-kelompok yang lebih besar. Artinya kesimpulan yang ditarik
melalui deskriptif hanya berlaku bagai kelompok sampel yang bersangkutan tanpa dimaksudkan
menarik kesimpulan yang berlaku bagi populasi.
Ukuran statistik yang lazim digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik sampel ialah:
ukuran kecenderungan sentral; Ukuran variasi ; Ukuran letak; koefisien korelasi. Sekalipun
statistika deskriptif ini hanya menyajikan karakteristik sampel, namun statistika deskriptif
merupakan dasar untuk mengkaji dan melakukan inferensi karakteristik populasi.
b. Statistika inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk
kemudian dilakukan penyimpulanpenyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh
subyek tempat data diambil (populasi) (Burhan Nurgiyantoro dkk, 2000;12). Statistika
inferensial adalah statistik yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum
dari data yang telah disusun dan diolah (M.Subana dkk, 2000;12) Statistika inferensial atau
statistika induktif bermaksud menyajikan, menganalisa data dari suatu kelompok untuk ditarik
kesimpulan-kesimpulan, prinsip-prinsip tertentu yang berlaku bagi kelompok yang lebih besar
(populasi) disamping berlaku bagi kelompok yang bersangkutan (sampel).
Statistika inferensial merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap
penelitian kesimpulan inilah yang diinginkan. Statistika inferensial harus berdasar pada statistika
deskriptif, sehingga kedua-duanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan
maksimal dari statistika ini.
Yang masih tercakup dalam statistika inferensial adalah statistik parametrik dan non-
parametrik. Statistik parametrik merupakan statistika inferensial yang mempertimbangkan nilai
dari satu parameter populasi atau lebih dan umumnya membutuhkan data yang skala pengukuran
minimalnya adalah interval dan rasio.
Statistika parametrik adalah suatu ukuran tentang parameter, artinya ukuran seluruh
populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari apa yang terdapat di dalam sampel
(karakteristik populasi). Satu syarat umum yang harus dipenuhi apabila seorang peneliti akan
menggunakan statistika parametrik, yaitu normalitas distribusi. Asumsi ini harus terpenuhi,
karena: 1) secara teoretik karakteristik populasi mengikuti model distribusi normal; 2) nilai-nilai
baku statistik yang digunakan untuk uji hipotesis didasarkan kepada model distribusi normal.
Asumsi-asmsi lain seperti homogenitas, linieritas harus dipenuhi sesuai dengan hipotesis yang
akan diuji.
Statistika non parametrik yaitu statistik yang tidak memperhatikan nilai dari satu
parameter populasi atau lebih. Statistik non parametrik digunakan karena analisis parametrik
tidak konsisten lagi sehingga tidak terikat atau terbebas dari model distribusi dan sampelnya
relatif kecil. Pada umumnya validitas pada statistika non parametrik tidak bergantung pada
model peluang yang spesifik dari populasi. Data yang dibutuhkan lebih banyak berskala ukuran
nominal atau ordinal.
3. Berdasarkan jumlah variabel
a. Statistika Univariat: teknik analisis statistik yang hanya melibatkan satu variabel dependent
b. Statistika Multivariat: teknik analisis statistik yang melibatkan lebih dari satu variabel dependent
sekaligus.

D. Fungsi dan Peran Statistika


Statistika digunakan untuk menunjukkan tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang
cara-cara pengumpulan data, analisis danpenafsiran data.
Fungsi statistika diantaranya yakni:
a. Statistik menggambarkan data dalam bentuk tertentu
b. Statistik dapat menyederhanakan data yang kompleks menjadi data yang mudah dimengerti
c. Statistik merupakan teknik untuk membuat perbandingan
d. Statistik dapat memperluas pengalaman individu
e. Statistik dapat mengukur besaran dari suatu gejala
f. Statistik dapat menentukan hubungan sebab akibat

Sedangkan kegunaan statistika yakni untuk:


a. Membantu penelitian dalam menggunakan sampel sehingga penelitian dapat bekerja efisien
dengan hasil yang sesuai dengan obyek yang ingin diteliti
b. Membantu penelitian untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat
mengambil keputusan yang tepat
c. Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan
kelompok yang lainnya atas obyek yang diteliti
d. Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan
variabel yang lainnya
e. Membantu peneliti dalam menentukan prediksi untuk waktu yang akan datang
f. Membantu peneliti dalam melakukan interpretasi atas data yang terkumpul (M.Subana dkk,
2000;14)
g. Pemerintah menggunakan statistika untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan
merencanakan masa mendatang
h. Pimpinan menggunakannya untuk pengangkatan pegawai baru, pembelian peralatan baru,
peningkatan kemampuan karyawan, perubahan sistem kepegawaian, dsb.
i. Para pendidik sering menggunakannya untuk melihat kedudukan siswa, prestasi belajar,
efektivitas metoda pembelajaran, atau media pembelajaran.
j. Para psikolog banyak menggunakan statistika untuk membaca hasil pengamatan baik melalui tes
maupun obserbasi lapangan.
Di dalam penelitian, statistika berperan untuk:
a. Memberikan informasi tentang karakteristik distribusi suatu populasi tertentu, baik diskrit
maupun kontinyu. Pengetahuan ini berguna dalam menghayati perilaku populasi yang sedang
diamati
b. Menyediakan prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode
pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang terpercaya
c. Menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi melalui pendekatan
karakteristik sampel, baik melalui metode penaksiran, metode pengujian hipotesis, metode
analisis varians. Pengetahuan ini berguna untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran
penyebaran serta perbedaan dan kesamaan populasi.
d. Menyediakan prosedur praktis untuk meramal keadaan suatu obyek tertentu di masa mendatang
berdasarkan keadaan di masa lalu dan masa sekarang. Melalui metode regresi dan metode deret
waktu. Pengetahuan ini berguna memperkecil resiko akibat ketidakpastian yang dihadapi di masa
mendatang.
e. Menyediakan prosedur praktis untuk melakukan pengujian terhadap data yang bersifat kualitatif
melalui statistik non parametrik.
Sementara menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk:
a. Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga
jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
b. Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan
dalam penelitian
c. Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel,
grafik, atau diagram
d. Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.

E. Istilah-istilah dalam Statistika


Beberapa istilah yang sering digunakan dalam statistika antara lain:
1. Frekuensi (f) : Jumlah Individu yang mendapatkan skor/nilai tertentu dalam suatu kelompok
data
2. Jumlah Frekuensi (n) : Jumlah individu dari suatu perangkat data
3. Frekuensi Kumulatif (fcum) : Banyaknya data yang berada di bawah atau di atas skor / nilai
tertentu
4. Frekuensi Relatif (frel) atau f(%) : Persentase dari fcum
5. Kelas Interval (ci) : Sekelompok skor pada tiap-tiap kelas
6. Banyak kelas interval : jumlah kelas interval yang diperlukan untuk mengelompokkan suatu
perangkat data, 1 + 3,3 log.n
7. Rentang/Range ( R ) : Selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah dari suatu perangkat
data.
8. Panjang Kelas Interval (p) : Jarak/banyaknya skor atau nilai yang tercakup dalam tiap-tiap
kelas interval.
9. Ujung Kelas Bawah (Bb) (lower limit) : Skor/nilai terendah pada kelas
10. Ujung Kelas Atas (Ba) (upper limit) : Skor/nilai tertinggi pada kelas
11. Batas Kelas/Batas nyata /real limit Bawah : Batas bawah kelas ybs dikurangi setengah dari
satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
12. Batas Kelas/Batas nyata /real limit Atas : Batas Atas kelas ybs ditambah setengah dari
satuan terkecil data yang dicatat (0,5; 0,05)
13. Tanda Kelas/Midpoint/Titik tengah (xi) : Nilai yang membagi kelas ybs menjadi dua bagian
yang sama besar, X (Bb+Ba)

F. Ciri khas statistika


Pada dasarnya Statistika memiliki tiga ciri khas, yaitu:
1. Statistik selalu bekerja dengan angka (bilangan).
Ini mengandung pengertian bahwa tanpa data angka mak Statistik tidak akan mampu
melaksanakan tugasnya sebagai ilmu pengetahun. Meskipun demikian bukanlah berarti bahwa
data yang bukan angka (data kualitatif) tidak mungkin digarap secara Statistik. Data kualitatif
pun sebenarnya dapat diolah secara Statistik, asalkan terlebih dahulu diubah menjadi data angka
(data kuantitatif) dengan kata lain data kualitatif itu di kuantifikasikan lebih dahulu (proses
kuantifikasi). Contoh: Pandai, cukup, kurang adalah data kualitatif. Data demikian dapat
saja diolah dengan Statistik, caranya: (1) Harus diketahui berapa orang (dituangkan dalam
bentuk angka) yang tergolong pandai, cukup dan kurang itu; (2) Yang disebut pandai, cukup, dan
kurang itu nilainya berapa (dituangkan dalam bentuk angka, misalnya Pandai nilainya= 80
100; cukup nilainya= 60 79; Kurang nilainy= 0 59 dan sebagainya.
2. Statistika bersifat obyektif.
Ini mengandung pengertian bahwa Statistika bekerja menurut obyeknya; dengan kata lain
Statistik bekerja menurut apa adanya. Kesimpulan-kesimpulan atau ramalan-ramalan yang
dihasilkan oleh Statistik adalah semata-mata didasarkan atas angka-angka yang dihadapi dan
diolah dan bukan didasarkan atas subyektifitas atau pengaruh-pengaruh luar lainnya. Itulah
sebabnya mengapa Statistik sering dikatakan sebagai Alan penilai kenyataan.
3. Statistik bersifat universal.
Ini mengandung pengertian bahwa ruang lingkup atau ruang gerak dan bidang garapan
Statistik tidaklah sempit. Statistik dapat dipergunakan atau diterapkan dalam hampir semua
cabang kegiatan hidup manusia. Dapat disaksikan misalnya: Statistik harga, Statistik moneter,
Statistik Eksport dan Import, Statistik Penduduk, Statistik Kelahiran, Statistik Nikah, Talak,
Cerai dan Rujuk, Statistik Pertanian, Statistik Perdagangan, Statistik Kriminalitas, Statistik
Psikologi dan Pendidikan, Statistik Kesehatan, Statistik Lalu Lintas dan lain sebagainya, dan
sudah barang tentu termasuk pula di dalamnya Statistik Keagamaan. Dengan singkat dapat
dikatakan bahwa Statistik bersifat menyeluruh atau bersifat universal.[8]

G. Permasalahan Statistika
Kita tidak perlu berpikir jauh-jauh dan mendalam jika kita ingin tahu apa persoalan
statistika yang sebenarnya itu. Pada dasarnya setiap orang baik sadar ataupun tidak, telah
berpikir dengan mempergunakan ide-ide statistika (statistical ideas).[9] Betapa tidak kita sering
mempergunakan pengertian rata-rata(average) dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang guru
akan mengambil nilai rata-rata yang diperoleh muridnya untuk mengetahui bagaimana kualitas
muridnya ; seorang sarjana ekonomi akan mempergunakan pendapatan nasional per kapita untuk
mengetahui bagaimanakah keadaan kehidupan masyarakat suatu negara.[10] Semua telah
mengenal konsep rata-rata ini baik dipergunakan untuk tujuan yang tinggi dan muluk ataupun
untuk hal yang sepele dan sederhana.
Persoalan statistika lainnya adalah apa yang dikenal dengan nama dispersi (dispersion)
atau variabilitas. Seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian muridnya dari kelas
A adalah lebih merata (homogen) daripada murid kelas B; artinya murid kelas B perbedaan
kepandaiannya satu dengan lainnya lebih tajam daripada antar murid dalam kelas A. Seorang
produsen bola lampu listrik akan mengharapkan kualitas bola lampu listrik yang diproduksinya
sedapat mungkin seragam; artinya jangan ada perbedaan ketahanan (umurnya) yang berbeda-
beda besar antara bola lampu yang satu dengan lainnya, variabilitas kualitas bola lampu listrik itu
supaya sekecill mungkin . Dengan sederhana disini kita telah mengenal kata yang sudah
diindonesiakan, yaitu variasi yang artinya: banyak ragamnya. [11]Dalam kehidupan sehari-
hari kita senang dengan sesuatu yang kaya variasinya hingga tidak membosankan, tetapi dalam
statistik justru kita mengusahakan supaya sesuatu itu tidak banyak variasinya, supaya
variabilitasnya kecil.[12]
Sebuah persoalan lagi dari statistika adalah persoalan tentang korelasi atau asosiasi,
persoalan hubungan. Seseorang mungkin berkata bahwa jika ada bintang berekor di langit
maka akan murah sandang pangan; atau seorang guru akan berkata bahwa mereka pandai dalam
matematika juga akan pandai dalam ilmu fisika.[13]
Tiga persoalan statistika : rata-rata, variabilita dan korelasi inilah yang merupakan
persoalan dasar statistik. Semua persoalan tersebut dapat dinyatakan dengan besaran bilangan ,
dan dengan batas-batas tertentu kita nantinya dapat menganalisis lebih lanjut.[14]
Menurut Hananto Sigit, B.ST, dalam bukunya statistik suatu pengaturan 1996
mengemukakan ada tiga permasalahan dasar dalam statistik yaitu :
a. Permasalahan tentang Rata-rata (Average)
b. Permasalahan tentang pemencaran atau penyebaran (Variability)
c. Permasalahan tentang saling hubungan (Korelasi)[15]
Suatu persoalan statistik lainnya adalah apa yang di kenal dengan nama dispersi
(dispersian) atau Variabilitas. Sebuah persoalan lain lagi dari statistik adalah persoalan
tentang korelasi atau asosiasi persoalan hubungan.

H. Manfaat Statistika
Manfaat statistika dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam sebagai contoh sederhana:
1. Bagi ibu-ibu rumah tangga mungkin tanpa disadari mereka telah menerapkan statiska. Dalam
membelanjakan uang untuk kebutuhan keluarganya sering melakukan perhitungan untung rugi,
berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk uang belanja, listrik, dll.
2. Sebagai mahasiswa, selain statistika dipelajari secara formal sebenarnya kita sudah
menggunakannya dalam perhitungan Indeks prestasi.
3. Dalam dunia bisnis, para pemain saham atau pengusaha sering menerapkan statistika untuk
memperoleh keuntungan. Seperti peluang untuk menanamkan saham.
4. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan.
Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis
perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk,
perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll.
Jadi statistika sebenarnya sangat penting bagi kita, dan dapat berguna dalam menentukan
keputusan meskipun kadangkala penggunaannya tidak kita sadari.
[1]. Dajan,Anton. 1986. Pengantar statistic jilid I. Jakarta. LP3ES. h 3.

[2]. Hadi, sutrisno. 1989. Statistik 1. Yogyakarta. Andi offset. h 5.

[3]. Ibid.

[4]. Irianto, Agus, 2004. Statistik konsep dasar dan apliaksinya. Jakarta. Prenada. h 12

[5] .Ibid, 14

[6]. Hasan,Iqbal, 2008. Materi statistik I. Jakarta. Bumi aksara. h 27.

[7]Ibid, 14.

[8]. Supangat,Andi, 2008. Statistik dalam kajian deskriptif, Inferensi, dan non parametik. Jakarta.
Prenada media group. h 6.

[9]. Ibid, 27.

[10]. Ibid

[11]. Hakim,Abdul, 2001.Statistik deskriptif. Yogyakarta. Ekonisia. h 11

[12]. Ibid, 12.

[13]. Hasan,Iqbal. 2008. Materi statistik I. Jakarta. Bumi aksara. h 13

[14]. Supangat,Andi, 2008. Statistik dalam kajian deskriptif, Inferensi, dan non parametik. Jakarta.
Prenada media group. h 8.
[15]. http//wartawarga.gunadarma.ac.id.20012. statistika-dan-psikologi.

http://mind-ashshinta.blogspot.co.id/2015/11/makalah-konsep-dasar-statistika.html
1.
2
Pengantar Statistik Sosial

Kegiatan Belajar
1
Pengertian dan Pemanfaatan Statistika
A.
PENGERTIAN STATISTIK
A
Statistika memiliki sejarah yang panjang dalam sejarah peradaban
manusia. Pada jaman sebelum masehi, bangsa
-
bangsa di Mesopotamia,
Mesir, dan Cina telah mengum
pulkan data statistik untuk me
m
peroleh
informasi tentang berapa pajak yang harus dibayar oleh setiap penduduk,
berapa hasil pertanian yang mampu diproduksi, berapa cepat atlet lari dan
sebagainya. Pada abad pertengahan, lembaga Gereja menggunakan
statistik
a
untuk mencatat jumlah kelahiran, kematian, dan perkawinan (Purwanto,
2003).
Statistika yang dimulai dengan pengumpulan dan penyajian data,
kemudian semakin berkembang dengan ditemukannya teori probabilitas
dan
teori pengambilan keputusan yang sangat dibu
tuhkan dalam kehidupan
sehari
-
hari agar efisien pada semua bidang, baik sosial, ekonomi, politik,
manajemen, maupun teknik. Pada tahun 1950
-
an, statistika memasuki
wilayah pengambilan keputusan melalui proses generalisasi dan
peramalan
dengan memperhatikan
faktor
risiko
dan ketidakpastian. Kenyataan itu
sebenarnya sudah diramalkan oleh seorang ahli statistik H. G. Wells yang
hidup pada tahun 1800
-
an yang mengatakan berpikir secara statistika suatu
saat akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian yang sangat
diperlukan
dalam masyarakat yang efisien, seperti halnya kebutuhan manusia untuk
membaca dan menulis (Lind, 2002)

ISIP4215/MODUL 1

1.

11

kegiatan penelitian, termasuk di dalamnya kegiatan pengumpulan data

menj

adi amat, sulit bahkan mustahil dilakukan. Untuk itu, pada bagian

berikut ini akan dibahas bagaimana para peneliti sosial memanfaatkan

statistika sebagai alat bantu.

Pemanfaatan statistika oleh peneliti sosial dalam kegiatan penelitian

dapat digunakan unt

uk 4 keperluan.

Pertama

, statistika digunakan untuk

menyusun, meringkas atau menyederhanakan data. Data yang diperoleh


dari

suatu penelitian survei dengan topik tertentu (misalnya gaya hidup


kelompok

profesional di perkotaan) biasanya tidak hanya besar dal

am jumlah

respondennya, tetapi juga mencakup banyak informasi. Terhadap data


yang
diperoleh tersebut, peneliti memerlukan cara untuk menyusun dan

menyederhanakannya agar kegiatan penelitian tersebut dapat dilanjutkan.

Kedua

, statistika digunakan untuk memb

antu peneliti dalam merancang

(merencanakan) kegiatan survei atau eksperimen yang dapat memperkecil

biaya untuk mendapatkan informasi dalam jumlah tertentu. Kegunaan

statistika yang kedua ini berkaitan dengan metodologi dan inferensi

(penarikan kesimpulan)

secara statistika. Dalam kondisi ini, banyak waktu

yang dicurahkan untuk membahas pengambilan keputusan dalam teknik

penarikan sampel atau sampling dan penarikan kesimpulan (inferensi).


Pada

pengambilan keputusan yang pertama, peneliti perlu menetapkan ju

mlah data

yang diperlukan dan bagaimana memperolehnya, sedangkan pada

pengambilan

keputusan kedua, peneliti menetapkan bagaimana inferensi

(penarikan kesimpulan) tersebut dibuat. Penarikan sampel terhadap data

maupun dalam kegiatan survei atau eksperimen a

kan menghasilkan

informasi, namun pada saat yang sama memiliki konsekuensi biaya. Untuk

menyesuaikan biaya, kualitas


,

dan kuantitas informasi yang diperoleh dari

suatu penelitian.

Peneliti

dapat melakukan perubahan

sampai pada tingkat

tertentu

pada prose

dur kegiatan penelitiannya. Perubahan yang mungkin

dilakukan adalah pada bagaimana cara data (responden) dipilih dan


berapa

banyak informasi yang akan dikumpulkan dari setiap sumber. Modifikasi

sederhana dalam pemilihan data (responden) sering kali dapat m

enghemat

biaya dalam prosedur penarikan sampel. Pengetahuan yang dimiliki


tentang

statistika dan teknik

teknik dalam statistika dapat membantunya dalam

pengambilan keputusan mengenai teknik penarikan sampel.

Ketiga
, dengan pengetahuan mengenai statistika p

eneliti dapat

menetapkan metode yang terbaik dalam penarikan kesimpulan (inferensi)

sesuai dengan teknik penarikan sampel tertentu. Metode inferensi dalam


1.

12

Pengantar Statistik Sosial

suatu kegiatan penelitian survei atau eksperimen terdiri dari dua

kemungkinan, yaitu peneliti melakuk

an prediksi atau membuat keputusan

tentang beberapa karakteristik dari populasi atau

universe

yang menjadi pusat

perhatian peneliti. Metode inferensi dalam ilmu

ilmu sosial bervariasi, untuk

itu pilihan metode inferensi harus disesuaikan dengan kondisi yan

g ada.

Kegunaan statistika yang terakhir adalah dalam mengukur baik tidaknya

goodness

) sebuah inferensi (penarikan kesimpulan). Selain membantu


peneliti untuk menggambarkan data, sumbangan utama statistika lainnya

adalah dalam melakukan evaluasi terhadap

baik tidaknya suatu inferensi.

Hampir setiap orang dapat merancang suatu metode inferensi, namun


sering

kali kita sulit menentukan sejauh mana inferensi tersebut

eliabel

baik.

Selanjutnya, peneliti juga perlu menyadari bahwa ia memiliki kemungkinan

untu

k menarik kesimpulan yang keliru dalam penelitiannya yang bertujuan

membuat keputusan berdasarkan data sampel tentang suatu karakteristik


dari

sebuah populasi atau

universe

Jelaskanlah hubungan antara statistika dengan penelitian sosial!

Petunjuk

Jawaban Latihan

1)
Pahamilah pengertian statistika dan penelitian sosial.

2)

Pahamilah kegunaan statistika pada penelitian sosial.

3)

Diskusikanlah pemahaman Anda dengan teman Anda agar mendapatkan

pengertian yang tepat.

Istilah statistika perlu

dibedakan dengan statistik. Statistik adalah

suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. statistika

adalah ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis, dan

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,

kerjakanlah latihan berikut!

RANGKUMAN

ISIP4215/MODUL 1

1.

13

menginterpretasikan data menjadi informasi untuk membantu

pengambilan keputusa

n yang efektif. Istilah statistika dapat pula

diartikan sebagai metode untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan,

menganalisis
,

dan menginterpretasikan data dalam bentuk angka

angka.

Sekurang

kurangnya ada dua alasan penting untuk mempelajari

statistika.

ertama

, statistika memberikan pengetahuan dan kemampuan

kepada seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap data.

Kedua

statistika amat bermanfaat bagi mahasiswa ilmu

ilmu sosial di dunia

kerja kelak.

Dalam penelitian sosial, statistika dapat digunakan ole

h peneliti

sosial untuk:

1.

menyusun data, meringkas, dan menyederhanakan data;


2.

merencanakan kegiatan survei atau eksperimen yang dapat

memperkecil biaya untuk memperoleh informasi dalam jumlah

tertentu;

3.

menetapkan metode yang terbaik dalam penarik

an kesimpulan

(inferensi);

4.

melakukan evaluasi terhadap baik tidaknya suatu inferensi.

1)

Ramalan bahwa statistika akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian

yang diperlukan masyarakat dikemukakan oleh ....

A.

Kruskal Wallis

B.

H.G. Wells

C.

Likert

D.

Bogardus

2)

Statistika digunakan oleh ilmuwan sosial untuk ....


A.

penentuan batasan populasi

B.

pengembangan teori

C.

menentukan variabel

D.

merencanakan penelitian

3)

Setelah kuesioner disampaikan kepada responden peneliti akan

memasuki bagian selanjutnya dari suatu penelitian yang disebut

dengan ....

A.

pengolahan data

B.

interpretasi data

TES FORMATIF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


1.

14

Pengantar Statistik Sosial

C.
penarikan kesimpulan

D.

penarikan sampel

4)

Statistika berperanan penting pada saat melakukan terhadap data yang

dikumpulkan .

...

A.

penyederhanaan data

B.

analisis data

C.

interpretasi data

D.

pengumpulan data

5)

Bagi ilmu sosial statistika sosial diartikan sebagai ....

A.

metode statistik

B.

kumpulan angka

C.

ilmu matematika
D

data kuantitatif

Cocokkanlah jawaban An

da dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang

terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.

Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan

Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Arti tingkat penguasaan: 90

100% = baik sekali

80

89% = baik

70

79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebi

h, Anda dapat

meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2.

Bagus!

Jika masih di bawah 80%,

Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang


belum dikuasai.

Tingkat penguasaan =

Jumlah Jawaban yang Benar

100%

Jumlah Soal

ISIP4215/MODUL 1

1.

15

Kegiatan Belajar
2

Jenis
-
j
enis Statistika
audara mahasiswa, sebagaimana telah

dijelaskan dalam Kegiatan Belajar

1 bahwa definisi statistika meliputi pengumpulan data, pengorganisasian

data, penyajian data, analisis data, dan interpretasi dari hasil analisis
tersebut.

Berdasarkan definisi tersebut


,

statistika dibagi dalam dua jenis.

Berdasarkan

aktivitas yang dilakukan, statistika dapat dibedakan menjadi statistika

deskriptif (

descriptive statistics

) dan statistika inferensia (

inferential

statistics

). Sementara itu, berdasarkan metode yang digunakan dikenal

statistika parametrik dan

statistika non parametrik.

A.

STATISTIKA DESKRIPTI

F DAN STATISTIKA INF

ERENSIA

Statistika deskriptif membahas cara

cara pengumpulan data,

penyederhanaan angka

angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan

menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan


dan penyebaran untuk

memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna, dan lebih mudah

dipahami.

Statistika deskriptif dalam penelitian ilmu

ilmu sosial memiliki tiga

kegunaan, yaitu

pertama

, dengan statistika deskriptif, kumpulan data yang

diperoleh aka

n tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan

informasi inti dari kumpulan data yang ada.

Kedua

, statistika deskriptif

memungkinkan peneliti menyajikan ataupun menggambarkan datanya

dengan teknik grafik maupun teknik numerik.

Ketiga

, statistika

deskriptif

memungkinkan peneliti mengukur dua karakteristik dari setiap


respondennya

dan selanjutnya meneliti hubungan di antara kedua karakteristik (variabel)

tersebut. Selanjutnya, peneliti juga dapat membandingkan dua kelompok


yang berbeda berdasarkan k

arakteristik yang sama (misalnya perbandingan

rata

rata umur dari ibu

ibu peserta program K

eluarga

erencana (KB)

di

daerah perkotaan dan daerah pedesaan di suatu provinsi).

Keempat

, statistika

deskriptif memegang peranan penting dalam persiapan analisis d

ata. Analisis

ini dilakukan sebelum peneliti menerapkan statistika inferensia terhadap


data

penelitiannya. Istilah lain yang digunakan untuk tahap persiapan ini adalah

exploratory data analysis

S
1.

16

Pengantar Statistik Sosial

Penyajian data pada statistika deskriptif biasanya dengan mem

buat

tabulasi

penyajian dalam bentuk grafik, diagram, atau dengan menyajikan

karakteristik

karakteristik dari ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran.

Contoh aplikasi statistika deskriptif: salah satu dampak dari belum

membaiknya sektor riil adalah tinggin

ya tingkat pengangguran di Indonesia.

Pada Agustus 2004, jumlah pengangguran terbuka mencapai 10,3 juta;

Februari 2005 sebesar 10,9 juta jiwa; dan Februari 2006 mencapai 11,1
juta

jiwa. Statistika deskriptif pada contoh tersebut hanya menguraikan apa


yang

terjadi, tanpa menarik sebuah kesimpulan.

Statistika inferensia membahas cara menganalisis data serta mengambil

kesimpulan (yang pada dasarnya berkaitan dengan estimasi parameter


dan

pengujian hipotesis). Metode statistika inferensia adalah metode yang


be

rkaitan dengan analisis sebagian data sampai ke peramalan atau


penarikan

kesimpulan mengenai keseluruhan data. Sebagian data suatu variabel


dikenal

sebagai sampel, sedangkan keseluruhan datanya adalah populasi.

Dalam statistika inferensia diadakan penduga

an parameter, membuat

hipotesis, serta menguji hipotesis tersebut sampai pada pembuatan

kesimpulan yang berlaku umum. Metode ini sering disebut juga statistik

induktif, karena

kesimpulan

yang ditarik didasarkan pada informasi dari

sebagian data saja.

Stat

istika inferensia memiliki 4 karakteristik, yaitu pengamatan secara

acak, teknik (cara) penarikan sampel (sampling), data dalam bentuk angka

numerical data

), dan tujuan umum inferensia (

common inferential

objektive

).
Untuk memudahkan penjelasan mengenai k

eempat karakteristik tersebut

kita akan menggunakan kasus berikut ini sebagai contoh. Misalkan,


seorang

peneliti ingin melakukan pendugaan/estimasi tentang proporsi (dari)


pencari

kerja di Jawa Barat yang berasal dari sekolah negeri. Peneliti tersebut

berh

asil mendapatkan data dari pencari kerja di Jawa Barat pada

Tahun

1990.

Data dari 291.664 pencari kerja yang dimilikinya memuat informasi yang

cukup lengkap mengenai karakteristik pencari kerja tersebut, namun data

mengenai asal sekolah tersebut tidak terc

akup di dalamnya. Untuk meneliti

satu per satu pencari kerja tersebut tentu tidaklah efisien dari segi waktu

maupun biaya. Sebagai alternatifnya peneliti dapat menggunakan cara


yang

lebih sederhana dan lebih efisien, yaitu memilih secara random, misalnya

500 pencari kerja dari daftar yang ada. Peneliti tersebut selanjutnya dapat

menghitung proporsi pencari kerja yang berasal dari sekolah negeri

ISIP4215/MODUL 1
1.

17

berdasarkan informasi yang ada pada sampelnya. Hasil perhitungan


tersebut,

selanjutnya digunakan peneliti untuk m

enduga proporsi dari pencari kerja di

Jawa Barat (populasinya berjumlah 291.664 orang) yang memiliki

karakteristik sama. Dengan bantuan (teknik) statistika, proporsi yang

diperoleh dari data sampel (misalnya 2500 pencari kerja) akan mendekati

proporsi yang

ada di tingkat populasi (291.664 pencari kerja). Selain itu

peneliti juga dapat menentukan seberapa besar pendugaan tersebut


berbeda

(menyimpang) dari proporsi sebenarnya, yaitu pencari kerja yang berasal


dari

sekolah negeri di antara seluruh pencari ker

ja di Jawa Barat yang berjumlah

291.664 orang tersebut.

Karakteristik pertama dalam statistika inferensia adalah pengamatan

secara acak (

random observation

,
berarti bahwa pengamatan atau

pengukuran yang dilakukan tidak dapat diprediksi dengan tingkat kepa

stian

tertentu sebelumnya. Artinya, hasil dari pengamatan (pengukuran) yang

dilakukan cenderung bervariasi secara acak. Pada contoh di atas, seorang

peneliti tidak dapat menentukan bahwa seorang pencari kerja yang terpilih

secara random dari daftar yang te

rsedia berasal dari sekolah negeri atau

bukan.

Karakteristik kedua dari karakteristik inferensia berhubungan dengan

teknik penarikan sampel (

sampling

). Pada contoh di atas

terlihat bahwa

pemilihan 2500 pencari kerja sebagai sampel dilakukan secara acak da

ri

daftar yang tersedia. Daftar tersebut memuat seluruh pencari kerja di Jawa

Barat pada

Tahun

1990, yang berjumlah 291.664.

Karakteristik ketiga dari statistika inferensia berhubungan dengan data

dalam bentuk angka (


numerical data

). Maksudnya, dari sampel

yang terpilih

secara random, peneliti akan mengumpulkan data. Data yang terkumpul

tersebut merupakan pengukuran (dari karakteristik) setiap elemen yang

terpilih ke dalam sampel. Dari contoh di atas, terlihat bahwa peneliti

mengumpulkan data (informasi ten

tang asal sekolah) dari setiap elemen yang

terpilih secara acak ke dalam sampel (pencari kerja di Jawa Barat tahun

1990). Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap sampel para

pencari kerja tersebut. Hasil pengamatan terhadap asal sekolah para pen

cari

kerja tersebut bersifat kualitatif, yaitu peneliti memisahkan para pencari


kerja

tersebut pada kelompok yang berasal dari sekolah negeri dan kelompok
yang

bukan berasal dari sekolah negeri. Terhadap hasil pengamatan yang


bersifat

kualitatif ini

penel

iti dapat melakukan pengukuran (secara kuantitatif), yaitu

dengan memberikan simbol angka untuk masing

-
masing kategori kualitatif
1.

18

Pengantar Statistik Sosial

tersebut sehingga para pencari kerja yang berasal dari sekolah negeri
adalah

kelompok yang diberi simbol (angka) 1, sedangkan

mereka yang bukan

berasal dari sekolah negeri adalah kelompok yang diberi simbol (angka) 0.

Karakteristik keempat dari statistika inferensia adalah tujuan (umum)

dari statistika inferensia. Maksud dilakukannya penarikan sampel secara

random adalah untuk me

ndapatkan informasi dari sebagian elemen (unsur)

populasi yang menjadi perhatian peneliti untuk selanjutnya peneliti

melakukan penarikan kesimpulan (inferensi) mengenai keseluruhan


populasi.

Pada contoh mengenai pendugaan (estimasi) proporsi pencari kerja

di Jawa

Barat yang berasal dari sekolah negeri, populasi yang menjadi perhatian

peneliti adalah sekumpulan simbol (angka) 0 dan simbol (angka) 1 yang

mewakili karakteristik asal sekolah para pencari kerja tersebut.


Selanjutnya,

tujuan dari penarikan sampel


adalah untuk menduga proporsi dari pencari

kerja yang berasal dari sekolah negeri, yaitu proporsi dari simbol (angka) 1
di

tingkat populasi (seluruh pencari kerja di Jawa Barat pada tahun 1990).

Perlu dicatat bahwa suatu populasi atau

universe

adalah seku

mpulan

pengukuran (kuantitatif) atau skor (angka). Catatan lainnya bahwa suatu

populasi tidaklah selalu sesuatu yang nyata, tetapi dapat juga merupakan

sesuatu yang dibayangkan (

imaginary

) oleh peneliti
1.
12
Pengantar Statistik Sosial

suatu kegiatan penelitian survei atau eksperimen terdiri dari dua


kemungkinan, yaitu peneliti melakuk
an prediksi atau membuat keputusan
tentang beberapa karakteristik dari populasi atau
universe
yang menjadi pusat
perhatian peneliti. Metode inferensi dalam ilmu
-
ilmu sosial bervariasi, untuk
itu pilihan metode inferensi harus disesuaikan dengan kondisi yan
g ada.
Kegunaan statistika yang terakhir adalah dalam mengukur baik tidaknya
(
goodness
) sebuah inferensi (penarikan kesimpulan). Selain membantu
peneliti untuk menggambarkan data, sumbangan utama statistika lainnya
adalah dalam melakukan evaluasi terhadap
baik tidaknya suatu inferensi.
Hampir setiap orang dapat merancang suatu metode inferensi, namun
sering
kali kita sulit menentukan sejauh mana inferensi tersebut
(
r
eliabel
)
baik.
Selanjutnya, peneliti juga perlu menyadari bahwa ia memiliki kemungkinan
untu
k menarik kesimpulan yang keliru dalam penelitiannya yang bertujuan
membuat keputusan berdasarkan data sampel tentang suatu karakteristik
dari
sebuah populasi atau
universe
.
Jelaskanlah hubungan antara statistika dengan penelitian sosial!
Petunjuk
Jawaban Latihan
1)
Pahamilah pengertian statistika dan penelitian sosial.
2)
Pahamilah kegunaan statistika pada penelitian sosial.
3)
Diskusikanlah pemahaman Anda dengan teman Anda agar mendapatkan
pengertian yang tepat.
Istilah statistika perlu
dibedakan dengan statistik. Statistik adalah
suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka. statistika
adalah ilmu mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis, dan
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,
kerjakanlah latihan berikut!
RANGKUMAN

ISIP4215/MODUL 1
1.
13
menginterpretasikan data menjadi informasi untuk membantu
pengambilan keputusa
n yang efektif. Istilah statistika dapat pula
diartikan sebagai metode untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan,
menganalisis
,
dan menginterpretasikan data dalam bentuk angka
-
angka.
Sekurang
-
kurangnya ada dua alasan penting untuk mempelajari
statistika.
P
ertama
, statistika memberikan pengetahuan dan kemampuan
kepada seseorang untuk melakukan evaluasi terhadap data.
Kedua
,
statistika amat bermanfaat bagi mahasiswa ilmu
-
ilmu sosial di dunia
kerja kelak.
Dalam penelitian sosial, statistika dapat digunakan ole
h peneliti
sosial untuk:
1.
menyusun data, meringkas, dan menyederhanakan data;
2.
merencanakan kegiatan survei atau eksperimen yang dapat
memperkecil biaya untuk memperoleh informasi dalam jumlah
tertentu;
3.
menetapkan metode yang terbaik dalam penarik
an kesimpulan
(inferensi);
4.
melakukan evaluasi terhadap baik tidaknya suatu inferensi.
1)
Ramalan bahwa statistika akan menjadi suatu kemampuan atau keahlian
yang diperlukan masyarakat dikemukakan oleh ....
A.
Kruskal Wallis
B.
H.G. Wells
C.
Likert
D.
Bogardus
2)
Statistika digunakan oleh ilmuwan sosial untuk ....
A.
penentuan batasan populasi
B.
pengembangan teori
C.
menentukan variabel
D.
merencanakan penelitian
3)
Setelah kuesioner disampaikan kepada responden peneliti akan
memasuki bagian selanjutnya dari suatu penelitian yang disebut
dengan ....
A.
pengolahan data
B.
interpretasi data
TES FORMATIF 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1.
14
Pengantar Statistik Sosial

C.
penarikan kesimpulan
D.
penarikan sampel
4)
Statistika berperanan penting pada saat melakukan terhadap data yang
dikumpulkan .
...
A.
penyederhanaan data
B.
analisis data
C.
interpretasi data
D.
pengumpulan data
5)
Bagi ilmu sosial statistika sosial diartikan sebagai ....
A.
metode statistik
B.
kumpulan angka
C.
ilmu matematika
D
data kuantitatif
Cocokkanlah jawaban An
da dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang
terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan
Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.
Arti tingkat penguasaan: 90
-
100% = baik sekali
80
-
89% = baik
70
-
79% = cukup
< 70% = kurang
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebi
h, Anda dapat
meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2.
Bagus!
Jika masih di bawah 80%,
Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang
belum dikuasai.
Tingkat penguasaan =
Jumlah Jawaban yang Benar
100%
Jumlah Soal

ISIP4215/MODUL 1
1.
15
Kegiatan Belajar
2
Jenis
-
j
enis Statistika
audara mahasiswa, sebagaimana telah
dijelaskan dalam Kegiatan Belajar
1 bahwa definisi statistika meliputi pengumpulan data, pengorganisasian
data, penyajian data, analisis data, dan interpretasi dari hasil analisis
tersebut.
Berdasarkan definisi tersebut
,
statistika dibagi dalam dua jenis.
Berdasarkan
aktivitas yang dilakukan, statistika dapat dibedakan menjadi statistika
deskriptif (
descriptive statistics
) dan statistika inferensia (
inferential
statistics
). Sementara itu, berdasarkan metode yang digunakan dikenal
statistika parametrik dan
statistika non parametrik.
A.
STATISTIKA DESKRIPTI
F DAN STATISTIKA INF
ERENSIA
Statistika deskriptif membahas cara
-
cara pengumpulan data,
penyederhanaan angka
-
angka pengamatan yang diperoleh (meringkas dan
menyajikan), serta melakukan pengukuran pemusatan
dan penyebaran untuk
memperoleh informasi yang lebih menarik, berguna, dan lebih mudah
dipahami.
Statistika deskriptif dalam penelitian ilmu
-
ilmu sosial memiliki tiga
kegunaan, yaitu
pertama
, dengan statistika deskriptif, kumpulan data yang
diperoleh aka
n tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan
informasi inti dari kumpulan data yang ada.
Kedua
, statistika deskriptif
memungkinkan peneliti menyajikan ataupun menggambarkan datanya
dengan teknik grafik maupun teknik numerik.
Ketiga
, statistika
deskriptif
memungkinkan peneliti mengukur dua karakteristik dari setiap
respondennya
dan selanjutnya meneliti hubungan di antara kedua karakteristik (variabel)
tersebut. Selanjutnya, peneliti juga dapat membandingkan dua kelompok
yang berbeda berdasarkan k
arakteristik yang sama (misalnya perbandingan
rata
-
rata umur dari ibu
-
ibu peserta program K
eluarga
B
erencana (KB)
di
daerah perkotaan dan daerah pedesaan di suatu provinsi).
Keempat
, statistika
deskriptif memegang peranan penting dalam persiapan analisis d
ata. Analisis
ini dilakukan sebelum peneliti menerapkan statistika inferensia terhadap
data
penelitiannya. Istilah lain yang digunakan untuk tahap persiapan ini adalah
exploratory data analysis
.

S
1.
16
Pengantar Statistik Sosial

Penyajian data pada statistika deskriptif biasanya dengan mem


buat
tabulasi
penyajian dalam bentuk grafik, diagram, atau dengan menyajikan
karakteristik
-
karakteristik dari ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran.
Contoh aplikasi statistika deskriptif: salah satu dampak dari belum
membaiknya sektor riil adalah tinggin
ya tingkat pengangguran di Indonesia.
Pada Agustus 2004, jumlah pengangguran terbuka mencapai 10,3 juta;
Februari 2005 sebesar 10,9 juta jiwa; dan Februari 2006 mencapai 11,1
juta
jiwa. Statistika deskriptif pada contoh tersebut hanya menguraikan apa
yang
terjadi, tanpa menarik sebuah kesimpulan.
Statistika inferensia membahas cara menganalisis data serta mengambil
kesimpulan (yang pada dasarnya berkaitan dengan estimasi parameter
dan
pengujian hipotesis). Metode statistika inferensia adalah metode yang
be
rkaitan dengan analisis sebagian data sampai ke peramalan atau
penarikan
kesimpulan mengenai keseluruhan data. Sebagian data suatu variabel
dikenal
sebagai sampel, sedangkan keseluruhan datanya adalah populasi.
Dalam statistika inferensia diadakan penduga
an parameter, membuat
hipotesis, serta menguji hipotesis tersebut sampai pada pembuatan
kesimpulan yang berlaku umum. Metode ini sering disebut juga statistik
induktif, karena
kesimpulan
yang ditarik didasarkan pada informasi dari
sebagian data saja.
Stat
istika inferensia memiliki 4 karakteristik, yaitu pengamatan secara
acak, teknik (cara) penarikan sampel (sampling), data dalam bentuk angka
(
numerical data
), dan tujuan umum inferensia (
common inferential
objektive
).
Untuk memudahkan penjelasan mengenai k
eempat karakteristik tersebut
kita akan menggunakan kasus berikut ini sebagai contoh. Misalkan,
seorang
peneliti ingin melakukan pendugaan/estimasi tentang proporsi (dari)
pencari
kerja di Jawa Barat yang berasal dari sekolah negeri. Peneliti tersebut
berh
asil mendapatkan data dari pencari kerja di Jawa Barat pada
Tahun
1990.
Data dari 291.664 pencari kerja yang dimilikinya memuat informasi yang
cukup lengkap mengenai karakteristik pencari kerja tersebut, namun data
mengenai asal sekolah tersebut tidak terc
akup di dalamnya. Untuk meneliti
satu per satu pencari kerja tersebut tentu tidaklah efisien dari segi waktu
maupun biaya. Sebagai alternatifnya peneliti dapat menggunakan cara
yang
lebih sederhana dan lebih efisien, yaitu memilih secara random, misalnya
2
500 pencari kerja dari daftar yang ada. Peneliti tersebut selanjutnya dapat
menghitung proporsi pencari kerja yang berasal dari sekolah negeri

ISIP4215/MODUL 1
1.
17
berdasarkan informasi yang ada pada sampelnya. Hasil perhitungan
tersebut,
selanjutnya digunakan peneliti untuk m
enduga proporsi dari pencari kerja di
Jawa Barat (populasinya berjumlah 291.664 orang) yang memiliki
karakteristik sama. Dengan bantuan (teknik) statistika, proporsi yang
diperoleh dari data sampel (misalnya 2500 pencari kerja) akan mendekati
proporsi yang
ada di tingkat populasi (291.664 pencari kerja). Selain itu
,
peneliti juga dapat menentukan seberapa besar pendugaan tersebut
berbeda
(menyimpang) dari proporsi sebenarnya, yaitu pencari kerja yang berasal
dari
sekolah negeri di antara seluruh pencari ker
ja di Jawa Barat yang berjumlah
291.664 orang tersebut.
Karakteristik pertama dalam statistika inferensia adalah pengamatan
secara acak (
random observation
)
,
berarti bahwa pengamatan atau
pengukuran yang dilakukan tidak dapat diprediksi dengan tingkat kepa
stian
tertentu sebelumnya. Artinya, hasil dari pengamatan (pengukuran) yang
dilakukan cenderung bervariasi secara acak. Pada contoh di atas, seorang
peneliti tidak dapat menentukan bahwa seorang pencari kerja yang terpilih
secara random dari daftar yang te
rsedia berasal dari sekolah negeri atau
bukan.
Karakteristik kedua dari karakteristik inferensia berhubungan dengan
teknik penarikan sampel (
sampling
). Pada contoh di atas
,
terlihat bahwa
pemilihan 2500 pencari kerja sebagai sampel dilakukan secara acak da
ri
daftar yang tersedia. Daftar tersebut memuat seluruh pencari kerja di Jawa
Barat pada
Tahun
1990, yang berjumlah 291.664.
Karakteristik ketiga dari statistika inferensia berhubungan dengan data
dalam bentuk angka (
numerical data
). Maksudnya, dari sampel
yang terpilih
secara random, peneliti akan mengumpulkan data. Data yang terkumpul
tersebut merupakan pengukuran (dari karakteristik) setiap elemen yang
terpilih ke dalam sampel. Dari contoh di atas, terlihat bahwa peneliti
mengumpulkan data (informasi ten
tang asal sekolah) dari setiap elemen yang
terpilih secara acak ke dalam sampel (pencari kerja di Jawa Barat tahun
1990). Peneliti selanjutnya melakukan pengamatan terhadap sampel para
pencari kerja tersebut. Hasil pengamatan terhadap asal sekolah para pen
cari
kerja tersebut bersifat kualitatif, yaitu peneliti memisahkan para pencari
kerja
tersebut pada kelompok yang berasal dari sekolah negeri dan kelompok
yang
bukan berasal dari sekolah negeri. Terhadap hasil pengamatan yang
bersifat
kualitatif ini
,
penel
iti dapat melakukan pengukuran (secara kuantitatif), yaitu
dengan memberikan simbol angka untuk masing
-
masing kategori kualitatif

ISIP4215/MODUL 1
1.
19
Sedangkan statistika nonparametrik merupakan bagian dari statistika
inferensia yang
tidak memperhatikan nilai dari satu atau lebih parameter
populasi. Umumnya
,
validitas pada statistika nonparametrik tidak tergantung
pada model peluang yang spesifik dari populasi. Statistika nonparametrik
menyediakan metode statistika untuk menganalisis
data yang distribusinya
tidak dapat diasumsikan normal. Dalam statistika nonparametrik, data yang
dibutuhkan lebih banyak yang berskala ukur nominal atau ordinal.
C.
ALAT BANTU KOMPUTER
Pada bagian terdahulu disebutkan bahwa statistika merupakan alat
bantu
yang tidak dapat diabaikan dalam ilmu
-
ilmu sosial. Selain digunakan untuk
membantu peneliti dalam menggambarkan data, statistika juga amat
diperlukan pada tahap analisis data. Saat ini
,
untuk keperluan analisis data
secara statistik, peneliti dapat m
emanfaatkan program atau sistem program
komputer yang tersedia. Program komputer tersebut sangat membantu
peneliti karena peneliti tidak perlu lagi melakukan perhitungan
-
perhitungan
yang sulit dan rumit dalam kegiatan analisis datanya. Dalam pemanfaatan
pr
ogram komputer tersebut, peneliti hanya perlu mempelajari tujuan utama
dan asumsi
-
asumsi dari ukuran (teknik) statistik tertentu. Selanjutnya,
program komputer tersebut akan melakukan komputasi dan (bahkan)
interpretasi terhadap hasil pengolahan data terse
but.
Program komputer yang paling dikenal dalam analisis data statistik
untuk ilmu
-
ilmu sosial adalah
SPSS
, Data
-
Text, SAS, dan BMD. SPSS atau
Statistical Package for the Social Sciences
secara khusus amat bermanfaat
bagi sosiologi sebagai salah satu caban
g ilmu sosial. Masing
-
masing program
komputer ini telah menyediakan dan menyimpan program analisis datanya
di
dalam
peranti
lunak (
software
) komputernya sehingga peneliti tidak perlu
lagi menyusun atau menulis program untuk melakukan analisis datanya
secar
a statistik

ISIP4215/MODUL 1
1.
31
Sumber
: Ott.
+=
Teknik dapat digunakan, namun tidak ada
info yang kurang
-
=
Teknik statistik untuk skala tertentu, tidak dapat digunakan untuk data
dengan skala ini
Dari tabel di atas
,
terlihat bahwa teknik/prosedur statistika yang sesuai
untuk variabel berskala interval dapat juga digunakan untuk variabel
yang
diukur pada skala rasio. Hal ini dapat dilakukan karena data dari variabel
yang berskala rasio memiliki seluruh sifat yang dimiliki dari data variabel
yang berskala interval dan rasio. Namun, penggunaan teknik/prosedur
statistika dari skala pengukuran
yang lebih rendah untuk variabel dengan
skala pengukuran yang lebih tinggi dapat mengakibatkan hilangnya
sejumlah
informasi.
D.
PERBANDINGAN DATA
Pada literatur ilmu sosial sering kali dijumpai data yang merupakan
ukuran
-
ukuran relatif. Data tersebut m
erupakan hasil perbandingan dan
diwujudkan, antara lain dalam bentuk rasio (
ratio
), proporsi (
proportions
),
persentase (
percentage
), serta angka/tingkat (
rate
). Perbandingan, pada
dasarnya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui pengurangan dan
pembag
ian. Pengurangan akan menghasilkan angka absolut yang
menunjukkan perbedaan antara dua angka. Cara ini dapat diterapkan
,
baik
pada variabel berskala interval maupun berskala rasio. Pada bagian ini
,
kita
akan membahas ukuran relatif sebagai hasil dari suatu
perbandingan antara 2
pengukuran

ISIP4215/MODUL 1
1.
35
data yang dikumpulkan. Semakin banyak pembulatan yang dilakukan
peneliti, semakin rendah tingkat ketelitian (kualitas) dari pengukuran
yang
dilakukan. Untuk itu, peneliti perlu mengetahui keterbatasan
-
keterbatasan
dari prosedur pembulatan yang dilakukan sehingga dengan mengetahui
unit
pengukuran dari pembulatan, peneliti dapat menetapkan batas nyata
(sebenarnya) dari suatu pengukuran sek
aligus akurasi dari data yang telah
dibulatkan.
Kedua
, apabila peneliti melakukan perhitungan, pembulatan
hendaknya dilakukan setelah seluruh proses perhitungan selesai
dilakukan.
Prinsip ini akan mengurangi kesalahan akibat pembulatan (
rounded error
).
Ket
iga prosedur dalam pembulatan tidak bersifat universal, sering kali
merupakan hasil kesepakatan di mana kesepakatan tersebut dapat saja
berbeda di setiap negara.
Soal:
Lakukanlah pembulatan bilangan
-
bilangan
di bawah
ini!
1.
715,451 = ..................(hingga pe
rseratusan)
725,451 = ..................(hingga persepuluhan)
735,451 = ..................(hingga satuan)
2.
57,1505 = ..................(hingga perseratusan)
57,2501 = ..................(hingga persepuluhan)
57,5401 = ..................(hingga satuan)
3.
62,23500 = .................(hingga perseratusan)
63,15500 = .................(hingg
a persepuluhan)
64,54900 = .................(hingga satuan)
Penyelesaian Soal:
1.
715,451 = 715,45
(hingga perseratusan)
725,451 = 725,5
(hingga persepuluhan)
735,451 = 736
(hingga satuan)

ISIP4215/MODUL 1

1.

35

data yang dikumpulkan. Semakin banyak pembulatan yang dilakukan

peneliti, semakin rendah tingkat ketelitian (kualitas) dari pengukuran

yang

dilakukan. Untuk itu, peneliti perlu mengetahui keterbatasan

keterbatasan

dari prosedur pembulatan yang dilakukan sehingga dengan mengetahui


unit

pengukuran dari pembulatan, peneliti dapat menetapkan batas nyata

(sebenarnya) dari suatu pengukuran sek

aligus akurasi dari data yang telah

dibulatkan.

Kedua

, apabila peneliti melakukan perhitungan, pembulatan

hendaknya dilakukan setelah seluruh proses perhitungan selesai


dilakukan.
Prinsip ini akan mengurangi kesalahan akibat pembulatan (

rounded error

).

Ket

iga prosedur dalam pembulatan tidak bersifat universal, sering kali

merupakan hasil kesepakatan di mana kesepakatan tersebut dapat saja

berbeda di setiap negara.

Soal:

Lakukanlah pembulatan bilangan

bilangan

di bawah

ini!

1.

715,451 = ..................(hingga pe

rseratusan)

725,451 = ..................(hingga persepuluhan)

735,451 = ..................(hingga satuan)

2.

57,1505 = ..................(hingga perseratusan)

57,2501 = ..................(hingga persepuluhan)

57,5401 = ..................(hingga satuan)

3.
62,23500 = .................(hingga perseratusan)

63,15500 = .................(hingg

a persepuluhan)

64,54900 = .................(hingga satuan)

Penyelesaian Soal:

1.

715,451 = 715,45

(hingga perseratusan)

725,451 = 725,5

(hingga persepuluhan)

735,451 = 736

(hingga satuan)

Saudara mahasiswa, Anda telah mempelajari metode pembulatan.

Untuk memantapkan pemahaman Anda coba kerjakan soal latihan di

bawah ini. Cobalah mengerjakan sendiri, kemudian cocokkan jawaban

Anda dengan jawaba

n yang ada dalam penyelesaian soal.


1.

36

Pengantar Statistik Sosial

2.

57,1505 = 57,15
(hingga perseratusan)

57,2501 = 57,3

(hingga persepuluhan)

57,5401 = 58

(hingga satuan)

3.

62,23500 = 62,24

(hingga perseratusan)

63,15500 = 63,2

(hingga persepuluhan)

64,54900 = 64

(hingga satuan)

F.

VALIDITAS DAN RELIAB

ILITAS

Pada bagian

bagian terdahulu kita telah membahas dua cabang dari ilmu

statistika

de

skriptif dan inferensia

yang tidak hanya membantu peneliti

dalam menyajikan atau menggambarkan data penelitian sosial, tetapi juga

membantu peneliti untuk mengetahui kualitas dari suatu inferensi

(kesimpulan) suatu penelitian sosial. Pengetahuan peneliti

tentang kualitas

inferensinya memungkinkan peneliti tersebut melakukan evaluasi terhadap

peluang pembuatan keputusan yang keliru mengenai populasi yang ia teliti.

Di samping kaitannya dengan kualitas inferensi, peneliti juga perlu

memperhatikan dua hal pe

nting, yaitu masalah validitas (

validity

) dan

reliabilitas (

reliability

) dalam suatu proses pengukuran. Dalam penelitian

dengan pendekatan kuantitatif peneliti dapat melakukan pengumpulan data

primernya dengan teknik survei maupun teknik eksperimen. Dalam

pengumpulan data tersebut peneliti akan memusatkan perhatiannya pada

variabel

variabel tertentu. Validitas suatu pengukuran, akan menjawab

pertanyaan "Apakah variabel

-
variabel (indikator) yang diteliti benar

benar

mengukur (mewakili) variabel

variabel yang

akan diukur?, sedangkan

reliabilitas akan menjawab pertanyaan: Apakah (hasil) pengukuran dari

variabel (indikator) yang diteliti konsisten atau dapat diandalkan?"

Untuk melakukan evaluasi terhadap validitas suatu penelitian kita dapat

menggunakan bebera

pa etnik. Evaluasi terhadap validitas permukaan (

ace

alidity

) dapat dilakukan dengan memeriksa instrumen pengumpulan data

(misalnya daftar pertanyaan atau kuesioner), yaitu dengan memeriksa


apakah

pertanyaan

pertanyaan yang diajukan sudah dirumuskan deng

an baik dan
difokuskan pada variabel yang diteliti. Cara lainnya, dengan meminta
peneliti

yang ahli dalam bidang kajian yang kita teliti untuk melakukan evaluasi

terhadap instrumen yang digunakan. Peneliti juga dapat memeriksa


validitas

instrumennya dengan

menerapkan instrumen tersebut kepada kelompok

ISIP4215/MODUL 1

1.

37

masyarakat yang telah diketahui orientasi, aspirasi atau preferensinya

mengenai gejala yang sedang diteliti.

Untuk reliabilitas, kita melakukan evaluasi terhadap konsistensi, yaitu

apakah instrumen pengukuran

(kuesioner) yang digunakan akan memberikan

hasil pengamatan yang sama jika diterapkan pada sampel (kelompok

responden) yang sama pada waktu berbeda? Seperti halnya validitas


terdapat

beberapa cara dalam menguji reliabilitas suatu instrumen. Salah satu cara

yang paling sering digunakan adalah prosedur

test

retest
. Dengan prosedur

ini, instrumen pengukuran yang diuji diterapkan setidaknya dua kali pada

sampel yang sama. Jika instrumen tersebut dapat diandalkan (

reliable

) maka

hasil dua kali pengumpulan data (

pengamatan) tidak akan jauh berbeda.

Dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif, perdebatan sering kali

lebih berkisar pada apakah konsep

konsep penelitian telah didefinisikan

secara benar dari awal baik dalam hal definisi konseptual maupun

operasion

alnya. Dengan demikian, peneliti perlu menyusun kriteria

operasional untuk pengukuran suatu kasus (responden) yang diteliti. Jika

tidak demikian maka hasil penelitian tersebut akan keliru dan


menyesatkan.

Suatu peneliti dikatakan berhasil jika hasil pengum

pulan datanya valid dan

reliable

Namun, dapat saja suatu instrumen penelitian memberikan informasi

yang
reliable,

tetapi tidak valid. Ini menunjukkan bahwa hal

hal yang

berhubungan dengan validitas dan reliabilitas bukanlah hal yang


sederhana.

Hanya saja

seseorang peneliti harus memperhatikan kedua hal tersebut, baik

saat ia melakukan penelitiannya ataupun saat ia menggunakan hasil

penelitian orang lain. Pembahasan lebih terperinci mengenai validitas dan

reliabilitas diberikan pada kajian mengenai metodolo

gi penelitian, rancangan

sampel untuk penelitian survei dan penyusunan instrumen penelitian,

khususnya daftar pertanyaan (kuesioner).

Saudara mahasiswa, Anda telah mempelajari materi validitas dan

reliabilitas.

Sekarang tugas Anda adalah mencari laporan penelitian dan

deskripsikan bagaimana penelitian tersebut melakukan uji validitas dan

reliabilitas

.
1.

42

Pengantar Statistik Sosial


4)

D.

Pengurangan adalah metode membandingkan data untuk skala

interval dan rasio.

5)

B.

Uji yang dilakukan untuk menguji konsistensi instrumen suatu

penelitian disebut dengan reliabilitas.

ISIP4215/MODUL 1

1.

43

Glosarium
Data primer

ata yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh

peneliti, langsung dari responden

penelitiannya.

Data Sekunder

D
ata yang diperoleh dalam bentuk yang sudah

jadi, yaitu diolah dan disajikan oleh pihak lain

Elemen sampel

sampling

element

ujuan akhir

dari (proses) penarikan sampel.

Cakupan

sampling element

dapat sama, tetapi

dapat juga lebih sempit dari sampling unit.

Generalisasi

istilah lain untuk generalisasi adalah

empirical

generalization

. Istilah ini diartikan sebagai

suatu pernyataan mengenai

hubungan yang ada


di antara gejala yang diteliti, di mana

pernyataan tersebut disusun dengan pertama

kali mengamati adanya hubungan tersebut pada

satu atau beberapa kasus (kegiatan) penelitian

dan kemudian melakukan generalisasi dengan

mengatakan bahwa hu

bungan tersebut berlaku

di

hampir) semua kasus (kegiatan penelitian).

Konseptualisasi

uatu proses dalam memberikan arti untuk

suatu konsep, di mana arti atau batasan tersebut

diberikan dalam bentuk definisi teoretis atau

pengertian yang abstrak.

Kons

tanta

tribut yang tidak memiliki variasi (Argyrous,

1997) atau gejala yang tidak mengalami


perubahan pada saat dilakukan p

engamatan

dari waktu ke waktu

Operasionalisasi

uatu proses mengembangkan definisi

operasional untuk suatu konsep.

Pengukuran

Pengukuran (

measurement

) dalam penelitian

kuantitatif, mengacu pada usaha

mengembangkan definisi yang jelas, tajam

(dari suatu konsep) dan mengembangkan suatu

alat ukur (dalam bentuk alat, prosedur maupun

instrumen) yang akan menghasilkan temuan

yang ak

urat dan cermat.

ISIP4215/MODUL 1
1.

45

Daftar Pustaka
Babbie, Earl. (1995).

The Practice of Social Research

.7
th

ed. Belmont:

Wadsworth Publishing Company.

Bailey, Kenneth D. (1994).

Methods of Social Research

.4
th

ed. New York:

Th

e Free Press

Dajan, Anto. (1995).

Pengantar Metode Statistik Jilid I

. Jakarta: LP3S.

Kusharianingsih. (2001).

BMP Pengantar Statistik Sosial

. Universitas

Terbuka.
Lind, A. Dauglass, William G. Marchal and Robert D. Mason, (2002).

Statistical Techniques

in Business & Economics

. McGraw

Hill Irwin.

Hal, 1

20

Marshall, Gordon. (1994).

Concise Dictionary of Sociology

. Oxford: New

York.

Miller, Delbert C. (1991).

Handbook of Research Design and Social

Measurement

. 5thed. Newbury Park: Sage publication.

Nach

mias and Nachmias. (1992).

Research Methods in the Social Science

4th ed. New York: St. Martin's

Neuman, W. Lawrence. (1997).


Social Research Methods Qualitative and

Quantitative Aprroaches

.3
rd

.ed. Boston: Allyn and Bacon.

Ott..

et.al

. (1992).

Statis

tics A Tool for the Social Sciences

.5
th

ed. Belmont,

California: Duxburypress.

Purwanto, Suharyadi, 2003,

Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan

Modern

, Jakarta: Salemba Empat.

Sproull, Natalia L. (1998).

Handbook of Research Methods aguide for

practition

ers and students in the social sciences

. Metuchen, N.J.: The


Screcrow Press

Supranto, J. (1982).

Statistik untuk Pimpinan & Usahawan

. Jakarta: Penerbit

Erlangga