Anda di halaman 1dari 38

Winda Meliawati/ 1203414121963/off.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Identitas Sekolah : SMA Negeri Malang


Identitas Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI/2
Materi Pokok : Sistem Pernafasan
Alokasi Waktu : 2x Pertemuan (4x45 menit)

I. KOMPETENSI INTI

a. KI-1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


b. KI-2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleransi, damai), santun responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
c. KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan dan peradaban terkait penyebab penyebab fenomena dan kejadian serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan masalah.
d. KI-4 :Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.
II. KOMPETENSI DASAR
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang sistem respirasi dan
mengaitkannya dengan bioprosesnya
2.1 Berperilaku ilmiah: teliti, tekun, jujur sesuai data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,dan
peduli dalam observasi dan eksperimen, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan
dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai,
berpendapat secara ilmiah dan kritis, responsif dan proaktif dalam dalam setiap tindakan dan
dalam melakukan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/laboratorium maupun di luar
kelas/laboratorium.

3. 8 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dan
mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pernapasan serta
gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan simulasi.

4.8 Menyajikan hasil analisis tentang kelainan pada struktur dan fungsi jaringan organ
pernapasan/respirasi yang menyebabkan gangguan sistem respirasi manusia melalui berbagi
bentuk media presentasi.

III. INDIKATOR
1.1.1 Menunjukkan kekaguman terhadap keteraturan dan kompleksitas sistem pernafasan
manusia.
2.1.1 Mampu berdiskusi dan bekerja sama dengan teman kelompok mengenai tugas komponen
penyusun pernafasan beserta prosesnya.
2.1.2 Berani mengajukan pertanyaan / argumentasi mengenai presentasi dari kelompok lain
tentang organ sistem pernafasan.
3.8.1 Menjelaskan struktur alat-alat pernafasan pada manusia.
3.8.2 Menjelaskan fungsi alat-alat pernafasan pada manusia.
3.8.3 Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.
3.8.4 Mengidentifikasi alat-alat pernafasan pernapasan hewan
3.8.5 Menjelaskan kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan.
4.8.1. Mempresentasikan hasil analisis mengenai penyebab, dan dampak kelainan pada system
respirasi.

IV. TUJUAN

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan sebagai berikut:

Pertemuan 1

1.1.1.1 Menunjukkan kekaguman terhadap keteraturan dan kompleksitas sistem pernafasan


manusia.

2.1.2.1 Berani mengajukan pertanyaan dan argumentasi mengenai presentasi tugas dari
kelompok lain tentang organ sistem pernafasan.

3.8.1.1 Menjelaskan struktur alat-alat pernafasan pada manusia melalui demonstrasi


menggunakan gambar sistem pernafasan.

3.8.1.1 Menjelaskan fungsi alat-alat pernafasan pada manusia melalui demonstrasi menggunakan
gambar sistem pernafasan.

3.8.1.3 Menjelaskan volume udara pernapasan melalui kegiatan praktikum.

Pertemuan ke 2

3.8.2.1 Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia melalui power point.

3.8.2.2 Membedakan proses inspirasi dan ekspirasi melalui power point.

3.8.3.1 Mengidentifikasi alat-lat pernafasan dan proses pernapasan hewan invertebrate melalui
penngamatan gambar.

3.8.3.2 Mengidentifikasi alat-lat pernafasan dan proses pernapasan hewan vertebrate melalui
pengamata gambar.

3.8.4.1 Menjelaskan kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan melalui pengamatan
gambar.

3.8.4.2 Menjelaskan cara menanggulangi penyakit pada system respirasi manusia melalui
diskusi.
V. MATERI POKOK

Fakta :
Konsep

struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi

organ yang menyusun sistem pernapasan

fungsi organ yang menyusun sistem pernapasan

Mekanisme Pernapasan pada manusia dan hewan (serangga dan burung)


Inspirasi

ekspirasi

Pernapasan Dada

Pernapasan perut

Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan

Transport dan pertukaran gas

Proses Pertukaran O2 dan CO2 di alveolus

Proses Pertukaran O2 dan CO2 di sel-sel jaringan tubuh

Mekanisme Pernapasan pada hewan (serangga dan burung)

gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia

Kelainan dan penyakit yang terjadi.

Prinsip

struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi

Mekanisme Pernapasan pada manusia dan hewan (serangga dan burung)

gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia

Prosedur
VI. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Pendekatan : Saintific
Metode : Ceramah, diskusi, presentasi,tanya jawab.
Model : Inkuiri terbimbing.
Pertemuan ke 2
Pendekatan : Saintific
Metode : Ceramah, diskusi, presentasi,tanya jawab.
Model : inkuiri terbimbing
VII. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER BELAJAR
Media : Video , Lks, Power Point (Terlampir)
Alat : LCD, Papan tulis , Spidol
Sumber Belajar :
Priadi, Arif. 2009. Biologi 2 bilingual. Jakarta : Yudistira.
Campbel. 2006. Biology seventh edition. California : The Benjamin cummings publishing.
VIII. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
Pertemuan 1 :

Tahap Tingkah Laku Alokasi


Guru Siswa Waktu
Pembukaan Guru mengucapkan salam. Siswa menjawab 10
Guru melakukan presensi salam menit
Siswa menanggapi
Guru menyampaikan semua tujuan saat dipresensi
pembelajaran Siswa
Guru memberikan apersepsi Coba mendengarkan
kalian tutup hidung kalian dua detik tujuan
saja, apa yang kalian rasakan ? pembelajaran
Guru memberikan motivasi, bagaimana Siswa menjawab
jika kita mengalami flu dan hidung kita tidak bisa bernafas
mampet, apakah kita harus bernafas bu
lewat mulut ? (konflik kognitif)
Guru menginstruksikan siswa untuk
berkelompok masing-masing anggota 4 siswa menjawab
orang dengan mengaitkan
peristiwa sehari-
hari yang pernah
mereka alami
Inti Guru menyiapkan torso di depan kelas. 70
Guru menunjuk salah satu siswa untuk menit
maju kedepan menjelaskan organ-organ Siswa
pernafasan beserta fungsinya melalui memperhatikan
torso yang disediakan dengan penjelasan guru di
dibimbing oleh guru. depan.
Guru memberikan penghargaan pada
siswa yang telah mendemonstrasikan
organ-organ pernafasan beserta
fungsinya Siswa menerima
Guru membagikan LKS dan pengahargaan guru
membagikan peralatan yang akan dan kembali ke
digunakan untuk praktikum. kelompoknya.
Menanya : Siswa mengikuti
Berdasarkan praktikum yang akan prosedur praktikum
dilakukan, guru meminta siswa untuk yang sudah di tulis
menuliskan rumusan masalah apa saja pada LKS.
yang bisa dibuat, beserta hipotesisnya ? Siswa membuat
Mengamati rumusan masalah.
Guru membimbing siswa melakukan Siswa melakukan
pengamatan terhadap teman yang pengamatan.
sedang menjadi subjek percobaan.
Mengumpulkan Data
Guru mengingatkan siswa untuk
mencatat setiap data yang telah Siswa menuliskan
diperoleh data di papan tulis
Mengasosiasikan dam
Guru mentabulasikan data yang memperhatikan,
diperoleh siswa pada papan tulis, dan mencatat masukan
meminta masing-masing perwakilan yang disampaikan
kelompok menuliskan datanya di depan oleh guru.
kelas.
Guru memberikan penjelasan mengenai
hasil praktikum yang diperoleh siswa
sekaligus melakukan klarifikasi pada Siswa menuliskan
data yang telah diperoleh siswa.Dan datanya di depan
mempersilahkan siswa menanyakan kelas.
sesuatu yang belum jelas.
Mengkomunikasikan
Secara acak guru menunjuk peserta
didik mempresentasikan hasil
praktikum dan membacakan
Siswa
kesimpulannya
Guru menyempurnakan kesimpulan memperhatikan
yang telah disampaikan peserta didik penjelasan guru dan
menanyakan hal
Guru menginstruksikan siswa untuk
yang belum jelas
mengembalikan peralatan praktikum
kepada guru.
dan kembali ke tempat duduk masing-
masing.

Penutup Guru menunjuk salah satu satu siswa Siswa membuat 10


dan membimbing siswa tersebut untuk kesimpulan secara menit
membuat kesimpulan pembelajaran hari lisan
ini.
Guru menginformasikan materi yang Siswa
akan dipelajari siswa pada pertemuan mendengarkan dan
selanjutnya dan mengingatkan untuk mencatat materi
mengumpulkan laporan praktikum hari yang harus
ini pada pertemuan selanjutnya.. dipelajari di rumah
untuk pertemuan
selanjutnya
Guru mengakhiri dengan salam. Siswa menjawab
salam

Pertemuan 2

Tahap Tingkah Laku Alokasi


Guru Siswa Waktu
Pembukaan Guru mengucapkan salam. Siswa menjawab 10
Guru melakukan presensi salam menit
Siswa menanggapi
Guru menyampaikan semua tujuan saat dipresensi
pembelajaran Siswa
Guru memberikan apersepsi mendengarkan
menampilkan gambar penyakit yang tujuan
menyerang pernafasan ? pembelajaran
Guru memberikan motivasi, bagaimana Siswa menjawab
jika kita mengalami flu dan hidung kita tidak bisa bernafas
mampet, apakah kita harus bernafas bu
lewat mulut ? (konflik kognitif)
Guru menginstruksikan siswa untuk
berkelompok masing-masing anggota 4 siswa menjawab
orang dengan mengaitkan
peristiwa sehari-
hari yang pernah
mereka alami
Inti Guru menyiapkan gambar alat 70
pernafasan avertebrata dan vertebrata menit
di depan kelas. Siswa
Guru menunjuk salah satu siswa untuk memperhatikan
maju kedepan menjelaskan organ-organ penjelasan guru di
pernafasan beserta fungsinya melalui depan.
gambar yang disediakan dengan
dibimbing oleh guru.
Guru memberikan penghargaan pada
siswa yang telah mendemonstrasikan Siswa menerima
organ-organ pernafasan beserta pengahargaan guru
fungsinya dan kembali ke
Guru menayangkan ppt dan kelompoknya.
menjelaskan mekanisme pernafasan. Siswa mengikuti
Menanya : prosedur praktikum
Guru meminta siswa untuk menuliskan yang sudah di tulis
rumusan masalah apa saja yang bisa pada LKS.
dibuat, beserta hipotesisnya ? Siswa membuat
Mengamati rumusan masalah.
Guru membimbing siswa melakukan Siswa melakukan
pengamatan terhadap proses inspirasi pengamatan.
dan ekspirasi secara individual.
Mengumpulkan Data
Guru mengingatkan siswa untuk
mencatat apa yang mereka rasakan Siswa menuliskan
saat mempraktikan inspirasi dan data di papan tulis
ekspirasi dam
Mengasosiasikan memperhatikan,
Guru memberikan penjelasan mengenai mencatat masukan
hasil praktikum yang diperoleh siswa yang disampaikan
sekaligus melakukan klarifikasi pada oleh guru.
data yang telah diperoleh siswa.Dan
mempersilahkan siswa menanyakan
sesuatu yang belum jelas.
Mengkomunikasikan Siswa menuliskan
Secara acak guru menunjuk peserta datanya di depan
didik membacakan kesimpulan kelas.
pembelajaran hari ini.
Guru menyempurnakan kesimpulan
yang telah disampaikan peserta didik Siswa
memperhatikan
penjelasan guru dan
menanyakan hal
yang belum jelas
kepada guru.
Penutup Guru menunjuk salah satu satu siswa Siswa membuat 10
dan membimbing siswa tersebut untuk kesimpulan secara menit
membuat evaluasi pembelajaran hari lisan
ini.
Guru menginformasikan materi yang Siswa
akan dipelajari siswa pada pertemuan mendengarkan dan
selanjutnya dan mengingatkan untuk mencatat materi
mengumpulkan laporan praktikum hari yang harus
ini pada pertemuan selanjutnya.. dipelajari di rumah
untuk pertemuan
selanjutnya
Guru mengakhiri dengan salam. Siswa menjawab
salam
Malang ,7 Juli 2015
Mengetahui:
Kepala Sekolah Guru Biologi,

Drs. Nurdin Winda Meliawati


NIP.12345678910 NIP. 1114040162
LAMPIRAN

LEMBAR KEGIATAN SISWA


SISTEM PERNAPASAN MANUSIA

Nama anggota kelompok / No.Urut

1. ........................................................... / ................
2. .......................................................... / .................
3. ......................................................... / ..................
4. ......................................................... / ..................
5. ......................................................... / ..................
KD :
3.8 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem respirasi dan
mengaitkannya dengan bioprosesnya sehingga dapat menjelaskan proses pernapasan serta
gangguan fungsi yang mungkin terjadi pada sistem respirasi manusia melalui studi literatur,
pengamatan, percobaan, dan simulasi.

Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui percobaan dan pengamatan menggunakan spirometer sederhana
Siswa terampil mengukur volume paru-paru seseorang.

Petunjuk Penggunaan LKS


Sistem Pernapasan Manusia

1. Sebelum mengerjakan pelajari di buku siswa materi sistem


pernapasan pada manusia dengan baik, jika ada yang kalian
belum pahami tanyakan kepada guru yang bersangkutan.

2. Setelah selesai membaca, kerjakan LKS ini secara


berkelompok

Pendahuluan

Mengukur volume paru-paru, dapat dilakukan dengan alat yang disebut


Spirometer. Berikut ini prosedur sederhana untuk mengukur volume paru-paru menggunakan
spirometer sederhana.

Sketsa Spirometer Sederhana


A. Alat dan Bahan
1. Spirometer sederhana
2. balon
3. Milimetre blog
4. Air berwarna

B. Prosedur

1. Masukan air yang telah diberi pewarna kedalam botol A


2. Tiup balon sebagai tempat untuk udara hasil pernapasan yang akan kita ukur
3. Tempelkan mulut balon dengan mulut botol, usahakan tidak ada udara yang keluar
4. Udara dalam balon akan menekan air untuk berpindah ke botol B
5. Pengukuran volume udara pernapasan manusia dapat dilakukan dengan melihat
perpindahan volume air dari botol A ke botol B.
6. Salinlah grafik/milimetre blok pada buku catatanmu perhatikan sumbu mendatar (X)
yang menyatakan diameter balon dalam cm, sedangkan sumbu tegak (Y) menyatakan
volume paru-paru dalam cm3. Air yang berpindah dari balon A ke balon B menyatakan
volume paru-paru.
7. Volume paru-paru yang kamu peroleh disebut kapasitas vital paru-paru yaitu jumlah
udara yang dapat kamu hembuskan sekuat-kuatnya setelah pengambilan napas sedalam-
dalamnya.
8. Ulangi percobaan sampai 3 kali ulangan dengan subjek percobaan yang berbeda.

C. Data
Ulangan ke- Jenis kelamin subyek Diameter balon Volume kapasitas
vital paru-paru
1
2
3
Diskusi
a. Apakah volume udara pernapasan setiap orang sama? Mengapa demikian?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------
b. Bagaimana Kapasitas vital pernapasan laki-laki dan wanita apakah juga sama?
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
c. Jelaskan faktor-faktor yang berpengaruh pada frekuensi pernapasan!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------
KESIMPULAN
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lampiran Pedoman Observasi Sikap Spiritual ( terlampir )

Nama Peserta Didik :


Kelas : XI MIA .
Tanggal Pengamatan :
Materi Pokok :Sistem Pernapasan

Skor
No Aspek Pengamatan
4
1 2 3
1 Berdoa sebelum dan sesudah
melakukan sesuatu
2 Mengucapkan rasa syukur atas
karunia Tuhan
3 Memberi salam sebelum dan sesudah
menyampaikan pendapat/presentasi
4 Mengungkapakan kekaguman secara
lisan maupun tulisan terhadap Tuhan
saat melihat kebesaran Tuhan
5 Merasakan keberadaan dan
kebesaran Tuhan saat mempelajari
ilmu pengetahuan
Jumlah Skor
Lembar Penilaian Kognitif

No Soal Kunci Jawaban Bobot Nilai


1 Berdasarkan kegiatan percobaan yang Jumlah keseluruhan udara 25
telah dilakukan apa yang kalian yang tertampung di dalam paru-
pahami tentang volume pernafasan ? paru.
2 Percobaan yang telah dilakukan kapasitas vital paru-paru yaitu 25
bertujuan untuk mengukur kapasitas jumlah udara yang dapat
vital paru-paru, apa yang kalian kamu hembuskan sekuat-
ketahui tentang hal tersebut ? kuatnya setelah pengambilan
napas sedalam-dalamnya.

3. Apakah pada jenis kelamin yang Mempengaruhi, Frekuensi 25


berbeda memiliki kapasitas vital pernapasan laki-laki lebih
paru-paru yang berbeda ? cepat dari pada perempuan
karena laki-laki membutuhkan
banyak energi untuk beraktifitas,
berarti semakin banyak pula
oksigen yang diambil dari udara
hal ini terjadi karna lelaki
umumnya beraktifitas lebih
banyak dari pada perempouan.
4. Faktor apa sajakah yang dapat Umur, jenis kelamin, kondisi 25
mempengaruhi frekuensi pernafasan tubuh, posisi tubuh
seseorang ?
Lembar Pengamatan Sikap

Berilah tanda check list (V) pada pilihan 1, 2, 3 atau 4 berdasarkan pekerjaan siswa dalam
LKS !
KELOMPOK Teliti Rapi Disiplin Skor
1. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
2.
3.
Dst
Keterangan :
1 : kurang
2 : cukup
3 : baik
4 : baik sekali
Rubrik Penilaian Afektif Lembar Kerja Siswa (LKS)
Aspek yang Aturan penilaian
dinilai
1 Teliti 1. Tidak teliti dalam mengerjakan LKS.
2. Kurang teliti dalam mengerjakan LKS sehingga banyak yang salah
3. Teliti dalam mengerjakan LKS tetapi jawaban kurang lengkap.
4. Teliti dan sangat lengkap jawaban pada LKS.
2 Rapi 1. Tidak rapi dan tidak jelas dalam mengerjakan LKS
2. Kurang rapi dan kurang jelas dalam mengerjakan LKS
3. Rapi dalam mengerjakan LKS tetapi kurang jelas.
4. Rapi dan sangat jelas dalam mengerjakan LKS.
3 Disiplin 1. Tidak mengumpulkan LKS
2. Waktu pengumpulan LKS tidak tepat waktu ketentuan.
3. Mengumpulkan tepat waktu ketentuan.
4. Mengumpulkan sebelum waktu ketentuan.
NILAI AFEKTIF MAKSIMAL = (Skor Perolehan/12) x 100 = 100
Penilaian Kinerja

No Aspek yang dinilai Penilaian


1 2 3
1 Meggunakan alat
2 Pengamatan
3 Data yang diperoleh
4 Kesimpulan

Rubrik:

Aspek yang Penilaian


dinilai 1 2 3
Menggunakan Penggunaan alat penggunaan alat Penggunaan alat
alat tidak benar benar, tetapi tidak benar, rapi, dan
rapi atau tidak memperhatikan
memperhatikan keselamatan kerja
keselamatan kerja
Pengamatan Pengamatan Pengamatan Pengamatan cermat
tidak cermat cermat, tetapi dan bebas
mengandung interpretasi
interpretasi
Data yang Data tidak Data lengkap, Data lengkap,
diperoleh lengkap tetapi tidak terorganisir, dan
terorganisir, atau ditulis dengan
ada yang salah benar
tulis
Kesimpulan Tidak benar atau Sebagian Semua benar atau
tidak sesuai kesimpulan ada sesuai tujuan
tujuan yang salah atau
tidak sesuai
tujuan
LAMPIRAN MATERI

SISTEM PERNAPASAN/RESPIRASI

Sistem pernapasan pada manusia adalah sistem organ yang digunakan untuk menghirup
oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.

Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk
pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.

Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan


mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.

Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas
terjadi pelepasan energi.

Sistem pernapasan pada manusia mencakup saluran pernapasan , mekanisme pernapasan


dan gangguan sistem pernafasan.

A. Alat atau Saluran Pernafasan Manusia

Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh
manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang
diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan
berakhir pada paru-paru.

Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: Rongga hidung - Pharing - Laryng -
Trachea - Bronkus - Bronchiolus - Alveolus- Paru-paru/Pulmo. Perhatikan gambar di
bawah ini :
1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)

Rongga hidung berlapis selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk
lewat saluran pernapasan, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan
kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).

Terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang
masuk bersama udara.

Terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan
udara yang masuk (sebagai heatter)

2. Faring (pangkal tenggorokan)

Faring merupakan percabangan 2 saluran berupa nasofarings bagian depan saluran


pencernaan dan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita
vocalis).

Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara (Laring) bergetar dan
terdengar sebagai suara.

3. Laring

Laring ini terdapat di antara faring dan trakea.

Dindingnya terdiri dari 9 buah tulang rawan.

Di dalamnya terdapat epiglotis dan pita suara .

Pada saat kita menelan makanan, epiglotisnya ditutup agar makanan bisa diarahkan ke
kerongkongan, sehungga kita engga keselek

Tetapi harus hati-hati ! jika makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan
masuk ke saluran pernapasan ( Keselek) karena saluran pernapasan pada saat tersebut
sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan,
bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan
kesehatan.

4. Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya 10 cm, terletak sebagian di leher dan
sebagian di rongga dada (torak).

Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, Pada bagian
dalam rongga terdapat epithel bersilia.

Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran


pernapasan.

5. Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki/bronchus)

Merupakan cabang Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus
kanan dan bronkus kiri

Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus
bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya
melingkari lumen dengan sempurna.
Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

6. Alveolus
alveolusmrupakan struktur berbentuk bola-bola mungil atau gelembung paru-paru yang diliputi
oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam
kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

7. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh
otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Jaringan paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam
yang sangat lebar untuk pertukaran gas.

Paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus, sedangkan paru-paru kiri terdiri dari 2 lobus.

Setiap lobus terdiri dari bagian yang lebih kecil disebut lobulus.

Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah.
Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter 1 mm,
dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus.

Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan
di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia.

Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung
udara (alveolus)

Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu
sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon.

Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka
memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan

Paru paru disusun oleh otot otot pernafasan otot utama :M.Intercostalis,
M.Diafragmatika dan otot tambahan : M.Pectoralis mayor, M.Pectoralis minor, M.
Latisimus dorsi, M. Sternocleidomastoideus.

7. Pleura

Pleura merupakan selaput pembungkus paru, terdiri atas :

1. Pleura Viscerale : melekat pd paru-paru , selaput bagian dalam yang langsung


menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam

2. Pleura Parietale : melapisi dinding dada

3. Pleura Costalis : melapisi iga-iga , berupa selaput yang menyelaputi rongga dada yang
bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar

4. Pleura Diafragmatika : melapisi diafragma

5. Pleura Servicalis : terletak di leher

Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi
sebagai pelumas paru-paru

Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga
pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.
B. Mekanisme Pernapasan

Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan
tertidur sekalipun karna sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom.

Menurut tempat terjadinya pertukaran gas, maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis,

1. Pernapasan luar (Eksternal) terjadinya pertukaran udara antara udara dalam alveolus
dengan darah dalam kapiler

2. Pernapasan dalam (Insternal) adalah pertukaran udara antara darah dalam kapiler dengan
sel-sel tubuh.

Keluar masuk udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam
rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh.

Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk.

Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar.

Dalam pernapasan selalu terjadi dua siklus, yaitu inspirasi (menghirup udara) dan
ekspirasi (mengeluarkan udara).

Berdasarkan cara melakukan inspirasi dan ekspirasi serta tempat terjadinya, manusia
dapat melakukan 2 mekanisme pernapasan, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernapasan dada dan perut terjadinya secara bersamaan


1. Pernapasan Dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.


Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

a.Pernapasan dada inspirasi.

Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk (Inter Costae)

Kontraksi ini membuat rusuk naik terangkat

Terangkatnya rusuk membuat rongga dada membesar Karena rongga dada membesar
tekanan udara di rongga kecil

Akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar
sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut: Otot antar tulang rusuk
(muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --
> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil
dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru.

b. Pernapasan dada ekspirasi.

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi
semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil.

Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan
luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut: Otot antar tulang rusuk
relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam
paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-
paru.

2. Pernapasan Perut

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-


otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.

a. Pernapasan perut inspirasi.

Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar,
akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar
sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut: sekat rongga dada


(diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru
mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara
luar --> udara masuk

b. Pernapasan perut ekspirasi.

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diafragma ke posisi semula yang
dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai
akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar,
sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut: otot diafragma relaksasi --


> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara
di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru

C. Volume dan Kapasitas Paru-Paru

Volume udara yang dipernafaskan sangat bervariasi, sebab dipengaruhi oleh cara dan kekuatan
seseorang melakukan respirasi. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5 6
liter. Udara yang dipernafaskan oleh tubuh dapat digolongkan menjadi:
a. Volume Tidal (VT) : Volume udara yang keluar masuk paru-paru sebagai akibat aktivitas
pernapasan biasa (500 cc).

b.Volume Komplementer (VK) : Volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal
ke dalam paru-paru setelah inspirasi biasa (1500 cc) .

c.Volume Suplemen (VS) : Volume udara yang masih dapat dihembuskan secara maksimal dari
dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi biasa (1500 cc) .

d.Volume Residu (VR) : Volume udara yang selalu tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan
ekspirasi sekuat-kuatnya (1000 cc)

e. Kapasitas Vital (KV) : Volume udara yang dapat dihembuskan sekuat-kuatnya setelah
melakukan inspirasi sekuat-kuatnya (KV = VT + VK + VS).

f. Kapasitasi Total (KT) : Volume total udara yang dapat tertampung di dalam paru-paru (KT =
KV + VR)

1.
D. Frekuensi pernapasan

adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar
tubuh atau dari luar ke dalam tubuh.

Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.

Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:

1. Usia : Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin
bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun.
2. Jenis kelamin : Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan
perempuan.

3. Suhu tubuh : Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan
semakin cepat.

4. Posisi tubuh : Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan
posisi diam. Frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk.
Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.

5. Aktivitas : Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat.

E. Mekanisme Pertukaran Oksigen dan Carbondioksida

1. pertukaran oksigen

Kebutuhan oksigen setiap individu berbeda-beda tergantung pada umur, aktivitas, berat
badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi .

Dalam keadaan biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari per
individu.

Sekitar 97% oksigen yang masuk ke dalam darah akan diangkut oleh
hemoglobin/eritrosit, . Oksigen yang terikat dalam Hb dikenal dengan oksihemoglobin
(HbO2). dengan reaksi sebagai berikut: Hb4 + 4 O2 -----> 4 HbO2

sedangkan yang 2-3 % lagi akan larut dan diangkut oleh plasma darah.
Proses pengikatan dan pelepasan oksigen dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar
oksigen, dan kadar carbondioksida di jaringan tubuh, dan terjadi secara difusi

Proses difusi berlangsung sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul secara bebas,
melalui membran sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah
atau tekanan rendah.

Prosesnya dapat dijelaskansebagai berikut: Tekanan oksigen di udara(PO2=160 mmHg) ,


dalam alveolus (PO2=105mmHg). di arteri 100 mmHg, di jaringan 40 mmHg, di vena
lebih kecil 40 mmHg. Jadi karna tekanan parsial oksigen berbeda, maka hemoglobin
akan mengangkut oksigen sampai ke jaringan tubuh. Di dalam sel-sel tubuh, oksigen
digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria sel. Semakin banyak oksigen
yang digunakan oleh sel-sel tubuh, semakin banyak karbondioksida yang terbentuk dari
proses respirasi.

Berapa cc O2 yang dapat diangkut oleh 5 liter darah, sekali beredar ke seluruh tubuh?

- Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.


- Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc
- Jadi volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc
- Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 cc, maka volume O2 yang sampai ke jaringan sekali
beredar adalah: 5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc

2. pertukaran Karbondioksida

Proses respirasi sel di jaringan tubuh akan menghasilkan karbondioksida, hal ini
menyebabkan tekanan parsial karbondioksida (PCO2) dalam sel tubuh lebih tinggi
dibanding di kapiler vena, sehingga CO2 bedifusi ke vena dan di bawa ke paru-paru

Prosesnya sebagai berikut : P.CO2 di jaringan tubuh = 60 mmHg , P. CO2 di vena = 47


mmHg , P. CO2 di alveolus= 35 mmHg) atau luar tubuh = 0.3 mmHg, karena perbedaan
tekanan parsial tersebut, akhirnya CO2 akan dikeluarkan dari tubuh melalui ekspirasi

Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:

a. Oleh plasma darah CO2 + H2O H2CO3, Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat anhidrase
jumlah CO2 yang dapat diangkut sebanyak 5 %
b. Oleh Hemoglobin CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
c. Pertukaran klorida : CO2 + H2O -------> HCO3
- H2CO3 -------> H+ dan HCO3
- H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
- HCO3 --------> ke plasma darah
- HCO3 ---------> diganti oleh Cl- , (selengkapnya baca disistem eksresi)

F. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pernapasan Manusia

Beberapa kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia antara lain sebagai
berikut:

1. Asma adalah gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi
otot polos pada trakea dan mengakibatkan penderita sulit bernapas. ditandai dengan
kontraksi yang kaku dari bronkiolus . Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivas
bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. penyebab
penyakit ini juga dapat terjadi dikarenakan faktor psikis dan penyakit menurun.

2. Tuberkulosis (TBC) : merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri


Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi
yang paling sering adalah paru-paru dan tulang. Penyakit ini menyebabkan proses difusi
oksigen yang terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
Keadaan ini menyebabkan : Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi
untuk pertukaran udara paru-paru Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan
Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan
membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru

3. Faringitis : merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu
menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh
infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok. Bakteri
yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis.
4. Bronkitis : Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa
udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus.
Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.

5. Pneumonia : adalah peradangan paru-paru dimana alveolus biasanya terinfeksi oleh


cairan dan eritrosit berlebihan. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke
alveolus lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru. Umumnya
disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus), Diplococcus pneumoniae, dan
bakteri Mycoplasma pneumoniae.

6. Emfisema Paru-paru : disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus


sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita
emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena
karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.
Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan
elastisitas pada paru-paru ini.
7. Dipteri : merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium
diphterial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun
laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

8. Asfiksi : adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan


terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya
alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah
keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon
monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.

9. Kanker Paru-paru : Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak
terkendali di dalam jaringan paru-paru. Kanker ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-
paru dan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Merokok merupakan penyebab utama dari
sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita.
Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-
paru. Tetapi tidak menutup kemungkinan perokok pasif pun mengalami penyakit ini.
Penyebab lain yang memicu penyakit ini adalah penderita menghirup debu asbes,
kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi.

G. Sistem Pernapasan Pada Hewan


1. Pernapasan pada hewan avertebrata
a. Sistem Pernapasan pada Porifera
Pada porifera, air yang membawa oksigen masuk melalui pori-pori tubuh (ostium) lalu
masuk ke koanosit secara difusi. Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen
digunakan untuk mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang disertai
pelepasan karbon dioksida. Karbon dioksida dibawa keluar oleh air melalui spongosoel
lalu menuju oskulum dalam mitokondria sel koanosit.

b. Sistem Pernapasan pada Moluska

Hewan anggota filum moluska terdiri dari dua kelompok yaitu moluska darat dan
moluska air. Moluska darat seperti bekicot, bernapas dengan paru-paru. Sedangkan
moluska air seperti kerang bernapas dengan insang.

c. Sistem Pernapasan pada Arthropoda

Filum arthropoda terdiri dari 4 kelas yaitu crustacea, myriapoda, arachnida, dan insekta.

Crustacea (udang dan kepiting) bernapas dengan insang,

myriapoda (lipan dan luwing) bernapas dengan trakea,

arachnida (laba-laba dan kalajengking) bernapas dengan paru-paru buku,

insekta (serangga) bernapas dengan trakea.

d. Sistem Pernapasan pada Cacing

Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Sehingga oksigen harus berdifusi melalui
kulit untuk masuk ke dalam kapiler darah. Karbon dioksida juga keluar melalui kulit.
Proses pernapasan semacam ini disebut pernapasan integumenter. Cacing memiliki
permukaan yang licin supaya tetap lembap sehingga memudahkan terjadi pertukaran gas.

e. Sistem Pernapasan pada Echinodermata

Hewan-hewan echinodernata seperti bintang laut, landak laut, dan mentimun laut hidup
di air laut, bernapas dengan insang kulit.

2. Sistem Pernapasan pada Vertebrata

a. Sistem Pernapasan pada Ikan

Ikan memiliki alat pernapasan berupa insang.

b. Sistem Pernapasan pada Amfibi

Salah satu contoh hewan amfibi adalah katak.

Amfibi dapat hidup di air dan darat.

Sehingga alat pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang.

Katak pada waktu masih larva bernapas dengan insang luar.

Pada masa berudu terbentuk insang dalam.

Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit.

c. Sistem Pernapasan pada Reptil

Reptil memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil dikelilingi oleh
rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.

Reptil memiliki kulit yang bersisik atu kering sehingga sulit ditembus oleh air.

Hal ini menyebabkan cairan yang hilang melalui kulit sangat sedikit sehingga reptil
mampu bertahan hidup pada habitat yang kering.

d. Sistem Pernapasan pada Burung


Sistem pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara
depan, dan kantung udara belakang.

Kantung udara berfungsi sebagai alat pernapasan pada saat terbang, membantu
memperbesar ruang siring sehingga memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, dan
mengatur suhu tubuh.

e. Sistem Pernapasan pada Mamalia

Sistem pernapasan pada mamalia mirip dengan sistem pernapasan pada manusia. Itu
karena manusia juga termasuk mamalia. Pernapasan menggunakan paru-paru.

Anda mungkin juga menyukai