Anda di halaman 1dari 1

Teori akuntansi sebagai penalaran logis

Teori dapat diartikan sebagai suatu penalaran logis yang melandasi praktik (berupa
tindakan, kebijakan atau peraturan) agar praktik mempunyai kekuatan untuk dapat di
pertahankan atau dipertanggungjawabkan kelayakannya dalam kehidupan nyata. Penalaran logis
berisi tentang asumsi, dasar pikiran, konsep, dan argumen yang saling berkaitan dan yang
membentuk suatu rerangka pikir yang logis. Hasil proses penalaran logis dapat dituangkan dalam
bentuk dokumen yang berisi prinsip-prinsip umum yang menjadi landasan umum untuk
menentukan tindakan atau praktik yang terbaik dalam mencapai suatu tujuan.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa teori akuntansi merupakan penalaran logis. Proses
penalaran logis untuk akuntansi diwujudkan dalam bentuk perekayasaan pelaporan keuangan.
Perekayasaan akuntansi (pelaporan keuangan) menghasilkan suatu rerangka konseptual. Fungsi
rerangka konseptual adalah untuk mengevaluasi atau membenarkan dan untuk mempengaruhi
atau mengembangkan praktik akuntansi.

Paton dan Littleton mengemukakan bahwa tujuan teori akuntansi adalah menyediakan
gagasan-gagasan mendasar yang menjadi basis atau fundasi dalam proses perekayasaan
pelaporan keuangan. Hasil perekayasaan tersebut berupa seperangkat doktrin yang berkaitan
secara logis, terkoordinasi dan konsisten yang mempunyai fungsi sebagai landasan untuk
penurunan standar akuntansi.