Anda di halaman 1dari 7

CHRISTMAS

Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan
lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di
rumah penginapan (Lukas 2:7).

Pada saat ini saya akan membahas mengenai Yesus kepada saudara-saudara. Saudara
tahu bahwa 2000 tahun yang lalu, jika saja di Palestina sudah ada koran, saya pasti tahu apa yang
menjadi berita utama pada saat itu. Berita utama koran pada saat itu, yang ditulis dengan huruf
besar mungkin akan berbunyi: Pemerintah Roma Memungut Pajak Yang Baru”, atau ”Sebuah
Sensus Akan Segera Diadakan!” Setiap orang sangat resah dengan pajak. Kaisar Julius, Kaisar
Agustus! Mereka-mereka ini selalu saja kekurangan uang. Jadi, dalam koran-koran Palestina,
berita yang paling heboh adalah berita mengenai pajak. Keluhan mengenai tingginya pajak
mungkin sudah terdengar di seluruh Laut Tengah (Mediterranean sea). Memang pajak pada saat
itu sangat tinggi sekali.
Pada hari yang sama saat itu, anda pikir apakah yang merupakan berita utama koran di
alam semesta? Menurut Wahyu 12:12, alam semesta ini dipenuhi oleh mahluk-mahluk lain.
Saudara pikir, apakah berita besar pada hari yang sama 2000 tahun yang lalu?
Saya dapat Menggambarkan berita utama pada saat itu akan berbunyi: ”Rencana Keselamatan
Telah Mulai! Umat Manusia Diselamatkan Oleh Seorang Bayi! Atau ”Yesus, Juruselamat Dunia
Ini Telah Lahir Hari Ini”.
Saudara lihat, bahwa manusia sepenuhnya kehilangan akan hal ini. Surga telah sadar akan
apa yang sedang terjadi. Saya dapat menggambarkan bahwa pada saat itu seluruh alam semesta
ini, menyanyi dan memuji Tuhan. Mereka berkata: ”Allah akan segera mengintervensi manusia.
Intervensi telah dimulai pada hari ini, bayi itu sudah lahir. Bukankah hal ini merupakan berita
yang sangat besar?
Alam semesta memiliki kabar baik, sementara dunia ini memiliki kabar buruk. Pada hari
yang sama, kita kehilangan kereta, ia kan? Tidak ada yang berusaha mencari tahu apa yang
terjadi pada saat itu. Kita manusia tidak mau tahu mengenai agenda surga. Malah kita tidak sadar
kalau keselamatan itu sudah terjadi. Pemulihan itu sudah di mulai. Penyelamatan itu sementara
sudah dalam proses. Di lain pihak, semua yang kita pikirkan hanyalah mengenai pajak saja.
Marilah kita baca kisah ini dalam Lukas 2:1-4: ”Pada waktu itu Kaisar Agustus
mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah
pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negara di Syria. Maka
pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Judea, ke kota Daud yang
bernama Betlehem. Karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.
Saudara, mengapa Yesus harus lahir di Betlehem?
Apakah mereka tinggal di Berlehem? TIDAK. Saat ini saya ingin mengajak anda untuk melihat
paling sedikit enam (6) hal yang menyatakan bahwa ”Waktu Allah” (Jadwal Allah) itu adalah
ideal.
Pertama: Pada saat kelahiran Yesus, mereka atau orang-orang pada zamanNya, memiliki
satu Bahasa yang Universal. Yang menjadi bahasa bagi orang-orang yang hidup di kawasan
lembah Mediterranea, yaitu suatu kawasan yang sangat subur pada ketika itu adalah bahasa
Grika. Alexander Agung menjadikan bahasa Grika menjadikan bahasa pengantar dunia pada
zamannya, bahkan sejak peristiwa Babel, inilah pertama sekali manusia memiliki satu bahasa.
Masing-masing orang di belahan dunia itu dapat menggunakan bahasa Grika dengan baik,
mereka dapat menggunakan bahasa Grika dengan lancar. Apa hubungannya hal ini dengan
Kristus? Saudara, dengan adanya satu bahasa, maka pengetahuan akan Kristus akan lebih mudah
disampaikan kepada orang-orang, sebab hanya menggunakan satu bahasa saja. Saudara, betapa
berbedanya jika saja Kristus lahir 500 tahun sebelumnya, atau, apa yang terjadi sekiranya Yesus
lahir pada zaman kita sekarang ini? Buku Ibrani akan ditulis dalam bahasa Ibrani, buku Roma
akan ditulis dalam bakhasa Italia. Buku Galatia dan Efesus akan ditulis dalam bahasa Turki.
Orang-orang yang datang ke Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara dalam major
kependetaan, harus mempelajari begitu banyak bahasa. Saudara, bukankah merupakan suatu
berkat sebab kita hanya memiliki Kitab Perjanjian Baru yang ditulis hanya dalam satu bahasa?
Bahasa Grika saja, itu sudah cukup.
Kedua: Hal berikutnya yang membuat bahwa kelahiran Kristus itu terjadi pada saat yang
ideal sehubungan dengan rencana Surga ialah bahwa pada saat itu Transportasi Sangat Baik.
Semuanya dimulai dari Betlehem dan kemudian dari sana ditemukan sistem transportasi yang
cukup baik ke segala arah. Pemerintahan Romawi telah membangun sistem pembangunan jalan
yang baik dan fantastis, hampir semua tempahan. Jalan-jalan ini sangat baik untuk digunakan
oleh missionaris-missionaris Injil untuk menyampaikan kabar baik mengenai Yesus.
Pemerintahan Romawi bukan hanya memiliki sistem jalan (transportasi) yang baik, tetapi
menciptakan jalan-jalan besar (highway) atau sejenis jalan tol. Sistem jalan tol yang ada zaman
modern sekarang ini dimulai dari sistem highway yang dibuat oleh oleh orang-orang Romawi ini.
Jadi di sini dapat kita lihat bahwa untuk penyampaian berita mengenai Kristus ini, semuanya
sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Ajaib sekali, waktu kelahiran Kristus itu memang suatu
waktu yang sempurna dan tepat sekali.
Mari kita lihat perjalanan Misssionaris Paulus. Dia pergi ke berbagai tempat
menggunakan kapal. Seringkali dia juga berjalan pada jalan-jalan yang telah dibangun oleh
pemerintahan Romawi di setiap pelabuhan pemerintahan Romawi memiliki kapal-kapal. Mereka
mengoperasikan kapal-kapal ini bagaikan taksi-taksi di air. Saudara semuanya hal ini telah diatur
sedemikian rupa untuk menolong dalam menyebarkan injil itu.
Coba kita bayangkan sekiranya Yesus lahir pada zaman kita sekarang ini, dengan adanya
internet maka kelihatannya akan lebih maka kelihatannya akan lebih mudah lagi, apakah hal ini
benar? Apakah saudara ini sudah pasti? Orang-orang Majus yang bijaksana akan datang
menggunakan pesawat jet dan kemudian mereka akan mendarat di lapangan udara Tel Aviv atau
di salah tempat di Palestina, kemudian mereka akan taxi atau helikopter menuju Betlehem. Para
malaikat harus menyanyi dengan kuat sekali untuk menandingi suara sirene. Kamera-kamera TV
akan ada di sana. Para pencari berita, reporter dari berbagai tempat akan berada di sana. Saudara
yang kekasih, saya pikir kelahiran Yesus itu telah terjadi pada saat yang tepat. Waktu dan
rencana Allah selalu yang terbaik.
Saudara, untuk lebih jelas, coba kita baca membuka Alkitab kita dalam 2 Korintus. Saya
ingin agar saudara mengetahui bahwa faktor yang ketiga adalah: Jam Nubuatan Allah Hampir
Berbunyi. Saudara sering sekali berharap bahwa jika suara jam beker anda berbunyi hal itu akan
membangunkan anda dari tidur. Nubuatan Daniel yang besar itu telah menubuatkan ratusan
tahun sebelum peristiwa itu, dari waktu 70 minggu atau empat ratus sembilan puluh tahun,
minggu terakhir itu hampir tiba. Yesus telah dibabtiskan pada awal minggu itu, dia akan
disalibkan pada pertengahan minggu itu minggu itu, persis seperti waktu yang telah dijadwalkan.
Jam Nubuatan Allah hampir berhenti berdetak. Mari kita membuka Alkitab kita dalam 2
Korintus 6:2, dikatakan: ”... sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;
sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu”. Waktunya sangat tepat. Waktu dan jadwal
Allah sangat sempurna. Jam itu telah berdetak, Yesus sudah lahir tepat pada waktunya.
Yang Keempat: Sebab lainnya mengapa waktu kelahiran Yesus itu adalah waktu yang
ideal dan cocok adalah: Orang-Orang Yahudi Telah Tersebar Dimana-Mana. Diaspora telah
terjadi. Sebelum kelahiran Yesus, Allah sedang dalam proses menyebarkan orang-orang Yahudi
ke seluruh kerajaan Romawi. Dimana-mana telah didapati synagoge. Kita masih mengingat pada
saat Paulus masih berada di suatu daerah tertentu, dia berusaha mencari synagoge dan kemudian
pergi ke sana dan disana dia mulai berkhotbah, dia mulai mengajar. Ini adalah merupakan
persiapan yang sangat ideal.
Di setiap kantong-kantong dimana orang Yahudi berada di sana akan merupakan tempat-
tempat yang subur untuk penyebaran injil, di sana injil itu akan berakar dan tumbuh. Sekiranya
Yesus lahir sebelum ini terjadi, maka suasana seperti ini tidak akan pernah terjadi.
Yang Kelima: Sebab yang lainnya ialah adanya jalan keluar yang resmi yang
menguntungkan terhadap tersebarnya kekristenan. Apakah anda tahu bahwa pemerintahan
Romawi mengharuskan setiap orang yang berada di wilayah kerajaannya untuk mengakui bahwa
kaisar adalah allah. Mereka (orang-orang Roma ini) datang ke Palestina dan bertemu dengan
orang Yahudi dan berkata, ”Saudara harus pergi dan mengumumkan bahwa kaisar itu adalah
allah”. Orang-orang Yahudi akan berkata: ”Wow..... sorry aja, kami tidak akan mungkin
melakukan hal itu”. Jadi selanjutnya akan terjadi pertumpahan darah dan masyarakat umum akan
berkelahi sampai akhirnya pemerintah Romawi memperbolehkan sebuan jalan keluar yang resmi
bagi orang-orang Yahudi untuk membebaskan mereka dari tuntutan tersebut.
Saudara kekasih, sekarang cobalah anda perhatikan, lihatlah semuanya hal ini saling
mendukung. Sementara jalan keluar ini berlangsung sampai jatuhnya Kaabah Yerusalem pada
tahun 70 AD, pemerintaan Romawi tidak dapat melihat bahwa Kekristenan adalah merupakan
suatu agama ysng terpisah. Orang-orang Kristen tidak dianiaya sebagaimana Agama Yahudi.
Agama Krsiten mendapat jalan keluar ini dan hal ini menolong untuk mempercepat penyebaran
Kekristenan. Tentu hal ini merupakan suatu waktu yang ideal. Bukankah hal ini suatu hal yang
mengherankan? Waktu atau jadwal Allah ini membuka jendela selama 35 tahun dimana orang
Kristen dapat mengkhotbahkan injil tanpa mengalami banyak masalah.
Saudara, mari kita buka Kisah 17, dalam fatsal ini kita akan menemukan poin yang
keenam. Ini merupakan sebab yang lain mengapa waktu kelahiran Yesus itu adalah merupakan
waktu yang ideal bagi Allah. ladang sudah dibajak. Coba saudara pikirkan mengenai hal ini.
Injil itu akan segera ditaburi oleh Paulus, Petrus, Timoteus, oleh semua orang-orang seperti
mereka ini. Saudara, sebelum kita menabur atau menanam sesuatu, kita harus terlebih dahulu
membajak tanah. Saudara, saya katakan bahwa ladang itu telah dibajak. Para ahli pikir atau filsuf
Grika seperti Aristoteles dan Plato telah mempertanyakan sesuatu dan pada saat yang sama telah
pula memberikan sedikit jawaban. Orang-orang lebih terbuka pikirannya sebelum kelahiran
Yesus. Dan jika saudara memperhatikan Kisah pasal 17, anda akan melihat hal itu. Kisah 17:23,
Paulus muncul pada pemandangan itu. Paulus datang dalam suatu era dan zaman yang baru dan
dia nampak di sana di mezbah. Ayat 23 berkata bahwa mezbah telah dibangun kepada “Allah
yang tak dikenal”. Apakah anda dapat melihat betapa terbukanya pikiran mereka? Mereka
memiliki allah untuk semua hal. Budaya yang saat itu adalah budaya yang terbuka cara
berfikirnya, situasi yang seperti ini akan mempermudah untuk penyebaran injil. Tentu melalui
peristiwa hal ini juga kita dapat melihat bahwa waktu Allah itu memang benar-benar tepat.
Saudaraku, boleh jadi Maria dan Yoseph tidak berfikir seperti itu. Boleh jadi mereka
pikir kelahiran Yesus ini tidak tepat pada waktunya.
Saudara, sekarang saya akan mengetengahkan 5 (lima) kesalahan yang nampaknya telah
dibuat oleh Allah, sehubungan dengan waktu kelahiran Yesus ini. Kelima hal ini adalah dari
sudut pandang manusia.
Pertama: Yusuf dan Maria barangkali berfikir bahwa
kelahiran Yesus ini adalah merupakan Waktu yang tidak baik (Bad Timing). “Wah... kita
sekarang masih berada dalam keadaan yang seperi ini, padahal kita akan memiliki bayi? Ini
sangat mengerikan sekali”. Apakah saudara pernah memikirkan hal ini? Pernahkah rencana anda
gagal? Bagaimana perasaan anda jika hal ini terjadi? Apakah anda akan lepas kendali? Main
curang? Atau tidak berpengharapan? Saudara, bilamana anda memintal hidup ini anda baru saja
bergantung, dengarkanlah kembali kisah kelahiran Kristus.
Kedua: Maria masih perawan. “Bagaimana saya mau menjadi ibu Yesus padahal saya
masih perawan? Punya anak pada saat seperti ini tidaklah bijaksana. “Maria pasti sudah berfikir
bahwa hal ini adalah merupakan suatu waktu yang sangat mengerikan untuk diharapkan. Coba
kita baca dalam Lukas 2:5. Yusuf pergi ke sana, supaya didaftarkannya bersama dengan Maria:
“tunangannya” yang sedang mengandung. Apakah anda dapat melihat ayat ini? Dikatakan bahwa
Maria itu adalah tunangannya yang akan menikah dengan dia. Dengan kata lain mereka belum
menikah. Maria baru mau mengharapkan untuk menikah. Tetapi, kini “Maria telah
mengandung!” Yang menjadi masalah di sini ialah, bahwa Ia (Maria) belum menikah.
Bagi Maria saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memiliki anak. Anak yang akan
dilahirkan oleh Maria ini adalah merupakan anak di luar ikatan perkawinan. Ini berarti bahwa itu
bukanlah anak yang resmi. Baiklah saya akan koreksi hal ini. Tidak ada anak yang tidak resmi.
Semua anak adalah resmi. Satu-satunya yang tidak resmi adalah orangtuanya, mereka ini
adalah orangtua-orangtua yang haram, atau ada juga di antara mereka yang menjadi orangtua
yang tidak bermoral.

Kembali kepada Maria, dia hamil tanpa suami. Apakah ini saat yang tepat? Nampaknya
bukan, iya kan?
Ini bukan dari sudut pandang manusia! Sebenarnya Yesus lahir dari Roh Kudus.
Mungkin zaman sekarang ini kita sebut sebagai beyi tabung. Sekarang ini di gereja Katolik
dikenal dengan istilah Immaculate Conception (Gadis Maria mengandung tanpa pergaulan
dengan pria).
Ketiga: Mungkin saja Allah telah membuat suatu kesalahan dengan memilih lokasi yang
salah mari kia membuka injil Lukas 2:6. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria
untuk bersalin. Di sinilah mereka sekarang, tidak kawin, jauh dari rumah, berada di tengah-
tengah masyarakat yang asing, tidak ada sistem pendukung. Saudara mau orangtua saudara
berada di sana pada saat itu. Saudara memerlukan bantuan tante dan paman. Mereka tidak
memiliki rumah sakit pada saat itu. Mereka berada jauh dari rumah. Betlehem adalah merupakan
kota asing bagi mereka. Mungkin saja Maria tidak pernak ke sana seumur hidupnya. Pada saat
itu orang-orang jarang mengadakan perjalanan yang jauh. Dia masih sangat muda untuk
mengandung. Dia tidak pernah jauh dari rumah. Maria sangat jauh dari rumahnya.
Saya ingin agar saudara membendingkan Maria dengan Yesus. Sebab Yesus juga jauh
dari rumahNya. Yesus lahir berada jauh dari tim yang mensupportnya. Yesus telah lahir jauh dari
BapaNya, jauh dari malaikat-malaikat, jauh dari segala sesuatu yang dimilikiNya di surga. Yesus
telah lahir ke dalam dunia yang tua dan gelap gulita ini. Suatu lingkungan yang tdak baik.
Hal ini membawa kita kepada nomor yang Keempat: lingkungannya sangat jelek.
Jelasnya, mereka (Yusuf dan Maria) hancur-hancuran, mereka bokek (tidak punya uang).
Saudara biasanya satu keluarga harus memiliki uang persiapan bilamana mereka menantikan
kelahiran seorang bayi. Yesus telah lahir dalam kondisi yang kurang baik, khususnya bagi Maria
dan Yusuf. Mereka tidak memiliki uang sedikitpum karena mereka harus menabung uang
mereka untuk membayar pajak. Singkatnya, lingkungannya tidak tepat.
Saudara, Yesus juga melarat. Dia lahir sebagaio seorang bayi. Dia tidak memiliki sedikit
uangpun pada saat Ia memasuki dunai ini. Seorang bayi tidak dilahirkan dengan credit card atau
kartu ATM. Dia tidak punya uang sama sekali. Jelasnya Dia hanya dibungkusi lampin. Dia tidak
berpengharapan. Yesus putus hubungan dengan jalan-jalan emas yang berkilauan di Surga. Dia
lahir menjadi manusia yang miskin, melarat dan menderita yang hanya dibungkus dengan kain
lampin yang sangat sederhana.
Yang Kelima: Alasan mengapa nampaknya Allah itu tidak tepat menurut pandangan
manusia, akomodasinya tidak memungkinkan. Bahkan pada saat Yesus lahir tidak ada
akomodasi. Tidak ada penginapan. “Mengapa Allah mengirim kita ke tempat ini?”. Mari kita
lihat Lukas 2:7.
“Ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan
lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah
penginapan”.
Saudara, apakah mereka telah mencoba untuk mengkontrak hotel dan penginapan yang
ada? Iya! Tapi jawab semua pemilik penginapan itu ialah: “Sorry, tidak ada tempat”.
Beberapa di antara kita ada yang lahir di ruang praktik bidan, ada yang lahir di klinik, ada
yang lahir di rumah sakit dan ada yang lahir di rumah atau di rumah tetangga. Bagaimanakah
dengan Yesus? Dia lahir di kandang domba! Dia dibaringkan di atas palungan. Tahukah anda
apa palungan itu? Di kandang yang dipenuhi oleh domba-domba inilah Dia lahir, suatu tempat
yang sangat kumuh, jorok, penuh dengan sarang laba-laba, penuh dengan sisa-sisa makanan
domba, bahkan kotoran domba, suatu tempat yang tidak sedap. Disanalah Dia lahir! Yusuf dan
Maria berada jauh dari rumah dan kampung halaman mereka.
Dilain pihak, demikian juga dengan Yesus. Dia juga jauh dari rumah. Yesus tidak di
Surga. Bukan hanya Yusuf dan Maria saja yang kehilangan rumah pada saat itu, tetapi Yesus
juga kehilangan rumhnya yang sempurna, yang kaya raya, yang damai dan tenang, yaitu rumah
di Surga. Adalah merupakan suatu pengorbanan yang besar bagi Yesus untuk meninggalkan
surga dan lahir di kandang domba yang hina. Saudara, semuanya itu telah Yesus lakukan untuk
menyelamatkan kita. Saudara, aku sangat mengasihi Juruselamatku. Juruselamat yang sangat
mengasihi kita manusia berdosa ini.
Dia telah berkorban untuk meninggalkan tahta surga dan datang ke dunia yang berdosa
ini, tujuannya adalah agar suatu waktu kelak kita dapat hidup di surga. Puji Tuhan untuk segala
kebaikanNya ini.

Maria dan Yusuf punya alasan jelas untuk mempertanyakan Tuhan. Barangkali kita juga
sering berkata, “Tuhan mengapa hal ini terjadi pada diriku? Mengapa aku mesti menghadapi
masalah ini? Mengapa saya harus menderita penyakit ini? Mengapa setiap ujian aku selalu ujian
susulan karena masalah slip? Mengapa angkaku jeblok? Mengapa Tuhan! Sering sekali kita
bertanya pada Tuhan. Tuhan, apakah tidak ada jalan keluar untuk masalah ini?

Saudara, adalah mustahil bagi kita untuk mengerti dengan jelas mengapa kita harus
menghadapi masalah hidup ini, sekarang ini. Tetapi percayalah, kelak pada saat kita berada
dalam Kerajaan Surga, mata kita dapat melihat mengapa semua ini harus terjadi. Disana kita
akan memuji Tuhan untuk semua yang kita jalani sementara kita hidup di dunia ini.

Saudaraku, bagian kita sekarang ini bukanlah untuk mencari tahu mengapa kita harus
seperti ini, tetapi bagian kita sekarang ini adalah menyerahkan diri pada Allah dan menerima
segala rencana Allah bagi kita.

Raja Daud benar, manakala dia berkata dalam Mazmur 31:16 “My times are in your
hands”. (Masa hidupku ada dalam tanganMu).

Saudaraku, hidup kita berada di tangan Allah, Dialah yang mengaturnya. Dialah yang
bekerja dalam diri dan hidup anda. Jika ada hal-hal yang tidak baik terjadi dalam diri saudara,
ingatlah God is in charge of you. Saudara berada di dalam tanganNya. Di dalam tanganNya
saudara akan selamat.

Saudara, pada akhir tulisan ini saya ingin menyampaikan kepada saudara satu hal yang
dilakukan Christmas. Christmas membuka tanganNya, agar kita baisa masuk ke dalamhatiNya,
dan agar Dia juga bisa memasuki hati kita. Christmas lebih dari sekedar lahirnya seorang bayi di
kandang domba. Christmas berari bahwa bayi Yesus telah lahir di dalam hatimu. Salah satu arti
besar Christmas (Natal) adalah “Meskipun kita tidak mengerti semua saatnya dan meskipun
dihadapan kita mungkin penuh dengan kegelapan, tetapi dengan Allah semuanya akan menjadi
cerah. Dan apabila saudara hanya percaya saja pada Allah, maka semuanya akan berjalan dengan
baik. Bahagian kita dalam hal ini hanya beriman dan percaya pada Yesus Kristus, menerima Dia
sebagai Juruselamat kita.
Saudara, apakah saudara telah menerima bayi Betlehem itu di dalam diri saudara?
Sudahkah saudara menerima Dia? Saudara, maukah saudara berdirt\i pada saat ini bagi Kristus?
Maukah saudara menyerahkan hati saudara padaNya?
Saudaraku yang kekasih, terimalah Dia dalam dirimu, jadikan Dia Juruselamatmu,
biarkan Dia memimpin hidupmu. Akhirnya saya ucapkan Merry Christmas buat saudara semua.
Amin.