Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Istilah arsitektur merupakan istilah yang holistik, penuh makna dan banyak lapisan.
Kata arsitektur berasal dari bahasa Yunani Arch yang berarti berdiri untuk
memulai, mengusaha, dan membimbing, sedangkan Teknon berarti menciptakan,
mengembangkan, dan membangun.
Tiap orang dan masyarakat yang membangun akan bertanggung jawab atas mutu
arsitektur bangunan yang didirikan. Namun, mutu arsitektur (estetika, fungsi, dsb) tidak
dapat diatur secara keseluruhan tetap tergantung pada keinginan si pembangun dan
kemampuan arsitek. Sehingga dalam mewujudkan suatu ide ke dalam rencana sampai
pelaksanaannya, seorang arsitek memerlukan kerjasama dengan berbagai disiplin ilmu.
Untuk itu sebuah konsultan perencana mempunyai ahli-ahli yang berasal dari berbagai
disiplin ilmu dalam menangani sebuah proyek. Untuk menghadapi sebuah pekerjaan
proyek seorang konsultan pengawas tidak hanya mengandalkan ilmu pengetahuan yang
diperolehnya selama pendidikan , tetapi juga harus mampu bekerja sama dengan orang
lain yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda dalam sebuah team (team
work). Oleh karena itu, pengalaman dan kemampuan kerja sama dalam sebuah
kelompok merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh konsultan pengawas.
Menyadari hal tersebut di atas, maka mahasiswa jurusan Arsitektur yang kelak akan
menjadi seorang konsultan perencana yang disiplin, sehingga tidak merasa canggung
dan kaku jika terlibat dalam pekerjaan perencanaan dalam sebuah kelompok perencana
(team perencana).
1.2 Maksud,Tujuan Dan Manfaat Kerja Praktek Profesi
1.2.1 Maksud
Mata kuliah KP ini dilaksanakan dengan maksud untuk mendapatkan
pengalaman baru terhadap pekerjaan yang didapat dilapangan, juga sebagai
sarana komunikasi secara langsung terhadap dunia kerja, penyerapan teknologi
yang berkembang disebuah perusahaan, merupakan tempat untuk
mengimplementasikan ilmu yang didapat dibangku perkuliahan yang dipraktekan
langsung di lapangan, dan juga merupakan syarat kelulusan mata kuliah profesi
ini .

KULIAH PROFESI 1
1.2.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan kerja praktek profesi adalah :
1. Mengetahui proses kerja atau kegiatan suatu instansi tempat melakukan kerja
praktek profesi dalam mengelola suatu proyek.
2. Mengetahui tahapan-tahapan dalam pelaksanaan suatu proyek.
3. Mempelajari mekanisme kerja suatu instansi dengan melihat dan mempelajari
secara Iangsung tentang prinsipprinsip kerjanya.
4. Untuk memenuhi persyaratan kurikulum mata kuliah Jurusan Arsitektur.
1.2.3 Manfaat
Adapun manfaat dari pelaksanaan Kerja Praktek adalah :
1. Untuk melihat dan membandingkan antara teori yang didapat dalam proses
perkuliahan dengan teknis pelaksanaan di lapangan.
2. Agar mahasiswa dapat secara langsung mengamati serta perbandingan yang
lebih jelas dalam bidang pelaksanaan dan perencanaan di lapangan pada suatu
proyek.
3. Meningkatkan profesionalisme mahasiswa ketika terjun dalam dunia kerja
4. Meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa.
1.3 Mekanisme Kegiatan Kerja Praktek
Adapun mekanisme Kerja Praktek adalah sebagai berikut :
1. Tahap persiapan
Sebelum melakukan Kerja Praktek (KP) mahasiswa terlebih dahulu mengisi/
merencanakan untuk mengambil mata kuliah Kerja Praktek (KP) pada saat mengisi
Kartu Rencana Studi (KRS). Hal ini penting karena merupakan syarat yang harus
dilakukan sebelum melakukan Kerja Praktek (KP).
2. Tahap Pemilihan Instansi
Dalam mengaplikasikan teori yang diperoleh oleh mahasiswa teknikArsitektur,
maka diperlukan media pengaplikasian berupa sebuah instansi atau perusahaan.
Instansi atau perusahaan yang dipilih adalah instansi atau perusahaan yang bergerak
di bidang perencanaan maupun pembangunan. Instansi tersebut dapat bersifat
pemerintahan maupun swasta.
3. Tahap Persuratan Akademik-Instansi/Perusahaan Kerja Praktek
Tahap ini mencakup urusan perizinan karena Kerja Praktek (KP) adalah
kegiatan yang bersifat resmi atau legal. Pertama-tama yang dilakukan adalah
mengurus persuratan dari pihak jurusan untuk disampaikan ke pihak instansi atau

KULIAH PROFESI 2
perusahaan yang ingin dijadikan tempat melakukan Kerja Praktek (KP), surat ini
harus disetujui oleh pihak fakultas. Setelah urusan persuratan di fakultas selesai,
kemudian membawanya ke pihak instansi atau perusahaan kemudian akan direspon
kembali oleh pihak instansi atau perusahaan mengenai persetujuan mereka
menerima mahasiswa untuk melakukan Kerja Praktek (KP) di Instansi atau
Perusahaan yang ditempati Kerja Praktek (KP).
4. Tahap Pendekatan Umum
Pelaksanaan sebuah proyek/kegiatan disesuaikan antara kemampuan pratikan
dengan apa yang telah ditetapkan dan ingin dicapai (tujuan dan sasaran) oleh
Instansi atau Perusahaan tempat Kerja Praktek.
Tahap ini akan dievaluasi kembali oleh pimpinan proyek ataupun kordinator
lapangan sesuai dengan visi dan misi dari pekerjaan/proyek tersebut. Jika terdapat
kekurangan ataupun ketidakcocokan, maka mahasiswa Kerja Praktek (KP) dan
semua tim berkewajiban melakukan revisi sesuai petunjuk pimpinan instansi
penyedia proyek/kegiatan.
5. Tahap Pelaporan dan Feed Back Akademik Perguruan Tinggi.
Setelah melalui tahap di atas, mahasiswa akan mencapai tahap akhir dari Kerja
Praktek (KP) ini, Kerja Praktek (KP) dikatakan selesai jika laporan yang dibuat
praktikan bersama dengan staf ahli yang merupakan laporan akhir disetujui oleh
pihak yang menyediakan proyek. Setelah melakukan Kerja Praktek (KP) mahasiswa
diwajibkan membuat laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak
jurusan.
1.4 Kedudukan Praktikan Dalam Proyek/Kegiatan Kerja Praktek
PT. ARSINDO MEGA KREASI KONSULTAN sebagai instansi tempat pratikan
melakukan kerja praktek mengikutsertakan Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas
Tadulako Sebagai team dalam perencanaan bangunan, membantu dalam membuat
gambar dan ikut serta dalam pengukuran di lapangan. Kedudukan Mahasiswa Kerja
Praktek dalam proyek ini adalah sebagai perencana, merencanakan pembangunan suatu
gedung.
1.5 Jadwal Kegiatan Kerja Praktek
Batasan Kerja Praktek pada suatu proyek/kegiatan dimana praktikan terjun langsung
ke proyek/kegiatan, dalam hal ini menyangkut bagaimana praktikan dapat turut serta
melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan teknis maupun non teknis mengenai
perencanaan proyek/kegiatan di Studio (kantor), pemahaman gambar-gambar kerja,

KULIAH PROFESI 3
pengamatan lapangan (survey). Selama kerja praktek dibuat pula absensi. Waktu
pelaksanaan kerja praktek ini berlangsung 3 bulan ( 80-120 jam praktek),yaitu dari
bulan Maret-Mei 2017, dengan perincian sebagai berikut:
1. Menjadi Drafter.
2. Melakukan pengukuran lokasi pembangunan dan pengukuran elevasi.
3. Melakukan proses perancanaan pembangunan suatu gedung tersebut.
1.6 Instansi Tempat Kerja Praktek Profesi
Instansi tempat pratikan melakukan kerja praktek profesi adalah di PT. ARSINDO
MEGA KREASI KONSULTAN .Lembaga ini bergerak di bidang PERENCANAAN
& PENGAWASAN.
1.7 Metode Penyusunan Laporan Kerja Praktek
Penyusunan laporan Kerja Praktek disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan
selama praktek. Praktikan melakukan perencanaan di kantor dan melakukan survey
secara langsung ke lapangan, dan drafter.
Setelah kegiatan di atas pratikan membuat laporan dilengkapi dengan berbagai data
yang relevan, yang bersumber dari data primer maupun data sekunder. Jenis data dalam
penyusunan laporan ini meliputi :
1. Data primer diperoleh dari observasi (pengamatan langsung & proses perencanaan).
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi setempat, bahan-bahan
bacaan, literatur-literatur serta dokumen-dokumen yang erat kaitannya dengan
penulisan ini.
1.8 Sistematika Penulisan Laporan Kerja Praktek
Untuk sistematika penyusunan laporan Kerja Praktek (KP) ini penulis deskripsikan
berdasarkan bagian-bagian, sebagai berikut:
Bagian Pertama Pendahuluan
Menjelaskan tentang latar belakang, tujuan dan manfaat dari kerja praktek
profesi mekanisme kegiatan Kerja Praktek, kedudukan praktikan dalam
proyek/kegiatan,kegiatan praktek, Instansi tempat Kerja Praktek Profesi, metode
penyusunan laporan Kerja Praktek Profesi dan sistematika penulisan laporan Kerja
Praktek Profesi.
Bagian Kedua Tinjauan Terhadap Instansi Tempat Kerja Praktek Profesi
Membahas tentang perusahaan tempat mahasiswa melaksanakan Kerja Praktek,
baik organisasi instansi maupun dalam pelaksanaan kegiatan.

KULIAH PROFESI 4
Bagian Ketiga Pembahasan Materi Dan Proses Kerja Praktek
Membahas tentang gambaran umum proyek/kegiatan dan juga membahas
secara keseluruhan tentang teknis pelaksanaan pekerjaan atau kegiatan selama
mahasiswa yang bersangkutan melakukan Kerja Praktek.
Bagian Keempat Penutup
Menjelaskan tentang kesimpulan hasil laporan yang telah disusun secara
keseluruhan maupun berdasarkan pada pengamatan di lapangan. Selain itu, bab ini
juga berisi saran-saran yang diberikan oleh mahasiswa berkaitan dengan kegiatan
pelaksanaan selama proses Kerja Praktek berlangsung yang mungkin saja bisa
dijadikan masukan bagi instansi tempat melakukan Kerja Praktek.

KULIAH PROFESI 5
BAB II
TINJAUAN UMUM KONSULTAN PERENCANA
2.1 Pengertian Konsultan Perencana
Konsultan adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa konsultasi
(jasa konsultasi) di daerah tertentu keahlian, seperti akuntansi, pajak, lingkungan,
biologi, hukum, koperasi dan lain-lain.
Perbedaan antara seorang konsultan dengan konsultan ahli biasa bukan karyawan
perusahaan penggunalayan (klien), tetapi seseorang yang menjalankan bisnis mereka
sendiri atau bekerja di sebuah perusahaan penasehat, serta berurusan dengan berbagai
penggun alayan pada satu waktu.

Pengertian Konsultan Perencanaan Menurut Para Ahli :

Indra Bastian,Perencanaan adalah proses yang tidak pernah berakhir jika rencana
yang telah ditetapkan, maka dekumen kekhawatiran perencanaan terkait harus
dilaksanakan.
Deacon,Perencanaan merupakan upaya untuk mempersiapkan keputusan yang
dianggap subjek yang paling penting dan akan dilaksanakan sesuai dengan urutan
dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Ir. Sulistyo Wicaksono, IAI Berdasarkan Kep. Dir. Jen Cipta Karya Dep. PU
no. 023/KPT S/CK/1992,Konsultan perencanaan/Perencanaan adalah perorangan
atau badan hukum yang melaksanakan tugas-tugas di bidang perencanaan
konstruksi bangunan atau lingkungan perencanaan kerja bersama dengan aksesoris.
2.2 Persyaratan Konsultan Perencana
Syarat administrative :
1. Memiliki akta notaris yang berisi tentang kepemilikan modal, bentuk hukum dan
organisasi.
2. Izin Jasa Konstruksi (SIUJK).
3. Wajib Pajak memiliki sejumlah (TIN).
4. Terdaftar di panitia pengadilan atau departemen keadilan (tergantung pada bentuk
bisnis).
5. Tercatat di papan perencanaan.

KULIAH PROFESI 6
Syarat teknis :

1. Memenuhi persyaratan pekerja di bidang teknik konstruksi yang dapat dibuktikan


dalam ijazah keahlian, pengalaman, dan referensi dari para ahli perusahaan.
2. Memiliki nama perusahaan, terdaftar pada persyaratan dari Direktur Jenderal Cipta
Karya, umumnya hanya untuk bangunan pribadi biasanya pada kepercayaan
pemberi tugas dan diperkuat dengan bukti: SIUJK, referensi Bank, pengalaman
kerja Referensi.
2.3 Struktur Organisasi Konsultan Perencana
Konsultan Perencana adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam
merencanakan suatu bangunan dalam bentuk faedah dalam penggunaannya beserta besar
biaya yang diperlukan dan susunan pelaksanaan dalam bidang adminitrasi maupun kerja
dalam bidang teknik.Dalam organisasi konsultan perencana terdiri dari :
Konsultan Arsitektur
Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang gambar
perncanaan yang meliputi bidang-bidang bangunan utilitas, publik, monumental,
perumahan, rencana induk kawasan rancangan grafis, rancangan interior, studi
kelayakan, rancanagn lengkap.
Konsultan Struktur
Adalah Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang
analisis struktur suatu bangunan, seperti kekuatan beton berapa, kolom, pembesian,
pondasi, balok, atap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan perencanaan
kekuatan suatu elemen. Konsultan ini mernacanakan perhitungan struktur seperti
bangunan gedung, jalan, jembatan, banjir, dan drainase, tanah dan geoteknik,
bangunan srana dan prasarana umum, bangunan industri.
Konsultan ME
Adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan jasa dalam bidang mekanikal
dan elektrikal yang meliputi instalsi, plambing, pengatur suhu udara, pengaman
kebakaran, pengolahan limbah, transportasi vertikal, instalsi catu daya, detector
kebakaran, instalsi penerangan, pengaturan tata suara, akustik, sistem alarm.

KULIAH PROFESI 7
DIREKTUR

WAKIL

DIREKTUR

KONSULTAN KONSULTAN KONSULTAN


ARSITEKTUR STRUKTUR ME

KONSULTAN
STAFF STAFF ME

2.4 Tanggung Jawab Konsultan Perencana

Tanggung jawb konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:

Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan.


Membuat gambar kerja pelaksanaan.
Membuat Rencana kerja dan syarat sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai
pedoman pelaksanaan.
Membuat rencana anggaran biaya bangunan.
Memproyeksikan keinginan keinginan atau ide ide pemilik ke dalam desain
bangunan.
Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan
dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud di wujudkan.
Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan
konstruksi.

KULIAH PROFESI 8
2.5 Hak & Wewenang Konsultan Perencana

Hak dan Kewajiban Konsultan Perencana adalah :

Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana,rencana


kerja dan syarat-syarat,hitungan struktur, rencana anggaran biaya.
Memberikan usulan dan pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak kontraktor
tentang pelaksanaan pekerjaan.
Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal hal yang kurang
jelas dalam gambar rencana,rencana kerja dan syarat syarat.
Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.

wewenang konsultan perencana adalah :


Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak pihak pelaksana bangunan yang
melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
Menentukan warna dan jenis material yang akan digunakan dalam pelaksanaan
pembangunan.
2.6 Lingkup Tugas dan Proses Pekerjaan Konsultan Perencana
Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana adalah
berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis Pembangunan
Bangunan Gedung Negara, Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor : 332/KPTS/M/2002
tanggal 21 Agustus 2002, yang dapat meliputi tugas - tugas perencanaan lingkungan,
site/tapak bangunan, dan perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari :

A. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan,


membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK, dan konsultasi dengan
pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan.
B. Menyusun Pra Rencana seperti rencana lay-out, pra rencana bangunan termasuk
program dan konsep ruang, perkiraan biaya.
C. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :
1. Rencana arsitektur/interior,dan uraian konsep yang mudah dimengerti oleh
pemberi tugas.
2. Rencana struktur,besrta uraian konsep dan perhitungannya.

KULIAH PROFESI 9
3. Rencana utiilitas,beserta uraian konsep dan perhitungannya
4. Perkiraan biaya.
D. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :
1. Gambar - gambar detail arsitektur/ Interior, detail struktur, detail utilitas yang
sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui.
2. Rencana Kerja dan Syarat - syarat (RKS).
3. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan.
4. Laporan akhir perencanaan.
E. Mengadakan persiapan pelelangan, seperti membantu Pemimpin Proyek di dalam
menyusun dokumen pelelangan dan membantu Panitia Pengadaan menyusun
program dan pelaksanaan pengadaan.
F. Membantu Panitia Pengadaan pada waktu penjelasan pekerjaan, termasuk menyusun
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan, evaluasi penawaran, menyusun kembali dokumen
pelelangan, dan melaksanakan tugas tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang.
G. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan
melaksanakan kegiatan seperti :
1. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
2. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan konstruksi.
3. Memberikan saran-saran.
4. Membuat laporan akhir pengawasan berkala.

2.7 Proses Pengadaan Proyek Dan Badan Badan Yang Terlibat


Dalam pelaksanaan suatu proyek diperlukan adanya suatu oganisasi pelaksanaan
yang merupakan tata kerja untuk menunjang keberhasilan proyek. Organisasi dalam
arti badan dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang bekerjasama dalam suatu
kelompok-kelompok kerja yang saling terkait, bertanggung jawab dan bekerjasama
secara harmonis untuk mencapai tujuan tertentu.
Pemilik Proyek

Pemilik proyek disebut juga sebagai pemberi tugas, owner atau bouwheer adalah
suatu badan usaha atau perorangan, baik pemerintah maupun swasta yang memiliki,
memberikan pekerjaan, serta membiayai suatu proyek dalam proses pembangunan suatu

KULIAH PROFESI 10
bangunan. Adapun tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai pemilik proyek antara
lain adalah :
1. Menunjuk dan mengangkat wakilnya bagi kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan,
dalam hal ini mengangkat kontraktor pelaksana, pengawas proyek yang telah terpilih
melalui sistem lelang.
2. Mengesahkan keputusan yang menyangkut biaya, mutu dan waktu pelaksanaan.
3. Menyelesaikan perselisihan menyangkut proyek yang terjadi antara bawahannya
dengan pihak pemborong.
4. Menyediakan dan mengusahakan pendanaan bagi kontraktor pelaksana.
5. Memberikan keputusan terhadap perubahan waktu pelaksanaan dengan
memperhatikan pertimbangan yang diberikan oleh konsultannya.
Dalam pembangunan pos jaga sekolah,pemilik proyek berasal dari pihak
pemerintah , pemilik proyek memberikan dana untuk pembagunan melalui dinas terkait
yang di tunjuk untuk bertanggung jawab.Pemilik proyek memberikan wewenang
kepada dinas PU atau dinas terkait(dinas pendidikan) untuk mengadakan pelelangan
konstruksi(Tender) terkait pemilihan kontraktor,konsultan perencana & konsultan
pengawas.
Pelelangan dapat bersifat terbuka/tertutup,jika secara terbuka maka dapat di ikuti
oleh lebih dari satu peserta,dan jika bersifat ertutup maka biasanya penunjukan
langsung dari owner perusahaan-perusahaan mana saja yang di tnjukna untuk menjadi
kosultan perencana ,kontraktor,hingga konsultan pengawas.
Suatu Proyek Konstruksi yang akan dibangun akan dibuka proses lelang / tender,
dimana pengumumannya akan diumumkan melalui internet, koran, ataupun rekanan
dari owner dan media lainnya. Proses lelang proyek konstruksi terdiri dari :
1. Pengambilan Dokumen Lelang
Pengambilan dokumen lelang harus diteliti kebenarannya dan kelengkapannya
dengan merinci dalam tanda terima dokumen lelang, hal ini penting agar dapat
dijadikan sebagai dokumen kontrol pada proses internal perusahaan.
2. Pembentukan Team Pelaksana Lelang (TPL)
Pembentukan Tim Pelaksana Lelang sesuai dengan kebutuhan SDM yang
memiliki kopetensi sesuai dengan ketrampilan untuk melakukan kegiatan estimasi
biaya sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

KULIAH PROFESI 11
3. Membaca dan Mempelajari Dokumen Lelang
Dalam proses ini merupakan kegiatan penting dalam upaya mempelajari dan
memahami dokumen proyek sehingga dapat dibuat catatan-catatan penting yang perlu
dikonfirmasikan saat mengikuti penjelasan / aanwijzing kantor atau lapangan berkaitan
dengan dokumen-dokumen sbb :
1. Bill of Quantity (BQ)
2. Technical Spesification (Spek Teknis)
3. Drawing (Gambar)
4. Aggrement, General & Spesial Condition of Contract (Surat Perjanjian,
Spesifikasi Umum & Khusus)
5. Attachement (Lampiran)
6. Addendum
7. Peraturan Terkait

4. Aanwijzing Kantor & Lapangan


Mengikuti kegiatan aanwijzing merupakan kegiatan penting untuk mendapatkan
kejelasan terhadap hal-hal sebagai berikut :
1. Kelengkapan Dokumen yang perlu dipenuhi
2. Konfirmasi hal-hal yang belum jelas agar ada persamaan presepsi dengan pihak
panitia / owner
3. Usulan-usulan perubahan terhadap spesifikasi, waktu pelaksanaan sehingga
proyek dapat dikerjakan dengan baik dan tepat waktu
4. Memahami secara akurat kondisi lapangan yang akan dibangun, yang berkaitan
dengan :
a. Kondisi lingkungan proyek (sosial budaya, medan kerja, dan lainnya)
b. Akses jalan masuk area proyek
c. Kelayakan jalan logistik dan upaya maintenance/memperbaikinya
d. Keamanan lokasi
e. Kondisi Tanah, dll

5. Mempelajari Lebih Mendalam Dokumen Lelang


Kegiatan dalam proses ini adalah mendalami lebih rinci berkaitan dengan hal-
hal sebagai berikut :
1. Kesesuaian BQ dengan gambar, spesifikasi dan dokumen lainnya

KULIAH PROFESI 12
2. Identifikasi lingkup pekerjaan (batasan-batasan dalam paket pekerjaan/proyek)
Kegiatan ini dilakukan dengan melalui work breakdown struktur (WBS)
sehingga secara akurat dapat diketahui batasan lingkup pekerjaan yang ada dalam
setiap paket proyek yang terkait dengan :
a. Rincian Bill of Quantity (BQ) / WBS (Paket pekerjaan)
b. Perhitungan volume pekerjaan
c. Gambar Detail / Sketsa
d. Dokumen untuk pengadaan subkontraktor dan supplier.
WBS adalah pedoman pengelompokan dari unsur-unsur proyek yang mengatur
dan menetapkan lingkup totak dari proyek. Pekerjaan diluar WBS adalah diluar
lingkup proyek, seperti halnya scope statement WBS sering kali dipergunakan untuk
mengembangkan dan menjelaskan pengertian umum dari lingkup proyek.

6. Survey Lapangan Detail


Kegiatan ini merupakan kegiatan survey secara mandalam dokumen lelang
seperti diuraikan dalam point 5. Hasil survey ini akan dipergunakan sebagai
referensi metode pelaksanaan pekerjaan, merencanakan site plan, mengetahui
pekerjaan-pekerjaan penunjang yang diperlukan seperti jembatan sementara,
bangunan bantu lainnya, perbaikan jalan akses dll. dalam survey ini dapat jg untuk
mengklarifikasi data-data teknis seperti penyelidikan tanah, komposisi material di
quarry, keberadaan sumberdaya lainnya, seperti alat, tenaga kerja, material, bahan
material alam termasuk biaya untuk mendapatkan sumber daya tersebut (upah
tenaga, harga satuan, dll)

7. Perhitungan Volume
Kegiatan ini untuk melakukan perhitungan dan pengecekkan perhitungan
volume pekerjaan terhadap volume scope yang ada dalam BQ dan diperlukan
perhitungan volume pekerjaan yang merupakan pekerjaan penunjang seperti
jembatan darurat, jalan akses, dll. Perhitungan volume ini harus dilakukan secara
cermat, akurat dan tertelusur sesuai dengan WBS yang direncanakan sehingga tidak
terjadi kesalahan kurang perhitungan atau duplikasi perhitungan. Apabila ada
perubahan gambar / spesifikasi maka dengan mudah dapat ditelusuri dengan mudah
perhitungan mana yang diperlukan koreksi/pemyesuaian perhitungan ulang atas
perubahan tersebut. Bila perhitungan volume ini dihitung oleh banyak personil

KULIAH PROFESI 13
harus dapat diidentifikasi siapa melakukan perhitungan, pekerjaan apa sesuai
gambar/spesifikasi yang mana sehingga saat dikonsolidasi dapat dikompilasi dengan
akurat.

8. Metode Pekerjaan
Merupakan kegiatan perumusan metode pelaksanaan pekerjaan dengan urutan
sbb :
1. Definisi pekerjaan :
a. Penjelasan tentang pekerjaan ( pembangunan pos jaga sekolah dasar)
b. Spesifikasi dan volume pekerjaan
2. Lokasi
3. Metode pekerjaan / Cara kerja
b. Bagaimana caranya
c. Menggunakan alat apa
d. Urutan pekerjaan (dimulai sesudah/setelah pekerjaan apa)
4. Kebutuhan sumber daya
5. Waktu yang diperlukan
6. Jadwal pelaksanaan
7. Hal-hal penting yang harus diketahui / diperhatikan
8. Gambar-gambar kerja/pelaksanaan
9. Pekerjaan yang dibuat secara detail metode kerjanya adalah yang memiliki
kriteria sbb :
a. Pekerjaan yang memiliki bobot besar 80 % sesuai dengan bobot pareto
b. Pekerjaan yang masuk lintasan kritis, sesuai hasil network planning

9. Subkontraktor
Pemilihan pekerjaan yang disubkontraktorkan dilakukan dalam rangka
memenuhi kriteria sbb :
1. Meningkatkan fokus perusahaan
2. Mempercepat keuntungan yang diperoleh dari engineering
3. Membagi resiko
4. Sumber daya sendiri dapat dipergunakan untuk kebutuhan lain
5. Memungkinkan tersedianya dana kapital
6. Menciptakan dana segar

KULIAH PROFESI 14
7. Mengurangi dan mengendalikan dana operasional
8. Memperoleh sumberdaya yang tidak dimiliki sendiri
9. Memecahkan masalah yang sulit dikendalikan / dikelola
Pemilihan subkontraktor/suplier dilakukan dengan sangat selektif agar tujuan
diatas dapat dipenuhi dan pengendalian dokumen terhadap pekerjaan yang
dikerjakan oleh pihak ketiga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan, karena
kesalahan informasi / dokumen akan membuat kesalahan dalam menentukan
asumsi, sumber daya dan harga pekerjaan.
Kegiatan dalam proses procurement pada proses tender meliputi :
a. Pekerjaan yang akan disubkontrakkan /renvana pembelian, perencanaan kontrak
dan pembayaran.
b. Pemilian vendor yang akan dinominasikan
c. Permintaan penawaran
d. Evaluasi penawaran termasuk lingkup yang sesuai dengan paket pekerjaan
e. Penentuan vendor yang akan dipilih sehingga dokumen dari vendor yang akan
dipakai terdokumentasi dengan baik

10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Proses yang dibutuhkan untuk mengelola dan memastikan bahwa aktivitas
proyek kontruksi yang ditangani dengan benar sebagai bentuk tindakan pencegahan
terhadap kemungkinan timbulnya kecelakaan secara ringan (menyebabkan luka-
luka ringan atau parah yang masih dapat disembuhkan tanpa cacat) maupun yang
berat (menyebabkan cacat atau meninggal dunia) yang akan terjadi baik terhadap
karyawan / properti yang ada sehingga dengan demikian proses-proses yang dapat
dilakukan adalah :
a. Perencanaan K3 (Safety Plan)
b. Penanganan K3
c. Pelaksanaan administrasi dan pelaporan

11. Pembuatan Pra Rencana Mutu Proyek


Yang utama dalam kegiatan ini adalah melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Memahami spesifikasi setiap pekerjaan dan material yang dipergunakan
2. Memahami persyaratan mutu yang bersesuaian dengan yang sudah ditetapkan
dalam spesifikasi berkaitan dengan upaya untuk melakukan pemilihan material

KULIAH PROFESI 15
dan metode yang memenuhi syarat
3. Dokumen atas persyaratan yang dipilih menjadi dokumen kontrol dan didukung
oleh data-data yang dapat dipertanggungjawabkan

12. Plafon Harga Penawaran


Plafon harga penawaran yang didasarkan pada Owner Estimate (OE)
merupakan referensi tetapi tidak menjadi patokan, melainnkan untuk melakukan
evaluasi terhadap harga yang dibentuk dari perhitungan RAB dan keuntungan
proyek.

13. Proses Komputer


Merupakan perhitungan dengan menggunakan komputer dan program yang
dapat diandalkan penelusurannya sehingga setiap ada perubahan formulanya
terkait satu sama lainnya. File perhitungan dapat menjamin mana data / file yang
dipakai dan direvisi sehingga mudah ditelusuri bila menggunakan alternatif-
alternatif RAP/RAB.

14. Jaminan Bank, Referensi Bank dan Syarat Administrasinya


Hasil perhitungan RAP/RAB draft dapat dipakai sebagai acuan untuk
menentukan besaran jaminan pelaksanaan proyek sebagai administrasi yang harus
dipenuhi dan dilampirkan dalam penawaran /bid. Pengurusan jaminan ini harus
memenuhi ketentuan bank dan persyaratan dalam administrasi lelang, karena
dapat menggugurkan penawaran. Pada saat final penawaran besaran jaminan ini di
check kembali apakah sudah sesuai dengan ketentuan / persyaratan lelang yang
berlaku.

15. Perhitungan Markup


Perhitungan markup harus didasarkan pada beban-beban yang harus dipenuhi
yang menjadi ketentuan kantor pusat, cabang dan proyek dan termasuk biaoya
pemasaran, serta keuntungan bersih yang direncanakan. Markup harus sudah
memperhitungkan terhadap resiko kenaikan harga, dan resiko lainnya yang
diperhitungkan dalam merespon resiko.

KULIAH PROFESI 16
16. Penyususn, pengecekkan dan Pemasukan Penawaran
Tahapan yang penting dalam penyusunan dokumen penawaran pemenuhan
dokumen dan lampiran yang diperlukan dalam setiap dokumen harus mengikuti
peraturan yang berlaku dan menjadi persyaratan administrasi. Pengendalian dan
kesesuaian dokumen perlu dilakukan dengan adanya bukti pengecekkan berupa
check list yang ditandatangani oleh team leader sebagai bukti telah dilakukan
control baik isi dokumen dan kelengkapannya.

17. Laporan Hasil Lelang / Tender


Laporan ini dibuat dalam rangka melakukan evaluasi terhadap hasil tender dan
alasan-alasan terukur yang menjadi penyebab dan kegagalan dan serta kekuatan
yang menjadi unggulan dalam persaingan, hal ini dapat menjadi pembelajaran
pada lelang/tender yang akan datang.
Setelah pelelangan dan semua peserta lelang memasukan berkasnya,baru
kemudian pemilik proyek yang menyeleksi berkas mana yang sesuai persyaratan
dan di terima,kemudian di tentukan siapa pemenang lelang .Setelah di tentukan
pemenang lelang maka,konsultan perencana ,konsultan pengawas,& kontraktor
memulai rapat untuk membahas pengerjaan sesuai bidang msing-masing.

Konsultan Perencana
Konsultan perencana mempunyai kewajiban atau tugas yang merencanakan suatu
rencana dalam perencanaan struktur, arsitektur, dan mekanikal / elektrikal, dengan
ketentuan yang diinginkan oleh pemilik proyek untuk pembangunan suatu bangunan.
Setelah di berikan informasi terkait letak bangunan ini,maka tim perencana
melakukan survey untuk mengambil data-data yang di butuhkan dalam pengerjaan
tugas perencana,seperti luas tapak yang akan di bangun,orientasi bangunan,dsb.
Adapun tugas atau kegiatan dari konsultan perencana sebagai berikut :
1. Membuat sketsa dan memberikan suatu gagasan gambaran pekerjaan, meliputi
pembagian ruang bangunan, rencana pelaksanaan pos jaga dan lainnya.
2. Membuat gambar detail / penjelasan lengkap dengan perhitungan konstruksi dari
bangunan tersebut.
3. Membuat rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan rencana anggaran biaya
(RAB).

KULIAH PROFESI 17
4. Tempat berkonsultasi jika ada hal-hal yang meragukan dibidang arsitektural,
struktur dan ME.
Konsultan perencana mulai mengerjakan planning design,mulai dari gambar kerja
hingga rencana anggaran biaya.Setelah gambar dan rencana anggaran biaya
rampung,baru kemudian di serahkan ke kontraktor pelaksana.

Kontraktor Pelaksana

Kontraktor pelaksana adalah perusahaan berbadan hukum yang bergerak dalam


bidang pelaksanaan pemborongan. Berupa perorangan maupun badan hukum baik
pemerintah maupun swasta. Yang telah ditetapkan dari pemilik proyek serta telah
menandatangani Surat Perjanjian Kerja (SPK). Kontraktor pelaksana ini bekerja dengan
mengacu pada gambar kerja (bestek), rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) yang telah
disusun sebelumnya. Adapun kegiatan dari Kontraktor Pelaksana yaitu :

1. Melaksanakan semua kesepakatan yang ada dalam kontrak kerja, baik dari segi
scheduling pelaksanaan pembangunan bangunan maupun masa pemeliharaan.
2. Mematuhi dan melaksanakan segala petunjuk yang diberikan oleh Direksi.
3. Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor pelaksana harus membuat dan menyerahkan
gambar kerja (shop drawing) serta metode kerja.
4. Menyediakan tenaga kerja, bahan, perlengkapan dan jasa yang diperlukan sesuai
dengan spesifikasi teknis dan gambar yang telah ditentukan dengan memperhatikan:
a. biaya pelaksanaan,
b. waktu pelaksanaan,
c. kualitas pekerjaan,
d. kuantitas pekerjaan dan
e. keamanan kerja.
5. Membuat laporan harian, mingguan dan bulanan yang diserahkan kepada Direksi.
6. Bertangung jawab atas kualitas dan mutu pekerjaan.
7. Membayar ganti rugi akibat kecelakaan yang terjadi pada waktu pelaksanaan
pekerjaan.
8. Berhak menerima sejumlah biaya pelaksanaan pekerjaaan yang telah selesai dari
pemberi tugas dengan kesepakatan yang tercantum dari kontrak kerja.

KULIAH PROFESI 18
BAB III
TINJAUAN KHUSUS KONSULTAN PERENCANA PT. ARSINDO MEGA KREASI
KONSULTAN
3.1 Latar Belakang Berdiri Konsultan Perencana
PT. ARSINDO MEGA KREASI KONSULTAN pada mulanya merupakan
CV. ARSINDO KONSULTAN berdiri pada Tanggal 29 September 1997 di Palu
dengan akte notaries ETHA MALIPUNGI, SH Nomor : 106 kemudian di daftarkan pada
kantor Panitera Pengadilan Negeri kelas 1 Palu pada Tanggal 30 September 1997 nomor
: 361/1997.
CV. ARSINDO KONSULTAN secara resmi berubah menjadi PT. ARSINDO
MEGA KREASI KONSULTAN pada Tanggal 08 Januari 2016 di Palu dengan yang
dinyatakan dengan akte notaries SOLEIMAN MALIPUNGI, S.H., M.Kn. dengan
nomor : 03 Tanggal 08 Januari 2016.
Dengan semakin berkembangnya dunia usaha Konstruksi khusus bidang Konsultasi
dan menghadapi Era Ekonomi Asean maka kami dari PT. ARSINDO MEGA KREASI
KONSULTAN yang beralamatkan di Jalan Hang Tuah No .74 Palu ingin berpartisipasi
dalam pembangunan Infrastruktur dan mendapat kepercayaan untuk menangani berbagai
macam pekerjaan terutama di instansi pemerintah.
Dengan ditunjang oleh tenaga tenaga profesional dalam bidang masing masing,
maka kami yakin akan dapat memberikan layanan jasa konsultasi secara profesional.
Perusahaan kami adalah perusahaan jasa konsultasi yang bergerak dalam kegiatan
konstruksi dengan bidang layanan yang bervariasi yang kami miliki.

3.2 Bentuk Perusahaan


PT. ARSINDO MEGA KREASI KONSULTAN merupakan perusahaan infrastruktur
berskala nasional yang berdaya saing dan inovatif. Berorientasi pada bidang/sub-bidang
dan layanan/sub-layanan yang terbagi atas dua, yaitu :
Perencana Konstruksi
Pengawasan Konstruksi

KULIAH PROFESI 19
3.3 Struktur Organisasi Perusahaan
PT. ARSINDO MEGA KREASI KONSULTAN memiliki sumber daya manusia
dan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu. Bidang Keahlian Meliputi ; Teknik
Arsitektur, Teknik Sipil., Teknik Planologi, Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,
Teknik Elektro,Teknik Geodesi,Ekonomi,sosiologi, dan Staf Pendukung lainnya.

KULIAH PROFESI 20