Anda di halaman 1dari 4

NEWSLETTER

SAHABAT
Siaga Hadapi
Bencana Bagi
Penyandang
Cacat
Edisi : 01/Oktober 2010 Email: hiindo_drrpm.kupang@ymail.com

Handicap International di Indonesia, untuk mengikut-


Federation adalah organisasi sertakan penyandang cacat dalam
internasional yang dibentuk tahun upaya tanggap darurat terhadap
1982 dan berkantor pusat di Lyon, bencana tsunami di Aceh dan gempa
Perancis. Sampai kini, Handicap b u m i d i Yo g y a k a r t a , d e n g a n Gagasan Sahabat ................ 2
International Federation telah bekerja menyediakan layanan rehabilitasi fisik
di lebih dari 60 negara dan adalah dan training, dukungan kepada Teropong Sahabat ................ 3
pemenang bersama untuk penyandang cacat dan organisasi Agenda Kegiatan .................. 3
Penghargaan Nobel dalam bidang perwakilan mereka dalam bentuk Profil Sahabat ....................... 4
Kampanye Anti Ranjau Darat. Sejak teknik dan dukungan dana untuk
2010, Handicap International mengadvokasi hak asasi mereka.
Federation berbentuk federasi yang Ta h u n 2 0 1 0 , H a n d i c a p dan Philipina tersebut.
terdiri atas 8 asosiasi nasional. International Federation membuka Dalam pelaksanaan kegiatan
Handicap International Federation kantor lapangan di Kupang, Nusa projek ini, Handicap International
m e n g k h u s u s k a n pa d a b i d a n g Tenggara Timur dengan projek utama Federation mengarus-utamakan isu
kecacatan dan bekerja secara tematis, Pengarusutamaan Isu Kecacatan kecacatan dalam upaya PRB yang
dari rehabilitasi medik, dalam Pengurangan Risiko Bencana dilaksanakan oleh lembaga partner
pemberdayaan ekonomi sampai (PRB) di Indonesia. Projek ini DIPECHO yakni CARE, FIRD, Bina

Edisi 1, Oktober 2010


inklusi sosial dan akhirnya mendapat dukungan dana dari Swadaya, dan Netherlands Red
mempromosikan hak asasi Departemen Bantuan Kemanusiaan Cross (PMI Propinsi NTT). Disamping
penyandang cacat (Penca). Mandat dan Perlindungan Masyarakat Komisi lembaga mitra yang didanai
Handicap International Federation Eropa (ECHO). D I P E C H O , k e g i a ta n i n i j u g a
adalah menempatkan orang dengan Keterlibatan Handicap dilaksanakan dengan memberi
situasi yang memberikan International Federation dalam upaya pelatihan kepada TAGANA Propinsi
keterbatasan dan lingkungan mereka PRB bermula dari hasil amatan bahwa NTT, World Vision Manggarai dan
(yang mengasosiasikannya) sebagai bencana lebih sering membawa sebuah LSM lokal di Timor Barat yakni
inti kegiatan. Dengan meningkatkan dampak buruk bagi kelompok rentan CIS Timor.
partisipasi sosial mereka, orang dan khususnya penyandang cacat Kegiatan utama dalam projek
dengan situasi yang memberikan sebagai kelompok paling berisiko. PRB di NTT adalah membentuk
keterbatasan bisa memulihkan Seringkali, upaya-upaya PRB belum wadah yang terdiri atas beberapa
kapasitas mereka untuk tetap menjawab kebutuhan dan hak-hak orang untuk melakukan pelatihan
berkegiatan. Tujuan Handicap penyandang cacat. Atas dasar inilah dalam hal mengarusutamakan
International Federation adalah maka upaya PRB yang mencakup kecacatan dalam kegiatan PRB,
meningkatkan kapasitas mereka kecacatan menjadi penting. mengembangkn kapasitas pemangku
dalam memenuhi kebutuhan dasar Kemudian Program Kesiapsiagaan kepentingan untuk melibatkan Penca
dan melaksanakan hak asasi Bencana Komisi Eropa (DIPECHO) dalam kegiatan PRB mereka, dan
fundamental mereka setuju untuk mendukung kegiatan meningkatkan kesadaran dalam

NEWSLETTER SAHABAT
Sejak tahun 2005, Handicap yang dilakukan Handicap komunitas tentang kecacatan dan
International Federation telah bekerja International Federation di Indonesia PRB yang inklusif.

Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) kemudian menjadi salah satu pemain Masyarakat Komisi Eropa (ECHO)
merupakan salah satu organisasi kunci dalam pendirian layanan darurat melalui Program Kesiapsiagaan
kesejahteraan sosial tertua dan di Jerman. Kini, selama kurun waktu Bencana Komisi Eropa (DIPECHO),
terbesar di Jerman. ASB dibentuk 120 tahun berjalan, ASB mempunyai melaksanakan program PRB berbasis
untuk menyediakan pelayanan lebih dari 1,2 juta anggota dan 200 masyarakat dengan tema
kesehatan dan pelatihan bagi pekerja kantor afiliasi. Membangun Ketahanan Anak
pabrik selama Revolusi Industri. ASB Di Indonesia, ASB mulai berkarya Berkebutuhan Khusus: Memperkuat
sejak gempa bumi Mei 2006 di Sistem Penyampaian Informasi PRB
Susunan Redaksi Yogyakarta dan Jawa Tengah. ASB dengan sasaran utama adalah anak
merespon dengan membagikan berkebutuhan khusus (usia 5-15
Diterbitkan oleh : Handicap International keperluan penyelamatan dan tahun) yang belum/tidak bersekolah.
Federation Program Indonesia
dan ASB Indonesia. membantu masyarakat untuk Program ini menerapkan sistem
Pembina : Catherine Gillet (Programme secara cepat kembali bekerja dan yang pernah dilakukan di sekolah ke
Director Handicap International mendapatkan pendidikan melalui dalam masyarakat dengan
Federation Program Indonesia pemulihan usaha kecil dan memberdayakan kader yang ada di
dan Alex J. Robinson, Ph.D pembangunan sekolah sementara. dalam masyarakat, yakni Tenaga
(Country Director ASB Sejak saat itu, ASB aktif bergerak Kesejahteraan Sosial Kecamatan
Indonesia) dalam bidang Pengurangan Risiko (TKSK) dan Pekerja Sosial
Pemimpin Redaksi : Petrus Ana Andung. Bencana (PRB) berbasis sekolah Masyarakat (PSM). Selain kader,
Wakil Redaktur : Rofikul Hidayat. yang dilaksanakan di Provinsi D.I. anggota dari Organisasi Penyandang
Editor : Mathieu Dewerse, Nicole Yogyakarta, Kepulauan Nias, Kab. Cacat (OPC) dan instansi pemerintah
Derbinski, Agatia Wenny Klaten, dan Kab. Ciamis. juga terlibat. Para kader dan anggota
Tyawati, dan Yohanis Pakereng. Mulai bulan Juni 2010 - Agustus OPC akan dilatih oleh ASB untuk
Anggota Redaksi : Agnes Patongloan, Alfred Atidja. 2011, ASB bersama dengan selanjutnya melatih kepada anak
Lay Out : PD Hidayat Yogyakarta. Pemerintah Kab. Gunungkidul dan berkebutuhan khusus, keluarga dan
Alamat Redaksi : Handicap International Sleman, dibawah koordinasi tetangga yang akan dimonitoring oleh
Federation Indonesia Kupang Pemerintah Provinsi D.I. instansi pemerintah bersama ASB.
Site Office, Jl. Bajawa No. 1 Yogyakarta (DIY), didukung Harapannya, setelah mendapatkan
Kel. Oebufu, Kupang, pelatihan PRB, anak-anak ini dapat
Propinsi NTT, Indonesia,
Departemen Bantuan
Kemanusiaan dan Perlindungan melakukan penyelamatan diri ketika
Telp. +62-380-821301. terjadi bencana.
Didanai oleh:
GAGASAN SAHABAT

SITUASI PENYANDANG CACAT DI TIMOR BARAT -


DITINJAU DARI BEBERAPA PERSPEKTIF

Oleh: Buce Ga

Staf Handicap International Federation Kupang Site Office

Handicap International tindakan yang tidak sesuai dengan 3.Karena keterbatasan dana, untuk
Federation melalui projek DRR di kehendak Tuhan atau aturan adat beberapa program, proses
NTT pada bulan Juli 2010 melakukan atau perlakuan yang salah terhadap seleksinya menggunakan kriteria
penilaian awal tentang pandangan sesama manusia ataupun makhluk yang syarat nilai/asumsi. Misalnya
terhadap penyandang cacat (Penca) hidup yang lain. Hal ini sejalan untuk live skill training tertentu,
dalam realitas sosial-budaya Timor dengan pendapat Sesilia J. Arlis, dengan alasan mengurangi risiko
Barat. Proses ini melibatkan anggota Forum Komunikasi Keluarga bagi Penca, maka pesertanya
berbagai pihak, diantaranya: Penca, dengan Penyandang Cacat Anak (FK- hanya dikhususkan bagi
tokoh masyarakat, tokoh agama, KDPCA NTT), karena kutukan penyandang cacat fisik. Kriteria ini
organisasi Penca, unsur pemerintah, dilihat sebagai aib yang memalukan, langsung menutup kesempatan
pengurus panti rehabilitasi, dll. Dari Penca disembunyikan dari publik bagi penyandang jenis kecacatan
berbagai pandangan dan diskusi atau diasingkan. lain untuk terlibat.
dengan berbagai pihak tersebut di 4.Walaupun UU No. 4 1997 memberi
atas, dapat disimpulkan 2 situasi 2. Perlakuan Tidak Etis mandat kepada 4 departemen
berbeda yang dialami Penca di Timor Umumnya masyarakat di Timor Barat, (Departemen Pendidikan, Sosial,
Barat, yakni : bahkan anggota keluarga sendiri, Kesehatan dan Pertanian) untuk
Edisi 1, Oktober 2010

menyebut Penca dengan sebutan menangani Penca, namun dalam


A.Penca yang Berhasil Mengatasi yang tidak etis seperti si buta, tuli, bisu, implementasi di daerah, Dinas
Hambatan dalam Keluarga buntung, pincang, dll, kata Yomi Sosial menjadi pemain tunggal
maupun Lingkungan Radja, aktifis LSM yang juga Penca. dalam penanganan Penca.
Penca memandang dirinya Dari dua kondisi yang berbeda
sendiri dengan lebih positif dan 3.Diskriminasi di Tempat Kerja t e r s ebut setidaknya memberi
termotivasi meraih sukses. Bagi gambaran betapa kesadaran
Yomi Radja juga menambahkan, di
kelompok ini, di balik keterbatasan, masyarakat di Timor Barat akan hak-
Ti m o r B a r a t , m a s i h t e r d a p a t
ada ketidakterbatasan potensi dan hak asasi Penca masih sangat rendah.
diskriminasi dalam akses terhadap
kemampuan yang dimiliki. Saya Para Penca sangat rentan terhadap
pengetahuan dan keterampilan
selalu katakan kepada teman-teman perlakukan-perlakuan yang
terhadap Penca. Akibatnya,
Penca bahwa 'percaya diri' itu diskriminatif. Belum lagi diperparah
pengetahuan dan ketrampilan
penting. Kita harus percaya diri oleh lingkungan yang membuat
2 mereka menjadi terbatas sehingga
mereka semakin sulit berpartisipasi
bahwa kita punya kemampuan yang kesempatan kerja dan kapasitas
dapat dikembangkan, dan secara sosial. Meresponi kondisi ini,
untuk mandiri rendah pula.
NEWSLETTER SAHABAT

diberdayakan, sehingga dapat maka perlu mengarusutamakan isu


Dampaknya, Penca beresiko tinggi
disumbangkan demi kepentingan diri k e c a c a ta n d a l a m s e g a l a l i n i
terhadap kemiskinan.
sendiri, keluarga, dan masyarakat di kehidupan dan pembangunan
sekitar kita, kata Pak Lukas, seorang masyarakat. Untuk itu, kita dapat
tuna netra yang berprofesi PNS. 4. Diskriminasi dan Hambatan melakukan beberapa hal. Pertama,
Penca yang termasuk dalam kategori dalam Dunia Pemerintahan miliki kesadaran mulai dari diri pribadi
ini memiliki kemampuan dan rasa Hasil diskusi dengan pihak Dinas bahwa Penca memiliki harkat dan
percaya diri untuk bekerja di ruang Sosial NTT diketahui beberapa martabat yang sama dengan kita.
publik tanpa dihalangi oleh bentuk diskriminasi dan hambatan Kedua, kita dapat turut terlibat dalam
keterbatasannya maupun pandangan d a l a m p e r e n c a n a a n d a n memberi motivasi bagi keterlibatan
negatif dari lingkungan sekitarnya. implementasi program pemerintahan Penca dalam berbagai aktifitas sosial
b e r k e n a a n d e n g a n P e n c a , di masyarakat. Terakhir, upaya PRB
diidentifikasi sebagai berikut: yang akhir-akhir ini dilaksanakan,
B.Penca Acapkali
Termarginalisasi 1.Alokasi anggaran bagi Penca dalam harus mencakup kecacatan. Bila hal-
APBD sangat rendah, pemerintah hal ini kita lakukan, niscaya Timor
Kondisi ini merupakan tantangan
daerah hanya berharap pada dana Barat akan menjadi tempat yang lebih
utama untuk mewujudkan mimpi
dari pusat. nyaman dan bebas diskriminasi.
hidup terhormat tanpa diskriminasi
terhadap Penca. Berdasarkan 2.Dengan alasan
informasi dan pengalaman dari keterbatasan
b e r b a g a i s u m b e r, b e n t u k anggaran, program
marginalisasi dan diskriminasi yang rehabilitasi bagi
dialami oleh Penca antara lain: Penca di luar panti
sangat terbatas
s e h i n g g a
1. Kecacatan Dipandang Sebagai diberlakukan
Kutukan/Aib seleksi yang ketat,
Menurut Yohana Benu dan tanpa adanya
Bernadus Neonufa, tokoh adat dari assessment
Kabupaten Timor Tengah Selatan, m e n d a l a m
keberadaan anggota keluarga terhadap kondisi
dengan kecacatan dianggap sebagai P e n c a d a n
akibat perbuatan orang tua atau keluarganya. Gambar ini diambil saat pelatihan Pengarusutamaan Kecacatan dalam Upaya PRB di Kupang.
nenek moyang dimana melakukan Tampak salah satu gedung yang tidak bisa diakses oleh penyandang cacat.
TEROPONG SAHABAT
MASYARAKAT KUAT, RISIKO BENCANA BERKURANG;
Liputan Peringatan Hari PRB Sedunia di Yogyakarta
dan Handicap International Yogyakarta. Seorang Ibu rumah
Federation, mendukung dan tangga, Purwanti, menceritakan
terlibat penuh dalam kegiatan- pengalaman bencana gempa dan
kegiatan yang dilaksanakan oleh puting beliung yang pernah terjadi di
Forum PRB Yogyakarta ini. daerahnya. Penjelasan dan
Salah satu kegiatan yang informasi dari leaflet kepada peserta
dilaksanakan adalah kampanye sangat bermanfaat. Usul saya, agar
media dan outreach yang meliputi pemangku kepentingan dan lembaga
media briefing tanggal 13 Oktober kemanusian yang peduli PRB,
2010 di gedung Wilis, Kepatihan, memberikan pelatihan atau
Memperingati hari PRB Sedunia, Yo g y a k a r t a . T u j u a n n y a , sosialisasi tentang PRB di tingkat
13 Oktober 2010, forum PRB menginformasikan kepada media desa, kata Purwanti.
Yogyakarta menggelar beberapa massa tentang berbagai kegiatan Kegiatan lainnya adalah distribusi
rangkaian kegiatan dengan tema selama peringatan Hari PRB Sedunia leaflet tentang langkah-langkah
Masyarakate Kuat, Bencanane ini agar kemudian masing-masing upaya PRB sebelum, saat dan
Lewat (Masyarakatnya Kuat, media melakukan penyebarluasan sesudah bencana. Kegiatan ini
Bencananya Terkurangi) selama informasi tersebut kepada dilaksanakan oleh staf ASB dan
Bulan PRB mulai 1 - 31 Oktober 2010. masyarakat luas. Handicap International Federation
Adapun forum PRB Yogyakarta ini Selain itu dilakukan juga sepeda tanggal 16 Oktober 2010 di Malioboro,

Edisi 1, Oktober 2010


terdiri dari lembaga pemerintah, LSM tanggap bencana pada 16 Oktober Yogyakarta. Menurut Pak Ngadiman,
lokal dan international, serta lembaga 2010. Peserta mengambil route mulai tukang becak di daerah Malioboro,
mitra lainnya. Arbeiter-Samariter- dari areal Monumen Jogja Kembali Dengan adanya selebaran ini dapat
Bund Deutschland e.V. (ASB), (Monjali), berkeliling di daerah yang membantu kami mengetahui tindakan
Handicap International Federation, rawan bencana dan juga pernah apa yang harus dilakukan sebelum,
dan IOM (International Organization terjadi bencana seperti derah saat, dan sesudah bencana,
Migration) terlibat sebagai pengamat Lempunyangan, Gayam dan sehingga masyarakat Yogyakarta
dalam forum ini. Komisi Eropa untuk sekitarnya, terus berakhir di lokasi tidak panik dan dapat waspada
Bantuan Kemunusian dan Pusat Pengendalian Operasional terhadap bencana. (Fiqul-ASB, dan
Perlindungan Masyarakat (ECHO) Penanggulangan Bencana Wenny - HI)).
melalui dua lembaga mitranya, ASB

HIDUP AMAN BERSAMA BENCANA: Liputan Peringatan Hari PRB Sedunia di NTT

NEWSLETTER SAHABAT
Merayakan Hari PRB Sedunia, Jurnalisme Bencana, dan Ketua
Kantor Lapangan Handicap Bidang Pengembangan
International Federation Kupang, Organisasi dari Forum PRB
bekerjasama dengan Badan Yogyakarta, Hasan Bachtiar,
Penanggulangan Bencana Daerah dengan materi Saling Berbagi
(BPPD) NTT dan beberapa LSM Pengalaman untuk
(international dan lokal) melakukan Pembelajaran Bersama.
berbagai rangkaian kegiatan di Seminar yang diikuti 200 orang
antaranya: seminar sehari, donor peserta dari instansi Pemerintah,
Lebu Raya, melepas rombongan jalan
darah, dan kampanye penyadaran LSM, akademisi, dan mahasiswa ini
santai bersama pada Jumat, 15
publik melalui parade spanduk, menghasilkan 'kesepakatan' untuk
Oktober 2010 di alun-alun rumah
pameran foto, dan jalan santai. membentuk forum PRB NTT sebagai
Seminar yang berlangsung jabatan Gubernur.
wadah untuk mengkoordinasikan
Kegiatan-kegiatan ini termasuk
tanggal 14 Oktober 2010 dengan segala hal yang berkaitan dengan
sukses. Dari komentar beberapa
tema Hidup Aman Bersama PRB.
peserta saat seminar terungkap
Bencana, menghadirkan Sementara itu, parade spanduk
bahwa melalui serangkaian kegiatan
narasumber: Wakil Gubernur Propinsi berlangsung selama tiga minggu (3
tersebut, mereka menjadi sadar akan
NTT, Eston Foenay, dengan materi hari sebelum hari DRR Sedunia, dan
pentingnya pengurangan risiko
Kebijakan Pemda Propinsi NTT dua minggu sesudahnya). Tema-tema
bencana dan juga bagaimana
terhadap Upaya PRB; DRR Project yang diusung berkenaan dengan
melibatkan kelompok-kelompok
Manager dari Kantor Lapangan penyadaran publik akan pentingnya
rentan. Apalagi perayaan tahun ini
Handicap International Federation upaya PRB. Terdapat 15 lembaga
adalah perayaan paling akbar karena
Kupang, Yohanis Pakereng, dengan (Pemerintah dan LSM) yang terlibat
berhasil menggelar beberapa
m a t e r i P e n g a r u s u ta m a a n I s u dalam parade spanduk ini.
Akhir dari rangkaian peringatan kegiatan selama sepekan dan diliput
Kecacatan dalam Upaya-Upaya PRB;
hari PRB Sedunia ini, dilakukan jalan secara luas oleh media (TV, radio, dan
Pemred Harian Umum Pos Kupang,
santai bersama. Gubernur NTT, Frans surat kabar). (Piet-HI).
Dion DB. Putra, dengan materi

Agenda Kegiatan Bulan November 2010 hingga Januari 2011


Handicap International ASB INDONESIA
Federation Kupang Site Office
Minggu I-II November 2010: TOT tentang PRB untuk DPO di Sleman
Desember 2010 : Minggu III November 2010: First Aid Training untuk TKSK, PSM & DPO
1. Lokakarya tentang Pertukaran dan Pembelajaran dengan Konsorsium yakni di Sleman dan Gunungkidul, DIY
CARE, FIRD, Bina Swadaya, dan Netherlands Red Cross (PMI Propinsi NTT) di Flores
Desember 2010: Pertemuan DPO Mitra ASB dan HIF untuk
2. Pelatihan Penyegaran tentang PRB bagi mitra (CARE, OISCA, dan
berbagi pengalaman di Yogyakarta
CIS Timor) di Kupang 3 Desember 2010: Peringatan Hari Kecacatan Sedunia di Yogyakarta
3. Follow-up TOT dengan lembaga mitra (CIQAL dan YEU) di Yogyakarta
Desember 2010 - Februari 2011: TOT tentang PRB untuk PSM
4. Peringatan Hari Kecacatan Sedunia di Kupang oleh TKSK yang telah dilatih oleh ASB Di Kab. Sleman dan Gunungkidul
PROFIL SAHABAT
NUNING SURYATININGSIH: Perlu Kader Penyandang Cacat yang Berani
Menyuarakan Hak-Hak Penyandang Cacat
M b a k Saputro, kepedulian pada isu seluruh aspek hidupnya. Ia
N u n i n g , kecacatan berawal dari menambahkan bahwa DRR inklusi
demikian keprihatinannya terhadap program b u k a n k e g i a ta n k h u s u s b a g i
sapaan akrab pemerintah yang tidak ada penyandang cacat. Masyarakat dan
dari pemilik tindaklanjutnya bagi masyarakat dan pemangku kepentingan haruslah
nama lengkap pembatasan-pembatasan bagi Penca terlibat karena belum semua orang
N u n i n g dalam kegiatan masyarakat. Mbak tahu etika berkomunikasi dengan
Suryatiningsih Nuning, yang juga lulusan Fakultas penyandang cacat. Ditambahkan,
yang sehari- Hukum, Universitas Islam Indonesia- saat diminta untuk ke NTT guna
hari bekerja Jogjakarta ini, menceritakan mengarus-utamakan isu kecacatan
sebagai Ketua CIQAL Jogjakarta, pengalamannya ketika lulus kuliah dalam PRB, ia merasa pesimis
salah satu LSM lokal yang memberi dimana mencoba melamar sebagai karena di Propinsi DIY saja belum
perhatian khusus pada Penca dengan pegawai negeri sipil tetapi ditolak inklusi bagi penyandang cacat
program Advokasi, Pemberdayaan karena kecacatan yang dialaminya. sehingga akan kesulitan dalam
Ekonomi Masyarakat, Litbang, dan Padahal keterampilan dan ilmu melakukan replikasi di tempat lain.
Informasi. Seluruh program ini pengetahuan yang dimilikinya tidak Mengakhiri ceritanya, Mbak
dijalankan bersama 9 staf, beberapa diragukan lagi. Nuning mengutarakan cita-citanya
di antaranya adalah Penca. Gagal menjadi PNS bukan berarti bersama DPO CIQAL yang belum
Khusus untuk kali ini, saya perjuangannya selesai. Berkat ajakan tercapai yakni melahirkan kader-
bersedia untuk menjadi tokoh tamu dan dukungan teman-teman kuliah, kader para penyandang cacat untuk
dalam newsletter SAHABAT. Kira-kira Mbak Nuning mengadakan penelitian menyuarakan keprihatinan mereka di
mau apa yang saya perlu ceritakan? di sekitar Jawa, Jambi, Kalimantan tingkat pembuat kebijakan dan semua
Demikian guyonan mbak Nuning Ti m u r, d a n P e k a n b a r u y a n g pemangku kepentingan di Indonesia.
ketika diminta pendapatnya soal mengharuskan untuk tinggal di desa Tentu saja mimpi besar Mbak
seluk-beluk bekerja bagi Penca. terpencil bersama masyarakat. Bagi Nuning ini sangat mulia. Betapa tidak.
Cerita diawali dengan kisah masa anak-anak di desa itu, kehadiran Penyandang cacat di Indonesia
kecil, sebagai anak yang lahir dengan Mbak Nuning menjadi tontonan dan sering sekali mengalami perlakuan
kecacatan, ibunya mulai menyiapkan dikerumuni karena ke mana-mana yang diskriminatif dan bahkan
si Nuning kecil dengan keterampilan memakai kruk. Kesempatan ini termarginalisasi. Untuk itu, butuh
menjahit (membeli perlengkapan dimanfaatkan oleh mbak Nuning komitmen yang sama untuk
jahit) dan memasak karena ada untuk mengubah mindset (pola pikir) mewujudkan cita-cita Mbak Nuning itu.
kekhawatiran bahwa si Nuning anak-anak agar memandang Sejalan dengan hal ini, Handicap
nantinya tidak bisa beradaptasi penyandang cacat sebagai teman, International Federation juga
dengan lingkungan masyarakat. sahabat, dan bahkan saudara mereka. melakukan berbagai aktifitas yang
Baginya, segala sesuatu yang bisa Saat ditanya pendapatnya berkenaan dengan upaya advokasi
membuat seseorang itu mandiri dan tentang pengarusutamaan kecacatan terhadap hak-hak penyandang cacat.
berguna seharusnya dibekali sejak dalam Pengurangan Risiko Bencana Projek Pengarusutamaan Kecacatan
usia dini. Diakuinya, walau ia terlahir di NTT, Mbak Nuning mengatakan, dalam PRB di Indonesia juga
sebagai Penca tetapi sejak kecil tidak pengarusutamaan kecacatan dalam merupakan salah satu upaya untuk
pernah bergaul dengan sesama Pengurangan Risiko Bencana adalah membangun kesadaran publik akan
Penca sehingga ia merasa tidak ada langkah tepat bagi penyadaran pentingnya keterlibatan penyandang
yang menghambat proses masyarakat NTT akan pentingnya cacat dalam berbagai aktifitas sosial,
interaksinya di masyarakat. kepedulian terhadap sesama termasuk upaya PRB di Indonesia.
Menurut ibu dari Alfian Nurahmat (penyandang cacat, Red) dalam (Alfred-HI).

MENGENAL KECACATAN DENGAN LEBIH BAIK


Oleh: Petrus Ana Andung
Siapa itu Penyandang Cacat? dalamnya kesulitan dalam prematur dan kesulitan
Menurut Konvensi Hak-Hak mendengar (hearing impairment), melahirkan). 3). Setelah
Penyandang Cacat Pasal 1, kesulitan dalam melihat (low vision), melahirkan (gizi buruk,
Penyandang cacat adalah mereka dan kesulitan berbicara. kekurangan gizi, kurangnya vaksinasi,
yang memiliki kerusakan fisik, mental, Sementara di Indonesia, UU No. 4 infeksi seperti radang selaput/
intelektual, atau sensorik jangka Tahun 1997 tentang Penyandang meningitis, polio, kecelakaan, trauma,
panjang yang dalam interaksinya Cacat, Pasal 1, mengelompokkan dan zat-zat racun. Namun, DFID
dengan berbagai hambatan dapat kecacatan menjadi: meyakini, 50% kecacatan dapat
merintangi partisipasi mereka dalam 1. Penyandang cacat fisik, yaitu dicegah dan berkaitan langsung
masyarakat secara penuh dan efektif kecacatan yang mengakibatkan dengan kemiskinan.
berdasarkan pada asas kesetaraan. gangguan pada fungsi tubuh, Menyimak beberapa konsep
Sementara kecacatan antara lain gerak tubuh, mendasar tersebut, diketahui bahwa
sebagaimana dinyatakan dalam penglihatan, pendengaran, dan penyandang cacat memiliki harkat,
Konvensi Hak-Hak Penyandang kemampuan bicara. martabat dan bahkan hak asasi yang
Cacat, Pembukaan (e), didefinisikan 2. Penyandang cacat mental, yaitu setara dengan kita yang bukan
sebagai hasil dari interaksi antara kelainan mental dan/atau tingkah penyandang cacat. Mereka memiliki
orang-orang yang tidak sempurna laku, baik cacat bawaan maupun berbagai potensi dan kemampuan
secara fisik dan mental dengan akibat dari penyakit. untuk berbuat sesuatu yang
hambatan-hambatan lingkungan 3. Penyandang cacat fisik dan mental, bermanfaat dalam masyarakat.
yang menghalangi partisipasi mereka yaitu keadaan seseorang yang Hanya saja, lingkungan yang tidak
dalam masyarakat secara penuh dan menyandang dua jenis kecacatan tidak bisa diakses oleh merekalah
efektif atas dasar kesetaraan dengan sekaligus. yang membatasi ruang partisipasi
orang-orang lain. Faktor-Faktor Penyebab sosial mereka. Karena itu, kita harus
Jenis-Jenis Kecacatan Kecacatan ikut bertanggung jawab dalam
Menurut Konvensi PBB tentang Penyebab utama kecacatan ada menciptakan lingkungan yang bebas
Hak-Hak Para Penyandang Cacat tiga: 1). sebelum kelahiran (gizi buruk, diskriminasi terhadap penyandang
(Pasal 1), ditemukan bahwa terdapat pengobatan yang salah, memakai cacat. Kita dapat berperan untuk ikut
4 jenis kecacatan yakni kecacatan obat-obatan, merokok, dan ibu yang memastikan keterlibatan penyandang
fisik, mental, intelektual dan sensorik. terpapar penyakit, trauma mental dan cacat dalam setiap kegiatan sosial di
Kecacatan sensorik termasuk di fisik). 2). Selama kelahiran (kelahiran masyarakat termasuk upaya PRB.