Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan melalui
berbagai tahapan. Kegiatan penelitian selalu diawali dengan adanya minat atau
rasa ingin tahu untuk mengkaji secara mendalam terhadap berbagai fenomena
yang berkaitan dengan dinamika kehidupan masyarakat. Menurut Creswell (2012)
secara umum penelitian terdiri dari tiga langkah yaitu merumuskan permasalahan
berupa pertanyaan, mengumpulkan data untuk menjawab permasalahan yang ada,
dan menyajikan jawaban atas pertanyaan yang muncul. Proses atau langkah
tahapan umum sebuah penelitian perlu dipahami oleh peneliti dalam melakukan
sebuah penelitian.
Proses penelitian menghendaki suatu proses yang berkelanjutan artinya
penelitian itu tidak hanya dilakukan secara sembarangan saja, tetapi juga melalui
suatu metode-metode khusus yang harus dilakukan oleh peneliti dalam hal
pengambilan data, analisis data, sampai diperoleh kesimpulan yang sesuai dengan
tujuan penelitian. Menurut Suyanto (2008) metode penelitian merupakan suatu
cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang
bersangkutan, sehingga pemilihan metode dalam penelitian sangat penting untuk
diperhatikan oleh peneliti. Peneliti harus memilih metode yang tepat dan tentunya
disesuaikan dengan tujuan penelitian, hasil yang diharapkan dan kondisi objek
atau sasaran penelitian.
Kegiatan penelitian membutuhkan suatu metode yang jelas. Ada dua jenis
metode penelitian yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Pada awalnya
metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penelitian yang
baik karena menggunakan berbagai alat-alat instrumen yang bisa digunakan untuk
mengukur fenomena tertentu dan kemudia diolah dengan mengguanakan analisis
statisti. Pada proses perkembangannya, data yang berupa angka dan pengolahan
matematis tidak dapat menjelaskan sebuah kebenaran secara rinci dan mendalam.

1
Metode penelitian kuantitatif ternyata tidak dapat digunakan untuk mengungkap
secara utuh. Penelitian kuantitatif menjadi tidak tepat atau dirasa kurang tepat
digunakan apabila ingin memahami kehidupan sosial secara rinci karena alasan-
alasan seperti: (1) kehidupan sosial yang diteliti sangat kompleks; dan (2) hasil
penelitian tidak memuaskan karena banyak hal yang belum dapat dijelaskan oleh
hasil penelitian tersebut.
Penelitian kuantitatif yang tidak bisa menjelaskan suatu kebenaran secara
rinci dan mendalam bisa dilengkapi dengan adanya penelitian kualitatif karena
penelitian kualitatif dapat menjelaskan fenomena secara menyeluruh. Penelitian
kualitatif mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat
interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami
fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan. Menurut Moleong
(2014) Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang berbagai hal yang dialami subjek penelitian secara
holistik atau menyeluruh yang dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa
pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode ilmiah. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian
kualitatif sehingga informasi yang diperoleh bersifat menyeluruh.
Penelitian kualitatif sangat diperlukan untuk melengkapi penelitian
kuantitatif agar dapat mengeksplor berbagai informasi yang dibutuhkan untuk
mendukung penelitian. Seorang peneliti harus mampu memahami berbagai aspek
yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, sehingga untuk memperdalam
pemahaman tentang penelitian kualitatif, dalam makalah ini akan dibahas lebih
lanjut mengenai perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dasar-dasar
penelitian kualitatif, karakteristik penelitian kualitatif, dan tahapan penelitian
kualitatif.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif?
2. Apakah dasar-dasar yang melandasi penelitian kualitatif?

2
3. Apa saja alat-alat atau instrumen yang digunakan dalam penelitian
kualitatif?
4. Bagaimana cara menyusun desain penelitian kualitatif?
5. Bagaimana karakteristik penelitian kualitatif?
6. Bagaimana tahapan-tahapan yang tepat untuk melakukan penelitian
kualitatif?

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
2. Untuk mengetahui dasar-dasar yang melandasi penelitian kualitatif
3. Untuk mengetahui alat-alat atau instrumen yang digunakan dalam penelitian
kualitatif
4. Untuk mengetahui cara menyusun desain penelitian kualitatif
5. Untuk mengetahui B karakteristik penelitian kualitatif
6. Untuk mengetahui tahapan-tahapan yang tepat dalam melakukan penelitian
kualitatif

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


Penelitian adalah suatu proses atau langkah-langkah yang digunakan untuk
mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk meningkatkan pemahaman kita
tentang suatu topik atau masalah. Secara umum penelitian terdiri dari tiga langkah
yaitu merumuskan permasalahan berupa pertanyaan, mengumpulkan data untuk
menjawab permasalahan yang ada, dan menyajikan jawaban atas pertanyaan yang
muncul (Creswell, 2012). Penelitian dalam dunia pendidikan tidak hanya sebatas
melakukan langkah-langkah dalam proses penelitian, tetapi penelitian yang
dilakukan juga harus mencakup kegiatan merancang, dan menulis hasil penelitian.
Ada dua jenis metode dasar penelitian yang dikenal dalam pendidikan yaitu
penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
Metode penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif bisa dilakukan
oleh peneliti, tetapi harus disesuaikan dengan sifat masalah penelitian dan cara
menyelesaikan masalah dari pertanyaan yang muncul. Pemecahan masalah bisa
dilakukan dengan menggunakan desain penelitian yang spesifik sesuai dengan
jenis penelitian, oleh karena itu peneliti harus bisa memahami metode jenis
penelitian yang tepat untuk menyelesaiakan permasalahannya. Menurut Moleong
(2014) Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang berbagai hal yang dialami subjek penelitian secara
holistik atau menyeluruh yang dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa
pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai
metode ilmiah.
Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian kuantitatif. Menurut Given
(2008) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan
kajian empiris untuk mengumpulkan, menganalisa, dan menampilkan data dalam
bentuk numerik. Pengertian penelitian kuantitatif juga dijelaskan oleh Kothari
(2004) yang menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif mencakup setiap penelitian
yang didasarkan pada pengukuran kuantitas atau jumlah dan oleh karena itu

4
penelitian kuantitatif lebih banyak menjelaskan fenomena dengan mengumpulkan
data numerik yang dianalisis menggunakan metode berbasis matematis.
Setiap penelitian memiliki tujuan yang berbeda dan hal tersebut tergantung
pada pokok permasalahan yang akan diteliti. Tujuan penelitian kualitatif
diarahkan untuk memahami suatu fenomena sosial dan tidak ditujukan untuk
menjelaskan beberapa korelasi atau pengaruh antar variabel, sehingga penelitian
kualitatif dianggap sebagai penelitian pemahaman dan bukan penelitian
penjelasan (Bungin, 2003). Tujuan penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian
kuantitatif. Menurut Allwod (2012) penelitian kuantitatif dilakukan untuk
menguji suatu hipotesis yang sudah ada dengan mengungap fenomena-fenomena
secara objektif. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakana analisis
statistik. Pengujian hipotesis sangat penting dilakukan untuk mengambil
kesimpulan yang akurat terhadap pengujian sampel penelitian sehingga pada
akhirnya dapat diperoleh hasil kesimpulan penelitian. Hal tersebut juga
ditambahkan oleh Bungin (2003) yang menjelaskan bahwa pada dasarnya tujuan
penelitian kuantitatif adalah untuk menguji hipotesis penelitian sehingga pada
akhirnya bisa mengetahui berbagai korelasi atau hubungan antar variabel
penelitian.
Penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki beberapa perbedaan yang
dilihat dari berbagai aspek. Berikut merupakan perbedaan penelitian kualitatif dan
penelitian kuantitatif yang dilihat dari berbagai aspek.
Tabel 2.1. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Aspek Kuantitatif Kualitatif
Maksud Membuat deskripsi objektif Mengembangkan
tentang fenomena terbatas pengertian tentang
dan menentukan apakah individu dan kejadian
fenomena dapat dikontrol dengan memperhitungkan
melalui beberapa intervensi konteks yang relevan

Tujuan Menjelaskan, meramalkan, Memahami fenomena


dan mengontrol fenomena sosial melalui gambaran
melalui pengumpulan data holistik dan
terfokus pada data numerik. memperbanyak
pemahaman mendalam

5
Lanjutan Tabel 2.1..
Aspek Kuantitatif Kualitatif
Pendekatan Menjelaskan penyebab Berasumsi bahwa subject
fenomena sosial melalui matter suatu ilmu sosial
pengukuran objektif dan sangat berbeda dengan
analisis numerikal subject matter dari ilmu
fisik/ alamiah dan
mempersyaratkan tujuan
yang berbeda untuk inkuiri
dan seperangkat metode
penyelidikan yang
berbeda. Induktif, berisi
nilai (subjektif), holistik,
dan berorientasi proses.
Asumsi Berasumsi bahwa tujuan dan Perilaku terkait konteks
metode ilmu sosial adalah dimana hal itu terjadi dan
sama dengan ilmu kenyataan sosial tidak bisa
fisik/alamiah dengan jalan direduksi menjadi
mencari teori yang dites atau variabel-variabel sama
dikonfirmasikan yang dengan kenyataan fisik.
menjelaskan fenomena. Berupaya mencari
Deduktif, bebas nilai pemahaman tentang
(objektif), terfokus, dan kenyataan dari segi
berorientasi tujuan prespektif orang,
menerima subjektifitas
dari peneliti.
Hubungan peneliti Berasumsi bahwa cara ini Peneliti secara aktif
dengan subjek dapat menemukan hukum berinteraksi secara pribadi.
yang menambah pada Peneliti bebas
prediksi yang dapat dipercaya menggunakan intuisi dan
dan pada kontrol tentang dapat memutuskan cara
kenyataan/fenomena. Mencari merumuskan pertanyaan
keteraturan dalam sampel dan memutuskan cara
individu; analisis statistik melakukan pengamatan.
menyatakan kecenderungan Individu yang diteliti
tentang perilaku dan dapat diberi kesempatan
kecenderungan sudah cukup agar secara sukarela
kuat untuk memperoleh nilai mengajukan gagasan dan
praktis. persepsinya.
Desain Berupaya memahami Fleksibel/ luwes,
fenomena yang kompleks dikembangkan, umum,
dengan jalan menganalisis dinegosiasikan, sebagai
bagian-bagian komponen acuab untuk diikuti,
(variabel). Setiap upaya dikhususkan hanya dalam
penelitian menguji hanya istilah umum sebelum
beberapa dari kemungkinan studi dilakukan.
variabel yang dapat diteliti.
Data dikumpulkan dalam
beberapa interval dan
memfokus pada pengukuran
yang tepat.

6
Lanjutan Tabel 2.1..
Aspek Kuantitatif Kualitatif
Metode Terstruktur, formal, Historikal, etnografis, dan
ditentukan terlebih dahulu, studi kasus.
tidak luwes, dijabarkan secara
rinci terlebih dahuli sebelum
penelitian dilakukan
Hipotesis Deskriptif, korelasional, Cenderung untuk mencari,
perbandingan kausal, dan menemukan, dan
eksperimen menyimpulkan hipotesis.
Hipotesis dilihat sebagi
sesuati yang tentatif,
berkembang, dan
didasarkan pada sesuatu
studi tertentu.
Pengukuran Hampir selalu menguji Prosedurnya sedikit
hipotesis. Hipotesis dilihat subjektif, peneliti
sebagai sesuatu yang khusus, memiliki kemampuan
dapat dites, dan dinyatakan untuk mengamati dan
sebelum sesuaitu studi berinteraksi dengan
dilakukan. manusia lainnya dan
dengan lingkungannya.
Latar penelitian Ekstensif, yang dengan hal itu Naturalistik (sebagaimana
mempengaruhi studi. adanya).
Pengkajian teori diperlukan
untuk menemukan konsep,
variabel, dan menata
penelitian hipotesis.
Data Random/acak, bertujuan Naratif, deskriptif, dalam
untuk memilih dari sejumlah kata-kata mereka yang
besar individu dalam diteliti, dokumen pribadi,
populas.i catatan lapangan, artifak,
dokumen resmi, transkrip.
Strategi pengumpulan Numerik, variabel Pengumpulan dokumen,
data dioperasionalkan,statistikal, pengamatan berperan serta
dihitung dan diadakan (participant observation),
pengukuran. wawancara tidak
terstruktur dan informal,
mencatat data dalam
catatan lapangan
Subjek Subjek penelitian berjumlah Subjek penelitian
besar, dan pemilihan subjek berjumlah kecil.
secara acak.
Analisis Data Deduktif, secara statistik. Analisis data secara
induktif. Data dianalisis
secara deskriptif yang
sebagian besar berasal dari
wawancara dan catatan
pengamatan.

7
Lanjutan Tabel 2.1..
Aspek Kuantitatif Kualitatif
Interpretasi Data Kesimpulan dan generalisasi Kesimpulan bersifat
disampaikan pada akhir tentatif, direview atas
penelitian, dinyatakan dengan dasar sesuatu yang masih
derajat kepercayaan tertentu berlangsung, sedangkan
yang ditentukan generalisasi diabaikan.
Instrumen penelitian Inventori, kuisioner, skala, Tape recorder, catatan
skor tes, indikator lapangan, peneliti (peneliti
adalah instrumen
penelitian)
(Sumber: Moleong, 2014)

B. Dasar-Dasar Penelitian Kualitatif


Bagian terpenting dalam penelitian kualitatif adalah peneliti mampu
merumuskan kategori-kategori permasalahan sebagai sebuah konsep untuk
membandingkan data. Penelitian kualitatif dapat mengekplorasi sikap, perilaku
dan pengalaman responden melalui metode wawancara/ interview dan focus group
(Firdaus, 2015). Seorang peneliti yang melakukan penelitian kualitatif akan
menggunakan teori yang sudah ada untuk dijadikan sebagai dasar dalam
melakukan penelitian. Landasan teoritis yang digunakan oleh peneliti ini akan
menjadi dasar atau acuan bagi peneliti untuk mengarahkan penelitian yang akan
dilakukan. Peneliti yang baik adalah peneliti yang mampu menyadari dasar
orientasi teoritis yang digunakan dan memanfaatkannya untuk proses
pengumpulan data dan analisis data.
Menurut Suyanto (2008) ada 3 macam teori yang digunakan sebagai dasar
penelitian kualitatif yang meliputi:
1. Fenomenologi
Fenomenologi diartikan sebagai pengalaman subjektif atau pengalaman
fenomenologikal. Secara umum fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan
umum untuk menunjukkan pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe
subjek penelitian. Sedangkan istilah fenomenologi secara khusus lebih mengacu
pada pebelitianyang terdisiplin tentang kesadaran dari prespektif pertama
seseorang (Moleong, 2014). Fenomenologi menurut Suyanto (2008) adalah
fenomena kehidupan sosial dapat hanya dapat dipahami berdasarkan sudut

8
pandang pelakunya sendiri, artinya paham fenomenologi lebih menekankan pada
pengalaman subjektif seseorang.
2. Interaksi Simbolik
Menurut Suyanto (2008) pendekatan interaksi simbolik menganggap
bahwa semua perilaku manusia pada dasarnya memiliki makna makna sosial.
Makna-makna dari perilaku manusia yang berhubungan dengan dunia sekitarnya
sangat penting untuk dipahami. Hal tersebut didukung oleh pendapat Moleong
(2014) yang menjelaskan pendekatan interaksi simbolik berasumsi bahwa
pengalaman manusia ditengahi oleh penafsiran, sehingga semua objek, orang,
situasi, dan peristiwa tidak memiliki pengertiannya sendiri akan tetapi pengertian
itu ada karena adanya penafsiran terlebih dahulu dari orang yang terlibat.
Interaksi simbolik didasarkan pada ide-ide tentang individu dan
interaksinya dengan masyarakat. Esensi interaksi simbolik adalah suatu
aktivitas yang merupakan ciri manusia, yakni komunikasi atau pertukaran
simbol yang diberi makna. Perspektif ini menyarankan bahwa perilaku
manusia harus dilihat sebagai proses yang memungkinkan manusia
membentuk dan mengatur perilaku mereka dengan mempertimbangkan
ekspektasi orang lain yang menjadi mitra interaksi mereka (Mulyana, 2002).
Ada 3 pokok pikiran dalam interaksi simbolik yang meliputi: (a) Manusia
bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dipunyai sesuatu baginya, (b)
makna merupakan produk sosial yang muncul dari interaksi sosial dan social
actor memberikan makna melalui proses interpretasi. Hal tersebut mengandung
arti bahwa dalam interaksi sosial, penafsiran merupakan hal esensial yang
memengaruhi definisi sosial. Konsep diri merupakan definisi yang diciptakan
melalui interaksi dengan orang lain. Jadi, untuk mempelajari tingkah laku manusia
kita harus memahami sistem makna yang diacu oleh manusia yang dipelajari.
Peneliti harus memahami definisi sosial dan proses pendefinisiannya (Suyanto,
2008).
3. Etnometodologi
Pendekatan etnometodologi lebih merujuk pada bidang masalah yang
diteliti, yaitu tentang bagaimana individu menciptakan dan memahami
kehidupannya sehari-hari. Etnometodolgi berusaha memahami bagaimana orang-

9
orang melihat, menerangkan, dan menguraikan keteraturan dunia tempat
hidupnya. Fokus penelitiannya adalah realitas sosial dari kehidupan manusia
sehari-hari. Jadi, yang dipentingkan adalah hal-hal yang nyata dan apa adanya
menurut yang dilihat dan diketahui (Suyanto, 2008).
Menurut Jonker (2011) penelitian kualitatif didasarkan pada kenyataan
bahwa pengetahuan tentang realitas hanya dapat diperoleh melalui mata orang
lain. Ini merupakan hal yang umum untuk menyebut hal tersebut dengan sebutan
pendekatan pelaku. Sikap-sikap dasar ini dinyatakan dalam beberapa hal
fundamental:
1. Mengembangkan teori tentang realitas situasi tertentu adalah sesuatu yang
akan dihindari peneliti sebisa mungkin.
2. Peneliti bukan seorang ahli, tetapi seorang penjelajah dan bertujuan untuk
menemukan penyelesaian dari permasalahan.
3. Peneliti tidak melakukan penelitian pada realitas tertentu (situasi empiris),
tetapi dalam konteks tertentu.
4. Peneliti akan mencoba untuk melihat melalui mata orang lain atau setidaknya
membuat upaya sistematis untuk memahami dan menghormati perspektif
pelaku.
5. Peneliti akan mencoba untuk mengembangkan wawasan dan pemahaman
tentang tindakan dan makna dalam konteks sosial tertentu dengan
memperhatikan waktu dan proses.
6. Peneliti akan mengungkapkan berbagai fenomena yang sedang diperiksa, dan
didasarkan pada asumsi bahwa orang yang terlibat menyertakan makna pada
fenomena tersebut.

C. Alat-alat Penelitian Kualitatif


Semua penelitian pasti membutuhkan alat-alat yang bisa digunakan untuk
mengambil data penelitian. Menurut Moleong (2014) alat atau instrumen yang
digunakan dalam penelitian kualitatif adalah manusia yaitu peneliti sendiri atau
dengan bantuan orang lain. Manusia sebagai instrumen penelitian sangat
mendukung proses penelitian karena manusia mampu berhubungan dengan
berbagai responden atau objek lainnya yang digunakan dalam penelitian kualitatif,

10
dan hanya manusia yang mampu memahami keterkaitan kenyataan-kenyataan di
lapangan. Manusia sebagai instrumen penelitian juga mampu menilai berbagai
faktor pengganggu penelitian sehingga peneliti bisa secara langsung menghindari
dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang menghambat proses
penelitian.
Menurut Fraenkel (2009) Peneliti sebagai instrumen penelitian kualitatif
artinya peneliti sebagai alat utama dalam proses pengumpulan data yaitu dengan
metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara. Proses
pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti membutuhkan berbagai alat yang
mendukung seperti buku catatan, pensil, perekam video, perekam audio dan lain-
lain. Semua alat tersebut menjadi alat pendukung yang bisa membantu peneliti
untuk mengumpulkan berbagai bukti hasil pengamatan yang bisa dijadikan untuk
memperkuat data penelitian yaitu kesesuaian data dengan keadaan sebenarnya
dilapangan.

D. Desain Rancangan Penelitian Kualitatif


Salah satu bagian yang penting dalam kegiatan penelitian adalah
menyusun rancangan penelitian yang akan dilakukan. Menurut Bungin (2003)
sebuah rancangan penelitian akan memberikan gambaran awal yang jelas dan
terarah kepada peneliti tentang proses kegiatan penelitian, sehingga adanya
rancangan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti untuk
memasuki tahapan-tahapan penelitian selanjutnya. Fungsi adanya rancangan
penelitian adalah dapat memberikan kepada peneliti sebuah cetak biru (blue print)
untuk mempelajari pertanyaan-pertanyaan sosial, menetapkan batas-batas kegiatan
dan memungkinkan peneliti menyalurkan pemikirannya ke arah yang lebih
spesifik, dan memungkinkan peneliti mengantisipasi masalah-masalah yang
muncul di dalam pelaksanaan penelitian.
Format desain penelitian kualitatif terdiri dari 3 model yaitu format
deskriptif, format verifikatif, dan format grounded research. Setiap format desain
yang digunakan dalam penelitian kualitatif memiliki perbedaan. Berikut
merupakan penjelasan dari ketiga format dalam merancang penelitian kualitatif.

11
1. Desain Deskriptif Kualitatif
Bungin (2010) menjelaskan bahwa format deskriptif kualitatif pada
umumnya digunakan untuk penelitian studi kasus. Format ini lebih memusatkan
diri pada suatu unit tertentu dari berbagai fenomena, sehingga proses studi
pengamatan akan menjadi lebih mendalam. Deskriptif kualititatif studi kasus
merupakan penelitian eksplorasi yang berperan sangat penting untuk menciptakan
hipotesis atau pemahaman orang tentang berbagai variabel sosial, dengan
demikian format deskriptif kualitatif lebih tepat digunakan untuk meneliti
masalah-masalah yang membutuhkan studi mendalam. Berikut merupakan contoh
format konstrukti desain deskriptif kualitatif.

I. PENDAHULUAN
a. Judul Penelitian
b. Latar Belakang Masalah
c. Masalah Penelitian
d. Tujuan Penelitian
e. Tinjauan Pustaka/Teori dan Kesimpulan Teoritis yang
digunakan

II. METODE PENELITIAN


a. Obyek dan Informan Penelitian
b. Cara Memperoleh Sumber Data dan Penentuan Unit Analisis
Penelitian
c. Metode Analisis Data
d. Rancangan Pembahasan (Diskusi) Hasil Penelitian
e. Rancangan Laporan Penelitian

2. Desain Kualitatif Verifikatif


Format desain kualitatif verifikatif merupakan upaya pendekatan induktif
terhadap seluruh proses penelitian yang akan dilakukan, sehingga peneliti
terlebih dahulu mengumpulkan berbagai data penelitian sebanyak-banyaknya
dan kemudian akan dilakukan proses analisis data oleh peneliti tanpa harus
mereduksi data sehingga pada akhirnya peneliti dapat mengembangkan hasil
penemuannya menjadi sebuah hipotesis atau teori. Berikut merupakan alur
informasi format kualitatif verifikatif.

12
DATA
DATA Peneliti TEORI
DATA
DATA

Gambar 2.1. Alur Informasi Format Kualitatif Verifikatif


(Sumber: Bungin, 2010: 73)

Menurut Bungin (2010) format kualitatif verifikatif dapat dikembangkan


sesuai dengan kebutuhan penelitian, akan tetapi secara umum gambaran format
kualitatif verifikatif adalah sebagai berikut.

I. PENDAHULUAN
a. Menemukan Tema Penelitian yang Diinginkan
b. Memulai Berfikir tentang Metode yang akan Digunakan
c. Memfokuskan Cara Berpikir dengan Metode serta Research
Question

II. PENGGUNAAN METODE DAN LAPORAN PENELITIAN


a. Cara Menemukan Informan Penelitian
b. Metode Penelitian dan Strategi Menggunakan Metode
Penelitian
c. Mengintegrasikan Metode Penelitian
d. Membuat Catatan Harian
e. Triangulasi untuk Antisipasi Kelemahan Proses Analisis
Data dan Sumber Data yang digunakan
f. Bentuk Draft Laporan Penelitian.

3. Desain Grounded Research


Penelitian grounded tidak diawali dengan desain tertentu, tetapi dilakukan
dengan peneliti langsung terjun ke lapangan, dan semuanya dilakukan pada saat di
lapangan. Jadi perumusan masalah penelitian juga dilakukan saat berada di
lapangan dan data yang diperoleh merupakan sumber teori. Penelitian kualitatif
yang menggunakan desain grounded harus mempertumbangkan kredibilitas
peneliti karena apabila kredibilitas peneliti rendah maka penelitian tidak bisa
berjalan dengan baik. Hal itu dikarenakan secara keseluruhan penelitian ini
membutuhkan keterbukaan mata, telinga, serta intuisif yang responsif. Format

13
desain penelitian kualitatif dengan model desain grounded research adalah
sebagai berikut.

I. TAHAP 1 OBSERVASI PENDAHULUAN


a. Menenemukan Tema-tema Pokok Penelitian
b. Menemukan Gatekeepers
c. Menemukan Gambaran Umum tentang Alur Penelitian

II. TAHAP II PENGUMPULAN DATA


a. Menemukan Informan
b. Mewawancarai dan Mengobservasi serta Membuat Catatan
Harian
c. Menemukan Informan Baru
d. Mengembangkan Strategi Wawancara dan Observasi
e. Menggunakan Triangulasi untuk Menemukan Kebenaran
Data
f. Terus Menerus Membuat Catatan Harian

III. TAHAP III PENGUMPULAN DATA LANJUTAN


a.Merevisi Draf Laporan Penelitian
b.Menemukan Kekurangan Data dan Informasi
c.Membuang Informasi yang tidak penting
d.Menemukan Informan Baru
e.Terus Menerus Menggunakan Triangulasi
f.Terus Menerus Membuat Catatan Harian Baru
g.Memutuskan untuk Menghentikan Penelitian
h.Mengembangkan Draf Laporan Menjadi Rancangan Laporan
Akhir
i. Peneliti Meninggalkan Lokasi Penelitian

Secara umum desain penelitian kualitatif menggunakan konsep yang sama,


tetapi hanya formatnya saja yang berbeda anatar setiap desain penelitian kualitatif.
Menurut Bungin (2010) berikut merupakan cara merancang desain penelitian
kualitatif secara umum.
1. Merancang Judul Penelitian
Judul penelitian yang dirancang dalam penelitian kuliatatif harus
mengarah pada fenomena yang akan diteliti dan berbagai aspek yang berhubungan
dengan fenomena tersebut. Pada umumnya judul penelitian baru bisa dibuat
secara konkrit setelah penelitian telah selesai dilakukan. Judul pada penelitian

14
kualitatif harus mencerminkan fenomena yang akan diteliti sehingga fenomena
tersebut dapat dibahas lebih lanjut melalui penjelasan kualitatif.
2. Merancang Konsep Kualitatif
Fenomena penelitian kualitatif umumnya berupa kasus-kasus tertentu yang
tidak bisa digeneralisasikan, sehingga peneliti harus bisa merancang konsep
dengan pemikiran yang tajam dan terfokus pada persoalan operasionalisasi yang
lebih konkret dalam menguraikan persolan makna dibalik fenomena yang tampak.
Konsep penelitian kualitatif pada dasarnya mengutamakan berbagai hal yang
berhubungan dengan subjek penelitian tentang apa yang dipahami, dimaknai, dan
dirasakan oleh informan dan subjek-subjek penelitian.
3. Menetapkan Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
Rumusan masalah pada penelitian kualitatif merumuskan substansi
kategorisasi, substansi struktur, dan substansi model dalam suatu permasalahan
penelitian. Penulisan tujuan penelitian harus mengacu pada rumusan masalah
penelitian, akan tetapi ada perbedaan secara substansial antara rumusan masalah
dengan tujuan penelitian kualitatif. Rumusan masalah dibuat untuk
mengungkapkan substansi masalah yang akan diteliti sedangkan tujuan penelitian
dibuat untuk mengungkapkan keinginan peneliti dalam suatu penelitian.
4. Indikasi Fenomena dan Penjelasannya
Pada penelitian kualitatif menjelaskan sebuah indikasi fenomena banya
dibantu oleh pemahaman terhadap makna dari fenomena itu sendiri. Penjelasan
indikasi fenomena akan lebih mudah dipahami oleh peneliti sendiri, sedangkan
orang lain akan memahami penjelasan itu apabila mampu menempatkan dirinya
pada posisi peneliti saat itu.
5. Objek dan Informan Penelitian
Objek dan informan penelitian penting untuk ditetapkan. Objek dalam
penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi sasaran penelitian, sedangkan
informan penelitian adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian
sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian. Sasaran
penelitian tidak tergantung pada judul dan topik penelitian tetapi secara konkrit
tergambarkan dalam rumusan masalah penelitian.
6. Memperoleh Informan Penelitian

15
Informan penelitian sangat penting dalam mendukung penelitian kualitatif
sehingga diperlukan cara yang tepat untuk memperoleh informan. Bungin (2010)
menjelaskan bahwa cara memperoleh informan penelitian bisa dilakukan dengan 2
cara yaitu key person dan snowballing sampling. Cara memperoleh informan
penelitian melalui key person bisa dilakukan oleh peneliti apabila peneliti sudah
memahami informasi awal tentang objek penelitian maupun informan penelitian,
sehingga peneliti membutuhkan key person untuk memulai melakukan
wawancara atau observasi. Key person ini adalah tokok formal atau tokok
informal.
Cara snowballing sampling bisa digunakan apabila peneliti tidak
mengetaui orang atau informan yang memahami informasi objek penelitian,
sehingga peneliti harus melakukan beberapa langkah yang meliputi: (a) peneliti
harus menemukan gatekeeper yaitu seseorang yang pertama dapat menerimanya
dilokasi penelitian dan seseorang itu dapat memberi petunjuk tentang orang yang
dapat dijadikan sebagai narasumber untuk diwawancarai atau diobservasi dalam
rangka memperoleh informasi tentang objek penelitian, (b) gatekeeper bisa
dijadikan sebagai orang pertama yang diwawancarai, (c) peneliti bisa meminta
informan untuk menunjuk orang lain berikutnya yang dapat diwawancarai
sehingga bisa informasi yang diperolehnya bisa lebih lengkap (Bungin, 2010).
7. Menentukan Metode Pengumpulan Data dan Strategi Analisis Data
Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode
pengamatan seperti wawancara bertahap dan mendalam (in-depth interview),
observasi partisipasi (participant observer), diskusi terfokus atau focus group
disscusion (Bungin, 2010). Menurut Firdaus (2012) wawancara bertahap dan
mendalam (in-depth interview) bertujuan untuk mengetahui berbagai hal yang
belum diungkapkan oleh responden. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan
untuk melakukan wawancara secara mendalam yaitu dengan cara: (a) laddering
yaitu memberikan pertanyan menurut keinginan dan pendapat konsumen, (b)
pertanyaan mengenai isu tersembunyi, merupakan teknik memberikan pertanyaan
yang lebih banyak melibatkan pendapat-pendapat pribadi, (c) teknik analisis
simbolik, merupakan teknik yang dilakukan untuk memancing emosional melalui
penyampaian hal-hal yang bertentangan dengan realitas, dan teknik ini bisa

16
dilakukan ketika seseorang yang diwawancarai kurang berpartisipasi dalam
wawancara.
Pengumpulan data dengan cara diskusi terfokus (focus group) dilakukan
dengan melakukan wawancara atau interview yang menggunakan seorang
moderator, dalam hal ini jumlah responden relatif kecil (8-12 orang) dan
homogen, tidak terstruktur dan dilakukan secara alami. Moderator memiliki tugas
yang penting untuk menciptakan suasana yang santai dan informal sehingga
responden dapat dengan mudah untuk menyampaikan pendapatnya. Teknik
pengumpulan data lainnya yaitu melalui observasi yang dilakukan dengan
melakukan pengamatan terhadap objek penelitian pada periode tertentu (Firdaus,
2015).
Tahap yang perlu dirancang setelah melakukan pengumpulan data adalah
dengan menyusun strategi untuk melakukan analisis data. Menurut Moleong
(2014) proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia
dari berbagai sumber yaitu dari kegiatan wawancara, pengamatan yang dituliskan
dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan lain
sebagainya. Kumpulan data yang sangat banyak bisa dirangkum dengan
melakukan proses abstraksi. Abstraksi merupakan usaha untuk membuat
rangkuman inti, proses,dan pernyataan-pernyataan yang penting untuk
mendukung penelitian. Tahap akhir proses analisis data adalah melakukan
pemeriksaan keabsahan data yang selanjutnya dilakukan penafsiran data hasil
penelitian.
8. Teknik Analisis Data Kualitatif
Analisis data kualitatif banyak dipengaruhi oleh topik riset, waktu,
preferensi penelitian, dana dan perlengkapan. Firdaus (2015) mengemukakan
bahwa ada 3 macam teknik analisis data penelitian kualitatif yang meliputi: (a)
Tematik analisis, teknik analalisis lebih bersifat induktif yaitu analisis ditujuan
untuk memperoleh data berupa tanggapan dari grup/individu tertentu dari tema
tertentu, (b) Comparative analysis (analisis perbandingan), analisis ini dilakukan
oleh peneliti dengan membandingkan secara berulang-ulang data yang diperoleh
dari satu grup dengan grup lain serta literatur yang terkait, (c) Content analysis,
pada analisis konten peneliti secara sistematis membahas catatan-catatan ke

17
dalam suatu kode tertentu atau kata tertentu untuk menjelaskan karakteristik dari
tanggapan responden, (d) Discourse analysis, analisis ini lebih memperhatikan
pola berbeicara responden ketika diberikan suatu pertanyaan, kalimat yang
digunakan responden, dan tanggapan responden terhadap pembicaraan mengenai
tema riset.
9. Fleksibilitas Desain Penelitian
Menurut Bungin (2010) desain penelitian kualitatif tidak memiliki
ukuran-ukuran dan model yang seragam karena semua itu tergantung pada perlu
tidaknya untuk dicantumkan dalam desain penelitian. Contohnya saja dalam
pencantuman masalah penelitian dan tujuan penelitian. Kedua item tersebut tidak
harus ada di dalam sebuah desain penelitian, tergantung dengan kepentingan
penelitian.

E. Karakteristik Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif memiliki ciri khas umum yang menggambarkan
keseluruhan penelitian kualitatif. Berikut merupakan karakteristik umum dari
penelitian kualitatif yang meliputi.
1. Latar Alamiah
Penelitian kualitatif dilakukan berdasarkan pada latar alamiah atau pada
konteks dari suatu keutuhan (entity). Hal tersebut dilakukan karena latar alamiah
menyajikan berbagai kenyataan-kenyataan fenomena sebagai suatu keutuhan
yang tidak dapat dipahami jika dipisahkan dari konteksnya. Data penelitian
kualitatif adalah data kontekstual sehingga tidak bisa dilepaskan dari konteks
alamiah. Peneliti kualitatif tidak melakukan rekayasa apapun terhadap sasaran
penelitiannya karena hal tersebut dapat mempengaruhi keaslian informasi yang
dibutuhkan untuk melengkapi data penelitian (Moedzakir,2010).
Penelitian kualitatif yang menggunakan latar alamiah didasari oleh
beberapa asumsi yaitu (a) Tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat,
karena itu hubungan penelitian harus mengambil tempat pada keutuhan dalam
konteks untuk keperluan pengamatan, (b) Konteks sangat menentukan dalam
menetapkan apakah suatu penemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya, yang
berarti bahwa suatu fenomena harus diteliti dalam keseluruhan pengaruh

18
lapangan, (c) Sebagian struktur nilai kontekstual bersifat determinatif terhadap
apa yang akan dicari (Moleong, 2014).
2. Peneliti adalah instrumen kunci dalam penelitian kualitatif.
Pada penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen penelitian karena
peneliti akan berperan serta secara langsung untuk terlibat dalam proses
pengambilan data dengan mengamati secara langsung berbagai hal yang terjadi
dalam proses penelitian (Fraenkel, 2009). Hal itu juga didukung oleh pendapat
Moleong (2014) yang menjelaskan bahwa manusia sebagai instrumen penelitian
dapat menilai berbagai faktor pengganggu penelitian sehingga peneliti bisa secara
langsung menghindari dan mengatasi berbagai macam permasalahan yang
menghambat proses penelitian.
Proses pengambilan data dalam penelitian kualitatif juga menggunakan
berbagai alat seperti buku catatan, pensil, perekam video dan audio. Semua alat-
alat tersebut digunakan oleh peneliti secara langsung di tempat penelitian dan
tentunya juga peneliti juga mengamati segala hal yang terjadi berdasarkan hasil
pengamatan selama di lapangan (Fraenkel, 2009).
3. Deskriptif
Data kualitatif dikumpulkan dalam bentuk deskripsi dan gambar. Jenis
data yang dikumpulkan dalam penelitian kualitatif berupa trankrip wawancara,
catatan lapangan, foto, rekaman audio, kaset video, komentar pribadi, memo, dan
lain sebagainya akan dideskripsikan oleh peneliti dengan menggunakan kata-kata
yang sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga dalam penelitian kualitatif
tidak ada reduksi data. Semua data yang diperoleh akan dideskripsikan karena
paparan data yang diperoleh akan menggambarkan fenomena atau berbagai kasus
yang terjadi di lapangan sesuai dengan yang diamati oleh peneliti (Fraenkel,
2009).
4. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses dari pada hasil.
Fraenkel (2009) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif lebih terfokus
untuk mengamati proses berbagai peristiwa dapat terjadi, sehingga peneliti lebih
cenderung untuk mengamati proses orang-orang dapat berinteraksi satu sama
lain, bagaimana suatu pertanyaan dapat dijawab, proses terpengaruhnya sikap
siswa oleh guru melalui cara dan tindakan yang diberikan oleh guru. Menurut

19
Moleong (2014) penelitian kualitatif yang lebih mementingkan proses dapat
memperjelas hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti. Contohnya seorang
peneliti yang menelaah sikap guru terhadap jenis siswa tertentu. Peneliti
mengamatinya dalam hubungan kegiatan sehari-hari, kemudian menjelaskan
tentang sikap yang diteliti, sehingga dapat diketahui bahwa peranan proses
dalam penelitian kualitatif besar sekali.
5. Analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan secara induktif.
Peneliti kualitatif tidak biasa untuk merumuskan hipotesis terlebih dahulu
kemudian melakukan uji hipotesis, tetapi peneliti akan langsung mengumpulkan
data sebanyak-banyaknya dari hasil kegiatan pengamatan ataupun wawancara.
Analisis data secara induktif dilakukan dengan menganalisis data berdasarkan
data yang diperoleh atau fakta-fakta yang ditemukan dilapangan dan kemudian
dikembangkan menjadi sebuah hipotesis atau teori (Fraenkel, 2009). Menurut
Moleong (2014) penggunaan analisis induktif dalam penelitian kualitatif
dilakukan karena beberapa alasan yang meliputi (a) proses induktif lebih dapat
menemukan banyak fenomena atau kenyataan yang terdapat pada data, (b)
analisis induktif lebih dapat membuat hubungan antara peneliti dengan responden
menjadi eksplisit,(c) analisis induktif lebih dapat menguraikan latar secara penuh
dan dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat tidaknya pengalihan pada
suatu latar lainnya. (d) analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh
bersama.
6. Metode Kualitatif
Penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif yaitu pengamatan,
wawancara, atau penelaahan dokumen. Metode kualitatif ini digunakan karena
beberapa pertimbangan, yaitu: (a) menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah
apabila berhadapan dengan kenyataan-ganda, (b) metode ini menyajikan secara
langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden, (c) metode ini lebih
peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh
bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (Moleong, 2014).
7. Adanya Batas yang ditentukan oleh Fokus
Pada penelitian kualitatif telah ditetapkan adanya batas dalam
penelitiannya atas dasar fokus (identifikasi masalah) yang timbul sebagai masalah

20
dalam penelitian. Penentuan batasan penelitian harus sesuai dengan fokus
penelitian karena memeiliki manfaat yang meliputi: (a) batas penelitian dapat
mempertajam fokus penelitian, dan (b) penetapan fokus penelitian dapat lebih
dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus. Hal tersebut
menunjukkan bahwa penetapan fokus penelitian sangat penting untuk menentukan
batas penelitian (Moleong, 2014).
8. Desain yang bersifat Sementara/ Temporal
Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-menerus
disesuaikan dengan kenyataan lapangan. Jadi, tidak menggunakan desain yang
telah disusun secara ketat dan kaku. Penyusunan desain penelitian kualitatf
dilakukan secara fleksibel karena beberapa hal yaitu: (a) tidak dapat dibayangkan
sebelumnya tentang kenyataan-kenyataan ganda di lapangan, (b) tidak dapat
diramalkan sebelumnya apa yang akan berubah karena hal itu akan terjadi dalam
interaksi antara peneliti dengan kenyataan, (c) Bermacam-macam sistem nilai
yang terkait berhubungan dengan cara yang tidak dapat diramalkan (Moleong,
2014).
9. Hasil Penelitian Dirundingkan dan Disepakati Bersama
Penelitian kualitatif lebih menghendaki agar pengertian dan hasil
interprestasi yang diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang
dijadikan sebagai sumber data. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu: (a)
susunan kenyataan dari merekalah yang akan diangkat oleh peneliti, (b) Hasil
penelitian bergantung pada hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan
yang dicari, (c) Konfirmasi hipotesis kerja akan menjadi lebih baik verifikasinya
apabila diketahui dan dikonfirmasikan oleh orang-orang yang ada kaitannya
dengan yang diteliti.

F. Tahapan Penelitian Kualitatif


Sebuah penelitian akan dapat mendapatkan hasil penelitian yang baik jika
peneliti dapat memahami tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam melakukan
penelitian. Tahap-tahap dalam suatu penelitian akan memberikan gambaran
tentang perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis dan penafsiran data,

21
serta penulisan laporan peneilitian. Berikut merupakan tahapan penelitian
kualitatif yang dikemukakan oleh Suyanto (2008).
1. Menetapkan Fokus Penelitian
Prosedur penelitian kualitatif mendasarkan pada logika berfikir induktif
sehingga perencanaan penelitiannya bersifat sangat fleksibel, tetapi penelitian
kualitatif harus melalui tahap-tahap dan prosedur penelitian yang telah
ditetapkan. Tahap pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahap
penelitian kualitatif adalah menetapkan research question. Research question
dalam penelitian kualitatif disebut sebagai Fokus Penelitian adalah pertanyaan
tentang hal-hal yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian tersebut. Format
penulisan fokus penelitian dalam penelitian kualitatif bisa sangat beragam dan
tidak harus dalam bentuk pertanyaan seperti halnya dalam penelitian kuantitatif.
Fokus penelitian dapat ditulis dengan berbagai bentuk, bahkan fokus penelitian
sering ditulis dalam kalimat-kalimat yang meliputi beberapa alinea (Suyanto,
2008).
Fokus penelitian harus ditetapkan pada awal penelitian karena fokus
penelitian berfungsi untuk memberi batas hal-hal yang akan diteliti. Fokus
penelitian berguna dalam memberikan arah selama proses penelitian, utamanya
pada saat pengumpulan data, yaitu untuk membedakan antara data yang relevan
dengan tujuan penelitian kita. Fokus penelitian ini selalu disempurnakan selama
proses penelitian dan bahkan memungkinkan untuk diubah pada saat berada di
lapangan.
2. Menetukan Setting dan Subyek Penelitian
Setting penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang sangat
penting dan telah ditentukan ketika menetapkan fokus penelitian. Setting dan
subyek penelitian merupakan suatu kesatuan yang telah ditentukan sejak awal
penelitian. Setting penelitian ini menunjukkan komunitas yang akan diteliti dan
sekaligus kondisi fisik dan sosial mereka. Pada penelitian kualitatif, setting
penelitian akan mencerminkan lokasi penelitian yang langsung melekat pada
fokus penelitian yang telah ditetapkan sejak awal. Setting penelitian ini tidak
dapat diubah kecuali fokus penelitiannya diubah. Hal ini berbeda dengan
penelitian kuantitatif yang baru menentukan lokasi penelitian setelah ditetapkan

22
beberapa hal sebelumnya, seperti research question (rumusan masalah penelitian)
populasi dan sampel (Suyanto, 2008).
Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk membuat generalisasi dari hasil
penelitian, pada penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel.
Subyek penelitian ini menjadi informan yang akan memberikan berbagai
informasi yang diperlukan selama proses penelitian. Menurut Fraenkel (2009)
melakukan identifikasi partisipan atau subjek penelitian penting untuk dilakukan
karena partisipan yang terlibat dalam penelitian kualitatif merupakan sampel dari
individu yang akan diamati atau diwawancarai. Penelitian kualitatif tidak
mengenal istilah random sampling karena peneliti harus benar-benar memperoleh
sampel yang cocol dan sesuai dengan tujuan penelitian.
Menurut Suyanto (2008) informan penelitian kualitatif ada beberapa
macam yang meliputi:(a). Informan kunci (Key Informan), yaitu mereka yang
mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam
penelitian, (b) Informan utama, yaitu mereka yang terlibat langsung dalam
interaksi sosial yang diteliti, (3) Informan tambahan, yaitu mereka yang dapat
memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial
yang diteliti.
3. Pengumpulan Data, Pengolahan Data, dan Analisis Data
Penelitian kualitatif merupakan proses penelitian yang berkesinambungan
sehingga tahap pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data dilakukan
secara bersamaan selama proses penelitian. Pengolahan data pada penelitian
kualitatif tidak harus dilakukan setelah data terkumpul, atau analisis data tidak
mutlak dilakukan setelah pengolahan data selesai. Pada saat data dikumpulkan
peneliti dapat mengolah dan melakukan analisis data secara bersaamaan dan pada
saat proses menganalisis data, peneliti dapat kembali lagi ke lapangan untuk
memperoleh tambahan data yang dianggap perlu dan mengolahnya kembali
(Suyanto, 2008).
Prosedur penelitian kualitatif tidak distandarisasi dan bersifat fleksibel. Jadi
yang ada adalah petunjuk yang dapat dipakai, tetapi bukan aturan. Ada beberapa
metode pengumpulan data yang dikenal dalam penelitian kualitatif, tetapi metode
yang paling cocok adalah pengamatan atau obserbasi dan wawancara mendalam

23
atau in-depth interview. Observasi (pengamatan) yang dimaksud adalah deskripsi
secara sistematis tentang kejadian dan tingkah laku dalam setting sosial yang
dipilih untuk diteliti, sedangkan wawancara mendalam adalah teknik
pengumpulan data yang didasarkan pada percakapan secara intensif dengan suatu
tujuan. Wawancara mendalam bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan
yang bersifat umum berdasarkan substansi setting atau berdasarkan kerangka
konseptual.
Pengolahan data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara
mengklasifikasi atau mengategorikan data berdasarkan beberapa tema sesuai
fokus penelitiannya. Menurut Moleong (2014) proses analisis data dimulai dengan
menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dari kegiatan
wawancara, pengamatan yang dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen
pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan lain sebagainya. Kumpulan data yang
sangat banyak bisa dirangkum dengan melakukan proses abstraksi. Abstraksi
merupakan usaha untuk membuat rangkuman inti, proses,dan pernyataan-
pernyataan yang penting untuk mendukung penelitian. Tahap akhir proses
analisis data adalah melakukan pemeriksaan keabsahan data yang selanjutnya
dilakukan penafsiran data hasil penelitian.
4. Penyajian Data
Prinsip dasar penyajian data adalah membagi pemahaman kita tentang
sesuatu hal pada orang lain. Penyajian data peneilitian kualitatif berupa uraian
kata-kata yang ditulis dalam bentuk kutipan langsung dari hasil wawancara
dengan responden. Kata-katanya ditulis sesuai dengan bahasa asli yang digunakan
informan dan hal itu disebut dengan transkrip. Hasil penelitian kualitatif juga
disajikan dalam bentuk life history, yaitu deskripsi tentang peristiwa dan
pengalaman penting dari kehidupan atau beberapa bagian pokok dari kehidupan
seseorang dengan kata-katanya sendiri (Suyanto, 2008).

24
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dari kajian pustaka diperoleh kesimpulan
sebagai berikut.
1. Penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki perbedaan yang mendasar.
Penelititian kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis, sedangkan
penelitian kualitatif bertujuan untuk menciptakan suatu hipotesis atau teori.
2. Dasar-dasar penelitian kualitatif berlandaskan pada 3 macam teori yaitu (a)
fenomenologi, (b) interaksi simbolik, dan (c) etnometodologi.
3. Alat atau instrumen yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah
manusia karena manusia mampu berhubungan dengan berbagai responden
atau objek lainnya yang digunakan dalam penelitian kualitatif, dan hanya
manusia yang mampu memahami keterkaitan kenyataan-kenyataan di
lapangan. Manusia sebagai instrumen penelitian juga menggunakan berbagai
alat yang mendukung seperti buku catatan, pensil, perekam video, perekam
audio dan lain-lain.
4. Format desain penelitian kualitatif terdiri dari 3 model yaitu format deskriptif,
format verifikatif, dan format grounded research. Secara umum cara
merancang desain penelitian kualitatif bisa dilakukan dengan merancang
judul penelitian, merancang konsep kualitatif, menetapkan rumusan masalah
dan tujuan penelitian, indikasi fenomena dan penjelasannya, objek dan
informan penelitian, memperoleh informan penelitian, menentukan metode
pengumpulan data dan strategi, analisis data, teknik analisis data kualitatif .
5. Karakteristik penelitian kualitif adalah memiliki latar alamiah, manusia
sebagai instrumen, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses, analisis
dilakukan secara induktif, menggunakan metode kualitatif, adanya batas yang
ditentukan oleh fokus, desain yang bersifat sementara/ temporal, hasil penelitian
dirundingkan dan disepakati bersama

25
6. Tahapan yang harus dilakukan dalam penelitian kualitatif mencakup 4 tahap
yaitu (a) menetapkan fokus penelitian, (b) menetukan setting dan subyek
penelitian, (c) pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data, dan (d)
penyajian data

B. Saran
Sebelum memahami metode dan prosedur dalam metode penelitian
kualitatif, sebaiknya peneliti perlu memahami teori dan pendekatan yang menjadi
dasar dan melatarbelakangi penelitian kualitatif. Peneliti harus menetapkan fokus
penelitian dari awal untuk memberi batas dalam hal-hal yang akan diteliti,
walaupun fokus penelitian tidak dirumuskan secara ketat karena dapat mengalami
perubahan selama penelitian. Diharapkan dari hasil kajian ini bisa memberikan
acuan dalam tahapan-tahapan, rancangan dan karakteristik dalam penelitian
kualitatif.

26
27