Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri Gram negative berbentuk


batang pendek yang memiliki panjang sekitar 2 m, diameter 0,7 m, lebar 0,4-0,7
m dan bersifat anaerob fakultatif. E. coli membentuk koloni yang bundar, cembung,
dan halus dengan tepi yang nyata (Jawetz, et al., 2007).
E. coli adalah anggota flora normal usus. E. coli berperan penting dalam
sintesis vitamin K, konversi pigmen-pigmen empedu, asam-asam empedu dan
penyerapan zat-zat makanan. E. coli termasuk ke dalam bakteri heterotrof yang
memperoleh makanan berupa zat oganik dari lingkungannya karena tidak dapat
menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. Zat organik diperoleh dari sisa
organisme lain. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat
anorganik, yaitu CO2, H2O, energi, dan mineral. Di dalam lingkungan, bakteri
pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan
(Rianto, 2010).
E. coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam saluran pencernaan
meningkat atau berada di luar usus. E.coli menghasilkan enterotoksin yang
menyebabkan beberapa kasus diare. E.coli berasosiasi dengan enteropatogenik
menghasilkan enterotoksin pada sel epitel. Manifestasi klinik infeksi oleh E. coli
bergantung pada lokasi infeksi yang terjadi, misalnya Infeksi Saluran Kemih, Diare,
dan masih ada beberapa penyakit lainnya (Jawetz, et al., 2007).
Salah satu tanaman tradisional yang mempunyai potensi untuk
dikembangkan menjadi obat alternatif dalam mengurangi patogenitas bakteri E.coli
adalah nanas (Ananas comosus). Buah nanas (Ananas comosus) mengandung vitamin
(A dan C), kalsium, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), flavonoid,
saponin dan enzim-enzim yang dipercaya sebagai enzim antibakteri. Masyarakat

1
2

menggunakannya sebagai antibakteri, antiinflamasi, antikoagulan, dan antikanker.


Pada penelitian terdahulu, buah nanas dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans, a t a u p u n Staphylococcus aureus (Dalimartha, 2013).
Hal ini mendorong peneliti untuk mengetahui apakah buah nanas
mempunyai efek antibakteri terhadap E.coli, sehingga bisa menjadi salah satu
pilihan untuk pelaksanaan pengobatan alternatif.

B. Rumusan Masalah

Apakah ekstrak buah nanas (Ananas comosus) memiliki efek


antibakteri terhadap pertumbuhan E. coli?

C. Tujuan Penelitian

Untuk menilai dan mengetahui daya antibakteri ekstrak buah nanas


(Ananas comosus) terhadap pertumbuhan E. coli.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Dinas Terkait
Dapat mengetahui potensi buah nanas (Ananas comosus) sebagai buah yang
mengandung efek antibakteri.
2. Bagi Masyarakat
Dapat memberikan informasi mengenai khasiat buah nanas (Ananas
comosus) sebagai buah yang mengandung efek antibakteri.
3. Bagi Peneliti
Dapat mengetahui efek ekstrak buah nanas (Ananas comosus) sebagai
antibakteri.
3

E. Keaslian Penelitian

Telah banyak penelitian yang dilakukan mengenai efektivitas ekstrak nanas


(Ananascomosus), baik pemanfaatan dari kulit, buah ataupun bagian-bagian dari
tumbuhan nanas lainnya, terlebih kepada efek antibakteri nanas itu sendiri, antara lain
oleh Prita (2011) dengan menggunakan ekstrak buah nanas (Ananas comosus)
terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah
experimental, peneliti memperoleh hasil bahwa ekstrak buah nanas (Ananas comosus)
dengan konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus dengan tingkat efektifitas 100%.
Rakhmanda (2008) telah melakukan penelitian dengan menggunakan Jus
Nanas (Ananas comosus L.merr) terhadap Streptococcus mutans. Dengan metode
penelitian experimental, peneliti memperoleh hasil bahwa Jus nanas mampu
menghambat pertumbuhan S. mutans pada konsentrasi 25% dan membunuh pada
konsentrasi 100%.
Angraeni (2009) telah melakukan penelitian dengan menggunakan ekstrak
kulit nanas (Ananas comosus) terhadap Streptococcus mutans. Dengan metode
penelitian experimental, peneliti memperoleh hasil bahwa ekstrak kulit nanas mampu
menghambat pertumbuhan S.mutans pada konsentrasi 6,25% dan membunuh pada
konsentrasi 50%.