Anda di halaman 1dari 6

Hemat Energi, Bumi Lestari

Tak dapat dipungkiri, bumi yang kita tinggali saat ini sudah sangat tua dan
sudah mulai rapuh. Hal ini pun diperparah oleh perbuatan manusia yang tidak peduli
dan tidak bertanggung jawab akan planet yang menua dan mulai rapuh yang dihuninya
saat ini, yaitu bumi. Kondisi bumi kian waktu makin mengkhawatirkan. Pengeksposan
yang berlebihan terhadap Sumber Daya bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia ini,
menyebabkan keprihatinan dan kekhawatiran terhadap keberadaan dan kelestariannya.
Salah satu pemanfaatan Sumber Daya bumi yang terbesar adalah dimanfaatkan untuk
atau sebagai sumber energi.

Energi menjadi kebutuhan penting hampir bagi siapapun saat ini. Dalam setiap
aktivitas, energi menjadi sebuah kebutuhan untuk menunjang dan menentukan
berjalannya aktivitas tersebut. Di sisi lain, perkembangan zaman dan kemampuan
berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupan manusia
menjadi mudah dan nyaman. Akan tetapi, penggunaan yang berlebihan serta
tambahnya populasi penduduk dapat meningkatkan kebutuhan energi. Diperkirakan,
90% pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Belum
lama ini ada petanda yang sudah menunjukkan adanya gejala menuju krisis energi dan
bahan bakar. Selain itu, energi merupakan salah satu bagian yang diprediksi akan
diperebutkan bangsa-bangsa di dunia selain juga pangan. Masalah energi yang
dihadapi oleh Indonesia, diantaranya adalah subsidi energi semakin meningkat hingga
mencapai Rp255,6 triliun pada tahun 2011. Sedangkan jumlah masyarakat yang belum
mendapatkan akses terhadap listrik masih 87,69 juta penduduk. Keterbatasan
infrastruktur domestik yang menjadi tantangan dan permasalahan dalam memenuhi
kebutuhan energi domestik.

Kondisi energi Indonesia saat ini masih mengandalkan pada migas sebagai
penghasil devisa maupun untuk memasok kebutuhan dalam negeri. Cadangan minyak
bumi dalam kondisi depleting, walaupun gas bumi cenderung meningkat. Untuk
energi baru dan terbarukan, meskipun Indonesia memiliki potensi beragam, namun
pengelolaan dan penggunaannya belum optimal. Berbagai potensi energi tersebut
antara lain: sumber energi nabati, gas, panas bumi, energi nuklir, energi surya, energi
angin dan energi laut. Di sisi lain, Indonesia yang dulu merupakan negara pengekspor
minyak saat ini telah berubah menjadi negara pengimpor minyak karena sejak tahun
2000 dan semenjak tahun 2003, konsumsi minyak bumi Indonesia melebihi produksi.

Indonesia masuk dalam daftar 23 negara dengan konsumsi energi tertinggi di


dunia menurut organisasi nirlaba Amerika Serikat (AS), American Council for An
Energy-Efficient Economy (ACEEE). Diperkirakan cadangan minyak di Indonesia
hanya cukup untuk 23 tahun lagi. Sementara, cadangan gas hanya cukup sampai 50
tahun ke depan dan batu bara hanya cukup untuk 80 tahun mendatang. Bahkan akhir-
akhir ini, energi listrik bukanlah sumber daya yang bebas dipakai dan mudah didapat.
Entah bagaimana nasib anak-cucu-dan cicit kita nanti jika energi-energi itu habis.

Hal tersebut yang melatar belakangi mengapa pentingnya sebuah gerakan


untuk menghemat energi. Sangat diperlukan sebuah kebijakan untuk mengatasi
kelangkaan energi yang semakin parah dan pertumbuhan energi yang sangat tinggi.
Sebagai penghuni bumi, kita harus sadar akan lingkungan dan berusaha untuk
merawat bumi dan menjaganya agar tetap lestari. Salah satu caranya adalah dengan
menghemat energi. Terutama penghematan energi terhadap energi yang tak terbarukan
atau tidak dapat diperbarui, yang apabila di manfaatkan secara terus-menerus dan
berlebihan akan dapat habis.

Hemat energi adalah cara-cara atau upaya-upaya yang dilakukan untuk


mengurangi pemakaian atau penggunaan energi yang berlebihan. Manfaat yang akan
ditimbulkan dari penghematan energi ini sangat banyak. Selain bumi menjadi lebih
lestari, manusia juga dapat merasakan banyak dampak positifnya. Upaya penghematan
energi dapat dimulai dari menghemat energi yang paling dibutuhkan dan paling
banyak digunakan di kehidupan sehari-hari saat ini yaitu, menghemat energi listrik.
Kita dapat memulai berupaya menghemat energi listrik di lingkungan sehari-hari atau
sekitar kita yaitu, di rumah maupun sekolah. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
menerapkan pola hidup hemat energi listrik di antaranya adalah seperti berikut ini.

Saat ini, banyak sekali benda yang memerlukan energi listrik untuk
mengoperasikannyan antara lain yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-
hari adalah lampu, AC, televisi, setrika listrik, mesin cuci, dan sebagainya. Banyak
cara yang sangat sederhana yang dapat kita lakukan di rumah maupun di sekolah
untuk menghemat energi listrik. Misalnya, tentang pemakaian lampu. Ketika pagi
hingga siang hari, cahaya matahari akan bersinar cerah. Kita dapat memanfaatkan
cahaya matahari sebagai penerang menggantikan lampu, yaitu dengan cara mematikan
lampu dan membuka gorden dan ventilasi sehingga cahaya matahari dapat masuk ke
dalam ruangan. Upaya lainnya, yaitu dengan matikan lampu jika lampu tidak lagi
digunakan atau diperlukan. Seperti saat akan tidur atau akan keluar dari ruangan.
Penggunaan lampu hemat energi, seperti lampu neon juga lebih disarankan ketimbang
memakai lampu bohlam yang memerlukan energi lebih besar.

Cara lain untuk menghemat energi listrik yaitu dengan menghemat pemakaian
AC. Seperti yang kita tahu, di Indonesia saat musim kemarau suhu udara dapat
mencapai 33C. AC pun menjadi solusi bagi kebanyakan orang untuk mendinginkan
udara baik di rumah maupun sekolah. Namun, mengingat energi yang dibutuhkan AC
untuk beroperasi tidaklah kecil, dibutuhkan tindakan agar energi yang digunakan tidak
terlalu berlebihan. Antara lain, dengan mengatur suhu AC supaya tidak terlalu rendah.
Karena, semakin rendah suhu AC semakin besar energi yang diserap atau dibutuhkan.
Dan juga dengan mematikannya apabila sudah tidak diperlukan atau digunakan lagi.

Saat ini, sudah cukup banyak sekolah yang mendukung kegiatan hemat energi
dengan menerapkan peraturan agar tidak menyalakan AC di bawah jam 10 pagi dan
mengatur suhu AC 25C. Hal tersebut dapat menjadi contoh untuk sekolah lainnya
yang belum menggalakkan kegiatan hemat energi, dalam rangka penghematan energi.
Jika memang AC dibutuhkan untuk kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar ada
solusi lain untuk membantu udara menjadi lebih sejuk yaitu, dengan menaruh
beberapa tanaman di sekitar ruangan, membuka seluruh ventilasi udara yang ada agar
sirkulasi udara lancer, serta dengan memakai pakaian yang sesuai dengan kondisi
cuaca dan udara.

Begitu pula saat kita menonton televisi. Televisi juga memerlukan energi yang
cukup besar untuk pengoperasiannya. Cara sederhana yang dapat dilakukan adalah
dengan segera mematikan televisi saat sudah tidak diperlukan atau tidak ditonton lagi.
Majunya ilmu pengetahuan saat ini telah menciptakan teknologi televisi yang dapat
diatur waktu nyala-matinya secara otomatis. Dengan fasilitas ini, kita dapat
memanfaatkannya dengan baik. Jika kita memang terbiasa dan membutuhkan televisi
sebelum tidur, kita dapat mengatur waktu mati otomatisnya agar saat kita terlelap
televisi dapat mati dengan otomatis dan listrik tidak terbuang sia-sia.

Upaya lainnya ialah dengan mencabut kabel-kabel yang tidak terpakai yang
tertancap di stop kontak. Penggunaan benda seperti charger ponsel, microwave,
blender, komputer, laptop, serta benda elektronik lainnya, lebih baik langsung dicabut
dari stop kontak seusai digunakan. Hal tersebut, selain dapat mengurangi penyerapan
energi berlebihan dari benda eletronik, juga dapat membuat benda tersebut lebih tahan
lama dan tidak mudah rusak serta mencegah konslet.
Saat mencuci pakaian kita juga harus lebih menghemat. Dengan menggunakan
air yang secukupnya, pertimbangkan juga untuk memakai cara mencuci konvensional
menggunakan tangan daripada mesin cuci. Dengan cara tersebut, cucian bisa menjadi
lebih bersih dan gerakan mencuci bisa pula untuk membakar kalori tubuh. Manfaatkan
pula matahari yang terik untuk menjemur pakaian ketimbang menggunakan mesin
pengering. Selain itu, kita juga dapat menggunakan peralatan-peralatan elektronik
yang Watt nya tidak terlalu besar.

Dengan menghemat energi listrik seperti upaya-upaya di atas, secara tidak


langsung kita telah membantu untuk melestarikan bumi tempat kita tinggal. Karena
pembangkit listrik, khususnya di Indonesia banyak menggunakan bahan bakar fosil
dimana hasil dari pembakarannya dapat berpotensi sebagai penyebab pemanasan
global yang pastinya dapat merusak bumi.

Selain menghemat energi listrik, kita juga bisa menghemat energi fosil. Energi
fosil adalah energi yang berasal dari jasad atau sisa-sisa makhluk hidup yang telah
mati dan telah tertimbun di dalam tanah beratus-ratus, beribu-ribu, berjuta-juta, atau
bahkan bermilyar-miyar tahun lalu. Energi tersebut bisa berupa minyak bumi, gas
alam, batu bara, dan sebagainya. Energi tersebut tidak bisa diperbaharui. Karena,
energi tersebut memerlukan proses yang lama hingga akhirnya dapat dimanfaatkan.
Dan artinya akan habis sewaktu-waktu jika dipakai secara terus-menerus dan
berlebihan.

Energi fosil ini juga banyak dimanfaatkan, antara lain yang digunakan sehari-
hari ialah bahan bakar seperti bensin. Bensin berasal dari minyak bumi. Upaya untuk
menghematnya yaitu dengan meminimalisir semaksimal mungkin penggunaan
kendaraan bermotor yang bahan bakarnya berupa bensin. Lebih baik menaiki sepeda
kayuh atau berjalan kaki saja jika jarak yang akan ditempuh tidak terlalu jauh. Jika
jaraknya cukup jauh untuk ditempuh, gunakan kendaraan umum untuk menghemat
energy, selain itu juga mengurangi kemacetan yang dapat membuat bensin lebih
boros. Selain menghemat energi, upaya-upaya tersebut juga dapat membantu untuk
mengurangi polusi udara.
Selain itu, kurangi juga penggunaan plastik. Saat ini, banyak plastik yang
memerlukan dan menggunakan energi fosil dalam pembuatannya. Selain itu, plastik
juga dapat mencemari lingkungan, karena sifatnya yang tidak mudah diurai oleh
tanah. Untuk menghemat penggunaan plastik ini dapat dilakukan upaya-upaya berikut
ini; membawa tas sendiri saat berbelanja, mendaur ulang plastik yang masih bisa
didaur ulang, dan dengan mengurangi penggunan tas plastik sekali pakai.

Energi tak terbarukan memang sangat diharuskan untuk dilestarikan dan


dihemat. Namun, jenis energi lain di bumi, yaitu energi terbarukan juga perlu dan
harus dilestarikan keberadaannya agar tidak terlanjur tercemar dan akhirnya tidak
dapat dimanfaat lagi. Beberapa energi yang terbarukan yang banyak dimanfaatkan
dikehidupan sehari-hari antara lain adalah air dan tumbuhan. Yang pertama, upaya
untuk melestarikan tumbuhan salah satunya dengan memakai kertas dengan bijak
untuk menghindari penebangan pohon yang berlebihan, karena bahan dasar dari kertas
adalah pohon.

Dan yang kedua, upaya melestarikan air. Saat ini, ketersediaan air bersih sudah
sangat jarang akibat pencemaran air yang terjadi di mana-mana. Oleh sebab itu, kita
harus dapat memanfaatkan air bersih dengan baik dan benar. Caranya antara lain,
dengan membatasi penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari, dengan cara mencuci
kendaraan seperlunya, mematikan keran air jika tidak diperlukan, dan menyiram
tanaman seperlunya.

Selain mengupayakan hal-hal yang telah terlampir di atas, kita juga dapat
melestarikan dan menghemat energi dengan memanfaatkan teknologi dan
perkembangan zaman saat ini. Yaitu, dengan mengembangkan dan melakukan
penelitian terhadap energi alternative yang lebih praktis dan pastinya lebih ramah
lingkungan. Meski kita hanya dapat mengemat 10% atau bahkan hanya 5%, itu sudah
sangat membantu pengupayaan hemat energi di dunia.

Bagaimana, tidak sulit bukan melakukan berbagai upaya di atas? Kita harus
menerapkan upaya hemat energi itu sejak dini dan konsisten secara terus-menerus
supaya, pola hidup tersebut dapat tertanam dalam diri kita nantinya. Dan pastinya,
semua ini kembali pada kesadaran dari dalam diri kita masing-masing terhadap betapa
pentingnya energi pagi kehidupan. Dan semua itu berkaitan langsung dengan
kelestarian bumi. Bumi ialah tempat kita bernapas, berjalan, dan tempat kita tinggal
sekarang ini. Jika bumi rusak, tentu penghuni yang ada di dalamnya pun juga ikut
rusak. Dengan hemat dan sadar akan energi, bumi menjadi lebih lestari dan terjaga
isinya sehingga bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang yaitu, anak-cucu dan
cicit kita.
Sumber :

https://mipajogloseto.wordpress.com/2015/04/09/kondisi-energi-indonesia-saat-ini-2/

http://ekonomi.metrotvnews.com/energi/GKd3LYmk-indonesia-salah-satu-negara-dengan-
konsumsi-energi-tertinggi-di-dunia

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/09/hanya-23-tahun-lagi-sisa-cadangan-minyak-
indonesia

http://kabarinews.com/10-cara-konkret-menghemat-energi/31376

https://kabarkota.com/12-langkah-menghemat-energi/

makalahmiftahul.blogspot.co.id/2015/05makalah-hemat-energi.html

www.sahabatnestle.co.id/content/viev/budayakan-hemat-energi-untuk-bumi.html

http://www.matrapendidikan.com/2015/07/pentingnya-gerakan-hemat-energi-listrik.html

Anggota Kelompok : SMAN 5 Surabaya

1. Natasha Valeryna / X IA 9/ 19
2. Safa Rosyadah H / X IA 9/25
3. Salsabila Qurrota A /X IA 9/26