Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

Topik : Perilaku hidup bersih dan sehat dalam meningkatkan kesehatan


Pokok Bahasan : Perilaku hidup bersih dan sehat
Sasaran : Orang tua dan keluarga
Tempat : Ruang Anak
Hari / Tgl :
Pelaksana : Anis Lilyani

A. Latar Belakang
Perilaku Hidup Sehat dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan
seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri
(mandiri) dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat. dengan demikian PHBS mencakup beratus-ratus bahkan beribu-ribu
perilaku yang harus dipraktekkan dalam rangka mencapai derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Dibidang pencegahan dan penanggulangan
penyakit serta penyehatan lingkungan harus dipraktekkan perilaku mencuci tangan
dengan sabun, pengelolahan air minum dan makanan yang memenuhi syarat,
menggukan air bersih, menggunakan jamban sehat, pengelolahan limbah cair yang
memenuhi syarat, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di dalam ruangan dan
lain-lain. Dibidang kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana harus
dipraktekkan perilaku meminta pertolongan meminta pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan, menimbang balita setiap bulan, mengimunisasi lengkap bayi,
menjadi aseptor keluarga berencana dan lain-lain. Dibidang gizi dan farmasi harus
dipraktekkan perilaku makan dengan giji seimbang, minum tablet tambah darah
selama hamil, memberi bayi ASI esklusif, mengkonsumsi garam beryodium
danlainlain. Sedangkan dibidang pemeliharaan kesehatan harus dipraktekkan perilaku
ikut serta dalam jaminan pemeliharaan kesehatan, aktif mengurus dan atau
memanfaatkan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat atau (UKBM),
memanfaatkan Puskesmas dan fasilitas pelayan kesehatan lain dan lain-lain. (Depkes,
2011)

1
B. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang perilaku hidup bersih dan
sehat, Orang tua mengerti bagaimana berprilaku hidup bersih dan sehat sehingga
keluarga yang melaksanakan PHBS akan meningkatkan kesehatannya dan tidak
mudah sakit dan dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga.
2. TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit tentang prilaku hidup bersih dan sehat,
diharapkan Orang tua dapat :
a. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan untuk hidup bersih dan sehat
dalam rumah tangga.
b. PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah
tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat
serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
c. Mengetahui manfaat PHBS Bagi RumahTangga.
d. PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS.
e. Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di
rumah tangga yaitu
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI ekslusif
3. Menimbang balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
10. Tidak merokok di dalam rumah
C. Metode
a. Brainstorming (curah pendapat)
b. Diskusi
D. Alat dan Media
a. Leaflet
b. Tanyajawab

2
Kegiatan Penyuluhan
No. Topik Kegiatan
1. Pembukaan - Menyampaikan salam pembuka
5 - Menyampaikan tujuan penyuluhan
- Memperkenalkan diri
2. Pelaksanaan - Menyampaikan materi tentang :
20 a. Pengertian prilaku hidup bersih dan
sehat
b. Melaksanakan rumah tangga ber-
PHBS
c. Manfaat PHBS Bagi RumahTangga.
d. 10 indikator PHBS rumah tangga
- Memberi kesempatan bertanya dan
melakukan pengulangan serta penguatan
pemahaman orang tua tentang prilaku
hidup bersih dan sehat di rumah tangga.
3. Penutup - Membuka kesempatan diskusi
5 - Melakukan evaluasi atau tanya jawab
untuk reinforcement
- Menyimpulkan kegiatan penyuluhan
- Menyampaikan salam penutup

E. Evaluasi
a. Evaluasi
Dilaksanakan sebelum proses penyuluhan dan sesudah penyuluhan berlangsung.
b. Bentuk Evaluasi
Tanya jawab untuk mengevaluasi pemahaman orang tua tentang apa itu prilaku
hidup bersih dan sehat di rumah tangga.

3
Materi Penyuluhan
PHBS
1. Definisi
PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga
atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif
dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat (Maryuni A, 2013)

2. Manfaat PHBS Bagi RumahTangga


1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3. Anggota keluarga giat bekerja.
4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga,
pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.

3. 10 indikator PHBS rumah tangga


1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adalah persalinan yang ditolong oleh
tenaga kesehatan (bidan, dokter). persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan
diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Angka kematian ibu
(AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait
dengan gangguan kehamilan atau penanganannya selama kehamilan, dan dalam masa
nifas per 100.000 kelahiran hidup. AKI berguna untuk menggambarkan tingkat
kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan
lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan
kesehatann waktu ibu melahirkan dan masa nifas. Meningkatnya proporsi ibu bersalin
dengan bantuan tenaga kesehatan yang terlatih, adalah langkah awal terpenting untuk
mengurangi kematian ibu dan kematian neonatal dini. Pelayanan obstetrik dan
neonatal darurat serta pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih menjadi
sangat penting dalam upaya penurunan kematian ibu. Walaupun sebagian besar
perempuan bersalin di rumah, tenaga terlatih dapat membantu mengenali kegawatan
medis dan membantu keluarga untuk mencari perawatan darurat.
Tanda-tanda Bahaya Persalinan
Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
4
Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
Tidak kuat mengejan.
Mengalami kejang-kejang.
Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
Air ketuban keruh dan bau.
Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
Keluar darah banyak setelah bayi lahir bila tanda bahaya, ibu harus segera di
bawa ke Bidan/Dokter.
2. Memberi bayi ASI ekslusif
ASI ekslusif adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan
tambahan makanan atau miniman lain seperti pisang, pepaya, bubur susu dan lain-
lain. ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup
dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan
baik.
3. Menimbang balita setiap bulan
Penimbangan balita di maksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.
Penimbangan balita dilakukan setiap bulan mulai dari umur 1 tahun sampai 5 tahun
diposyandu. Setelah balita di timbang di buku KIA maka akan terlihat berat badannya
naik atau tidak naik. Naik, bila garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita
warna pada KMS. Tidak naik, bila garis pertumbuhannya menurun. Bila balita
mengalami gizi kurang maka akan dijumpai tanda-tanda :
Berat badan tidak naik selama 3 bulan berturut-turut, badannya kurus
Mudah sakit
Tampak lesu dan lemah
Mudah menangis dan rewel
4. Menggunakan air bersih
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak,
mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian dan
sebagainya. Agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar sakit. Air bersih secara
fisik dapat dibedakan melalui indra kita, antara lain (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan
diraba). Air tidak berwarna harus bening/jernih. Air tidak keruh, harus bebas dari
pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya. Air tidak berasa, tidak berasa

5
asin, tidak berasa asam, tidak payau, dan tidak pahit harus bebas dari bahan kimia
beracun. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk atau belerang. Air bersih
bermanfaat bagi tubuh supaya terhindar dari gangguan penykit-penyakit setiap
anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Cuci tangan dapat berfungsi menghilang atau mengurangi mikroorganisme yang
menempel di tangan. Cuci tangan harus dilakukan dengan menggunakan air bersih
dan sabun. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab
penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman
dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat
membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun, maka kotoran dan
kuman masih tertinggal di tangan.
Waktu yang tepat untuk mencuci tangan adalah:
Setiap kali tangan kita kotor
Setelah buang air besar
Setelah menceboki bayi atau anak
Sebelum makan dan menyuapi anak
Sebelum memegang makanan
Sebelum menyusui bayi
Sebelum menyuapi anak
Setelah bersin, batuk, membuang ingus, setelah pulang dari berpergian
Sehabis bermain/member makan/memegang hewan peliharaan
Cara Mencuci Tangan yang Benar:
Cuci tangan dengan air yang mengalir dan gunakann sabun. Tidak perlu harus
sabun khusus antibakteri, namun lebih disarankan sabun yang berbentuk
cairan.
Gosok tangan setidaknya selama 10-20 menit
Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari dan
kuku
Basuh tangan sampai bersih dengan air yang mengalir
Keringkan dengan handuk bersih atau alat pengering lain
Gunakan tisu/handuk sebagai penghalang ketika mematikan keran air

6
6. Menggunakan jamban sehat
Setiap anggota rumah tangga harus menggunakan jamban untuk buang air besar/air
kecil. Penggunaan jamban akan bermanfaat untuk menjaga lingkungan bersih, sehat,
dan tidak berbau. Jamban mencegah pencemaran sumber air yang ada disekitarnya.
Jamban juga tidak mengundang datangnya lalat atu serangga yang dapat menjadi
penular penyakit.
Syarat Jamban Sehat :
Tidak mencemari sumber air minum
Tidak berbau
Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus
Tidak mencemari tanah sekitarnya
Mudah dibersihkan dan aman digunakan
Dilengkapi dinding dan atap pelindung
Penerangan dan ventilasi yang cukup
Lantai kedap air dan luas ruangan memadai
Tersedia air dan sabun dan alat pembersih
7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan jentik
secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk. Pemeriksaan jentik berkala adalah
pemeriksaan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di dalam rumah
seperti bak mandi/wc , vas bunga, tatanan kulkas, dan lain-lain yang dilakukan secara
teratur sekali dalam seminggu. Agar rumah menjadi bebas jentik maka perlu
dilakukan pemberantasan sarangga nyamuk dengan cara 3 M plus (mennguras,
menutup, mengubur) plus menghindari gigitan nyamuk.
8. Makan buah dan sayur setiap hari.
Semua sayur bagus dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning dan
orange) seperi bayam, kangkung, daun katuk, wortel, selada hjau, atau daun singkong.
Semua buah bagus untuk dimakan, terutama yang bewarna (merah, kuning), seperti
mangga, papaya, jeruk, jambu biji, atau apel lebih banyak kandungan vitamin dan
mineral serta seratnya. Setiap anggota rumah tangga sebaiknya mengkonsumsi
minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran. Makan sayur dan buah setiap hari sangat
penting, karena mengandung vitamin dan mineral. Manfaat vitamin yang ada di dalam
sayur dan buah :

7
vitamin A untuk pemeliharaan kesehatan mata
vitamin D untuk kesehatan tulang
vitamin E untuk kesuburan dan awet muda
vitamin K untuk pembekuan darah
vitamin C meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi
vitamin B mencegah penyakit beri-beri
vitamin B12 meningkatkan nafsu makan
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Semua anggota keluarga sebaiknya melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap
hari. Aktifitas fisik adalah Melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan
pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental
dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
Aktifitas fisik yang dapat dilakukan biasa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu: berjalan
kaki, berkebun, mencuci pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik turun tangga,
membawa belanjaan, atau berupa olahraga, yaitu: push up, lari ringan, berenang,
bermain bola, senam, bermain tenis, yoga, fitness. Keuntungan melakukan aktivitas
fisik secara teratur :
Terhindar dari pnyakit jantung, stroke, osteoporosis, kanker, tekanan darah
tinggi, kencing manis dan lain-lain.
Berat badan terkendali
Otot lebih lentur dan menjadi bagus
Lebih percaya diri
Bentuk tubuh lebih bagus
Lebih bertenaga dan bugar
Secara keseluruhan keadan kesehatan menjadi lebih baik
10. Tidak merokok di dalam rumah
Setiap annggota keluarga tidak boleh merokok. Hal ini dikarenakan dalam satu
puntung rokok yang diisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya,
diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida (CO). Nikotin menyebabkan
ketagihan dan merusak jantung dan aliran darah. Tar menyebabkan kerusakan sel
paru-paru dan kanker. Merokok secara aktif maupun secara pasif membahayakan
tubuh, seperti:
Menyebabkan kerontokan rambut

8
Gangguan pada mata seperti katarak
Kehilangan pendengaran lebih awal dibandingbukan perokok
Menyebabkan paru-paru kronis
Merusak gigi dan bau mulut
Menyebabkan stroke dan serangan jantung
Tulang lebih mudah patah
Menyebabkan kanker kulit
Menyebabkan kemandulan dan impotensi
Menyebabkan kanker rahim dan ke
guguran.

9
DAFTAR PUSTAKA
1 Departemen Kesehatan RI, 2011. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat
2 Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
2012
3 Proverawati, A. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha
Medika
4 Maryuni A. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Trans Info
Media; 2013.
5 Kebudayaan KPd. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Surakarta: Universitas
Sebelas Maret Fakultas Kedoteran; 2013

10