Anda di halaman 1dari 8

Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Sopir

Angkutankota Di Terminal Rawasari Jambi 2016

(nama lengkap penulis), (doping*), (Penguji*)

*
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
Jalan Sisingamangaraja No 2A, Gedung Fakultas Kedokteran UISU Medan
Email : @gmail.com

ABSTRACT

B.INGGRIS

bahwa meningkatnya keluhan otot sangat erat


PENDAHULUAN hubungannya dengan lama dan tingkat kebiasaan
merokok, berat badan, tinggi badan, dan indeks
Hampir 80% penduduk di negara-negara massa tubuh juga merupakan faktor yang dapat
industri pernah mengalami nyeripunggung bawah. menyebabkan terjadinya keluhan sistem
Di Amerika Serikat prevalensinya dalam satu tahun muskuloskeletal (7).
berkisaran antara 15%-20% sedangkan insidensi Berdasarkan survey awal yang dilakukan
berdasarkan kunjungan pasien baru ke dokter pada tanggal 13 Juni 2016 pada 10 orang sopir
adalah 14,3%. Data epidemiologi mengenal nyeri angkutan kota di Terminal Rawasari Jambi yang
punggung bawah diperkirakan 40% penduduk Jawa setiap harinya melayani penduduk Jambi. Masalah-
Tengah berusia 65 tahun pernah menderita nyeri masalah yang dialami para pengemudi antara lain
punggung bawah dan prevalensi pada laki-laki pengemudi dalam kesehariannya bekerja posisi
18,2% dan pada wanita 13,6%. Prevalensi ini duduk yang statis dan dalam jangka waktu yang
meningkat sesuai dengan bertambahnya usia lama. Hal ini kemungkinan berpengaruh besar
insidensi (3). terhadap terjadinya nyeri punggung bawah. Umur
Hasil penelitian yang dilakukan pengemudi yang berusia muda dan lansia
PERDOSSI (Persatuan Dokter Saraf Seluruh berpengaruh pada kondisi tubuh menjadi cepat
Indonesia) di Poliklinik Neurologi Rumah Sakit nyeri dan lelah. Sedangkan dari hasil wawancara
Cipto Mangunkusumo (RSCM)pada tahun 2002 dengan 10 sopir angkutan kota diperoleh data
menemukan prevalensi penderita nyeri punggung sebagai berikut 4 orang mengatakan sering
bawah sebanyak 15,6% angka ini berada pada mengalami nyeri punggung pada bahu dan
urutan kedua tertinggi sesudah sefalgia dan migren pinggang, sedangkan 6 orang mengalami nyeri otot.
yang mencapai 34,8%, penderita nyeri punggung
bawah dengan rata-rata nilai sebesar 5,64% RUMUSAN MASALAH
2,56% yang berarti nyeri punggung bawah sedang
sampai berat. Lima puluh persendiantaranya adalah Berdasakan uraian latar belakang maka rumusan
penderita berumur antara 41-60 tahun (2). masalah dalam penelitian ini adalah Apakah
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan
oleh Nazhira Janani tentang hubungan antara keluhan nyeri punggung bawah pada sopir
lamanya duduk dengan timbulnya gejala nyeri angkutankota di Terminal Rawasari Jambi 2016.
punggung bawah pada sopir taksi di Kota Medan
dari 100 responden yang diteliti, diperoleh 41 orang TUJUAN PENELITIAN
yang memiliki gejala dan 59 orang yang memiliki
gejala nyeri punggung bawah (6). Tujuan umum dari penelitian adalah untuk
Pada umumnya keluhan otot skeletal mulai mengetahui beberapa faktor yang berhubungan
dirasakan pada usia kerja, yaitu 25-65 tahun. dengan keluhan nyeri punggung bawah pada sopir
Keluhan pertama biasanya dirasakan pada umur 35 angkutan kota di Terminal Rawasari Jambi 2016.
tahun dan tingkat keluhan akan terus meningkat Sedangkan Tujuan khusus pada penelitian ini
sejalan dengan bertambahnya umur. Pengaruh adalah: a. Untuk mengetahui hubungan umur
kebiasaan merokok terhadap resiko keluhan otot dengan keluhan nyeri punggung bawah pada sopir
juga masih diperdebatkan oleh para ahli, namun angkutan kota di Terminal Rawasari Jambi 2016. b.
demikian, beberapa penelitian telah membuktikan Untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok
1
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada sopir Jika responden obesitas dengan hasil IMT (25,0
angkutan kota di Terminal Rawasari Jambi 2016. >30) maka diberi kode: 1, jika responden tidak
C.Untuk mengetahui hubungan ukuran tubuh obesitas dengan hasil IMT (<18,5-24,9) maka
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada sopir diberi kode: 2.
angkutan kota di Terminal Rawasari Jambi 2016.
Prosedur Penelitian
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini, data yang digunakan
Waktu dan Tempat Penelitian adalah data primer.Data primer merupakan data
yang diambil secara langsung oleh penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan terhadap sasaran. Pengambilan data dilakukan
November sampai Desember 2016. Penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara dan
akan dilakukan di Terminal Rawasari Jambi 2016 kuesioner yang ditujukan untuk mengetahui
kejadian nyeri punggung bawah.Data sekunder
Sampel Penelitian diambil dari bagian Dinas Perhubungan Kota Jambi
tentang jumlah sopir angkutan kota di Terminal
Teknik pengambilan sampel dalam Rawasari Kota Jambi yang digunakan sebagai data
penelitian ini adalah berjumlah 73 orang dengan pendukung dari hasil penelitian.
cara pengambilan sampel dilakukan secara total
sampling. Data yang telah terkumpul diolah dengan
Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah : melalui langkah sebagai berikut :
Kriteria inklusi
Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah: 1. Editing
1. Bersedia menjadi sampel. Proses editing dengan melakukan
2. Dapat diajak berkomunikasi dan pemeriksaan kelengkapan data yang sudah
kooperatif terkumpul, dan data yang sudah terkumpul
Kriteria eksklusi diperiksa kebenarannya
Kriteria eksklusi pada penelitian ini 2. Coding
adalah: Yaitu mengklasifikasikan jawaban
1. Responden yang diluar Terminal menurut macamnya dengan memberikan
Rawasari Kota Jambi. kode tertentu
a. Tidak bersedia menjadi sampel. 3. Scoring
Data yang telah dikumpulkan kemudian
Instrumen Penelitian diberi skor sesuai ketentuan pada aspek
pengukuran
Instrumen yang digunakan dalam 4. Entry
penelitian ini adalah kuesioner, timbangan, meteran Merupakan kegiatan memasukkan data
dan kalkulator. Dalam pengumpulan data peneliti dari hasil kuesioner kedalam computer
melakukan sendiri dalam mengumpulkan kuesioner dengan menggunakan program SPSS
dan data yang diperlukan yang sebelumnya 5. Analysis
diberikan penjelasan mengenai penelitian dan Analisis dapat dilakukan dengan melihat
maksud dari masing-masing pertanyaan. presentase yang terkumpul dan disajikan
Untuk mempermudah analisis data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
dilakukan pemberian skor pada masing-masing potong silang yang dilanjutkan dengan
pertanyaan sebagai berikut: membahas hasil penelitian
a. Nyeri punggung bawah
Jika responden mengalami nyeri punggung Analisa Data
bawah maka diberi kode: 1, jika responden
tidak mengalami nyeri punggung bawah maka Analisis univariat digunakan untuk
diberi kode: 2. memperoleh gambaran masing-masing variabel,
b. Usia data tersebut ditampilkan dalam bentuk tabel
Jika responden berusia 35 tahun maka distribusi frekuensi untuk mengetahui variasinya
diberi kode: 1, jika responden berusia <35 serta proposi penyebarannya yang digunakan
tahun bawah maka diberi kode: 2 sebagai analisis selanjutnya.
c. Kebiasaan merokok
Jika responden merokok maka diberi kode:
1, jika responden tidak merokok maka diberi Analisis Bivariat
kode: 2. Analisis ini digunakan untuk melihat
d. Ukuran tubuh hubungan dua variabel yaitu variabel independent
dengan variabel dependent. Untuk mengetahui

2
hubungan tersebut digunakan uji chi-square. Untuk No Ukuran Jumlah Persentase
kemaknaan hasil perhitungan statistik digunakan . Tubuh (dalam (dalam
batas kemaknaan 0,05. Penolakan terhadap orang) persen)
hipotesis apabila p-value < 0,05, artinya terdapat 1. Obesitas 33 45,2
hubungan yang bermakna (Ho ditolak). Sedangkan 2. Tidak 40 54,8
apabila p-value > 0,05, artinya tidak ada hubungan Obesitas
yang bermakna (Ho gagal ditolak). Total 73 100
Berdasarkan Tabel 4.3menunjukkan bahwa dari 73
orang yang mengalami obesitas terdiri dari 33
orang (45,2%) dan 40 orang (54,8%)tidak
HASIL DAN PEMBAHASAN mengalami obesitas.

Hasil Analisis Univariat 4.1.4 Nyeri Punggung Bawah


Tabel 4.4Distribusi Responden Menurut Variabel
4.1.1 Faktor Umur Nyeri Punggung Bawah pada Sopir Angkutan Kota
Distribusi reponden menurut variabel umur pada di Terminal RawasariJambi 2016
tabel berikut ini: No. Nyeri Jumlah Persentase
Tabel 4.1Distribusi Responden Menurut Variabel (dalam (dalam
Umur Pada SopirAngkutan Kota di Terminal orang) persen)
Rawasari Jambi 2016. 1. Nyeri 62 84,9
No. Umur Jumlah Persentase Punggung
(dalam ( dalam Bawah
orang) persen) 2. Tidak Nyeri 11 15,1
1. Berisiko 31 42,5 Total 73 100
2. Tidak Berisiko 42 57,5 Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa dari
Total 73 100 73 orang, 62 orang (84,9%) mengalami nyeri
Berdasarkan Tabel 4.1 umur dikategorikan menjadi punggung bawah dan 11 orang (15,1%) tidak
2 diketahui bahwa dari 73orang , 31 orang (42,5%) mengalami nyeri.
beresiko mengalami nyeri punggung bawah, dan 42
orang (57,5%) tidak beresiko mengalami nyeri 4.2 Analisis Bivariat
punggung bawah. 4.2.1 Hubungan antara umur dengan
keluhan nyeri punggung bawah
4.1.2 Faktor Kebiasaan Merokok Hasil analisis antara umur dengan nyeri punggung
Distribusi reponden menurut variabel kebiasaan bawah dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
merokok pada table berikut ini: Tabel 4.5 Hubungan Umur dengan Nyeri
Tabel 4.2Distribusi Responden Menurut Variabel Punggung Bawah pada Sopir Angkutan Kota di
Kebiasaan Merokok pada Sopir Angkutan Kota di Terminal RawasariJambi 2016
Terminal RawasariJambi 2016. Usia Nyeri Total P.Valu
No. Kebiasaan Jumlah Persentase Nyeri Tidak N % e
Merokok (dalam (dalam punggun nyeri
orang) persen) g bawah
1. Merokok 57 78,1 N % N %
2. Tidak Merokok 16 21,9 Berisik 30 96, 1 3,2 3 10 0,036
Total 73 100 o 8 1 0
Berdasarkan Tabel 4.2dapat diketahui bahwa dari Tidak 32 76, 1 23, 4 10
73 orang, 57 orang (78,1%) mempunyai kebiasaan berisik 2 0 8 2 0
merokok dan 16 orang (21,9%) tidak merokok. o
Hasil analisis hubungan umur dengan nyeri
4.1.3 Faktor Ukuran Tubuh punggung bawah pada Tabel 4.5 menunjukkan
Distribusi reponden menurut variabel ukuran tubuh bahwa, dari 31 orang yang umurnya beresiko atau
pada tabel berikut ini: lebih dari 35 tahun ada sebanyak 30 orang (96,8%)
Tabel 4.3Distribusi Responden Menurut Variabel yang mengalami nyeri punggung bawah. Sementara
Ukuran Tubuh pada Sopir Angkutan Kota di dari 42 orang yang umurnya tidak beresiko atau
Terminal Rawasari Jambi 2016. kurang dari 35 tahun ada sebanyak 32
orang(76,2%) yang mengalami nyeri punggung
bawah.

3
4.2.2 Hubungan antara kebiasaan merokok 4.3.1 Faktor Umur
dengan keluhan nyeri punggung bawah Berdasarkan hasil penelitianpada Tabel
Hasil analisis antara kebiasaan merokok dengan 4.1menunjukkan bahwa dari 73 orang, 31 orang
keluhan nyeri punggung bawah dapat dilihat dari (42,5%) beresiko nyeri punggung bawah, da 42
tabel dibawah ini: orang (57,5%) tidak beresiko mengalami nyeri
punggung bawah.
Tabel 4.6Hubungan Kebiasaan Merokok dengan Hasil penelitian ini sejalan dengan
Nyeri Punggung Bawah pada Sopir Angkutan Kota penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi (15) tentang
di Terminal Rawasari Jambi 2016 faktor yang berhubungan terhadap nyeri punggung
Kebiasa Nyeri Total P.Val bawah pada penjual jamu gendong. Dengan p-value
an Nyeri Tidak N % ue 0,026. Hal ini ada hubungan yang signifikan antara
Meroko Punggu Nyeri umur dengan keluhan nyeri punggung bawah (15).
k ng Padaumumnya keluhan sistem
Bawah muskuloskeletal sudah mulai dirasakan pada umur
N % N % 35 tahun dan tingkat keluhan akan terus meningkat
Merokok 52 91, 5 8,8 5 10 0,015 sejalan dengan bertambahnya umur. Hal ini terjadi
2 7 0 karena pada umur setengah baya, kekuatan dan
Tidak 10 62, 6 37, 1 10 ketahanan otot mulai menurun sehingga resiko
Merokok 5 5 6 0 terjadinya keluhan otot meningkat.Pada saat umur
Hasil analisis hubungan kebiasaan mencapai 60 tahun, rerata kekuatan otot menurun
merokok dengan keluhan sanpai 20%. Pada saat kekuatan otot mulai
nyeripunggungbawahpada Tabel 4.6 menunjukkan menurun maka resiko terjadinya keluhan otot akan
bahwa, dari 57orang yang mempunyai kebiasaan meningkat. Umur mempunyai hubungan yang
merokok, 52 orang (91,2%)mengalami nyeri sangat kuat dengan keluhan sistem
punggung bawah sementaradari 16 orang yang muskuloskeletal, terutama untuk otot leher dan
tidak merokok 10 orang (62,5%) responden bahu, bahkan ada beberapa ahli lainnya menyatakan
mengalami nyeri punggung bawah bahwa umur merupakan penyebab utama terjadinya
keluhan otot (20).
4.2.3 Hubungan antara ukuran tubuh dengan
keluhan nyeri punggung bawah
Hasil analisis antara ukuran tubuh dengan keluhan 4.3.2 Faktor Kebiasaan Merokok
nyeri punggung bawah dapat dilihat dari tabel Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel
dibawah ini: 4.2 menunjukkan bahwa dari 73 orang, 57 orang
Tabel 4.7 Hubungan Ukuran Tubuh dengan Nyeri (78,1%) mempunyai kebiasaan merokok dan 16
Punggung Bawah pada Sopir Angkutan Kota di orang (21,9%) tidak merokok.
Terminal Rawasari Jambi 2016 Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan
13
Ukuran Nyeri penelitian
Total yang dilakukan
P.Value oleh Heru Septiawan ( )
tubuh Nyeri Punggung Tidak Nyeri tentang
N faktor
% yang berhubungan dengan keluhan
Bawah nyeri punggung bawah pada pekerja bangunan PT
N % N % Mikroland Semarang. Dengan menyataka p-
Obesitas 32 97,0 1 3,0 valuelebih
33 100 dari 0,05
0,022(0,548 > 0,05) yang artinya
tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok
Tidak 30 75,0 10 25,0 40 100
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada
Obesitas
pekerja bangunan di PT Mikroland Property
Hasil analisis hubungan ukuran tubuh
Development Semarang (17).
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada Tabel
Bahaya terbesar yang diakibatkan oleh
4.7menunjukkan bahwa, dari 33 orang yang
kebiasaan merokok adalah rentannya jantung dan
mengalami obesitas, 32 orang (97%) mengalami
pembuluh darah perokok dalam mengalami
nyeri punggung bawah sementaradari 40 orang
gangguan yang umumnya menyebabkan kematian.
yang tidak mengalami obesitas 30 orang
Adrenalin yang berlebihan bisa mempengaruhi
(75%)mengalami nyeri punggung bawah.
kerja sel darah, yakni dengan membuatnya
memiliki tingkat keasaman (free fatty acids) yang
4.3 PEMBAHASAN
cukup tinggi, hingga darah pun menjadi terlalu
Berdasarkan dari hasil penelitian yang
kental. Kekentalannya membuatnya melekat pada
dilakukan untuk mencari Beberapa Faktor yang
dinding pembuluh darah layaknya kolesterol yang
Berhubungan dengan Keluhan Nyeri punggung
berlebih. Bila tidak segera diatas, maka darah yang
bawah pada sopir Angkutan Kota di Terminal
melekat ini akan menumpuk dari hari ke hari (16).
Rawasari Jambi 2016 didapatkan beberapa
Tingkat keasaman yang tinggi serta
pembahasan sebagai berikut:
mengentalnya darah yang disertai dengan
meningkatnya tekanan darah (hipertensi) pada
4
tubuh perokok, ada tiga faktor yang 4.3.5 Hubungan antara umur dengan
menyebabkannya rentan terhadap serangan jantung. keluhan nyeri punggung bawah
Pembuluh darah yang mengeras adalah pembuluh
darah yang memberi asupan nutrisi pada organ Hasil analisis hubungan umur dengan
jantung. Hal ini berimbas pada terhambatnya nutrisi nyeri punggung bawah pada Tabel 4.5
plus oksigen yang seharusnya diterima oleh organ menunjukkan bahwa dari 31 orang yang umurnya
jantung dari pembuluh darah dan inilah yang berisiko atau lebih dari 35 tahun ada sebanyak 30
memicu serangan jantung (6). orang (96,8%) yang mengalami nyeri punggung
bawah. Sementara dari 42 orang yang umurnya
4.3.3 Faktor Ukuran Tubuh tidak berisiko atau kurang dari 35 tahun ada
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel sebanyak 32 (76,2%) orang yang mengalami nyeri
4.3 menunjukkan bahwa dari 73 orang yang punggung bawah.
mengalami obesitas terdiri dari 33 orang (45,2%) Hasil uji statistik di dapatkan nilai p-value
dan 40 orang (54,8%) tidak mengalami obesitas. 0,036 artinya p-value < alpha (0,05) = Ho ditolak.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Maka dapat disimpulkan ada hubungan usia dengan
Heru Setiawan (7) tentang faktor yang berhubungan kejadian nyeri punggung bawah.
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada Penelititan ini sejalan dengan penelitian
pekerja bangunan di PT Mikroland Property menurut Fitriningsih (21) tentang hubungan umur,
Development Semarang yang menyatakan terdapat beban kerja dan posisi duduk saat bekerja dengan
hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan nyeri keluhan nyeri punggung pada pengemudi angkutan
punggung bawah. Dengan nilai p-Value 0,030 kota di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah Tahun
sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yaitu ada 2010 dengan p-Value 0,039 sehinggan dinyatakan
hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan umur responden berhubungan dengan keluhan nyeri
keluhan nyeri punggung bawah pada pekerja punggung bawah (22).
bangunan di PT Mikroland Property Development Dari hasil penelitian banyak pekerja yang
Semarang (18). masih muda umur dibawah 35 tahun walaupun
masih ada pekerja yang tua diatas 35 tahun, tetapi
Walaupun pengaruhnya relatif kecil, berat umur tidak menjadi suatu masalah terjadinya
badan, tinggi badan dan masa tubuh juga keluhan nyeri punggung bawah selagi pekerja
merupakan faktor yang dapat menyebabkan memperhatikan sikap kerja yang alamiah. Pekerja
terjadinya keluhan sistem musculoskeletal. dengan umur berisiko harus lebih memperhatikan
Wanitayang gemuk mempunyai resiko dua kali kesehatan dan bekerja yang sesuai kemampuan
lipat dibandingkan wanita kurus. Hal lain tenaga.
menyatakan bahwa pada tubuh yang tinggi Prevalensi sebagian besar gangguan
umumnya sering menderita keluhan sakit tersebut meningkat dengan usia, keluhan otot
punggung, tetapi tubuh tinggi tidak mempunyai skeletal mulai dirasakan pada usia kerja yaitu 25-65
pengaruh terhadap keluhan pada leher, bahu dan tahun, keluhan pertama biasanya dirasakan pada
pergelangan tangan (20). umur 35 tahun dan tingkat keluhan akan terus
meningkat sejalan dengan bertambahnya umur, hal
Apabila dicermati, keluhan pada sistem ini terjadi karena pada umur setengah baya
muskuloskeletal yang terkait dengan ukuran tubuh kekuatan dan ketahanan otot mulai menurun
lebih disebabkan oleh kondisi keseimbangan sehingga resiko terjadinya keluhan otot meningkat
struktur rangka.Sebagai contoh, tubuh yang tinggi (20).
pada umumnya mempunyai bentuk tulang yang 4.3.6 Hubungan antara kebiasaan merokok
langsing sehingga secara biomekanik rentan dengan keluhan nyeri punggung bawah
terhadap tekan dan rentan terhadap tekukan, oleh Hasil analisis hubungan kebiasaan
karena itu mempunyai risiko yang lebih tinggi merokok dengan keluhan
terhadap terjadinya keluhan sistem muskuloskeletal nyeripunggungbawahpada Tabel 4.6 menunjukkan
(20). bahwa, dari 57orang yang mempunyai kebiasaan
merokok, 52 orang (91,2%)mengalami nyeri
4.3.4 Nyeri Punggung Bawah punggung bawah sementaradari 16 orang yang
tidak merokok 10 orang (62,5%) mengalami nyeri
Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel punggung bawah.
4.4menunjukkan bahwa dari 73 orang. Mengalami Hasil uji statistik di dapatkan nilai p-value
nyeri punggung bawah 62 orang (84,9%) dan 11 0,015 artinya p-value > alpha ((0,05) = Ho ditolak.
orang (15,6%) tidak mengalami nyeri punggung Maka dapat disimpulkan ada hubungan kebiasaan
bawah. Hal ini menunjukkan para sopir lebih merokok dengan kejadian nyeri punggung bawah.
banyak merasakan keluhan nyeri punggung bawah. Penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh Nurzannah (15)
tentang hubungan faktor resiko dengan terjadinya
5
nyeri punggung bawah padatenaga kerja bongkar pekerja bangunan di PT Mikroland Property
muat di Pelabuhan Belawan Medan yang Development Semarang (7).
menyatakan nilai p-Value 100,0 yang artinya tidak
ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan Dari 33 orang yang mengalami obesitas yaitu
merokok dengan kejadian nyeri punggung bawah sebanyak 32 orang mengalami nyeri punggung
(19). bawah. Obesitas memiliki konsekuensi fisiologis
Kebiasaan merokok para pengemudi dan psikologis yang serius, berhubungan dengan
angkutan kota tidak hanya dilakukan pada saat peningkatan morbiditas dan mortalitas. Ini
istirahat tetapi dalam melakukan pekerjaannya para memberikan kontribusi yang buruk untuk kesehatan
pengemudi angkutan kota juga melakukan berhubungan dengan kualitas hidup yang tidak baik
kebiasaan merokok. Para sopir merokok pada saat melebihi dari merokok dan penggunaan alkohol
mengemudikan mobil dikarenakan tidak ada aturan secara berlebihan. Kemungkinan besar obesitas
yang melarang mereka merokok pada saat bekerja. akan menggantikan rokok sebagai penyebab utama
Kebiasaan merokok yang dilakukan para kematian di Amerika Serikat jika kejadian ini terus
pengemudi angkutan kota membuat mereka lebih berlangsung (14)
nyaman melakukan pekerjaannya.
Kebiasaan merokok, sama halnya dengan KESIMPULAN
faktor resiko jenis kelamin, pengaruh kebiasaan Berdasarkan hasil penelitian yang
merokok terhadap resiko keluhan otot juga masih dilakukan untuk mencari Hubungan Antara Umur,
diperdebatkan oleh para ahli, namun demikian, Kebiasaan Merokok dan Ukuran Tubuh dengan
beberapa penelitian telah membuktikan bahwa Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada sopir
meningkatnya otot sangat erat hubungannya dengan angkutan Kota di Terminal Rawasari Kota Jambi
lama dan tingkat kebiasaan merokok. Semakin lama Tahun 2016 di dapatkan beberapa kesimpulan
dan semakin tinggi frekuensi merokok, semakin sebagai berikut :
tinggi pula tingkat keluhan otot yang dirasakan (20). 1. Berdasarkan hasil penelitian hubungan
Bahaya lain yang ditimbulkan dari antara umur dengan keluhan nyeri
kebiasaan merokok lainnya adalah keadaan punggung bawah menunjukkan bahwa dari
kesakitan yang sangat hebat di punggung saat 73 orang, 31 orang yang umurnya beresiko
ketika tubuh melakukan tugas berat dan bahkan atau lebih dari 35 tahun ada sebanyak 30
secara perlahan bisa menyebabkan kematian bagi orang (96,8%) yang mengalami nyeri
penderitanya bila ia tidak melepaskan diri dari punggung bawah dan 1 orang (3,2%) yang
ketergantunngannya merokok dan tidak mengobati tidak mengalami nyeri punggung bawah.
penyakit tersebut dengan baik (3). Oleh karena itu Sementara dari 42 orang yang tidak
diperlukan kesadaran yang tinggi bagi responden beresiko atau kurang dari 35 tahun ada
untuk berhenti merokok karena merokok sangat sebanyak 32 orang (76,2%) yang
membahaykan bagi tubuh. mengalami nyeri punggung bawah dan 10
1.3.7 Hubungan antara ukuran tubuh dengan orang (23,8%) tidak mengalami nyeri
keluhan nyeripunggung bawah punggung bawah.
Hasil analisis hubungan ukuran tubuh 2. Berdasarkan hasil penelitian hubungan
dengan keluhan nyeri punggung bawah pada Tabel antara kebiasaan merokok dengan keluhan
4.7 menunjukkan bahwa, dari 33 orang yang nyeri punggung bawah menunjukkan
mengalami obesitas, 32 orang (97%) mengalami bahwa dari 73 orang, 57 orang yang
nyeri punggung bawah sementaradari 40 orang mempunyai kebiasaan merokok, hanya 52
yang tidak mengalami obesitas 30 orang orang (91,2%) yang mengalami nyeri
(75%)mengalami nyeri punggung bawah. punggung bawah dan 5 orang (8,8%) yang
Hasil uji statistik di dapatkan nilai p-value tidak mengalami nyeri punggung bawah.
0,022 artinya p-value > alpha ((0,05) = Ho ditolak. Sementara dari 16 orang yang tidak
Maka dapat disimpulkan ada hubungan obesitas merokok hanya 10 orang (62,5%) yang
dengan kejadian nyeri punggung bawah. mengalami nyeri punggung bawah dan 6
Penelitian ini sejalan dengan penelitian orang (37,5%) tidak mengalami nyeri
Heru Setiawan (13) tentang faktor yang punggung bawah.
berhubungan dengan keluhan nyeri punggung 3. Berdasarkan hasil penelitian hubungan
bawah pada pekerja bangunan di PT Mikroland antara ukuran tubuh dengan keluhan nyeri
Property Development Semarang yang menyatakan punggung bawah menunjukkan bahwa dari
terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh 73 orang, 33 orang yang mengalami
dengan nyeri punggung bawah. Dengan nilai P- obesitas, hanya 32 orang (97,0%) yang
Value 0,030 sehingga Ho ditolah dan Ha diterima mengalami nyeri punggung bawah dan 1
yaitu ada hubungan antara Indeks Massa orang (3,0%) yang tidak mengalami nyeri
Tubuhdengan keluhan nyeri punggung bawah pada punggung bawah. Sementara dari 40 orang
yang tidak mengalami obesitas hanya 30
6
orang (75,0%) yang mengalami nyeri 4 Huldani., 2012. Nyeri Punggung Bawah.
punggung bawah dan 10 orang (25,0%) Fakultas Kedokteran Universitas
yang tidak mengalami nyeri punggung Lambung Mangkurat. Banjar Masin.
bawah.
4. Berdasarkan hasil penelitian dari 73 orang, 5 Janani, N. 2015.Hubungan Antara
menunjukkan bahawa 31 orang (42,5%) Lamanya Duduk Dengan Timbulnya
beresiko mengalami nyeri punggung GejalaNyeri Punggung Bawag pada Sopir
bawah dan 42 orang (57,5%) tidak Taksi di Kota Medan. Medan
beresiko mengalami nyeri punggung
bawah. Dari 73 orang, 57 orang (78,1%) 6 Julia K dan Peter D. 2011. Keperawatan
yang mempunyai kebiasaan merokok dan Ortopedik & Trauma. Jakarta: EGC: Hal
16 orang (21,9%) yang tidak merokok. 9.
Dari 73 orang, 33 orang (45,2%) yang
mengalami obesitas dan 40 orang (54,8%) 7 Kumar, dkk., (2009). Dasar Patologis
yang tidak mengalami obesitas. Penyakit. Jakarta :EGC

Saran 8 Lemone & Bruke, (2008). Medical-


a. Bagi Sopir Angkutan Kota Surgical Nursing Critical Thinking in
Pekerja dengan umur beresiko harus lebih Client Care. Person Prentice Hall
memperhatikan kesehatan danbekerja yang
sesuai kemampuan tenaga. Diperlukan 9 Lewis. et al. 2007. Medical Surgical
kesadaran yang tinggi Nursing Assessment and Managemen of
bagi responden untuk berhenti merokok Clinical Promblems. Volume 2. Amerika
karena merokok sangatmembahayakan Serikat: Mosby Elsevier: 1675, 1680.
bagi tubuh. Serta rencana tindak lanjut
yang perlu perhatiankhusus bagi penderita 10 Mahadewa ,B. G., dan Maliawan. 2009.
obesitas, yaitu dalam hal perencanaan Diagnosis & tatalaksana
makan (diet) dan penurunan berat badan, KegawatDaruratan Tulang Belakang.
menjaga pola hidup sehat dengan Jakarta: Sagung Seto: Hal 1-9.
berolahraga
b. Bagi Peneliti Selanjutnya 11 Nor, M. 2011. Indeks Massa Tubuh.
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan Respository Usu, Medan Sumatra Utara.
kedepan dapat melakukan kajian lebih
jauh lagi khususnya dari aspek jumlah 12 Noor, Z. 2016. Buku Ajar Gangguan
responden, variabel penelitian, metodologi Musculoskeletal.Salemba Medika, Jakarta
penelitian, untuk meningkatkan :371-323.
kesempurnaan dalam penulisan dan
kualitas penelitian tersebut. 13 Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta: Nuha
Medika

DAFTAR PUSTAKA 14 Nurzannah, (2015). Hubungan Faktor


Resiko dengan Kejadian Nyeri Punggung
1 Erizal, M. 2014. Anatomi Tulang Bawah (Low Back Pain) pada Tenaga
Punggung Bawah. Repository Usu.ac.id, Kerja Bongkar Muat (TKBM) di
Medan Sumatra Utara:Hal 1 Pelabuhan Belawan Medan Tahun 2015.
Sumatera Utara
2 Fitriningsih, (2010). Hubungan Umur,
Beban Kerja, dan Posisi Duduk saat 15 Perhimpunana Dokter Paru Indonesia,
Bekerja dengan Keluhan Nyeri Punggung 2011. Penyakit Paru Obstruktif Kronik.
pada Pengemudi Angkutan Kota di
Kabupaten Wonosobo Tahun 2010. Jawa 16 Pabst, R dan Putz, R. 2007. Atlas Anatomi
Tengah Manusia Sobotta. Ed 22. Jakarta: EGC:
Hal: 004

3 Husaini, Aiman, (2006). Tobat Merokok.


Depok: Pustaka Iman 17 Pratiwi, dkk. (2009). Beberapa Faktor
yang Berpengaruh Terhadap Keluhan
Nyeri Punggung pada penjual jamu
gendong. Jurnal promosi kesehatan vol.
7
4/No. 1/Januari 2009. Semarang: Fakultas
Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas
Diponegoro.

18 Smeltzer., and Suzzane, 2008. Textbook of


Medical-Surgical Nursing.
EleventhEdition. Amerika Serikat:
Philadelphia: Include Live Advise Student
online Tutoring

19 Septiawan Heru, (2013). Factor yang


Berhubungan dengan Keluhan Nyeri
Punggung Bawah pada Pekerja
Bangungan di PT Mikroland Property
Development Semarang Tahun 2012.
Semarang

20 Tarwaka.,2010. Ergonomi Industri Dasar-


Dasar Pengetauan Ergonomi Dan Aplikasi
Di Tempat Kerja, Surakarta : 307-310.

21 Wilkins., dan Wiliams. 2013.


Keperawatan Medikal Bedah: Brunner
&Suddarth.Jakarta: EGC: Hal 10-11