Anda di halaman 1dari 11

Evolusi Sel

Evolusi Sel
Semua makhluk hidup tersusun atas sel-sel, membran kecil yang mengelilingi ruangan berisi
cairan kimia. Bentuk makhluk hidup paling sederhana adalah sel-sel soliter yang memperbanyak diri
dengan pembelahan biner. Organisme yang lebih tinggi seperti manusia, tampak seperti kota sel yang
setiap kelompok kecil mempunyai fungsi dan spesialisasi masing-masing dan dihubungkan dengan
sistem komunikasi yang rumit. Sel menempati setengah skala kompleksitas makhluk biologis. tujuan
mamapelajari sel untuk belajar bagaimana membuat sesuatu dari molekul-molekul dan bagaimana
mereka bekerja membentuk organisme yang kompleks seperti manusia.
Terdapat dua proses penting dalam evolusi sel yaitu; (1) peristiwa variasi acak dalam informasi
genetik terjadi pada individu dan keturunannya, (2) seleksi dari berbagai informasi genetik yang
membantu pemiliknya untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Evolusi adalah sebuah prinsip dasar
dalam biologi , dan evolusi membantu kita untuk mengerti beberapa hal yang membingingkan di dunia.
Dalam mempelajari evolusi sel, yang harus dipahami adalah pengertian sel. Sel merupakan unit
yang menyusun bagian terkecil kemudian membangun yang lebih kompleks untuk struktur yang lebih
besar. Dimulai dengan asal mula sel di bumi, kami menganggap bagaimana sifat-sifat tipe molekul yang
memberikan informasi hereditas yang dapat mengirimkan dan menyampaikan sehingga terjadi evolusi. Di
dalam membran molekul-molekul menyediakan bahan-bahan esensial untuk replikasi sel sendiri.
Mengikuti hal ini dapat dideskripsikan transisi penting yang terjadi dalam evolusi ini, dari sel kecil seperti
bakteri sampai sel-sel yang lebih besar dan kompleks seperti yang ditemukan pada tumbuhan dan
hewan. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa satu sel mungkin berkembang menjadi organisme
multiseluler, menjadi terspesialisasi dan bekerja sama dalam suatu formasi organ yang rumit seperti otak.
Kejadian masa lalu meninggalkan banyak tanda untuk dapat kita analisis. Nenek moyang
tumbuhan, hewan dan bakteri terawetkan sebagai fosil. Meskipun hal yang lebih penting adalah bahwa
setiap organisme moderen memberikan karakter yang jelas pada organisme hidup sebelumnya. Saat ini
yang penting adalah dalam biomolekul adalah banyaknya sumber informasi tentang evolusi, membuka
pemikiran dasar antara perbedaan organisme-organisme yang hidup dan memberikan perencanaan
perbedaaan diantara mereka dalam skala objektif yang universal.

Dari Molekul-Molekul Menjadi Sel Pertama


Molekul biologis sederhana dapat terbentuk dibawah kondisi prebiotik.
Bumi adalah sebuah tempat yang keras dengan gempa vulkanik, cahaya, dan hujan yang sangat
deras. Disana terdapat sedikit oksigen bebas dan tidak ada lapisan ozon untuk menyerap radiasi sinar
ultraviolet dari matahari. Suatu reaksi fotokimia dari radiasi mungkin dapat membantu menjaga atmosfir
yang kaya molekul aktif dan jauh dari kesetimbangan kimia.
Molekul organic sederhana (seperti molekul yang mengandung karbon) dapat diproduksi dalam
suatu kondisi. Kondisi terbaik untuk menghasilkan molekul tersebut adalah dari percobaan laboratorium.
Jika dicampurkan dengan gas seperti CO 2, CH4, NH3 dan H2 kemudian dipanaskan dengan air dan
diberikan energi listrik atau radiasi sinar, mereka akan bereaksi untuk membentuk molekul-molekul
organic kecil, biasanya terseleksi menjadi cukup kecil, masing-masing terbuat dari jumlah yang besar.
Diantara produk-produk ini terdapat senyawa-senyawa seperti Hidrogen sianida (HCN) dan formaldehid
(HCHO) yang siap untuk berreaksi lebih lanjut dalam cairan. Hal yang penting dan molekul yang banyak
terdapat dalam menghasilkan sel antara lain asam amino, gula, purin, pirimidin yang dibutuhkan untuk
membentuk nukleotida.

Sistem Kimia Komplek dapat Berkembang dalam Sebuah Lingkungan


yang Jauh Dari Kesetimbangan Kimia.
Molekul sederhana seperti asam amino dan nukleotida dapat disatukan dari polimer-polimer. Satu
asam amino dapat bergabung dengan yang lain untuk membentuk rantai polipeptida, dan dua nukleotida
dapat bersatu membentuk rantai fosfodieter. Ulangan dua reaksi membentuk rantai polimer berturut-turut
yang disebut polipeptida dan polinukleotida. Dalam sel-sel yang hidup saat ini, polipeptida yang besar
disebut protein dan polinukleotida membentuk RNA dan DNA yang umumnya terlihat sebagai unsur
pokok yang penting. Dua puluh macam asam amino merupakan unsur pokok dalam alam semesta yang
membangun rangkaian protein, sementara molekul RNA dan DNA terbentuk hanya dari semua sel hidup.

molekul RNA dapat mempunyai variasi pada sifat katalik, disamping sebagai tempat untuk replikasi RNA,
faktanya molekul RNA dengan rantai nukleotida dapat sebagai katalis untuk replikasi akurat pada molekul
RNA lain, rantai nukleutida dapat berubah-ubah. Hal khusus dari molekul RNA adalah mempunyai
kemungkinan mengatur gen dalam kehidupan.

Molekul Replikasi Diri Mengalami Seleksi Alam


Molekul RNA tidak hanya benang yang menjadi simbol pembawa informasi pada makhluk hidup.
RNA juga memiliki sifat kimia yang memberi efek pada kelakuannya. Faktanya rantai spesifik pada
nukleotida mengatur lipatan molekul. RNA hanya sebagai nukleotida, pada polinukleotida dapat
berpasangan dengan nukleotida pelengkap yang bebas pada lingkungannya untuk membentuk polimer
baru. Jadi nukleotida dapat berpasangan dengan nukleotida pelengkap menghasilkan polimer itu sendiri.
Ranati GGGG pada salah satu bagian polinukleotida dapat membentuk ikatan kuat dengan rantai CCCC
pada bagian yang lain pada molekul yang sama. Seperti ikatan tersebut menghasilakan kompleks tiga
dimensi dan keseluruhan molekul memiliki bentuk spesifik tergantung seluruh rantai pada nukleotida.
Bentuk tiga dimensi pada polinukleotida berpengaruh pada stabilitasnya, kelakuan pada molekul
lain dan kemampuan untuk replikasi, jadi tidak semua nukleotida dapat berhasil pada proses replikasi.
Terlebih lagi, kesalahan tidak dapat terhindarkan dan terjadi pada beberapa proses penyalinan dan gagal
menyalin dari yang asli. Dengan replikasi ulang, maka rantai baru dari nukleotida akan terus berlanjut
memperbanyak diri. Jadi pada studi laboratori, sistem replikasi dari molekul RNA mengalami seleksi alam
yang berbeda sesuai dengan ikatan akhir yang dibentuk dan bergantung pada kondisi yang tepat.
Molekul RNA dapat menyeleksi kemampuan mengikat pada beberapa molekul yang spesifik. Itu juga
menunjukkan bahwa pada eksperimen in vitro dimulai dengan penyiapan molekul RNA pendek dengan
ikatan nukleotida yang acak.
Dari sini kemudian melewati bagian yang sempit dan bertemu dengan pilihan substansi. Molekul
RNA yang tidak mampu mengikat substansi kemudian disingkirkan, kemudian beregenerasi pada rantai
nukleotida.. Setelah seleksi dan reproduksi selesai, RNA mempunyai banyak kopian yang jumlah
ikatannya relatif kecil dan tidak mampu mengikat substansi. Molekul RNA memiliki dua karakteristik
khusus. RNA membawa informasi dan RNA yang memiliki struktur lipatan spesifik RNA. Dengan demikian
menunjukkan terjadinya evolusi.
Molekul RNA Khusus yang Dapat Mengkatalis Reaksi Kimia
Seleksi alam terjadi pada lingkungan dan pada replikasi RNA. Disamping menyediakan tempat
untuk replikasi RNA, juga dapat mengkatalis kerusakan dan informasi kovalen diantara nukleotida.
Masing-masing RNA mengkatalis reaksi tergantung pada pengaturan spesifik atom dari bentuk
permukaan molekul RNA katalik . Aktifitas katalik memiliki bagian pokok yang penting. Mengingat
bahwa bagian molekul RNA membantu mengkatalis proses pada tempat polimerisasi, pada beberapa
molekul RNA sebagai tempat berbentuk seperti molekul. Kegiatan memperbanyak diri, dengan replikasi
menjadi cepat dan efisien. Beberapa di antaranya memiliki kegiatan katalitik yang membantu replikasi
RNA pada jalur lain.
Informasi Perubahan dari Polinukleotida Menjadi Polipeptida
Struktur polinukleotida dicocokkan untuk informasi penyimpanan dan replikasi, kemampuan
katalitik sangat terbatas deangan perbandingan dari polipeptida tersebut., dan replikasi efisien dari
polinukleotida pada sel modern yang secara mutlak terikat pada protein. Pada kehidupan nyata beberapa
polinukleotida yang membantu memandu sintesis dari kegunaan polipeptida pada lingkungan yang akan
mendapatkan keuntungan besar pada perjuangan evolusi untuk bertahan.
Saat ini sistem kolaborasi dari molekoul RNA organisme bekerja di bagian tengah pada sintesis
polipeptida langsung. Inilah sintesis protein, tetapi proses ini dibantu oleh protein yang disintesis
sebelumnya. Mesin biochemical dari sintesis protein rumit. Satu molekul RNA membawa informasi
genetik dari polipeptida khusus yang terbentuk dari sebuah kode, ketika molekul RNA lain bertindak
sebagai adaptor, masing-masing mengikat sebuah asam amino spesifik. Terdapat dua tipe dari molekul
RNA membentuk pasangan komplemen dasar dengan satu dan lainnya memungkinkan rangkaian dari
nukleotida pada pengkodean molekul RNA untuk penggabungan langsung dari yang bertindak sebagai
RNA adaptor menuju sebuah perkembangan rantai RNA. Prekursor pada dua tipe molekul RNA agaknya
dilangsungkan pada sintesis protein pertama, tanpa bantuan protein.
Sekarang, peristiwa pada pertemuan protein baru berlangsung pada permukaan ribosom-partikel
kompleks yang menyusun beberapa molekul RNA besar. RNA ribosomal pada partikel tersebut berperan
sebagai katalitik pada proses sintesis protein dan membentuk lebih dari 60% masa ribosom. Pada
kenyataannya masa evolusi muncul pada komponen penting ribosom.
Ini terlihat sama, kemudian RNA memandu sintesis primordial protein. Dengan cara ini RNA dapat
membentuk alat dalam bentuk protein untuk biosintesis yang efisien untuk membentuk replikasi RNA dan
dalam proses produksi alatnya sendiri.
Sintesis protein spesifik dibawah panduan RNA memerlukan evolusi dari sebuah kode yang mana
polinukleotida mengurutkan asam amino spesifik untuk menbuat protein. Kode ini disebut Triplet, triplet
yang berbeda dari nukleotida tidak mengkode asam amino spesifik.
Membran Menegaskan Sel Pertama
Salah satu kejadian penting menuju formasi dari sel pertama yaitu perkembangan membran luar.. Jika
sebuah variasi RNA meningkat maka dapat membuat tipe super dari enzim, enzim baru tidak dapat
menambah secara selektif untuk pertahanan variasi RNA pada kompetisi tersebut dengan
anggotanya.seleksi dari molekul RNA berdasarkan atas kualitas dari protein generasi tidak dapat
terbentuk secara efisien sampai beberapa membentuk kompartemen disusun untuk mengisi protein yang
dibuat dari sebuah molekul RNA sehingga tersedia hanya untuk RNA yang menggenerasikan mereka.
Kebutuhan untuk penahanan atau pengikatan dengan mudah terpenuhi oleh kelas lain dari
molekul yang memiliki bahan psikochemikal simple yang menjadi amphiuphatic yang mengisi salah satu
bagian dari hidrofobik (takut air) dan bagian lain hidrofilik (berani air). Ketika molekul terdapat di air
mereka beragregasi menata porsi hidrofobik sebanyak dalam hubungan satu dan yang lainnya yang
mungkin dan porsi hidrofilik berhubungan dengan air. Molekul amphiphatic dari bentuk yang tepat secara
spontan beragregasi membentuk dua lapisan vesikel kecil tertutup yang berisi cairan yang dipisah dari
media luar. Di sepanjang hari sel mengelilingi membran plasma mengisi molekul amphiphatic terutama
fosfolipid dalam konfigurasi, dalam membran sel, lipid bilayer juga mengisi protein amphiphatic.
Nampaknya, sel membran utama dibentuk dari pertemuan dari molekul fosfolipid dari plasma
prebiotik, menutup sebuah replikasi mandiri campuran dari RNA dan molekul lain. Dalam beberapa
kondisi sewaktu-waktu molekul RNA tertahan tanpa sebuah membran penutup. mereka dapat memulai
menyusun dengan seksama sebagai pembawa perintah genetik.
Seluruh Waktu presentasi Sel Menggunakan DNA sebagai Material Hereditas Mereka
Sintesis prebiotik dari molekul kecil, mereplikasi sel dari molekul katalitis RNA, terjemahan urutan
RNA ke dalam urutan asam amino, dan perakitan dari molekul lipid untuk membentuk semua bagian
pembatas yang kiranya terjadi untuk menghasilkan sel primitif 3,5 hingga 4 milyar tahun yang lalu. Ini
digunakan bagi perbandingkan sel awal dengan sel sekarang yang paling kecil dan yang paling
sederhana, yang disebut mycoplasma. Mycoplasmas adalah bakteri yang kecil dari suatu degenerasi
jenis yang secara normal memimpin suatu keberadaan seperti parasit di dalam suatu kelompok yang
dekat dengan sel binatang atau sel tumbuhan.
Sel pertama di bumi kiranya lebih sedikit canggih dibanding suatu mycoplasma dan lebih sedikit
efisien dalam reproduksi diri mereka. Bagaimanapun, terdapat suatu perbedaan yang lebih pokok antara
sel primitif ini dengan suatu mycoplasma, atau sel sekarang: informasi hereditas dalam semua sel hidup
hari ini disimpan DNA bukan di dalam RNA yang menyimpan informasi hereditas sepanjang
perkembangan evolusi yang paling awal. Perbedaan bahan kimia kecil cocok dengan kedua jenis molekul
untuk fungsi beda. DNA bertindak sebagai tempat penyimpanan yang permanen tentang informasi
genetik, dan, tidak sama dengan RNA, ini ditemukan dalam teori sel di dalam suatu format double-
stranded, terdiri atas sepasang molekul polynucleotide komplementer. Struktur yang double-stranded ini
membuat DNA di dalam sel lebih sempurna dan stabil dibanding RNA; itu juga membuat DNA relative
mudah direplikasi (akan diterangkan pada Bab 3) dan mengijinkan mekanisme perbaikan untuk
beroperasi menggunakan strand yang tetap utuh sebagai template untuk perbaikan strand yang rusak.
DNA memandu sintese dari molekul spesifik RNA, lagi oleh prinsip tentang base-pairing komplementer,
meskipun demikian sekarang pemasangan ini diantara sedikit jenis nucleotide yang berbeda. Hasil dari
molekul RNA single-stranded kemudian melaksanakan dua fungsi yang mula-mula: mereka mengarahkan
sintese protein baik sebagai persandian RNA molekul (pesuruh RNAS) dan sebagai RNA katalisator
(ribosomal dan non-messenger RNAS lain). RNA mendahuli DNA di dalam evolusi, keduannya
mempunyai materi genetis dan katalitis. DNA mengambil alih fungsi utama genetis dan protein sebagai
katalis yang utama, sehingga RNA menjadi perantara antara keduanya.Dengan kedatangan sel DNA
dimungkinkan menjadi lebih komplek, karena bisa membawa dan memancarkan sejumlah informasi
genetis yang lebih besar dari molekul RNA.
Dari Prokaryote ke Eukaryote
semua organisme yang hidup di bumi sekarang berasal dari sel primodial tunggal yang lahir 3
juta tahun yang lalu. Sel ini, berasal dari persaingan, mengambil petunjuk dari proses pembentukan dan
evolusi yang selalu terjadi ketika bumi masih hijau dari perubahan komposisi atmosfir dan menjadikan
rumah dari kehidupan cerdas.
Satu hal yang penting dari ciri khas selama perjalanan evolusi ini yang terbentuk 1,5 juta tahun
yang lalu, ketika mereka melakukan transisi dari sel yang kecil menjadi struktur internal sederhana dan
biasa disebut dengan sel prokaryotik , yang terdapat di berbagai jenis bakteri untuk menunjukkan lebih
besar dan radical yang lebih komplek sel eukaryotik bisa ditemukan dalam hewan tingkat tinggi dan
tumbuhan.

Sel Prokaryotic Adalah Struktur Sederhana Tapi Berbeda Secara


Biokimiawi
Bakteri adalah organisme sederhana yang ditemukan di lingkungan yang masih alami. Sel
mereka berbentuk bulat atau lonjong . Mereka memiliki mantel yang berfungsi sebagai pelindung, disebut
dinding sel, dibawahnya terdapat membran plasma yang terdiri dari sitoplasmik tunggal yang
mengandung DNA, RNA, protein dan molekul kecil..Bakteri merupakan organisme kecil dan dapat
menggandakan diri dengan cepat, yang hanya terbagi atas dua pembelahan biner. Ketika makanan
berlimpah, mereka dapat membelah dengan cepat. Dibawah kondisi yang memungkinkan sel prokaryotik
tunggal dapat membelah setiap 20 menit dan dapat mencapai 5 juta sel dalam waktu kurang dari 11 jam.
Kemampuan membelah yang cepat membuat bakteri dapat beradaptasi dengan cepat terhadap
lingkungan.
Dengan alasan ini, urutan asam amino dari tipe enzim yang sama pada spesies makhluk hidup
yang berbeda menunjukkan indikasi yang berharga dari hubungan evolusi antara spesies-spesies ini.
Pembandingan dari awetan rangkaian, yang memiliki fungsi sentral dan karena itu hanya berubah
dengan perlahan selama evolusi, dapat mengungkapkan hubungan antar organisme yang berbeda sejak
dulu, ketika perkembangan urutan yang sangat cepat dapat digunakan untuk menetapkan seberapa
dekat hubungan perkembangan spesies-spesies ini.

Cyanobacteria Dapat Mengikat CO2 dan N2


Sebagai bentuk kompetisi bahan mentah untuk meningkatkan sintesis organik, keuntungan
selektif yang kuat akan diperoleh oleh organisme yang mampu menggunakan atom karbon dan nitrogen
(dalam bentuk CO2 dan N2) langsung dari atmosfer. Namun ketika keduanya tersedia secara berlimpah,
CO2 dan N2 juga sangat stabil. Karena itulah dibutuhkan sejumlah besar energi juga sejumlah reaksi kimia
rumit untuk mengubah keduanya menjadi bentuk yang dapat digunakan, yaitu menjadi molekul organik
seperti gula sederhana.
Pada CO2, mekanisme utama yang berkembang untuk mencapai transformasi ini
adalahfotosintesis, dimana energi radiasi yang ditangkap dari matahari menggerakkan konversi
CO2 menjadi bahan organik. Interaksi dari sinar matahari dengan molekul
pigmen, klorofil, membangkitkan elektron untuk menjadi lebih berenergi. Seiring dengan elektron yang
kembali turun level energinya menjadi lebih rendah, energi tersebut menggerakkan reaksi kimia yang
difasilitasi dan diatur oleh molekul protein.
Salah satu dari reaksi yang digerakkan oleh cahaya matahari kemungkinan adalah generasi dari
tenaga penurunan. Atom karbon dan nitrogen di atmosfer berupa CO 2 dan N2 berada dalam kondisi
teroksidasi dan inert (tidak aktif). Perbandingan dari mekanisme fotosintesis pada berbagai bakteri yang
ada saat ini menunjukkan bahwa salah satu darisumber pertama elektron adalah H 2S, dari produk sisa
primer dari sulfur. Kemudian, lebih sulit namun akhirnya proses yang lebih menguntungkan untuk
mendapatkan elektron dari H2O telah selesai, dan O2 dilepaskan dalam jumlah besar sebagai zat sisa.
Cyanobacteria (juga dikenal sebagai alga biru-hijau) adalah rute utama saat ini dari karbon dan
nitrogen yang diubah menjadi molekul organik dengan demikian memasuki biosfer. Keduanya termasuk
organisme yang paling mencukupi kebutuhan pribadinya saat ini. Kemampuannya memfiksasi
karbondioksida dan nitrogen menjadi molekul organik, keduanya, berdasarkan perkiraan pertama,
mampu hidup di air, udara, dan dengan sinar matahari sendirian; mekanisme tersebut mungkin secara
essensial berlangsung konstan selama beberapa milyar tahun. Bersama dengan bakteri lain yang
memiliki beberapa kemampuan ini, mereka menciptakan kondisi dimana organisme yang lebih kompleks
dapat berkembang; sekali satu set organisme dapat berhasil mensintesis seluruh tahap komponen sel
organik dari bahan mentah anorganik, organisme lain dapat hidup dengan memakan sintesis primernya
dan produk mereka.
Sel Eukariotik Memiliki Sitoskeleton
Sel eukariotik memiliki skeleton internal, yaitu sitoskeleton, sehingga memberi bentuk pada sel,
kapasitas untuk bergerak, dan kemampuan untuk menyusun organelnya dan mentranspor mereka dari
satu bagian ke bagian sel lainnya. Sitoskeleton disusun oleh jaringan pada filamen protein, dua yang
terbenting adalah filament aktin dan mikrotubula.
Filament actin dan mikrotubula juga penting untuk pergerakan iternal sehingga terjadi pada
sitoplasma pada seluruh sel eukariotik. Mikrotubula membentuk mitotic spindle yang merupakan bagian
vital untuk mesin-mesin biasa untuk pemisahan DNA secara sama diantara dua sel bersaudara ketika sel
eukariotik terbagi. Tanpa mikrotubula, karena itu, sel eukariotik tidak dapat bereproduksi.

Protozoa Kebanyakan Berisi Sel Komplek Yang Telah Diketahui


Secara kompleks dapat dicapai oleh sel eukariotik tunggal sekarang ini diilustrasikan lebih baik
sehingga hidup bebas, sel tunggal eukariot dikenal sebagai protista. Mereka secara evolusioner
bermacam-macam dan mempertunjukkan variasi membingungkan pada bentuk yang berbeda dan
perilaku: mereka dapat fotosintesis atau carnivorous, motil atau terikat pada suatu tempat. Anatomi
mereka sering komplek dan memiliki struktur bulu keras sensori, fotoreseptor, flagella, apendik seperti
kaki, bagian mulut, sengat anak panah, dan bungkusan kontraktil seperti otot. Meskipun mereka sel
tunggal protista, secara istimewa terbesar dan tipe lebih aktif dikenal dengan protozoa dapat berliku-liku
dan berubah-ubah sebanyak organisme molekuler. Ini terutama baik diilustrasi oleh kelompok yang
dikenal dengan silia.

Pada Sel Eukaryotik Materi Genetik Dikemas dengan Jalan yang


Kompleks
Sel eukaryotik mengandung sangat banyak DNA. Pengemasan rapat dari DNA pada kromosom
adalah bagian esensial dari persiapan untuk pembelahan sel pada eukaryota.
Penutupan membran nukleus pada sel eukaryot selanjutnya melindungi struktur DNA dan
iniassociated control machinery, melindungi mereka dari belitan dengan menggerakkan sitoskeleton dan
beberapa perubahan bahan kimia apabila terjadi di sitoplasma. Mereka juga mengijinkan pemisahan dari
2 langkah krusial pada lambang dari informasi genetik; (1) penggandaan rantai DNA menjadi rantai RNA
(transkripsi DNA) dan (2) penggunaan rantai RNA ini, in turn untuk mensintesis protein khusus secara
langsung (translasi RNA). Pada sel prokaryotik tidak ada. Penggolongan dari proses ini translasi dari
rantai RNA menjadi protein yang segera mungkin ditranskrip, pada saat sebelum sintesis mereka komplit.
Pada eukaryota, bagaimanapun juga (kecuali pada mitokondria dan kloroplas, dimana respect seperti
pada yang lainnya merupakan penutup untuk bakteri), dua tahap pada garis edar dari gen ke protein
merupakan penjagaan yang sangat ketat : transkripsi terjadi pada nukleus, translasi pada sitoplasma.
RNA telah meninggalkan nukleus sebelum dapat digunakan untuk memandu sintesis protein. Ketika di
nukleus ini mengalami perubahan yang rumit pada beberapa bagi dri molekul RNA merupakan bagian
yang dibuang dan bagian lain dimodifikasi (RNA proses).
Dari Organisme Sel Tunggal ke Organisme Multiseluler
Organisme sel tunggal, seperti bakteri dan protozoa, telah berhasil beradaptasi untuk sebuah
jenis dari lingkungan berbeda apabila mereka terdiri dari lebih setengah total biomasa bumi. Tidak seperti
hewan, beberapa jenis dari organisme uniseluler ini dapat mensintesis semua dari subtansi mereka
butuhkan dari sebuah nutrisi kecil sederhana dan beberapa dari mereka membelah setiap jam.
Seperti tumbuhan dan hewan yang berbeda terlihat, mereka memilih lingkungan dimana terjadi evolusi
berlanjut. Bertahan pada sebuah hutan mengganggap untuk kemampuan berbeda daripada bertahan
pada laut yang terbuka. Pembaharuan dalam pergerakan, deteksi sensori, komunikasi, kelompok sosial-
semua memungkinkan organisme eukaryot untuk bertanding, menyebar, dan bertahan pada yang lebih
kompleks.

Sel tunggal dapat bergabung untuk membentuk koloni


Ini sama seperti apabila pada awal tahap evolusi dari organisme multiseluler adalah
penggabungan organisme seluler untuk membentuk koloni. Cara yang paling sederhana mencapai ini
untuk sel anakan untuk tetap bersama setelah masing-masing sel membelah. Beberapa sel prokaryot
menunjukkan kebiasaan sosial pada bentuk primitif.
Alga hijau (jangan keliru dengan prokaryot alga hijau biru" atau cyanobakteria) adalah eukaryot yang ada
sebagai uniseluler, berkoloni, atau multiseluler.

Jaringan Dermal
Epidermis adalah lapisan terluar yang melindungi bagian terluar tubuh tumbuhan. Sel-sel
epidermis mengalami modifikasi berbentuk stomata dan rambut-rambut yang bervariasi. Epidermis terdiri
dari satu lapis sel yang menutupi seluruh permukaan batang, daun, dan akar pada tumbyuhan yang
masih muda. sel yang hidup memiliki dinding yang tebal dan dilindungi oleh kutikula pada lapisan
permukaan kulit berupa lapisan lilin. Kerapatan antar sel-sel sangat bervariasi.
Stomata
Stomata merupakan epidermis yang membuka, yang terdapat pada permukaan bawah daun.
Sbagai tempat regulasi perpindahan gas pada tumbuhan. Stomata terdiri dari dua derivat epidermis yang
disebut dengan sel penjaga, yang mana merupakan garis tengah regulasi dari pori-pori. Stomata
didistribusikan dengan jelas pada spesies tertentu yang berbeda-beda pada setiap epidermis.
Rambut-rambut (trikoma) merupakan derivat apendik dari sel epidermis. Rambut-rambut tersebut
keluar dari dalam bebagai macam bentuk dan pada umumnya ditemukan pada seluruh tumbuhan.
Rambut-rambut tersebut berfungsi sebagai pelindung, absorbsi, dan sekresi.
Berkas vaskuler
Akar biasanya memiliki berkas vaskuler tunggal, tetapi batang memiliki beberapa berkas vaskuler.
Berkas vaskuler tersebut tersusun secara radial simetri yang sempit dicots yang sempit, tetapi pada
tumbuhan monokotil berkas vaskulernya tidak teratur.
Jaringan vaskuler
Floem dan xilem bersama-sama menjalankan sistem berkas vaskuler melewati tumbuhan. Floem
dan xilem keduanya merupakan jaringan komplek. Jaringan vaskuler berperan sebagai elemen yang
berasosiasi dengan sebagian besar sel parenkim dan menganti material dengan elemen. Juga kelompok
kolenkim dan skelerenkima berfungsi sebagai pendukung mekanik. Floem termasuk dalam transportasi
larutan organik pada tumbuhan.
Xylem
Xylem membawa air dan melarutkan ion-ion didalam tumbuhan . peran utamanya yaitu sebagai
elemen pengangkut, yang mana sel mati pada saat dewasa membran plasmanya berkurang. Dinding sel
yang telah memiliki dua lapisan tebal dan lapisan lignin yang kuat. Itu menunjukkan, pada bagian terluar
dinding xylem memiliki daya gerak yang tinggi, kemampuan yang tinggi, melanjutkan tabung yang telah
dibentuk.
Disepanjang filament sel tunggal ditangkap dari perbedaan karakter dan menjadi mampu
memasukkan asmospheric nitrogen ke molekul organic. Sedikit sel tersebut menunjukkan fiksasi nitrogen
untuk pendekatannya dan berbegi hasil produk dengannya. Tapi sel prokaryotic lebih baik pada jenis
susunan labor divion; mereka bukan prokaryot, hidup menyatu dari dimana seluruh organisme
multiseluler kompeks dibangun.

Organisme Multiseluler Bergabung pada Kohesi diantara Sel


Untuk membentuk organisme multiseluler, sel harus berbatasan bersama, dan eukaryotic telah
dikembangkan cara lain untuk meckupi kebutuhannya. Sel pada kebanyakan dari hewan tidak memiliki
dinding rigid dan jembatan sitoplasma khusus ganti sel dibatasi bersama oleh suatu relative loose
meshwork dari molekul organic ekstra seluler (disebut matrik ekstra seluler) dan oleh adesi antara
membrane plasma. Lebih sering, dari sisi ke sisi hubungan antar sel menahannya secara bersama-sama
membentuk helaian multiseluler atau epithelium.

Helaian Epitelial dari Pagar Sel Tempat berlindung dari Lingkungan


Eksternal
Helaian epithelial memiliki arti sama ntuk evolusi organisme multiseluler komplek yang
membrane selnya memliki evolusi sel tunggal komplek.
Kepentingan halaian epiteliel diilustrasikan secara baik pada kelompok hewan rendah yaitu
coelenterate. Coelenterata tersusun dari dua lapisan epitelium, lapisan terluar membentuk ektodermal,
dan lapisan dalam membentuk endodermal. Lapisan endodermal mengelilingi suatu rongga,coelenteron,
tempat di mana makanan dicerna. Di antara sel-sel endodermal, terdapat beberapa sel yang
mensekresikan enzim-enzim pencernaan ke dalam coelenteron, sementara sel-sel yang lain menyerap
dan mencerna lebih lanjut molekul-molekul nutrien. Dengan membentuk lembaran epitel yang berikatan
kuat akan mencegah keluarnya semua molekul ke daerah luar, sel-sel endodermal membuat daerah di
dalam coelenteron yang disesuaikan dengan tugas mencerna makanan.
Di dalam dua lapisan ektodermal dan endodermal ada bagian lain yang memisahkan keduanya
dari coelenteron dan dari dunia luar. Di bagian ini sel-sel saraf membentang, menempati ruangan sempit
tertutup di antara sel-sel epitel, di bawah permukaan luar terdapat sel junction di antara sel-sel epitel
membentuk penghalang impermeabel. Hewan dapat merubah bentuknya dan bergerak oleh kontraksi
sel-sel mirip otot di dalam epitel, dan sel-sel saraf yang menyampaikan signal listrik untuk mengontrol dan
mengkoordinasi kontraksi-kontraksi tersebut. Selanjutnya, konsentrasi-konsentrasi dari ion organik
sederhana di bagian tengah yang mengelilingi sel saraf memiliki fungsi yang penting.
Sel-Sel Mengkomunikasikan Kontrol Susunan Tempat dari
Organisme Mutiseluler
Hewan-hewan tingkat tinggi berkembang dari nenek moyang yang lebih sederhana menyerupai
coelenterata, dan hewan-hewan tingkat tinggi ini memperlihatkan kerumitan mereka kepada eksploitasi
yang lebih maju dari prinsip dasar yang sama dari kerjasama sel yang mendasari susunan tubuh Hydra.
Lembaran epitel membatasi semua permukaan eksternal dan internal di dalam tubuh, menciptakan
bagian tersembunyi, dan mengontrol lingkungan internal yang memiliki fungsi khusus dan dibentuk dari
sel-sel terdifferensiasi. Sel-sel khusus berinteraksi dan berkomunikasi dengan sel lain, membentuk signal
untuk memerintahkan karakter setiap sel menurut tempatnya di dalam struktur tubuh keseluruhan.

Memori Sel Memungkinkan Perkembangan Struktur Kompleks


Sel-sel dari sebagian besar organisme multiseluler dihasilkan oleh pembelahan berulang-ulang
dari sel prekursor tunggal; mereka merupakan sebuah clone. Karena perkembangbiakan berlanjut dan
clone tumbuh, beberapa sel, seperti yang kita tahu, menjadi berdifferensiasi dari yang lain, mengambil
struktur yang berbeda, kimia yang berbeda, dan fungsi yang berbeda, biasanya reaksi terhadap isyarat
dari tetangga mereka. Jadi karena tubuh tumbuh dan mengalami pendewasaan, detail yang semakin
maju dari struktur tubuh dewasa menjadi spesifik, membentuk suatu organisme yang berangsur-angsur
semakin rumit yang memiliki bentuk pokok sebagai ekspresi dari sejarah perkembangan yang panjang.

Program Perkembangan Dasar Tertuju pada Konservasi dalam


Evolusi
Selama evolusi banyak peralatan perkembangan yang berkembang dalam organisme
multiseluler paling sederhana telah dikonservasi sebagai prinsip dasar untuk konstruksi keturunan
mereka yang lebih kompleks.
Tanaman yang masih muda sebelah kanannya di kontruksikan pada tiga tipe organ yaitu daun,
batang, dan akar, basing-masing tiga tipe itu dibentuk dari tiga jaringan sistem ground, dermal, dan
vascular.
Semua tiga system jaringan derivatnya sel poliveratif yang aktif pada tunas dan akar meritem
apikal danmasing-masing mengandung speialis yang relativ kecil tipe sel, tiga system jaringan, dan sel
yang meliputi mereka, dan di deskribsikan sebagai berikut :
sel tumbuh dan dideferensiasikan untuk memberikan makanan pada system jaringan dengan fungsi yang
berbeda.
Jaringan dermal : tumbuhan ini dilindungi oleh penutup luar yang menghubungkan dengan lingkungan,
air dan ion diperoleh dari akar dan regulasi pertukaran gas di dalam tempat tinggalnya dan bagian-
bagianya.
Jaringan Vaskular bersama-sama floem dan xilem dari sistem vaskular tumbuhan, jaringan ini
mengkondisikan air antara organ dan menyediakan pendukung mekanik.
Jaringan ground : menata dan mendukung jaringan yang masih muda dan juga berfungsi membuat
makanan supaya kuat.
Jaringan ground mengandung system jaringan tiga tipe sel parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
Tipe-tipe sel
Ada lebih dari 200 tipe sel di tubuh manusia. Terpasang menjadi bemacam-macam jaringan antara lain:
Ephitelia, jaringan penghubung, otot, jaringan saraf. Sebagian besar jaringan berisi campuran tipe-tipe
sel.

EPHITELIA
Sel ephitelia membentuk lembaran yang saling berlekatan disebut ephitelia, yang membatasi
permukaan dalam dan luar tubuh. Ada banyak tipe ephitelia khusus.
Sel-sel absorbtif mempunyai sejumlah mikrovilli seperti rambut terproyeksikan dari permukaan bebas
tersebut untuk memperluas daerah penyerapan.
Sel-sel ephitelia mempunyai cilia pada permukaan bebasnya yang megepakkan secara sincronis
untuk memindahkan zat (antara lain mucus) melewati lembaran ephitelia.
Sekretori sel ditemukan pada sebagian besar lapisan. Sel-sel khusus ini mengeluarkan zat ke
permukaan lembaran sel.

JARINGAN KONEKTIF
Jarak antara organ dan jaringan di dalam tubuh diisi dengan jaringan konektif yang membuat
jaringan utama melekatkan serat protein yang kuat di dalam gel polisakarida. Matrix ekstaseluler ini
disekresikan utamanya oleh fibroblast.
Dua tipe utama serat protein ekstraseluler adalah kolagen dan elastin.
Tulang terbuat dari sel yang disebut osteoblast. Mensekresikan sebuah matrix ekstraseluler yang
didalamnya terdapat cristal kalsium fosfat yang kemudian disimpan.
Sel adipose, hampir sel terbesar di dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk produksi dan
cadangan lemak. Nucleus dan sitoplasma di tekan oleh lemak droplet yang besar.

JARINGAN SARAF
Sel-sel saraf atau neuron dikhususkan untuk komunikasi. Otak dan urat saraf tulang belakang
contohnya tersusun atas sebuah jaringan neurons yang hampir menyokong sel-sel glial.
Akson megonduksi sinyal-sinyal listrik jauh dari sel tubuh. Sinyal ini dihasilkan oleh aliran ion
melintasi membrane sel saraf.
Sel-sel khusus, disebut Schwann atau oligodendrocytes, membungkus sekeliling akson untuk
membentuk lembaran membrane multilayer.
Syapse dimana neuron membentuk pertemuan khusus denagn neuron yang lain dengan sel otot.
Pada synapse, sinyal meninggalkan dari satu neuron ke satu sel otot.

BIOSEL
Sel epithelia sekretori biasanya terkumpul bersama untuk membentuk kelenjar yang
terspesialisasi dalam sekresi dari substansi partikular. Seperti ilustrasi, kelenjar eksokrin mensekresi
produknya kedalam rongga. Kelenjar Endokrine mensekresi hormon dalam darah.

OTOT
Sel otot memproduksi kekuatan mekanik dengan kontraksi. Pada vertebrata ada beberapa tipe
utama:
Otot skeletal: secara bersama bergerak dengan kekuatannya dan kecepatan kontraksinya. Setiap otot
berupa sebuah bundel atau gumpalan serat otot, setiap dari bundelan itu berupa sel multinukleat yang
besar.
Otot halus: berada pada saluran digestivus, kandung kemih, arteri dan vena. Tersusun atas sel panjang
yang tipis yang setiap selnya memiliki nukleus.
Otot cradiac: berada diantara karakter skeletak dan otot halus. Memproduksi detak jantung. Selnya
berdampingan yang terbungkus oleh junction yang menyebabkan sel berkontraksi dengan sinkron.
DARAH
Eritrosit adalah sel yang sangat kecil, biasanya tanpa nukleus atau dengan membran dalam dan terisi
penuh dengan oksigen mengikat protein hemoglobin.
Leukosit melindungi dari infeksi.darah tersusun atas satu leukosit untuk setiap 100 sel darah merah.
Meskipun leukosit digunakan dalam sirkulasi mereka dapat melewati dinding dari darah untuk melakukan
kerja dalam jaringan.
Limfosit mampu untuk respon sistem imun seperti produksi antibodi. Makrofag dan neutrofil berguna
untuk mencegah infeksi, dimana mereka menyerang bakteri dan bekas luka.

SEL GERMINAL
Keduanya sperma dan sel telur haploid yang membawa hanya satu set kromosom. Sperma dari jantan
bertemu dengan sel telur dari betina yang kemudian membentuk organisme diploid dengan pembagian
sel suksesiv.
SEL SENSORI
Sebagian besar sel yang terspesialisasi pada tubuh vertebrata yang kemudian dikenal dengan stimulus
eksternal. Sel rambut dari telingan dalam yang mendeteksi suara. Modifikasi sel epitelia membawa
mikrivili pada permukaan. Pergerakan sebagai respon dari getar suara yang menyebabkan sinyal elektrik
yang melewati otak.sel tangkai dalam retina dari mata terspesialisasi untuk merespon cahaya. Daerah
photosensitiv tersusun atas banyak cakram membanous dimana membran memiliki pigmen cahaya yang
sensitif yaitu rhodopsin. Cahaya dimasukkan dalam sinyal elekrik yang ditransmisikan pada sel saraf
pada mata yang dipancarkan ke otak.
suatu mata tenaga ahli untuk menciri, sebagai contoh, suatu embrio anak ayam muda dari suatu embrio
manusia muda.