Anda di halaman 1dari 28

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS IX SMP

PADA MATERI BIOTKNOLOGI

TESIS
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada
Program Studi Pendidikan Biologi

Oleh:

MARDIANA
NIM : 8126174012

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2015
ABSTRAK

Mardiana. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas IX SMP pada Materi


Bioteknologi. Tesis Program Pasca sarjana Universitas Negeri Medan, 2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Jumlah siswa yang tuntas pada materi
Bioteknologi; (2) Menganalisis sub materi yang paling sulit dipahami siswa; (2)
Menganalisis Indikator yang paling sulit dipahami; (3) Menganalisis Ranah Kognitif
pada materi Bioteknologi;(4)Mendiagnosis faktor penyebab kesulitan belajar pada
materi Bioteknologi. Penelitian ini bersifat diskriptif kwalitatif, populasi dari
penelitian ini siswa-siswa dari 6 SMP Negeri yang ada di Kabupaten Aceh Timur,
yang mewakili dari 72 SMP yang ada. Yaitu SMP Negeri A, SMP Negeri B, SMP
Negeri C, SMP Negeri D, SMP Negeri E dan SMP Negeri F. Tehnik Pengambilan
sampel digunakan teknik random sampel. Teknik pengumpulan data adalah
instrument tes pilihan berganda untuk penguasaan materi Bioteknologi, angket dan
wawancara. Data diolah dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian tes
penguasaan materi Bioteknologi menunjukkan bahwa siswa yang tuntas sebanyak 70
siswa (7,86%) dari jumlah 742 siswa dan sebanyak 672 siswa tidak tuntas (92,14%).
Berdasarkan sub materi siswa mengalami kesulitan 45,94% pada materi Bakteri
Pengikat Nitrogen, 45,73%) pada Rekombinasi Gen, 40,85% pada Dampak
Bioteknologi, 40,3% pada Kultur jaringan, 34,92% pada Protein sel tunggal, 34,92%
ada pada Bioteknologi Konvensional, 36,26 pada Hidroponik dan Aeroponik.
Sedangkan berdasarkan indikator 36,42% untuk membedakan Produk Bioteknologi,
Konvensional, dan Modern, 36,60% pada indikator mengidentifikasi manfaat
bioteknologi, 35,41% pada memberikan beberapa contoh pembuatan makanan dan
minuman dengan menggunakan bioteknologi konvensional, 40,55% membuat produk
bioteknologi pangan sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-
hari, 45,94% mengidentifikasi jenis bakteri yang mampu mengikat nitrogen, 40,78%
mengurutkan langkah-langkah dalam pembuatan kultur jaringan, 36,85% pada
mengidentifikasi proses dan keuntungan serta kerugian melakukan kultur jaringan,
35,96% pada mendiskripsikan proses dan keuntungan maupun kerugian melakukan
Hidroponik, 37,65 pada mendiskripsikan proses dan keuntungan maupun kerugian
melakukan aeroponik, 44,72% mengidentifikasi proses dan produk rekombinasi gen
dengan sifat baru yang kita inginkan, 34,62% memahami produk dari protein Sel
tunggal (PST) dan manfaatnya terhadap tubuh, 42,97% menganalisis dampak
biotehnologi. ditinjau dari Ranah Kognitif kesulitan belajar siswa pada materi
Bioteknologi pada C1 sebesar 25,18%, C2 sebesar 31,32 %, C3 sebesar 34,50%. C4
sebesar 46,38%, C5 sebesar 51,04%, C6 Sebesar 52,91%. Faktor internal penyebab
kesulitan Belajar pada materi Bioteknologi yaitu minat sebesar 44,15%, motivasi
sebesar 41,99%, Bakat 37,52%, sedangkan faktor eksternal peranan guru sebesar
37,52%, dan sarana 27,90%.

Kata Kunci : Kesulitan Belajar Siswa, Bioteknologi, Indikator, Ranah kognitif,


faktor-faktor kesulitan Belajar
ABSTRACT

Mardiana . An analysis of a learning disability students class ix junior high


school on any material biotechnology. The Thesis of the Program Graduate
State University Field , 2015.

Research is aims to know; (1) How the number of student work completed in to the
matter of Biotechnology; (2) The Analyze sub material that most elusive students;
(3) the analyzing the most elusive students (3) Analyze what cognitive domain of
Biotechnology that matter most elusive of students; (4) diagnosing the causes of a
learning disability to the matter of biotechnology. This research is descriptive
qualitative, the population of this research 6 students of SMP in East Aceh regency
representing of 72 SMP in East Aceh. Namely, SMP Negeri A, SMP Negeri B,
SMP Negeri, SMP Negeri D, SMP Negeri E and SMP Negeri F. Technique used in
a random sample taking samples. And the data is the choice of instrument of a test
double to their mastery of the material of Biotechnology, poll and the interview. Data
mixed with engineering the percentage. Research based on the results of a test their
mastery of the Material Biotechnology shows that students who had been Completed
as many as 70 (7,86% ) a man of 742 the number of students and a total of 672 the
Students do not had been completed (92,14%). Based on material sub students having
trouble 45,94% to the matter of nitrogen-fixing bacteria, 45,73% at Gene
Recombination, 40,85 % In the Impact of Biotechnology, 40,3% in Tissue Culture,
34,92% in Single Cell Proteins, 64,15% is on conventional Biotechnology 36,26% in
Hydroponics and Aeroponics. While the difficulty of Student Learning Based on
Indicators 36,42% for Indicators distinguish products of Biotechnology,
conventional, and modern, 36,60% on Indicators to identify the benefits of
Biotechnology, 35,41% in giving some examples of the manufacture of food and
drink with Conventional used Biotechnology, 40,55% make Products of
Biotechnology simple Food may be used in daily life, 45,94% Identify the type of
bacteria capable of binding nitrogen developed at this time, 40,78%, Rank steps in
making tissue culture, 36,85 % in Identifying the Process and Profit and loss do
Tissue Culture, is 35.96% describing the process and the advantages and
disadvantages do hydroponics, describe 37,65% in the process and profit and loss do
aeroponics, 44,72% identify the processes and products with Recombination Gene
new properties that we want, 34,62% understand the product of protein a single cell
(PST) and benefits against the body, 42,97% to analyze the impact of Biotechnology.
Viewed from the cognitive difficulty learning students in the matter of biotechnology
on C1 by 25,18%, C2 31,32% of C3 of 34,50%, 46,38% of C4, C5 by 51,04%, C6
of 52,91%. The internal factors cause difficulties for students to understand the new
Biotechnology 44,15%, as are interest motivation of 41,99%, talent 37,52 %, while
external factors 37,52%, the teachers roles of and means 27,90%.

The keywords: Difficult to the Student Biotech, Indicator, the Cognitive, the
Difficulty Learning.
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan

hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini akhirnya. Adapun judul dari

Tesis ini adalah Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas IX SMP pada Materi

Bioteknologi yang disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar

Magister Pendidikan pada program Studi Pendidikan Biologi Pasca Sarjana

Universitas Negeri Medan. Banyak pihak yang telah membantu, membimbing dan

memotiivasi penulis dalam menyelesaikan tesis ini, Oleh sebab itu dengan rasa

rendah hati dan tulus penulis mengucapkan terima kasih yang setingi-tingnya kepada

Ibu Dr. Fauziyah Harahap, M.Si. dan Bapak Prof. Dr. Herbert Sipahutar, M.Sc.

selaku pembimbing tesis yang dengan sabar telah banyak memberikan bimbingan,

masukan, dan motivasi serta meluangkan waktunya untuk membimbing penulis

dalam menyelesaikan tesis ini.

Kepada ketiga nara Sumber Bapak Dr. Hasruddin M.Pd, Bapak Dr. Syahmi

Edi, M.Si, Bapak Prof. Dr.Ramlan Silaban, M.Si yang telah memberikan masukan

dan koreksi untuk perbaikan tesis, tidak lupa seluruh Bapak Ibu Dosen yang telah

memberikan ilmunya selama penulis belajar di Program Pascasarjana Pendidikan

Biologi Unimed. Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terimakasih dan

penghargaan kepada:

1. Rektor Universitas Negeri Medan, Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si.

iii
2. Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan Bapak Prof, Dr. H.

Abdul Muin Sibuea, M.Pd.

3. Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Bapak Dr. Hasruddin M.Pd. yang telah

memberikan kemudahan dan kelancaran dalam penyusunan tesis.

4. Bapak Dr. Syahmi Edi, M.Si., Bapak Drs.Ashar Husairin M.Si dan Ibu Dr.Saleha

Hannum M. Si. Selaku validator Instrumen.

5. Bapak/Ibu Kepala sekolah dan guru-guru di Aceh Timur yang telah banyak

membantu dalam penelitian ini.

6. Ayahnda Marjunis dan adik-adikku tercinta, dan seluruh keluarga yang telah

membantu dan memberikan dorongan hingga terselesaikan tesis ini.

7. Suamiku tercinta Ahmad Yani dan anak-anakku Muhammad Zikrayani juga Rajwa

Khansa.

8. Sahabatku Aisyah R. Nasution dan Sewarni Naibaho juga teman-teman angkatan

2012 kelas B yang selalu memotivasi hingga selesai tesis ini.

9. Penulis menyadari penulisan tesis ini masih kurang sempurna, untuk itu penulis

berharap saran dan kritik yang membangun dari pembaca guna penyempurnaan

tesis. Semoga tesis ini bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Medan, 30 Maret 2015


Penulis

Mardiana

iv
DAFTAR ISI
ABSTRAK.......................................................................................................... i
ABSTRAC.......................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR........................................................................................ iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... v
DAFTARTABEL ................................................................................................ vi
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah..................................................... 1
1.2. Identifikasi Masalah ........................................................... 5
1.3. Pembatasan Masalah .......................................................... 5
1.4 Perumusan Masalah .......................................................... 6
1.5. Tujuan Penelitian ............................................................... 7
1.6. Manfaat Penelitian ............................................................ 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Kerangka Teoritis ............................................................... 9
2.1.1. Pengertian Belajar .............................................................. 9
2.1.2. Kesulitan Belajar ............................................................... 10
2.1.3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar .... 13
2.1. 4. Diaknosa Kesulitan Belajar ................................................ 15
2.1.5. Taksonomi Bloom .............................................................. 18
2.1.6. Penelitian yang Relevan ..................................................... 22
2.2. Kerangka Berfikir .............................................................. 23

BAB III METODE PENELITIAN


3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................. 25
3.2 Populasi dan Sampel .......................................................... 25
3.3 Jenis Penelitian.................................................................. 26
3.4. Prosedur Penelitian ............................................................ 26
3.5. Difinisi Operasional Variabel ............................................ 28
3.6. Teknik Pengumpulan Data ................................................ 28
3.7. Teknik Analisis Data .......................................................... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil penelitian 35
4.1.1. Hasil Tes Kemampuan Penguasaan Materi Bioteknologi. 35
4.1.2 Kesulitan Belajar Bioteknologi Berdasarkan Sub Materi .. 36
4.1.3. Kesulitan Belajar Siswa Bioteknologi Berdasarkan
Indikator ......................................................................... 38
4.1.4. Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Bioteknologi
Berdasarkan analisis Ranah Koghitif . ............................... 51
4.1.5. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar siswa pada
Materi Bioteknologi ....................................... 58
4.1.6. Diskripsi wawancara .............. 63
4.2. Pembahasan.... 64
4.2.1. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Sub Materi
Bioteknologi ................................................................... 64
4.2.2. Analisis Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi
Bioteknologi di tinjau dari RanahKognitif ........ 68
4.2.3. Analisa Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
Siswa di SMP Negeri Sekabupatn Aceh Timur 70
4.3. Keterbatasan penelitian .................. 79

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN


5.1. Simpulan ............ 80
5.2. Implikasi................. 81
5.3. Saran............... 82

DAFTAR PUSTAKA 83
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Keadaan Populasi Yang Menjadi Sampel Siswa Kelas IX SMP
Negeri se-Kabupaten Aceh Timur Pada Tahun Pelajaran
2013 / 2014. ...................................................................................... 25
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Tes Diagnosik Analisis Kesulitan Belajar Pada Materi
BioteknologI ..................................................................................... 29
Tabel 3.3. Distribusi Kisi-KisiK Angket Kesulitan Belajar Pada
Materi Bioteknologi. ........................................................................ 31
Tabel 3.4 Katagori Tingkat Kesulitan Belajar Siswa yang dialami siswa
Pada Materi Bioteknologi..... 33
Tabel 3.5. Katagori Analisa Faktor-faktor Kesulitan Belajar yang dialami
siswa pada Materi Bioteknol ......... 34
Tabel 4.1. Jumlah Persentase (%) Siswa yang Tuntas dan Tidak Tuntas
Dalam Tes Penguasaan Materi Bioteknologi di SMP
Negeri se- Kabupaten Aceh Timur Berdasarkan
KKM (75). ........................................................................................ 35
Tabel 4.2. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Sub Materi
Bioteknologi di SMP se-Kabupaten Aceh Timur.. 36
Tabel 4.3. Persentase faktor Internal yang menyebabkan Kesulitan Belajar
Siswa pada Materi Bioteknologi ............. 58
Tabel 4.4. Persentase faktor Eksternal yang menyebabkan Kesulitan
Belajar Siswa pada Materi Bioteknologi ......... 61
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman

Lampiran 1. Materi Bioteknologi.................................................................. 87


Lampiran 2. Soal Tes Diagnostik Kesulitan Siswa Pada MaterI
Bioteknologi . ........................................................................... 105
Lampiran 3. Angket Kesulitan Belajar. ........................................................ 119
Lampiran 4. Angket wawancara. .................................................................. 121
Lampiran 5. Skor Tes Nilai Penguasaan Materi Bioteknologi di SMP N
se-Kabupaten Aceh Timur. ....................................................... 122
Lampiran 6. Skor Indikator Penguasaan Materi Bioteknologi di SMP N
se-Kabupaten Aceh Timur. ....................................................... 142
Lampiran 7. Skor Angket Penyebab Kesulitan Belajar Siswa pada materi
Bioteknologi. ............................................................................ 162
Lampiran 8. Foto-Foto.Kegiatan ................................................................... 174
DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Persentase (%) Rata-rata Kesulitan Belajar siswa berdasarkan


Penguasaan Materi Bioteknologi persub materi ....... 38
Gambar 4.2. Persentase (%) Kesulitan Belajar pada Indikator
Membedakan Produk Bioteknologi Pangan yang
Konvensional dan modern................................................. 39
Gambar 4.3. Persentase (%) Kesulitan Belajar pada Indikator
Mengidentifikasi manfaat Bioteknologi.................... 40
Gambar 4.4. Persentase (%) Penguasaan dan Kesulitan Belajar Siswa
Memberikan Beberapa Contoh Pembuatan Makanan dan
Minuman dengan Menggunaka Bioteknologi Konvensional. .. 41
Gambar 4.5. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa Membuat Produk
Bioteknologi Pangan Sederhana yang dapat Dimanfaatkan
dalam Kehidupan Sehari Hari ........... 42
Gambar 4.6. Persentase (%) Kesulitan Belajar pada indikator
Mengidentifikasi Jenis Bakteri yang Mampu Menambat
Nitrogen yang Dikembangkan .. ........................................... 43
Gambar 4.7. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Indikator
Mengurutkan Langkah-Langkah dalam Pembuatan
Kultur Jaringan. ................................................. 44
Gambar 4.8. Persentase (%) Kesulitan Belajar pada Indikator
Mengidentifikasi Proses, Keuntungan dan Kerugian
Melakukan Kultur Jaringan .................................................. 45
Gambar 4.9. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Proses,
Keuntungan dan Kerugian Melakukan Hidroponik ..... 46
Gambar 4.10. Persentase (%) Kesulitan Belajar pada Indikator
Mendiskripsikan Proses, Keuntungan dan Kerugian
Melakukan Aeroponik.............................................. 47
Gambar 4.11. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Indikator
Mengidentifikasi Proses dan Produk Rekombinasi Gen
dengan Sifat Baru yang Kita Inginkan .......... 48
Gambar 4.12. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Indikator
Memahami Produk dari Protein Sel Tunggal (PST) dan
Manfaatnya Terhadap Tubuh ........ 49
Gambar 4.13. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa Menganalisis
Dampak Bioteknologi ........... 50
Gambar 4.14. Persentase (%) Rata-rata Kesulitan Belajar Siswa Setiap
Indikator pada Materi Bioteknologi di SMP Negeri
se- Kabupaten Aceh Timur. ...................................................... 50
Gambar 4.15. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah
Kognitif C1 (Pengetahuan / Knowledge). ................................ 52
Gambar 4.16. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah
Kognitif Tingkat (Pemahaman/ Comprehension C2). ............ 53
Gambar 4.17. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah Kognitif
Tingkat Penerapan /Aplication (C3).......................................... 54
Gambar 4.18. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah Kognitif
Tingkat Penguraian/ Analysis (C4) ............... 55
Gambar 4.19. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah
Kognitif Tingkat C5 (Memadukan/ Analysis) . ........................ 56
Gambar 4.20. Persentase (%) Kesulitan Belajar Siswa pada Ranah
Kognitif Tingkat Penilaian/ Evaluation (C6) ................... 56
Gambar 4.21. Persentase (%) rata-rata Kesulitan Belajar Siswa pada
Ranah Kognitif. ......................................................................... 57
Gambar 4.22. Persentase (%) Faktor Internal ( Minat) sebagai Penyebab
Kesulitan Belajar Bioteknologi di SMP Negeri se-Kabupaten
Aceh Timur ... 59
Gambar 4.23. Persentase (%) Faktor Internal (Motivasi) sebagai Penyebab
Kesulitan Belajar Bioteknologi di SMP Negeri se-Kabupaten
Aceh Timur ... 60
Gambar 4.24. Persentase(%) Faktor Internal (Bakat) sebagai Penyebab
Kesulitan Belajar Bioteknologi di SMP Negeri se-Kabupaten
Aceh Timur ........................................................................... 61
Gambar 4.25. Persentase (%) Faktor Eksternal (Peranan Guru) sebagai
Penyebab Kesulitan Belajar Bioteknologi di SMP Negeri
se-Kabupaten Aceh Timur ............ 62
Gambar 4.26. Persentase (%) Faktor Eksternal (Peranan Guru) sebagai
Penyebab Kesulitan Belajar Bioteknologi di SMP
Negeri se-Kabupaten Aceh Timur ........ 63
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan bertujuan untuk mengembangkan

kualitas manusia sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan. Maka dalam

pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap

jenis dan jenjang pendidikan, semuanya berkaitan dalam suatu sistem pendidikan

yang integral.

Programme for International Study Assessment (PISA) menempatkan

Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian

mutu pendidikan. Peringkat tersebut dapat dilihat dari skor yang dicapai pelajar

usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains (Bhismo,

2013).

Kwalitas pendidikan di Aceh Timur sangat kurang dibandingkan dengan

sejumlah kabupaten lainnya di Aceh, begitu juga kwalitas guru dan siswa, hal ini

dibuktikan dengan hasil prestasi maupun hasil Ujian Nasional yang tidak

memuaskan (Syarifuddin, 2013).

Salah satu upaya manusia untuk merubah diri menjadi lebih baik adalah

dengan cara belajar. Belajar sesungguhnya adalah ciri khas manusia dan yang

membedakannya dengan hewan. Karena dengan belajar manusia dapat merubah

tingkah lakunya. Secara umum seorang siswa selalu berusaha untuk mencapai

hasil belajar secara maksimal, ternasuk hasil belajar Biologi, tetapi kenyataannya

1
hasil belajar yang dicapai tidak mencapai target yang ditentukan. Siswa akhirnya

mendapat nilai dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75.

Hal ini tercermin dari hasil belajar siswa, terutama hasil belajar Biologi

materi Bioteknologi. Umumnya hanya 65% siswa yang dapat mencapai nilai

Kriteria Ketuntasan Minimal yang telah ditetapkan yaitu Nilai KKM 75 (Hasil

Observasi dan Wawancara sesama guru di MGMP IPA se-Aceh Timur pada tahun

2012/2013). Siswa-siswa yang tidak lulus KKM 75 pada materi Bioteknologi

adalah SMP Negeri A sebanyak 56 siswa, SMP Negeri B sebanyak 52 siswa,

SMP Negeri C sebanyak 43 siswa, SMP Negeri D sebanyak 38 Siswa, SMP

Negeri E sebanyak 20 Siswa dan SMP Negeri F sebanyak 36 siswa.

Terkait dengan hasil belajar yang rendah atau penyebab rendahnya nilai

KKM pada materi Bioteknologi diduga banyak faktor penyebabnya, seperti faktor

dari dalam diri siswa itu sendiri dan faktor lainnya. Dalam pembelajaran biologi

materi bioteknologi konvensional seperti pembuatan tempe dan tahu siswa masih

mengalami kesulitan jika harus melakukan praktek langsung di lapangan, yang

sering terjadi pembelajaran dilakukan dengan ceramah atau hanya penyampaian

konsep. Padahal dalam pembelajaran bioteknologi tidak hanya melalui konsep

tetapi juga aplikasi (Purwaningsih, 2009).

Materi bioteknologi modern khususnya pada kultur jaringan banyak

bersifat abstrak sehingga menyebabkan siswa mengalami kesulitan untuk

memahami materi dan enggan untuk mempelajarinya lebih dalam sehingga tujuan

pembelajaran bioteknologi tidak tercapai secara optimal. Terlebih adanya

keterbatasan waktu pada proses pembelajaran, media, maupun peralatan


praktikum sehingga pembelajaran bioteknologi kurang bermakna dan

mengakibatkan siswa kesulitan memahami materi bioteknologi. Hal tersebut

sesuai dengan pernyataan Dawson & Schibeci (2003), bahwa salah satu faktor

yang membatasi pengajaran bioteknologi yaitu kesulitan mencari metode yang

lebih baik selain ceramah dengan waktu yang terbatas.

Materi bioteknologi yang terus berkembang mengikuti tuntutan

masyarakat dan kemajuan tehnologi menjadikan siswa sulit memahami materi

Bbioteknologi yang semakin luas berkembang. Hasil penelitian yang dilakukan

Dawson dan Scibeci (2003), pada siswa Australia sepertiganya mempunyai

pemahamann yang rendah atau tidak memahami sama sekali tentang Bioteknologi

dan sepertiganya lagi tidak dapat memberikan contoh tentang hasil Bioteknologi

secara benar.

Menurut Handerson ( 2003), siswa-siswa sekolah saat ini perlu memiliki

pemahaman yang baik terhadap resiko dan keuntungan dari bioteknologi dan

untuk dapat memutuskan secara cerdas penggunaan pengetahuan tersebut secara

benar.

Pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi menjadikan Bioteknologi

menjadi salah satu bidang ilmu dalam Biologi yang harus dikuasai bangsa

Indonesia, termasuk para siswa SMP. Hal tersebut dikarenakan selain banyak

terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari, juga dapat dikaitkan dengan aspek

life skill. Untuk memberikan penguasaan dan kebermaknaan yang baik tentang

bioteknologi kepada siswa, dituntut mampu melakukan pembelajaran yang benar

dan sesuai agar dicapai pemahaman yang baik pada siswanya (Rustaman, 2009).
Salah satu faktor penyebab sulitnya siswa memahami materi bioteknologi

disebabkan faktor luar seperti peranan seorang guru. Guru sangat memegang

peranan penting. Kehadiran dan kesiapan guru dalam menyajikan suatu pelajaran

sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan

penelitian yang dilakukan oleh Purwaningsih (2009), bahwa guru memiliki nilai

penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Guru harus mampu memahami

kesulitan siswa dalam menyerap materi Bioteknologi. Hasil penelitian

Purwaningsih (2009), secara umum guru merasa belum menguasai secara

mendalam dasar-dasar pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjelaskan materi

Bioteknologi. Sehingga ketika mengajarkan teori dan konsep Bioteknologi, guru

tidak dapat menerapkan konsep tersebut kepada siswa, sehingga siswa kesulitan

memahami materi yang diajarkan.

Selain faktor luar faktor dalam diri siswa itu sendiri sangat berpengaruh

seperti pendapat Mulyono (2007), bahwa kesulitan belajar adalah gangguan yang

terjadi dalam suatu proses pembelajaran yang dikarenakan oleh kurangnya

pemahaman intelektual yang dimiliki oleh seorang pembelajar terhadap materi

yang diberikan. Banyak diantara siswa yang tidak dapat mengembangkan

pemahamannya terhadap konsep Bioteknologi tertentu karena antara perolehan

pengetahuan dengan prosesnya tidak terintegrasi dengan baik dan tidak

memungkinkan siswa untuk menangkap makna secara fleksibel.

Bioteknologi di Sekolah menengah Pertama merupakan dasar-dasar yang

akan dilanjutkan ke Sekolah Menengah Atas, Menurut Silabus KTSP (2006) di

Sekolah Menegah Pertama Materi Bioteknologi Standar Kompetensinya adalah


Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup dan Kompetensi Dasar yaitu

Mendeskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup

manusia melalui produksi pangan, yang terdiri dari sub pokok bahasan

Bioteknologi Konvensional dan Bioteknologi Modern.

Sehubungan dengan uraian dan permasalahan diatas, maka

dipandang penting untuk melakukan suatu penelitian tentang analisis

kesulitan belajar siswa Kelas IX Pada Materi Bioteknologi di SMP.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian di atas pada latar belakang masalah dapat

dirumuskan identifikasi masalah yaitu:

1. Pendidikan di Indonesia kwalitasnya sangat rendah terutama terjadi

di Aceh.

2. Hasil Belajar siswa pada materi Bioteknologi pada tahun 2012/2013

masih banyak dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu KKM 75.

3. Siswa kesulitan memahami materi Bioteknologi dipengaruhi oleh faktor

internal dan faktor eksternal.

4. Salah satu faktor luar yang mempengaruhi kesulitan belajar adalah guru.

5. Materi Bioteknologi penting untuk diajarkan kepada siswa, agar siswa

mampu menerapkan konsep dan teori Bioteknologi dalam kehidupannya

1.2.Batasan Masalah.

Penelitian ini dibatasi pada:

1. Analisis kesulitan siswa dibatasi pada kesulitan siswa dalam memahami


konsep Bioteknologi (yang terdiri dari Biotehnologi Konvensional dan

Modern, Bakteri Pengikat Nitrogen, Kultur jaringan, Hidroponik dan

Aeroponik, Rekombinasi Gen, dan Dampak Bioteknologi).

2. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri se-Kabupaten Aceh Timur Kelas

IX Tahun Pelajaran 2013/2014 semester 2.

3. Faktor internal penyebab kesulitan belajar siswa pada materi Bioteknologi

dibatasi pada aspek minat, motivasi, dan bakat.

4. Faktor eksternal penyebab kesulitan belajar siswa yang diamati adalah guru,

penguasaan materi, metode mengajar, media pembelajaran, sarana dan

prasarana sekolah seperti buku dan laboratorium.

1.4. Rumusan Masalah.

Rumusan masalah yang dibahas pada penelitian ini adalah:

1. Berapakah Jumlah siswa yang tuntas pada tes Diagnostik Penguasaan

Materi Bioteknologi.

2. Sub materi Bioteknologi manakah yang paling sulit dipahami siswa kelas

IX SMP.

3. Indikator manakah dari Materi Bioteknologi yang paling sulit dipahami

siswa kelas IX SMP.

4. Bagaimanakah tingkat kesulitan belajar pada materi Bioteknologi ditinjau

dari ranah kognitif?

5. Apakah faktor penyebab kesulitan belajar dalam memahami materi

Bioteknologi di kelas IX SMP.


1.5. Tujuan Penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis.

1. Menghitung jumlah siswa yang tuntas pada tes Diagnostik materi

Bioteknologi siswa kelas IX di SMP.

2. Menganalisis sub materi Bioteknologi yang paling sulit dipahami siswa

kelas IX di SMP.

3. Menganalisis indikator pada materi Bioteknologi yang paling sulit dipahami

siswa kelas IX di SMP.

4. Menganalisis ranah kognitif yang mempengaruhi kesulitan belajar pada

materi Bioteknologi.

5. Mendiagnosa faktor penyebab kesulitan belajar siswa memahami materi

Bioteknologi di kelas IX

1.6. Manfaat penelitian.

1.6.1. Manfaat Teoritis.

Manfaat teoritis yang diharapkan oleh peneliti dari pelaksanaan penelitian ini

adalah:

1. Menambah wawasan dan pengetahuan dan sebagai alat untuk memotivasi

diri dalam mencapai penguasaan tentang konsep Bioteknologi secara

maksimal dengan mengetahui analisis kesulitan belajar siswa.

2. Memotivasi guru untuk lebih meningkatkan proses pembelajaran dan

memahami karakteristik siswa yang mengalami kesulitan belajar pada

materi Bioteknologi.
1.6.2. Manfaat Praktis

1. Sebagai masukan bagi guru biologi untuk lebih mengembangkan kegiatan

belajar mengajar yang bermakna pada materi Bioteknologi sehingga

kesulitan belajar siswa dapat diatasi.

2. Sebagai bahan masukan bagi Kepala Sekolah untuk lebih meningkatkan

kinerja guru biologi dalam proses pembelajaran.


BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

5.1. Simpulan

Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan maka diperoleh

simpulan antara lain.

1. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 70 siswa (7,86) dari 742 siswa yang

menjadi sampel dalam penelitian

2. Kesulitan Belajar Siswa berdasarkan sub Materi Bioteknologi yang terbesar

adalah pada sub materi Bakteri Pengikat Nitrogen sebesar 45,94% dan

Rekombinasi Gen sebesar 45,73.

3. Kesulitan Belajar siswa berdasarkan Indikator yang paling besar kesulitannya

adalah mengidentifikasi jenis bakteri yang mampu menambat nitrogen yang

dikembangkan saat ini sebesar 45,94%, dan mengidentifikasi proses dan

produk rekombinasi gen dengan sifat baru yang kita inginkan sebesar

44,72%.

4. Kesulitan Belajar di tinjau dari Ranah kognitif pada materi Bioteknologi di

SMP yang terbesar kesulitan pada ranah kognitif C6 (penilaian) sebesar

52,91% dan C5 (memadukan) sebesar 51,04%

5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa pada materi

Bioteknologi di SMP yaitu faktor internal terdiri dari minat sebesar 42,50%

motivasi sebesar 41,99% %, dan bakat sebesar 42,58 Sedangkan faktor

Eksternal terdiri dari peranan guru dalam mengajar 37,52% dan faktor sarana

sebesar 27,90%
5.2. Implikasi

Dari hasil penelitian analisis kesulitan belajar siswa pada materi

Bioteknologi di SMP menunjukkan bahwa sub materi Bakteri Pengikat Nitrogen

Bebas, Rekombinasi Gen, Dampak Biteknologi dan Kultur Jaringan merupakan

materi yang mengalami kesulitan Terbesar. Faktor Penybab kesulitan adanya

faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal berasal dari dalam diri sendiri

seperti minat, motivasi, dan bakat siswa, sedangkan faktor eksternal yaitu peranan

guru dalam mengajar dan faktor saran seperti buku dan laboratorium.

Sebagai seorang guru yang professional hendaknya mengajar secara

maksimal dengan menggunakan metode yang menarik menggunakan alat peraga

atau media, dan kalau bisa pada materi yang dituntut untuk melakukan praktikum,

maka guru juga harus melakukan praktikum untuk menunjang proses

pembelajaran sehinngga dapat menekan angka kesulitan belajar yang dialami oleh

siswa. Sebaiknya guru melakukan hubungan yang baik dengan siswa sehingga

dapat mengenal karakter siswa agar lebih mudah ketika melakukan pembelajaran.

Selain itu untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa seorang guru

sebaiknya hanya menjadi fasilitator dan mediator sehingga siswa yang lebih aktif

dalam mencari informasi tentang materi yang sedang dibahas. Guru diharapkan

dapat menggunakan ICT dalam pembelajaran sehingga siswa diajak untuk

mnyaksikan materi pelajaran yang abstrak menjadi lebih nyata dengan menonton

video pembelajaran yang ditayangkan oleh guru. Guru juga dapat mengajarkan

agar siswa menggunakan internet dalam pembelajarannya sehingga materi yang


sulit dapat diatasi dengan penggunaan internet, dan selalu mengingatkan untuk

tidak menyalah gunakan internet kepada hal-hal yang tidak baik.

5.3. Saran

Berdasarkan uraian diatas saran-saran yang dapat diberikan dari hasil

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Guru diharapkan dapat melakukan pembelajaran yang lebih efektif dengan

menggunakan metode yang menarik sehingga dapat mengurangi angka

kesulitan belajar pada siswa, sehingga materi Bioteknologi tercapai sesuai

dengan indikator yang sudah dirancang.

2. Guru diharapkan dapat memahami karakteristik siswa sehingga dapat

mengurangi kesulitan belajar pada materi Bioteknologi.

3. Guru hendaknya memiliki kemampun menggunakan metode, media, alat

peraga atau menggunakan ICT agar proses pembelajaran lebih bermakna.

4. Diharapkan Kepala Sekolah selalu mendukung propesional guru dan

memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di sekolah sehingga proses

pembelajaran dapat berjalan secara maksimal.


DAFTAR PUSTAKA

Amer, A. 2012. Reflection on Bloom s Revised Taxonomy. College of Education.


Sultan Qaboos University, Muscat Electronic Journal of Research in
Educational Psychology. ISSN.1696-2095. No 8, Vol 4 (1) 2006, pp :213 -
230.

Ahmadi & Supriyon. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Anonim. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam


Sekolah Menengah Pertamadan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta
Departemen Pendidikan Nasional.

Arikunto, M, 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Bambang, 2013.http//sinar harapan.co/inde/index/.php/news/read/18204/mutu


Pendidikan aceh -tetap-memprihatinkan.html. diakses 6 Desember 2013.

Bangku sekolah.blogspot.com/2013/12/Teknologi Hibridoma dan Tanaman


Trans-genik dalam Dunia Bioteknologi serta Prinsip Dasar Bioteknologi

Bismo,M.2013http://www.tempo.co/read/news/2013/12/06/173535256/Mutu
Pendidikan Indonesia- Terendah- di-Dunia Jum'at, 06 Desember 2013 |
17:28 WIB

Dalyono, M. 2010. Psikologi Pendidikan . Jakarta: Rineka Cipta.

Dahar, R. 2006. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga.

Dawson, V. &Scibeci, R. 2003.Westren Australia High School Students Attitudes


towards Biotecnologi Proceses. Journal of Biological Education. 38
(1).16.

Djamarah, M. 2006. Stratgi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Fitriandikasari, N. 2012. Analisis Kesulitan Belajar Siswa SMP se-Kecamatan


Medan Kota Pada Materi Biologi Melalui Concep Maping ( Peta Konsep )
dan Angket. Medan: Tesis Unimed.

Gayda, E.W. 2004.Understanding Learning Dissability .Past President of


LDACISSN 0013-1253.Vol. Education Canada.

Gie. 1995. Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta:Liberti.


Hamalik, O. 2008.Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung
Tarsito.
Hardjana. 1984. Kiat Sukses di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Kanisius.
Harwell, J. M. 2000. Information & Materials for LD, New York: The Center of
Applied Re- searchin Education. Australian Journal Of Learning Disabilities
Volume11, Number 2,2006, Pp. 73-81.

Henderson, J. & Knutton , S. 1990. Bioteknologi in school, A Hand Book for


Teachers. Buckingham. St.Edmundsburry Press Ltd.

Kartono, K. 2008. Bimbingan Belajar di SMU dan Perguruan Tinggi. Jakarta:


Raja Grafindo Persada.

Kek, C. , Darmawan, N., & Chen, Y. 2007. Famili Learning Enviroments


Learning Aproaches, and Student Outcomes in a Malaysian Private
University. International Education Journal. 2007, 8(2),318-336.

Kunandar. 2007.Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan


Pendidikan. PT Gajah GrafindoPersada: Jakarta

Loekmono. 1994. Belajar Bagaimana Belajar. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Mohammad, AH & Wan Sulong,WM. 2003. Antara Minat dan Sikap Pelajar
terhadap Bahasa Arab: Satu Kajian Kes Pelajar Bachelor Bahasa Arab
di IPTA Malaysia. Wacana Pendididkan islam (Siri 5). Pendidikan Islam
dan bahasa Arab.Pemangkin Peradaban Ummah. Fakulti Pendidikan
Universiti Kebangsaan Malaysia.

Mulyadi. 2010. Diagnosis Kesulitan Belajar dan Bimbingan terhadap Kesulitan


Belajar Khusus. Nuha Litera. Jogjakarta.

Mulyono. 2007. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. Jakarta. Erlangga.

Masjumi, N. 2008. Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani, Makassar FIK UNM.

Partowisastro., H.,K. 2004. Bimbingan Belajar. Jakarta: Erlangga

Purwanto, N. 2006. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:


PT. Remaja Rosda karya.

Purwaningsih, W, 2009. Identifikasi Kesulitan Pembelajaran Bioteknologi Pada


Guru. Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Raja, B. 2002. On Learning Difficulties a@ Krisnamukti Fondation India. All


rights reserved. Permission to reprint any article from this journal should
be addressed to the Chief Editor
Rahma, W. R. dan Rustiyarso. 2008. Prodi Pendidikan Sosiologi, PIPS, FKIP
Unta Pontianak Email: dwirahmadoank01@gmail.com.

Samsuri, I. 2007. IPA Biologi Untuk SMP Kelas IX: Jakarta. Erlangga.

Santoso, B. 2007. Kisi Biologi Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas IX:
Jakarta: PT Ganeca Exact.

Sardiman, A.M, 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:


Rajawali.

Sapuroh, S. 2010. Kesulitan Belajar. Skripsi. Studi Pendidikan Biologi Jurusan


Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Siegel, L. 2012. IQ Is Irrelevant To The Definition Of Learning DisabilitieImpac


factor 1.578 Ranking/36 in Education, special 13/166 in Rehabilititation
Source: 2012 Journal Citation Reports (Thomson Reuters,2013).

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta:


Rineka Cipta

Sohan, D.E., Waliczeck, T.M., &Bries, G.E. 2003.Knowledge, Attitudesand


Perception Regarding Biotechnology among College Studens J. Nat.
Resour. Life Sci. Educ.31 (5).5-11.

Sumarno, A. 2011. Pengertian Hasil Belajar, (http://elearning. Unesa .ac.id /tag


/teori-hasil belajar-gagne-dan-driscoll-dalam-buku-apa).

Suratman, 2009. Perbaikan Pembelajaran Melalui PTK Mata Pelajaran


Matematika dan IPS Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN I Kentengsari
Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran
2009/2010, UPBJ Semarang.

Suryani, Y. E. 2010. Kesulitan Belajar . Dosen Psikologi Magistra No. 73 Th.


XXII September 2010 33 ISSN 0215-9511.

Syah, M. 2010. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru: Bandung.

Syarifudin. ajnn.net/2014/01/ kualitas pendidikan di aceh timur dinilai masih


rendah.

Tilaar, HAR, 2001. Manifestasi Pendidikan Nasional Tujuan dan Perspektif


Postmodernisasi dan Studi cultural. Kompas Indonesia.
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi Kontruktisme.
Prestasi Pustaka. Surabaya

Usman, M. U. 1994. Menjadi GuruProfesional. Bandung: PT Remaja Rosda


Karya.

Yuline. 2008. Mengenal Layanan Identifikas iKesulitan belajar dan Diagnosis


kesulitan Belajar serta Hambatannya Dalam proses Belajar Mengajar di
Sekolah. Jurnal Cakrawala Kependidikan, 6(2):112-207.