Anda di halaman 1dari 37

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pada pasal 20 ayat 2 dinyatakan : Perguruan Tinggi
berkewajiban menyelengggarakan pendidikan, penelitian dan pengambdian
masyarakat. Pada Pasal 24 ayat 2 disebutkan : Perguruan tinggi memiliki
otonom untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat
penyekenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian
masyarakat.
Program pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu
program yang wajub dilaksanakan, baik oleh dosen maupun oleh
mahasiswa, dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip : kompetensi
akademik, jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), dan profesional
sehingga dapat menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat
yang bermutu, relevan, dan sinergis dalam meningkatkan pemberdayaan
masyarakat.
PKL-PKMD (Praktek Kerja Lapangan - Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada
masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner,
institusional, dan kemitraan sebagai salah satu bentuk kegiatan tridharma
perguruan tinggi. Seiring dinamika masyarakat pemerintah daerah,
pemerintah pusat maupun dunia global, maka program PKL-PKMD di
Poltekkes Kemenkes Pontianak khususnya Jurusan Keperawatan
Singkawang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

B. Tujuan, khalayak Sasaran dan Manfaat


1. Tujuan Umum
Sebagai program kurikuler, pelaksanaan PKL-PKMD sebagai
transformasi pola Praktek Kerja Lapangan di Poltekkes Kemenkes
Pontianak Khususnya Jurusan Keperawatan Singkawang.
a. Meneruskan mata kuliah Komunitas sebagai persyaratan wajib
mahasiswa D3/D4 pada Perguruan Tinggi di poltekkes
2

Kemenkes Pontianak Khususnya Jurusan Keperawatan


Singkawang.
b. Mentransformasi pola PKL-PKMD Reguler dengan paradigma
berbasis pembangunan (developmen) menjadi PKL-PKMD
berbasis pembelajaran dan pemberdayaan (learning and
empowerment.
c. Menerapkan PKL-PKMD sebagai pola PKL baru di Poltekkes
Kemenkes Pontianak Khususnya Jurusan Keperawatan
Singkawang..
d. Melatih mahasiswa dalam menereapkan ilmu pengetahuan,
dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah untuk diterapkan
dalam memecahkan maslaah-masalah yang ada di
masyarakat.
e. Melatih dan mengembangkan softskills dan karakter
mahasiswa.
f. Melatih mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat
khususnya di lokasi PKL-PKMD, sehingga mahasiswa memiliki
kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat.
g. Menyiapkan calon pemimpin bangsa yang berpihak kepada
kejujuran, keadilan, dan kebenaran.

2. Tujuan Khusus
Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat
maka PKL-PKMD memiliki tujuan khusus sebagai berikut :
a. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa.
b. Melaksanakan terapan iptek, secara teamwork interdisipliner
kepada masyarakat.
c. Melatih dan menanamkan nilai kepribadian mahasiswa :
1) Nasionalisme
2) Keuletan, etos kerja dan tanggung jawab
3) Kemandirian, kepemimpinan
4) Menanamkan jiwa peneliti
5) Eksploratif dan analisis
6) Mendorong learning community dan learning society
3

d. Melatih mahasiswa dalam memecahkan pembangunan di


masyarakat, serta menggali berbagai kondisi masyarakat
sebagai umpan balik (feed back) bagi Poltekkes dalam
pengembangan tridharma perguruan tinggi.
e. Melatih mahasiswa dalam merncanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi suatu program di masyarakat.

3. Khalayak Sasaran
Sasaran PKL-PKMD adalah masyarakat umum mulai pranata
sosial yang kecil (RT, RW, Lingkungan dan desa/kelurahan),
masyarakat industri terutama kelompok pengusaha mikro, kecil dan
menengah, serta pemerintah daerah.

4. Manfaat
PKL-PKMD diharapkan dapat memberikan manfaat kepada
mahasiswa, masyarakat dan pemerintah daerah, perguruan Tinggi
sebagai Berikut :
a. Mahasiswa
1) Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan
bekerja secara interdisipliner sehingga dapat
mengahayati adanya ketergantungan kaitannya dan
kerjasama antar sektor.
2) Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadpa
pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan.
3) Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa
terhadap seluk beluk keseluruhan dari masalah
pembangunan dan perkembangan masyarakat .
4) Mendewasakan cara berfikir serta meningkatkan daya
penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan,
perumusan dan pemecahan masalah pragmatis ilmiah.
5) Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk
melaksanakan pembangunan dan pengembangan
4

masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi


secara interdisipliner atau antar sektor.
6) Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan
problem solver.
7) Memberikan pengalaman belajar sebagai kader
pembangunan sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta
terhadap kemajuan masyarakat.
8) Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan
penelaahan, merumuskan dan memecahkan masalah
secara langsung akan lebih menumbuhkan keahlian,
tanggung jawab maupun rasa kesejawatan.
b. Masyarakat, Mitra dan Pemerintah Daerah
1) Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam merencanakan dan
melaksankan pembangunan.
2) Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk
merencanakan, merumuskan dan melaksanakan
pembangunan.
3) Memperoleh pengalaman dalam menggali serta
menumbuhkan potensi swadaya masyarakat sehingga
mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
4) Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di
dalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya
pembangunan.
5) Memanfaatkan bantuan pemikiran mahasiswa dalam
melaksanakan program dan proyek pembangunan yang
berada di bawah tanggung jawabnya.
6) Memajukan institusi.
7) Menjadikan dunia industri sebagai subyek transfer
knowledge melalui transformasi ilmu pengetahuan dan
teknologi.
8) Terbentuknya link and mach antara dunia pendidikan
tinggi dengan dunia usaha/industri sebagai stakeholder.
5

9) Terciptanya sinergitas dlam penerpan inovasi baru bagi


kalangan dunia inustri sebagai alternatif dalam
pemecahan masalah.
10) Dapat membantu dunia industri dalam mengatasi
masalah administratif maupun yang bersifat managerial.
11) Mengembangkan dan memajukan industri.
c. Perguruan Tinggi
1) Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintergritasian
mahasiswanya dengan proses pembangunan ditengah-
tengah masyarakat sehingga kurikulum, materi
perkuliahan dan pembangunan ilmu pengetahuan yang
diasuh dipergunakan tinggi dapat lebih disesuaikan
dengan tuntutan nyata dan pembangunan.
2) Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat
digunakan sebagai contoh dalam memeberikan materi
perkuliahan dan menemukan berbagai masalh untuk
mengembangkan penelitian.
3) Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah
dan merumuskan keadaan/kondisi masyarakat yang
bergunakan bagi pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni sertya dapat mendiagnosa secara
tepat kebutuhan masyarakat sehingga ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan
tuntutan nyata.
4) Meningkatkan, memperluas dan memepererat kerjasama
dengan instansi terkait atau departemen lain melalui
kerjasama mahasiswa yang melaksanakan KKN.
6

BAB II

GAMBARAN UMUM
KELURAHAN SEDAU

1. Gambaran Umum

Kelurahan Sedau merupakan bagian dari Kecamatan

Singkawang Selatan Kota Singkawang yang berperan penting dalam proses

pembangunan berbangsa dan bernegara, oleh sebab itu tidak dapat

dipisahkan dari rasa tanggung jawab, yang mana berusaha untuk

membentuk masyarakat sebagai motor penggerak di dalam pelaksanaan

misi Pemerintah Kota Singkawang.

Kelurahan Sedau sebagai Lembaga tumpuan masyarakat yang

menjangkau berbagai bidang dan merupakan media central bagi proses

regenerasi suatu bangsa yang mampu menghasilkan generasi baru yang

memiliki kemampuan sehingga mampu melewati tantangan dimasa depan,

dan Kelurahan Sedau juga dituntut untuk dapat mampu berinteraksi dalam

kehidupan sosial kemasyarakatan.

2. Keadaan Geografis

a. Letak dan luas wilayah.

1) Kelurahan Sedau terletak di bagian selatan Kota singkawang Jarak

tempuh antara Kelurahan Sedau dengan Pusat Pemerintahan adalah

sebagai berikut :

Pusat Pemerintahan Kecamatan 4 Km;

Pusat Pemerintahan Kota Singkawang 12 Km;


7

Pusat Pemerintahan Propinsi 133 Km;

2) Luas Wilayah Kelurahan Sedau 7.390 Ha, sebagian besar

merupakan daerah daratan rendah (0 - 12 m) dari permukaan laut

dan sebagian merupakan dataran tinggi (12 20 m) dari permukaan

laut, dan terbentang sungai (dari Timur ke Barat) yang merupakan

wilayah perairan Kelurahan Sedau.

b. Batas Wilayah :

1). Sebelah Utara : Kelurahan Pasiran

2). Sebelah Selatan : Desa Karimunting

3). Sebelah Barat : Laut Natuna

4). Sebelah Timur : Kelurahan Sijangkung

3. Wilayah Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Sedau.

Kelurahan Sedau terdiri dari 65 (enam puluh lima) Rukun Tetangga (RT)

masing-masing sebagai berikut :

NO. RT NAMA KETUA RT KETERANGAN


1. 001 MAHYADI. S
2. 002 SUHERMAN
3. 003 DJIE SE LIONG
4. 004 NG SAU FUI
5. 005 SUKARDI
6. 006 TJEN MUNG KHIONG
7. 007 LIU SUN CHAU
8. 008 ANWAR
9. 009 TABIIN
10. 010 SUPRIYADI
11. 011 KON SU LING
12. 012 SYAFARI
13. 013 LIU THO FIT
14. 014 LINA
15. 015 FENDI
16. 016 KON NYUN KONG
17. 017 MULYADI
18. 018 NG SAU FUNG
8

19. 019 SAHBANI


20. 020 TJHANG TJEN KIAN
21. 021 HERRY
22. 022 SAMINO
23. 023 LAY SHAU CUNG
24. 024 TJONG FUT LOI
25. 025 THEN KIT SIONG
26 026 TJEU KIN JIN
27. 027 BONG MIAU KIONG
28. 028 TJHIA JUN KIN
29. 029 NG KHIM KIAN
30. 030 SUMARDI
31. 031 ALY IMRAN
32. 032 RUDI YANTO
33. 033 MOAINI
34. 034 TJEN SE BUN
35. 035 AHYAN
36. 036 PASLI
37. 037 TEDDY
38. 038 INDRA GUNAWAN
39. 039 SUHARDI
40. 040 SUPIARDI
41. 041 EDI SUHAIDI
42. 042 YANTO
43. 043 MARIANA
44. 044 YATIMAN
45. 055 RUSLAN
46. 046 TJHIA SEN SIANG
47. 047 LIM TJAU KHIONG
48. 048 BASUNI
49. 049 TJIE TJHIN KHUI
50. 050 NGUI THAT FUI
51. 051 LIU NYAT SJIN
52. 052 BUN SU KHIONG
53. 053 KON THIAN TJO
54. 054 YAMIN
55. 055 ARHAM ABDI
56. 056 ACHMAD
57. 057 SUPRIYADI SAMAN
58. 058 RASIMIN
59. 059 AMBAR
60. 060 SUYANTO
61. 061 SARUKI
62. 062 NERI
63. 063 SUHARDI
64. 064 THEN NYAN SONG
65. 065 DANEN
9

4. Demografis.

a) Jumlah Penduduk.

Penduduk Kelurahan Sedau berjumlah 9.061 KK / 37.862 jiwa yang

terdiri dari :

Laki laki : 19.518 jiwa.

Perempuan : 18.344 jiwa.

b) Jumlah Mobilitas Penduduk / Mutasi Penduduk.

NO. LAHIR MATI DATANG PINDAH KET.

1. 400 65 532 414

c) Penduduk menurut kelompok umur :

KELOMPOK JENIS KELAMIN


NO. JUMLAH KET.
UMUR
LK PR

1 0-4 1.489 1.387 2.876


2 5-9 1.734 1.583 3.317
3 10-14 1.895 1.827 3.722
4 15-19 1.924 1.742 3.666
5 20-24 1.915 1.887 3.802
6 25-29 1.902 1.855 3.757
7 30-34 1.889 1.827 3.716
8 35-39 1.473 1.333 2.806
9 40-44 1.261 1.066 2.327
10 45-49 956 779 1.735
11 50-54 824 777 1.601
12 55-59 668 637 1.305
13 60-64 571 464 1.035
14 65-69 350 384 734
10

15 70-74 288 333 621


16 > - 75 379 463 842
JUMLAH 19.518 18.344 37.862

d) Penduduk menurut Jenis Pekerjaan :

JUMLAH
NO. MATA PENCARIAN KETERANGAN
(Org)
1. Belum/Tidak Bekerja 7.964

2. Mengurus Rumah Tangga 7.491

3. Pelajar/Mahasiswa 7.567

4. Pensiunan 86

5. Pegawai Negeri Sipil 444

6. Tentara Nasional Indonesia 288

7. Kepolisian RI 29

8. Perdagangan 40

9. Petani/Pekebun 1.189

10. Peternak 18

11. Nelayan/Perikanan 96

12. Industri 8

13. Konstruksi 2

14. Transportasi 8

15. Karyawan Swasta 846

16. Karyawan BUMN 6

17. Karyawan BUMD 2

18. Karyawan Honorer 31

19. Buruh Harian Lepas 229

20. Buruh Tani/Perkebunan 30

21. Buruh Nelayan/Perikanan 5


11

22. Buruh Peternakan 32

23. Pembantu Rumah Tangga 3

24. Tukang Cukur 1

25. Tukang Listrik 2

26. Tukang Batu 5

27. Tukang Kayu 5

29. Tukang Las/Pandai Besi 1

30. Tukang Jahit 4

32. Penata Rias 1

34. Penata Rambut 1

35. Mekanik 9

37. Tabib 2

42. Pendeta 5

63. Anggota DPRD Kabupaten/Kota 3

64. Dosen 1

65. Guru 25

73. Bidan 2

81. Sopir 16

87. Biarawati 1

88. Wiraswasta 11.321


12

e. Penduduk menurut Agama / Kepercayaan :

JUMLAH
NO. AGAMA/KEPERCAYAAN KETERANGAN
(Org)
1. Islam 15.325
2. Budha 20.860
3. Katholik 749
4. Kristen 873
5. Hindu 19
6. Kong Hucu 12
7. Lainnya 24

f. Pariwisata

Kawasan Pariwisata yang sangat menonjol dan menjadi primadona Kota

Singkawang adalah sebagai berikut :

NO. TEMPAT WISATA JENIS WISATA KETERANGAN

1. Pasir Panjang Indah Laut Rt. 065


Taman Impian Pasir
2. Laut Rt. 065
Panjang
3. Rindu Alam Gunung Rt. 065
4. Sinka Island Park Laut Rt. 039
5. Sinka Zoo Laut Rt. 065

5. Prasarana Pendidikan Formal.

Kelurahan Sedau memiliki Prasarana Pendidikan Formal yang terdiri dari :


JUMLAH
NO. PRASARANA KET.
(BUAH)
1. PERPUSTAKAAN 2
2. PAUD 9
3. TK 3
4. SD / Sederajad 13
5. SMP / Sederajad 6
6. SMU / Sederajad 3
7. Perguruan Tinggi 2
13

6. Data Pendidikan.

NO. TAMAT BANYAKNYA KET.

1. SD 13.246
2. SLTP 4.832
3. SLTA 3.876
4. DIPLOMA 218
5. S.1 363
6. S.2 10

7. Prasarana Olah Raga.

NO. JENIS SARANA OLAH RARA BANYAKNYA KET.

1. FUTSAL 2
2. BULU TANGKIS 2
3. BOLA FOLY 7
4. BOLA KAKI 5
5. LAIN LAIN 2

8. Prasarana Rumah Ibadah.

Kelurahan Sedau memiliki Prasarana Rumah Ibadah yang terdiri dari :

NO JENIS RUMAH IBADAH BANYAKNYA KETERANGAN

1. Masjid 16
2. Surau 15
3. Gereja 6
4. Vihara 7
5. Pekong 35
14

9. LEMBAGA KEMASYARAKATAN.

DATA
NO. SUB INDIKATOR KET.
TAHUN 2014
1 2 3 4
1. Jumlah Lembaga Kemasyarakatan :
a. LPM. 1
b. PKK. 1
c. Karang Taruna. 1
d. LSM. 1
e. Rukun Kematian 9
f. Masjid. 16
g. Surau. 15
h. Pengajian. 9
i. Sarakalan 6
2. Jumlah Penduduk Yang Menjadi Anggota
Lembaga Kemasyarakatan :
a. LPM. 19 Orang
b. PKK. 29 Orang
c. Karang Taruna ....... Orang
d. LSM. ....... Orang
e. Rukun Kematian. ....... Orang
f. Masjid. ....... Orang
g. Surau. ....... Orang
h. Pengajian. ....... Orang
i. Serakalan. ...... Orang
j. PSM. ...... Orang
k. KUBE. ...... Orang
l. AMIL ..... Orang

10. KESEHATAN MASYARAKAT DAN KB.

Kesehatan Masyarakat.

1) Kesehatan Bayi dan Balita :

a. Jumlah Bayi : 25 Orang

b. Jumlah Balita : 2.546 Orang


15

2) Tingkat Kematian Bayi :

a. Jumlah Bayi Lahir (meninggal) : - Orang

b. Jumlah Bayi Meninggal : 1 Orang

c. Jumlah Bayi Lahir Hidup : - Orang

3) Imunisasi :

JUMLAH
NO. KETERANGAN
(Orang)
1. Ibu Hamil (BUMIL) 823
2. Ibu Hamil yang dapat pemeriksaan
a. Pemeriksaan 558
b. Mendapatkan suntikan TT2 22
3. Jumlah Bayi
a. Bayi mendapat Imunisasi (Combo-1, 357
Polio-2)
b. Bayi 3 bulan mendapat Imunisasi (Combo- 317
2, Polio-3)
c. Bayi 4 bulan mendapat Imunisasi (Combo- 334
3, Polio-4)
d. Bayi 9 bulan mendapat Imunisasi Campak 399
4. Jumlah Balita
a. Balita Kurang Vitamin A -
b. Balita terserang diare 631
c. Balita Kurang Gizi (BGM) 38

4) Tenaga Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) :

JUMLAH
NO. KETERANGAN
(Orang)
1. Tenaga PKM -
2. Tenaga PKM Aktif -
3. Kader PKM -
4. Kader Terlatih -
16

5) Wabah Penyakit :

JUMLAH
NO. JENIS WABAH
(Orang)
1. Malaria 2
2. Demam Berdarah 78
3. Kolera -
4. Lain lain -

B. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)

Indikator perilaku hidup bersih dan sehat :

1. Persalinanndi Bantu Tenaga Kesehatan.


2. Memberikan ASI Eksklusif Selama 6 Bulan.
3. Berat Badan Anak Ditimbang Secara Berkala.
4. Menggunakan Air Bersih.
5. Cuci Tangan Pakai Sabun.
6. Menggunakan Jamban Yang Sehat.
7. Membasmi Jentik Nyamuk.
8. Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari
9. Beraktivitas Secara Regular Setiap Hari.
10. Tidak Merokok Di Dalam Rumah.
17

BAB III
HASIL KEGIATAN
(ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RT 54, 55,56,58,59, DAN 60
KELURAHAN SEDAU SINGKAWANG SELATAN)

A. PERSIAPAN
Sebelumnya pelaksanaan kegiatan Latihan Praktik Keperawatan
Komunitas yaitu PKL-PKMD, mahasiswa menerima pengarahan dari
Dosen pembimbing. Pembukaan kegiatan PKL-PKMD dilakukan di kantor
kecamatan singkawang selatan dan selanjutnya penerjunan ke lokasi
Praktik Keperawatan Komunitas di RT 54, 55, 56, 58, 59, 60 kelurahan
Sedau kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Selanjutnya,
perkenalan/berkolaborasi pada Ketua RT dan orientasi tempat
dilakukannya Latihan Asuhan Keperawatan Komunitas oleh mahasiswa.

B. PENGUMPULAN DATA
Kelurahan Sedau termasuk wilayah Kecamatan Singkawang
Selatan, Kota Singkawang, khususnya di RT 54,55,56,58,59,60.
Dalam upaya Latihan Asuhan Keperawatan Komunitas.
Dengan rata-rata waktu tempuh menuju ke Jurkep 20 menit
dengan sepeda motor. Di dalam dusun Marhaban terdapat jalan-jalan
kampung yang terdiri dari beberapa gang atau jalan tembus menuju
jalan utama. Sepanjang jalan-jalan kampung terdapat ladang pertanian
dan perumahan warga.
Sebagian besar wilayah RT 54,55,56,58,59,60 digunakan
untuk pemukiman penduduk dan hanya sebagian kecil yang digunakan
untuk area pertanian. Sebagaimana wilayah dalam area kelurahan
Sedau, kondisi medan RT 54,55,56,58,59,60 .
18

a. Rekapitulasi Data
Hasil pendataan selama pengkajian pada tanggal 5-6 Mei 2015
dengan jumlah keseluruhan di 6 RT yaitu 726 keluarga, dan yang
terkaji sebanyak 120 kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak
428 jiwa , laki-laki 209 orang dan perempuan 219 orang yang ada
pada pada RT 54, 55, 56, 58, 59, 60, di kelurahan Sedau, Kecamatan
Singkawang Selatan, Kota Singkawang, dengan perincian sebagai
berikut:
Tabel. 2 Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah %
1 Belum Sekolah 45 10,51
2 Tidak Sekolah 55 12,85
3 TK 33 7,71
4 SD 137 32
5 SMP 94 21,96
6 SMA/SMK 52 12,14
7 Perguruan Tinggi 12 2,8
Jumlah 428 100

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar


penduduk berpendidikan SD sebanyak 137 jiwa (32%), berpendidikan
SMP sebanyak 94 jiwa (21,96), SMA sebanyak 52 jiwa (12,14), tidak
sekolah sebanyak 55 jiwa (12,85), belum sekolah sebanyak 45 jiwa
(10,51%), TK 33 jiwa (7,71), dan tingkat pendidikan perguruan tinggi
sebanyak 12 jiwa (2,8%).

Tabel. 3 Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian


No Mata Pencaharian Jumlah %
1 PNS 38 8,87
2 Tidak Bekerja 9 2,10
3 Pensiunan 4 0,93
4 Petani/Kebun 59 13,7
19

5 Buruh 18 4,20
6 IRT 16 3,73
7 Belum Bekerja 309 72,19
Jumlah 428 100

Berdasarkan tabel di atas sebagian besar warga belum bekerja


sebanyak 309 jiwa (72,19%) , petani sebanyak 59 jiwa (13,7%), PNS
sebanyak 38 jiwa (8,87%), buruh 18 jiwa (4,20%), IRT sebanyak 16 jiwa
(3,73%), tidak bekerja sebanyak 9 jiwa (2,10%), dan pensiunan sebanyak
4 jiwa (0,93%).

Tabel. 4 Distribusi Penduduk Menurut Agama Yang Dianut


No Agama Jiwa %
1 Islam 385 89,95
2 Kristen 43 10,05
3 Hindu 0 0
4 Budha 0 0
5 Konghucu 0 0
Jumlah 428 100

Berdasarkan tabel di atas sebagian besar penduduk beragama


islam sebanyak 385jiwa (89,95%), dan kristen sebanyak 43 jiwa
(10,05%).

Tabel. 5 Distribusi Penduduk Berdasarkan Lansia Dalam Keluarga


No Lansia Jiwa %
1 Ada 17 3,97
2 Tidak Ada 411 96,03
Jumlah 428 100

Berdasarkan tabel di atas jumlah lansia sebanyak 17 jiwa (3,97%),


dan yang bukan lansia sebanyak 411 jiwa (96,03%).
20

Tabel. 6 Distribusi Penduduk Berdasarkan Penyakit Yang Diderita Lansia


No Jenis Jiwa %
1 Rematik 4 28,57
2 Hipertensi 7 50,00
3 TBC 0 0,00
4 DM 0 0,00
5 ISPA 3 21,47
Jumlah 14 100
Berdasarkan tabel di atas lansia yang menderita penyakit
hipertensi sebanyak 7 jiwa (50,00%), rematik sebanyak 4 jiwa (28,57%),
ISPA sebanyak 3 jiwa (21,47%).

Tabel. 7 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Kartu Sehat (KK)


NO Memiliki Kartu Sehat KK %
1 Ya 58 48,33
2 Tidak 62 51,63
Jumlah 120 100

Berdasarkan tabel di atas penduduk sebagian besar tidak memiliki


kartu sehat sebanyak 62 KK (51,63%), dan yang memiliki kartu sehat
hanya 58 KK (48,33%).

Tabel. 8 Distribusi Penduduk Berdasarkan Sarana Kesehatan Yang


Paling Dekat

No Sarana Kesehatan KK %
1 Puskesmas 31 25,83
2 Praktek Swasta 13 10,83
3 Poskesdes 69 57,50
4 Lain-lain 7 5,83
Jumlah 120 100

Berdasarkan tabel di atas sarana kesehatan yang paling dekat


dengan tempat tinggal penduduk yaitu Poskesdes sebanyak 69 KK
21

(57,50%), Puskesmas 31 KK (25,83%), praktek swasta 13 KK (10,83%),


dan lain-lain sebanyak 7 KK (5,83%).

Tabel. 10 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kebiasaan Sebelum Berobat

No Kebiasaan sebelum Berobat KK %


1 Beli obat bebas 84 70,00
2 Jamu 6 5,00
3 Tidak ada 30 25,00
Jumlah 120 100

Berdasarkan tabel di atas kebiasaan yang dilakukan membeli obat


bebas sebelum berobat sebanyak 84 KK (70,00%), tidak ada 30 KK
(25,00%), dan yang mengonsumsi jamu sebanyak 6 KK (5,00%).

Tabel. 11 Distribusi Penduduk Berdasarkan Keluarga Mencuci Tangan


Sebelum Makan
No Mencuci Tangan KK %
1 Ada 46 38,33
2 Tidak Ada 74 61,63
Jumlah 120 100

Berdasarkan tabel di atas kebiasaan keluarga tidak mencuci tangan


sebelum makan sebanyak 74 KK (61,63%), dan yang mencuci tangan 46
KK (38,33 %).

Tabel. 12 Distribusi Penduduk Berdasarkan Keluarga Mencuci Tangan


Dengan Sabun
Mencuci Tangan Dengan
No KK %
Sabun
1 Ada 34 28,33
2 Tidak Ada 86 71,66
Jumlah 120 100
22

Berdasarkan tabel di atas keluarga yang tidak mencuci tangan


dengan sabun sebanyak 86 KK (71,66%) dan yang mencuci tangan
dengan sabun sebanyak 34 KK (28,33%).
Tabel. 13 Distribusi Penduduk Berdasarkan Air Yang Digunakan Untuk Mencuci
Tangan
No Air Yang Digunakan KK %
1 Air hujan - -
2 Air sumur 120 100
3 Air sungai - -
4 PAM - -
Jumlah 120 100

Berdasarkan tabel di atas air yang digunakan untuk mencuci


tangan yaitu air Sumur sebanyak 120 KK (100%)

Tabel. 15 Distribusi Jumlah Jiwa Yang Merokok Dan Tidak

No Merokok JIWA %
1 Ya 164 38,31
2 Tidak 264 61,68
Jumlah 428 100

Berdasarkan tabel di atas jumlah jiwa yang merokok sebanyak


164 jiwa (38,31%) dan yang tidak merokok sebanyak 264 jiwa (61,68%).

Tabel. 16 Ditribusi Waktu Menyikat Gigi


Waktu Menyikat
No JIWA %
Gigi
1 2x Sehari 347 82,61
2 3x Sehari 73 17,38
Jumlah 420 100

Berdasarkan tabel di atas waktu menyikat gigi 3x sehari sebanyak


73 jiwa (17,38%) dan yang 2x sehari sebanyak 347 jiwa (82,61%).

Tabel. 17 Distribusi Keluhan Penduduk Tentang Sakit Gigi


23

No Keluhan KK %
1 Ya 41 34,16
2 Tidak 79 60,83
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas 41 KK (34,16%) memiliki keluhan
tentang sakit gigi dan 79 KK (60,83%) tidak memiliki keluhan sakit gigi.

Tabel. 18 Distribusi Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut


No Penyuluha KK %
1 Ya 0 0
2 Tidak 120 100
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas 120 KK (100%) belum pernah
mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut.

Tabel. 20 Data Kesehatan Dalam Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan,


dan Nifas
Persali
Usia Peng nan
Keham alama Denga
No Posy
Nama Umur Alamat ilan/ n ASI PASI n
. andu
Masa Ekslu Dukun
Nifas sif Kampu
ng
1. Ny. M 28 RT 54 16 -
G3P2A MINGG -
0M0 U
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat 1 orang bumil.
Pengalaman ASI Eksklusif tidak ada.Persalinan ditolong oleh Dukun Kampung
dan aktif mengikuti kegiatan Posyandu.

Tabel. 21 Distribusi Data Maternitas (Kehamilan,Persalinan Dan Nifas)

Usia Kehamilan
NO JIWA %
(Minggu)
1 0 12 - 0,00
2 13 28 1 100,00
3 29 40 - -
Jumlah 1 100
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terdapat 1 orang ibu
berada di trimester ke 2.
24

Tabel. 22 Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kunjungan Pemeriksaan Ke Fasilitas


Kesehatan
Pemeriksaan ke
No JIWA %
Fasilitas kesehatan
1 Ya 1 100
2 Tidak - -
Jumlah 1 100
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa 1 orang bumil
memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan.

Tabel. 23 Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kunjungan Pemeriksaan Ke Dukun


Pemeriksaan ke
No JIWA %
Dukun
1 Ya - -
2 Tidak 1 100

Jumlah 1 100
Berdasarkan tabel di atas 1 bumil tidak pernah melakukan pemeriksaan
kehamilan ke dukun.

Tabel. 24 Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Kebiasaan Ke Posyandu


Kebiasaan ke
No JIWA %
Posyandu
1 Ya 1 100
2 Tidak - -
Jumlah 1 100

Berdasarkan tabel di atas 1 bumil aktif mengikuti kegiatan posyandu.


Tabel. 25 Distribusi Penduduk Dalam Melakukan Aktivitas Fisik
Jumlah
No. Melakukan Aktivitas Fisik %
KK
1 Ya 110 91,66
25

2 Tidak 10 8,33
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 110 KK (91,66%) melakukan aktivitas
fisik, dan sebanyak 10 KK (8,33%) tidak melakukan aktivitas fisik.

Tabel. 28 Distribusi Penduduk Berdasarkan Banyaknya Rokok Yang Dikonsumsi


No. Banyaknya Rokok JIWA %
1 kurang dari 1 bungkus 43 26,21
2 1 bungkus 46 28,04
3 Lebih dari 1 bungkus 75 45,73
Jumlah 164 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 43 jiwa (26,21%) mengkonsumsi
rokok kurang dari 1 bungkus dalam 1 hari, 46 jiwa (28,04%) mengkonsumsi
rokok 1 bungkus dalam 1 hari, dan 75 jiwa (45,73%) mengkonsumsi rokok lebih
dari 1 bungkus dalam 1 hari.

Tabel. 29 Distribusi Penduduk Berdasarkan Lama Menjadi Perokok


No. Lama Menjadi Perokok Jiwa %
1 Lama (>20 Tahun) 49 29,87
2 Baru (<20 Tahun) 115 70,12
Jumlah 164 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 115 (70,12%) baru (<20 tahun)
mengkonsumsi rokok dan 49 jiwa (29,87%) sudah lama (>20 tahun)
mengkonsumsi rokok.

Tabel. 30 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kejadian Mengalami Penyakit Mulut


Selama Menjadi Perokok.
No. Kategori Jiwa %
1 Pernah 113 68,90
2 Belum 51 31,09
Jumlah 164 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 113 jiwa (68,90%) pernah mengalami
penyakit mulut selama mengkonsumsi rokok, dan 51 jiwa (31,09%) belum pernah
mengalami penyakit mulut selama mengkonsumsi rokok.
26

Tabel. 31 Distribusi Penduduk Berdasarkan Konsumsi Sayur dan Buah


No. Kategori KK %
1 Kurang 36 30,00
2 Baik 84 70,00
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 84 KK (70,00%) telah baik dalam
mengkonsumsi sayur dan buah, dan sebanyak 36 KK (30,00%) kurang dalam
mengkonsumsi sayur dan buah.

Tabel. 32 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Jamban Sehat


No Jamban Sehat KK %
1. Ada 93 77,5
2. Tidak Ada 27 22,5
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 93 KK (77,5%) memiliki jamban
sehat, dan 27 KK (22,5%) tidak memiliki jamban sehat.

Tabel. 33 Distribusi Penduduk Berdasarkan Sarana Air Bersih

No Sarana Air Bersih KK %


1. Ya 101 84,16
2. Tidak 19 15,83
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 101 KK (84,16%) memiliki sumber air
bersih, dan 19 KK (15,83%) tidak memiliki sumber air bersih.

Tabel. 34 Distribusi Penduduk Berdasarkan Kepemilikan Tempat Sampah


No Tempat Sampah KK %
1. Ada 29 24,16
2. Tidak Ada 91 75,83
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 112 KK (93,33%) memiliki tempat
sampah, dan 8 KK (6,66%) tidak memiliki tempat sampah.
27

Tabel. 35 Distribusi Penduduk Berdasarkan Instalasi Pengolahan Air


Limbah
No IPAL KK %
1. Ada 117 97,5
2. Tidak Ada 3 2,5
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 117 KK (97,5%) memiliki instalasi
pengolahan air limbah, dan 3 KK (2,5%) tidak memiliki instalasi pengolahan air
limbah.

Tabel. 36 Distribusi Penduduk Berdasarkan Bebas Jentik


No Sarana Air Bersih KK %
1. Ada 78 65
2. Tidak Ada 42 35
Jumlah 120 100
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 78 KK (65%) bebas dari jentik, dan
42 KK (35%) tidak bebas dari jentik.
28

B. Analisa Data
No. DATA PENUNJANG ETIOLOGI MASALAH
1 DS : Beberapa masyarakat Kurangnya Perilaku hidup
mengatakan mengatakan pengetahuan tidak sehat warga
tidak mencuci tangan dengan warga dalam Marhaban.
sabun sebelum makan, mengenal
beberapa warga mengatakan penyebab
tidak memasak air terlebih masalah
dahulu sebelum di minum, kesehatan
beberapa warga mengatakan
menghabiskan rokok lebih dari
1 bungkus, beberapa
masyarakat mengatakan
membuang sampah di tempat
penampungan sementara dan
dibakar.
DO :
a. Jumlah KK tidak mencuci
tangan dengan sabun 86
dari 120 KK.
b. Rata-rata warga minum air
sumur tanpa di masak
c. Jumlah warga yang
merokok 164 jiwa dari 428
dengan 75 jiwa yang
merokok lebih dari 1
bungkus
d. 91 KK tidak memiliki tempat
sampah

2 DS : beberapa masyarakat Kurangnya Resiko


mengatakan mereka sudah kemampuan peningkatan
terbiasa dengan kebiasaan warga dalam terjadinya berbagai
dan lingkungan yang seperti pencegahan kasus penyakit
ini. Beberapa masyarakat penyakit akibat perilaku
mengatakan tidak mengetahui hidup tidak sehat
tentang Perilaku Hidup Bersih warga Marhaban.
dan Sehat.
DO:
a. Jumlah KK tidak mencuci
tangan dengan sabun 86
dari 120 KK.
b. Rata-rata warga minum air
sumur tanpa di masak
c. Jumlah warga yang
merokok 164 jiwa dari 428
dengan 75 jiwa yang
merokok lebih dari 1
bungkus
29

d. 91 KK tidak memiliki tempat


sampah

3 DS : Beberapa masyarakat Kurangnya Kurangnya


mengatakan tidak mengetahui informasi pengetahuan
tentang fasilitas kesehatan tentang masyarakat
untuk memeriksakan yang pemanfaatan tentang
ada di Marhaban fasilitas pemanfaatan
kesehatan fasilitas kesehatan
DO : untuk peningkatan
a . 1 orang bumil cakupan KIA
memeriksakan kehamilan
ke fasilitas kesehatan dan 2
orang ibu hamil
memeriksakan kehamilan
ke dukun kampung.
b . 2 dari 3 ibu hamil
melakukan pemeriksaan ke
dukun, dan 1 dari 3 ibu
hamil tidak melakukan
pemeriksaan ke dukun.
c . 2 dari 3 ibu hamil memiliki
kebiasaan untuk ke
posyandu, dan 1 dari 3 ibu
hamil tidak memiliki
kebiasaan untuk ke
posyandu.
30

C. Intervensi dan Implementasi

Evaluasi
N
Diagnosa Tujuan Sasaran Strategi Rencana Kegiatan Hari/tgl Tempat Kriter
o Standar
ia
1 Perilaku hidup Tujuan jangka -Tokoh KIE 1. Beri penyuluhan Rabu, RT Verbal 1. Masyarakat
tidak sehat warga panjang: masyarak kepada 6 Mei 54,55,56 secara umum
dusun Marhaban Setelah dilakukan at masyarakat 2015 ,58,59,6 mampu
berhubungan intervensi -Seluruh tentang prilaku 0 menyebutkan
dengan kurangnya keperawatan warga di hidup bersih dan keluraha beberapa
pengetahuan diharapkan selama 1 RT sehat. n sedau prilaku hidup
warga dalam tahun kedepan 54,55,56,5 2. beri poster tentang bersih dan
mengenal terjadi peningkatan 8,59,60 prilaku hidup sehat.
penyebab masalah perilaku hidup sehat, bersih dan sehat. Rabu, 2. Kesadaran
kesehatan. terjadi penurunan 3. Motivasi 6 Mei masyarakat
angka kesakitan. masyarakat untuk 2015 tentang
Tujuan jangka berprilaku hidup pentingnya
pendek: bersih dan sehat. menjaga
1. Meningkatkan 4. Motivasi kebersihan
pengetahuan masyarakat lingkungan
masyarakat melalui kader atau bertambah
tentang perilaku tokoh masyarakat 3. Masyarak
hidup bersih dan untuk aktif Rabu, hidup bersih
sehat. menerapkan 6 Mei dan sehat
2. Msayarakat prilaku hidup 2015
termotivasi untuk bersih dan sehat.
berprilaku hidup 5. Beri penyuluhan
bersih dan sehat. tentang cara
3. Masyarakat mencuci tangan
dapat yang baik dan
mengetahui benar
31

akibat dari prilaku 6. Melakukan kerja


hidup tidak sehat. bakti bersama
warga rt
54,55,56,58,59,60 Psikom
kelurahan sedau otorik

2 Resiko Tujuan Jangka Tokoh KIE 1. Beri Penyuluhan RT Verbal 1. Masyarakat


Panjang: masyarak pada masyarakat 54,55,56 secara umum
peningkatan
Setelah dilakukan at tentang berbagai ,58,59,6 dapat
terjadinya berbagai intervensi -Seluruh penyakit yang 0 menyebutkan
keperawatan warga di dapat terjadi keluraha beberapa
kasus penyakit
diharapkan selama 1 RT akibat dari prilaku n sedau Verbal penyakit yang
akibat perilaku tahun kedepan tidak 54,55,56,5 hidup tidak sehat dapat timbul
terjadi peningkatan 8,59,60 (penyakit ispa, akibat dari
hidup tidak sehat
berbagai kasus diare, malaria prilaku hidup
(penyakit ispa, penyakit. dll). tidak sehat.
Jangka Pendek: 2. Berikan 2. Masyarakat
diare, malaria dll)
a. Meningkatkan penjelasan cara dapat
Dusun Marhaban pengetahuan mencegah menjelaskan
masyarakat terjadinya secara
berhubungan
tentang berbagai penigkatan sederhana
dengan kurangnya penyakit akibat penyakit. hubungan dari
perilaku hidup 3. Motivasi prilaku hidup
kemampuan warga
tidak sehat. masyarakat tidak sehat
dalam pencegahan b. Masyarakat melalui kader dengan
termotivasi untuk atau tokoh timbulnya
penyakit
mencegah masyarakat Psiko berbagai
penyakit yang untuk aktif motori macam
timbul akibat mencegah dan k penyakit.
perilaku hidup memelihara
tidak sehat lingkungan yang
32

sehat

3. Kurangnya Tujuan Jangka Tokoh KIE 1. Mengadakan Senin, Posyand Psiko 1. Kesadaran
pengetahuan Panjang: masyarak posyandu bayi 20 u Family motor masyarakat
masyarakat Setelah dilakukan at dan balita April ik tentang
tentang intervensi -Seluruh 2. Membuka posko 2015 pentingnya
pemanfaatan keperawatan warga di kesehatan gratis Selasa, pemanfaatan
fasilitas kesehatan diharapkan selama 1 RT untuk 21 fasilitas
untuk peningkatan tahun kedepan 54,55,56,5 pemeriksaan ibu April kesehatan
cakupan KIA masyarakat mampu 8,59,60 hamil 2015 untuk
memanfaatkan 3. Memberikan KIE peningkatan
fasilitas kesehatan pada ibu hamil cakupan KIA
untuk peningkatan tentang Senin, bertambah
cakupan KIA pentingnya untuk 20 2. Masyarakat
memeriksakan April termotivasi
Jangka Pendek: kehamilan ke 2015 untuk
a . Meningkatkan fasilitas memberdayaka
pengetahuan kesehatan n fasilitas
pada ibu hamil 4. Memberikan KIE kesehatan yang
dan keluarga pada ibu dan ada.
tentang keluarga resiko
pentingnya untuk persalinan
memeriksakan dengan dukun
kehamilan ke 5. Memotivasi
fasilitas masyarakat
kesehetan untuk
b . Meningkatkan memberdayakan
kesadaran fasilitas
masyarakat kesehatan yang
terutama ibu ada seperti
33

hamil resiko dan Posyandu, Pustu


bahaya dan fasilitas
persalinan di kesehatan
tolong dukun terdekat lainnya.
c . Memotivasi ibu
untuk
memberikan ASI
ekslusif pada
bayi dari usia 0
6 bulan tanpa
campuran
apapun dan ASI
berlanjut sampai
usia anak 2
tahun dengan
tambahan
makanan
pedamping
d . Memotivasi
masyarakat
untuk
memberdayakan
fasilitas
kesehatan yang
ada seperti
Posyandu, Pustu
dan fasilitas
kesehatan
terdekat lainnya
34

D. Evaluasi
Diagnosa
No. Tindakan Keperawatan Evaluasi Struktur Evaluasi Proses Evaluasi Hasil
Keperawatan
1. Perilaku hidup tidak 1. memberikan 1. Mahasiswa siap 1. Masyarakat 1. masyarakat
sehat warga dusun penyuluhan kepada melakukan mendengarkan dapat
Marhaban masyarakat tentang penyuluhan PHBS dan menyebutkan
berhubungan dengan prilaku hidup bersih dan siap hadir tepat memperlihatkan manfaat
kurangnya dan sehat. waktu. secara aktif PHBS,
pengetahuan warga 2. Memberikan poster 2. Tersedia waktu dan penyuluhan yang 2. Lingkungan
dalam mengenal tentang prilaku hidup tempat untuk disampaikan sekitar
penyebab masalah bersih dan sehat. penyuluhan PHBS tentang PHBS tampak bersih
kesehatan. 3. Memotivasi kepada masyarakat 2. Mahasiswa
masyarakat untuk 3. Tersedia media berpartisipasi aktif
berprilaku hidup bersih (leaflet, infokus, dalam penyebaran
dan sehat. laptop) untuk leaflet PHBS
4. Memotivasi penyuluhan dan
masyarakat melalui dapat dipergunakan
kader atau tokoh
masyarakat untuk aktif
menerapkan prilaku
hidup bersih dan sehat.
5. memberi penyuluhan
tentang cara mencuci
tangan yang baik dan
benar
6. Melakukan kerja bakti
bersama warga rt
54,55,56,58,59,60
kelurahan sedau
35

2. Resiko peningkatan 1. Beri Penyuluhan 1. Mahasiswa siap 1. Masyarakat 1. masyarakat


pada masyarakat melakukan mendengarkan dapat
terjadinya berbagai
tentang berbagai penyuluhan, dan dan menyebutkan
kasus penyakit akibat penyakit yang dapat siap hadir tepat memperlihatkan pengertian,
terjadi akibat dari waktu. secara aktif penyebab,
perilaku hidup tidak
prilaku hidup tidak 2. Tersedia waktu penyuluhan yang tanda dan
sehat (penyakit ispa, sehat (penyakit ispa, dan tempat untuk disampaikan gejala dan
diare, malaria dll). penyuluhan. tentang penyakit cara
diare, malaria dll)
2. Berikan penjelasan 3. Tersedia media 2. Mahasiswa pencegahan
Dusun Marhaban cara mencegah (leaflet, infokus, berpartisipasi aktif penyakit.
terjadinya penigkatan laptop) untuk dalam penyebaran
berhubungan dengan
penyakit. penyuluhan dan leaflet penyakit
kurangnya 3. Motivasi masyarakat dapat
melalui kader atau dipergunakan
kemampuan warga
tokoh masyarakat
dalam pencegahan untuk aktif mencegah
dan memelihara
penyakit
lingkungan yang
sehat

3. Kurangnya 1. Mengadakan 1. Mahasiswa siap 1. Warga 1. Masyarakat


pengetahuan posyandu bayi dan melakukan berpartisipasi aktif mendapatkan
masyarakat tentang balita penyuluhan, dalam mengikuti pelayanan
pemanfaatan fasilitas 2. Membuka posko membuka posko posyandu bayi dan kesehatan
kesehatan untuk kesehatan gratis kesehatan dan balita. gratis di
peningkatan cakupan untuk pemeriksaan siap hadir tepat 2. Mahasiswa posyandu dan
KIA ibu hamil waktu. berpartisipasi posko
3. Memberikan KIE 2. Tersedia waktu dalam memberikan kesehatan.
pada ibu hamil dan tempat untuk motivasi dan
36

tentang pentingnya penyuluhan, pendidikan


untuk memeriksakan posyandu, dan kesehatan tentang
kehamilan ke fasilitas posko kesehatan pentingnya
kepada memeriksakan
masyarakat di kehamilan ke
dusun Tanjung fasilitas kesehatan
Wangi
3. Tersedia media
(leaflet, laptop)
untuk penyuluhan
dan dapat
dipergunakan