Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

KERJA ENZIM KATALASE

Kelas XII IPA 3

Nama Kelompok :
1. Dewi Nur Laila (09)
2. Monicha Puspitasari (18)
3. M. Fuady Al Fajry (23)
4. Reza Rizki Agustin (28)
5. Riska Yulianah (29)
6. Rizky Dwi Aditya (30)

SMA NEGERI 1 TAMAN

TAHUN AJARAN 2015-2016


A. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap H2O2 ?
2. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap CH3COOH (asam cuka) ?
3. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap KOH ?
4. Bagaimana pengaruh enzim terhadap pH dan suhu ?

B. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.
2. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap CH3COOH (asam cuka).
3. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap KOH.
4. Mengetahui Bagaimana pengaruh enzim terhadap pH dan suhu.

C. HIPOTESA
Kerja enzim katalase dipengaruhi oleh faktor suhu dan pH. Enzim katalase bekerja
pada suhu 37-38C. enzim katalase juga bekerja optimal pada pH yang netral.

D. IDENTIFIKASI VARIABEL
Variabel Bebas : CH3COOH (asam cuka), KOH, suhu
Variabel Terikat : banyaknya gelembung dan nyala api.
Variabel Kontrol : ekstrak hati ayam, H2O2, alat yang digunakan.

E. ALAT DAN BAHAN


Adapun alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan ini yaitu :
1. Hati ayam mentah
2. Air
3. H2O2 (15 mL)
4. Asam cuka (CH3COOH) 3 tetes
5. KOH (3 tetes)
6. Blender
7. Plastisin (penutup erlenmeyer)
8. Bak/ember
9. Selang kecil
10. Tusuk sate (5 buah)
11. Es batu
12. Erlenmeyer
13. Gelas ukur (10 mL dan 100 mL)
14. Gelas kimia
15. Pipet tetes
16. Sarung tangan karet
17. Pembakar spirtus dan kaki tiga
18. Korek api
19. Termometer
20. Stopwatch
21. Tissue

F. LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Menghaluskan hati ayam mentah menggunakan blender (1 buah hati ayam + 5 sdm air).
3. Menyaring ekstrak hati ayam yang telah dihaluskan untuk diambil sarinya.
Percobaan I :
4. Mengisi bak dengan air, memasukkan gelas ukur (100 mL) ke air dalam bak, posisi gelas
ukur terbalik, gelas ukur terisi air penuh. Setelah itu memasang selang ke dalam gelas
ukur. Pastikan selang tidak kemasukan air.
5. Memasukkan 2 mL ekstrak hati ayam dalam Erlenmeyer setelah itu mengukur pHnya.
6. Menambahkan 3 mL H2O2. Segera menutup mulut Erlenmeyer dengan selang yang sudah
dipasang penutup Erlenmeyer diujungnya. Menutup celah-celah yang ada menggunakan
plastisin. Membiarkan gelembung terbentuk di gelas ukur selama 2 menit.
7. Menutup bagian mulut gelas ukur dengan telapak tangan kemudian mengamati berapa
mL gas yang terbentuk.
8. Membuka telapak tangan dan meletakkan tusuk sate yang sudah dibakar secara
bersamaan di mulut gelas ukur. Mengamati bara api yang menyala.
Percobaan II :
9. Memasukkan 2 mL ekstrak hati ayam dalam Erlenmeyer. Kemudian menambahkan 3
tetes CH3COOH. Membiarkan selama satu menit setelah itu mengukur pHnya.
10. Menambahkan 3 mL H2O2. Segera menutup mulut Erlenmeyer dengan selang yang sudah
dipasang penutup Erlenmeyer diujungnya. Menutup celah-celah yang ada menggunakan
plastisin. Membiarkan gelembung terbentuk di gelas ukur selama 2 menit.
11. Menutup bagian mulut gelas ukur dengan telapak tangan kemudian mengamati berapa
mL gas yang terbentuk.
12. Membuka telapak tangan dan meletakkan tusuk sate yang sudah dibakar secara
bersamaan di mulut gelas ukur. Mengamati bara api yang menyala.
Percobaan III :
13. Memasukkan 2 mL ekstrak hati ayam dalam Erlenmeyer. Kemudian menambahkan 3
tetes KOH. Membiarkan selama satu menit setelah itu mengukur pHnya.
14. Menambahkan 3 mL H2O2. Segera menutup mulut Erlenmeyer dengan selang yang sudah
dipasang penutup Erlenmeyer diujungnya. Menutup celah-celah yang ada menggunakan
plastisin. Membiarkan gelembung terbentuk di gelas ukur selama 2 menit.
15. Menutup bagian mulut gelas ukur dengan telapak tangan kemudian mengamati berapa
mL gas yang terbentuk.
16. Membuka telapak tangan dan meletakkan tusuk sate yang sudah dibakar secara
bersamaan di mulut gelas ukur. Mengamati bara api yang menyala.
Percobaan IV :
17. Memasukkan 2 mL ekstrak hati ayam dalam Erlenmeyer.
18. Memanaskan air 100 mL dalam gelas kimia menggunakan pembakar spirtus.
Memasukkan Erlenmeyer dalam gelas kimia. Angkat Erlenmeyer pada saat mencapai
suhu yang diinginkan (dalam percobaan ini kami menggunakan suhu 65C).
19. Menambahkan 3 mL H2O2. Segera menutup mulut Erlenmeyer dengan selang yang sudah
dipasang penutup Erlenmeyer diujungnya. Menutup celah-celah yang ada menggunakan
plastisin. Membiarkan gelembung terbentuk di gelas ukur selama 2 menit.
20. Menutup bagian mulut gelas ukur dengan telapak tangan kemudian mengamati berapa
mL gas yang terbentuk.
21. Membuka telapak tangan dan meletakkan tusuk sate yang sudah dibakar secara
bersamaan di mulut gelas ukur. Mengamati bara api yang menyala.
Percobaan V :
22. Memasukkan 2 mL ekstrak hati ayam dalam Erlenmeyer.
23. Memotong es batu menjadi kecil-kecil kemudian memasukkan potongan es batu dalam
gelas kimia.
24. Memasukkan Erlenmeyer yang berisi ekstrak hati ayam kedalam gelas kimia.
Mengangkat Erlenmeyer saat mencapai suhu yang diinginkan (dalam percobaan ini kami
menggunakan suhu 4C).
25. Menambahkan 3 mL H2O2. Segera menutup mulut Erlenmeyer dengan selang yang sudah
dipasang penutup Erlenmeyer diujungnya. Menutup celah-celah yang ada menggunakan
plastisin. Membiarkan gelembung terbentuk di gelas ukur selama 2 menit.
26. Menutup bagian mulut gelas ukur dengan telapak tangan kemudian mengamati berapa
mL gas yang terbentuk.
27. Membuka telapak tangan dan meletakkan tusuk sate yang sudah dibakar secara
bersamaan di mulut gelas ukur. Mengamati bara api yang menyala.

G. HASIL PERCOBAAN
Tabel Pengamatan : Perlakuan Ekstrak Hati Ayam Terhadap Pembentukan Volume Gas

Perubahan
No. Perlakuan Ph Suhu
gelembung Nyala api
1. Ekstrak hati + H2O2 7 - 80 ml Mati
Ekstrak hati + asam
2. 5 - 26 ml Redup
cuka + N2O2
Ekstrak hati + KOH
3. 9 - 13 mL Terang
+ H2O2
(tidak
Ekstrak hati
4. - 65o C terbentuk -
dipanaskan
gelembung)
(tidak
Ekstrak hati
5. - 4o C terbentuk -
didinginkan
gelembung)

E. PEMBAHASAN
Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel. Enzim
mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengkatalis reaksi kimia tertentu. Sebagai contoh
enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2. Hal ini dapat
dibuktikan dengan percobaan pada hati ayam. Hati ayam digunakan karena banyak
mengandung enzim katalase. Kemudian semua itu dibuat ekstrak. Yang terjadi saat diberi
perlakuan adalah sebagai berikut :
1. Ekstrak Hati + H2O2
Ekstrak hati yang ditetesi H2O2 mempunyai pH sebesar 7. Saat hati diberi
H2O2 terjadi gelembung udara sebanyak 80 mL. Hal ini membuktikan bahwa enzim
katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air),
sedangkan pada waktu di uji menggunakan lidi yang membara timbul nyala api yang
kecil. Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O2). Dan itu
membuktikan bahwa di dalam hati mengandung enzim katalase. Dalam percobaan
hati + H2O2 terjadi gelembung yang banyak karena di dalam hati mengandung enzim
katalase yang berfungsi untuk menetralkan racun.
2. Ekstrak Hati + CH3COOH (asam cuka) + H2O2
Pada percobaan kedua menggunakan tambahan asam yang dimaksudkan agar
keadaan hati menjadi asam. Dan dalam hasil pengamatan dapat dilihat yang terjadi
hanya ada sedikit gelembung yaitu sebanyak 26 mL, itu membuktikan bahwa dalam
bekerja hati tidak dapat mengubah secara sempurna dari H2O2 menjadi H2O (air) dan
Timbul nyala api yang redup. Itu berarti terjadi hanya sedikit penguraian H2O2.
Ekstrak hati yang ditetesi CH3COOH mempunyai ph sebesar 5.
3. Ekstrak Hati + KOH + H2O2
Ekstrak hati yang ditambah dengan KOH dimaksudkan untuk membuat hati
dalam keadaan basa. Ekstrak hati yang ditambah dengan KOH mempunyai pH
sebesar 9. Kemudian setalah ditambah H2O2 gelembung yang terbentuk hanya sedikit
yaitu 13 mL. itu membuktikan bahwa tidak terjadi penguraian yang sempurna dari
H2O2 menjadi H2O tetapi saat bara api dimasukkan terjadi nyala api yang terang.
4. Ekstrak Hati ( direbus ) + H2O2
Pada percobaan keempat ekstrak hati dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu
65C kemudian ditambah dengan H2O2. Dan yang terjadi tidak ada gelembung yang
muncul dan tidak ada nyala api saat bara api dimasukkan dalam tabung. Hal ini
disebabkan karena protein enzim katalase yang terdapat di ekstrak hati telah rusak
sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi oksigen dan air. Hal itu juga
membuktikan bahwa enzim katalase tidak bekerja pada suhu yang tinggi, karena
enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu 37-40C.
5. Ekstrak Hati (didinginkan) + H2O2
Pada percobaan kelima ekstrak hati didinginkan terlebih dahulu dengan suhu
4C kemudian ditambah dengan H2O2. Dan yang terjadi tidak ada gelembung yang
muncul dan tidak ada nyala api saat bara api dimasukkan dalam tabung. Hal ini
karena enzim katalase tidak bekerja pada suhu rendah, tetapi tidak terjadi kerusakan
pada enzim, hanya aktifitasnya yang terhenti.

H. KESIMPULAN
Enzim katalase berperan dalam menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase antara lain suhu : dimana enzim
katalase tidak akan bekerja pada suhu tinggi karena enzim katalase hanya bekerja
pada suhu 37-40C. Begitu juga faktor pH. Enzim katalase bekerja secara optimal
pada pH yang netral.
LAMPIRAN