Anda di halaman 1dari 18

1. Jelaskan tiap tipe kacamata dipergunakan untuk pekerjaan apa saja?

Jawab:
Sekitar 1 dari 10 pekerja yang mengalami cedera mata memerlukan cuti istirahat
sampai kembali pulih. Bahkan, 10 sampai 20 persen pekerja dari jumlah total cedera mata
akibat kecelakaan kerja mengalami kebutaan atau kehilangan penglihatan secara permanen
dan kehilangan penglihatan secara sementara.
Partikel beterbangan, benda beterbangan (potongan kayu, kaca, logam), radiasi
cahaya, dan percikan api yang mengenai mata sering kali menjadi penyebab terbanyak
pekerja mengalami cedera mata. Oleh karena itu, Occupational Safety and Health
Administration (OSHA) mewajibkan para pekerja untuk selalu menggunakan perangkat
pelindung mata dan wajah primer dan sekunder ketika bekerja di area dengan potensi
bahaya tadi.
Berikut jenis-jenis alat pelindung mata dan wajah yang berguna untuk menahan
dampak bahaya yang bisa mencederai mata, di antaranya:
a. Safety Spectacles (kacamata pengaman): pelindung primer yang berguna untuk
melindungi mata dari berbagai sumber bahaya.
b. Safety Goggles: pelindung primer yang berguna untuk melindungi mata dari fragmen
atau partikel beterbangan, benda beterbangan, dll.
c. Face Shields (tameng muka): pelindung sekunder yang berguna untuk melindungi
seluruh wajah dari paparan sumber bahaya.

Perbedaan antara safety spectacles, safety goggles, dan face shield


A. Safety Spectacles (Kacamata Pengaman)
Bagi Anda yang bekerja di area dengan potensi bahaya, seperti partikel beterbangan,
debu, benda beterbangan, dll. wajib menggunakan kacamata pengaman dengan perisai
samping. Frame kacamata pengaman biasanya terbuat dari logam dan/ atau plastik dan
dapat kompatibel dengan berbagai macam lensa. Perisai sampingnya juga mudah
dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
Lensa
1. Plano Lenses:

Source: worksafe.com
Dapat digunakan pekerja dengan mata normal (tidak memiliki minus, plus, atau
gangguan mata lainnya)
Bentuknya datar atau melengkung
Tersedia lensa dengan filter atau tanpa filter
Lensa mudah dibongkar pasang

2. Prescription (Rx) Lenses:

Source: worksafe.com
Wajib digunakan pekerja dengan mata minus, plus, atau gangguan mata lainnya.
Tersedia lensa dengan filter atau tanpa filter
Lensa mudah dibongkar pasang
Frame
1. Spatula Temples:

Source: mcrsafety.com
Temple atau lengan kacamata terpasang erat pada telinga
Bentuk temple ada yang permanen atau bisa disesuaikan agar terpasang erat di
telinga
Berbahan logam atau plastik

2. Cable Temples:

Source: safetyglassesusa.com
Temple atau lengan kacamata dengan bentuk lebih melengkung pada bagian
ujungnya dapat terpasang erat pada telinga
Berbahan logam atau plastik
Bentuk temple ada yang permanen atau bisa disesuaikan agar terpasang erat di
telinga
3. Headband Temples:

Source: hazmasters.com
Posisi temple mudah diubah-ubah sesuai kenyamanan pekerja
Biasa digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak gerakan

4. Bridges:

Source: grainger.com
Tersedia dalam berbagai ukuran
Tersedia dalam tipe permanen atau dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan
Memiliki pad arms yang lentur dan empuk
Side Shields (perisai samping)
1. Flatfold atau Semi Side Shields:

Source: directindustry.com
Dapat dibongkar pasang atau sudah terpasang erat pada temple
Tersedia dalam tipe solid (padat) atau terdapat ventilasi
Perisai bisa berwarna atau bening

2. Full (cup) Side Shields:

Source: tasco-safety.com
Dapat dilepas
Wire screen
Perisai berwarna atau bening
B. Safety Goggles
Safety goggles yang dirancang sesuai bentuk wajah berguna untuk mencegah agar
sumber bahaya, seperti partikel beterbangan, benda beterbangan, dll. tidak masuk ke
daerah sekitar mata.
Lensa
1. Clear Lenses:

Source: amazon.com
Tersedia lensa yang dapat dilepas
Penggunaannya dapat digabungkan bersama prescription lenses (lensa resep)
Jangan digunakan sebagai perlindungan khusus dari sumber bahaya berupa
radiasi optik

Frame
1. Eyecup Safety Goggles:

Source: dzmshanghai.net
Melindungi area sekitar mata sepenuhnya
Tersedia dengan ventilasi langsung atau ventilasi tidak langsung
Frame berbahan kaku atau fleksibel
2. Cover Safety Goggles:

Source: officedepot.com
Digunakan bersama dengan corrective spectacles tanpa mengganggu performa
spectacles
Tersedia dalam tipe ventilasi langsung, tidak langsung, atau tanpa ventilasi
Frame berbahan kaku atau fleksibel

Ventilasi
1. Direct ventilation (ventilasi langsung):

Source: arktrading.com
Menahan sumber bahaya yang langsung masuk ke safety goggles
Mencegah munculnya kabut karena memiliki sirkulasi udara yang baik
2. Indirect ventilation (ventilasi tidak langsung):

Source: thesafetysupplycompany.co.uk
Mencegah munculnya kabut karena memiliki sirkulasi udara yang baik
Melindungi pekerja dari sumber bahaya, berupa percikan cairan atau bahan kimia
berbahaya

3. Non-ventilated goggles (safety goggles tanpa ventilasi):

Source: greenham.com
Menahan udara agar tidak masuk ke dalam safety goggles
Mencegah masuknya percikan atau cipratan bahan kimia berbahaya ke dalam
safety goggles
Memungkinkan munculnya kabut karena tidak ada ventilasi udara. Pekerja harus
sering membersihkan safety goggles-nya
C. Face Shield
Pekerja diwajibkan menggunakan face shield bersamaan dengan safety spectacles
atau safety goggles agar perlindungan dari berbagai sumber bahaya, seperti fragmen
atau partikel beterbangan, benda beterbangan, dll. lebih maksimal.
Face shield windows terbuat dari bahan transparan dengan tingkat ketebalan yang
bervariasi. Tingkat ketebalan ditentukan sesuai dampak bahaya pada jenis pekerjaan
tertentu. Tersedia berbagai kombinasi tipe face shield dan safety helmet agar pekerja
dapat memilih sesuai jenis pekerjaannya.

Windows
1. Windows yang dapat dilepas atau diangkat pada bagian depannya:
Windows dapat dilepas bila mengalami kerusakan atau perlindungannya terhadap
dampak bahaya sudah tidak maksimal
Windows dapat di angkat atau turunkan sesuai kebutuhan

2. Plastic Windows:

Source: indiabizsource.com
Melindungi pekerja dari sumber bahaya berupa radiasi cahaya
Ada yang sudah termasuk glass insert pada windows-nya
Tersedia windows dengan filter atau tanpa filter
3. Wire-Screen Windows:

Source: princessauto.com
Ada yang sudah termasuk plastic/ glass insert pada windows-nya.
Penggunaan windows jenis ini tidak disarankan digunakan pada pekerjaan dengan
sumber bahaya berupa bahan kimia atau cairan berbahaya.

Headgear
1. Adjustable headgear:

Source: princessauto.com
Ukuran headgear dapat diubah-ubah agar terpasang erat dan nyaman di kepala
Cocok digunakan semua pekerja
2. Hard hats with face shields:

Source: elvex.com
Dipasang di bawah hard hat
Kompatibel dengan berbagai tipe windows

Itulah perbedaan antara safety spectacles, safety goggles, dan face shield yang dapat
dijadikan referensi untuk memilih alat pelindung mata dan wajah yang tepat sesuai jenis
pekerjaan. Terutama bagi yang bekerja di sektor konstruksi, pabrik, pertambangan,
pekerjaan listrik, dll. dengan potensi bahaya yang mengakibatkan cedera mata sangat
diwajibkan menggunakan alat pelindung mata dan wajah. Gunakan panduan alat
pelindung mata dan wajah terbaru untuk memilih alat pelindung yang tepat sesuai potensi
bahaya di area kerja.

https://www.safetysign.co.id/news/198/OSHA-Perbedaan-Safety-Spectacles-Safety-
Goggles-dan-Face-Shield-Versi-Lengkap
2. Sebutkan jenis- jenis Apar , kapan penggunaannya dan kebakaran apa saja yang dapat
dipadamkan dengan Apar?
Jawab:
A. Jenis Apar
1. Alat pemadam api busa ( Foam )

a. Pengertian
Busa adalah alat pemadam yang efektif untuk memadamkan kebakaran Kelas
A dan B. Bahan yang digunakan adalah campuran Natrium Bicarbonate dengan
Aluminium Sulfat, keduanya dilarutkan kedalam air hasilnya suatu busa yang
volumenya mencapai 10 x volume campuran.
Pemadam api menggunakan busa merupakan sistem isolasi, yaitu mencegah
agar oksigen tidak mendapat kesempatan untuk beraksi, karena busa menyelimuti
(menutup) permukaan benda yang terbakar.
b. Cara penggunaannya :

1) Dengan membalikkan tabung, maka otomatis kedua larutan akan bercampur


dan keluar melalui Nozzle.
2) Arahkan Nozzle ke benda yang terbakar.
3) Jangan melawan arah angin.
c. Keuntungannya :
1) Alat Pemadam Api jenis busa mempunyai tekanan rendah, sehingga lebih
efektif untuk memadamkan kebakaran benda cair.
2) Cara penggunaannya lebih praktis.
d. Kerugiannya :
1) Alat Pemadam Api jenis busa tidak bisa untuk memadamkan kebakaran
listrik, karena berupa cairan.
2) Kotor dan meninggalkan noda pada benda yang terkena cairan busa jika
tidak segera dibersihkan.
e. Sifat sifat alat pemadam api busa :
1) Penyelimutan (smothering)
2) Mencegah penguapan bahan bakar
3) Pendinginan (cooling)
4) Melokalisir benda yang terbakar
5) Tidak boleh untuk memadamkan kebakaran listrik

2. Alat pemadam api powder

a. Pengertian
Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau Carbon Dioxide digunakan untuk
memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan peralatan mesin atau
listrik.
Tabung tabung yang digunakan berisi gas CO2 yang berbentuk cair, bila
dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi gas. Cairan CO2 didalam tabung
temperaturnya rendah sekali dan berbahaya apabila mengenai tubuh manusia.
b. Cara penggunaannya :
1) Angkat Tabung dari tempatnya
2) Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
3) Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
4) Lepas pen pengaman.
5) Pegang corong pada gagang yg mempunyai penyekat agar tangan tidak luka
karena suhu dingin.
6) Arahkan corong ke atas
7) Tekan tangkai penekannya
8) Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
9) Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
10) Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
11) Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran
padam.
12) Jangan melawan arah angin.
c. Keuntungannya :
1) Merupakan gas yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dan tidak
menyebabkan karat
2) Dapat disimpan didalam tabung-tabung yang terbuat dari baja, sehingga
mudah disiapkan diruangan sempit.
3) Carbondioksida yang disimpan didalam tabung dapat digunakan berulang
kali, (tidak sekali pakai)
4) Dapat digunakan untuk memadamkan api secara otomatis (pada instalasi
tetap).
d. Kerugiannya :
1) Pada konsentrasi tertentu gas CO2 dapat membahayakan manusia oleh karena
itu, pemadam api didalam ruangan petugas harus memakai masker dan alat
bantu pernafasan;
2) Kurang efektif digunakan diruangan terbuka; Pada waktu menggunakan CO2
diruangan tertutup harus diyakinkan dulu bahwa tidak ada orang atau korban
yang masih berada didalam ruangan.
3. Alat Pemadam Api CO2

a. Pengertian
Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau Carbon Dioxide digunakan untuk
memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan peralatan mesin atau
listrik.
Tabung tabung yang digunakan berisi gas CO2 yang berbentuk cair, bila
dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi gas.Cairan CO2 didalam tabung
temperaturnya rendah sekali dan berbahaya apabila mengenai tubuh manusia.
Alat Pemadam Api jenis CO2 bisa untuk memadamkan kebakaran kelas A, B dan
C.
b. Cara penggunaannya :
1) Angkat Tabung dari tempatnya
2) Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
3) Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
4) Lepas pen pengaman.
5) Pegang corong pada gagang yg mempunyai penyekat agar tangan tidak luka
karena suhu dingin.
6) Arahkan corong ke atas
7) Tekan tangkai penekannya
8) Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
9) Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
10) Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
11) Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran
padam.
12) Jangan melawan arah angin.
c. Keuntungannya :
1) Merupakan gas yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dan tidak
menyebabkan karat
2) Dapat disimpan didalam tabung-tabung yang terbuat dari baja, sehingga
mudah disiapkan diruangan sempit.
3) Carbondioksida yang disimpan didalam tabung dapat digunakan berulang
kali, (tidak sekali pakai)
4) Dapat digunakan untuk memadamkan api secara otomatis (pada instalasi
tetap).
d. Kerugiannya :
1) Pada konsentrasi tertentu gas CO2 dapat membahayakan manusia oleh karena
itu, pemadam api didalam ruangan petugas harus memakai masker dan alat
bantu pernafasan;
2) Kurang efektif digunakan diruangan terbuka; Pada waktu menggunakan CO2
diruangan tertutup harus diyakinkan dulu bahwa tidak ada orang atau korban
yang masih berada didalam ruangan.

4. Alat Pemadam Api Halloan

Pemadam Hallon adalah bahan yang terdiri dari beberapa unsur kimia yang
dibedakan macam-macamnya dengan menggunakan kode angka misalnya:
1) Hallon 104 - Carbon Tetra Chlor
2) Hallon 1001 Metyl Bromide
3) Hallon 1211 Bromo Chloro di Fluoro Methane
4) Hallon 1301 Bromo Teifuoro Methane
Alat Pemadam jenis Hallon dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran
Kelas A, B dan C. Alat Pemadam ini bila dikeluarkan isinya berbentuk gas, tapi tidak
bercampur dengan oksigen dan akan keatas, sehingga dapat merusak lapisan ozon.

3. Sebutkan nama penyakit dari masing-masing akibat...........


A. Bahan Kimia Organik
1. Banzen
a. Definisi Banzen
Banzen adalah senyawa organik dengan rumusan molekul C6H6. Banzen
merupakan slah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang
tepat. Banzen adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan merupakan
salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam
dunia industri.
b. Dampak Banzen
1) Banzen sangat beracun dan menyebabkan kanker (karsinogenik)
2) Banzen dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada konsentrasi tinggi,
sedangkan dalam konsetrasi rendah menyebabkan sakit kepala dan
menaikkan detak jantung.
c. Cara Pemaparan

No Bahan Penyakit Cara Pemaparan Sumber Pemaparan


Kimia Organik
1. Banzen Kanker Inhalasi Bezen Bensin
(Karsinogenik) Tersiram Asap Kenalpot
Sakit kepala (pekerja kendaraan
Menaikkan detak tersiram bermotor
jantung bensin) Asap
Kematian pembuangan
pabrik
Air limbah dari
industri tertentu
2. Amina
aromatik
3. Aspal, Batu Aspal : sakit Aspal Aspal
kepala, Skin Rash, Batu Bara : Batu Bara :
bara,
Sensitasi Alergi, Inhalasi Debu batu bara
Fatigue, Kanker Minyak Bumi :
Minyak Kulit, Batuk, Iritasi (menghirup
mata dan debu batu bara)
Bumi
tenggorokan Minyak Bumi
Batu Bara : Coal
Worker
Pneumoconiosis
(CWP) dan
Progressive
Massive Fibrosis
(PMF)
(paru-paru hitam
atau Black Lung
Disease)
Minyak Bumi :
emfisema dan
kanker paru-paru
Kimia Anorganik
1. Arsen Sakit perut Inhalasi Debu arsen
Muntah (terhirup)
Diare

2. Asbes Kanker paru-paru Inhalasi Debu Asbes
Mesothlemia (terhirup)
Asbestosis
Plak Pleura
Efusi Pleura
3. Kromat
Radiasi

1. Sinar Uv Eritema
Katarak
Kanker Kulit
2. Sinar Glukoma
Katarak
Rontgen
Ablasio Mata
Pneumonitis
kemandulan
3. Zat Radio Diare
Leukimia
Aktif