Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN
PASIEN SINDROM KORONER AKUT
DI RUANG ICU/ICCU RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 21 26 Agustus 2017

Oleh:
Jajar Martono, S.Kep
NIM. 1630913310022

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Jajar Martono, S.Kep

NIM : 1630913310022

JUDUL LP : SINDROM KORONER AKUT

Banjarmasin, Agustus 2017

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Ifa Hafifah, S.Kep., Ns., M.Kep Lukmanul Hakim, S.Kep.,Ns. M.Kep


NIK. 1990.2013.1.124 NIP. 19760116 199603 1 002
PENGERTIAN : FAKTOR RISIKO:
PENYAKIT
JANTUNG Sindrom Koroner Akut adalah suatu a. Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi
penyakit pada jantung yang terjadi karena b. Kadar Kolesterol HDL rendah
KORONER c. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
adanya kelainan pada pembuluh koroner,
d. Merokok
berupa penyempitan pembuluh darah
e. Diabetes Mellitus
ETIOLOGI sebagai akibat dari pengerasan dinding f. Kegemukan
pembuluh darah oleh adanya penimbunan g. Riwayat keturunan penyakit jantung
1. Penyempitan (stenosis) dan lemak berlebih. dalam keluarga
penciutan (spasme) arteri h. Kurang olah raga
koronaria
2. Aterosklerosis
Pencegahan:
1. Sering berolahraga
2. Tidak merokok dan jauhkan diri
MANIFESTASI KLINIS
dari paparan asap rokok
1. Kelelahan saat beraktivitas 3. Kurangi makan-makanan berlemak
2. Nyeri dada seperti ditusuk-tusuk dan secara berlebihan
menjalar 4. Kurangi berat badan yang
3. Jantung berdebar (denyut nadi cepat).
berlebihan
4. Keringat dingin
5. Mual dan muntah

PENATALAKSANAAN : KOMPLIKASI
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK : 1. Nitrat (N)
1. Serangan jantung yang mengancam
2. Berbagai jenis penyekat beta untuk mengurangi kebutuhan
oksigenAntagonis jiwa menyebabkan infark myocardium
1. Anamnesis (kematian otot jantung) karena
3. Calsium (Ca A)mengurangi kebutuhan O2 dan menambah masuk
2. EKG (dilatasi koroner),ada yang menurunkan HR
persediaan darah tidak cukup.
2. Angina pectoris yang tidak stabil,syok
3. Foto rontgen dada 4. Prosedur invasif non operatif, yaitu melebarkan aa coronaria dengan
dan aritmia
balon.
4. Pemeriksaan laboraturium 5. Oprasi (Coronary Artery Surgery CAS)
3. Gagal jantung kongestif
6. Transmyocardial (laser) recanalization (TMR) 4. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
5. Pemeriksaan enzim jantung
PATHWAY SINDROM KORONER AKUT

ATHEROSKLEROSIS

Spasme Arteri koroner SKA


1. Merokok
2. Hiperlipidemia
3. Hipertensi
Aliran darah ke jantung
Risiko Penurunan Perfusi 4. Usia
menurun 5. Riwayat
jaringan Jantung
keluarga

O2 dan Nutrisi menurun

Jantung kekurangan O2 Iskemia otot jantung Nyeri

Takut terjadi
Fatique Kurang Pengetahuan
serangan jantung

Intoleran aktivitas
Cemas
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
PENYAKIT JANTUNG KORONER
Pengkajian Diagnosa keperawatan

1. Identitas 1. Nyeri akut


2. Intoleransi aktivitas
2. Keluhan Utama
3. Risiko penurunan perfusi jantung
3. Riwayat Penyakit
4. Kurang pengetahuan
4. Pola Fungsional Gordon 5. Cemas
5. Pemeriksaan Fisik

Intolerance Aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan Nyeri akut b.d agen cedera biologis
kebutuhan oksigen NOC:
Pain Control
NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jamt nyeri klien akan
Activity Tolerance berkurang dengan kriteria hasil klien akan:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam diharapkan klien dapat 1. Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi, dan hal yang
memperberat nyeri)
melakukan aktifitas dengan kriteria :
2. Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan
Dapat beraktifitas normal teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri)
Saturasi oksogen saat beraktifitas dalam batas normal 3. Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
Tanda-tanda vital dalam rentang normal
NIC:
NIC : Pain Management
Activity Therapy 1. Kaji tingkat nyeri pada pasien dengan menggunakan alat self-report
Kaji tingkat kemampuan pasien untuk berpindah dari tempat tidur, berdiri, pasien yang valid dan reliable, seperti skala tingkat nyeri numerik 0-10.
ambulasi 2. Kaji nyeri pasien secara rutin dengan interval waktu yang konsisten
Pantau respon oksigen pasien terhadap aktivitas bersama dengan pengukuran vital sign.
Pantau respon kardiorespiratori terhadap aktivitas 3. Ajarkan intervensi nonfarmakologi
Pantau respon oksigen pasien terhadap aktivitas 4. Sebagai tambahan pemberian analgesik, dukung klien untuk
menggunakan metode nonfarmakologi untuk membantu mengontrol
Penggunaan teknik napas terkontrol selama aktivitas, jika perlu
nyeri, seperti distraksi, imagery, relaksasi.
Penggunaan teknik napas terkontrol selama aktivitas, jika perlu
Anjurkan pasien untuk melakukan aktifitas yang tidak berlebihan
Cemas b.d perubahan dalam status kesehatan Defisiensi pengetahuan b.d kurang pajanan
Risiko Penurunan Perfusi jaringan Jantung b.d Spasme
NOC : anxiety self control arteri koroner NOC:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam - Knowledge: desease process


diharapkan mamapu mengontrol cemas, dengan kriteria: NOC: Circulation Status
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x60menit
Klien mampu mengidentifikasi dan diharapkan mampu meingkatkan pengetahuan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
mengungkapkan gejala cemas dengan kriteria
Vital sign dalam batas normal jam Perfusi jaringan klien baik dengan kriteria hasil :
- Pasien dan keluarga menyatakan pemahaman
Mengidentifikasi mengungkapkan dan menunjukan Tekanan sistol dan diastole dalam rentang yang
tentang penyakit kondisi, prognosis dan
tekhnik diharapkan
program pengobatan
Tidak ada ortostatik hipertensi
- Pasien dan keluarga mampu melaksanakan
NIC : Vena baik prosedur yang dijelaskan secara benar
Saturasi oksigen minimal 98%
Menurunkan kecemasan
NIC :
1. Gunakan ketenangan dalam pendekatan untuk NIC: Peripheral sensation management Teaching : disease process
menenagkan klien 1. Monitor adanya daerah tertentu yang hanya peka 1. Berikan penilaian tentang tingkat pengetahuan
2. Jelaskan seluruh prosedir tindakan kepada klien terhadap panas/dingin/tajam/tumpul pasien tentang proses penyakit yang spesifik
dengan perasan yang mungkin muncul pada saat 2. Intruksikan keluarga untuk mengobservasi kulit 2. Jelaskan patofisiologi dari penyakit dan
melakukan tindakan jika ada isi atau laserasi bagaiman hal ini berhubungan dengan anatomi
3. Berikan informasi tentang diagnose,prognosis,dan 3. Gunakan sarung tangan untuk proteksi dan fisiologi
tindakan 4. Batasi gerakan pada kepala, leher dan punggung 3. Gambarkan tanda gejala dan penyebab yang
4. Anjurkan kepada keluarga selalu menemani klien 5. Monitor kemampuan BAB biasa muncul pada penyakit
5. Motivasi klien utnuk mengungkapkan perasaan, 6. Kolaborasi pemberian analgetik 4. Dukung pasien untuk menentukan second
pengharap dan ketakutan 7. Monitor adanya tromboplebitis opinion
6. Ajarkan klien tekhnik relaksasi 8. Diskusikan mengenai penyebab perubahan sensasi
Daftar Pustaka

1. Doctherman McCloskey Joanne, Bulecheck .N Gloria. 2008. Nursing


interventions Classification (NIC). United states of America : Mosby.
2. Moorhead Sue , Jonson Marion , L.Mass dkk. 2008 Nursing Outcomes
Classification (NOC). United states of America : Mosby .
3. Mansjoer, A. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. EGC: Jakarta.

4. Schwartz, dkk, 2000, Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah. Editor : G. Tom

Shires dkk, EGC ; Jakarta.

5. Padila. 2012. Buku Ajar: Keperawatan Medikal Bedah. Nuha Medika:

Yogyakarta.

6. Price, Sylvia A and Wilson, Lorraine M. 1988. Patofisiologi. Konsep Klinik

Proses-proses Penyakit. Jakarta : EGC.

7. Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. Jilid III. Edisi 5. Interna Publishing: Jakarta